Logo
Gadis Penyuka Hujan
Gadis Penyuka Hujan

Gadis Penyuka Hujan

38 Bab
Tamat
Dalam Gadis Penyuka Hujan, seorang siswi SMA berjuang menghadapi kenyataan pahit setelah kehamilan yang tak terencana. Romance novel ini mengeksplorasi masa lalu kelam dan pilihan sulit di tengah badai kehidupan. Baca kisah selengkapnya di platform webnovel kami sekarang.
Bab 1 dari Gadis Penyuka Hujan

Hujan turun membawa air dari langit. Tidak bagiku, hujan juga membawa kenangan. Sebongkah kenangan yang entah mengapa seketika membuat dadaku menjadi sesak. Sekarang, hatiku tak lagi memiliki ruang untuk mencintai hujan seperti dulu.

***

Rumah

05.55

Ini adalah kisahku, namaku Adina Candra Elsa. Orang-orang lebih sering memanggilku, Adina. Aku adalah anak yang lahir dari orang tua sederhana. Ibuku hanyalah karyawan biasa di salah satu perusahaan kecil di kotaku. Ayahku entahlah, sejak kecil aku telah ditinggalkan olehnya. Tepatnya saat usiaku menginjak 5 tahun.

"Adina, cuci piringnya sebelum berangkat." Omelan Yani bundaku, yang setiap harinya nyaris tanpa pernah libur. Persis setelah selesai sarapan aku disuruhnya membersihkan piring.

"Iya Bunda, udah aku berisihin tuh. Noh liat sendiri." Puas rasanya aku membalas omelannya itu.

"Iya-iya, makasih yaa Cantik," Ujar Bunda yang saat itu berada di dalam kamarnya.

"Ayo berangkat Bunda..."

Ajakanku itu membuatnya sedikit terburu-buru. Setiap harinya memang kita berangkat berdua, dengan roda dua bermesin negeri sakura keluaran tahun 2015. Tidak terlalu tua untuk motor matic yang memang sengaja Bunda beli saat aku merayakan ulang tahun. Untukku itu katanya.

"Sana buruan masuk, nanti keburu telat loh." Wanita cantik separuh baya dengan ekspresi manyun itu selalu aku lihat saat Bunda sedikit kesal.

"Iya Bunda, aku masuk kelas dulu."

Aku mencium tangan bundaku, setiap kali aku mau pergi. Aku mencintainya seperti aku mencintai diriku sendiri. Bagiku dialah penawar di saat semua masalah tiba-tiba memelukku secara kasar.

***

Sekolah

09.00

"Aku bakal lebih giat belajar, seperti tahun lalu. Beasiswa berprestasi bakal aku dapetin lagi. Buat Bunda" gumamku.

Tiba-tiba cowok tengil itu mengagetkanku dari belakang kursi, tepat di belakang bangku yang aku duduki.

"Eh, ngapain belajar terus? Dah pintar masih belajar terus?" katanya.

Namanya Devano Samuel Escapra, anak 11 IPA 1 (kelas 2 SMA). Teman sekelasku, cowok tampan, badboy, anggota geng motor, dan anak tunggal pemilik perusahaan Emas, Escapra Gold Company. Sayangnya, dia adalah siswa terajin yang selalu hadir di ruang Bimbingan Konseling. Bukan karena prestasi, tapi karena masalah yang sering dibuatnya.

"Iish,..apaan? Biarin kek. Suka-suka akulah." Aku berbicara dengan nada sedikit membentaknya.

"Ihh..cupu kamu."

"Biarin..."

Aku pergi meninggalkannya sendiri di kelas, dengan wajah kesal menuju ruangan outdor dengan banyak pepohonan dan bunga di sekelilingnya. Lima warung modern dan beberapa meja dan kursi yang terbuat dari kayu jati yang di atasnya tidak memiliki payung. Estetik dan romantis menurutku. Aku bisa melihat awan di sini, tanpa pembatas.

Anak-anak dari sini selalu meramaikan tempat ter-hits di sekolah. Waktu itu masih jam istirahat. Siswa SMA Zidduya kebanyakan memilih untuk menikmati beberapa menu spesial di kantin ini. Salah satunya aku, nasi goreng bebek mbak Lastri.

"Biasa ya Mbak," ucapku pada Mbak Lastri.

"Nasi goreng bebek sama es jeruk ya Din?"

