Logo
Anak Tersisih
Anak Tersisih

Anak Tersisih

74 Bab
Tamat
Dalam novel Anak Tersisih, Sarinah memulai hidup baru sebagai Rully setelah diadopsi dan menjadi dokter sukses. Namun, rahasia masa lalunya terancam saat seorang pria melamarnya. Ikuti romance novel penuh pilihan sulit ini di webnovel modern yang menguji kejujuran dan identitas asli.
Bab 1 dari Anak Tersisih

"Anak laki-laki gak boleh pegang sapu, biarkan saja kakak perempuanmu yang mengerjakannya!" Aku menghela napas kala ibu kembali mengatakan hal itu pada Dino, adikku. Sesak, ya itu yang kurasakan karena pekerjaan rumah ini mesti aku yang menyelesaikannya. Dino yang hendak membantu selalu saja dilarang oleh ibu.

"Anak laki-laki gak boleh di dapur, ini bukan tempatmu! Pergi nonton tv saja, gih!" Ibu merebut bawang yang di tangan Dino, lalu meletakkannya ke dalam wadah yang ada di hadapanku.

Entah apa yang ada di pikiran ibu, mengapa Dino yang sudah berusia tujuh tahun selalu dilarang membantu pekerjaan rumah, sementara aku dari usia lima tahun sudah diperintahkan untuk menyapu dan mencuci piring. Aku merasa ibu sangat pilih kasih!

"Din, bekas makannya taruh saja di wastafel, biar kakakmu saja yang mencucinya! Pantang bagi seorang lelaki memegang pekerjaan wanita." Aku terdiam, tak tahu kata apa yang harus aku ungkapkan pada ibu. Mengapa harus selalu aku yang mengerjakannya? Tidakkah ibu tahu jika aku pun lelah dalam membantunya? Usiaku masih sepuluh tahun, tapi pekerjaan ibu hampir semua aku yang mengerjakannya.

Seusai sarapan, ayah dan ibu pergi ke pasar untuk berjualan. Sementara Dino pergi ke sekolah bersama teman-temannya, dan aku? Ya, tinggal di rumah karena harus mengemasi semuanya hingga rapi, selepas itu aku harus menyusul ayah dan ibu ke pasar. Aku tidak diperkenankan untuk sekolah, sebab kepahaman mereka semua itu percuma karena ujung-ujungnya wanita akan ke dapur dan sumur juga.

Aku tak dapat membantah, karena aku tahu jika sekolah itu membutuhkan biaya, dan aku tak mau menambah beban pengeluaran ayah dan ibu.

"Jadi perempuan itu harus serba bisa, jangan cuma bisa kerja di rumah aja, tapi harus bisa kerja di luar rumah juga cari duit!" Kata-kata ibu selalu saja terngiang-ngiang di telinga, benar-benar mengganggu dan membuat hatiku kian teriris.

Jika anak-anak seusiaku di luar sana sedang asyik bermain dan menikmati masa kecilnya, maka berbeda denganku di sini yang harus bertengkus lumus mencari uang. Terkadang aku menangis, iri terhadap gadis kecil lainnya yang bisa bersekolah dengan riangnya. Akan tetapi, aku sadar jika buliran bening yang mengalir ini tak akan berarti apa-apa di mata kedua orangtuaku. Yang mereka tahu dan pahami adalah, anak lelaki di atas segala-galanya.

"Kerjaan rumah sudah selesai?" tanya ibu dengan tangan yang sibuk menata barang di keranjang.

"Sudah, Bu."

"Cucian sudah dijemur?" Aku mengangguk. Entah mengapa perasaanku seperti mengatakan jika ibu tak percaya.

"Kamu pergi ke sekolah Dino, jual buah ini di dekat pintu masuknya."

Aku kembali terdiam, baru sampai beberapa menit yang lalu sudah harus berjualan ke sekolah adikku yang berjarak satu kilometer. Apakah ibu tidak memedulikan kelelahanku?

