Logo
Es Batu
Es Batu

Es Batu

87 Bab
Tamat
Dalam novel Es Batu, Relva Arilia berjuang meluluhkan hati Steven Grellyn yang dingin. Romance novel ini mengikuti perjalanan mereka mengorbankan ego demi masa depan. Temukan kisah modern penuh lika-liku dan perjuangan emosional saat membaca fiction books ini secara online.
Bab 1 dari Es Batu

"Cinta kadang memang gila. Percayalah, bahwa cinta bisa membuat orang gila dalam waktu satu detik saja."

Relva melangkah menjauh dari kerumunan orang-orang yang haus akan info. Tentu saja, bayangkan jika dia berada di tengah-tengah mereka, bisa dipastikan mereka semua akan mengeluarkan tinta beracunnya. Dan di sinilah Relva berada. Di belakang sekolah, sambil membayangkan kejadian seminggu yang lalu.

"Rel!" Teriakan super toa Olivia membubarkan pikiran Relva.

Gadis itu selalu membuat dirinya dekat dengan malaikat maut. Salah sedikit saja, dia akan berada di alam lain. Relva, kadang heran. Mengapa dia haruss mempunyai kakak modelan seperti itu.

"Nggak usah teriak-teriak nyet,"ucap Relva sinis.

"Hehe ... maaf. Gue mau tanya," ucap Olivia dan duduk di samping Relva.

"Lo pasti kepo kan? Kenapa tiba-tiba ada gosip gue sama Alvin."

"Kok tahu, Mbak?" tanya Olivia nyengir kayak kuda. Sepupunya itu selain kepo, dia juga haus akan info. Seperti cewek pada umumnya, bergosip adalah keahliannya. Jadi, tidak heran para cowok selalu menghosting-nya. Kadang membuat dirinya pusing dengan tingkah sepupunya. Tapi, mau heran. Kelakukan dirinya pun sama seperti kakaknya.

Banyak yang mengira mereka bukan anak dari keluarga kaya karena kelakukan mereka lebih mencerminkan remaja pada umumnya. Lebih suka main, jajan sembarangan. Bagi mereka makanan kaki lima atau di pinggir jalan, jauh lebih enak.

Dari pada di restoran ternama. Bukan hanya ramah dikantung. Namun, ramah untuk perut juga. Siapa yang tidak suka dengan makanan. Apa lagi yang mengandung lemak, sudah tahu tidak sehat. Masih saja dimakan, karena yang tidak baik itu kadang sering membuat nikmat.

"Gue udah tebak," ucap Relva mendengus.

"Yang masih gue pikirin. Kapan lo jadian sama Alvin? Kok tiba-tiba ada gosip, lo putus sama dia?" tanya Olivia kepo.

Keingintahuan kakaknya sudah mendarah daging. Sangat tidak ramah untuk dilanjutkan. Maka, jalan satu-satunya adalah. Menghindar dari pertanyaan-pertanyaan, yang akan membuat dirinya terjerumus dalam lubang kebingungan.

"Gue males bahas itu. Gue cabut," ujar Relva pergi dari hadapan Olivia yang sedang menahan amarah.

"Heran gue sama sepupu bangsat," ucap Olivia dan pergi dari tempat itu.

Kesal dengan sudaranya, Olivia lebih memilih ke kantin. Biarkan cacing di perutnya diberi asupan makanan terlebih dahulu, masalah sepupunya. Biar nanti antek-anteknya yang akan mencari info terbaru dan akurat, terpercaya.

***

Hari ini Relva dan Olivia berniat mengunjungi toko buku. Mereka sudah sangat lama tidak pernah mampir untuk membeli novel atau komik. Biasanya sekali satu minggu mereka selalu melakukan hal tersebut. Tapi, semenjak mereka ketahuan membeli novel dengan jumlah yang banyak. Membuat mereka dibatasi.

"Ingat, Rel. Lo harus beli dua, jangan kebablasan lagi." Peringat Oliv.