"Iya Mbak," sembari aku menganggukan kepala.

***

Sekolah

12.30

SMA Zidduya adalah sekolah menengah atas dengan segudang fasilitas kelas mewah yang ada di kotaku, Malang. Salah satu fasilitas yang aku sukai dan sering aku datangi adalah Balairoom Teater.

Ruang jumbo berukuran dua kali seluas lapangan basket, dengan dinding bercorak cokelat muda dan beberapa ornamen lampu klasik. Di dalamnya terdapat kursi besi cantik yang dapat diduduki lebih dari 1500 orang. Tidak tepat jika disebut ruangan, namun begitulah namanya. Balairoom Teater yang memiliki panggung utama yang cukup luas.

Aku menyukainya, seni teater dan ruangan ini. Apalagi di bawah hujan yang turun, aku paling menyukainya. Suasana kali ini sangat membuatku terdiam, hening dan menenangkan.

Hujan adalah canduku. Bagiku dialah penenang di saat aku terdesak. Saat dunia seperti tidak lagi bersamaku untuk mengajaku berbahagia. Aku mencintai hujan, seperti mencintai diriku sendiri. Terimakasih Tuhan, Sang Pemilik Hujan. Aku mencintai salah satu milik-Mu bernama hujan.

"Ngapain lama-lama di sini?" Cowok tampan dengan rambut pendek, kulit putih, tinggi dan populer di sekolah, bernama Devano itu.

"Terserah gua, mau ngapain!" Nadaku kesal karena sering diganggu sama dia. Entahlah, untuk apa dia begitu suka menggangguku.

"Kamu suka sama pentas drama?." Tanyanya dengan wajah penasaran.

"Iya suka, kenapa?"

"Gak papa, nanya doang."

"Kenapa basah-basah gitu?"

"Tadi kehujanan dikit."

Rintihan hujan yang mengalun indah di atas atap rumah. Ditemani secangkir cokelat panas dan tentunya mie rebus dengan telur di dalamnya. Membuat seketika mulut ini tak bisa menolak, hanya untuk menikmati apa yang tersaji. Begitulah caraku menikmati hujan secara sederhana.

***

Rumah

09.12

Ruang tamu dengan interior bernuansa retro, dindingnya cokelat muda, ada plafon putih di atapnya dan lantainya terbuat dari ubin kuning tua khas tempo dulu. Aku duduk dengan Bunda di kursi kayu jati, di depanku terdapat cokelat dan mie rebus dengan telur buatan Bunda tercinta, chef andalan di rumah ini.

Rumah kecil ini adalah peninggalan Kakek Buyut dari Bunda. Rumah yang telah menemaniku sejak aku dilahirkan dan sekaligus saksi bisu perjuangan Bunda membesarkanku sendirian, tanpa Suami. Maklumlah sejak kepergian Ayah setalah usiaku 5 tahun. Ayah tak pernah datang mengunjungi kami. Entahlah, kini dia seolah telah menghilang untuk selamanya.

Ayah padahal aku benar-benar merindukanmu. Kunjungi kami, temui aku meski cuman sekejap. Kata Bunda, Ayah mengadu nasib di Jakarta. Ayah berusaha mencari peruntungan untuk masa depanku di sana. Berhari-hari, berminggu-minggu hingga bertahun-tahun sampai aku menjadi remaja di SMA. Ayah tak pernah kembali, seperti hilang di telan bumi. Aku selalu mengela nafas tak kala mengingat hal ini.

Tiba-tiba Bunda mengagetkan lamunanku.

"Gimana Din, enak nggak?"

"Buatan Bunda selalu enak, Adina suka Bunda."  Aku terlalu lahap dengan apa yang selalu dibuatkannya untukku, meski terlihat sangat sederhana.

"Belajar masak Din..!!" pintanya kepadaku.

"Buat apa Bunda?"

"Kan kamu udah kelas 2 SMA, nanti kuliah. Habis kuliah kan nikah. Masak gak bisa masak."

"Bunda apaan sih? Adina masih belum kepikiran nikah!"

"Iya kan belajarnya dari sekarang Din." Seloroh Bunda yang sedikit kesal karena aku sulit dinasehati tentang hal ini.

"Iya-iya, besok-besok ya Bunda," jawabku sambil membersihkan bekas piring dan gelas yang habis kami gunakan.

