Logo
Dekapan Gairah Mafia Kejam
Dekapan Gairah Mafia Kejam

Dekapan Gairah Mafia Kejam

53 Bab
Tamat
Dalam Dekapan Gairah Mafia Kejam, Isabella menjadi tawanan Lorenzo setelah keluarganya dibantai. Di tengah rencana balas dendam, ia terjebak gairah dan kehamilan tak terduga. Baca mafia romance books ini untuk melihat konflik loyalitas dalam sebuah romance novel penuh aksi.
Bab 1 dari Dekapan Gairah Mafia Kejam

"Jangan sisakan satupun nyawa. Bunuh semuanya!"

Angin malam membawa aroma kematian ke seluruh sudut kediaman keluarga Moretti. Jeritan dari para penjaga yang tumbang satu per satu terdengar seperti simfoni suram, mengiringi bayang-bayang kematian yang semakin mendekat.

Api mulai menjilat pintu utama rumah megah itu, sementara Lorenzo Ricciardi berdiri dengan tatapan dingin di halaman depan. Wajahnya seperti diukir dari batu, tanpa emosi, meskipun tangannya baru saja menodai nyawa.

"Pastikan tidak ada yang tersisa!" perintah Lorenzo kepada anak buahnya dengan suara tegas.

Anak buahnya bergegas memborbardir, suara tembakan menggema, diikuti oleh jeritan kesakitan yang segera lenyap menjadi keheningan. Lorenzo mengayunkan kakinya ke arah pintu utama yang kini terbuka.

"Mereka pasti bersembunyi di dalam. Temukan mereka!"

Di lantai atas rumah, Isabella Moretti gemetar di balik lemari besar di kamar tidurnya. Hatinya berdetak seperti genderang perang, menenggelamkan suara apa pun di sekitarnya.

Namun, ia tahu ia tahu siapa yang datang malam ini. Lorenzo Ricciardi, pria yang sering disebut 'Malaikat Maut' oleh dunia bawah tanah.

"Orang tuaku salah apa? Sampai dibunuh dan rumahku dihancurkan begini," gumamnya pelan, tangannya erat memegang salib kecil di lehernya.

Ia mendengar langkah berat mendekat ke kamar. Isabella menggigit bibirnya, mencoba menahan napas. Ketika pintu kamar terbuka dengan keras, detik waktu terasa kian melambat.

"Periksa semua tempat." Terdengar suara salah satu anak buah Lorenzo. "Gadis itu harusnya ada di sini."

Isabella tahu ia tak punya banyak waktu. Diam-diam, ia merangkak keluar dari balik lemari, mencoba mencapai jendela untuk melarikan diri.

Namun saat ia hampir membuka kaca, suara bariton menghentikannya. "Jangan bergerak!"

Isabella berbalik dengan perlahan. Lorenzo berdiri di sana, tubuhnya menjulang tinggi dengan mantel hitam panjang yang berkibar tertiup angin dari jendela. Kilatan matanya tajam menusuk ke dalam iris Isabella.

"Jadi, kau putri Moretti?" Lorenzo berjalan mendekat, sepatu hitamnya berderap di lantai marmer. "Yang selalu dipuja-puja itu?"

Isabella mencoba menegakkan tubuhnya meskipun kakinya gemetar. "Kalau kau datang untuk membunuhku, lakukan saja sekarang."

"Berani sekali," gumam Lorenzo dengan senyum sinis. "Seperti ayahmu."

"DON'T!" Isabella berteriak, matanya berkaca-kaca. "Jangan sebut namanya dari mulutmu yang kotor itu!"

Lorenzo menghentikan langkahnya. Sejenak, ada kilatan emosi di matanya. "Kau memang berbeda," katanya dingin. "Kebanyakan akan memohon untuk hidup mereka. Tapi kau ... malah ingin mati seperti ini?"

"Lebih baik mati daripada menyerah pada iblis sepertimu!"

Mendengar itu, Lorenzo mengangkat sebelah alisnya, seolah terhibur. "Menarik. Tapi aku tidak akan memberimu kematian secepat ini."

Isabella menatapnya dengan bingung. "Apa maksudmu?"

