Logo
Gairah yang Tertahan
Gairah yang Tertahan

Gairah yang Tertahan

65 Bab
Tamat
Dalam romance novel Gairah yang Tertahan, seorang istri menghadapi tekanan mertua dan suami yang dingin. Demi ekonomi, ia kembali bekerja sebagai sekretaris. Namun, rasa tidak puas dalam pernikahan modern ini membawanya ke pengkhianatan yang tak terduga. Baca selengkapnya di webnovel ini.
Bab 1 dari Gairah yang Tertahan

"Coba kamu periksa ke dokter, mana tau ada yang salah sama rahim kamu. Masa udah rumah tangga tiga tahun tapi belum juga punya anak," ucap Ibu Mertuaku yang katanya hanya sekedar mampir, padahal hal itulah yang selalu ia bahas ketika berkunjung ke rumah.

"Sudah kok, Bu. Dan kata dokter rahimku sehat. Siklus menstruasinya juga teratur. Aku juga sebisa mungkin menghindari stres walaupun selalu dihujani banyak pertanyaan 'kenapa belum hamil?'."

"Jadi, kamu mau bilang Ibu bikin kamu stres?" Nada bicara Ibu Mertuaku terdengar tidak baik-baik saja.

"Aku tidak menuduh Ibu, apa memang Ibu merasa?"

"Ini nih, yang buat kamu susah hamil. Ngeyel jadi orang!"

Ditengah perbincangan dengan Ibu Mertuaku yang terdengar semakin tidak baik, Suamiku malah asyik main game dengan ponselnya. Begitulah kebiasaannya setiap pulang kerja. Bukannya membelai istri, malah sibuk dengan game. Bagaimana bisa aku hamil kalau seperti ini?

Aku menarik napas dalam-dalam. "Bu, coba deh Ibu tanya sama anak Ibu sendiri. Mungkin saja Mas Rendi yang bermasalah. Dokter juga nyaranin supaya kita diperiksa berdua, tapi Mas Rendi selalu nolak," ucapku akhirnya dengan berani.

Selama ini aku diam bukan karena aku tidak punya nyali untuk membela diriku sendiri, hanya saja aku menghormati Ibu Mertuaku yang sudah menjadi Ibu kedua bagiku. Namun, aku sudah tidak tahan lagi jika pembahasan setiap hari hanya seputar anak saja.

"Kok kamu jadi nuduh suami kamu sendiri? Kamu lupa, Rendi sudah punya anak dari istrinya yang dulu. Kamu mau membela diri tapi menuduh Rendi yang bermasalah? Apakah kamu harus diperiksa kejiwaannya juga?"

"Bu, cukup, ya!" Aku sudah benar merasa hilang kesabaran. "Mas Rendi! Ngomong sesuatu dong!"

Tanpa berpikir panjang, aku secara tidak sadar merebut ponsel Mas Rendi.

"Bu, udah. Malu sama tetangga. Ibu pulang aja udah mau malem juga," ucap Mas Rendi yang akhirnya bersuara disaat aktivitasnya aku hentikan secara paksa.

"Dasar, Menantu yang gak tau sopan santun!" ucap Ibu Mertuaku yang langsung keluar dari rumah untuk pulang.

Setelah Ibu pulang, aku pikir Mas Rendi akan meminta maaf atas perbuatan Ibunya padaku. Namun, salah. Aku terlalu berharap saja dibela oleh Suamiku sendiri.

"Sayang, jangan begitulah sama Ibu. Kasihan. Wajar kalau Ibu minta cucu sama kita. Anak Ibu itu cuma Mas. Dan anak Mas kan ikut sama mantan istri Mas, jadi jarang main dan bertemu sama Ibu."

"Aku cape aja, Mas. Selalu itu terus yang dibahas. Bukannya nanya kabar dulu, atau apalah. Ibu pikir aku nggak mau punya anak apa? Umur aku juga udah mau 28 tahun, jelas aku juga mau punya anak kaya orang lain. Makanya ayo kita periksa ke dokter sama-sama."

Suamiku langsung memelukku. "Sabar, ya. Mas nggak pernah maksa kamu buat cepet hamil. Hidup bersama kamu saja Mas sudah sangat senang. Mas juga gak pernah minta kamu buat periksa ke dokter."

"Ya kalau begitu, Mas bicara dong sama Ibu tadi."

"Sttt! Udah pokoknya jangan dibahas lagi hal itu."