"Udah bersih semua ya Bunda."

"Makasih ya Cantik."

***

Sekolah

06.37

"Eh Din, bawa dasi lagi nggak?" tanya Devano kepadaku di kelas. Pastinya dia lupa tak membawa dasinya lagi.

"Lu, gak bawa lagi ya?

"Lupa Din."

"Ah kebiasan sih lu, apa sih yang kamu inget?. Nih ada tapi di kembaliin ya!" Aku sedikit kesal karena dasi yang ku pinjamkan minggu lalu katanya telah hilang.

"Iya-iya gampang."

Saat hari senin sekolah kami SMA Zidduya pasti akan melakukan upacara di lapangan. Selama upacara berlangsung sekitar 60 menit. Anak-anak Zidduya harus mengenakan atribut lengkap dan sesuai aturan.

Para guru akan mengecek secara detail, termasuk dasi. Bila peraturan ini dilanggar maka siswa akan mendapat hukuman.

Teringat saat pertama kali bertemu, waktu semester satu di kelas 11 IPA 1 (2 SMA). Aku mendapati Devano sebagai siswa pindahan dari Jakarta. Beberapa bulan yang lalu, lebih tepatnya tujuh bulan yang lalu. Dia tinggal di Malang bersama sopir dan pembantunya di rumahnya, kota Malang. Sedangkan ayah dan bundanya tinggal di rumah utama, kota Jakarta. Di sanalah Escapra Gold Company salah satu cabang perusahaan ayahnya berada.

Aku banyak mengetahui jika ayahnya jarang sekali mengunjunginya, karena kesibukan ayahnya sebagai pengusaha dengan grade international. Aku sebagai sesama anak tunggal sangat memahami kesedihan yang dialami cowok tampan itu. Terlebih, dia hidup sendiri tanpa bundanya di rumah.

Itulah kenapa kita sangat akrab, dan mungkin karena itulah aku mulai mencintainya. Rasa itu ada namun entah sejak kapan.

Bersambung….