Sudah cukup kemarin mereka diceramahi habis-habisan. Kalau hanya satu tidak apa-apa. Tapi, ini malah seluruh rumah ikutan andil. Pekerja di rumah mereka pun ikut andil. Jadi, cari aman saja. Besok bisa beli lagi, kalau buku yang sudah mereka beli habis terbaca.

"Ya. Takut banget sih, Kak."

"Ya sih. Orang kayak lo kalau beli duka lupa waktu, yang disalahin bokap malah gue. Kan, kamvret lo. Pengen hujat, gak bisa." Kesal Oliv.

Pasalnya, gadis itu selalu membuat dirinya terkena masalah. Dan, itu selalu berdampak padanya. Ingin rasanya membuang adiknya itu. Tapi, sayang. Hatinya terlalu lembut.

Melihat foto-foto masa kecil, memperlihatkan betapa bahagia keluarganya dulu. Entah apa yang terjadi, sampai keluarga mereka seperti sekarang. Ingatan masa dulu, tidak pernah bisa diingatnya.

Entah kejadian apa yang membuat dia lupa akan hal masa kecilnya. Bahkan, dia tidak pernah tahu rupa ibu-nya. Kadang, dia merasa iri dengan keluarga temannya, yang selalu diantar oleh kedua orang tuanya. Tapi, dia hanya bisa melihat kebahagiaan keluarga bahagia itu.

"Kenapa? Ada masalah? Kalau kamu ada masalah cerita. Kenapa malah ke ruangan papa?" tanya Oliv, memperhatikan foto yang terpajang di sana. Hanya ada empat orang. Dirinya dengan Relva, dan dua laki-laki tangguh.

Rasa rindu dan sedih beradu satu dengan kamar yang sunyi. Mereka merindukan sosok bidadari di rumah ini. Oliv memperhatikan adik sepupunya, pasti gadis itu sangat merindukan pelukan seorang ibu. Namun, gadis itu lebih memilih memendamnya.

Delapan belas tahun tanpa merasakan kasih sayang seorang ibu, bukanlah hal yang mudah. 18 tahun tanpa pelukan ibu, bukanlah perkara biasa, 18 tahun tanpa sosok ibu, bukan tidak mungkin ada rasa kesepian dalam hati dan gadis di sampingnya ini, sungguh luar biasa kuatnya. Dari bayi, gadis itu tidak pernah merasakan kasih sayang ibu.

"Ayok keluar, Kak. Gue udah selesai lihat, Papa. Laper, enaknya makan ramen gak sih?"

"Ramen endasmu. Ayok beli telur gulung aja, ramen habis. Harus ke korea dulu buat beli," asal Oliv.

"Bilang aja males bikin, lagi pengen makan telur gulung, 'kan?" Cengiran Oliv, menjawab semuanya. Gadis itu tidak pernah jauh-jauh dari telur gulung. Bahkan, dia tidak pernah kapok, walau dia sampai bisulan.

Gadis itu selalu saja beli jajanan itu, kalau satu bungkus sih. Mungkin masih wajar, lah ini. 5 bungkus, dimakan sendiri, bagaimana tidak bisulan coba. "Ayo, gue udah kepengen makan telur gulung, Rel."

Relva memutar bola matanya malas, melihat kelakukan kakaknya itu tidak pernah ingin mengalah. Dan, selalu dia yang harus mengalah. Jika dipilih, ingin menukar sodara. Maka, dia orang paling terdepan ingin menukar sodaranya, tentunya yang penurut.

Setelah adegan cekcok yang cukup panjang, pada akhirnya mereka di sini. Menunggu pesanan mereka, yang beberapa menit lalu mereka pesan. Jangan tanya siapa yang paling bersemangat.

"Tadi katanya males makan telur gulung. Tapi, udah lima tusuk aja lo. Dusta banget," sindir Oliv. Pasalnya, gadis itu ngotot tidak ingin membeli telur gulung tapi sekarang malah dia yang bersemangat.

