Logo
Balas Dendam seorang ibu
Balas Dendam seorang ibu

Balas Dendam seorang ibu

87 Bab
Tamat
Dalam Balas Dendam seorang ibu, Maya menantang sistem korup demi keadilan putrinya. Mystery novel ini mengikuti aksi nekatnya melawan pejabat kebal hukum. Baca modern novel penuh intrik ini untuk melihat batas perjuangan seorang ibu dalam mencari kebenaran di dunia gelap.
Bab 1 dari Balas Dendam seorang ibu

Suara rintihan yang tersendat-sendat memenuhi ruangan sempit yang dipenuhi bau besi dan darah. Pemuda itu tergeletak di lantai, tubuhnya berlumuran darah dan memar. Setiap gerakan kecil membuatnya mengerang kesakitan. Ia menggeliat, mencoba menghindari bayangan yang semakin mendekat, tetapi sia-sia.

"Aku mohon... cukup... jangan pukul aku lagi...sakit....," suaranya serak, nyaris tenggelam dalam deru napas yang terengah-engah.

Wanita itu berdiri di atasnya, matanya tajam menatap dengan kebencian yang tak bertepi. Tangannya menggenggam erat sebatang tongkat besi yang berkilauan oleh darah, jari-jarinya memutih karena tekanan yang begitu kuat. Bibirnya yang dulu lembut kini tertarik ke bawah, menunjukkan ekspresi yang dingin dan penuh dendam.

"Kenapa? Tak kuat menahan sakitnya?" suaranya rendah, hampir berbisik, tapi setiap kata yang keluar dari mulutnya membawa berat ribuan ton kemarahan. "Dulu... saat anakku memohon... apakah kalian berhenti?"

Pemuda itu terisak, air matanya bercampur dengan darah yang mengalir dari pelipisnya. "Aku... aku minta maaf... Kumohon, aku menyesal..."

Wanita itu mendekat, hingga wajah mereka hanya berjarak beberapa inci. "Maaf? Kau pikir maafmu bisa menghapus apa yang telah kalian lakukan pada ankku? Bisa menghapus penderitaannya? Bisa membangkitkan anakku yang sudah mati?"

Pemuda itu menunduk, tubuhnya bergetar. "Aku... aku tidak tahu... aku hanya ikut ikutan... Aku hanya... aku hanya mengikuti yang lain..."

"Ah, begitu," wanita itu mengangguk, nadanya sarkastik. "Jadi Kau hanya mengikuti teman teman mu yang lain, ya? Seperti robot, yang tanpa perasaan, tanpa pikiran... Yang hanya bisa menikmati saat dia berteriak, saat dia memohon... Seperti kau sekarang ini."

"Ahk...sakit.....Tidak... tidak... kumohon... hentikan..jangan pukul aku lagi.," suara pemuda itu berubah menjadi jeritan putus asa ketika wanita itu mengangkat tongkat besi di tangannya.

Dia tidak langsung memukul. Wanita itu menatap pemuda itu dengan mata yang tajam, seolah mencari sesuatu-penyesalan, ketakutan, atau mungkin sekadar pengakuan. Tapi yang ia lihat hanyalah ketakutan. Tak ada penyesalan yang tulus, hanya keinginan untuk tetap hidup.

"Mengapa dulu kau tidak berhenti, saat melihat dia tidak berdaya?" wanita itu bertanya lagi, suaranya lebih pelan, hampir melankolis. "Mengapa kau tidak bisa merasakan ketakutan yang sama yang kau rasakan sekarang? Kenapa kau tidak bisa merasakan sakitnya, deritanya?"

Pemuda itu terdiam, tak ada kata yang bisa keluar dari mulutnya selain isakan yang semakin keras.

Wanita itu tersenyum tipis, sebuah senyuman yang tak menunjukkan kebahagiaan. "Kau tak bisa menjawabnya, bukan?"

Dia mengangkat tongkat itu lebih tinggi, matanya berkedip sejenak, seakan bayangan wajah anak gadisnya yang penuh luka kembali menghantui pikirannya. "Anakku tidak bisa membalas. Tapi kau... kau akan merasakan semua yang telah dia rasakan... setiap detik penderitaannya yang kalian berikan padanya."

Pemuda itu menjerit, mencoba melindungi dirinya dengan kedua tangannya yang lemah, tetapi wanita itu tak peduli. Dengan kekuatan yang berasal dari seluruh kebencian dan sakit hati yang telah menumpuk selama ini, ia menghantamkan tongkat besi itu ke kepala pemuda tersebut.

Dentuman keras terdengar, dan tubuh pemuda itu terkulai ke lantai, tak bergerak. Ruangan itu sepi, hanya suara napas wanita itu yang terdengar, berat dan tersengal.

Wanita itu memandang tubuh tak bernyawa di depannya. Napasnya pelan-pelan mulai tenang, tapi hatinya tidak. Tidak ada perasaan puas, tidak ada kelegaan yang diharapkan, hanya kekosongan yang lebih besar dari sebelumnya. Dengan langkah lelah, dia berjalan keluar dari ruangan itu, meninggalkan tubuh yang sudah tidak bernyawa di belakangnya.

