Logo
Gelora Berbahaya Sang Pengacara
Gelora Berbahaya Sang Pengacara

Gelora Berbahaya Sang Pengacara

80 Bab
Tamat
Dalam romance novel Gelora Berbahaya Sang Pengacara, Madona nekat menjebak Ardan demi uang penebus utang. Namun, video skandal itu justru menyeretnya ke dalam tawanan di rumah sang pengacara. Baca modern novel ini untuk melihat konsekuensi dari jebakan yang berujung pada pilihan hidup sulit.

Ringkasan Gelora Berbahaya Sang Pengacara

Demi melunasi utang orang tuanya kepada mucikari, Madona nekat menjebak seorang pengacara bernama Ardan dalam sebuah skandal panas. Meski awalnya berharap mendapatkan uang 500 juta rupiah, rencana perempuan malam ini justru berujung bencana. Alih-alih menerima bayaran, Madona malah terjerat masalah besar akibat video mereka yang tersebar. Kini, ia terpaksa tinggal di kediaman Ardan. Akankah situasi ini menumbuhkan benih cinta atau justru kebencian mendalam?
Selengkapnya

Bab 1 dari Gelora Berbahaya Sang Pengacara

“Kau masih muda, dan bisa mendapatkan pekerjaan lebih baik dari ini, kenapa kau malah lebih memilih bekerja di rumah bordil mengerikan ini?”

Dona terkejut mendengar perkataan Ardan.

Pasalnya, baru pertama kali ada klien yang mengatakan hal seperti ini padanya. Kebanyakan klien yang ditemuinya pun tidak berkata apa-apa dan langsung menidurinya. Dan Dona agak sedikit bingung menjawab pertanyaan Ardan.

"Berapa umurmu?" tanya Ardan kembali.

"20 tahun." Dona lalu menunduk.

Ya, Dona memang masih muda. Lantaran, ibunya, Almaira memiliki utang ratusan juta pada Mami Sandra, mucikari di rumah bordil itu, Dona harus membayarnya dengan tubuhnya.

Awalnya, Dona memang tidak mau bekerja seperti ini. Tetapi Sandra mencoba memanfaatkannya.

Tentunya, tidak pernah terbesit di dalam benaknya untuk menjadi seorang penghibur. Hanya saja, malam ini datang seorang pengacara, dan asistennya ke rumah bordil, berbicara dengan Shandra dan bermaksud ingin mengadakan rapat bersama kliennya. Mereka meminta Shandra untuk menyuguhkan perempuan paling cantik dan akhirnya Shandra meminta Almaira agar mau menyerahkan dirinya untuk menjadi perempuan malam.

Yang menyesakkan, ibunya mengizinkannya. Dan Dona hanya tahu ia harus menghibur pengacara bernama Ardan Argantara Pramuria.

Hampir saja airmata melesak keluar, tetapi saat mendengar Ardan melangkah kakinya, mendekat padanya, Dona segera menengadah.

"Kenapa kau menjual tubuhmu?" tanyanya.

Tetapi kali ini Dona tidak menjawabnya.

"Apa kau tidak punya kepintaran apa-apa selain memanjakan para laki-laki?"

Dona merasa tersinggung. Ia menatap Ardan dengan tatapan mengerikan. “Apa kau tidak menyukai perempuan?”

Menurutnya, Ardan bisa mendapatkan perempuan mana pun yang ia mau dengan serius. Tetapi kenapa laki-laki ini malah mencari perempuan malam? Pasti, ada sesuatu, bukan?

Dan pertanyaan itu sukses membuat Ardan merengut kesal dengan wajah terlihat semakin memerah. Lantaran, dia mencoba menasihati Dona dengan serius, tetapi wanita itu malah melawannya.

“Kau jangan asal bicara, aku normal. Bahkan 1000%! Apa perlu aku buktikan, Madona?” Ardan menyentak dagu Dona.

Madona hanya diam dengan pasrah, terlebih saat Ardan langsung mendorong tubuhnya ke ranjang. Pria itu lalu membuka seluruh pakaiannya, hingga memperlihatkan apa yang tersembunyi di baliknya. "Buka bajumu," perintahnya tegas.

Dona pun melakukannya. Ini bukanlah kali pertama Dona melakukannya. Dona tentunya sudah pernah melihat tubuh para pria lain. Tetapi... tubuh Ardan sangat atletis.