Lorenzo mendekat, jaraknya kini hanya beberapa inci dari Isabella. "Aku ingin kau menderita. Kehilangan segalanya, termasuk harga dirimu." Suaranya seperti bisikan iblis yang merasuk ke dalam pikirannya. "Tapi aku tidak akan membunuhmu. Ah, maksudku ... belum."

"Lakukan apa saja padaku, tapi aku bersumpah, aku akan membalas dendam untuk keluargaku," ujar Isabella dengan tegas, meskipun air mata mulai mengalir di pipinya.

Lorenzo mendekatkan wajahnya, begitu dekat hingga Isabella bisa merasakan napas hangatnya. "Kau akan mencoba, tapi aku pastikan kau tidak akan berhasil." Ia menoleh pada anak buahnya yang menunggu di ambang pintu. "Bawa dia ke mobil."

Isabella mencoba melawan saat dua pria kekar mencengkeram lengannya, tapi tenaganya tidak sebanding. Ia diseret keluar dari kamar, meninggalkan rumah yang kini hampir rata dengan tanah.

Di perjalanan menuju markas Lorenzo, Isabella duduk di kursi belakang mobil, tangan dan kakinya terikat. Matanya memandang kosong ke jendela, menyaksikan nyala api dari kejauhan yang menandakan akhir hidupnya yang dulu.

"Kau menang hari ini, Lorenzo," katanya dengan suara rendah. "Tapi aku akan kembali untuk menghancurkanmu."

Lorenzo, yang duduk di kursi depan, mendengar setiap kata itu. Ia hanya menoleh sebentar dan memberikan senyuman kecil. "Kita lihat saja. Atau malah pada akhirnya ... kau akan tunduk padaku."

Isabella memalingkan wajahnya, mencoba menyembunyikan air matanya. Di dalam hatinya, dendam membara, tetapi di sudut kecil yang tak mau ia akui, ada rasa takut yang mulai menjalar.

Mobil berhenti di depan sebuah mansion besar yang dikelilingi tembok tinggi dan pagar besi hitam. Cahaya lampu menerangi gerbang yang tampak seperti penjara, tempat Isabella tahu dia tidak akan keluar dengan mudah.

Lorenzo turun dari mobil lebih dulu, memberi isyarat kepada anak buahnya untuk membawa Isabella masuk. Dengan tangan terikat, Isabella diseret menuju pintu depan. Ia melawan sekuat tenaga, tetapi genggaman pria-pria itu terlalu kuat.

"Jangan sentuh aku!" Isabella berteriak, matanya menyala penuh kemarahan.

"Kau ini memang penuh perlawanan, ya," Lorenzo berkata santai sambil berjalan di depannya. "Tapi percuma saja. Tidak ada yang mendengar teriakanmu di sini."

"Aku akan membunuhmu, Lorenzo. Apa pun caranya," desis Isabella, berusaha menyembunyikan ketakutannya.

Lorenzo berhenti di depan pintu besar mansion, menoleh dengan tatapan tajam. "Kau bisa mencoba, tapi aku ingin melihat bagaimana kau melakukannya saat kau bahkan tidak bisa kabur dari rumah ini."

Di dalam mansion, Isabella dilemparkan ke sebuah kamar besar. Tempat tidur dengan sprei hitam tampak mencolok di tengah ruangan, sementara sudut lainnya dihiasi dengan rak buku dan meja kerja yang penuh dokumen.

"Ini akan menjadi kamarmu," kata Lorenzo dengan nada dingin, sambil membuka jasnya dan meletakkannya di kursi. "Aku akan memastikan kau memiliki segala yang kau butuhkan, kecuali kebebasanmu."

Isabella berdiri di sudut ruangan, menatapnya penuh kebencian. "Aku bukan mainanmu, Lorenzo."

Lorenzo melangkah mendekat, sorot matanya penuh dominasi. "Kau adalah milikku sekarang, Isabella. Aku bisa melakukan apa saja yang aku mau."

"Tidak ada yang bisa membuatku tunduk padamu," jawab Isabella dengan nada tegas.

Lorenzo tersenyum kecil, matanya menelusuri wajah Isabella. "Kita lihat nanti," katanya, suaranya rendah. "Bukan hanya tunduk, Bella. Bahkan, aku akan membuatmu menanggalkan semua bajumu di hadapanku."

