Logo
Dia Bukan Milikku
Dia Bukan Milikku

Dia Bukan Milikku

56 Bab
Tamat
Dalam romance novel Dia Bukan Milikku, Letnan Imam menghadapi dilema pasca dikhianati Serda Resti. Saat merajut cinta dengan Dokter Utami, muncul Lita yang menguji kesetiaannya. Baca kisah modern novel penuh intrik ini untuk melihat akhir perjuangan sang abdi negara di web novel ini.
Bab 1 dari Dia Bukan Milikku

Aku adalah seorang prajurit Marinir berpangkat Letnan Satu bernama Muhammad Imam Setiawan. Hari ini aku menginjakkan kaki ke bumi pertiwi setelah tiga puluh bulan bertugas bersama pasukan perdamaian dunia di Lebanon.

Di Lantamal V Surabaya ini aku tak dijemput seorangpun. Kartika, adikku sedang melahirkan di Kertosono, kota kelahiranku. Sejak dua hari yang lalu Kartika diberitakan sudah mengalami kontraksi, namun sampai pagi hari ini belum ada kabar kelahiran cucu pertama dari kedua orang tuaku. Sebelum kepulanganku ke tanah air, aku sudah berpesan pada bapak dan ibu untuk menemani Kartika sampai dengan selesai persalinan, tak perlu menjemputku di Surabaya.

Hiruk pikuk para keluarga yang menjemput pasukan kami tampak melepas haru. Aku sendiri yang datang tanpa jemputan sanak saudara. Ada harapan di hati ini untuk dijemput oleh Resti, sang pujaan hati. Sudah beberapa bulan ini nomor ponselnya tidak aktif, mungkin dia ganti nomor tanpa memberi tahuku. Tak masalah bagiku, karena aku telah berjanji akan menikahinya selepas pulang dari Lebanon.

Setelah mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru, tampak sosok anggun yang selama ini memenuhi ruang hati. Dia terlihat celingukan mencari diriku. Aku mendekat dan berbisik dari arah belakang, “Cari siapa?”

Wanita cantik itu berbalik, lalu memberikan hormat padaku, aku membalas hormatnya lalu tersenyum. “Selamat datang di bumi pertiwi Letnan.”

Kami berjalan beriringan meninggalkan kerumunan, “Apa kabarnya Dek?”

“Alhamdulillah baik, Mas. Mas apa kabarnya? Tambah hitam aja.” ucapnya sambil mengulum senyum yang sangat menggemaskan.

“Beneran kerja berarti.” Resti malah tertawa renyah.

“Dek Resti sudah sarapan? Mas pengen ngerasain soto nih. Kayaknya hampir lupa rasanya soto.”

“Ayo kita ke kantin, nanti Resti traktir Mas, biar inget sama makanan Indonesia.”

“Dek Resti duluan ya, Mas mau naro ransel dulu di mess. Pesan aja duluan ya!”

“Iya, Mas. Mau kopi atau teh?”

“Kopi hitam aja.” Resti mengangguk sambil tersenyum yang membuatku semakin dimabuk cinta.

Pandanganku menyisir seluruh area kantin, terlihat seorang kowal berpangkat sersan satu melambaikan tangan padaku. Aku mendekat sambil menebar senyum.

“Soto dan kopinya sudah datang, silahkan dinikmati.”

Sambil makan, aku bercerita tentang kisahku ketika berdinas di Lebanon. Resti tampak antusias menyimak ceritaku. Setelah selesai makan aku mengeluarkan sebuah gelang buatan warga Lebanon lalu memberikannya ke Resti, “Mas belum sempat beli yang mahal, ini hasil karya dari warga di Lebanon. Mas bawa banyak buat oleh-oleh, ini yang pantas buat Dek Resti.”

“Wah, terima kasih ya.” Resti langsung memakai gelang itu.

“Oh ya, Mas. Keluargamu kok gak ada yang jemput?”

“Kartika sedang melahirkan, bapak sama ibu siaga nunggu cucu pertamanya. Setelah ini Mas mau pulang ke Kertosono, supaya bisa sholat Jum’at bareng bapak di kampung.”

“Salam untuk bapak dan ibu ya, semoga persalinan Kartika diberi kemudahan dan kelancaran, ibu dan bayinya sehat semua.”

