Logo
Darah Muda
Darah Muda

Darah Muda

54 Bab
Tamat
Darah Muda mengulas dinamika remaja dalam genre romance modern yang penuh ambisi dan gejolak. Ikuti lika-liku hubungan pelik yang mengajakmu bernostalgia melalui young adult fiction romance books ini. Sebuah web novel tentang pilihan hidup dan konsekuensi rasa di masa muda.
Bab 1 dari Darah Muda

"Gak semua yang kamu lihat itu benar adanya. Sebab kebenaran tak hanya sebatas diindera oleh mata."

-The Young Bloods-

Adam itu sok ganteng, sok dingin dan sok gak peduli-- itulah yang ada di pikiran Hawa. Seperti beberapa menit sebelumnya, lelaki itu melenggang pergi meninggalkannya begitu saja.

Oh iya, dan satu lagi, Adam itu juga tidak peka dan menyebalkan! Kesal Hawa dalam hati.

Saat dia mengatakan bahwa Juna ingin mengantarnya pulang, bukankah Adam harus melarangnya dan tetap mengajaknya pulang bersama seperti biasa? Tapi sekarang apa?! Hawa harus rela pulang bersama Juna-- kakak kelasnya yang sok famous seantero sekolah-- dalam keadaan mulut tertutup rapat. Yah, Hawa terpaksa menerima ajakan Juna.

Syukurlah, mobil yang dikendarai sopir Juna, sudah memasuki kawasan perumahan Indah Permai, itu artinya Hawa akan segera tiba di rumahnya.

"Rumah Hawa di blok A, ya Pak. Jadi berhenti di sini saja ga pa-pa. Udah deket soalnya." Jelas Hawa mencondongkan tubuhnya ke depan seraya menunjuk ke sisi kiri jalan.

"Kak Juna makasih, ya, udah repot-repot nganterin Hawa" Hawa menoleh ke sang supir dan mengatakan terima kasih juga, sebelum ia benar-benar masuk ke halaman rumah di hadapannya.

"Sama-sama Wa, Kakak senang bisa nganter kamu. Kakak pulang ya. Bye!" Jawab Juna dengan kedua ujung bibir tertarik saking senangnya, yang selanjutnya hanya dibalas senyum terpaksa di bibir gadis itu.

Setelah mobil berwarna silver benar-benar hilang di telan kejauhan, Hawa membalas ucapan Juna dengan suara rendah,

"Bye."

Hawa beranjak dari depan gerbang untuk memasuki rumahnya yang saat ini tertutup rapat. Kemana orang di dalamnya? Pikirnya heran.

"Kak?! Ke sini dulu aja!" Suara seorang wanita cantik yang ada di halaman rumah tetangganya, itu berhasil mengintrupsi langkah gontai Hawa. Wanita dengan pipi tirus dan gigi ginsul itu adalah Bundanya--Loly--.

"Iya Bun. Nanti Hawa ke sana. Hawa mau ganti baju dulu, ya Bun"

Sudah Hawa duga, Ayah Bunda dan si adik kecilnya itu sedang bertamu ke rumah tetangga mereka, siapa lagi kalau bukan rumah Syifa dan Ridwan.

"Eh, Kakak tadi kenapa gak barengan sama Adam, pulangnya?" Tanya bundanya penasaran.

"Males! Udah ah, Hawa masuk dulu Bun." Entah kenapa, pertanyaan Bundanya berhasil membuat Hawa kembali sebal mengingat lelaki sok dingin dan tidak peka macam Adam!

***

Hawa sebenarnya malas sekali jika harus bertemu dengan Adam. Akan tetapi, ia juga tak mau jadi anak pembangkang dengan mengabaikan permintaan Bundanya yang menyuruhnya untuk ke rumah tetangga mereka. Siapa lagi kalau bukan rumah si lelaki tidak peka, Adam.

Keluarga Adam dan Hawa memang sudah sangat dekat, bahkan Kakek-Nenek sampai kedua orang tua pun tidak hanya sekadar rekan kerja, tetapi juga sahabat.

Tak heran jika mereka bahkan tinggal di satu perumahan yang sama, bahkan rumah mereka hanya dipisahkan oleh taman.