"Eh, ini anak malah bengong. Cepat pergi sana!" Ibu mendesakku seraya menaikan tempah berisi buah semangka dan nangka yang siap makan. Mungkin ini sudah menjadi takdirku, terlahir di keluarga menengah ke bawah dengan pemikiran yang sangat kolot.

Dengan hati yang tak bersemangat akhirnya aku melangkahkan kaki yang terasa berat. Sedih, kecewa, plus malu bercampur aduk di dalam benakku.

Tampah yang berisi buah sukses membuat kepala dan tanganku pegal. Ini kali pertama aku disuruh ibu untuk berjualan di sekolah, sebab sebelum-sebelumnya aku hanya diperintahkan membantu di pasar saja. Aku berhenti sejenak, menurunkan buah dan duduk di pinggir trotoar. Baru beberapa menit aku beristirahat, tiba-tiba saja orang-orang berlarian karena dikejar oleh orang-orang yang berseragam. Aku yang tidak tahu apa-apa hanya bisa melihat dengan kebingungan, para petugas itu mendekatiku dan memaksa agar aku ikut dengan mereka.

"Lepaskan, Pak. Saya salah apa? Kenapa saya ditangkap?"

"Kesalahan Adik ya karena berjualan di tempat yang tidak sesuai!"

"Lepaskan saya, Pak. Saya mau jualan ke sekolah adik saya," rengekku pada aparat yang berbadan tegap itu, tetapi mereka abai dan tetap memaksaku naik ke mobil bak terbuka yang sudah terdapat beberapa orang di dalamnya.

*****

Ayah dan ibu datang menjemputku, kegeraman jelas tergambar di wajah mereka. Aku sudah hafal, seusai dari sini aku pasti akan diberi perhitungan.

Ibu menyeretku ke luar dari kantor polisi, sementara bapak memasang wajah yang amat dingin, tetapi cukup menyeramkan.

"Dasar anak bodoh! Disuruh jualan ke sekolah aja bisa sampai terjaring razia. Harusnya kamu bilang sama mereka, kalau kamu cuma istirahat di trotoar."

"Aku udah jelasin, Bu. Mereka yang gak percaya sama omongan aku!"

Plakk!

Sebuah tamparan mendarat di pipiku, entah apa yang ada di pikiran ibu sehingga tega melayangkan telapak tangannya pada wajahku. Ia mendelik tajam, sedetik kemudian berlalu dengan kemarahan yang masih menguasainya.

Hatiku perih, bahkan terlampau pedih. Bukan satu atau dua tahun aku diperlakukan seperti ini, tetapi sudah lama, sejak aku berusia lima tahun. Aku merasa mereka bukanlah orangtua kandungku, terbukti dengan sikap mereka yang pilih kasih. Oleh sebab itu, aku putuskan akan meninggalkan rumah ini di saat ayah dan ibu kembali ke pasar.

Aku menyingkap tirai jendela, terlihat ayah dan ibu yang baru saja pergi menggunakan motor guna kembali ke tempat mencari nafkah. Aku tak membuang kesempatan, berlari ke lemari dan mengambil beberapa helai baju lalu memasukkannya ke dalam kresek. Keluar melalui pintu belakang dan berlari ke kebun yang menghubungkan jalan seberang desa.

Matahari kian menyengat, aku tak peduli dengan bajuku yang telah basah oleh peluh. Di pikiranku hanya satu, dapat pergi dari rumah yang selama ini menjadi tempat nestapaku.

Tak tahu berapa lama aku berlari, akhirnya aku telah sampai di jalan seberang desa. Aku bergegas menaiki angkutan pedesaan yang kebetulan sedang berhenti karena menurunkan penumpang. Aku bernapas lega karena tak ada satu orangpun yang memergoki aku kabur, kini tujuanku adalah panti asuhan di kota. Lebih baik hidup bersama orang lain yang tak bersikap kasar, daripada harus tinggal bersama orangtua kandung yang selalu pilih kasih.

"Mau ke mana, Neng?" tanya pak supir kala semua penumpangnya sudah turun.

"Ke panti asuhan di kota, Pak."