“Amin, terima kasih doanya. Kayaknya Mas ga bisa lama-lama disini, mau izin komandan dulu biar bisa pinjam mobil untuk pulang.”

“Hati-hati di jalan.” Pipinya yang semu menambah aura cantik Resti, ditambah polesan lipstik warna nude membuatku enggan beranjak.

“Ayo berangkat, nanti keburu siang lho!”

Aku berdiri sambil mengangguk, “Terima kasih traktirannya,” ucapku lalu menjauh, Resti memberiku hormat, kemudian aku membalas hormatnya dan pergi.

***

Satu jam perjalanan Surabaya-Kertosono, mobil yang kukendarai berhenti dirumah bapak. Pintu rumah terkunci, berkali-kali aku mengucap salam namun tak ada balasan dari dalam rumah. Aku memutar ke samping, di bagian samping rumah terdapat Masjid. Setelah bebersih diri, aku masuk ke Masjid lalu sholat sunah dua rakaat. Membaringkan badan kemudian memejamkan mata, merasakan ketenangan dan kenyamanan di rumah Allah, di kampung halaman tercinta.

Tiba waktu Zuhur, aku mengumandangkan adzan memanggil warga sekitar untuk menunaikan ibadah sholat Jum’at. Selesai membacakan adzan beberapa warga yang sudah datang menyalamiku dan menyapa ala kadarnya. Dari penjelasan para tetangga, aku menyimpulkan bahwa bapak dan ibu masih di klinik tempat Kartika bersalin. Lalu pandanganku menjurus pada sosok pria yang paling pertama kulihat dimuka bumi ini. Bapak masuk ke dalam masjid dengan menggunakan baju koko coklat dan peci hitam berjalan ke arahku. Aku berlutut di depannya, lalu mencium punggung tangan yang hampir keriput. Bapak mengangkat bahuku, kemudian merangkulku sangat lama. Butiran air mata sontak mencelos dari kedua sudut mataku.

“Maafin Imam, Pak.”

“Kamu gak salah, kenapa minta maaf. Kartika sudah melahirkan tadi subuh, anaknya perempuan, sehat. Ibumu masih nunggu di klinik.”

“Alhamdulillah.”

Selesai sholat Jum’at, aku dan bapak menyusul ibu ke klinik. Sosok wanita terhebatku menunggu di depan klinik. Aku segera berlutut dan mencium tangannya, ibu merangkulku dengan penuh kasih sayang. Dua tahun setengah kepergianku ke Lebanon bukanlah waktu singkat, kuusap lelehan air mata ibu yang menggenang di pipinya yang tirus. “Aku sudah pulang, Bu. Alhamdulillah Allah melindungiku berkat doa bapak dan ibu.”

Ibu menarikku ke dalam ruang perawatan, Kartika adikku duduk bersandar sambil menggendong bayi mungil, “Le, Pakde datang.”

Kartika meraih tanganku dan mencium punggung tangan kananku, lalu aku mencium bayi merah itu.

Malam ini kami semua sudah berkumpul di rumah bapak. Kami mengobrol hingga larut malam, hingga akhirnya bapak berkata, “Mam, kapan kamu mau nikah? Sekarang kamu sudah jadi pakde. Jangan sampai dilangkahi oleh Aisyah, sebentar lagi dia lulus jadi perawat berarti dia juga siap nikah.”

Aku tersenyum mendengar pertanyaan bapak, “insya allah sebentar lagi pak, gadis yang Imam sukai juga sudah siap. Imam akan mengatur waktu yang tepat agar bapak melamarnya untuk Imam.”

“Alhamdulillah kalau begitu, Ibu yakin pilihanmu tidak salah. Meski begitu, jangan pernah berhenti berdoa, minta petunjuk pada gusti Allah untuk jalan yang terbaik,” ibu memberi saran.

“Iya, Buk,” jawabku

“Kamu punya fotonya? Bapak pengen liat calon mantu pilihanmu,” pinta bapak.

Aku mengeluarkan ponsel dan menunjukkan beberapa foto Resti, baik yang sendiri maupun yang bersamaku.”

“Ayu tenan, gak salah pilih, Mam!” Bapak tampak senang melihat gadis cantik itu.

“Ternyata selera anak Ibu kowal toh,” Ibu berkata sambil melirikku.

