Logo
Cinta CEO dalam Jebakan
Cinta CEO dalam Jebakan

Cinta CEO dalam Jebakan

38 Bab
Tamat
Dalam novel modern Cinta CEO dalam Jebakan, Gabriella menuntut tanggung jawab Max Evans atas penghancuran rumahnya. Terjebak insiden tak terduga, sang billionaire menuduhnya sebagai penyusup. Temukan kelanjutan kisah mereka dalam romance novel ini yang penuh intrik dan pengkhianatan.
Bab 1 dari Cinta CEO dalam Jebakan

Pernahkah kalian merasa lelah dalam menjalani hidup?

Setiap hari, beban di atas pundak terasa semakin berat. Walau begitu, kaki harus tetap melangkah karena waktu tak memberi ampun pada siapa pun yang lemah.

Itulah yang dirasakan oleh seorang gadis di dalam rumah kecilnya. Setiap kali bunyi reruntuhan bangunan terdengar mendekat, ia akan menekan tuts piano dengan lebih bersemangat.

Ketika kegaduhan itu terdengar lebih kencang, ia memutar tombol pengatur volume hingga hampir maksimal. Tidak ada satu pun di dunia ini yang mampu menghentikan permainan piano gadis itu, kecuali bunyi bel untuk yang kelima kalinya.

“Aaargh! Siapa lagi itu? Kapan mereka akan berhenti menggangguku?”

Dengan langkah berat dan cepat, ia menghampiri pintu.

“Ada apa?” tanyanya garang.

Sosok berwajah tampan di luar pintu pun mengerjap. Namun, sedetik kemudian, senyum manis pria itu melengkung sempurna.

“Selamat siang, Nona Gabriella,” sapanya ramah.

Sang gadis mengerutkan alis mengamati pria asing yang mencurigakan itu.

Rambut hitam yang tertata rapi, kemeja putih panjang di tengah hari yang terik, dan sepatu pantofel mengilap di ujung kaki. Tidak salah lagi. Pria itu pasti karyawan Quebracha Company yang diutus untuk meluluhkan hati Gabriella.

“Apakah mereka pikir, keputusanku bisa diubah karena seorang laki-laki tampan? Cih, pemikiran yang dangkal sekali,” batin sang gadis dengan sebelah sudut bibir berkedut samar.

“Kalau Anda ingin membujuk saya untuk menjual rumah ini, maaf ... saya tetap tidak tertarik. Tolong katakan kepada atasan Anda untuk berhenti mengganggu saya dan rumah ini. Kalian hanya akan menghabiskan waktu dan energi.” Gadis itu menarik pintu tanpa basa-basi.

Sang pria spontan menahan pintu dengan lengannya yang kekar. Mata si tuan rumah pun terbelalak menyaksikan keberanian yang tak terduga itu.

“Apa?” tanya sang gadis sambil menekan pintu agar tidak terbuka lebih lebar. Ia takut jika si orang asing memaksa masuk ke rumahnya.

“Kedatangan saya ke sini bukan untuk itu.” Senyum manis kembali diperlihatkan meski hanya lewat celah sempit.

“Lalu, apa?” Gabriella mengerutkan alis mengisyaratkan bahwa dirinya risih.

“Karena Anda menolak untuk menjual rumah ini, perusahaan kami ingin bernegosiasi.”

“Bernegosiasi? Apa bedanya dengan membujuk?”

“Tentu saja berbeda. Karena itu, mohon izinkan saya masuk dan menjelaskannya secara rinci.”

Sang gadis menggigit bibir bawahnya dan melayangkan tatapan sinis. Akan tetapi, laki-laki di hadapannya sama sekali tidak mengubah ekspresi. “Anda benar-benar ingin masuk ke rumah ini?” tanya Gabriella seperti menguji nyali.

“Ya,” angguk sang pria tanpa sedikit pun nada khawatir.

Setelah menimbang-nimbang sejenak, si tuan rumah menghela napas samar dan mengangguk kecil. “Baiklah, silakan masuk.” Pintu akhirnya dibuka.

“Terima kasih,” ucap pria tampan itu masih dengan lengkung bibir yang manis. Bahkan sampai ia duduk di sofa pun, keramahannya tetap berseri.

