Logo
GALERI CERPEN PANAS 21+
GALERI CERPEN PANAS 21+

GALERI CERPEN PANAS 21+

53 Bab
Tamat
GALERI CERPEN PANAS 21+ menyajikan koleksi romance stories dewasa yang menggugah hasrat. Telusuri berbagai pilihan modern novel dengan plot yang memuaskan untuk mengisi waktu luang Anda. Temukan pengalaman membaca web novel yang intens dan berani melalui setiap bab yang seru di sini.
Bab 1 dari GALERI CERPEN PANAS 21+

Jam menunjukkan pukul 21.47 ketika notifikasi dari aplikasi ojol menyala di layar ponsel Raka. Satu orderan lagi sebelum pulang, pikirnya. Titik jemput di sebuah kompleks les privat mewah di kawasan Kemang. Tujuan: apartemen di Setiabudi.

Ia nyalakan mesin motornya, membetulkan jaket, dan berangkat.

Sesampainya di lokasi, hanya satu orang yang masih berdiri di pinggir trotoar. Seorang perempuan muda, berambut panjang tergerai, memakai celana jeans ketat dan crop top putih yang terlalu pendek untuk ukuran malam. Bahu kirinya telanjang. Lehernya basah oleh keringat, atau mungkin parfum yang terlalu berani disemprotkan di titik-titik strategis.

Dia berdiri sambil memainkan ponselnya, tapi matanya langsung menyapu Raka dari atas ke bawah saat ia mendekat.

"Mas Raka, ya?" katanya sambil tersenyum miring. Suaranya lembut, sedikit berat, seperti malas tapi sengaja.

"Iya. Ara, ya?"

Dia mengangguk, lalu langsung naik ke jok belakang. Tapi dia tidak duduk seperti kebanyakan penumpang. Bukannya menjaga jarak, tubuhnya justru maju, duduk nyaris menempel di punggung Raka. Tangannya memegang pinggang Raka tanpa ragu.

"Dingin, ya..." katanya.

Raka diam. Tapi tubuhnya tidak. Ada getaran aneh yang menjalar dari pinggang ke dada. Parfum Ara - manis, seperti vanila bercampur sesuatu yang lebih tajam - menusuk hidungnya, mengacaukan pikirannya.

"Baru kali ini aku naik ojek malam sendirian. Biasanya sama teman. Tapi malam ini aku pengin sendiri..." bisiknya di dekat telinga Raka.

Tangan Raka mencengkeram setang lebih keras. Ia merasakan napas hangat Ara di belakang telinganya. Celana jeans tipis Ara menempel pada kain kasar jok motor. Suasana malam yang seharusnya dingin malah terasa seperti bara.

Motor mulai melaju perlahan. Jalanan kota sudah mulai sepi, lampu jalan menciptakan siluet berkelip yang melewati tubuh mereka. Ara tak berhenti bergerak. Sesekali ia bergeser - entah karena mencari posisi nyaman, atau sengaja - dan setiap kali tubuhnya bergesek, dada Raka berdegup lebih keras.

"Mas sering dapet orderan dari cewek?" tanya Ara, suaranya seperti sedang bermain-main.

"Lumayan..."

"Yang cantik-cantik?"

Raka tertawa kecil, "Nggak semua."

"Kalau aku, masuk kategori mana?" tanyanya, dengan nada santai tapi jelas memancing.

Raka tak menjawab. Tapi Ara tertawa pelan di belakangnya, puas dengan efek kata-katanya.

Setibanya di lampu merah, motor berhenti. Angin malam meniup rambut Ara ke depan, sebagian menempel di leher Raka. Ara mendekat lagi, dan sekarang dagunya menyentuh bahu Raka.

"Mas, tahu nggak... aku tuh paling suka naik motor malam-malam begini. Apalagi kalau joknya keras begini... rasanya beda."

Raka menoleh sedikit. Ara menatapnya sambil menggigit bibir bawah. Matanya setengah tertutup, seperti mabuk atau bermain dengan imajinasi nakalnya sendiri. Lalu ia menyandarkan kepalanya di punggung Raka, membiarkan dadanya menyentuhnya penuh.

Setelah lampu hijau, mereka melaju lagi. Tapi suasananya sudah berubah. Ketegangan mengisi udara. Setiap sentuhan kecil terasa seperti percikan api. Saat jalan mulai menanjak dan motor bergoyang sedikit, Raka bisa merasakan dada Ara menyapu punggungnya. Tanpa bra. Kain tipis crop top-nya tak mampu menyembunyikan apapun.