Aku pun balas memeluk suamiku, karena aku orang yang mudah luluh.

Jujur saja, aku adalah orang yang gampang bergairah. Selama pernikahan kami, akulah yang selalu meminta jatah terlebih dahulu.

"Mas ...."

Aku mulai menciumi leher suamiku, untuk membangkitkan gairahnya.

"Sayang, Mas lagi cape banget hari ini. Besok lagi, ya."

Lagi?

Lagi-lagi aku ditolak!

Malam kemarin karena pulang lembur. Sekarang karena capek.

"Tapi, Mas ...."

Namun Mas Rendi benar-benar tidak mempedulikan keinginan sederhanaku itu. Ia masuk ke dalam kamar sambil membawa ponselnya yang aku rampas tadi dan meninggalkanku sendirian.

Pada akhirnya, aku yang harus mengurusnya sendiri. Bermain dengan jariku sampai aku merasa puas. Selalu begini, kapan aku hamilnya?

***

Sebagai seorang Ibu rumah tangga, terkadang bosan juga hampir setiap hari di rumah apalagi aku belum mempunyai anak yang harus aku jaga.

Kadang aku berpikir lebih baik stres karena pekerjaan tetapi tetap menghasilkan uang. Daripada stres di rumah, uang pun menunggu pemberian dari suami ketika gajian.

Sekarang jadwalku untuk belanja bulanan. Ya, aku berangkat sendiri. Tidak pernah mengandalkan Suamiku yang selalu ogah-ogahan jika aku memintanya untuk antar ke supermarket. Suamiku terlalu gila pekerjaan, sekalinya pulang lupa istri karena sibuk bermain game.

Waktunya aku mengantre di kasir, memang bukan akhir pekan tetapi cukup ramai karena aku belanja sore hari dimana bertepatan dengan jam pulang kantor.

Sekarang tiba untuk menghitung berapa total belanjaanku yang hanya satu troli kecil saja. Sebagai seorang istri, aku sudah pandai me-manage uang. Walaupun belum punya anak, tetapi aku selalu menyisihkan penghasilan Suamiku untuk dana pendidikan anak kami nanti.

"Totalnya jadi 564.300 rupiah, Mbak."

Aku yang sedari tadi tengah sibuk mencari dompet, mulai merasa panas dingin setelah kasir itu selesai men-scan barang belanjaanku.

Astaga! Di mana dompetku? Apa aku lupa membawanya?

Saat berangkat ke supermarket, aku memesan ojek online dan membayar lewat e-wallet, sehingga aku tidak menyadari kalau aku lupa membawa dompet. Dan sayangnya saldo e-wallet-ku kurang dari nominal yang disebutkan oleh kasir. Sedangkan m-banking ada di ponsel Mas Rendi.

"Mbak? Total belanjaannya 564.300 rupiah. Kalau tidak ada cash, bisa scan barcode."

"Mbak, maaf. Sepertinya dompet saya tertinggal. E-wallet saya juga tidak cukup saldo. Boleh saya telepon suami saya dulu?" tanyaku berharap Mbak kasir itu mengiyakan dan aku akan meminta Mas Rendi untuk top up saldo e-wallet-ku saja.

"Cepat, Mbak. Antrean panjang."

Aku segera menelpon Mas Rendi dengan gugup karena orang-orang di belakang melihatku.

Beberapa kali, Mas Rendi tetap tidak menjawab.

"Mbak biar saya yang bayar," ucap seseorang yang memberikan blackcard pada kasir. Sontak membuatku menoleh.

"Tidak usah, Mas."

"Kamu tidak lihat antrean di belakang? Saya hanya meminjamkannya, nanti kamu harus kembalikan uang saya," ucapnya.

Meski sedikit malu, tetapi setidaknya pria yang ada di belakangku telah menyelamatkanku.

Aku pun menunggu dia setelah beres dengan belanjaannya. "Mas, karena suami saya masih belum bisa dihubungi, boleh saya minta nomor rekening dan nomor ponselnya. Saya akan pastikan bayar setelah saya sampai ke rumah."

"Kamu tidak akan kabur?"

Dengan cepat aku menggelengkan kepala. "Tidak, Mas."

"Saya butuh jaminan."

"Tapi saya tidak membawa barang berharga, saya juga tidak bawa kartu pengenal."

"Kalau begitu, saya antar ke rumah. Dan kamu bisa langsung membayarnya."

