Bab 2

Plague akhirnya melanjutkan perjalananya , dia berjalan di sebuah tempat perkotaan yang keliatan cukup besar , kanan ... Dan kiri di penuhi dengan gedung yang hancur akibat kiamat yang mengerikan ini

" ....... Tempat ini berubah menjadi neraka , cukup menyedihkan " ucap plague

Plague merasakan bahwa tempat ini cukup berbahaya , meskipun siang hari banyak sekali mata mata yang mengawasi pergerakan plague seakan akan ingin menyerang dan menerkam plague

" Aku tidak punya senjata , apakah disini ada alat atau bahan untuk membuat sickle ?" Plague bergumam

Plague pun berhenti sejenak mencari bahan untuk membuat senjata , ada sebuah toko yang menjual perkakas dan senjata serta alat dapur , Plague pun masuk ke toko atau gedung itu karena tempat itulah yang cocok untuk mencari senjata

" ...... Baiklah saatnya mencari senjata yang cocok untuk ku " ucap Plague sambil masuk ke dalam toko

Pintu pun terbuka , di dalamnya masih ada senjata , perkakas , dan alat dapur serta bahan bahan lain yang sudah hancur akibat kiamat ini , setelah mencari cari senjata yang cocok selama 5 menit akhirnya plague menemukan sickle lebih tepatnya dual sickle

" Ah , perfecto dual sickle ...... Bila disini ada rantai mungkin akan coc-- ah aku menemukanya "

Plague pun menemukan rantai dan di sambungkan lah kedua sickle tersebut dan dia buat dual sickle with chain , senjata yang cukup berbahaya dan kuat

" ..... Baiklah , saatnya mencari tempat berlindung , sebelum aku bertemu dengan para mutant itu akan repot bila bertemu apalagi malam hari "

Setelah menemukan rantai dan dua sickle , plague pun melanjutkan perjalanannya , perjalanan yang dia tempuh ini cukup membingungkan karena dia juga tidak tau harus mulai dari mana

" ........Aku , harus mulai dari mana dulu ? sepertinya hal pertama yang harus ku lakukan adalah menemukan shelter atau tempat para survivor , dengan begitu misi ku akan dimulai "

Plague pun sudah menentukan pilihan nya , yaitu menemukan shelter atau tempat para survivor tinggal dan bertahan dari kiamat ini, plague terus mencari dan mencari hingga waktu pun gelap

" Hm? ..... Sudah mulai gelap ya? Baiklah , aku akan menyalakan api unggun , sepertinya tempat yang tepat adalah..... Ah itu dia "

Plague pun menemukan sebuah pagar besi yang rusak dan keluar dari kota yang cukup kelihatan berbahaya , hanya dari hawa dan feel nya saja sudah merinding , plague pun menemukan tempat yang pas untuk menyalakan api unggun , Plague pun selesai memnyalakan api unggun , dan mulai membuat tenda dari ranting , batang kayu , dan juga dedaunan sekita hutan waktu pun sudah malam disinilah waktu dimana para Infected dan Reated mulai bergerak dan liar layaknya hewan

" ........ Para monster itu mulai bergerak , ahh bahaya " plague bergumam

Tiba tiba terdengar suara ledakan dari arah kiri plague beristirahat , plague pun bangun

" Sepertinya ada ledakan , mungkin ..... Itu tidak bisa saja itu para monster itu ....... Tch baiklah aku akan menghampiri suara itu "

Plague pun yakin untuk menghampiri suara ledakan tersebut , dan setelah sampai di suara ledakan tersebut Plague melihat seorang wanita sendirian melawan reated beruang

" ..... Dia melawan reated seperti itu ? , Seingat ku reated memiliki level dan sepertinya yang ini adalah lv B " ucap plague