Isabella meronta sekuat tenaga saat tiba-tiba Lorenzo mencengkeram lengannya dan menyeretnya tubuhnya ke dekat ranjang.

Napasnya terengah, campuran antara rasa takut dan kemarahan menyelubungi dirinya. Namun, Lorenzo seolah tak peduli. Sorot matanya mengintimidasi tajam, memancarkan ketegasan bahwa dia adalah penguasa malam itu.

"Berhenti melawan, Isabella," desis Lorenzo, nadanya datar. "Semakin kau melawan, semakin sulit malam ini untukmu."

"Persetan dengan ancamanmu!" Isabella meludah ke arah Lorenzo, matanya berkobar dengan kemarahan yang tak terhingga.

Lorenzo berhenti sejenak, menyeka pipinya dengan tenang, sebelum menarik Isabella lebih keras hingga tubuhnya terhempas ke kasur. Isabella mencoba bangkit, tapi Lorenzo lebih cepat. Dalam sekejap, tubuhnya sudah berada di atasnya, menindihnya dengan satu tangan yang kuat menahan kedua pergelangan tangannya di atas kepala.

"Jika aku mau, kau tidak akan punya kesempatan untuk bicara lagi," bisiknya, wajahnya hanya beberapa inci dari wajah Isabella. Suara rendahnya mengalir seperti racun, menusuk ke dalam ketakutan Isabella. "Tapi aku ingin kau mengerti sesuatu, Isabella. Kau tidak bisa lari. Tidak malam ini, dan tidak selamanya."

Tubuh Isabella, tapi ia tidak ingin menyerah. "Kau pikir aku akan takut pada ancamanmu? Kau salah besar, Lorenzo!"

Senyum dingin Lorenzo terukir di wajahnya. "Aku suka perlawananmu. Tapi aku akan lebih suka melihatnya hancur perlahan."