Aku hanya mengulum senyum mendengar komentar positif dari kedua orang tuaku.

“Orang tuanya sudah tau kalau kamu suka sama anaknya?” tanya bapak.

“Bapaknya komandan Imam dulu sebelum dinas ke Lebanon, kalau mau pesiar bareng Resti biasanya Imam selalu izin sama komandan.”

“Oh, namanya Resti.”

“Syukurlah kalau begitu.”

***

Senin pagi aku sudah bersiap di pinggir lapangan persiapan apel rutin. Dari jauh aku melihat sebuah mobil berhenti digerbang. Dari balik kaca mobil aku jelas melihat Resti diantar seseorang, lalu Resti mencium tangan orang itu, kemudian Resti keluar dan memberi lambaian tangan ketika mobil itu menjauh. Siapa yang mengantar Resti? Hati ini mulai merasa perih. Tak jauh dari tempatku berdiri, lewatlah pak Diman yang baru saja membersihkan pekarangan.

“Pak Diman, tadi itu siapa yang mengantar Serda Resti?”

“Oh, Innova item itu ya? Itu suaminya, Letnan.”

Duar…. Kepala ini serasa tertimpa batu ratusan kilo.

“Serda Resti anaknya Kolonel Teguh sudah menikah?”

“Sudah, mungkin sekitar enam bulan yang lalu. Kalau gak salah Serda Resti itu baru sembuh, kemarin mabuk hamil muda. Baru minggu kemarin beliau aktif dinas lagi.”

Aku menghembuskan nafas kasar, kecewa ini sudah sampai di ubun-ubun.

Resti, kenapa kamu tega menikah dengan orang lain tanpa memberi tau aku, kenapa kamu menitipkan salam untuk kedua orang tuaku, kenapa kamu menjemputku ketika aku baru datang, kenapa kamu memberiku harapan, kenapa ….

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

DENDAM CINTA
DENDAM CINTA
Dalam DENDAM CINTA, Fanila bereinkarnasi ke tubuh Ziana demi membalas pengkhianatan mantan kekasihnya. Di tengah misi penuh aksi, ia harus memilih antara menuntaskan dendam atau menjaga cinta barunya. Baca fantasy romance ini di platform web novel kami sekarang.
Dinginnya Bodyguard, Hangatnya Cinta
Dinginnya Bodyguard, Hangatnya Cinta
Dalam novel Dinginnya Bodyguard, Hangatnya Cinta, Rafael sang mantan pasukan khusus harus melindungi Alexa, pewaris politik dari ancaman pembunuhan. Romance novel penuh aksi ini menguji profesionalitas Rafael saat misi perlindungan berubah menjadi ketertarikan yang sulit dikendalikan.
Disangka miskin diperantauan
Disangka miskin diperantauan
Dalam novel modern Disangka miskin diperantauan, Sisil bertekad membalas dendam pada keluarga besar yang mengucilkannya. Ia berjuang mengangkat derajat orang tuanya di tengah konflik action dan intrik romance fiction books untuk membuktikan kesuksesannya sebagai sosok yang tak lagi bisa diremehkan.
Dokter Iblis Yang Tak Tertandingi
Dokter Iblis Yang Tak Tertandingi
Dalam fantasy novel Dokter Iblis Yang Tak Tertandingi, Zhao Erhu harus turun gunung demi menjalankan wasiat terakhir gurunya. Ia wajib menemukan tujuh kakak perempuannya untuk menyelamatkan nyawa mereka dari ancaman kematian dalam kisah adventure story yang penuh aksi dan misteri ini.
Mengambil Alih Identitas Kakakku
Mengambil Alih Identitas Kakakku
Baca Novel Online Mengambil Alih Identitas Kakakku, sebuah novel misteri horor tentang aksi balas dendam seorang adik. Setelah sang kakak tewas tragis akibat dikhianati sahabatnya, Ginny, sang adik bertekad memburu dan menghabisi semua pelaku tanpa ampun demi keadilan.
Pembalasan Dendam Sang Pemeran Figuran
Pembalasan Dendam Sang Pemeran Figuran
Dalam novel fantasi romantis Pembalasan Dendam Sang Pemeran Figuran, Anggi terlahir kembali di hari pernikahannya dengan Luis Giandra yang kejam. Bertekad membalas pengabaian keluarganya, dia menggunakan strategi militer dan medis untuk bangkit. Baca novel online gratis ini sekarang.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