Saat semua pakaian lepas, Ardan memperhatikan Dona. Tubuh wanita itu sangat sintal dan wajahnya juga cantik, sesaat Ardan mengangguminya. Tetapi terlintas di pikirannya, bahwa perempuan ini murahan dan pastinya sudah sering melakukan bersama laki-laki lain.

Ardan mengeraskan rahangnya, lalu akhirnya naik ke ranjang dan menghirup tubuh Dona yang wangi.

Dan tanpa berlama-lama, Ardan melakukan penyatuannya bersama Dona.

“Ternyata perempuan malam sepertimu masih saja nikmat,” ujarnya setelah selesai. Napas mereka saling memburu.

Ardan tapi menatap bercak merah di seprai. Seingatnya, Ardan tidak melihat ada darah yang keluar saat mereka melakukan itu. Dan Dona juga tidak meringis kesakitan.

“Apa kau masih perawan? Tidak mungkin bukan perempuan sepertimu masih perawan?”

Ardan lantas bangkit dari tempat tidurnya, ia sempat memperhatikan Dona yang menatapnya dengan bingung. Karena Dona tidak menjawab, dia lantas berjalan menuju kamar mandi yang berada di kamar Dona.

“Apa dia tidak pernah melakukan hubungan dengan pacarnya?” tanya Dona setelah pria itu menghilang ke kamar mandi.

Jelas-jelas, ini adalah motif seprai yang memang terlihat seperti bercak.

Dona lantas membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur, menyelimuti tubuh polosnya. Dia masih menanti Ardan kembali dari kamar mandi.

Beberapa menit kemudian, Ardan keluar dari kamar mandi dengan tubuh terekspos dan handuk dililitkan ke pinggangnya, menutupi daerah spesial itu.

"Apa kau akan langsung pergi dari sini?"

Ardan menatapnya dengan meremehkan. "Kenapa? Kau tidak rela aku pergi?"

"Masih ada waktu sekitar 15 menit lagi. Tapi jika--"

"Dasar wanita murahan!"

Dona terkesiap mendengarnya. Ia hanya menyampaikannya saja, karena biasanya para tamu keluar setelah waktu benar-benar habis. Kadang ada yang sengaja berlama-lama hingga meminta tambahan waktu.

Baru kali ini ada tamu yang keluar lebih cepat. Dona takut jika pria itu melaporkan pada mucikarinya bahwa ia melakukan kesalahan.

Ardan menyunggingkan senyuman sinis. "Dasar Perempuan tak bermoral, sudah bagus aku membayarmu, bagaimana kalau kau tidak ada satu pun yang menyewamu malam ini?!" remeh Ardan dengan seringaiannya.

Madona lantas bangkit dari ranjangnya, dia tak menyangka akan ada pria yang berani merendahkannya dengan menyebutnya perempuan tak bermoral.

"Berani sekali kau mengataiku serendah itu? Hei, pria kaya! Kau memang bisa membeli semuanya dengan uangmu, termasuk tubuhku. Tapi, satu hal yang tak pernah akan kau dapatkan adalah--"

"Apa yang tak akan pernah aku dapatkan, ha? Kau ini ngomong kayak orang benar saja, sudah bagus aku membayarmu. Kau kan yang memilih seperti ini?" tukas Ardan memotong ucapan Madona.

Dona mengepalkan kedua tangannya. "Pria seperti kau tidak akan pernah memiliki cinta, jangankan mendapatkan merasakannya pun kau tak akan pernah!" Madona berkata dengan bibir bergetar sambil menatap Ardan.

"CIH!" Ardan mendecih dengan sinis. "Perempuan sepertimu tidak pantas berbicara soal cinta. Sadar kau ini adalah perempuan tak bermoral. Di kepalamu ini hanya ada uang, uang, dan uang bukan?"

Ardan berjalan menuju laci di meja, lalu melemparkan segepok uang hingga jatuh berserakan di lantai.

Ardan lantas pergi meninggalkan kamar itu, dan segera menghampiri Abdi, asisten pribadinya yang menunggu di bar, dan terlihat ditemani oleh perempuan malam lainnya.

Tetapi panggilan seseorang menghentikan Ardan.

"Tuan Ardan," panggil Shandra.

Ardan lantas menoleh, "Apa lagi?" tanyanya dengan tangan memijat keningnya.