Mereka tiba di apartemen. Raka mematikan mesin motor.

"Udah sampai, Mbak..."

Ara turun perlahan, tapi tangannya tetap bertahan di pinggang Raka. Lalu dia menunduk ke depan, berbisik, "Mas... boleh aku simpan nomor kamu?"

Raka berbalik, menatapnya. Ara sudah membuka aplikasi WhatsApp, dengan halaman "add contact" terbuka.

Ia menyerah. "Boleh."

Ara tersenyum manis, lalu mengetik cepat. Ia menatap Raka tanpa berkata-kata. Lalu dengan pelan, sangat pelan, ia menyentuh dada Raka - hanya ujung jari, seperti menggambar sesuatu tak kasat mata - dan berkata:

"Terima kasih udah anterin aku malam ini..."

Raka hanya mengangguk. Tapi dalam kepalanya, tubuhnya masih mengingat tekanan dada Ara, napasnya di leher, dan aroma parfumnya yang melekat di jaketnya.

Ketika Ara masuk ke dalam lobi, Raka menyalakan motor kembali. Tapi ia tak langsung pulang. Ia diam beberapa menit di bawah cahaya lampu jalan, mengatur napas, menenangkan degup jantung, dan mencoba melupakan getaran yang tertinggal di jok belakang.

Sayangnya, parfum vanila itu tak pergi begitu saja.

***

Keesokan malamnya, Raka duduk di kasur tipis kontrakannya. Lampu kamar redup, hanya temaram dari bohlam kuning murahan yang tergantung di langit-langit. Ia menatap layar ponsel yang sejak tadi sunyi, kecuali satu hal: notifikasi WhatsApp dari nomor yang baru kemarin disimpannya.

Ara.

Awalnya pesan singkat:

"Sampai rumah kemarin langsung mandi. Parfumku nempel di kamu ya, Mas?"

Raka hanya membaca. Tidak langsung membalas.

Lima menit kemudian:

"Mas, sendirian?"

Ia mengetik pelan.

"Iya."

Balasan datang cepat.

"Aku juga. Tapi kok dingin ya. Nggak tahu kenapa, rasanya kayak kurang disentuh."

Raka menelan ludah. Matanya menyipit ke layar, memastikan dia tidak salah baca. Tangannya mendadak berkeringat.

"Kamu biasa bicara begini ke semua driver?"

Ia mencoba netral. Dingin.

Tapi Ara tak membalas seperti orang yang tersinggung.

"Nggak. Cuma ke kamu. Soalnya kamu beda. Dari punggung kamu aja aku tahu."

Raka menunduk. Tangannya mencengkeram paha sendiri, mencoba menahan denyut keras yang mulai terasa di bawah perut.

Lalu pesan selanjutnya masuk. Foto.

Ara. Di depan cermin, pakai tank top ketat warna hitam dan celana dalam renda putih. Wajahnya sebagian tertutup ponsel, tapi ekspresinya jelas - bibir menganga sedikit, leher mendongak, dada penuh dan menggoda.

"Kamu ngelihatin ini tadi malam, kan?"

Raka tak tahu harus menjawab apa. Tapi tubuhnya menjawab lebih dulu - rasa keras di celananya tak bisa dibantah. Ara mengirim voice note 3 detik. Raka ragu memutar, tapi tetap menekannya.

"Aku basah banget malam ini, Mas..."

Nada suara itu berat, dalam, dan memancing. Nafasnya sengaja dipanjangkan, terdengar seperti bisikan dari celah pintu yang hampir ditutup.

Raka menghela napas panjang, menyandarkan punggung ke dinding. Celananya sesak, dan otaknya sibuk menimbang antara dosa dan keinginan. Tapi jari-jarinya tetap bergerak. Ia membuka kamera depan, memotret separuh wajahnya dalam bayangan, lalu mengetik:

"Kamu main api, Ra."

Balasan datang cepat.

"Aku pengen kamu bakar aku pelan-pelan."

"Kamu keras sekarang, kan?"

Dia tak menjawab. Tapi Ara terus mengetik.

"Kalau kamu ngebayangin aku buka baju, sentuh bagian paling basah di antara pahaku, lalu pelan-pelan masukin jari kamu sambil aku sebut nama kamu - itu artinya kita mikir hal yang sama."