Hampir dua belas tahun ia selalu bertatap muka dengan anak pertama Tentenya itu, dan hampir setiap hari pula ia dibuat kesal karena Adam acap kali melihatnya sedang tak mengenakan khimar. Fyi, kamar mereka sama-sama terletak di lantai atas rumah masing-masing. Bahkan balkon mereka pun berhadapan satu sama lain.

"Adam! bisa gak sih, gak usah liatin Hawa kalo Hawa lagi gak pake khimar!"

"Gak bisa. Adam punya mata buat ngeliat."

"Ish! Adam ngeselin!"

Dsrettt! Kaca yang memisahkan kamar dengan balkon Hawapun ditutupnya dengan kuat.

Tiap kali Hawa ingat kejadian itu, ia selalu kesal dengan wajah Adam saat itu. Mata lelaki itu bahkan tak berkedip sepersekian detik, membuatnya kelimpungan mencari keberadaan khimar instan yang biasa ia pakai-- yang sayang saat itu ia sedang mengeringkan rambut dan lupa kalau kaca jendelanya masih terbuka lebar-- lalu terjadilah kejadian tak mengenakkan itu.

Jujur, Hawa tidak suka dan sangat takut sesaat setelah kejadian itu. Meskipun dia belum baligh, tapi tetap saja ia merasa kesal jika ada lelaki bukan mahram yang memandang auratnya seperti itu, termasuk Adam sekalipun. Untuk itu, Hawa selalu memastikan jendela kamar serta gordennya tertutup rapat.

"Wa, kok tadi gak barengan sama Adam kenapa? Hawa lagi berantem sama Adam, iya nak?" Kekesalannya pada Adam terasa kembali menyeruak, saat wanita dengan mata bulat yang besar itu bertanya seperti Bundanya tadi.

Kenapa orang-orang sangat peka jika ada yang tidak beres dengannya dan Adam? Segitu kelihatan kah?

"Eng-Enggak kok Tan. Hehe tadi kebetulan aja, Kak Juna--kakak kelas Hawa-- nawarin buat pulang bareng. Hawa gak enak nolak terus soalnya."

"Oh seperti itu, kirain ada apa-apa gitu. Eh siapa tadi nama Kakak kelasmu?"

"Kak Juna, Tan"

"Tapi, Tadi Ayahmu tanya sama Adam, katanya kamu pulang sama Juned? Juna sama Juned itu kembar, atau gimana?" Tanya Syifa polos.

"Hah? Juned? Mungkin maksudnya Juna, Tan. Soalnya Kak Juna gak ada kembaran setahu Hawa."

"Ah, sepertinya iya. Adam ini ada-ada saja!" Syifa hanya terkikik geli mengingat kelakuan anak pertamanya itu.

"Hawa pasti belum makan, kan? Ke meja makan gih! Tante masak banyak. Si Adam juga lagi makan. Barengan aja sekalian."

"I-iya Tante. Nanti Hawa ke sana"

"Jangan nanti Wa, sekarang aja. Hawa gak boleh telat makan siang."

"Baik Tan. Hawa ke sana sekarang."

***

Kemudian di sinilah Hawa berada, di meja makan bersama lelaki yang tadi siang meninggalkannya begitu saja di sekolah.

Baik Hawa maupun Adam, sama-sama menyantap makan siang dalam diam. Entah apa yang ada di pikiran lelaki itu, bisa-bisanya ia tak mengatakan apapun setelah meninggalkan Hawa begitu saja.

"Adam! Tadi siang kenapa ninggalin Hawa gitu aja?" Hawa angkat bicara duluan dengan nada menggebu gebu, membuyarkan keheningan yang sempat menyelimuti mereka.

"Bukannya Hawa bilang, Hawa pulang sama si Juned? Kok jadi Adam yang salah, sih?!" Adam tak mau kalah, nada bicaranya pun menjadi tak santai. Perempuan tuh ribet banget sih! Pikir Adam saat menatap gadis dengan wajah ditekuk di hadapannya ini.

"Adam! Gak boleh ganti nama orang sembarangan! Namanya Juna. Kak Ju-na, bukan Juned!"

Adam hanya memutar bola mata dengan malas. Bukannya Juned lebih bagus, ya? Pikir lelaki itu tanpa dosa.

