Logo
Hakikat Cinta
Hakikat Cinta

Hakikat Cinta

34 Bab
Tamat
Dalam novel Hakikat Cinta, Alan berjuang memenangkan hati Latifah meski terhalang perbedaan agama. Kisah romance modern ini mengikuti ambisi mereka mempertahankan hubungan di tengah tantangan realita. Baca web novel ini untuk melihat konsekuensi dari pilihan asmara remaja mereka.
Bab 1 dari Hakikat Cinta

Suara anak-anak yang tengah mengaji bersahutan, menggema hingga menembus dinding ruang tempat Latifah berada. Tak peduli meski hari ini hari minggu, mereka tetap menjalankan rutinitas mengaji seperti biasa. Kecuali Latifah. Gadis remaja itu tengah sibuk berbenah. Merapikan kamarnya setelah semua barangnya tertata rapi dalam koper. Keputusan Latifah sudah bulat. Hari ini dia mantap untuk pulang. Semalam, dia pun sudah meminta izin dari sang kakek. Alhamdulillah, sang kakek sudah menyetujuinya untuk hal itu. Senyum leganya terkembang kala sang kakek dengan lembut membelai pucuk kepalanya untuk memberinya restu. Masih teringat dengan jelas petuah yang diberikan sang kakek sebelum dia undur diri.

"Mbah Kakung ijinkan kamu untuk pulang, Nduk ... tapi ingatlah! Sembilan tahun kamu menuntut ilmu di sini, pergunakanlah dengan baik di luar sana. Pegang teguhlah imanmu, jangan mudah goyah oleh cobaan dan godaan duniawi, Nduk."

Latifah menghembuskan nafas panjangnya. Ditatapnya seluruh ruangan yang telah menjadi tempat persinggahannya selama sembilan tahun terakhir. Ternyata cukup berat untuk meninggalkan tempat yang awalnya dia benci karena merasa terbuang. Namun, tempat itulah yang menjadi saksi perjuangan seorang Aisyah Nurlatifah untuk membentuk karakter dan menimba ilmu agama sedari kecil. Cinta dari orang tua memang luar biasa, mereka rela dibenci, hingga akhirnya sang anak memahami bahwa mereka ingin yang terbaik untuk anaknya. Seperti yang ibu Latifah lakukan. Dia mengirimkan Latifah ke tempat kakeknya untuk belajar agama lebih dalam. Bahkan saat sang ibu sakit, perempuan tangguh itu bersikap biasa saja di hadapannya agar dia tetap bisa berkonsentrasi dalam belajar. Siapa sangka, kunjungan sang ibu menjelang ujian kelulusannya dari Madrasah adalah pertemuan terakhirnya dengan sang ibu.

Bulir bening Latifah meluncur begitu saja ketika bayangan sang ibu hadir di pelupuk matanya. Begitu jelas saat terakhir kali sang ibu berkunjung, tak biasanya wanita lembut itu menginap dan begitu memanjakannya. Disana! Di atas tempat tidur kecil Latifah, sang ibu tampak duduk dan tersenyum dengan begitu anggunnya.

"Ibuk ... hari ini Tifah akan pulang, Buk ..." lirih gadis remaja itu dengan suara bergetar. Pandangannya semakin buram dengan bayangan sang ibu yang kian memudar meninggalkan semerbak wangi yang menguar di seluruh ruangan. Benarkah arwah ibunya kembali? Atau memang hanya karena pengharum ruangan yang tadi disemprotkan Latifah? Entahlah!

Ketukan pelan di pintu, membuyarkan lamunan Latifah. Ditatapnya Khoiri, adik sepupunya yang masih kecil berdiri di ambang pintu dengan pandangan yang tertunduk dan jari-jemari yang saling bertaut. Latifah menghapus sisa harunya dan berjalan menghampiri gadis kecil itu. Diraihnya tangan mungil itu hingga membuat sang empunya berjingkat dengan mata membulat menatap Latifah. Senyum termanis didapatnya dari sang kakak yang membuat si gadis kecil langsung menghambur memeluk pinggang Latifah. Tangisnya pun pecah, tak dapat lagi ditahannya.

"Mbak Tifah beneran mau pulang hari ini? Apa tidak nunggu Khori khatam iqro dulu?" Disela sesenggukannya, Khoiri mencoba menawar keinginan Latifah untuk pulang. Dirinya yang begitu dekat dengan sang kakak sepupu membuatnya tak rela ditinggalkan.

