Logo
BUKAN KISAH SEMPURNA
BUKAN KISAH SEMPURNA

BUKAN KISAH SEMPURNA

80 Bab
Tamat
Dalam romance novel BUKAN KISAH SEMPURNA, Adinda terpaksa menikahi Alvin demi biaya rumah sakit kekasihnya, Alvaro. Saat misi menaklukkan hati Alvin berhasil dan Alvaro terbangun dari koma, Adinda harus memilih antara menjadi yang kedua atau kembali ke cinta lama yang ditolak keluarga.
Bab 1 dari BUKAN KISAH SEMPURNA

Adinda menatap kosong taman rumah sakit yang terlihat sepi, karena memang jam besuk sudah berakhir sejak 2 jam yang lalu. Di antara kekosongan yang menghias, tampak juga kebingungan di netra dengan warna cokelat itu. Di saat seperti ini, ia benar-benar merasa sendiri, dan sama sekali tidak memiliki teman. Keluarga yang seharusnya menjadi tempat ia berlari pun sudah tidak lagi ada. Ia anak tunggal, dan kedua orangtuanya sudah meninggal sejak lima tahun yang lalu.

Adinda hidup seorang diri di kota yang banyak orang bilang lebih kejam dari ibu tiri ini. Gajinya menjadi seorang pelayan kafe, tentu saja tidak akan cukup untuk membayar tagihan rumah sakit yang sudah amat membengkak.

“Maaf Mbak, tapi jika Mbak Dinda tidak bisa melunasinya besok, terpaksa kami akan mencabut segala fasilitas yang kami berikan pada pasien.”

Wanita dengan surai lembut sepanjang punggung itu memejamkan mata. Menarik napasnya yang begitu sesak. Apa yang harus ia lakukan dengan ini semua? Siapa yang bisa ia mintai tolong?

“Kamu yang menyebabkan anak kami terbaring koma di rumah sakit! Jadi kami harap kamu akan bertanggung jawab dan tidak lepas tangan begitu saja!”

Napas yang terasa sesak itu kian bertambah sesak. Nyatanya kalimat yang ibu Alvaro katakan itu benar. Alvaro, laki-laki yang menjadi kekasihnya selama satu tahun belakangan ini mengalami kecelakaan karena dirinya. Andai hari itu Alvaro tidak bertengkar dengan kedua orang tuanya, dan tidak kabur demi memilihnya, tentu saja hal semacam ini tidak akan pernah terjadi. Andai saja saat ibu Alvaro datang, dan memintanya mundur hari itu, dia memilih mundur, mungkin saja Alvaro tidak akan terbaring di ranjang rumah sakit seperti sekarang ini. Andai saja— Adinda kembali mengembus napas lirih, mencoba untuk kuat karena semua kata andai itu telah menjadi percuma.

Sekarang, yang perlu ia lakukan adalah membayar tagihan rumah sakit, agar Alvaro bisa sembuh. Namun, lagi-lagi ia bingung dari mana mendapatkan uang dengan nominal yang tidak bisa dikatakan sedikit itu?

Adinda memejamkan mata, mencoba berpikir, dan— surat rumah. Apa dia harus menjual rumah peninggalan orang tuanya?

“Boleh saya numpang duduk?” Pertanyaan itu membuyarkan semua pemikiran yang kini memenuhi kepala Adinda. Ia menoleh dan segera melempar senyuman ramah pada seorang wanita yang kini berdiri di sampingnya.

“Silahkan Tante,” ujar Adinda sembari menggeser duduk agar wanita yang berusia sekitar enam puluh tahun itu bisa duduk.

“Siapa yang sakit?” tanya wanita itu, membuat Adinda urung untuk kembali memikirkan rencana menjual rumahnya.

“Teman, Tante,” jawab Adinda kikuk. Merasa tidak nyaman jika menyebut pacar.

“Pacar, ya?” tebak wanita itu dengan senyuman lembut, tidak ada nada nyinyir ataupun sok tahu, yang membuat Adinda akhirnya mengangguk.

“Sakitnya parah, kamu keliatan sedih gitu?”