"....."

"Lagian, Hawa juga lebih suka pulang sama Adam kok, bukan sama Kak Juna."

"Terus, kenapa tadi ikut si Juneeed?!" Gemes Adam pada gadis di hadapannya kini.

"Adam tuh gak ngerti banget sih! Hawa kan, gak enak nolak ajakan Kak Juna terus-terusan. Harusnya Adam dong yang larang Hawa ikut kak juna!."

"Kalau gak mau? Harusnya bilang gak mau! Gak usah ribet kayak gini."

"Harusnya Adam tuh peka!" Sunggut gadis itu dengan mata berkaca-kaca. Katakan saja dia cengeng! Entah kenapa air matanya selalu mendesak ingin keluar saat dirinya sedang kesal dan sakit hati seperti ini.

Hening seketika. Adam, lelaki itu menghela nafas berat. Gadis ini benar-benar membuatnya serba salah.

"Adam minta maaf, kalau gitu." Adam menyerah, namun gadis itu tetap diam. Membuatnya semakin merasa bersalah.

"...."

"Adam gak maksud ninggalin Hawa, kok"

"Hiks! Hiks!"

Gadis itu menangis? Membuat Adam mengusap wajahnya frustrasi.

"Adam janji gak bakalan ninggalin Hawa lagi!"

"...."

"Jan-Janji?!" Gadis itu mendongak dan menodongkan jari kelingking mungilnya di hadapan Adam.

"Iya, janji!"

Entah kenapa, Adam selalu merasa lemah saat melihat gadis-- yang jari kelingking kecilnya itu sedang bertautan dengan kelingking besarnya-- ini menangis. Pertahanan yang ia bangun susah payah, seolah dapat dirontokkan begitu saja hanya karena tangisan seorang Hawa.

Adam tak habis pikir. Kenapa ia harus mewarisi kelemahan Buyanya itu.

Lihatlah! Bukankah Hawa benar? Adam itu sok dingin. Padahal aslinya lelaki ini begitu hangat bukan.