Latifah membelai lembut pucuk kepala Khoiri sambil tertawa kecil meski rasa haru memukul-mukul perasaan lembutnya.

"Khori kan baru jilid tiga. Kalau nunggu Khori khatam iqro masih lama, dong ..." Gadis kecil itu memberengut tak suka dengan sanggahan Latifah kakinya pun mulai menghentak-hentak dengan tangis yang tertahan. Tifah tersenyum dan membelai lembut wajah imut Khoiri.

"Insyaallah Mbak Tifah akan sering berkunjung, sampai Khori khatam iqro nanti." Mata gadis cilik itu mulai berbinar menatap Latifah dengan senyum yang semakin melebar.

"Beneran ya Mbak ..." Latifah tersenyum sambil mengangguk yang membuat gadis kecil itu melonjak kegirangan dan berlari menjauh. Tiba-tiba gadis kecil itu kembali lagi dan mengecup kecil pipi Latifah kemudian berlari sambil melambaikan tangan dan mengucap salam. Latifah tertawa kecil mendapati tingkah polos si adik sepupu. Tak menyangka ternyata semudah itu membahagiakan seorang anak kecil. Hanya dengan menuruti keinginan sederhana bisa membuatnya berjingkrak-jingkrak kegirangan.

Seorang pemuda gagah menghampirinya sambil mengucap salam dan tersenyum dengan manisnya. Wajah orientalnya yang bersih lengkap dengan lesung pipi membuat pemuda itu menjadi pusat perhatian para santriwati yang dilewatinya. Latifah menyahut salamnya dan langsung melompat, menghambur dalam gendongan sosok itu dengan begitu girang. Pemuda itu menyambutnya dengan sigap. Digesek-gesekannya hidung kecilnya ke hidung mancung pemuda itu yang membuatnya terkekeh geli.

"Ya Allah, Tifah … kau sekarang sudah besar. Tak malukah kau berbuat begini?"

"Tidak! Tifah kangen sama Mas Alif." Gadis remaja itu menyahut dengan santainya dan semakin mempererat pelukannya ke leher pemuda itu. Alif pun hanya bisa pasrah dengan perlakuan manja adik perempuannya itu.

"Baiklah … mari kita pulang!" Alif membawa masuk Latifah dan menyeret kopernya keluar kamar. Gadis itu masih betah nemplok dalam gendongan dan hanya disangga dengan satu tangan oleh Alif.

Simbah Abdullah menggeleng pelan sambil berdecak melihat kelakuan kedua cucunya yang menjadi bahan tontonan para santrinya. Suara salam menyapanya dengan begitu takzim. Latifah pun turun untuk berpamitan pada sang kakek yang telah merawatnya selama ini.

"Salam untuk pak lek Ahmad, Kung. Maaf Alif tidak bisa berlama-lama," ucap Alif sambil menaiki motor tua sang ayah dan ditanggapi dengan anggukan pelan sang kakek.

"Alif, tunggu …." Panggilan seseorang yang sangat familiar menggema, menghentikan Alif yang telah memancal pedal kopling motornya. Adik dari ibunya itu berlarian menghampirinya sambil membawa bingkisan di tangannya.

"In … ini ada titipan dari bulek Siti untuk kalian sekeluarga." Paklek Ahmad berbicara terbata dengan nafas yang tersengal-sengal. Senyum manis Latifah terkembang dan menyahut bingkisan itu dengan girangnya.

"Suwun, Pak Lek … sampaikan salam kami untuk bulek. Jika sudah mau lahiran nanti jangan lupa kasih kabar."

"Ya … hati-hati di jalan …."

Suara salam saling bersahutan. Setelah keduanya mencium takzim tangan kedua lelaki beda usia itu. Latifah masih terus melambaikan tangannya bahkan hingga kedua lelaki itu tak lagi nampak. Alif menggeleng sambil tersenyum kecil.

"Jika berat untuk pergi, kenapa buru-buru, Tifah?" Pertanyaan sang kakak membuat Latifah memberengut dan menghentikan lambaiannya.

