Logo
Cinta Untuk Nadia
Cinta Untuk Nadia

Cinta Untuk Nadia

94 Bab
Tamat
Dalam novel modern Cinta Untuk Nadia, rencana pernikahan Nadia hancur saat calon suaminya tidak hadir. Kini, sang tokoh utama harus membuat pilihan sulit untuk menggantikan posisi tersebut. Temukan kelanjutan romance novel ini dalam kisah pengorbanan yang penuh kejutan di webnovel.
Bab 1 dari Cinta Untuk Nadia

BAB 1 : Jumpa Pertama

***

25 Mei. Tanggal di mana pertama kali kami bertemu. Ya, sekaligus pertama kalinya aku merasakan debar dalam dada yang tak biasa.

Gadis berjilbab abu-abu itu, menunduk sesaat setelah pandangan kami tak sengaja bertemu. Aku sendiri tak bisa melepaskan pandangan ini dari wajahnya. Sampai akhirnya tersadar, setelah Robi menyikut lenganku.

"Jaga pandanganmu, Azis! Kau tidak boleh sembarangan menatap seseorang, apalagi dia seorang akhwat!" bisik Robi, matanya menyapu sekeliling.

"Maafkan aku, Rob, tapi gadis itu benar-benar cantik." Aku mengulum senyum, masih sedikit melirik gadis itu.

"Hush! Kamu mau tak aduin sama Abah Yai? Dia itu keponakannya tauk!" Mendengarnya menyebut nama Abah Yai, sontak aku lebih melebarkan lengkung bibir ini.

Ini kesempatan bagus untukku. Aku harus lebih mendekati Abah Yai supaya bisa mengenalnya lebih jauh. Siapa tahu, Abah Yai mau membantuku mengkhitbah gadis itu. Ya, kalau memang dia berjodoh denganku.

"Sip, Rob! Semoga saja dia adalah jodohku!" seruku kemudian, sembari menepuk pundaknya dan beranjak meninggalkannya.

"Hey! Mau ke mana kamu?" Masih terdengar teriakannya, tetapi kuabaikan begitu saja. Aku masih ingin menemui Abah Yai.

***

"Assalamu'alaikum."

Kuucap salam sembari mengetuk pintu rumah Abah Yai. Tak lama kemudian, pintu terbuka.

"Wa'alaikumsalam."

Terlihat wajahnya yang berseri memancarkan kecantikan yang alami. Gadis yang tadi pagi sempat membuyarkan fokusku saat acara peresmian pembukaan Madin Al-Falaq, kini berdiri dengan anggun di depanku.

Tak terasa, bibir ini tersenyum sembari menatapnya dalam. "Masya Allah," gumamku tanpa sadar.

"Mohon maaf, Akhi, ada yang bisa saya bantu?" tanyanya sembari menundukkan wajahnya.

Ini membuatku tersadar, bahwa tak seharusnya aku menatapnya seperti itu. Apalagi kami sama sekali tak saling mengenal. Astaghfirullahal'adziim.

"Ehm, Abah Yainya ada?" tanyaku sedikit gugup, sesekali menggaruk peci yang bertengger di kepalaku.

"Oh, Abah Yai, ada. Sebentar, ya, saya panggilkan dulu." Tanpa menunggu jawabanku, dia langsung masuk kembali.

Ah, ini kebetulan atau memang Allah sudah menakdirkan kami untuk berjodoh, ya? Sampai-sampai sudah dua kali kami bertemu tanpa sengaja. Semoga saja ini pertanda baik untukku. Aamiin.

"Kamu rupanya, Zis?" Suara Abah Yai yang begitu tiba-tiba, sontak membuatku kaget bukan main.

"Ah, iya, Bah. Assalamu'alaikum." Aku mengulurkan tangan, mencium tangan beliau dengan takzim.

"Wa'alaikumsalam. Tumben siang-siang datang ke mari, Zis, ada perlu apa?" tanya Abah Yai, sembari mendudukkan diri di kursi teras dan memberi isyarat agar aku mengikutinya duduk di kursi sampingnya.

"Begini, Bah, maaf sebelumnya kalau saya kurang sopan." Aku mulai mengutarakan isi hati setelah duduk di samping beliau.

"Ada apa? Katakanlah!" Beliau menatapku mencari jawaban.

"Ehm, begini, Bah. Gadis yang tadi itu ... siapa?" tanyaku dengan ragu, sesekali mencuri pandang pada beliau sedekar ingin tahu bagaimana reaksinya.