***

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1
CH. 2
CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Gairah Baby Maker
Gairah Baby Maker
Dalam novel Gairah Baby Maker, godaan tak terduga dari Aida memicu ketegangan yang sulit dikendalikan. Ikuti kisah romance modern ini saat hasrat dan batas kesetiaan diuji. Temukan dinamika hubungan yang intens dalam web novel pilihan ini, tersedia bagi Anda yang suka read novels online.
Kebahagiaan yang Pernah Kusimpan
Kebahagiaan yang Pernah Kusimpan
Baca novel online gratis Kebahagiaan yang Pernah Kusimpan, sebuah novel romantis modern yang penuh misteri. Hidup Arlena hancur setelah video intimnya di hotel bintang lima tersebar di grup kampus. Bisakah dia mengungkap dalang di balik skandal yang mengguncang Universitas Jido ini?
Kuberi Segalanya, Tetapi Dia Berpaling
Kuberi Segalanya, Tetapi Dia Berpaling
Dalam novel romantis miliarder Kuberi Segalanya, Tetapi Dia Berpaling, Yoga menghadapi perlakuan dingin dari Raisa Gunawan yang lebih membela asistennya saat ia dipermalukan klien. Lelah direndahkan, Yoga memilih melawan dan meninggalkan pekerjaannya. Baca novel online gratis ini sekarang.
Misteri Ular Xaver
Misteri Ular Xaver
Dalam novel horor Misteri Ular Xaver, seorang ibu membawa pulang patung dewa ular mistis yang meminta tumbal darah perawan demi awet muda. Sang anak terpaksa menuruti ritual ini meski menyembunyikan sebuah rahasia besar. Baca cerita misteri menegangkan ini untuk mengungkap petaka yang menanti mereka.
My Korean Girl
My Korean Girl
Dalam novel My Korean Girl, Alex mencoba keluar dari masa lalunya yang kelam setelah bertemu Park Jin Hye. Namun, ia justru menyeret gadis itu ke dalam bahaya. Ikuti kisah cinta penuh aksi ini dalam web novel bergenre romance modern yang menantang kesetiaan dan penebusan dosa.
Not Seen
Not Seen
Dalam novel modern Not Seen, seorang wanita dipaksa menikah dengan pria yang ia selamatkan demi melunasi utang ayahnya. Ia berharap lepas dari penderitaan rumah lamanya, namun kisah romance novel ini justru membawanya menghadapi dinginnya kehidupan kota tanpa ada yang menginginkannya.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Ayah! Kau Memanjakan Anak yang Salah
Ayah! Kau Memanjakan Anak yang Salah
"Dasar penipu jahat, tunggu saja dan lihat bagaimana ibu dan ayahku mengusirmu dan anakmu!" Enam tahun lalu, setelah pertemuan satu malam dengan orang asing, dia memiliki seorang putri dan membesarkannya sendirian. Sekarang, dia berhasil menemukannya, tetapi saudara perempuannya yang pencemburu telah mengakui identitasnya, menggunakan setiap kesempatan untuk mempersulit hidup dia dan putrinya. Meskipun dia tidak tahu siapa dia sebenarnya, dia mendapati dirinya turun tangan untuk melindunginya berkali-kalin dan jatuh cinta padanya.
Aku Ambil Semua
Aku Ambil Semua
Audrey bersusah payah mencari obat untuk suaminya, tapi malah dikhianati dan diturunkan jadi selir. Tanpa ragu, dia gugat cerai, ambil harta, dan susun rencana balas dendam. Sasaran pertama: hancurkan keluarga sang suami. Dia bongkar kebenaran yang selama ini tersembunyi dan bekerja sama dengan perdana menteri untuk menghadapi berbagai tantangan. Pada akhirnya, dia jadi legenda zamannya.
Dewa Perang Palsu Atau Tidak?
Dewa Perang Palsu Atau Tidak?
Seorang pekerja kantor biasa didatangi oleh seorang pejuang cantik yang memintanya menyamar sebagai komandan yang gugur karena wajah mereka mirip. Saat ia menjalani peran berbahaya ini, ia harus menghadapi orang-orang yang ingin membongkarnya dan yang ingin memanfaatkan identitas barunya. Ia segera menyadari bahwa berpura-pura menjadi komandan membawa risiko dan biaya besar.
Jenderal Wanita Juga Bisa Dapat Cinta
Jenderal Wanita Juga Bisa Dapat Cinta
Jenderal yang pulang setelah memenangkan perang mengira akan menikah dengan tunangannya yang baik itu, tak disangka tunangannya ternyata orang yang serakah akan kekuasaan dan memilih menikah dengan wanita yang menyamar menjadi adik jenderal. Di saat itu, semua orang mengira wanita yang hanya bisa seni bela diri ini akan menjadi lajang tua, tak disangka dia malah menikah dengan orang yang sangat sederhana, mereka bahkan melewati banyak rintangan dan hidup senang.
Istri Kontrakku adalah Sang Legenda
Istri Kontrakku adalah Sang Legenda
Natalie menemukan Dominic terluka parah di sebuah desa terpencil. Setelah menyelamatkannya melalui operasi darurat, dia menghilang tanpa jejak. Kemudian, sebuah perjanjian keluarga memaksa mereka menikah selama 100 hari. Dominic terus mencari penyelamatnya, sementara perasaannya pada Natalie tumbuh tak terelakkan. Namun, kecurigaannya mulai muncul ketika identitas rahasia Natalie satu per satu terungkap: dia adalah seorang ahli bedah jenius, profesor ternama di dunia medis, sekaligus CEO dari perusahaan yang berpengaruh. Setiap kali rahasia itu terbuka, Dominic semakin terpesona oleh wanita di hadapannya.
Hanya Kau yang Boleh Memanfaatkanku
Hanya Kau yang Boleh Memanfaatkanku
Jessy adalah mahasiswi genius dari kampung, dia datang ke Kota Jimar untuk mengejar mimpi, tapi dia malah ditindas saat kuliah. Bahkan difitnah sampai nama baiknya tercoreng. Saat itu, Mike muncul mebantunya secara diam-diam. Mike juga bilang, manfaatkanlah aku untuk kau bisa sukses, tapi aku minta kau menjadi milikku! Berharap semua mimpi akan terkabulkan!