"Diem aja, Kak. Gue lagi menikmati ini."

"Serah deh."

Harus banyak-banyak bersabar memiliki sodara seperti Relva. Gadis nihil kepekaan, yang bisanya bikin emosi orang. Pantas saja laki-laki banyak yang tidak tahan dengannya, harus laki-laki berhati baja. Dan, tidak pekaan. Mungkin, itu baru cocok.

***

Relva menunduk, tak berani menatap sepasang mata yang terus saja melihatnya. Sedangkan Oliv, menahan tawa melihat ekspresi Relva. Gadis itu baru saja membuat ulah. Tidak ada kapok-kapoknya. Sambil meremas ujung bajunya, Relva terus saja merapalkan doa. Berharap papanya luluh.

Laki-laki yang masih mengenakan jas kantor itu, malah semakin memancarkan api amarahnya. Berjalan mendekat, sambil menatap putrinya yang sedari tadi terus menunduk.

"Siapa yang suruh kamu, main futsal lagi?"

Relva diam, dia masih tetap dengan posisinya. Dia tidak bisa membantah perkataan sang papa. Tapi, dia juga ingin kembali seperti dulu, ingin bermain seperti teman-temannya. Apa salahnya jika dia ingin bermain futsal, bukankah itu hal yang lumrah atau biasa.

"Papa udah bilang ke kamu. Gak boleh lagi main futsal, kamu ini cewek. Berapa kali papa harus ngasih tahu kamu." Perkataan Mahendra benar-benar membuat dirinya tertampar. Selama ini dia selalu melanggar perkataan papanya.

"Pa, sebaiknya istirahat dulu. Papa kan baru pulang. Biar Oliv yang urus masalah ini. Oliv janji. Relva gak akan main futsal lagi," ucap Olivia, berusaha meredakan emosi Mahendra.

Mahendra menghela nafas panjang, lalu berjalan meninggalkan mereka. Relva, menatap nanar punggung papanya. Dia tanpa sadar menangis, seharusnya dia tidak seperti ini. Pasti laki-laki itu sangat letih, dan dia selalu membuat ulah. Yang selalu membuat laki-laki itu lelah dengan tingkahnya.

"Lo mandi, terus temui papa. Minta maaf," ucap Oliv, menepuk pundak Relva. Walaupun gadis itu sering melanggar peraturan papanya. Tapi, gadis itu pasti akan menangis atas perbuatannya.

Memang dari dulu, dia tidak pernah diizinkan ikut futsal. Tapi, pada dasarnya Relva bar-bar. Jadi, mau bagaimana lagi. Susah untuk membuat gadis itu menmgerti.

Di ruangan yang kedap akan suara-suara bising, hanya ada satu bingkai foto dan lampu mini yang menerangi pengelihatan. Laki-laki itu berdiri, sambil mengelus foto itu. Mengembus kan nafas berkali-kali.

"Putri kita udah besar, bahkan dia sama keras kepalanya denganmu. Tapi, jika dimarahi, dia selalu menunduk," ucap Mahendra. Menatap wanita itu, yang selalu membuat dirinya kuat. Akan tetapi, sekarang wanita itu sudah tidak bersamanya lagi, meninggalkan dirinya dan putri kecilnya.

"Jika kamu melihatnya, pasti kamu akan heran. Kenapa dia sangat mirip denganmu. Baik dalam tingkah laku, ataupun kesukaan. Dia seperti membawa dirimu kembali, bahkan untuk memarahinya aku tidak sanggup. Seharusnya kamu bersamaku, membesarkan dia. Tapi, kita ditakdirkan untuk tidak bersama," kata Mahendra, menghapus air mata yang lolos ke pipi.

Sekali lagi dia mengusap foto itu, seakan hanya hal itu yang bisa membuat hatinya lega. Setiap waktu, hanya itu yang mampu membuat dirinya tenang. Mau selama apa pun orang itu pergi, kenangannya masih membekas dalam hati. Sampai kapan pun, akan tetap sama.