Beliau mengulum senyum. "Kenapa, kamu naksir?" Abah Yai bertanya to rhe point, sampai-sampai aku bingung harus menjawab apa.

"Hehee ...." Akhirnya hanya sedikit tawa yang kuberikan, sesekali menggaruk kepalaku yang tak gatal.

"Namanya Nadia, keponakanku. Dia baru pulang dari Kairo," jawab beliau kemudian.

Oh, ternyata namanya Nadia. Cantik. Secantik wajahnya yang lugu. Ah, aku jadi teringat kembali bagaimana dia tersenyum saat melihat beberapa anak kecil berebut nasi kotak pagi tadi. Manisnya.

"Cantik," kataku sembari mengulum senyum membayangkan wajahnya.

"Ya, dia memang cantik."

Terdengar suara Abah Yai, aku sendiri gelagapan saat beliau tersenyum kepadaku. Astaghfirullah, kenapa aku keceplosan begini?

"Hehee, iya, Bah. Saya jadi naksir, upst!" Aku refleks menutup mulut dengan salah satu tanganku, malu.

Kini Abah Yai mulai manahan tawa dan menggelengkan kepala. Aku sendiri kikuk, tak berani melihat ke arah beliau lagi. Duh, kenapa harus keceplosan, sih?!

"Tamatkan dulu Kitab Ihya Ulumuddin yang kaupunya, baru nanti kubantu untuk mendapatkan kepercayaan darinya!" ujar Abah Yai.

Wah, ini seperti ada penyejuk di padang pasir yang tandus. Suatu kesempatan yang tak boleh kusia-siakan.

Akhirnya, setelah kudengar ucapan Abah Yai, aku segera kembali ke asrama dan mulai mambaca serta memahami kembali kitab itu, sesuai yang diperintahkan oleh beliau. Ah, siapa tahu Nadia benar-benar menjadi jodohku.

***

Sudah empat puluh hari aku tak pulang ke rumah. Rupanya Ibu mengirimkan surat lewat Mas Dinar, tetanggaku yang mondok di sini juga.

Sudah kubaca tadi malam. Katanya, ayah sedang sakit. Sedangkan sekarang, musim tanam padi telah tiba. Sawah beberapa petak milik ayah, tidak ada yang menggarap.

Ya, mau bagaimana lagi? Aku adalah anak laki-laki satu-satunya dari empat bersaudara. Otomatis akulah yang harus membantu meringankan pekerjaan mereka dalam bertani.

Akhirnya, sudah kuputuskan untuk pulang pagi ini. Usai subuh tadi, aku sudah meminta izin pada Abah Yai. Alhamdulillah beliau mengizinkan.

Abah Yai itu orang yang sangat baik, dermawan dan juga bijaksana. Tak pernah sekalipun aku melihat beliau marah, yang ada senyumanlah yang menghiasi wajahnya.

Ah, aku jadi ingat tentang riwayat Rasulullah Saw. Mungkin Abah Yai mencontoh perilaku Sang Baginda, sehingga mendapatkan banyak berkah dari-Nya. Salah satunya adalah dikaruniai tiga orang putra yang sholih-sholih.

Masya Allah. Semoga diriku termasuk orang yang mendapat syafa'at dari Sang Baginda. Aamiin Yaa Robbal'alamiin.

"Kamu jadi pulang hari ini, Zis?" tanya Robi, saat aku tengah mengemasi pakaian di asrama.

"Iya, Rob. Kau mau ikut?" tawarku, tanpa mengalihkan pandangan dari beberapa lipat baju yang tengah kumasukkan dalam tas.

"Terima kasih, Zis, tapi kayaknya aku nggak bisa ikut. Minggu depan aku harus pulang, kakakku mau menikah. Jadi, dalam minggu ini juga aku harus menyelesaikan tugas kuliah dan juga hafalan surat Al-Baqarah yang kemarin Abah Yai perintahkan," terangnya.

"Ohh, begitu. Iya nggak apa-apa, Rob. Semoga semua diberi kelancaran, ya," ucapku kemudian.

Ya, Robi adalah teman seangkatan sekaligus teman sekamarku. Bedanya, dia juga kuliah di Universitas Islami yang berada tak jauh dari pesantren. Sedangkan aku ... tidak.