Plague pun membantu wanita itu , dan dia tidak lupa juga membawa senjatanya

Chapter 1 : The one step to better world

Plague akhirnya melanjutkan perjalananya , dia berjalan di sebuah tempat perkotaan yang keliatan cukup besar , kanan ... Dan kiri di penuhi dengan gedung yang hancur akibat kiamat yang mengerikan ini

" ....... Tempat ini berubah menjadi neraka , cukup menyedihkan " ucap plague

Plague merasakan bahwa tempat ini cukup berbahaya , meskipun siang hari banyak sekali mata mata yang mengawasi pergerakan plague seakan akan ingin menyerang dan menerkam plague

" Aku tidak punya senjata , apakah disini ada alat atau bahan untuk membuat sickle ?" Plague bergumam

Plague pun berhenti sejenak mencari bahan untuk membuat senjata , ada sebuah toko yang menjual perkakas dan senjata serta alat dapur , Plague pun masuk ke toko atau gedung itu karena tempat itulah yang cocok untuk mencari senjata

" ...... Baiklah saatnya mencari senjata yang cocok untuk ku " ucap Plague sambil masuk ke dalam toko

Pintu pun terbuka , di dalamnya masih ada senjata , perkakas , dan alat dapur serta bahan bahan lain yang sudah hancur akibat kiamat ini , setelah mencari cari senjata yang cocok selama 5 menit akhirnya plague menemukan sickle lebih tepatnya dual sickle

" Ah , perfecto dual sickle ...... Bila disini ada rantai mungkin akan coc-- ah aku menemukanya "

Plague pun menemukan rantai dan di sambungkan lah kedua sickle tersebut dan dia buat dual sickle with chain , senjata yang cukup berbahaya dan kuat

" ..... Baiklah , saatnya mencari tempat berlindung , sebelum aku bertemu dengan para mutant itu akan repot bila bertemu apalagi malam hari "

Setelah menemukan rantai dan dua sickle , plague pun melanjutkan perjalanannya , perjalanan yang dia tempuh ini cukup membingungkan karena dia juga tidak tau harus mulai dari mana

" ........Aku , harus mulai dari mana dulu ? sepertinya hal pertama yang harus ku lakukan adalah menemukan shelter atau tempat para survivor , dengan begitu misi ku akan dimulai "

Plague pun sudah menentukan pilihan nya , yaitu menemukan shelter atau tempat para survivor tinggal dan bertahan dari kiamat ini, plague terus mencari dan mencari hingga waktu pun gelap

" Hm? ..... Sudah mulai gelap ya? Baiklah , aku akan menyalakan api unggun , sepertinya tempat yang tepat adalah..... Ah itu dia "

Plague pun menemukan sebuah pagar besi yang rusak dan keluar dari kota yang cukup kelihatan berbahaya , hanya dari hawa dan feel nya saja sudah merinding , plague pun menemukan tempat yang pas untuk menyalakan api unggun , Plague pun selesai memnyalakan api unggun , dan mulai membuat tenda dari ranting , batang kayu , dan juga dedaunan sekita hutan waktu pun sudah malam disinilah waktu dimana para Infected dan Reated mulai bergerak dan liar layaknya hewan

" ........ Para monster itu mulai bergerak , ahh bahaya " plague bergumam

Tiba tiba terdengar suara ledakan dari arah kiri plague beristirahat , plague pun bangun

" Sepertinya ada ledakan , mungkin ..... Itu tidak bisa saja itu para monster itu ....... Tch baiklah aku akan menghampiri suara itu "

Plague pun yakin untuk menghampiri suara ledakan tersebut , dan setelah sampai di suara ledakan tersebut Plague melihat seorang wanita sendirian melawan reated beruang

" ..... Dia melawan reated seperti itu ? , Seingat ku reated memiliki level dan sepertinya yang ini adalah lv B " ucap plague

Plague pun membantu wanita itu , dan dia tidak lupa juga membawa senjatanya

Plague loncat dan melukai bagian leher dari beruang reated itu dan membuat beruang tersebut bergerak mundur