"Mas Alif dulu juga gitu!" Gadis remaja itu protes sambil memanyunkan bibirnya. "Bahkan dulu Mas Alif nangis sampai beberapa hari karena tak tega ninggalin Tifah. Padahal di sana Tifah tetep asyik main sama mbah Kakung."

"Oh ya? Jahatnya, kau … padahal Mas nangisin kamu lho …." Keduanya pun terkekeh geli mengenang masa lalunya.

Tiba-tiba bayangan sang adik terlintas di kepala Latifah dan membuatnya bertanya-tanya.

"Sekarang Ipul bagaimana, Mas?"

"Ipul? Ya biasalah … namanya juga balita. Pasti rewel, lah. Dia nanyain ibu terus. Bapak sampai bingung mau jelasin gimana."

"Hmm … kira-kira dia ngenalin Tifah tidak, ya?"

"Entahlah! Bisa jadi dia bakal kira kamu ibuk." Tawa Alif menggelegar disambut dengan cubitan manis dari Latifah yang membuat tawanya berubah mengaduh merasakan perih di perutnya.

"Jangan marah, Fah … kau kan memang mirip ibuk. Jika kita kangen, tinggal pandangi kamu aja sambil kirim do'a."

Latifah terdiam, mengenang kepergian sang ibu. Dirinya seakan masih tak percaya telah menyandang gelar piatu disaat sang adik belum genap lima tahun.

"Kapan-kapan kita ke makam ibuk ya, Mas …." Suara Latifah bergetar menahan tangisnya agar tak tumpah.

"Tentu! Tapi jangan tangisi ibuk lagi, Fah … biarkan ibuk tenang di sana. Allah lebih sayang ibuk. Jadi, dia memanggil ibuk untuk cepat pulang disisi-Nya." Ditepuknya pelan tangan sang adik yang melingkar di perutnya.

"Fah … tadi pas Mas pamit pergi, Ipul kira mau jemput ibuk. Mas iya-in aja. Terus dia melompat-lompat girang gitu. Jadi jangan kaget kalau nanti kamu dipanggil ibuk sama dia." Mata Latifah membulat.

"Kenapa Mas bilang 'iya' ?" Lagi-lagi cubitan didaratkannya ke perut sang kakak. Bahkan lebih lama saking gemesnya. Tak peduli meski pemuda itu mengaduh tak karuan.

Bersambung ….

