Logo
Gairah Sang Pelakor
Gairah Sang Pelakor

Gairah Sang Pelakor

51 Bab
Tamat
Dalam romance novel Gairah Sang Pelakor, seorang istri menemukan nomornya dinamai si buruk rupa di ponsel suami. Di balik penghinaan ini, terungkap ambisi suami demi wanita idaman lain. Ikuti kisah pengkhianatan ini dalam webnovel yang penuh intrik modern dan pilihan sulit.

Ringkasan Gairah Sang Pelakor

Kehidupan rumah tangga yang semula tenang mendadak hancur saat seorang istri menemukan rahasia menyakitkan di ponsel suaminya. Ia terkejut mendapati kontaknya disimpan dengan nama si buruk rupa oleh pria yang ia cintai. Ternyata, penghinaan itu hanyalah awal dari pengkhianatan yang lebih besar. Sang suami rupanya telah berpaling dan menjalin hubungan gelap dengan wanita idaman lain, meninggalkan luka mendalam bagi istrinya yang kini harus menghadapi kenyataan pahit.
Selengkapnya

Bab 1 dari Gairah Sang Pelakor

Kejutan Pagi

"Mah, carikan ponselku," teriak suamiku, mas Hanung. Dia pasti kehilangan ponselnya tadi malam setelah terlalu seru memainkan game hingga larut malam, lalu tertidur di ruang tamu.

"Iya pah, sebentar, aku sedang menyuapi Bintang," teriakku dengan tangan belepotan bubur bayi, membantu makan anak keduaku, Bintang Perkasa Wiguna yang berusia delapan bulan.

Aku usapkan tangan penuh bubur tim daging sapi itu ke daster, supaya kembali bersih. Itulah salah satu fungsi daster yang aku pakai di pagi hari. Lagipula aku belum mandi, tidak apalah kotor, nanti aku akan mencucinya hingga bersih.

Itulah salah satu aktifitas pagiku, bagi ibu rumah tangga yang mengurus satu orang suami dan dua orang anak.

Namaku Hesti, berusia tiga puluh lima tahun, setiap hari yang aku kerjakan adalah rutinitas sebagai seorang ibu rumah tangga. Bangun jam empat pagi, tidur paling malam setelah memastikan semuanya sudah terlelap dengan baik, semua itu sudah biasa.

Suamiku mas Hanung Wiguna adalah staff di salah satu perusahaan swasta yang bergerak di bidang kecantikan. Ya, dia adalah staff akunting  bagian keuangan yang setiap hari dipusingkan dengan angka angka yang menjadi laporannya.

Anak pertamaku bernama Adam  Perkasa Wiguna, usianya enam tahun, sekarang duduk di bangku taman kanak kanak. Anak laki laki berkulit putih bersih, seperti kulit dasarku sebelum terbakar sinar matahari. Maklumlah, sekarang tidak lagi sempat memakai kaus tangan apalagi kaus kaki untuk melindungi tangan mulus dari terpaan sinar matahari.

Sepertinya warna kulitku turun satu tingkat, apalagi sudah tidak lagi sempat mengusapkan pelembab kulit, apalagi pencerah.

Aku dikelilingi tiga orang laki laki yang harus aku urus dengan baik, mulai mereka bangun tidur hingga kembali tidur. Iya, mereka semua adalah laki laki, yang membutuhkan kesabaran dan dedikasi yang luar biasa, itu menurutku, bukan bermaksud membandingkan gender, mungkin karna aku seorang wanita, jadi aku membutuhkan waktu untuk terus belajar bagaimana mengurus mereka dengan sebaik mungkin.

Tidak mengeluh sedikitpun, karna bagiku menjadi istri dan seorang ibu adalah ibadah yang aku percaya nantinya akan berbalas surga oleh Allah, surga terindah, setelah pengabdian seumur hidup yang dilakukan dengan ikhlas.