" Hey .... Aku akan membantu mu melawan beruang mutant itu " ucap plague membelakangi wanita tersebut

" Eh?!! kamu siapa?! " Tanya wanita itu dengan kebingungan serta kaget

" Aku akan menjelaskan itu nanti setelah kita berhasil membunuh beruang itu " ucap plague dan plague pun maju menyerang beruang itu

Dia terus menyerang dengan kecepatan yang kencang , dia terus berusaha mencari kelemahan dari reated itu

" Ha ha ... Ha .... seperti nya aku tau dimana kelemahan para reated tapi , bagian mana? " Tanya plague sambil terengah-engah

Tiba tiba beruang tersebut berdiri seolah olah mau membuat serangan gelombang tanah dengan menghentakan kakinya ke tanah , dan saat itulah plague melihat titik cerah untuk membunuh beruang reated itu

" Ah ... Dada nya itu dia saatnya !!! " Ucap plague lalu maju dengan cepat

" Hey apa yang mau kau lakukan?!! , Itu berbahaya?!" Perempuan itu kaget dan memperingatkan plague

Plague pun mengambil kesempatan tersebut dengan menendang jatuh beruang tersebut hingga telentang dan saat itulah dia menarik jantung reated tersebut

" Hiah!!!! " Plague menendang beruang itu dengan kencang dan berhasil membuatnya tumbang

" Hehehe , saatnya melakukan operasi " gumamnya dalam hati

Plague pun menaiki dada dari beruang tersebut dengan cepat dia menancap kan sickle dia , lalu menarik jantung nya .....

" Graah!!!! Matilah kau beruang madu , ini bukan lah waktu yang tepat untuk mencari madu!!! " Plague menarik jantung beruang tersebut

"Aaargh!!!!!!!!! " Beruang tersebut berteriak kesakitan

Dan plague pun berhasil mengalahkan beruang reated tersebut dengan mudah , dia pun memegang jantung tersebut dengan rasa yang puas serta lega , meskipun badannya sedikit terkena ciptratan darah dari reated tersebut

" Haaah , akhirnya aku berhasil .....ha ha hahaha kekuatan fisik ku kuat juga , ku tak menyangka hal itu " ucap plague dengan kagum pada dirinya

" Woah! , kau berhasil membunuh monster ..... Terima kasih telah membantu ku " wanita itu menunduk dan berterimakasih

" Sama sama, ayo mari ke camp ku aku akan mengenal kan siapa aku disana .....kau pasti lapar dan haus " plague mengajak wanita itu

" Ah iya " wanita tersebut mengangguk

Plague pun pulang bersama wanita misterius itu serta membawa jantung hasil melawan monster beruang mutant tersebut ......

.

.

.

.

.

.

-Bersambung-

Bab 3

Chapter 3: strange girl

Malam itu plague pun membawa wanita misterius itu ke camp yang di dirikan oleh plague , dan mereka berdua mulai mengisi energi mereka dengan makan dan minum karena mereka lelah setelah melawan mutant itu

" Ahh ..... Cukup melelahkan juga " plague meminum air mineral

" ....... Slurp , slurp" wanita misterius itu memakan mie yang diberi oleh plague dengan lahap

" ....jadi , nama mu siapa? " Tanya plague pada wanita itu

" Gulp.... Ah , seharusnya aku yang bertanya seperti itu ke kamu , nama mu siapa? " Wanita itu bertanya balik

" Baiklah , nama ku Profesor Plague aku adalah seorang yang ahli dalam bidang sains , mulai dari biologi , fisika , dll ....dan salam kenal " Plague mengenal kan dirinya dan menjelaskan siapa dirinya

" Namamu itu cukup aneh , kamu tidak punya nama asli ? " Tanya wanita itu karena nama plague yang aneh

" Tidak , aku terlahir tidak punya nama jadi daripada bingung untuk memberi nama , aku jauh lebih suka menamai diri kusendiri dengan juluk kan ku sendiri " ucap plague