"Ke rumah?"

"Iya, dengan begitu kamu tidak akan kabur."

"Tapi, sepertinya itu merepotkan," ucapku yang keberatan jika harus mengajaknya ke rumahku.

"Saya bukan berniat mengantarkan kamu pulang, tapi menjemput uang saya."

Aku tidak punya pilihan lain, selain mengiyakannya. Aku juga tidak mau jika harus berhutang pada orang lain.

Sepanjang perjalanan, kami saling diam saja. Karena memang tidak ada topik obrolan yang perlu kami bahas.

"Ini rumahmu?" tanya pria itu saat mobil berhenti tepat di depan rumah.

"Iya, betul. Mas tunggu sebentar di sini, saya ke dalam ambil dompet," ucapku sambil membuka pintu mobil.

"Kamu tidak menyuruhku untuk menunggu di dalam?" tanya pria itu membuatku merasa curiga saja jika dia bukan orang baik-baik.

"Suami saya belum pulang kerja, Mas. Saya tidak bisa asal memasukkan orang ke dalam rumah. Mohon maaf ya, Mas."

Saat aku keluar dari kamar, ternyata pria yang aku suruh untuk menunggu di mobil, malah sudah duduk di ruang tamuku. Membuatku takut dan was-was.

"Mas kenapa masuk ke dalam tanpa seizin saya? Saya kan sudah bilang Mas tunggu di mobil, karena saya pasti akan membayarnya. Ini ...."

Aku menyerahkan uangku untuk menggantikan uangnya. Aku genapkan saja jadi 600 ribu, hitung-hitung sebagai rasa terima kasih.

"Oke, saya terima uangnya." Pria itu bangkit. Bukannya keluar dari rumah, ia malah berjalan mendekati foto pernikahanku dengan suami yang aku cetak dengan ukuran besar dan aku pajang di ruang tamu.

"Ini foto pernikahanmu dengan suami?" tanya pria itu benar-benar melenceng dari tujuan dia ke sini.

Meskipun itu basa-basi yang tidak terlalu mengganggu, tetapi bagiku rasanya sedikit tidak sopan saja karena pria itu dengan lancang masuk ke dalam.

"Betul. Mas sebaiknya pulang, sekali lagi saya ucapkan terima kasih."

"Sepertinya saya diusir secara halus. Baiklah, saya permisi."

Disaat pria itu hendak keluar, ternyata suamiku pun pulang bersama dengan Ibu Mertuaku.

Habis sudah! Mereka pasti akan salah paham padaku karena pria ini keluar dari rumah disaat tidak ada orang.

"Apa-apaan ini, Tiana?" Nada bicara Ibu Mertuaku terdengar tidak baik-baik saja. "Keterlaluan! Suami sibuk kerja, eh ini istri tidak tahu malu malah masukin laki-laki ke rumah. Gak tahu malu!"

"Tiana ...."