[Versi suara dubbing] Meninggalkan Yang Salah, Memeluk Yang Benar
[Versi suara dubbing] Meninggalkan Yang Salah, Memeluk Yang Benar
Ibu yang bangkit kembali meninggalkan hubungan yang salah, memanjakan dan melindungi anak perempuannya dengan keterampilan menjahit, menghukum orang jahat, bertemu dengan pria baik, dan menjalani kehidupan bahagia bersama anaknya.
Takdir yang Kutulis Ulang
Takdir yang Kutulis Ulang
Di kehidupan sebelumnya, dia telah mengorbankan segalanya untuk membiayai ayah dan tiga kakak laki-lakinya hingga mereka sukses. Namun, saat kakak perempuannya yang hilang tiba-tiba kembali dan merebut semua kasih sayang keluarga, dia pun merasa dikhianati. Saat membuka mata lagi, dia mendapati dirinya terlahir kembali ke masa ketika orang tuanya hendak bercerai. Kali ini, dia memutuskan untuk meninggalkan ayah dan para kakaknya yang tak tahu balas budi, lalu memilih untuk mengikuti ibunya yang akan membangun hidup baru di keluarga konglomerat.
Bangkitlah, Lena!
Bangkitlah, Lena!
Di tempat kerja dan rumah, Lena Lesley terus menjadi korban perundungan, ditindas suami bejat dan ibu mertua kejam. Hidupnya runtuh saat didiagnosis kanker lambung stadium akhir. Di ambang bunuh diri, ia mendadak memenangkan lotre, lalu mengetahui perselingkuhan suami dan pengkhianatan keluarga. Di titik tergelap, Juan Karz muncul, membangkitkan bakat dan tekad Lena untuk balas dendam. Namun di ujung kebangkitan itu, tersembunyi pembalikan takdir tak terduga.
Karma di Era 80
Karma di Era 80
Pada tahun 1980-an, Doni ditipu oleh ibu dan adiknya agar tidak membagi harta keluarga, yang menyebabkan istri dan putrinya dianiaya oleh keluarganya, sedangkan Doni menghabiskan seluruh hidupnya sebagai buruh di Pabrik Pakan Sindo. Setelah pabrik pakan mulai menghasilkan uang, Doni malah dibunuh secara tragis oleh adik iparnya. Setelah terlahir kembali, Doni bersikeras membagi harta keluarga dan kembali ke pedesaan bersama istri dan putrinya. Lalu, dia mendapati kolam ladang dipenuhi udang karang yang sangat mengganggu penduduk desa. Doni memutuskan untuk membuka jalan menuju kesejahteraan bagi keluarganya dengan menjual udang karang.
Menjadi Kesayangan si CEO Tampan
Menjadi Kesayangan si CEO Tampan
Jane Fora si anak magang secara kebetulan bertemu John Truan si CEO. Jane hamil setelah mereka tidur akibat mabuk. John pun memanjakan Jane dan mendukung cita-citanya sebagai perancang perhiasan. Seiring berjalannya waktu, pernikahan yang semula hanyalah kontrak berubah menjadi cinta sejati.
Tidak Pernah Melihat ke Belakang
Tidak Pernah Melihat ke Belakang
Ketika orang tua Kaylyn meninggal, dia bertemu Kevan, yang menjadi tuli dan bisu karena kecelakaan mobil. Untuk menyelamatkan pria itu dari gangguan bunuh diri, Kaylyn berpura-pura terlahir tuli dan bisu. Selama 5 tahun berikutnya, mereka menavigasi melalui tantangan hidup bersama, menjadi pasangan. Namun, begitu Kevan mendapatkan kembali kesehatannya dan masuk kembali ke lingkaran sosial elit, dia merasa malu dengan pacarnya yang bisu, terbelah antara cinta dan harapan masyarakat. Selama waktu ini, Kaylyn secara bertahap terbangun pada dirinya sendiri yang sebenarnya, merebut kembali identitasnya sebagai pewaris kerajaan bisnis yang kuat. Dia mengungkapkan rahasianya bahwa dia tidak bisu. Dengan dukungan kakeknya, dia menemukan kembali diri dan warisannya yang sebenarnya dan akhirnya melepaskan hubungan itu.