Jika dalam kondisi hati yang baik, mungkin Adinda akan memilih pamit, daripada meladeni wanita yang mulai kepo dengan apa yang ia alami ini. Namun, keadaannya sedang sangat membingungkan, dan sepertinya Adinda perlu teman untuk sekadar berbagi cerita. Toh, wanita di sampingnya ini tidak ia kenal. Mungkin tidak masalah untuk sekadar berbagi resah.

“Sudah dua minggu koma, dan sampai sekarang belum sadar.” Adinda memberikan sebuah senyuman, yang malah terlihat menyedihkan.

“Dan jika besok saya belum membayar tagihan, semua pengobatan akan dihentikan,” bisik Adinda lagi dengan wajah sendu.

“Kenapa kamu yang menanggung? Memang keluarga tidak ada?”

Adinda menunjukkan senyum kecut, dan seharusnya ia berhenti saat itu juga. Bukan malah membeberkan apa yang terjadi. Entahlah, mungkin Adinda sudah terlalu lelah dan putus asa. Atau mungkin, karena sorot mata wanita ini tidak terlihat menghakimi.

“Kok ada ya keluarga kayak gitu? Ini kan menyangkut nyawa anak mereka? Apa mereka nggak mikir andai kamu nggak bisa bayar?” Adinda hanya tersenyum mendengar semua kalimat bernada marah itu. Ia merasa, seolah ibunya kini ada di sini untuk memberinya kekuatan.

“Makasih Tante, sudah mau mendengar curhatan saya,” ujar Adinda dengan senyuman tulus. Jujur, hatinya mulai membaik, dan sepertinya ia memang harus menjual rumahnya untuk membayar tagihan rumah sakit.

“Kamu mau ke mana?” tanya wanita itu saat Adinda bangkit dari duduknya.

“Saya sepertinya sudah menemukan solusi masalah saya, Tante,” jawab Adinda dengan senyum mengembang. Ia ingat salah satu tetangganya pernah menawar rumah peninggalan orangtuanya itu. Mungkin sekarang belum terlambat untuk menawarkannya.

“Boleh Tante tahu, apa itu?” Entah mengapa wanita itu merasa khawatir. Ia takut wanita muda di sampingnya ini melakukan hal nekad.

“Saya punya rumah peninggalan orang tua saya. Rasanya itu akan cukup untuk membayar tagihan rumah sakit. Lebihnya bisa saya pakai untuk menyewa kontrakan,” jelas Adinda tanpa beban. Seolah memang itu jalan yang terbaik.

“Orangtua kamu sudah meninggal?” Dan saat anggukan kepala yang ia dapat sebagai jawaban, wanita itu merasakan kepedihan yang luar biasa.

“Saya permisi dulu ya, Tante. Mau nawarin ke tetangga saya. Waktu itu dia mau, siapa tahu masih berminat.”

“Tunggu!” Namun, langkahnya terpaksa terhenti saat wanita dengan penampilan elegan itu menahan lengannya. “Siapa nama kamu?”

“Saya Adinda, Tante,” jawab Adinda dengan wajah bingung.

“Kamu anak baik.”

Adinda tersenyum manis saat mendengar pujian itu. “Terima kasih,” bisiknya masih dengan raut bingung.

“Boleh Tante bantu kamu, Sayang?”

Kening Adinda mengerut bingung. “Maksud Tante?”

“Berapa tagihan rumah sakit?” tanya wanita itu sungguh-sungguh. Dan dengan wajah yang semakin bingung, Adinda pun menyebutkan nominal yang jumlahnya sangat besar. Namun, anehnya wanita itu tidak terlihat terkejut.

“Ayo kita ke resepsionis.” Wanita itu menarik lengan Adinda, tapi Adinda menahan langkahnya.

“Tante ini maksudnya gimana? Saya nggak mau nyusahin Tante. Bahkan kita juga baru kenal.”

Wanita itu tersenyum hangat. “Nama saya Marlina. Saya juga seorang ibu yang mempunyai anak. Mana saya tega setelah mendengar cerita kamu tadi?”

“Tapi Tante, itu jumlahnya nggak sedikit.” Adinda merasa menyesal karena sudah menceritakan masalahnya pada orang asing. Sungguh, ia tidak berniat sampai ke arah sini.

“Tante tahu, dan Tante bisa bantu kamu,” ujar Marlina dengan senyum lembut keibuan. Membuat Adinda semakin merasa bersalah. Wanita ini begitu baik, dan dia tidak boleh memanfaatkannya.

