Logo
Cinta masa kecil
Cinta masa kecil

Cinta masa kecil

91 Bab
Tamat
Dalam novel Cinta masa kecil, Dina bertemu kembali dengan Arga yang kini menjadi pengusaha sukses. Di tengah hiruk-pikuk kota modern, mereka harus menghadapi konflik masa lalu. Baca billionaire romance novels ini untuk melihat perjuangan cinta mereka di platform web novel kami.
Bab 1 dari Cinta masa kecil

Dina menatap keluar jendela, memperhatikan tetesan hujan yang menderas dari langit kelabu.

Suara gemuruh dari kejauhan seolah membenarkan suasana hatinya yang sedikit galau sore itu.

Bekerja sebagai desainer di kota besar memang menjadi impiannya sejak dulu, tapi ada sesuatu yang terasa kurang.

Ada lubang kecil di hatinya yang tak pernah terisi, seolah-olah ia meninggalkan sesuatu yang penting di masa lalu.

Sambil mengaduk kopi yang sudah mulai dingin, Dina mencoba mengalihkan pikirannya ke pekerjaan yang menumpuk di mejanya. Namun, pikirannya terus melayang ke masa lalu, ke sebuah kampung kecil di pinggiran kota, tempat ia tumbuh besar.

Di sanalah ia menghabiskan masa kecilnya bersama seorang sahabat yang selalu membuatnya tertawa-Arga. Sosok laki-laki yang dulu lebih sering membuat masalah daripada menyelesaikannya.

"Dinaaa, kamu kenapa ngelamun lagi?" Suara lantang dari telepon di meja kerjanya memecahkan lamunannya. Dina tersentak, buru-buru mengangkat telepon itu.

"Ya, Ma?" jawab Dina dengan nada lelah.

"Kamu tuh, kalau di rumah nggak usah kebanyakan mikir! Kerja boleh, tapi jangan lupa istirahat. Kamu kelihatan capek terus," ujar ibunya dari ujung telepon. Dina tersenyum tipis, merasa hangat mendengar perhatian ibunya.

"Iya, Ma. Dina cuma lagi banyak proyek aja," jawabnya sambil menghela napas pelan. Ibu selalu tahu bagaimana membuatnya merasa lebih baik, bahkan dari kejauhan.

Setelah menutup telepon, Dina memutuskan untuk keluar sebentar, mencari udara segar yang mungkin bisa menghilangkan kepenatannya. Ia mengenakan jaket dan mengambil payung yang tergantung di dekat pintu.

Saat membuka pintu, hujan sudah mulai mereda, meninggalkan aroma tanah basah yang selalu membuatnya bernostalgia.

Tanpa tujuan yang jelas, Dina berjalan menyusuri trotoar yang basah, pikirannya terus melayang ke masa-masa bersama Arga. Mereka adalah duo yang tak terpisahkan, seperti gula dan kopi. Arga selalu berhasil membuatnya tersenyum, bahkan di hari-hari tersulitnya. Tapi, waktu memang tak berpihak pada mereka.

Setelah lulus SMA, mereka memilih jalan hidup yang berbeda-Dina ke kota besar untuk mengejar karir, sementara Arga tetap di kampung, meneruskan bisnis keluarganya.

Langkah Dina terhenti di depan sebuah kafe kecil yang baru dibuka. Di depannya, sebuah papan tulis menampilkan tulisan yang membuatnya tersenyum lebar: "Kopi Gratis untuk Mereka yang Patah Hati."

"Lucu juga," gumamnya sambil membuka pintu kafe itu.

Suara lonceng kecil menyambutnya ketika ia melangkah masuk. Kafe itu kecil tapi nyaman, dengan aroma kopi segar yang langsung memenuhi hidungnya

Sambil melihat-lihat, matanya tertuju pada seorang pria yang duduk di sudut, sibuk dengan laptopnya. Ada sesuatu yang familiar pada sosok itu, meskipun dari belakang. Rambutnya sedikit acak-acakan, dengan jaket kulit yang tampak terlalu besar untuk tubuhnya.

"Hmm... siapa ya?" pikir Dina sambil memperhatikan pria itu. Tapi ketika ia melangkah lebih dekat, matanya membelalak kaget.

"Arga?!" serunya tanpa sadar. Pria itu langsung menoleh, dan seketika senyum lebarnya muncul.