"Apa Anda terpuaskan oleh Primadona di tempat saya ini, Tuan?" Shandra sangat berharap kalau Ardan sangat puas oleh pelayanan yang diberikan oleh Madona.

Tetapi Ardan tidak menjawab, ia malah pergi begitu saja dari rumah bordil itu.

Shandra meradang ketika pertanyaannya sama sekali tidak di jawab oleh Ardan.

Shandra kembali berlari, membuka pintu mobil. Sebelum menutupnya, ia berkata, "Jika berkenan, silakan mampir kemari lagi."

Ardan lagi-lagi tidak menjawab, ia menatapnya lalu menutup pintu mobil dengan keras. Setelah itu, mobil melaju pergi, meninggalkan Sandra sendirian.

"Kenapa dengan raut wajah, Tuan Ardan? Mengapa dia sangat sinis sekali? Apa Madona tidak melayaninya dengan baik? Atau mungkin, dia tidak mendapatkan pelepasannya?" Shandra segera berbalik memasuki rumah bordil lagi.

Sedangkan di kamar.

Madona menatap uang yang jatuh itu dengan sedih. Ia lalu ke kamar mandi dan membersihkan tubuhnya sambil memangis. Ia tidak mau bekerja seperti ini, tetapi bagaimana caranya bisa melunasi utang-utang ibunya?

Pria itu bahkan memperlakukannya dengan sampah. Jejak-jejak pria itu bahkan masih terlihat jelas di tubuhnya.

Setelah membersihkan diri, Dona memakai bajunya kembali lalu keluar dari dalam kamarnya. Tidak lupa sebelumnya ia memungut uang yang berserakan itu.

Dona berjalan pulang untuk menemui ibunya, Almaira.

Tetapi, tangannya ditarik oleh Shandra.

"Ikut denganku! Ada yang perlu dibicarakan!"