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Kehidupanku yang Cemerlang Setelah Perceraian
Kehidupanku yang Cemerlang Setelah Perceraian
Dalam Kehidupanku yang Cemerlang Setelah Perceraian, Becky memilih bercerai dari Rory setelah dituduh mencelakai Berline. Ternyata ia pewaris keluarga kaya. Kini di billionaire romance novels ini, Rory berusaha mengejarnya kembali. Baca keseruan modern novel ini di platform web novel.
Pacar Kedua.
Pacar Kedua.
Dalam web novel Pacar Kedua, David terjebak dalam misteri pengkhianatan saat mencurigai Reta berselingkuh. Ia bertekad mengumpulkan bukti untuk mengungkap kebenaran di balik hubungan mereka. Baca romance novel modern ini untuk melihat bagaimana sebuah kecurigaan mengubah segalanya.
Perjuangan Hati Naraya
Perjuangan Hati Naraya
Dalam Perjuangan Hati Naraya, Aurielle terjebak pernikahan paksa dan ancaman cerai dari Cassian demi cinta pertamanya. Di tengah konflik modern novel ini, kehadiran Adrian menawarkan pilihan sulit. Simak kelanjutan romance novel ini di platform read novels online pilihan Anda.
Sebatas Pernikahan Bisnis
Sebatas Pernikahan Bisnis
Dalam Sebatas Pernikahan Bisnis, Arjuna menjalin aliansi dengan Anjani demi merebut aset Barathawardana. Billionaire ini harus menghadapi pengkhianatan keluarga sambil menyembunyikan trauma masa lalu. Baca romance novel ini untuk melihat perjuangan mereka melunasi hutang dan ambisi.
Suami 500 Juta
Suami 500 Juta
Dalam Suami 500 Juta, Narada harus melunasi utang demi melindungi adik-adiknya dari keserakahan sang tante. Ia terpaksa menikahi Alfi, duda kaya raya dari masa lalunya. Baca kisah romance novel ini sebagai pilihan fiction books terbaik tentang perjuangan dan billionaire romance novels.
Wanita Berhati Es
Wanita Berhati Es
Dalam novel romantis modern Wanita Berhati Es, seorang wanita yang terlahir tanpa hasrat mengalami perubahan hidup setelah pemeriksaan medis. Pertemuannya dengan seorang dokter yang manipulatif mengubah kepolosannya menjadi gairah yang tak terkendali. Baca novel online gratis ini sekarang.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Satpam? Bukan, Aku Legenda
Satpam? Bukan, Aku Legenda
Gavin turun dari gunung untuk mencari teman masa kecilnya. Namun, dia malah menyelamatkan Kyla dari pembunuh bayaran dan terpaksa menikahinya secara terburu-buru. Dengan menyamar sebagai satpam, dia melindungi keluarga Kyla dan menghadapi musuh seperti Frank dan Ezra. Dia pun menemukan bahwa Ezra itulah yang membunuh ayahnya dan membakar panti asuhan. Karena itu, dia membangkitkan teknik pedang warisan klannya untuk membalas dendam. Dan dalam prosesnya, dia menyadari bahwa Kyla adalah teman kecil kesayangannya yang selama ini dia cari.
Ibu, Sampai Jumpa
Ibu, Sampai Jumpa
Bella lahir dikeluarga yang sederhana, tapi orang tuanya hanya sayang pada adiknya, bahkan terus menyalahkan Bella karena dia tidak sengaja menjatuhkan air dan membuat ibunya lahir prematur. Sedangkan adiknya yang pandai jago akting terus menerus memfitnah Bella yang melakukan kejahatan, bahkan teganya mencelakai kakaknya sampai mati.
[Versi Dub] Pengemis Hebat
[Versi Dub] Pengemis Hebat
Bertahun-tahun yang lalu, sebuah keluarga yang dikenal karena penguasaan mereka musnah. Sebelum meninggal, sang matriarki memperingatkan anaknya untuk tidak menggunakan keterampilan mereka lagi. Bertahun-tahun kemudian, selama kompetisi seni bela diri untuk memilih seorang pengantin, seorang wanita muda dari keluarga lain akan kalah dari lawan asing. Pada saat kritis, anak itu menghancurkan liontin giok, mendapatkan kembali kekuatan untuk melindungi orang yang mereka cintai.
Anak Kecil Jadi Bos?
Anak Kecil Jadi Bos?
Lina putri keluarga ternama mendapati tunangannya selingkuh. Lina yang sedang berpikiran kacau akhirnya berhubungan cinta di bawah pengaruh obat bersama seorang gigolo yang tak ia kenal. Lina diberitakan mengandung anak gigolo dan membuat keluarganya hancur. Ibunya bunuh diri, ayahnya koma, ia juga harus membesarkan anaknya yang kembar lima seorang diri, dan perusahaan keluarganya diambil alih oleh saudari tirinya dan tunangannya. Setelah lima tahun, Lina pun bertemu lagi dengan pria gigolo yang nggak ia sadari ternyata pria itu adalah CEO dari tempatnya bekerja.
Kakak Tiriku adalah Mantanku?!
Kakak Tiriku adalah Mantanku?!
Empat tahun yang Lalu, sebuah kesalahpahaman memisahkan Hani dan Devan. Hani berjanji nggak akan pernah bertemu Devan lagi…hingga tanpa disangka, ayahnya menikah dengan ibu Devan. Sekarang Hani dan Devan adalah saudari tiri tapi mereka berdua nggak tahu itu!
Nenek Muda: Kebangkitan Keluarga 2
Nenek Muda: Kebangkitan Keluarga 2
Pada tahun 1955, Profesor Rossa meninggal dunia secara tak terduga. Setelah membuka mata, dia justru terbangun di tubuh seorang gadis SMA berusia delapan belas tahun yang memiliki nama dan marga yang sama, tujuh puluh tahun kemudian. Kini, putranya telah menjadi seorang ketua direksi berusia lebih dari tujuh puluh tahun, dan dia bahkan memiliki beberapa cicit laki-laki yang tampan. Dalam proses menyesuaikan diri dengan kehidupan barunya, Profesor Rossa mulai menertibkan para cicitnya yang nakal dan tidak berbakti dengan kecerdasan dan kemampuannya. Di era yang benar-benar baru ini, ia pun menemukan keindahan hidupnya sendiri!