" Jadi begitu , ..... Aku tak pernah melihat mu dimana pun , bahkan sebelum kiamat ini dimulai ......oh ya perkenalkan nama ku Sophia " ucap sophia mengenalkan dirinya kepada plague

" Salam kenal juga sophia , ...jadi apa yang kamu lakukan malam malam seperti ini bukan kah berbahaya? " Tanya plague karena ia bingung mengapa wanita sendirian keluar malam malam di saat kiamat ini

" Uhh soal itu ...... Aku terpisah dari team raid ku , aku dan teman teman ku sedang mencari supply namun aku tersesat dan malah terarah kesini " ucap sophia menjelaskan apa yang terjadi

" ..... Begitu , lalu apakah pada saat kamu terpisah ada sesuatu yang terjadi?" Tanya plague

" ....... Iya , kami dikejar mahluk seperti kelelawar yang besar , kami lari dan lari dan akhirnya terpisah karena ..... Aku dikejar oleh satu monster lagi" ucap sophia

" ...... Hmm beruang itu ya? " Tanya plague

" Bukan ini , jauh lebih menakutkan ..... Dia berbentuk kadal yang bisa berkamuflase " ucap sophia

" Bunglon? Hmmm .... Bisa saja , bunglon memiliki ability untuk bisa berkamuflase dengan tempat sekitar "

" Mungkin , aku sangking paniknya tidak ingin melihat kebelakang"

" Ahh baiklah" Plague berdiri dari posisi duduknya " ayo kita tidur , aku tidur diluar kamu tidur di dalam camp yang kubuat saja "

Ucap plague

" Lah , kalo kamu gimana? " Tanya sophia bingung

" Tenang aku bisa tidur dimana pun , baiklah saatnya istirahat " ucap plague dengan tenang

" Baiklah ....." Sophia pun berdiri dan pergi ke camp untuk tidur " umm sekali lagi makasih telah menyelamatkan ku " ucap sophia

" Hah , sama sama " ucap plague

Sophia duluan tidur dan plague diam di luar memandangi langit , dia terpukau dengan pemandangan langit " .....jadi akhirnya aku bisa melihat sisi yang jauh lebih indah dari malam, hm aku harus berterimakasih atas kiamat yang terjadi ini , baiklah saatnya tidur " plague pun duduk di pohon dan siap untuk tidur

Akhirnya mereka berdua tidur , malam pun pergi dan pagi pun tiba , Plague bangun pas sekali disaat matahari sudah mau naik

" Hoaam...... , Sudah pagi nampaknya " plague menguap dan melihat ke langit

" Hm ? , Dia tertidur dengan lelap sekali .... Saatnya ku bangun kan " plague berdiri dan menghampiri sophia yang tertidur untuk membangunkan " Sophia , ...hey bangun sudah pagi " plague berusaha membangunkan sophia

" Hmm? ...... Ah Plague " dia pun langsung bangun dan kaget karena di bangunkan oleh plague

" Ini sudah pagi hari , bangun lah" ucap plague

" Ah okay ...... Hoam.... Masih subuh ternyata namun cahaya matahari sudah keliatan , nampaknya sekarang jam 6" ucap sophia dan dia pun bangun dengan menggosok matanya

" Hmmm kau benar , nampaknya ini jam 6 baiklah mari kita mandi " ucap plague mengambil sebuah kain seperti handuk

" Eh?!! Mandi?! Bareng gitu? " Tanya sophia dengan muka memerah kaget

" Engga lah , jika kamu gak mau mandi tidak apa ....aku tidak suka badan ku kotor seperti ini aku harus tetap menjaga kehigienisan badan ku apalagi kemaren aku terkena cipratan darah " ucap Plague

" Oh ya jantung nya kamu kemana kan plague? " Tanya sophia

" Hmm aku taruh di situ didalam plastik kresek yang ku temukan dijalan " ucap plague