“Tapi Tan—“

“Kamu bisa anggap ini hutang, dan mencicilnya pelan-pelan,” potong Marlina cepat.

Namun, Adinda menggeleng. “Saya hanya pelayan kafe, nggak akan bisa membayar hutang sebesar itu.” Adinda mencoba untuk berpikir realistis.

“Kalau begitu, kamu bisa membayar dengan cara lain,” ujar Marlina, kali ini ada sorot penuh harap yang terpancar dari mata itu. Hal yang sejak tadi tidak bisa mata Adinda tangkap, wanita ini kini seolah menunjukkan ruang rapuh yang terus disembunyikan.

“Apa itu Tante?” tanya Adinda, yang merasa trenyuh saat melihat mata wanita itu mulai berkaca-kaca.

“Menikahlah dengan anak saya.” Mata Adinda pun melebar saat itu juga.

“Uang itu akan saya jadikan mahar, jadi kamu tidak perlu mengembalikannya.”

Jantung Adinda pun perlahan berdetak cepat. Ada rasa takut, bingung, putus asa, yang kembali menyerangnya. Awalnya Adinda meminta waktu untuk berpikir, tapi nyatanya waktu tidak memihak padanya. Dan saat tetangga yang ia harap bisa menolong dengan membeli rumahnya ternyata baru saja membeli rumah di lokasi lain, maka Adinda tidak punya jalan keluar, selain menghubungi wanita itu.

“Oke, besok kita bertemu di rumah sakit dan saya akan melunasi semuanya.”

“Tante, tolong buat surat perjanjian. Saya takut nantinya hati saya goyah,” ujar Adinda yang merasa takut akan berbuat curang jika ada yang membuatnya tidak nyaman nanti.

“Baiklah, saya rasa saya memang tidak salah memilih. Kamu adalah orang yang tepat untuk menjadi pendamping anak saya.”

Adinda hanya tersenyum tipis, menyerahkan kehidupannya di depan sana pada Tuhan. Semoga, semuanya berjalan lebih mudah dari yang ia duga.