“Silakan diminum,” tutur Gabriella sambil meletakkan secangkir kopi dan segelas air. Sudut bibirnya kini ikut naik.

“Terima kasih, Nona. Perkenalkan, saya Max dari Quebracha Company.”

“Ya, saya sudah tahu,” sela Gabriella dengan bibir mengerucut.

“Sudah tahu?” Pria itu mengangkat kedua alisnya.

Sang gadis mengangguk yakin. “Ya ..., siapa lagi yang tega mengganggu kedamaian hidupku kalau bukan karyawan dari perusahaan Quebracha?”

Raut tegang sang pria sontak berubah kembali manis. “Oh, baiklah. Saya mohon maaf atas ketidaknyamanan Anda.”

Gabriella hanya mengangkat bahu singkat.

“Sebelum saya mulai menjelaskan, saya ingin memastikan. Apakah Anda yakin tetap tidak ingin menjual rumah ini meski ditawari harga empat kali lipat?”

Sang gadis menarik napas panjang dan menjawab, “Ya.”

“Apakah Anda yakin tetap nyaman tinggal di rumah ini jika proyek perusahaan kami sudah berjalan?”

“Ya.”

“Meski gedung-gedung tinggi mengelilingi rumah Anda?”

Gabriella pun tertunduk dan menjepit pangkal hidungnya. “Bukankah maksud Anda datang ke sini bukan untuk membujuk saya?” protesnya dengan nada malas.

“Ya, memang. Saya hanya ingin memastikan,” terang Max dengan nada santai. Selang satu kedipan, ia meletakkan sebuah map di atas meja. “Kalau begitu, Anda pasti tidak keberatan menandatangani surat ini.”

Dengan alis berkerut, Gabriella membaca dokumen tersebut. “Surat pernyataan?”

“Bahwa Anda tidak keberatan jika proyek kami tetap dilancarkan. Anda tidak akan membuat protes ataupun laporan kepada media.”

Tanpa sadar, sang gadis menggertakkan rahang. “Jadi, kalian benar-benar tega mengubah lingkungan ini menjadi perkotaan?” gumamnya dengan suara bergetar.

“Kami tidak akan menyentuh rumah Anda, termasuk pekarangan dan pagarnya. Kami hanya akan membangun pada jarak aman.”

Tiba-tiba, Gabriella mendengus dan tertunduk.

“Dari mana saya tahu kalian tidak akan mengusik rumah ini? Poin-poin yang Anda sebutkan tadi tidak tertulis dalam surat ini. Perusahaan Anda bisa saja melakukan kecurangan.”

“Kecurangan seperti apa yang Anda maksud?”

Telunjuk sang gadis mendadak teracung.

“Tunggu sebentar. Saya tuliskan poin-poin yang harus perusahaan Anda penuhi. Silakan nikmati kopi ini selagi menunggu.” Tanpa membuang waktu, Gabriella masuk ke sebuah pintu.

Seperginya si tuan rumah, mata sang pria mulai leluasa menjelajah. Semua potret yang tergantung di dinding diamati dengan saksama. Begitu pula dengan piala yang terpajang pada rak kaca di sudut ruangan. Embusan napas sinis spontan keluar dari mulutnya.

“Siapa sebenarnya perempuan ini?”

Max lanjut mengamati piano yang mengintip di ruangan sebelah. Pengamatannya baru berhenti ketika ponsel dalam sakunya bergetar.

“Bagaimana, Tuan CEO? Apakah Anda masih tidak percaya bahwa perempuan itu memang unik?” Max tersenyum miring begitu membaca pesan dari sekretaris pribadinya.

“Cih, unik apanya? Justru aku semakin curiga kalau perempuan ini disuap oleh pesaing bisnis kita,” balas sang CEO tanpa perlu berpikir dua kali.

“Lalu, apakah benar bahwa perempuan itu cantik sekali? Kudengar, Gabriella itu sangat memesona. Dia seperti bidadari yang turun dari khayangan.”

Helaan napas langsung keluar dari mulut Max. “Hm? Memesona?” gumamnya sembari melihat kembali foto Gabriella kecil yang diapit oleh kedua orang tuanya.