"Dina! Ya ampun, lama nggak ketemu!" Arga berdiri, memeluk Dina dengan hangat. Dina tertawa, merasa nostalgia tiba-tiba menyeruak begitu kuat di dalam hatinya.

"Apa kabar? Ngapain kamu di sini?" tanya Dina sambil melepaskan pelukan mereka.

"Bisnis keluarga, perlu ekspansi ke kota. Jadi, aku mutusin buat pindah ke sini sementara," jawab Arga sambil tersenyum. "Kamu gimana? Udah jadi desainer terkenal ya sekarang?"

"Ah, nggak juga. Masih berjuang aja," jawab Dina sambil tersenyum malu.

Mereka pun duduk, memesan kopi, dan mulai mengobrol panjang lebar tentang kehidupan masing-masing. Dina merasa seperti kembali ke masa lalu, saat segala sesuatunya begitu sederhana dan penuh tawa. Arga, dengan gayanya yang santai dan sedikit konyol, masih sama seperti dulu.

Bahkan, beberapa kali Dina tertawa hingga lupa betapa stresnya hari-hari terakhir ini.

Namun, di tengah tawa dan cerita, ada sedikit rasa canggung yang tak terelakkan. Dina menyadari bahwa ada sesuatu yang telah berubah.

Mereka bukan lagi remaja yang bisa bebas dari tanggung jawab. Ada beban dan masa lalu yang kini membentang di antara mereka.

Setelah beberapa waktu, Arga menatap Dina dengan serius. "Din, aku ada sesuatu yang pengen aku omongin dari dulu."

Dina mengerutkan kening, merasa sedikit gugup.

"Apa?"

Arga terdiam sejenak, seolah mencari kata-kata yang tepat. "Kamu ingat nggak, pas kita SMP dulu, aku pernah bilang sesuatu ke kamu?"

Dina tertawa kecil, berusaha mengurangi ketegangan. "Yang mana? Kamu banyak ngomong waktu SMP, Ga."

"Yang waktu itu... di lapangan basket, waktu kita habis main hujan-hujanan," kata Arga, menunduk sedikit malu.

Dina berusaha mengingat. Perlahan, bayangan masa lalu muncul di benaknya. Ia ingat mereka basah kuyup karena main di tengah hujan, tertawa tanpa peduli dunia. Lalu, di bawah naungan pohon besar, Arga mengatakan sesuatu yang tak pernah ia lupakan.

"Aku suka kamu, Dina."

Dina tersentak dari lamunan. "Arga, kamu masih ingat itu?"

Arga mengangguk sambil tersenyum kikuk.

"Ya, aku masih ingat. Dan... aku masih suka kamu."

Tawa Dina tiba-tiba terhenti. Ia terdiam, mencoba mencerna apa yang baru saja ia dengar. Di satu sisi, ada perasaan senang yang tak bisa ia pungkiri. Tapi di sisi lain, ada kekhawatiran tentang apa yang akan terjadi selanjutnya.

"Ga, itu udah lama sekali. Kita udah banyak berubah. Aku... nggak tahu harus bilang apa," ucap Dina dengan hati-hati.

Arga menatapnya dengan lembut, namun ada tekad dalam matanya.

"Aku tahu. Tapi aku nggak mau kita berpisah lagi tanpa aku mencoba. Aku hanya ingin tahu, apakah ada sedikit perasaan di hatimu, yang mungkin sama seperti perasaanku?"

Dina terdiam. Ia menatap wajah Arga, mencoba menemukan jawaban di dalam hatinya.

Ada perasaan hangat yang mulai tumbuh, tapi juga rasa takut yang mengikutinya. Apa yang akan terjadi jika mereka mencoba? Dan apa yang akan mereka lakukan jika gagal?

Namun sebelum ia bisa menjawab, pelayan datang membawa kopi mereka, memecah suasana yang tiba-tiba menjadi tegang. Dina mengambil kopinya, menghirup aroma kuat yang sedikit menenangkannya.

"Arga, kita baru ketemu lagi. Mungkin kita bisa mulai dari awal lagi, sebagai teman. Kita lihat saja ke mana ini membawa kita, oke?" kata Dina akhirnya, tersenyum kecil.

Arga mengangguk pelan, meskipun terlihat sedikit kecewa. "Oke, Din. Aku bisa terima itu. Asal aku bisa tetap ada di dekatmu."