Angin malam menerpa wajahnya ketika dia keluar dari bangunan tua itu. Matanya menatap kosong ke depan, seakan mencari sesuatu yang tidak pernah bisa dia temukan. Keadilan? Kepuasan? Atau mungkin hanya ketenangan yang telah lama hilang sejak hari itu.

Dia memejamkan mata, mencoba mengusir bayangan-bayangan itu, tetapi wajah anak gadisnya terus menghantui, dengan air mata yang mengalir, memohon... memohon pada ibunya yang kini tak bisa melakukan apa pun selain mengambil nyawa lain dalam upaya putus asa untuk merasakan sedikit keadilan. Tapi apa yang dia rasakan kini hanyalah kehampaan.

Dia sadar, tak ada yang bisa mengembalikan anaknya, tak ada yang bisa menyembuhkan luka di hatinya. Satu-satunya yang tersisa adalah bayangan-bayangan itu, dan malam yang semakin dingin, yang seakan menertawakan kesia-siaan tindakannya.

Namun, jauh di dalam hati, dia tahu bahwa keputusannya tidak bisa diubah. Keadilan telah diambil dengan caranya sendiri, meski harga yang harus dia bayar jauh lebih besar daripada yang pernah dia bayangkan.

Angin malam yang dingin menusuk tulang, merayap melalui celah-celah kecil di antara bangunan tua yang kini menjadi saksi bisu atas apa yang baru saja terjadi. Maya melangkah keluar, wajahnya keras tanpa ekspresi. Napasnya berat, seolah-olah beban di dalam dadanya semakin berat setiap kali ia menarik napas. Darah di tangannya masih hangat, menempel seperti pengingat yang tak mungkin dihapus.

Di luar, kegelapan menyelimuti dunia, tapi tidak ada yang bisa menyelubungi rasa kosong yang semakin menggerogoti hatinya. Setiap langkah Maya terasa berat, seakan bayangan dosa mengikuti setiap gerakannya.

"Berhenti."

Suara itu menghentikan langkah Maya. Tubuhnya menegang, dan dia tak perlu menoleh untuk tahu siapa yang memanggilnya. Ia berdiri di tempat, membiarkan angin malam mengibarkan ujung jaketnya, tapi tak sedikit pun menunjukkan bahwa ia akan mematuhi panggilan itu.