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Comeback With You
Comeback With You
Dalam novel Comeback With You, Laluna berjuang bertahan hidup di Nepal sebagai pencuri demi menyelamatkan teman-temannya. Pertemuannya dengan tentara Indonesia dalam misi rahasia memicu adventure penuh aksi. Baca romance novel ini untuk melihat perjuangan mereka melawan perdagangan manusia.
Dokter Iblis Yang Tak Tertandingi
Dokter Iblis Yang Tak Tertandingi
Dalam fantasy novel Dokter Iblis Yang Tak Tertandingi, Zhao Erhu harus turun gunung demi menjalankan wasiat terakhir gurunya. Ia wajib menemukan tujuh kakak perempuannya untuk menyelamatkan nyawa mereka dari ancaman kematian dalam kisah adventure story yang penuh aksi dan misteri ini.
Kenangan Obsidian
Kenangan Obsidian
Dalam fantasy novel Kenangan Obsidian, Asha harus menguasai kekuatan abu demi melawan manipulasi Penjaga kuno. Bersama Kael yang membatu, mereka menghadapi pengkhianatan di tengah pemberontakan besar. Baca adventure story penuh aksi ini dan temukan rahasia di balik perang antar ras.
Nelangsa TAKDIR
Nelangsa TAKDIR
Dalam novel Nelangsa TAKDIR, Eddith terjebak dalam ambisi Caleb yang kini menjadi sosok kejam. Pertemuan kembali setelah belasan tahun memicu konflik saat ingatan Eddith hilang. Baca romance novel berbalut action ini untuk mengikuti perjuangan Eddith bertahan hidup di web novel yang penuh ketegangan.
Occidens
Occidens
Dalam fantasy novel Occidens, Edgar berjuang melawan kutukan akibat darah campurannya. Saat cintanya pada Selena tumbuh, takdir memaksanya memimpin klan demon tanpa pendamping. Ikuti kisah penuh action dan adventure ini dalam webnovel yang menguji batas antara kekuasaan dan pengabdian.
Penyesalan Mantan Suamiku
Penyesalan Mantan Suamiku
Dalam Penyesalan Mantan Suamiku, Sophia dikhianati Nathan saat hamil hingga hampir kehilangan nyawa. Kini ia bangkit di romance novel ini untuk memulai hidup baru. Namun, saat Sophia akan menikah lagi, sang mantan kembali menuntut haknya. Simak kisah modern novel ini selengkapnya.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Bayinya Terjebak oleh Miliarder
Bayinya Terjebak oleh Miliarder
Ketika kanker adik perempuannya memburuk, dia mendapati dirinya menandatangani kontrak untuk melahirkan pewaris miliarder misterius. Namun, ketika membuktikan hubungan mereka dengan kakeknya CEO ternyata lebih sulit dari yang dibayangkan. Sedangkan hubungan dia dengan CEO makin lama makin dekat, meskipun satu-satunya aturan dalam kontrak adalah tidak boleh jatuh cinta.
Cinta yang Terlambat
Cinta yang Terlambat
Putri Jillian, Stella, meninggal dalam insiden runtuhnya taman kanak-kanak. Suaminya, Nicholas, bergegas menyelamatkan, tetapi sibuk menyelamatkan putri Irene, wanita yang dicintainya. Sebelum meninggal, Stella bertanya kepada Jillian mengapa ayahnya tidak datang untuk menyelamatkannya, membuat Jillian putus asa. Nicholas tidak muncul di pemakaman Stella, karena dia sibuk merawat Irene dan putrinya di rumah sakit. Dia baru mengetahui kematian putrinya ketika saudaranya menemukannya. Kesal dengan ketidakhadiran Nicholas di pemakaman, Jillian menuntut cerai. Setelah diselidiki oleh Aydan, Jillian mendapati Nicholas membeli properti untuk Irene, mendorong keputusannya untuk membalas dendam.
Kini Ku Tak Menunggumu Lagi
Kini Ku Tak Menunggumu Lagi
Karena sudah bertunangan di kehidupan sebelumnya, tokoh utama wanita menikah dengan pria brengsek. Kuota masuk universitasnya akhirnya dicuri oleh pria itu dan diberikan pada wanita lain. Selama 50 tahun pernikahan, pria itu bahkan selalu diam-diam memberikan setengah gajinya untuk cinta pertamanya itu. Sementara itu, sang tokoh utama wanita bekerja demi keluarga dan mengurus rumah tangga sampai disebut istri teladan oleh tetangganya. Namun, setelah cinta pertama pria itu meninggal, pria itu langsung bunuh diri. Dia meninggalkan surat wasiat untuk dimakamkan bersama cinta pertamanya, dan semua hartanya diwariskan pada anak perempuan cinta pertamanya. Di kehidupan ini, tokoh utama wanita diam-diam menerima surat penerimaan universitas. Menjelang hari pernikahan, ia justru hanya fokus mempersiapkan masuk kuliah karena dia mau membatalkan pernikahannya, meninggalkan pria itu, dan menyambut hidup barunya di hari pernikahan itu.
[Dijuluki] Kerumitan Kisah Fu: Godaan dari Mantan Istri
[Dijuluki] Kerumitan Kisah Fu: Godaan dari Mantan Istri
Menikah selama tiga tahun tapi belum pernah bertemu dengan suami. Tak terduga, pertemuan pertama mereka ternyata terjadi di...
Kekasih Dunia Maya Saya, CEO Saya
Kekasih Dunia Maya Saya, CEO Saya
Seorang lulusan muda melamar pekerjaan sebagai perancang busana, namun sang CEO mengira dia adalah calon pengantin yang dikirim oleh ibunya. Oleh karena itu, sang CEO sangat pemilih dan kejam terhadapnya, dan mereka tidak akur. Namun, yang tidak ia ketahui adalah bahwa wanita itu sebenarnya adalah pacar online-nya...
Pemburu Kejahatan
Pemburu Kejahatan
Lima tahun lalu, Ferry Lingga dikhianati oleh istrinya hingga orang tuanya tewas dan kakaknya diculik. Setelah lolos dari maut, ia belajar ilmu bela diri dan kembali untuk membalas dendam. Ferry menerobos Geng Naga Bungkas dan menjadi ketua cabang yang disegani. Berjanji akan menciptakan dunia tanpa kejahatan, ia menyapu bersih para musuh lamanya. Saat dalang utama terungkap, Ferry menggunakan caranya sendiri untuk memulihkan kedamaian di Kota Hantara.