Tangan Raka bergerak ke bawah. Tak bisa lagi ditahan. Ia membuka celana training-nya, menarik boxer ke bawah, dan menggenggam dirinya sendiri. Ara masih mengetik.

"Aku mau kamu jadi yang pertama, Mas. Aku belum pernah, tapi aku nggak takut. Asal kamu pelan, tapi keras. Kamu ngerti?"

Raka membalas singkat:

"Aku ngerti."

Ara mengirim satu foto lagi. Kali ini tanpa tank top. Dada montoknya terpampang, puting cokelat muda mencuat, dan tangannya memegang leher sendiri, seperti sedang dicekik pelan. Di bagian bawah, tulisan kecil dengan lipstik di cermin:

"Pakai aku."

Raka menggeram pelan, menahan suara. Tangannya bergerak naik turun, membayangkan Ara membentangkan kaki, membayangkan kulitnya yang halus dan paha yang menggoda.

Layar ponsel menyala lagi. Video. Ara di atas ranjang, hanya mengenakan celana dalam. Tangannya bergerak ke arah selangkangannya, menyentuh diri sendiri di depan kamera. Mata menatap ke atas, bibir menggigit. Di akhir video, ia berbisik:

"Mas... aku kebayang kamu buka bajuku dan gigit pahaku."

Dan Raka meledak.

Tubuhnya mengejang, napasnya berat, dan cairannya membasahi perut dan tangan. Ia bersandar ke tembok, tubuhnya masih bergetar, kepalanya kosong.

Ponsel kembali berbunyi.

"Kalau kamu keluar, aku berhasil."

Raka hanya bisa tertawa kecil. Kalah. Luluh. Terbakar.

Tapi jauh di dalam dirinya, ia tahu: ini baru permulaan.