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Ayah CEO Pengen Pelukan
Ayah CEO Pengen Pelukan
Dalam Ayah CEO Pengen Pelukan, Nadia terjebak malam panas dengan orang asing. Namun, Kresna sang miliarder merasa terhina saat diberi uang tip. Baca romance novel ini untuk melihat upaya Kresna memburu Nadia di billionaire romance books yang penuh intrik dan gairah modern novel.
Bantu  Mertuaku Ngerjai Pelakor
Bantu Mertuaku Ngerjai Pelakor
Dalam novel romantis modern Bantu Mertuaku Ngerjai Pelakor, seorang istri berlidah tajam yang bosan dengan pernikahan tenangnya mendapat misi baru. Saat selingkuhan ayah mertuanya kembali dan menyiksa ibu mertuanya yang lembut, ia pun turun tangan. Baca Novel Online seru ini sekarang.
Boy and Secret
Boy and Secret
Dalam Boy and Secret, Kenzo dan Alesha terjebak pernikahan paksa yang penuh rahasia. Saat Alesha hamil, komitmen mereka diuji di tengah ketakutan. Baca romance novel ini untuk mengikuti perjuangan mereka membangun cinta dalam modern novel yang emosional dan penuh rintangan.
Cinta dan Ilmu Hitam
Cinta dan Ilmu Hitam
Dalam novel misteri Cinta dan Ilmu Hitam, seorang istri mengalami lonjakan berat badan drastis dan rasa lapar ekstrem yang tak wajar setelah menikah. Melalui siaran langsung, terungkap dugaan suaminya menggunakan guna-guna demi menguntungkan selingkuhannya. Baca novel online menegangkan ini.
Menikahi Suster Cantik
Menikahi Suster Cantik
Dalam Menikahi Suster Cantik, Brian Carlos Pratama, dokter dingin di Korea Selatan, nekat mengejar cinta Fayyana Bethani meski ia akan segera menikah. Romance novel ini menyajikan ambisi Brian mendapatkan Betha di tengah risiko dicap perusak hubungan. Baca kisah lengkapnya di webnovel ini.
Misteri Menu Sarapan Mertua
Misteri Menu Sarapan Mertua
Dalam Misteri Menu Sarapan Mertua, kehidupan pernikahan di rumah mertua berubah mencekam saat rahasia gelap terungkap lewat hidangan pagi. Novel misteri ini menyajikan horor modern penuh teka-teki. Temukan kebenaran di balik perilaku aneh mereka dalam mystery story yang menegangkan ini.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Balas Dendam sang Pelayan
Balas Dendam sang Pelayan
Yuna adalah seorang siswi SMA berprestasi sekaligus putri tunggal Wulan. Yuna mengalami penindasan semasa sekolah hingga akhirnya memutuskan untuk bunuh diri. Selaku ibu, Wulan pun bertekad untuk membalaskan dendam anaknya kepada para pelaku satu per satu.
[Versi Dub] Kejutan di Pesta Pembatalan Nikah
[Versi Dub] Kejutan di Pesta Pembatalan Nikah
Tania lahir di keluarga kaya. Ayahnya adalah orang terkaya di dunia, Kakak Pertama, Kedua dan Ketiganya masing-masing adalah Dewa Perang, Artis Papan atas dan Dewa Keuangan ternama. Namun, dia malah jatuh cinta pada kekasih masa kecilnya, Chris Cana. Ketika Chris hendak ditabrak mobil dalam sebuah kecelakaan, Tania bergegas menghalanginya. Alhasil, Tania tertabrak dan terluka di sarafnya. Dokter awalnya menyatakan bahwa dia akan lumpuh seumur hidup, tapi ayah Tania menghabiskan banyak uang untuk mencari tim ahli medis kelas dunia untuk menyembuhkannya. Demi menguji perasaan Chris pada Tania, ayah Tania menyuruhnya untuk berpura-pura lumpuh dan melanjutkan hubungannya dengan Chris. Menjelang pernikahan Tania dan Chris, Tania memutuskan untuk berdiri dari kursi rodanya di pesta pernikahan dan memberi tahu Chris identitas ayah dan para kakaknya yang sebenarnya. Tidak disangka, ketika Tania hendak membahas pernikahannya dengan Chris, dia menemukan perilaku buruk Chris dan sahabatnya, Rina. Tania menahan napas dan setuju untuk melanjutkan pernikahan dari luar, tetapi di belakang, Tania meminta ayahnya untuk mengubah pesta pernikahan menjadi pesta perceraian.
[Dijuluki] Pembekuan Takdir Pengkhianatan Cinta
[Dijuluki] Pembekuan Takdir Pengkhianatan Cinta
Temani dia dari tidak dikenal hingga menjadi terkenal. Di ulang tahun pernikahannya yang ketiga, pria ini menghamili majikannya! Hubungan selama bertahun-tahun itu seperti lelucon, dan kali ini saya memutuskan untuk pergi. Kirim pemberitahuan kematian dan lenyap dari dunianya.
Selamat Jalan Selamanya, CEO yang Posesif
Selamat Jalan Selamanya, CEO yang Posesif
Pada hari fitting gaun pengantin, saya diseret ke ruang ganti oleh saudara laki-laki tunangan saya, dipermalukan, dan kesakitan. Saya mengertakkan gigi, menahannya, 'Apakah saudara laki-laki saya yang tidak bersalah tahu bahwa Anda telah dipermainkan oleh saya?" Saya telah berlari selama tujuh tahun, berharap untuk melepaskan diri dari mimpi buruk, tetapi saya tidak bisa melepaskan cengkeramannya.
Pamanku, Kekasihku
Pamanku, Kekasihku
Kakaknya menikah dengan ayahnya, jadi cinta mereka tetap tak terucapkan. Tujuh tahun kemudian, ketika mereka bersatu kembali, mereka menyadari bahwa cinta tidak pudar seiring waktu.
Meninggalkan Tunanganku demi Paman Mafia-nya
Meninggalkan Tunanganku demi Paman Mafia-nya
Setelah dikhianati dan dibunuh tunangannya, Marcus dan adik tirinya, Athena terlahir kembali di hari dia harus memilih tunangannya. Dia langsung mengubah pilihannya dan memilih pamannya Marcus, raja mafia, pria yang selalu dia panggil Pamannya Alex. Saat mantannya mengungkap kenyataan dan hasrat indah mereka merekah, apakah tindakannya ini akan menjadi balas dendam saja atau godaan berbahaya?