" Sejak kapan kamu menyimpan nya , perasaan aku gak lihat? " Tanya sophia

" Sejak di perjalanan menuju camp " ucap plague

" Ohh , ..... Pantas tadi kamu tiba tiba menghilang " ucap sophia

" Baiklah aku harus membersihkan diri ku , dah ! " Ucap plague dan dia pergi meninggalkan Sophia sendirian

Plague pun berjalan mencari sumber air seperti sungai , atau danau yang tidak dalam supaya tidak membahayakan dirinya , setelah berjalan cukup lama dia menemukan sungai yang arusnya tenang

" .....haah , akhirnya mandi saatnya menyegarkan diriku " ucap plague sambil membuka baju dan topeng nya dan menggantung baju nya di pohon

" Haaah .... Segarnya aku akan berendam disini tidak cukup lama " ucap plague sambil berendam dengan tenang

Setelah berapa menit plague berendam dia pun akhirnya naik ke permukaan untuk mengenakan baju dan topengnya , dan kembali ke camp

Setelah berjalan akhirnya plague sampai camp , disitu sophia sedang duduk dan menunggu plague

" Ah Plague akhirnya kau selesai juga " ucap sophia

" ..... Iya ,baiklah ayo kita bergerak mari kita cari teman mu , kamu tau terakhir kali kamu bertemu atau berpisah dengan teman mu , mungkin kita bisa bertemu dengan mereka disana " ucap plague

" Pasti mereka mencari ku .....ayo kesana aku masih ingat tempatnya dimana " ucap sophia dan bangun dari duduknya

" Okay ayo , kau tunjukkan jalannya lady " ucap plague

Plague pergi bersama sophia ke tempat dimana dia terakhir kali berpisah dengan teman temannya , mereka berjalan dan berjalan akhirnya sophia menemukan tempat dimana ia terakhir kali berpisah dengan teman temannya

" Disini , seingat ku disink aku ingat sekali dan tidak mungkin salah " ucap sophia meyakinkan plague

" Disini , auranya ...... Agak aneh ... seperti ada ..... Bentar , kenapa aku bisa merasakan keberadaan mereka dari aura bahkan bau nya " plague bergumam dan kebingungan karena hidden ability yang dia miliki

" Plague..... Plague!! " Sophia berusaha menyadarkan plague yang sedang melamun

" Ah iya , maaf aku melamun " plague pun tersadar dari lamunanya

" Kamu ..... kenapa dari tadi aneh melamun saja ada yang aneh kah? " Tanya sophia kebingungan karena tingkah nya Plague

" Ah sebenarnya, aku merasakan aura yang aneh di daerah sini ..... Seperti ada dua monster yang sedang tinggal disini " ucap plague sembari melihat sekitar

" Hmmmm , apa jangan jangan itu reated yang mengejar teman teman ku dan aku ? " Tanya sophia

" Hmmm sepertinya karena aku merasakan aura seperti bukan manusia ........bentar ada yang datang ..... Sial dia cepat sophia kebelakang " ucap plague dengan panik karena kaget ada pergerakan yang cepat

" Hm? Dia berhenti ........wait ......dia invisible , sophia hati hati belakang mu" ucap plague memperingati sophia

" Ah iya " sophia memgangguk

" ...... Mereka sepertinya merasakan kita baiklah saatnya mulai battle " ucap plague

Mereka pun harus dihadapkan dengan Reated yang punya kekuatan invisible mereka berdua berjaga di tempatnya agar tidak terjadi hal yang merepotkan bahkan membahayakan mereka berdua

.

.

.

.

.

.

.

.

.

-Bersambung-

Baca Cerita Lengkapnya Sekarang
Dukung penulis dan beri inspirasi untuk menghadirkan lebih banyak cerita luar biasa Moboreader
Buka Semua Bab

CODE: FAUST

Bab 2
Bab
Sesuaikan
Bab Berikutnya