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Cinta Berubah Menjadi Dendam
Cinta Berubah Menjadi Dendam
Dalam novel modern Cinta Berubah Menjadi Dendam, Darius bertekad menghancurkan hidup Sienna akibat dendam masa lalu. Setelah kehormatannya direnggut secara paksa, Sienna harus menghadapi kenyataan pahit saat hamil tanpa tahu siapa ayahnya. Temukan kisah ini di romance novel kami.
Dendam Dalam Ikatan Suami Istri
Dendam Dalam Ikatan Suami Istri
Dalam Dendam Dalam Ikatan Suami Istri, Zara terjebak pernikahan paksa dengan Rafiq demi nama baik keluarga. Billionaire romance novel ini mengupas motif tersembunyi Rafiq yang penuh kebencian sebelum berubah menjadi perhatian. Baca kisah modern novel ini tentang rahasia dan ambisi besar.
Hukum Sang Pewaris Cacat
Hukum Sang Pewaris Cacat
Dalam Hukum Sang Pewaris Cacat, Don mafia Damon Valenti terikat kontrak dingin dengan Isabella demi kelangsungan hidup putranya. Namun, obsesi dalam modern novel ini tumbuh saat bisnis berubah menjadi jeratan gairah. Baca kisah lengkapnya di mafia romance books terbaik.
Mengungkap Istriku yang Dijauhi: Dia Menyembunyikan Seribu Identitas
Mengungkap Istriku yang Dijauhi: Dia Menyembunyikan Seribu Identitas
Dalam Mengungkap Istriku yang Dijauhi: Dia Menyembunyikan Seribu Identitas, Kathryn kembali untuk merebut warisannya. Di balik tuduhan miring, tersimpan rahasia besar yang mengguncang kota. Baca romance novel penuh misteri ini sebagai pilihan utama read novels online Anda.
Malaikat dalam Gaun Baru
Malaikat dalam Gaun Baru
Dalam Malaikat dalam Gaun Baru, seorang wanita terbangun di tubuh istri CEO melalui pertukaran jiwa. Menghadapi ketidakpedulian dalam genre billionaire romance novels ini, ia memilih cerai saat kekasih lama suaminya kembali. Temukan kisah modern novel ini tentang takdir dan kesempatan kedua.
MENJADI BUDAK NAFSU TUAN YUAN
MENJADI BUDAK NAFSU TUAN YUAN
Dalam novel modern MENJADI BUDAK NAFSU TUAN YUAN, Hani terjerat obsesi Yuan Andersson. Sebagai sekretaris, ia harus menghadapi dominasi sang billionaire yang mengancam rahasia keluarga. Temukan kelanjutan kisah mereka dalam romance novel ini di antara pilihan fiction books terbaik.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Aku Sang Guru Hati
Aku Sang Guru Hati
Intan, gadis buta berusia sepuluh tahun, adalah reinkarnasi dari Guru Hati yang legendaris setelah seratus tahun. Meridiannya telah tersegel selama sepuluh tahun. Kini ia kembali untuk membalas dendam kematian ibunya. Keluarga Shen pernah membuangnya beserta ibunya ke pedesaan, yang menyebabkan ibunya meninggal. Kini, untuk menjilat Keluarga Perma, mereka membawanya pulang sebagai pajangan. Di pesta ulang tahun, ia membuka cadarnya, kembali dapat melihat, dan memicu fenomena aura hebat. Ahmad mengenalinya sebagai Guru Leluhur. Dengan Pedang Cahaya, ia bersumpah akan membuat Keluarga Kusuma membayar hutang darah mereka.
Dendam untuk Ayah Mertua
Dendam untuk Ayah Mertua
Ayah mertua Yusuf tewas setelah memperjuangkan keadilan. Pembunuhnya bebas. Istrinya, Karina, demi mengejar ketenaran, bersekutu dengan Keluarga Wiratama membunuh ayah kandungnya sendiri, lalu membela sang pembunuh untuk meraih kekuasaan sebagai Ratu Hukum. Yusuf menemukan rekaman peninggalan ayah mertuanya yang mengungkap transaksi gelap itu. Ia bertekad membalas kematian ayah mertuanya.
Sebagai Ayah, Sebagai Jenderal
Sebagai Ayah, Sebagai Jenderal
Setelah sepuluh tahun berperang, Henry sang jenderal kembali dengan kemenangan. Namun, yang disambutnya justru pengkhianatan terkeji: putri kandungnya ditukar dan difitnah oleh anak angkatnya sendiri, hingga terkapar sekarat di rumah bordil. Murka yang membara mendorongnya menuntut balas. Dimulai dari pembersihan di dalam rumah tangganya sendiri, kemudian mengguncang istana, dia berhasil mengungkap pengkhianatan kaisar yang menjadi dalang di balik semua rencana jahat itu. Badai balas dendam seorang ayah pun melanda, merambat dari kediamannya menuju istana, dan akhirnya menyapu seluruh negeri.
Kilau Pedang
Kilau Pedang
Nindi, mantan pendekar wanita legendaris, memilih hidup tenang di Kota Yusol bersama putrinya, Yani. Namun, saat Yani menjadi korban pelecehan oleh bangsawan kejam Harto, Nindi terpaksa kembali mengangkat senjata demi menuntut keadilan. Dalam perjuangannya, ia harus menghadapi Darto—dalang sebenarnya yang menculik Yani dan bersekongkol dengan organisasi asing Mutir. Dengan bantuan Kevin dan Hairo, Nindi menggempur balik, menyelamatkan putrinya dan membongkar konspirasi besar. Demi rakyat Sirdo, Nindi akhirnya kembali turun gunung untuk menghapus kejahatan hingga ke akar-akarnya.
Cinta Ini Bukan Untukmu
Cinta Ini Bukan Untukmu
Aria yang culun sejak SMP naksir Ben dan menjelang lulus SMA, Aria berniat menyatakan cintanya pada Ben. Sayangnya, Aria memergoki Ben berciuman dengan Kylie, gadis populer di SMA mereka. Patah hati, Aria tanpa sengaja bertemu Miles, kakak dari Ben. Miles yang tertarik pada Aria menawarkannya cara menggoda Ben agar jatuh cinta padanya. Saat Ben mulai jatuh hati, justru Aria yang bimbang, siapa yang akan dipilihnya jadi kekasih.
Keheroikan Sang Kakak di Pernikahan
Keheroikan Sang Kakak di Pernikahan
Dia pulang ke rumah untuk menghadiri pertunangan saudara laki-lakinya, tetapi malah dikira sebagai wanita simpanan dan dipermalukan oleh saudara iparnya. Saat kebenaran terungkap, dia menemukan rencana jahat saudara iparnya: kehamilannya palsu, dan dia berencana membunuh saudara laki-lakinya untuk mengambil alih perusahaan.