Percakapan mereka beralih ke topik-topik yang lebih ringan setelah itu, namun di balik setiap kata, ada ketegangan yang tak bisa sepenuhnya hilang. Dina mencoba menikmati momen itu, meskipun pikirannya terus kembali ke apa yang baru saja Arga katakan.

Saat mereka berpisah di depan kafe, Dina merasa ada sesuatu yang baru tumbuh di dalam hatinya. Sebuah benih perasaan yang mungkin sudah ada sejak lama, tapi baru sekarang mulai menyadarinya.

Ia tahu, pertemuannya dengan Arga kali ini bukanlah kebetulan. Ada sesuatu yang lebih besar yang sedang bermain di antara mereka, sesuatu yang mungkin akan mengubah hidup mereka selamanya.

Namun untuk saat ini, Dina hanya ingin menikmati perjalanan ini, langkah demi langkah, tanpa terburu-buru. Lagi pula, siapa yang tahu apa yang akan terjadi esok hari? Terkadang, hal terbaik dalam hidup adalah membiarkan takdir bermain sesuai kehendaknya, sambil tetap menjaga hati agar tidak terluka.

Dan dengan senyum di wajahnya, Dina melangkah pulang, siap menghadapi hari esok yang penuh dengan kemungkinan baru.

Di dalam hatinya, ada keyakinan bahwa apapun yang terjadi, ia akan baik-baik saja. Karena sekarang, ia tahu bahwa ia tidak sendiri.

Di suatu tempat di kota yang besar ini, ada seseorang yang selalu siap mendukungnya, meskipun mungkin butuh waktu untuk benar-benar memahami perasaan mereka.

Tapi bukankah cinta memang begitu? Penuh teka-teki, tak terduga, dan sering kali dimulai dari persahabatan yang paling tulus.