Terkadang hati itu tidak pernah bisa bohong, kita boleh mengucap hal sebaliknya. Tapi, di hati kecil kita. Tersirat kata sebaliknya. Karena itu, hati tidak pernah salah. Ikutilah kata hati, maka kamu akan damai menjalani kehidupan ini.

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

7 NAGA BEREBUT RAGA
7 NAGA BEREBUT RAGA
Dalam 7 NAGA BEREBUT RAGA, Davey yang lemah harus berbagi tubuh dengan Raja Naga berusia 12.000 tahun. Bergenre fantasy modern, mereka memulai misi balas dendam merebut Torres Group dari keturunan Ming. Baca fantasy novel penuh aksi ini di platform web novel terbaik sekarang.
Bayangan Mafia Mengintai Setiap Nafasku
Bayangan Mafia Mengintai Setiap Nafasku
Dalam Bayangan Mafia Mengintai Setiap Nafasku, seorang mahasiswi terjebak obsesi Kaelion, pewaris mafia Italia. Mafia novel ini mengisahkan perjuangan mempertahankan kebebasan dari jeratan kekuasaan. Baca romance stories penuh konflik ini di webnovel untuk mengikuti takdir mereka.
Jeritan yang Tak Terdengar
Jeritan yang Tak Terdengar
Baca Novel Online Jeritan yang Tak Terdengar. Novel misteri horor ini mengisahkan Yolanda yang dikurung di ruang bawah tanah oleh ayahnya akibat tuduhan palsu hingga tewas mengenaskan. Temukan kisah tragis penuh dendam dalam rilis buku baru bergenre thriller modern ini.
Kesempatan Kedua dengan Kekasih yang Dicemooh
Kesempatan Kedua dengan Kekasih yang Dicemooh
Dalam Kesempatan Kedua dengan Kekasih yang Dicemooh, Johanna terjebak hutang keluarga hingga menjadi kekasih simpanan Carson. Namun, pengkhianatan dalam billionaire romance novels ini memaksanya bangkit mandiri. Saat bertemu kembali, mampukah Carson merebut hatinya di web novel ini?
Mimpi yang Mengubah Hidup: Si Malaikat
Mimpi yang Mengubah Hidup: Si Malaikat
Novel romantis modern Mimpi yang Mengubah Hidup: Si Malaikat mengisahkan dilema seorang wanita setelah berbagi ranjang dengan pria asing dan sahabatnya. Janji pertanggungjawaban setelah kecupan rahasia di pagi hari mengubah segalanya. Baca buku online gratis ini sekarang.
Of Love Trilogy
Of Love Trilogy
Dalam Of Love Trilogy, Ayana terjebak hutang suaminya hingga terlibat cinta satu malam dengan Arga, seorang pengusaha sukses. Meski Arga terikat perjanjian bisnis dengan Sheryl, gairah ini mengubah segalanya. Baca billionaire romance novels ini untuk mengikuti konflik cinta dan ambisi.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Abadi dalam Waktu
Abadi dalam Waktu
Orang paling berkuasa di Kota Jata, Arman, akan segera meninggal dunia. Namun, sebelum pergi, ada seseorang yang dia rindukan, membuatnya enggan mengembuskan napas terakhir. Saat itu, seorang wanita cantik jelita bernama Nadira mengetuk pintu rumah Keluarga Candra. Keluarga Candra mengira dia adalah keturunan dari orang yang dicintai Tuan Arman. Namun, ketika Nadira bertemu dengan Tuan Arman, Tuan Arman mengungkapkan kebenaran yang mengejutkan.
Aku Menjadi Ibu Tiri di Tahun 80-an
Aku Menjadi Ibu Tiri di Tahun 80-an
