Logo
GADIS MALANG
GADIS MALANG

GADIS MALANG

57 Bab
Tamat
Dalam novel GADIS MALANG, Rinda menghadapi depresi dan pengkhianatan di perantauan. Di tengah konflik kampus, ia berjuang menjaga komitmen cinta dalam kisah modern novel ini. Simak perjuangannya bertahan hidup melalui romance stories yang penuh emosi dan pilihan sulit bagi seorang dewasa muda.
Bab 1 dari GADIS MALANG

“Aku yakin kamu kuat,” ucap seorang perempuan yang berada di samping Rinda.

‘Kamu bisa, Rinda.’

“Aku tidak mau lagi menjual diri.”

“Kita akan menikah, Rin. Di mana letak kamu menjual diri kepadaku?”

“Kenapa baru sadar hari ini?” tanya Rinda yang berusaha keras untuk menahan sesak di dadanya.

“Aku tidak pernah membelimu,” sahut Gian dengan menyuguhkan tawa kecil.

“Kamu memang tidak pernah membeliku dengan uang. Karena memang aku yang selalu mengeluarkan uang untuk kita jalan berdua.”

“Na---.”

“Tunggu! Ada satu hal lagi. Dan kamu sudah menghancurkan masa depanku,” ucap Rinda dengan mata yang sudah berair.

“Kita sama-sama suka melakukannya, Rin! Kamu lupa?!”

“Oh tentu tidak! Tapi, seharusnya kamu juga ingat bahwa dirimu sudah melamarku dan tidak seharusnya kamu melakukan hal itu dengan perempuan lain!”

Gian berdecak kesal. Ia juga sedikit terkejut saat Rinda mengucapkan hal itu. Padahal, dirinya merasa sudah menyembunyikan rahasia besar itu dengan rapi.

“Kamu pasti sudah dipengaruhi sama Della,” ucap Gian sembari menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Dipengaruhi? Hei ... aku sudah mengumpulkan semua buktinya, Gian,” sahut Rinda sembari menunjukkan kertas yang sudah ia siapkan bersama Della.

“Bukti apa? Aku tidak pernah melakukan hal apa pun.”

“Dalam keadaan seperti ini saja kamu masih sibuk membela diri.” Rinda berkata dengan tatapan tajam dan senyuman sinis.

“Aku harap, orang tuamu tidak akan merasakan pedihnya jadi di posisi orang tuaku. Semoga mereka tidak pernah merasakan sakitnya melihat putri kesayangannya depresi setiap hari. Dan ... semoga hal ini tidak akan terjadi pada putri kesayanganmu nantinya,” ucap Rinda sembari berusaha menahan air mata yang sudah berdesakkan ingin keluar.

***

"Kamu baik, Nak?" ucap seorang perempuan paruh baya di seberang telepon.

Suaranya terdengar seperti orang yang penuh kekhawatiran. Tak biasanya pula perempuan itu menelepon pada jam-jam malam.

"Rinda? Kamu masih ada di sana, Nak?"

Rinda memang belum menyahuti apa pun kecuali menjawab salam dari ibunya. Ia tak mengerti harus memberikan penjelasan seperti apa. Sebab, apa-apa yang akan dijelaskan tentu membuat sakit hati kedua orang tuanya.

"Iya, Bu ... Rinda baik kok. Ini baru beres merajut baju. Kenapa, Bu?" Rinda berpura-pura tegar demi menjaga kesehatan ibunya. Ia tak mau jikalau penyakit jantung perempuan di seberang telepon itu kambuh.

"Beneran kamu baik-baik saja?" Bu Meilinda--Ibu Rinda--tak percaya dengan ucapan putrinya. Beliau merasa ada yang tidak beres dengan putrinya di perantauan.

"Iya, ibuku yang cantik ... lagian sudah jam segini, Ibu masih main hp saja," sahut Rinda yang mencoba mengalihkan pembicaraan.

"Sejak sore tadi, Ibu kepikiran kamu terus, Nak. Mau nelpon, takut kamunya masih ada kesibukan lain."

Dari balik telepon, Rinda juga sudah mendengar helaan napas Bu Meilinda yang merasa lega dengan jawabannya. Ia memang berniat untuk menyembunyikan permasalahannya dengan Gian serapi mungkin.

Sebelum semua bukti-bukti terkumpul dengan benar dan tepat sasaran.

Rinda Wahyuningsih. Di umur yang sudah mau menginjak 24 tahun, Rinda tentu ingin menjalin hubungan serius dengan kekasihnya—Gian—. Membercandai sebuah perasaan, menurut dia bukan hal yang wajar. Apalagi jika hubungan itu sudah melibatkan orang tua di setiap langkah yang akan dituju ke depannya.

"Rinda memang sibuk sekali di outlet sama Della tadi, Bu. Alhamdulillah ramai pengunjung hari ini." Rinda berbohong untuk yang ke sekian kalinya.