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Aksara Cinta Antara Harta dan Pilihan
Aksara Cinta Antara Harta dan Pilihan
Dalam Aksara Cinta Antara Harta dan Pilihan, Amora terjepit antara kemewahan Arka dan ketulusan Vano. Romance novel ini menguji ambisinya di tengah dunia billionaire yang penuh tekanan. Amora harus menentukan masa depannya dalam kisah modern novel yang penuh dilema ini.
Dendam di Balik Cinta
Dendam di Balik Cinta
Dalam novel Dendam di Balik Cinta, seorang janda miliarder bertekad merebut kembali warisan anaknya dari ibu tiri yang licik. Sebagai pilihan terakhir, ia menemui Jase Mitchell untuk melancarkan misinya. Temukan kisah penuh intrik ini dalam romance novel terbaru di platform web novel kami.
Diselingkuhi Tunangan Dinikahi CEO Tampan
Diselingkuhi Tunangan Dinikahi CEO Tampan
Dikhianati tunangan, Dea terjebak kesalahpahaman yang memaksanya menikah dengan Bian dalam romance novel ini. Sebagai CEO tampan, Bian berupaya memenangkan hati Dea yang trauma. Simak kelanjutan kisah mereka di billionaire romance books ini untuk melihat perjuangan cinta di tengah luka.
Hati Terjerat: Jatuh Cinta pada Istriku yang Jelek
Hati Terjerat: Jatuh Cinta pada Istriku yang Jelek
Dalam novel romance Hati Terjerat: Jatuh Cinta pada Istriku yang Jelek, Viona menyamar demi menghindari pertunangan paksa. Daniel, sang pria billionaire paling dihormati, terjebak dalam misi Viona. Temukan kisah mereka dalam web novel modern ini tentang cinta dan rahasia identitas.
Pembalasan Istri yang Direndahkan: Penyesalan Suami Pengkhianat
Pembalasan Istri yang Direndahkan: Penyesalan Suami Pengkhianat
Dalam novel modern Pembalasan Istri yang Direndahkan: Penyesalan Suami Pengkhianat, Elara dicampakkan Deon saat hamil. Baca novel online gratis ini yang mengisahkan perjuangan Elara bangkit menjadi wanita karier kaya sebelum menuntut cerai mantan suaminya yang kini terobsesi mengejarnya kembali.
Partner Satu Malam Jadi Istri Kontrak
Partner Satu Malam Jadi Istri Kontrak
Dalam Partner Satu Malam Jadi Istri Kontrak, Alessa mendekati miliarder Jovian Arsenio Heide demi membalas dendam masa lalu. Namun, saat menjadi istri kontrak, ia terjebak antara misi pribadi dan perlakuan manis Jovian. Baca romance novel ini untuk mengikuti kisah penuh intrik dalam modern novel ini.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Ayah Nakal, Kau Ketahuan!
Ayah Nakal, Kau Ketahuan!
Raja mafia, Eddie memilih untuk jalani hidup dengan tenang. Empat tahun kemudian, Nora Olsen, sang CEO cantik, kembali dengan membawa seorang anak, lalu menerobos masuk hidup Eddie yang tenang. "Dia anakmu, menikahlah denganku dan jadi ayahnya!" Ini kisah tentang nikah kilat, pengkhianatan keluarga, dan perang bisnis. Tepat ketika dia butuh bantuan, pria terkaya di dunia malah menyebut suaminya, Eddie sebagai anaknya?!
Bupati Cilik Berusia 8 Tahun
Bupati Cilik Berusia 8 Tahun
Toni, mantan penyidik kriminal, melintas ke zaman kuno dan menjadi pejabat berusia 8 tahun. Saat hampir dikuasai elite desa, sistem Hakim Adil aktif. Dia memecahkan kasus, mengalahkan musuh, dan menumpas bandit. Dengan poin sistem, dia memperoleh kemampuan dan membela rakyat hingga namanya tercatat dalam sejarah.
Maharani Naik Tahta
Maharani Naik Tahta
Maharani Keisha Sieputra yang sakit parah mencari putrinya yang hilang, Mutia Siputra, untuk mewariskan takhta. Mutia awalnya istri Ardi Salim, setia mengurus mertua dan membantunya meraih jabatan. Setelah Ardi merayu Sania Tanto dan menuduh Mutia tidak setia, mereka dipaksa cerai. Dalam bahaya, identitas Mutia terungkap, Kasim Jamal melindunginya dengan nyawa. Lando Surya datang tepat waktu, mengungkap kebenaran dan menghukum penjahat. Di pemakaman Jamal, Mutia mengumumkan naik takhta dan memutus hubungan dengan Ardi, berubah dari istri ditinggalkan menjadi Maharani.
Kebanggaan Klan: Kembalinya Sang Bela Diri
Kebanggaan Klan: Kembalinya Sang Bela Diri
Aku lahir di keluarga yang sangat hebat, bahkan dikarunia kekuatan yang dahsyat, hanya saja keluargaku mengkhianatiku, bahkan bersekongkol untuk menghancurkanku. Dalam perjalanan hidupku ini penuh dengan rintangan, bahkan aku bertekad untuk mengungkapkan semua kebenaran pada dunia, kalau aku bukan begitu. Hanya saja bisakah aku mencapai hari itu? Sebelum akhir tragisnya, ibu saya mempercayakan saya kepada sahabatnya yang paling dipercaya. Dalam perjuangan melindungi saya, wali saya mengorbankan segalanya, kehilangan kemampuan berjalan. Selama dua puluh tahun, saya hidup bersembunyi, berlatih di bawah seorang guru misterius, menunggu hari untuk kembali. Sekarang, saya telah kembali, bukan lagi anak tak berdaya yang dulu mereka buang. Misi pertama saya adalah merebut kembali yang hilang dan membalas dendam untuk ibu saya. Saat saya menggali lebih dalam, dalang sebenarnya di balik pengkhianatan mulai muncul satu per satu. Ini adalah perjalanan saya—untuk mengungkap kebenaran tersembunyi, membongkar kebohongan, dan membawa keadilan bagi mereka yang telah menyakiti kami.
Putri Dewa
Putri Dewa
Mira, dewa yang turun ke dunia fana, diusir keluarganya saat sang putri asli kembali. Namun, tak gentar, dia menggunakan kekuatannya untuk memikat Pangeran Gion. Kepintaran dan kehebatannya membuat semua terpukau, sementara keluarga angkatnya hancur saat rahasia gelap putri kandung mereka terungkap.
Daddy Kapan Nikah?
Daddy Kapan Nikah?
Enam tahun yang lalu, dia menyelamatkan seorang miliarder dan membesarkan putri mereka sendirian. Kini, sebagai kurir yang hidup pas-pasan, dia kembali dipertemukan dengan pria itu dalam sebuah kontes modeling besar, di mana alergi yang mengancam jiwa akhirnya bisa menguak tabir kebenaran.