“Tidak sama sekali,” desah pria itu seraya meraih cangkir.

Begitu kopi hangat masuk ke mulutnya, mata pria itu nyaris melompat keluar. Sedetik kemudian, cairan hitam yang seharusnya ditelan malah dituang kembali ke wadahnya.

“Astaga! Kenapa pedas sekali?”

Tanpa ragu, sang CEO mengambil gelas yang satu lagi. Belum sempat air membasahi kerongkongannya, bunyi semburan air sudah terdengar. “Huek .... Asin sekali!”

Sambil mengelap bibir dan dagunya dengan sapu tangan, pria itu celingak-celinguk mencari dapur.

“Aku butuh air. Aku butuh air!” batinnya sambil bernapas lewat mulut yang menganga. Malangnya, semua pintu yang ia tuju terkunci rapat. Kedongkolan seketika meroket merobohkan kesabaran. Ia sadar bahwa dirinya sudah masuk perangkap.

“Perempuan itu ... beraninya dia mempermainkanku.” Dengan tangan terkepal erat, Max mengetuk pintu kamar Gabriella.

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Aku Bukan Boneka
Aku Bukan Boneka
Dalam novel modern Aku Bukan Boneka, seorang wanita harus menghadapi tuduhan perselingkuhan suaminya. Saat ingin memverifikasi kebenaran demi melindungi haknya, ibu kandungnya justru mengacaukan pameran seninya demi memaksanya bercerai. Baca novel online gratis ini sekarang.
Aku Tak Lain Hanyalah Tamu
Aku Tak Lain Hanyalah Tamu
Dalam novel romantis miliarder Aku Tak Lain Hanyalah Tamu, seorang wanita menghadapi siklus pernikahan dan perceraian yang berulang demi kekasih lama suaminya. Setelah menyerah pada keputusasaan, ia memutuskan untuk pergi selamanya. Baca novel online ini untuk mengikuti akhir perjuangannya.
CEO itu Tunanganku
CEO itu Tunanganku
Dalam CEO itu Tunanganku, Melisa terjebak pria oportunis saat menanti cinta masa kecilnya. Rommy kembali sebagai miliarder tangguh untuk menagih janji perjodohan mereka. Ikuti kisah romance novel ini di webnovel yang penuh rintangan takdir dalam kategori billionaire romance novels.
Diceraikan Tanpa Alasan
Diceraikan Tanpa Alasan
Diceraikan Tanpa Alasan oleh Kael, Elira ternyata Seraphina Callisto, pewaris dinasti miliarder. Di romance modern ini, sang dokter jenius bangkit meninggalkan masa lalunya. Baca kisah billionaire romance novels ini saat Kael menyesal dan mengejar sang mantan istri yang kini tak tergapai.
Hasrat Cahaya Bulan: Lamaran Sang CEO yang Berani
Hasrat Cahaya Bulan: Lamaran Sang CEO yang Berani
Dalam novel modern Hasrat Cahaya Bulan: Lamaran Sang CEO yang Berani, Bertha nekat meminta video dewasa pada atasannya. Bukannya dipecat, Justin justru menawarkan demonstrasi langsung dan lamaran pernikahan mendadak. Baca kisah billionaire romance novels ini sekarang di web novel kami.
Menjadi Istri Dadakan CEO Posesif
Menjadi Istri Dadakan CEO Posesif
Dalam novel romantis miliarder Menjadi Istri Dadakan CEO Posesif, Amber yang terbuang terpaksa menikahi Reyvan, CEO dingin yang menuntut perceraian kontrak. Namun, sang suami justru berbalik tidak bisa hidup tanpanya. Baca novel online ini untuk mengikuti lika-liku pernikahan kontrak mereka.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Luka Masa Lalu, Cinta Masa Depan
Luka Masa Lalu, Cinta Masa Depan