***

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Anakku Jadi Saksi Perselingkuhan Suamiku sama Sahabatku
Anakku Jadi Saksi Perselingkuhan Suamiku sama Sahabatku
Lewat novel romantis *Anakku Jadi Saksi Perselingkuhan Suamiku sama Sahabatku*, Ivana harus menghadapi pengkhianatan Lionel dan sahabatnya, Regina. Menyakitkan saat putra mereka justru membantu perselingkuhan itu. Baca Novel Online penuh misteri ini di platform Novel Web terpercaya sekarang.
Bukan Ipar Penggoda
Bukan Ipar Penggoda
Dalam novel Bukan Ipar Penggoda, Maura Anabella menghadapi krisis hidup setelah insiden tragis dengan kakak iparnya. Romance novel ini mengupas perjuangan Maura mempertahankan martabat di tengah konflik keluarga yang rumit. Baca kisah lengkapnya dalam web novel emosional ini.
Jalan Hidup Kita
Jalan Hidup Kita
Dalam novel modern Jalan Hidup Kita, Mia Malva Elard yang skeptis pada cinta ditawari pernikahan oleh Grayson Adelard. Sebagai romance novel yang mendalam, Mia harus memilih antara tetap menutup diri atau mencari kebahagiaan sejati melalui komitmen baru ini di platform web novel.
KETUA GENG MOTOR VS BADGIRL
KETUA GENG MOTOR VS BADGIRL
Dalam romance novel KETUA GENG MOTOR VS BADGIRL, Qiandra sang ketua OSIS harus menghadapi obsesi Exal, ketua geng motor EXALTO. Upaya Qiandra mencari kekasih baru terhambat oleh dominasi sang mantan. Ikuti kisah modern novel ini tentang cinta dan persaingan di antara para remaja.
Kontrak Rahasia Sang Pewaris
Kontrak Rahasia Sang Pewaris
Dalam Kontrak Rahasia Sang Pewaris, Elysia terjebak pilihan sulit demi biaya medis ibunya. Ia harus menerima tawaran Damian Lancaster untuk melahirkan pewaris dengan imbalan lima miliar. Simak kisah billionaire romance ini dalam webnovel penuh rahasia dan kesepakatan gelap.
Patah Hati Terlalu Dalam
Patah Hati Terlalu Dalam
Dalam Patah Hati Terlalu Dalam, Livia, CEO billionaire, mendapati tunangannya berkhianat. Di tengah kehancuran, ia terbangun di samping pria asing yang misterius. Temukan kisah pengkhianatan dan cinta tak terduga ini dalam web novel romance modern terbaru yang penuh rahasia.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Pewaris Asli dari Sarang Penjahat (Sulih Suara)
Pewaris Asli dari Sarang Penjahat (Sulih Suara)
Evan Emran tumbuh di lingkungan para penjahat. Pada usia 23 tahun, Evan kembali ke keluarganya yang kaya raya. Namun, orang tua dan kakak kandungnya ternyata memperlakukan Evan dengan buruk. Evan pun sadar, hanya uang dan kekuasaan yang akan membuatnya diakui dan disegani.
Debut Asmara Voli Pantai
Debut Asmara Voli Pantai
Jenny Taylor ingin kehilangan keperawanan dengan musuh bebuyutan sekaligus kakak tirinya, Chris Riggins. Gara-gara tanpa sengaja mencium Chris, dia jadi bahan olokan pacar Chris, Natalie, dan seluruh tim voli. Namun, tiba-tiba Chris mulai perhatian dan peduli pada Jenny. Apakah ini awal dari hubungan terlarang mereka?
Pesta Kekuasaan
Pesta Kekuasaan
Niki, yang sebenarnya adalah pria terkaya di dunia, menjalani kehidupan sederhana sebagai suami rumah tangga bersama istrinya, Bunga. Saat dia hampir mengungkapkan identitas sejatinya dan berniat membagikan kekayaan serta kekuasaannya kepada Bunga, Bunga malah menceraikannya dan memandang rendah Niki. Niki sadar bahwa dia telah salah mengira Bunga sebagai cinta sejatinya. Kemudian, dia bertemu dengan Elsa, seorang wanita yang mencintainya apa adanya, bukan karena kekayaan atau kekuasaannya. Dengan tekad yang kuat, Niki memutuskan untuk mengambil kembali semua yang sebelumnya akan diberikan pada Bunga dan memilih untuk membagikannya dengan Elsa. Ia meninggalkan Bunga dengan penuh penyesalan.
Matahari di Antara Dua Dunia
Matahari di Antara Dua Dunia
Meski harus menjalani karir di tiga tempat sekaligus selama hamil, Allison tetap tak mampu membiayai pengobatan pacarnya, Henry. Ibunya baru muncul setelah Henry diusir dari rumah sakit, dan mengungkapkan bahwa putranya adalah seorang ahli waris yang sangat berpengaruh. Demi menjamin perawatan Henry, Allison pergi meninggalkannya. Namun Henry menolak menerima perpisahan mereka dan memburunya ke mana-mana, hanya untuk menyaksikan kematian palsu Allison yang membuatnya jatuh pingsan. Tujuh tahun kemudian, Allison yang sakit dan buta berjuang keras membesarkan putri mereka, Elena. Henry bertemu Elena tanpa tahu itu anaknya, yang memicu kesalahpahaman. Tunangannya Henry yang cemburu, Adeline, juga berkomplot melawan Allison dan berusaha menculik Elena, sementara Henry mengumpulkan bukti untuk membongkar kejahatan keluarga Adeline...
Musuh Bebuyutan yang Manis
Musuh Bebuyutan yang Manis
Insiden mabuk yang kacau membuat Della Puspita terpaksa dijodohkan dengan musuh bebuyutannya, Farhan Guhara. Tak disangka, setelah menikah, CEO dingin itu berubah jadi suami yang sangat memanjakan istri. Della selalu mengira dirinya dan Farhan adalah musuh, tapi setelah menikah ia mulai paham bahwa bagi Farhan, dirinya adalah “matahari kecil” yang sudah terukir dalam hidupnya sejak kecil. Dia rela mencintainya.
Panglima Begitu Menawan
Panglima Begitu Menawan
Pada awal era Republik, Jaya Guhara, putra perdana menteri, menikah di usia 10 tahun dengan Luvia Loekito yang seusia. Dalam didikan Luvia, Jaya pelan-pelan menaruh perasaan padanya. Setelah itu mereka berpisah. Saat bertemu lagi, Jaya sudah menjadi Panglima Daerah Bejara yang namanya disegani, sementara Luvia justru menjadi ketua musuh besar Pasukan Bejara, yaitu Geng Naga Biru. Begitu Jaya tahu identitas Luvia, hal pertama yang dia lakukan adalah datang sebagai mantan suami yang lagi jatuh, lalu masuk sebagai menantu cowok numpang dan minta pertanggungjawaban.