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Ibu Tiri yang Buta Hati
Ibu Tiri yang Buta Hati
Dalam novel misteri Ibu Tiri yang Buta Hati, Kiara yang sangat dilindungi ayahnya akhirnya bisa melihat kembali. Namun, kepulangannya disambut penculikan oleh ibu tiri baru yang salah paham. Baca Novel Online bergenre horor aksi ini untuk melihat perjuangan Kiara bertahan hidup.
Istri Ke-4 Kesayangan Tuan Mafia
Istri Ke-4 Kesayangan Tuan Mafia
Dalam Istri Ke-4 Kesayangan Tuan Mafia, Aneisha harus bertahan dari siksaan Tuan Zu dan ketiga istrinya. Setelah melarikan diri, ia bertransformasi menjadi wanita tangguh. Baca kisah selengkapnya di mafia novel ini, sebuah romance stories penuh intrik dan aksi yang memukau.
Istri Kesayangan Tuan Mafia
Istri Kesayangan Tuan Mafia
Dalam novel Istri Kesayangan Tuan Mafia, Reynand kembali untuk menuntut balas pada semua orang yang mengkhianatinya. Sebagai mafia novel penuh aksi, ia harus merebut kembali istrinya dari pernikahan paksa dan mengungkap rahasia kehamilan yang tertunda dalam kisah romance stories ini.
Kecanduan Istriku yang Bermuka Dua
Kecanduan Istriku yang Bermuka Dua
Dalam Kecanduan Istriku yang Bermuka Dua, Julien terkejut mendapati istrinya, Kelsey, adalah petarung tangguh. Meski lelah menghadapi aksi kekerasan sang istri, ia tetap terobsesi. Baca romance novel penuh intrik ini di platform webnovel untuk mengikuti aksi modern novel yang mendebarkan.
Melarikan Diri Dari Dekapan Neraka
Melarikan Diri Dari Dekapan Neraka
Baca novel romantis Melarikan Diri Dari Dekapan Neraka di platform Novel Web. Di usia 10 tahun, Ryder menyelamatkanku. Di usia 15 tahun, Wayne berjanji menjagaku. Namun di usia 23 tahun, kedua pria yang bersumpah melindungiku justru membuangku ke laut demi cinta pertama mereka.
Obsesi Mafia Tampan
Obsesi Mafia Tampan
Dalam mafia novel Obsesi Mafia Tampan, Haruka diculik oleh Agaskara yang terobsesi padanya. Di tengah upaya melarikan diri, ia justru menjadi target musuh bebuyutan Agaskara. Baca romance stories ini untuk melihat perjuangan Haruka bertahan di tengah konflik kekuasaan dan cinta yang berbahaya.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Sekarang Giliranku, Pecundang
Sekarang Giliranku, Pecundang
Jolie diangkat anak oleh Matthew sebelum pria itu meninggal. Bertahun-tahun kemudian, dia kembali untuk menghadiri pemakaman sang ayah angkat dan mendapati anak-anaknya, Jacob dan Cathy, diperlakukan dengan sadis oleh paman-paman mereka. Bertekad merebut kembali kursi ketua, Jolie mengakali mereka dalam rapat dewan dan merebut kekuasaan. Pembalasan pun datang: dia difitnah sebagai pembunuh dan perusahaannya disabotase. Namun, Jolie berhasil mengatasi setiap serangan dan membuat mereka membayar mahal. Menyadari Jacob tak kunjung berubah meski diberi kesempatan, Jolie pun mengatur agar dia mendekam di penjara selama tiga bulan. Alhasil, pengalaman itu mengubah si pemberontak menjadi seseorang yang memandang Jolie dengan hormat total.
Dosenku, Ayah Anakku
Dosenku, Ayah Anakku
Cora, mahasiswa kedokteran, tak pernah menyangka akan mengandung anak Damon Hawkins, miliarder lajang yang juga dosen tamunya. Rahasia kehamilan itu nyaris terbongkar, tapi Damon terus menembus hati Cora, sampai akhirnya melamarnya. Kisah singkat yang dia kira berubah menjadi cinta penuh kasih, tapi rahasia dan pengkhianatan mulai muncul. Kini Cora harus bertanya pada dirinya sendiri: bisakah dia menemukan kebahagiaan… dan keluarga yang baru dia kenal?
Kehidupan Kedua Sang Putri Jendera
Kehidupan Kedua Sang Putri Jendera
Hani Tahir adalah yatim piatu dari keluarga jenderal. Kaisar merasa iba lalu menjodohkannya. Di kehidupan sebelumnya, Hani menikah dengan Putra Mahkota Sandy, tetapi hidupnya penuh penghinaan di Istana Timur. Setelah meninggal, Hani terlahir kembali di saat jamuan perjodohan. Kali ini, saat kaisar kembali menjodohkannya, Hani memilih paman putra mahkota, Raja Dane, Alex Wada, yang dikenal tampan tapi terluka parah dalam perang dan koma. Setelah menikah, Alex secara ajaib terbangun. Hani pun mendapatkan rasa hormat, perlindungan, dan kasih sayang darinya. Hubungan mereka perlahan berkembang, sementara Putra Mahkota Sandy mulai mengingat kehidupan sebelumnya.
Koi Kecil: Titisan Penyelamat
Koi Kecil: Titisan Penyelamat
Di tengah musim kelaparan yang memilukan, Nia yang baru berusia 5 tahun tega dibuang oleh orang kandungnya yang lebih mementingkan anak laki-laki, hingga terdampar di kaki gunung. Namun, takdir mempertemukannya dengan Bagus Wijaya, seorang pemburu pincang berhati mulia, yang bersama istrinya mengambilnya sebagai anak. Ketika ibu angkatnya terserang penyakit parah dan hanya bisa diselamatkan oleh akar ginseng gunung berumur seribu tahun, Nia yang memiliki bakat langka berbicara dengan hewan memimpin sang ayah dan anjing pemburu menyusuri hutan belantara. Melalui kemampuannya, ia berhasil menemukan obat penyelamat nyawa itu. Kesuksesan itu hanyalah awal. Berkat bakatnya, Nia terus menjadi pelindung bagi keluarga dan desanya, mengatasi satu demi satu krisis yang mengancam. Gadis kecil yang sempat terlantar itu akhirnya membawa keberkahan dan kemakmuran, mengantarkan mereka pada kehidupan yang berlimpah ruah dan penuh kebahagiaan.
Mawar Putih dan Kisah Masa Lalu
Mawar Putih dan Kisah Masa Lalu
Saat mengantar makanan, Vera memergoki suami "miskin" yang dicintainya selama tujuh tahun, Samuel, ternyata adalah Pangeran Jamanta yang kaya raya. Samuel tertangkap basah memberikan perhiasan mewah pada Sheryl dan malah meremehkan Vera. Mengira Vera akan memohon untuk tetap bersamanya, Samuel justru terkejut saat Vera melempar surat cerai dan memilih pergi, meninggalkan suami yang telah menipunya demi harga diri.
CEO Miniku
CEO Miniku
Sebuah peristiwa tak terduga membuatnya mengandung anak CEO Grup Jones. Namun, persis saat bayinya lahir, sang ayah kandung merebutnya. Bertekad menemukan anaknya, dia bekerja sebagai petugas kebersihan di Grup Jones. Di luar dugaan, pada hari pertama kerjanya, dia bertemu dengan anaknya dan secara tak terduga didukung oleh mertuanya sebagai calon menantu ideal. Sejak saat itu, keberuntungannya berubah dan dia meraih kesuksesan tertinggi!