Sylvia, putri dari keluarga kaya, kehilangan identitas dan hidupnya berantakan. Untuk biayai pengobatan ayahnya, dia terpaksa menjadi selingkuhan rahasia Chris. Menganggap Sylvia hanya pencari harta, Chris menyiksanya dengan penuh penghinaan. Di titik putus asa, Sylvia memutuskan untuk kabur. Usai nyaris dijadikan tumbal untuk pria lain, jalan hidupnya tak terduga bersilangan dengan keluarga Dixon, yang membuat identitas aslinya pelan-pelan terungkap. Justru ketika Sylvia pergi, Chris mulai menyadari cinta dan berjuang menebus kesalahannya. Meski hati Sylvia yang beku mulai mencair melihat perubahan Chris, keduanya masih harus menghadapi tembok besar perbedaan status dan salah paham masa lalu.
Bangkit Kembali, Menata Keluarga yang Hancur
Bangkit Kembali, Menata Keluarga yang Hancur
Setelah hidup kembali, Tina terkejut mendapati suaminya, seorang aktor top, sangat merindukannya hingga sakit dan dikelilingi pengganti, sementara putra sulungnya terlibat masalah hukum dan putri bungsunya ditipu. Meskipun seluruh publik menganggap keluarganya kacau tak tertolong, Tina berhasil melatih mereka yang gila menjadi setia, bahkan membuat antagonis utama memohon ampun.
Benci dan Cinta Bercampur Aduk
Benci dan Cinta Bercampur Aduk
Setelah kematian suaminya, Siska dihina oleh keluarganya dan orang-orang di sekitarnya. Hampir dijual oleh pemilik rumah bordil, pikirannya hanya tertuju pada cara untuk menyusul sang suami. Namun, kakak iparnya datang menyelamatkan dan membawanya pulang. Tanpa disadari, seorang pria misterius terus mengamatinya dari jauh. Akankah Siska menemukan jawaban atas kematian suaminya, atau selamanya dicap sebagai pembawa sial?
Matahari di Antara Dua Dunia
Matahari di Antara Dua Dunia
Meski harus menjalani karir di tiga tempat sekaligus selama hamil, Allison tetap tak mampu membiayai pengobatan pacarnya, Henry. Ibunya baru muncul setelah Henry diusir dari rumah sakit, dan mengungkapkan bahwa putranya adalah seorang ahli waris yang sangat berpengaruh. Demi menjamin perawatan Henry, Allison pergi meninggalkannya. Namun Henry menolak menerima perpisahan mereka dan memburunya ke mana-mana, hanya untuk menyaksikan kematian palsu Allison yang membuatnya jatuh pingsan. Tujuh tahun kemudian, Allison yang sakit dan buta berjuang keras membesarkan putri mereka, Elena. Henry bertemu Elena tanpa tahu itu anaknya, yang memicu kesalahpahaman. Tunangannya Henry yang cemburu, Adeline, juga berkomplot melawan Allison dan berusaha menculik Elena, sementara Henry mengumpulkan bukti untuk membongkar kejahatan keluarga Adeline...
Tanda Tangan Tanpa Cinta
Tanda Tangan Tanpa Cinta
Dirampas hartanya dan terpuruk dalam skandal, Allison kembali dengan putranya untuk merebut warisan ibunya, tapi yang dia dapat malah utang 40 triliun! Di titik terendah, dia bertemu Grayson, miliarder misterius yang mengaku sebagai kreditur. Masing-masing menyembunyikan motif, mereka pun menjalani pernikahan kontrak. Allison terus melawan ayah licik, ibu tiri, dan mertua pendendam. Perlahan, adu gengsi di antara mereka berubah menjadi ikatan tulus. Namun saat rahasia kelam Grayson terbongkar, Allison dihadapkan pada pilihan yang akan menghancurkan atau menyatukan mereka selamanya...
Saat Kau Pergi, Aku Baru Tahu (Sulih Suara)
Saat Kau Pergi, Aku Baru Tahu (Sulih Suara)
Nicole diangkat sebagai anak oleh Damian saat dia berusia tujuh tahun, dan dia pun jatuh cinta pada pria yang dia panggil paman ini tanpa bisa dihindari. Tetapi Damian merasa dirinya sepuluh tahun lebih tua darinya, dan memutuskan untuk menggunakan cara berpacaran dengan wanita lain untuk mengakhiri angan-angan Nicole yang tidak realistis itu, tetapi detak jantungnya tidak bisa menipunya sendiri. Nicole yang patah hati memutuskan untuk meninggalkan Damian...