"Bintang, sebentar ya nak, mamah cari ponsel papah dulu," ucapku pada Bintang, walaupun dia belum bisa bicara, namun aku tahu betul dia memahami apa yang aku ucapkan. Aku menerapkan pola asuh komunikatif. Sering mengajaknya berbicara, bercerita mengenai banyak hal, yang mungkin juga belum dia pahami.

"Mamah, susuku," ucap Adam yang merengek karna ada tumpahan susu di dekat piring makannya.

"Iya sebentar ya nak, pakai lap yang ada di sebelahmu," ucapku pada Adam yang duduk di meja makan, menyantap sarapannya, menu sederhana, nasi putih dengan telur dadar setengah matang yang merupakan menu kesukaannya. Juga segelas susu rasa Vanila, dia akan menghabiskan itu semua sebelum mobil jemputan sekolah datang.

Aku segera mencari ponsel suamiku karna dia akan segera berangkat ke kantor. Aku cari di tempat biasa, sofa kesayangannya yang seolah menjadi tempat bertapa. Dia bisa menghabiskan waktu berjam jam hanya untuk bermain dengan ponselnya. Entah apa yang dimainkannya, mungkin game online, atau membuka buka media sosial. Aku tidak ingin tahu atau mencari tahu, karna itu sudah menjadi ranah pribadinya.

Aku masukkan tanganku ke semua sisi sofa, ternyata tidak ada. Aku mencarinya, dengan teliti, di semua area ruang tamu. Nihil, ponsel itu tidak ada. Aku terdiam sejenak, memikirkan di mana kira kira ponsel itu berada.

"Ah, kamar tidur," ucapku. Aku segera berlari menuju ke kamar tidur, mencari ponsel berwarna hitam dengan pelindung yang juga berwarna hitam.

Di atas tempat tidur, di bawah bantal, di balik selimut yang masih berantakan karna aku belum sempat merapikannya. Di atas meja, bahkan di dalam lemari, aku tidak menemukan ponsel itu. Ponsel itu seolah lenyap, tidak terlihat dimanapun.

"Mah, Bintang nangis, Adam juga mencarimu, ayo cepat," teriak mas Hanung dari luar kamar tidur.

"Iya sebentar, masih aku cari," teriakku.

Mas Hanung terlihat masih sibuk berkaca, membenahkan sabuk hitam, lalu dasi berwarna biru garis garis yang dia kenakan. Di depan kaca besar yang ada di ruang tengah, ah dia bisa berdiri di sana mungkin sekitar sepuluh menit sebelum memastikan semuanya siap dan sempurna.

Kami tinggal di perumahan dengan dua kamar tidur, lumayan lah, cukup besar untuk kami tinggali ber empat. Apalagi kami baru pindah sekitar setahun, meninggalkan rumah mertuaku, mandiri di rumah sendiri, mengurusnya sendiri, walau sangat repot tapi aku bersyukur, karna bisa membangun keluargaku sendiri, dengan caraku sendiri.

Hidup tanpa asisten rumah tangga, mengalah untuk tidak bekerja supaya kedua anakku tidak kehilangan kasih sayang dari kedua orang tuanya. Masih bisa merasakan diurus dengan sebenar benarnya, melihat wajah orang tuanya, melewati masa kecil dengan bahagia.

Itu sudah kami sepakati, mencari nafkah adalah tugasnya, mengurus rumah dengan seluruh isinya adalah tugasku. Menjadi ibu rumah tangga bukan berarti tidak melakukan apa apa, karna dari ujung rambut hingga kaki, dan juga semua hal yang mereka butuhkan adalah menjadi tanggung jawabku.

Aku tidak ingin membuang waktu, cara cepat menemukan ponsel adalah dengan cara menghubungi nomornya. Aku segera meraih ponselku, ponsel dengan pelindung bergambar foto keluarga, ya itu sebuah wujud kebahagiaanku karna meniliki suami yang baik, juga dua anak laki laki yang menggemaskan.

Aku mencari kontak suamiku, lalu melakukan panggilan. Dengan serius aku mencari suara yang timbul dari ponsel suamiku, suara dering.

Ya, aku sudah mendengar bunyi ponsel itu. Dengan sigap segera berlari untuk menemukannya.