Sari terbangun dan menyadari dirinya telah terlempar ke tahun 80-an. Tidak hanya menjadi anak angkat yang diusir dari rumah, dia juga harus menggantikan anak kandung keluarga itu untuk menikahi seorang duda tua dengan dua anak. Apa? Jadi ibu tanpa rasa sakit? Ada hal sebaik itu? Tanpa pikir panjang, Sari memutuskan untuk menikah. Ternyata, sang duda tidak hanya tinggi dan tampan, tapi juga selalu memberinya uang tanpa banyak bicara.
Empat Rahasia Kecil
Empat Rahasia Kecil
Wanita itu pernah menjadi pewaris kaya, tetapi hidupnya berubah secara dramatis ketika orang tuanya koma setelah kecelakaan dan tunangannya berselingkuh. Secara kebetulan, dia hamil anak seorang pria tetapi secara keliru percaya ayahnya adalah orang lain. Bertahun-tahun kemudian, dia kembali dengan anaknya dan bertemu lagi dengan pria itu, menjadi bawahannya. Tidak menyadari bahwa bosnya adalah ayah kandung dari anaknya, serangkaian kesalahpahaman terjadi, membawa mereka lebih dekat. Akhirnya, kebenaran terungkap, menyelesaikan kesalahpahaman mereka dan membiarkan kasih berkembang, yang berpuncak pada keluarga yang bersukacita.
Sosialita Mematikan
Sosialita Mematikan
Geng Elia, organisasi pembunuh bayaran paling legendaris di dunia, dipimpin oleh Eliana yang suatu hari menemukan kenyataan bahwa dirinya adalah putri hilang keluarga Morrison. Dia pun kembali ke keluarganya dengan menyamar sebagai wanita lemah dan penurut, menerima perlindungan dan kasih sayang mereka. Namun, kedamaian itu tidak berlangsung lama. Aiden, yang haus kekuasaan, bersekongkol dengan geng kriminal untuk mengungkap identitas Eliana dan menghancurkan keluarga Morrison. Dalam situasi berbahaya ini, Eliana justru menemukan sekutu yang tak terduga. Sadie, saudara angkatnya yang awalnya merupakan rival, akhirnya berdiri di pihaknya. Begitu pula Matthew, yang selama ini dikenal sebagai playboy, ternyata adalah pemimpin dari Geng Vlesver yang disegani. Bersama mereka, Eliana berhasil menggagalkan semua konspirasi jahat yang mengancam, dan membuktikan kapabilitasnya sebagai pemimpin yang disegani.
Sang Pewaris yang Hilang
Sang Pewaris yang Hilang
Tujuh tahun setelah kepergian Lexi, sang kekasihnya, seorang taipan bernama Vincent menemukan seorang ibu dan anak yang terlunta di jalan. Terpukul oleh wajah wanita yang mirip sekali dengan Lexi dan cincin berliannya yang tak asing, Vincent pun menyimpulkan mereka adalah penipu. Kebenaran akhirnya terungkap saat putri mereka, Dorothy, datang memohon bantuan. Tes DNA yang dilakukan atas permintaan kakek Vincent membuktikan bahwa Dorothy adalah anak kandungnya. Fakta ini sekaligus menyingkap konspirasi yang telah berjalan selama tujuh tahun, direncanakan oleh Yvonne, pengagum Vincent yang tergila-gila. Tanpa sedikit pun penyesalan, Yvonne mulai menyusun rencana berikutnya untuk mengincar keluarga yang baru bersatu ini.
Mawar di Medan Perang
Mawar di Medan Perang
Demi menenangkan hati ibunya, Keeyara dinikahkan dengan Savero, pilihan ibunya, dan menjadi seorang istri yang lembut dan anggun.Pada malam pertama pernikahan, Savero pergi berperang. Namun, begitu Savero pulang, hal pertama yang dia lakukan adalah untuk menikahi wanita lain.Keeyara langsung mengajukan permohonan cerai dan kembali mengangkat tombaknya dan membangkitkan kejayaan keluarga yang ditinggalkan ayahnya. Dia kemudian menemukan jodoh sejatinya, yaitu Raja Arkana.