"Alhamdulillah ... tapi kamu juga jaga kesehatan loh, Nak!"

"Iya, ibuku ...."

Merasa tak ada yang ingin dipertanyakan lagi, Bu Meilinda pun mengakhiri panggilan malam itu. Selain ingin segera merebahkan tubuh, beliau juga tak mau menyita waktu istirahat putrinya.

Rinda memang menjadi putri tunggal dari pasangan suami istri Ganjar dan Meilinda. Oleh sebab itu, tidak heran jika Bu Meilinda begitu protektif terhadap putri semata wayangnya.

"Kenapa, Rin?" Suara khas dari Della sedikit mengejutkan Rinda yang masih menatap layar ponselnya.

"Biasa ... ibuku. Ngerasa kali, ya, kalau anaknya sedang hancur kayak gini," sahut Rinda dengan nada lesu.

Berulang kali ia mengembuskan napasnya yang terasa sesak. Penghianatan dari Gian juga terus memenuhi pikirannya. Sampai-sampai, jam tidur dan waktu makannya ikut berantakan.

Sementara itu, Della masih menatap Rinda dengan tatapan nelangsa. Perempuan kelahiran Ciamis itu tak pernah melihat sahabatnya sesedih itu.

"Ya udah, makan dulu, yuk! Tadi aku mampir beli nasi goreng Pak Arifin," ajak Della yang berusaha mencairkan suasana.

Bukan tak peduli dengan kalimat Rinda sebelumnya, Della hanya tak ingin suasana itu terus menetap dalam ruangan kos mereka. Seolah-olah, tak ada kehidupan yang lebih baik di dalam ruangan yang tak cukup lebar itu. Ia yang notabenenya baru saja pulang dari outlet penjualan mereka juga merasa sesak jika pulang-pulang selalu disuguhi dengan kesedihan dari Rinda.

"Duluan saja, Dell. Mau ngelanjutin rajutan dulu." Rinda beralasan.

Selera makannya memang tidak ada sedikit pun. Bahkan bagianya, semuanya telah mati rasa. Tidak tahu lagi mau diarahkan ke mana lagi pikiran dan tubuhnya itu.

Alih-alih memarahi Rinda, Della justru meneteskan air mata di samping sahabatnya. Seolah dia juga merasakan sesak yang harus ditanggung oleh Rinda.

"Aku gak kenapa-kenapa loh, Dell ...," ucap Rinda yang dengan sekuat tenaga menahan tangisnya saat itu.

Di jam-jam rawan overthingking, Rinda memang kerap kali menangis hingga fajar muncul. Ia tak tahu apa yang ditangisi, tapi perasaan tidak nyaman dan aman selalu menghantui. Ia sudah berusaha menyembunyikan tangisnya dari Della. Sampai-sampai, dirinya selalu menutup wajahnya dengan bantal ketika menangis. Akan tetapi, tetap saja. Della selalu terbangun dan nelangsa melihat perempuan yang tidur bersamanya.

"Hei?! Della ... aku kuat ketika kamu juga kuat," ucap Rinda sekali lagi karena sahabatnya tak kunjung berhenti terisak.

"Benci aku sama Gian!!!"

Kalimat itu sudah keluar dari mulut Della berulang kali. Ia menjadi garda terdepan yang mau membela dan menemani Rinda dalam melawan Gian. Akan tetapi, Rinda selalu menahan Della untuk balas dendam kepada kekasihnya.

"Dendam itu api, Dell. Kita tidak perlu menggenggam api untuk menghancurkan diri kita sendiri," sahut perempuan berlesung pipit itu dengan tenang.

Begitulah Rinda, selalu keras kepala dan terlalu baik kepada orang yang menyakitinya. Dalam keadaan hati yang porak-poranda seperti itu saja dia masih bisa memaafkan dengan ikhlas. Bahkan, ia juga sempat meminta maaf kepada Gian dan kekasih barunya.

"Seharusnya kamu tidak perlu meminta maaf kepada mereka, Rin. Yang salah itu mereka z bukan kamu!" bentak Della yang masih dikelabuhi dengan emosi.

Ia kasihan dengan Rinda tapi juga tidak suka dengan sikap sahabatnya itu. Terlalu baik dan percaya pada orang lain yang membuat dirinya selalu dimanfaatkan.

Saat suasana sedang mengharu biru, tiba-tiba mereka berdua dikejutkan dengan suara lantang dan ketukan pintu yang kasar.

"Rindaa!!! Rindaa!!!"