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

GHAFFAR PENAKLUK AKHWAT
GHAFFAR PENAKLUK AKHWAT
Dalam romance novel GHAFFAR PENAKLUK AKHWAT, Ghaffar merantau ke Jakarta demi menimba ilmu. Namun, tantangan hidup di kota besar mengubah prinsipnya saat ia terjerat pertemuan intens dengan para wanita. Simak kisah modern novel ini hanya di platform read novels online terbaik.
Kembalinya Istri yang Tak Diinginkan
Kembalinya Istri yang Tak Diinginkan
Dalam Kembalinya Istri yang Tak Diinginkan, Alisha dikhianati Jordan hingga bercerai. Kini ia bangkit menjadi artis terkenal di modern novel ini. Saat Jordan memohon rujuk, Alisha telah bersama taipan berkuasa. Baca billionaire romance novels ini untuk kisah pembalasan yang elegan.
Mahasiswi Piaraan Dosen Muda
Mahasiswi Piaraan Dosen Muda
Dalam romance novel Mahasiswi Piaraan Dosen Muda, Silvana bertekad menaklukkan Sir Leon demi kepuasan sesaat. Di sisi lain, Jiyya terjebak rencana perjodohan dengan Sir Joan untuk melupakan masa lalu. Baca kisah modern novel ini tentang ambisi dan pilihan sulit di dunia kampus.
Membalas Para Pengkhianat
Membalas Para Pengkhianat
Dalam novel Membalas Para Pengkhianat, Aira Maheswari harus merebut kembali perusahaan keluarganya setelah dikhianati suaminya, Andra. Billionaire romance novel ini mengisahkan perjuangan Aira menghadapi perselingkuhan dan intrik keluarga. Baca kisah modern novel ini sekarang.
Miss Black Puteri CEO Yang Terbuang
Miss Black Puteri CEO Yang Terbuang
Dalam Miss Black Puteri CEO Yang Terbuang, Rose menyamar demi keamanan harta warisan ayahnya. Di tengah persaingan dengan Luke, ia harus bertahan dari ancaman musuh dalam billionaire romance novels ini. Baca kelanjutan takdirnya sebagai mahasiswi berprestasi di platform web novel kami.
Ratu Tak Terbelenggu: Jangan Pernah Katakan Tidak
Ratu Tak Terbelenggu: Jangan Pernah Katakan Tidak
Pasca diceraikan demi wanita lain, Hannah bangkit dalam Ratu Tak Terbelenggu: Jangan Pernah Katakan Tidak. Ia meninggalkan masa lalu sebagai istri penurut untuk menjadi wanita kuat yang mandiri. Dalam billionaire romance novels ini, Hannah membuktikan takdirnya melalui adventure baru yang tak terduga.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Bangkitlah, Lena!
Bangkitlah, Lena!
Di tempat kerja dan rumah, Lena Lesley terus menjadi korban perundungan, ditindas suami bejat dan ibu mertua kejam. Hidupnya runtuh saat didiagnosis kanker lambung stadium akhir. Di ambang bunuh diri, ia mendadak memenangkan lotre, lalu mengetahui perselingkuhan suami dan pengkhianatan keluarga. Di titik tergelap, Juan Karz muncul, membangkitkan bakat dan tekad Lena untuk balas dendam. Namun di ujung kebangkitan itu, tersembunyi pembalikan takdir tak terduga.
Raja, Ampunilah Kami
Raja, Ampunilah Kami
Aston hanya ingin menjalani hidup normal, seperti orang pada umumnya. Dia sudah bosan dan ingin menjauh dari peperangan dan segala sesuatu yang berkaitan dengan hal tersebut. Dirinya memang mendapatkan pencapaian dan penghargaan yang banyak, namun pernikahannya dan orang yang dicintainya menjadi hal yang dia korbankan. Satu per satu, Aston ditinggal oleh mereka. Nggak lama kemudian, dia mulai terbiasa. Namun hidupnya mendapatkan sedikit warna dari kehadiran Winna yang selalu mengikutinya ke mana pun dia pergi.
Dulu Bayangan, Kini Lawan
Dulu Bayangan, Kini Lawan
Selama tiga tahun, pengacara top Bella mengorbankan kariernya untuk suaminya, Felix. Kesetiaan buta Felix pada mantan kekasihnya, Elissa, akhirnya menyadarkannya. Bella pun kembali dengan penuh kemenangan ke dunia hukum. Di ruang pengadilan, dia menghadapi Felix dan meraih kemenangan mutlak yang menghancurkannya. Sejak itu, setiap bertemu di pengadilan, Bella telah menjadi lawan tangguh Felix, bukan lagi sang pendiam di balik layar.
Sang Penguasa dari Masa Depan
Sang Penguasa dari Masa Depan
Jace, lulusan teknik, melintas ke dunia lain dan jadi kerabat jauh bangsawan. Begitu tiba, dia dipaksa memilih istri dan wilayah, serta melunasi utang ketiga istrinya yang terpidana. Dihimpit utang, dikepung perampok, wilayahnya porak-poranda. Dia pun menerapkan ilmu industri modern untuk mengubah tatanan peradaban agraris. Bubuk mesiu, teknik peleburan, produksi senjata, pembuatan parfum, hingga teknik hujan buatan diperkenalkan. Perlahan, wilayah yang dipimpinnya pun semakin makmur.
Musim Semiku T'lah Tiba
Musim Semiku T'lah Tiba
Untuk membalas dendam pada suaminya dan si pelakor, Ashley bekerja sama dengan seorang pria yang tampan. Tapi ternyata pria tampan ini menyukainya!
Ibuku Artis, Ayahku CEO
Ibuku Artis, Ayahku CEO
Jessi Linka adalah artis tidak terkenal yang memiliki seorang anak bernama Mario. Selama ini, Jessi merawat anaknya seorang diri. Dia bahkan tidak tahu siapa pria misterius yang menghamilinya beberapa tahun yang lalu. Suatu ketika, Mario salah masuk mobil dan bertemu dengan Pasha Romia, seorang CEO yang kaya raya. Pasha merasa anak itu sangat tidak asing. Dia menjalankan tes DNA dan akhirnya memastikan bahwa Mario adalah anak kandungnya. Setelah kebenaran terbongkar, Jessi dan Pasha berdiskusi mengenai hak asuh Mario. Solusi terbaik yang ditawarkan Pasha adalah menikah. Meskipun awalnya Jessi tidak setuju, mereka berdua sepakat menandatangani perjanjian kawin kontrak yang tidak melibatkan perasaan cinta. Seiring berjalannya waktu, apa yang akan terjadi pada keluarga kecil itu?