Aku membuka pintu kamar mandi, rupanya ponsel itu ada di dalam kamar mandi, dia letakkan di atas rak tempat sabun.

"Kebiasaan, kenapa tidak sekalian mengajaknya mandi (ponsel)," gerutuku.

Aku hendak mematikan ponselku, namun tiba tiba mataku dikagetkan dengan sebuah nama yang muncul di layar ponsel suamiku yang sekarang sudah ada digenggamanku.

"Si buruk rupa."

"Deg," bunyi jantungku yang seakan mendapat hantaman benda keras.

Tiba tiba kepalaku merasakan sedikit pusing, ada kunang kunang yang menyergap, namun aku berusaha tetap sadar. Aku menggoyang goyangkan kepala, apa benar aku akan pingsan? ah untuk apa, ada dua anak yang menungguku, mereka harus aku urus.

Apa maksudnya? dia menamai kontakku dengan si buruk rupa? benarkah itu, sungguh tidak bisa aku percaya.

Aku menamainya dengan sebutan suamiku, aku sangat menghargai dia sebagai suami, juga ayah dari anak anak yang aku lahirkan.

Apa aku berlebihan jika memiliki perasaan yang tiba tiba menyesakkan ini? hanya sebuah nama, ya, nama yang mengejutkan.

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Bukan Istri Idaman
Bukan Istri Idaman
Dalam novel modern Bukan Istri Idaman, Karmila bangkit melawan penghinaan mertua dengan membangun bisnis daur ulang barang bekas. Simak perjuangannya meraih sukses demi anak-anak dalam romance novel ini. Baca kisah inspiratifnya di web novel yang penuh transformasi dan kemandirian.
Kebangkitan Seorang Putri Angkat Yang Dikhianati
Kebangkitan Seorang Putri Angkat Yang Dikhianati
Dalam Kebangkitan Seorang Putri Angkat Yang Dikhianati, Harlee Reed harus bertahan dari fitnah kejam Cathryn. Menghadapi pengkhianatan suami dan kakaknya, ia berjuang mencari keadilan. Baca romance novel penuh intrik ini di platform webnovel pilihan Anda, salah satu fiction books terbaik.
KEHIDUPAN SETELAH MENIKAH
KEHIDUPAN SETELAH MENIKAH
Dalam KEHIDUPAN SETELAH MENIKAH, Kanaya terjebak antara cinta Hamdan dan pernikahan paksa dengan Bisma yang memiliki kekasih gelap. Romance novel ini mengisahkan dilema pengabdian dan pengkhianatan. Baca kelanjutan romance stories ini untuk melihat pilihan sulit Kanaya di web novel ini.
Menjadi Ibu Susu
Menjadi Ibu Susu
Dalam Menjadi Ibu Susu, Ros yang terbiasa hidup keras harus merawat bayi piatu bernama Melati. Kisah modern novel ini mengikuti perjuangannya menjaga profesionalitas saat menghadapi ayah Melati. Ikuti perjalanan emosionalnya dalam romance novel ini di platform web novel kami.
PEMBALASAN ISTRI YANG DIKHIANATI
PEMBALASAN ISTRI YANG DIKHIANATI
Dalam PEMBALASAN ISTRI YANG DIKHIANATI, Syifa menyusun rencana cerdik untuk membalas pengkhianatan suaminya, Danu, dengan sahabatnya sendiri. Baca kisah romance modern ini di platform web novel terbaik untuk melihat aksi balas dendam seorang ibu rumah tangga yang tak terduga.
Terjerat Menikah Dengan Pria Lumpuh
Terjerat Menikah Dengan Pria Lumpuh
Dalam novel modern Terjerat Menikah Dengan Pria Lumpuh, Inara terjebak kontrak pernikahan enam bulan dengan Harshil, pewaris Danendra Group. Di balik kemewahan billionaire romance novels ini, Inara harus menghadapi tantangan hidup bersama pria difabel demi menuntaskan perjanjian rahasia mereka.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Kartu Hitam Sang Pewaris