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

FORBIDDEN INLAWS
FORBIDDEN INLAWS
Dalam modern novel FORBIDDEN INLAWS, Alexys menghadapi dilema saat kakak iparnya menyimpan perasaan terlarang padanya. Ikuti kisah pengkhianatan dan hasrat dalam romance novel ini. Baca selengkapnya di web novel yang penuh ketegangan dan pilihan sulit antara keluarga atau cinta.
Get Pregnant Please!
Get Pregnant Please!
Dalam novel Get Pregnant Please!, Caca bertekad hamil demi menghapus kutukan nasib sialnya. Saat mencari bibit unggul di klub malam, ia tak sengaja menjerat suaminya sendiri yang misterius. Simak kisah billionaire romance novels ini dalam genre modern novel yang penuh kejutan tak terduga.
Kekasih yang Hilang
Kekasih yang Hilang
Dalam novel romance Kekasih yang Hilang, Anya terjebak fitnah pelakor hingga harus pura-pura tunangan dengan Bobby demi membersihkan namanya. Namun, skandal perceraian guru dan kehadiran Lila mengancam hubungan mereka. Simak kisah young adult fiction romance books ini di webnovel.
Lidah Menantu
Lidah Menantu
Dalam novel Lidah Menantu, Mak Esah menghadapi konflik tajam dengan menantunya yang menyimpan misteri besar. Kisah modern novel ini mengungkap rahasia gelap di balik sikap kasar sang menantu. Ikuti ketegangan penuh teka-teki saat kebenaran mulai terkuak di web novel penuh intrik ini.
Menantu Dewa Perang
Menantu Dewa Perang
Dalam novel modern Menantu Dewa Perang, seorang pria yang dianggap sampah mengungkap identitas aslinya demi membalas pengkhianatan istri di hari ulang tahun pernikahan mereka. Simak kisah penuh aksi ini di web novel yang menghadirkan konflik tajam dan perjalanan kekuasaan.
Menjaga Kesucian Untuk Wanita Lain
Menjaga Kesucian Untuk Wanita Lain
Dalam novel romantis Menjaga Kesucian Untuk Wanita Lain, seorang wanita membatalkan pernikahannya setelah tahu Damar hanya setia pada mantan kekasihnya, Sinta. Ia pun menjual sahamnya dan pergi berobat ke luar negeri. Baca buku online gratis kisah modern ini di platform novel web pilihan Anda.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Cinta di Titik Akhir 2
Cinta di Titik Akhir 2
Natalie memiliki segalanya, dia bertunangan dengan pemain sepak bola terbaik yang bernama Karl dan sedang hamil anaknya. Tapi itu semua berubah sejak tragedi terjadi.
[Versi suara dubbing] Dosa Seorang Saudara Laki-Laki
[Versi suara dubbing] Dosa Seorang Saudara Laki-Laki
Seorang pasangan dewasa madya berjuang untuk memiliki anak. Istrinya diperdayakan oleh ipar laki-lakinya—seorang pengusaha gagal—dengan ramuan tradisional, dan dia mencoba diam-diam untuk hamil tanpa diketahui oleh suaminya...
Hati Seorang Pahlawan Sejati
Hati Seorang Pahlawan Sejati
Saat menjalankan misi, adik Steve terluka dan lumpuh. Menyesal, Steve mengundurkan dari kemiliteran dan menjalankan penghidupan sebagai montir demi merawat adiknya. Namun saat muncul ketidakadilan, jiwa patriotismenya bangkit dan jati dirinya sebagai pahlawan negara mulai terungkap. Mereka yang pernah berlaku tidak adil dan korup menerima ganjaran setimpal, bukti bahwa pahlawan sejati tak bisa selamanya bersembunyi.
Gawat! Salah Masuk Kamar Kakak Ipar
Gawat! Salah Masuk Kamar Kakak Ipar
Anna Solla dan kakaknya menikah demi kepentingan keluarga. Sang kakak dipersunting oleh Kael Guardi, Kepala Keluarga Guardi yang dingin dan tegas. Sementara Anna dijodohkan dengan adik Kael, seorang aktor papan atas.Namun di malam pengantin, sebuah kesalahan tak terduga terjadi. Anna justru menghabiskan malam pertamanya bersama Kael.Nasi sudah menjadi bubur. Tak ada jalan lain selain menukar pernikahan.
Cinta Satu-Satunya
Cinta Satu-Satunya
Lila yang dipaksa bekerja di kasino dan bermain curang oleh ibunya akhirnya bertemu dengan pria yang menyelamatkannya, Leo. Lila yang tahu dirinya bukan anak kandung dan hamil anak Leo memutuskan untuk menerima tawaran Leo dan menikah kontrak dengannya. Leo yang tulus mencintai Lila berusaha mendapatkan hatinya. Ia memperlakukannya dengan baik dan juga membantu mencari orang tua kandung Lila yang selama ini ia curigai adalah temannya sendiri, sang taipan terkaya. Namun usaha Leo nggak mudah karena Kesia, anak adopsi Ken menganggap Lila sebagai saingannya yang merebut pria yang dicintainya dan juga ayah kaya raya yang sayang padanya.
Cahaya Takdir
Cahaya Takdir
Setelah dituduh salah dan menyimpan dendam yang mendalam, dia terlahir kembali ke kehidupan baru hanya untuk menemukan dirinya berada di posisi terbawah sebagai pembantu rumah tangga seorang tuan tanah. Namun, melalui kecerdasan dan ketekunannya, dia berhasil naik pangkat menjadi anak angkat tuan tanah tersebut. Kembali ke tempat di mana dia pernah dirugikan, dia bertemu dengan tuan tanah yang lurus hati, dan bersama-sama, mereka memulai perjalanan terlarang yang penuh rahasia di rumah baru mereka. Mereka akan mengungkap korupsi dan melawan para tiran dalam sebuah kisah keadilan dan intrik.