"Oh, maaf, Neng. Bapak gak sampai sana rutenya, jadi Neng turun di perbatasan antara desa dan kota saja, ya?"

Aku tak punya banyak pilihan selain mengiyakan kata pak sopir, ya mungkin karena penumpangnya hanya aku, jadi beliau berat untuk mengemudi sampai ke kota. Angkutan pun berhenti, aku mengulurkan selembar uang berwarna kuning sebagai ongkos. Pak sopir menerima dan berlalu begitu saja.

Aku mengedarkan pandangan ke sekeliling jalan, terlihat ada tukang ojek yang sedang mangkal di seberang sana. Aku merogoh saku, tersisa uang di tangan hanya ada sepuluh ribu, aku rasa ini akan cukup untuk ongkos sampai ke panti asuhan yang kumaksud.

Aku melihat kiri dan kanan, memastikan tak ada kendaraan ketika hendak menyeberang. Namun, baru saja kaki ini mendekat ke aspal tiba-tiba sebuah mobil melaju kencang hingga membuatku terempas ke tanah. Kepalaku sakit, dan ... pandanganku pun gelap seketika.

To be continued

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Aku Istrimu, Bukan Pengganti Pengasuh Anakmu
Aku Istrimu, Bukan Pengganti Pengasuh Anakmu
Dalam Aku Istrimu, Bukan Pengganti Pengasuh Anakmu, Salma menghadapi dilema besar saat Rifky memilih poligami demi keturunan. Romance novel ini mengupas perjuangan prinsip melawan pengkhianatan. Akankah ia tetap bertahan atau memilih cerai? Temukan jawabannya di modern novel ini sekarang.
Benih Lain di Kandungan Istriku
Benih Lain di Kandungan Istriku
Dalam novel modern Benih Lain di Kandungan Istriku, Kian menemukan test pack garis dua di kamarnya. Sebagai pria mandul, ia harus mengungkap misteri pengkhianatan ini. Ikuti kisah penuh intrik dalam romance novel ini untuk mengungkap siapa pemilik asli benda tersebut.
Budak di atas Ranjang - Season 2
Budak di atas Ranjang - Season 2
Dalam Budak di atas Ranjang - Season 2, Izabelle terpaksa menyerahkan kehormatannya kepada Jordan Heron, bos mafia kejam, demi melunasi utang judi ayahnya. Mafia novel penuh intrik ini menggambarkan perjuangan bertahan hidup dalam romance stories yang gelap dan penuh pilihan sulit.
Cinta Seroja
Cinta Seroja
Dalam romance novel Cinta Seroja, Seroja Wijaya harus menghadapi pahitnya perceraian setelah dijodohkan paksa. Kisah modern novel ini mengikuti perjuangannya menemukan kebahagiaan sejati saat bertemu kembali dengan Alzidan, teman masa kecilnya yang membawa harapan baru dalam hidupnya.
Demi Wanita Itu, Kau Ceraikan Aku
Demi Wanita Itu, Kau Ceraikan Aku
Dalam Demi Wanita Itu, Kau Ceraikan Aku, Aleandra menghadapi pengkhianatan Raffael. Sebagai janda tangguh, ia berjuang bangkit demi putranya dan membuktikan kesuksesannya. Baca romance novel ini sebagai salah satu fiction books terbaik tentang perjuangan hidup dan harga diri.
DENDAM SI PELAYAN SEKSI
DENDAM SI PELAYAN SEKSI
Dalam DENDAM SI PELAYAN SEKSI, Eliana menyusup ke rumah Daren demi misi balas dendam. Di tengah genre romance modern ini, rahasia masa lalu dan misteri mimpi buruk Daren mulai terkuak. Bacalah web novel ini untuk melihat apakah ambisi Eliana goyah oleh pesona sang majikan.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Angin Semi di Balik Tirai Emas
Angin Semi di Balik Tirai Emas