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Absurd Boyfriend With Kianna
Absurd Boyfriend With Kianna
Dalam Absurd Boyfriend With Kianna, Kianna menulis romance novel terinspirasi dari Giorgio, kakak kelas populer. Namun, hidupnya berubah saat Giorgio mendekat dengan tingkah absurd dan rayuan tak terduga. Ikuti kisah cinta remaja dalam modern novel ini di platform read novels online.
Aku Miskin, tapi Bohong
Aku Miskin, tapi Bohong
Dalam Aku Miskin, tapi Bohong, Maya menyembunyikan identitas aslinya dari Dirga yang hanya mengincar hartanya. Maya terjebak dalam dilema antara mengakhiri hubungan atau bertahan demi orang tercinta. Baca billionaire romance novels ini untuk mengikuti kisah seru di webnovel modern novel ini.
Anna : Liontin Karma
Anna : Liontin Karma
Dalam Anna : Liontin Karma, seorang model mengorbankan keyakinan demi cinta yang justru menghancurkan mentalnya. Romance novel ini mengisahkan perjuangan Anna menghadapi krisis identitas dan penyesalan setelah menjadi mualaf. Simak kisah pencarian jati dirinya di web novel modern ini.
Asisten Pribadi CEO Dingin
Asisten Pribadi CEO Dingin
Dalam Asisten Pribadi CEO Dingin, Elena harus menyeimbangkan ambisi agensinya dengan tuntutan Arion. Saat konspirasi mengancam perusahaan, ia harus memilih antara karier atau perasaan dalam billionaire romance novels ini. Baca kisah modern novel ini sekarang di platform webnovel.
Diperbudak Nafsu
Diperbudak Nafsu
Dalam novel romance modern Diperbudak Nafsu, Fahrizal menghadapi tantangan hidup yang tidak biasa sejak usia 13 tahun. Ikuti perjalanan dewasanya dalam web novel ini yang mengeksplorasi sisi tersembunyi hasrat manusia. Baca fiction books ini untuk melihat konsekuensi dari pilihannya.
Jerat CEO: Jodoh Salah Tarik
Jerat CEO: Jodoh Salah Tarik
Dalam novel romantis miliarder Jerat CEO: Jodoh Salah Tarik, Diva Gantari terjebak kesepakatan rumit dengan Elvan Sabil, seorang CEO perusahaan multinasional yang menuntutnya menjadi tunangan setelah membantunya kabur dari masalah. Baca novel online ini untuk mengikuti kisah cinta tak terduga mereka.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Tutup Hatimu
Tutup Hatimu
Setelah semua pengorbanan yang dilakukannya, dia masih diabaikan dan sekarang dia memutuskan untuk tidak menjadi orang bodoh lagi.
[Versi suara dubbing] Tangisan Kekeluargaan: Anak Perempuan Tersembunyi Jenderal
[Versi suara dubbing] Tangisan Kekeluargaan: Anak Perempuan Tersembunyi Jenderal
Gubernur militer kembali setelah menindak bandit dan diaku sebagai ayah oleh seorang gadis yatim. Dia menolaknya dan mengangkat senjata, sementara saudara laki-lakinya yang lebih muda curiga mereka adalah kerabat darah dan merencanakan tes DNA. Sebenarnya, ibu gadis itu pernah pura-pura putus hubungan untuk melindunginya, kemudian terluka, dan akhirnya dia mengetahui kebenaran dan menyelamatkan orang-orang.
[Versi suara dubbing] Reborn: Melawan Ayah Kotor Ku
[Versi suara dubbing] Reborn: Melawan Ayah Kotor Ku
Di kehidupan sebelumnya, ayah Yao Xin memalsukan kematiannya dan meninggalkan dirinya serta ibunya dalam lilitan utang. Didesak para penagih utang, sang ibu bunuh diri, dan Yao Xin terpaksa bekerja di klub malam untuk melunasi utang — hingga suatu hari ia menyadari bahwa salah satu tamu adalah ayahnya, yang kini hidup dengan identitas baru dan keluarga lain. Saat ia menuntut penjelasan, sang ayah membunuhnya demi menutup rahasia. Terlahir kembali pada hari ayahnya memalsukan kematian, Yao Xin bertekad melindungi ibunya, membongkar rencananya, dan memulai hidup baru bersama sang ibu.
Bunga Mekar dari Air Mata (Sulih Suara)
Bunga Mekar dari Air Mata (Sulih Suara)
Tujuh tahun lalu, Elara melahirkan anak kembar untuk Keluarga Clarke, namun darahnya diambil untuk menyelamatkan Nathan, cucu tertua mereka. Suaminya, Adrian, hanya menemukan jenazah Elara. Kini, Elara yang kehilangan ingatan dan bisu, membesarkan putrinya, Gia, sebagai pemulung. Takdir mempertemukan Gia dengan Nathan. Sebuah karangan "Ibuku" memicu konflik, dan Gia memohon pada Adrian, "Paman, selamatkan ibuku."
Putri Dewa
Putri Dewa
Mira, dewa yang turun ke dunia fana, diusir keluarganya saat sang putri asli kembali. Namun, tak gentar, dia menggunakan kekuatannya untuk memikat Pangeran Gion. Kepintaran dan kehebatannya membuat semua terpukau, sementara keluarga angkatnya hancur saat rahasia gelap putri kandung mereka terungkap.