Sebenarnya aku juga ingin melanjutkan kuliah, tapi apa daya kalau terkendala di bagian biaya. Kedua orangtuaku tak punya modal untuk membiayaiku menempuh pendidikan sejauh itu. Penghasilan ayah hanya cukup untuk biaya hidup sehari-hari dan juga untuk biaya sekolah kedua adikku, karena kakakku satu-satunya sudah berkeluarga.

Biaya untuk mondok juga aku dapatkan sendiri, dengan membantu tetangga di sekitar pesantren yang membutuhkan bantuan. Seperti ikut memanen cengkeh, kapulaga, kopi dan hasil kebun lainnya. Upah yang mereka berikan tidaklah besar, tapi cukup untuk membayar bulanan dan juga kebutuhan sehari-hariku.

Tak jarang juga aku ikut membantu Abah Yai dalam mengolah sawah. Setiap kali beliau akan memberi upah, pasti tak kuterima. Bagiku, membantu Abah Yai sama halnya dengan membantu ayahku.

"Saya pamit pulang dulu, Bah," ucapku saat berada di samping rumahnya, beliau tengah memberi makan ayam peliharaannya.

"Hati-hati di jalan, ya, Zis. Salam untuk kedua orangtuamu. Semoga ayahmu bisa segera sembuh," ujar beliau.

"Aamiin Yaa Robbal'alamiin. Assalamu'alaikum, Bah," pamitku sembari mencium tangannya.

"Wa'alaikumsalam." Kemudian aku segera pergi setelah beliau menjawab salamku.

Saat aku tengah menunggu angkudes di ujung gang, tiba-tiba saja seorang laki-laki berpakaian hitam, berlari dari arah yang berlawanan. Kemudian ... brugh!

Dia menabrakku. Kami sama-sama terjatuh. Sempat kulihat wajahnya yang putih dan bersih, juga lumayan tampan. Kalau dia seorang perempuan, pastilah cantik.

"Hati-hati, Mas, jalannya. Biar nggak nabrak terus!" seruku, sesaat setelah dia bangun.

Bukannya meminta maaf, dia malah menatapku dengan tajam. Seolah semua ini adalah salahku. Bener-bener itu orang, ada-ada saja!