Kartu Hitam Sang Pewaris
Trevor, mahasiswa dari keluarga miskin, bekerja serabutan demi membelikan hadiah untuk pacarnya, Sylvia. Namun, dia justru memergoki Sylvia berselingkuh dengan Dennis, kapten tim basket, dan harus menanggung malu di depan umum. Saat Trevor terpuruk dalam keputusasaan, ayahnya menelepon dan mengungkap kebenaran mengejutkan. Ternyata Trevor adalah pewaris salah satu keluarga paling berkuasa dan terkaya. Maka, seratus juta dolar langsung masuk ke rekeningnya. Tak perlu menunggu lagi, Trevor kembali ke kampus dengan penuh percaya diri, membawa lambang keluarga, kartu hitam, dan jam tangan pesanan khusus, lalu memulai perjalanan balas dendamnya.
Kuceraikan Suamiku demi Sang Kanselir
Kuceraikan Suamiku demi Sang Kanselir
Gloria mempertaruhkan nyawa demi menyelamatkan suaminya, Felix. Namun, obat itu butuh dua dosis dengan jeda tiga tahun agar sembuh total. Felix sudah meminum dosis pertama, sementara dosis kedua bisa menyelamatkan Perdana Menteri yang diracun. Di sisi lain, dengan dalih 'kebajikan', Felix memaksa Gloria turun takhta sebagai istri sah demi memberi jalan bagi Putri Kingsfall. Kini dengan obat di tangannya, akankah dia memberikannya pada sang suami atau langsung menceraikannya?
Janda Beranak Menikah dengan Keluarga Kaya
Janda Beranak Menikah dengan Keluarga Kaya
Setelah Shinta cerai, dia menikahi Braga, CEO Grup Hadian. Braga menyadari Togi mungkin anaknya, penyelidikan mengungkap Shinta ditipu mantan suaminya, Erfan, yang menyamar jadi ayah anak itu, tapi kebenaran terungkap dan dia dihukum. Shinta, anaknya, dan Braga bersatu kembali dengan bahagia.
Dewi Bulan, Biarkan Aku Mengubah Takdirku!
Dewi Bulan, Biarkan Aku Mengubah Takdirku!
Setelah pengkhianatan mematikan saudari tirinya, Diana terlahir kembali dengan satu tujuan: mengubah takdirnya. Pasangannya adalah Alexander, Raja Lycan yang tersembunyi. Namun Ivy masih merencanakan kejahatan, dan ikatan Diana dengan Alex masih penuh misteri. Bisakah dia mengubah nasibnya sebelum terlambat?
[Sulih Suara]Eyang Guru Bangun Tidur, Musuh Babak Belur
[Sulih Suara]Eyang Guru Bangun Tidur, Musuh Babak Belur
10.000 tahun terjebak segel, Eyang Guru Surya bangun mendapati Sekte Cakra Langit di ujung tanduk. Ia kembali menyelamatkan murid penerus, Yumi, tapi malah disangka murid junior pemalas karena wajah mudanya! Saat Turnamen Akbar, Surya membungkam keraguan, merebut juara, dan memimpin perang melawan invasi Siluman. Dengan Pedang Cakra di tangan, identitas sang legenda akhirnya terungkap. Surya pun menembus batas dirinya demi mencapai Moksa yang tertunda.
Istriku, Aku Memang Dewa (Sulih Suara)
Istriku, Aku Memang Dewa (Sulih Suara)
Celia Sandi mengira telah menipu suaminya, Feri Lianto, agar pergi ke gunung demi melindunginya dari bencana. Namun, Feri ternyata pergi untuk mewarisi ilmu dari Dewa Tua. Lima tahun kemudian, Feri kembali sebagai seorang Dewa. Setelah menjadi murid Dewa Perang, ia menghadapi berbagai ujian. Dari video viral hingga keluarga kaya yang datang untuk membatalkan pertunangan, ia menunjukkan bahwa kekuatan sejatinya jauh melampaui yang pernah mereka bayangkan.