Lina memang subur sejak lahir. Ia seharusnya menikah dengan Putra Mahkota Adipati Endang, yang diambil sebagai anak angkat dari Kediaman Utara. Namun, di hari pernikahan mereka, Endang ternyata juga hendak menikahi istri setara secara bersamaan. Lina murka dan membatalkan pernikahan itu, lalu memilih menikah dengan Adipati Hendri. Endang, yang tidak terima, diam-diam berbuat jahat. Akibatnya, ia dicabut dari jabatannya sebagai Putra Mahkota. Sementara itu, Lina berhasil mengandung anak kandung Adipati Hendri dan hidup bahagia bersama.
Cincin Lepas, Bursa Runtuh
Cincin Lepas, Bursa Runtuh
Demi balas budi Lukas Lamja, Susi Yurojo sang genius bisnis Kota Japura, berjanji membantu tunangannya si Lukas membangun usaha dari nol dan memberi dia 10 kesempatan berbuat salah. Berkat usaha Susi, Grup Lamja dengan cepat berdiri kokoh di Kota Japura, tapi belum bisa melantai di bursa efek. Tunangannya yang dulu begitu penyayang kini justru terus menyudutkannya. Di bawah hasutan adik sepupunya, Tina Sanjaya, Lukas berkali-kali menyakiti hati Susi hingga sedalam-dalamnya. Begitu 10 kesempatan berbuat salah habis terpakai, Susi langsung mengkahiri pertunangan. Sejak hari Susi pergi, Grup Lamja mulai mengalami krisis.
Kode Kematian
Kode Kematian
Sebagai karyawan biasa di perusahaan ternama, hidupnya berubah drastis ketika suatu malam dia tiba-tiba mendapatkan kemampuan untuk melihat "waktu kematian" dan "penyebab kematian" setiap orang di sekitarnya.<br>Bayangan ajal terus menghantuinya. Berulang kali dia berusaha menyelamatkan nyawa, tapi takdir selalu menang. Puncaknya, perusahaan tempatnya bekerja dilanda rangkaian kecelakaan misterius, dan semua mengarah pada sebuah ledakan dahsyat yang akan memusnahkan seluruh gedung.<br>Tanpa dukungan siapa pun, dia menyelidiki kebenaran mengerikan ini seorang diri. Kini, demi keluarga, rekan kerja, dan keyakinannya bahwa nasib bisa diubah, dia bersumpah menghentikan malapetaka itu ....
[Versi suara dubbing] Dari Penjual ke Raja Bisnis: Janji yang Dibrokolkan
[Versi suara dubbing] Dari Penjual ke Raja Bisnis: Janji yang Dibrokolkan
Seorang putri keluarga kaya menyembunyikan identitasnya untuk mencintai seorang mahasiswa, yang kemudian mengkhianatinya setelah belajar di luar negeri; dia bangkit dan menyerang kembali dengan latar belakang keluarga dan kekuatannya!
Hati-hati! Ibuku Galak!
Hati-hati! Ibuku Galak!
Aurora adalah petarung kelas atas dan pewaris harta Keluarga Lewis. Tapi dia malah dikhianati ayah kandungnya sendiri bersama ibu tirinya. Mereka menghajarnya hingga sekarat, menyebabkan ingatannya hilang, dan membuangnya. Semua itu demi merebut hartanya. Terbuang di pedesaan dalam keadaan tanpa ingatan, Aurora diselamatkan oleh anak pintar bernama Melody. Begitulah bagaimana Aurora menikah dengan Beau, ayah si anak, termasuk pewaris keluarga berkuasa. Ingatannya memang hilang, tapi kekuatan tubuhnya tetap ada. Demi melindungi Melody dan Beau, Aurora melawan paman dan keponakan Beau yang iri. Lama kelamaan, ingatan Aurora kembali dan dia mulai sadar, pernikahan ini mungkin bukan kecelakaan!
Tak Terkalahkan
Tak Terkalahkan
Dia menyembunyikan statusnya sebagai tokoh paling berpengaruh di negara itu sambil mengangkat status keluarga istrinya menjadi bangsawan. Namun, istrinya meremehkannya karena kekayaannya yang minim dan memilih untuk menceraikannya. Saat istrinya mengungkap identitas aslinya, sudah terlambat untuk menebus kesalahannya.