***EA***

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Begitu Reinkarnasi, Kutukar Kondom Suamiku
Begitu Reinkarnasi, Kutukar Kondom Suamiku
Dalam novel misteri "Begitu Reinkarnasi, Kutukar Kondom Suamiku", seorang istri bereinkarnasi demi membalas dendam pada sahabat pengkhianat yang memenjarakan keluarganya lewat fitnah kehamilan. Baca buku online gratis kisah penuh intrik ini untuk mengungkap kebenaran yang terkubur.
Budak Nafsu
Budak Nafsu
Dalam Budak Nafsu, Ayu berjuang lepas dari belenggu mertuanya demi hidup baru bersama Alfons. Meski dibayangi dendam Maharani di dunia mafia, cinta mereka tetap murni. Jelajahi romance novel ini yang menyajikan adventure menegangkan bagi pembaca setia web novel Indonesia.
DARK LOVE
DARK LOVE
Dalam novel DARK LOVE, Aluna harus memilih antara Mark atau Albert yang kembali membawa rahasia besar. Kisah romance modern ini mengikuti dilema Aluna di antara kesetiaan dan masa lalu. Baca romance stories ini untuk mengungkap kebenaran di balik hilangnya Albert sebelum pernikahan dimulai.
Dusta di Balik Janji
Dusta di Balik Janji
Dalam romance novel Dusta di Balik Janji, Kathleen harus berjuang melawan kanker hati saat mengetahui pengkhianatan Joshua. Ia bertekad merebut kembali hak donornya sebelum pergi ke Jaxperton. Baca kisah modern novel ini untuk melihat perjuangan Kathleen di tengah konflik rumah tangga.
Kehancuran Reputasi Raelynn Harper
Kehancuran Reputasi Raelynn Harper
Demi membalas dendam pada keluarga Blackwood, Raelynn Harper nekat mengancam Tristan dalam Kehancuran Reputasi Raelynn Harper. Billionaire ini justru menjebaknya dalam pernikahan untuk menghancurkan harga dirinya. Baca billionaire romance novels ini di webnovel, pilihan fiction books terbaik.
KUKIRA MISKIN, RUPANYA CEO
KUKIRA MISKIN, RUPANYA CEO
Dihina miskin oleh calon mertua, Aditya membalas dengan melamar Dahlia sang pembantu. Dalam romance novel KUKIRA MISKIN, RUPANYA CEO ini, ia mengungkap jati diri sebagai pewaris perusahaan. Ikuti kisah billionaire romance novels ini saat Belinda menyesal telah merendahkan calon pemimpinnya.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Kurebut Segalanya Setelah Cerai
Kurebut Segalanya Setelah Cerai
Karena cinta buta pada suaminya, Dane, Veronica rela menyerahkan segalanya dan menjadi ibu rumah tangga. Balasannya? Ia diselingkuhi dan dibunuh secara keji oleh pujaan hatinya. Kini, ia terlahir kembali setahun ke masa lalu, dan memilih kembali ke dunia hukum untuk membalas dendam dengan penglihatannya akan masa depan. Kali ini, ia melihat wujud asli Dane: seorang pengkhianat tak berguna.
Cermin Dosa (Sulih Suara)
Cermin Dosa (Sulih Suara)
Hanah naik bus untuk menghadiri pesta pertunangan kakaknya. Tanpa disangka, dia bertemu dengan pasangan lansia yang tidak sopan, memaksa Hanah untuk memberikan tempat duduknya. Hanah menolak dengan alasan tidak enak badan. Tanpa diduga, itu langsung menyebabkan konflik antara keduanya. Kemudian, putri lansia itu, Sinta, tiba di tempat kejadian. Ternyata, Sinta adalah tunangan kakak Hanah. Pada akhirnya, pernikahan dibatalkan, dan Sinta sangat menyesal.
Berpura-pura Sampai Kita Berhasil
Berpura-pura Sampai Kita Berhasil
Seorang pewaris yang dulunya memiliki hak istimewa, kini menghadapi kesulitan keuangan, bahkan menggantikan seorang teman untuk kencan buta dengan seorang pria kaya yang bertujuan menutupi tagihan medis ibunya yang terus bertambah. Wanita itu berniat membuat pasangan kencannya jijik, tapi rencananya malah tidak berhasil, dia bahkan menikah dengan pria kaya itu.
Menikah dengan CEO Saat Kabur dari Pernikahan
Menikah dengan CEO Saat Kabur dari Pernikahan
Ji Rao, wanita berbakat, dipaksa menikah dengan Yuanchen Fu, pewaris keluarga Fu yang cacat. Keduanya sama-sama ingin kabur dari pernikahan itu. Namun, setelah satu malam bersama, mereka justru menikah secara spontan. Saat mencoba menjalani hidup baru, rahasia masa lalu dan kesalahpahaman mulai muncul, menimbulkan jarak di antara mereka. Tapi di balik semua itu, ikatan mereka perlahan tumbuh. Bersama, mereka menyusuri jalan penuh teka-teki dan perlahan mengungkap kebenaran—termasuk hubungan yang tak pernah mereka duga.
[Versi Dub] Mempermalukan Suami Munafik: Balas Dendam Dimulai
[Versi Dub] Mempermalukan Suami Munafik: Balas Dendam Dimulai
Jimmi rela mengorbankan Susi dan anak-anaknya demi melindungi Lina, kakak iparnya. Saat bencana kelaparan melanda, Lina hidup dalam kemewahan, sementara Susi dan buah hatinya menderita hingga tewas. Namun, Susi mendapat kesempatan kedua: terlahir kembali untuk membalas dendam dan mengubah nasib. Apakah keadilan akan ditegakkan? Atau tragedi akan terulang?
Mimpi yang Hancur
Mimpi yang Hancur
Lahir di desa pegunungan yang feodal dan terisolasi, dia dan ibunya saling bergantung setelah ayahnya meninggal. Setelah mengetahui bahwa dia telah memenangkan hadiah pertama dalam kompetisi fisika global, mereka mulai memimpikan masa depan yang cerah. Namun, keluarga pamannya datang mengancam dan mempermalukan mereka, menuntut uang, dan memaksanya menikahi seorang idiot. Selama pertengkaran itu, ibunya meninggal karena stres. Beruntung, dalam perjalanan menuju pernikahan paksanya, dia diselamatkan oleh gubernur, yang membawanya keluar dari pegunungan dan memberinya beasiswa besar untuk kuliah di universitas impiannya. Setelah bertahun-tahun bekerja keras, dia akhirnya menjadi CEO perusahaan. Kembali ke kampung halamannya dengan penuh kejayaan, dia menghukum orang jahat dan mengubah desa, mengurangi keterasingan dan kemiskinannya, serta memastikan bahwa anak-anak di sana dapat memperoleh pendidikan.