Logo
Akhirnya KAU Mencintaiku
Akhirnya KAU Mencintaiku

Akhirnya KAU Mencintaiku

38 Bab
Tamat
Dalam Akhirnya KAU Mencintaiku, Rea menyerah setelah dua tahun berjuang dalam pernikahan paksa. Saat Rea menuntut cerai, Jeno baru menyadari betapa berharganya wanita itu. Ikuti kisah romance novel ini di webnovel, sebuah modern novel tentang penyesalan dan kesempatan kedua.

Ringkasan Akhirnya KAU Mencintaiku

Selama tiga belas tahun, Rea memendam rasa pada Jeno, termasuk dua tahun pernikahan paksa yang penuh pengorbanan. Meski telah mengabdi sepenuhnya, Jeno tetap berpaling pada mantan kekasihnya. Lelah karena cintanya tak pernah dihargai dan terus diperlakukan kasar, Rea akhirnya memilih menyerah dan meminta cerai. Namun, saat Rea berubah menjadi sosok yang dingin, Jeno justru mulai merasa kehilangan. Ia baru menyadari betapa berharganya sang istri tepat ketika Rea ingin pergi.
Selengkapnya

Bab 1 dari Akhirnya KAU Mencintaiku

"Ih, kamu nakal banget sih!"

"Habis kamu ngegemesin sih, Sayang. Uuh!" Pria itu mencubit pipi sang wanita sangat genit, dan tertawa gembira bersama memasuki pintu sebuah kamar hotel.

Semua seakan terjadi begitu cepat, wanita cantik bernama Rea memergoki seorang wanita yang ia kenal tengah check in bersama seorang pria. Dia mengenalnya sebagai kekasih pria yang sangat ia cintai sejak lama, tapi jika dia melaporkan hal ini padanya langsung apakah pria itu akan percaya?

Wanita itu memutuskan keluar dari hotel tempat ia baru saja menghadiri pesta bisnis keluarganya. Rea masuk mobil dan mengendarainya untuk kembali ke rumah, tapi di tengah perjalanan dia mendapati pemandangan yang mengejutkan. Jeno Bramantio dan mobilnya berada di tepi jalan, pria itu seperti sangat panik.

Rea menepi untuk menanyakan apa yang terjadi, meski ia yakin kalau Jeno tidak lagi mengenalinya. "Maaf, kenapa dengan mobilnya?" tanya Rea, pria itu mengangkat wajah dan menatap Rea.

"Ban mobilku kempis, dan aku sedang terburu-buru menuju ke rumah sakit untuk melihat keadaan ibuku," jawab Pria itu seraya menatapi ban mobilnya.

Wajah pria itu terlihat lelah dan cemas, terlihat dari penampilannya yang terkesan berantakan, tapi tidak mengurangi ketampanannya sama sekali.

"Jika kamu mau mari aku antar," tawar Rea.

Jeno tertegun menatap wanita itu, tidak ada pilihan lain sudah tidak ada waktu mengganti ban, atau memanggil sopir. "Terima kasih, jika boleh biar aku yang bawa mobilmu."

Rea tersenyum dan memberikan kunci mobil pada Jeno. Mereka lantas segera masuk mobil dan wanita itu terkesiap saat Jeno langsung tancap gas tanpa aba-aba lebih dulu.

***

Rea menoleh pada pria tampan yang duduk sedikit jauh dari sisinya, dia tidak berubah masih tampan dan dingin, tapi berhati lembut. Itu kenapa ia sangat menyukainya dan bermimpi ingin menikah dengannya. Namun, sayangnya setelah Jeno kembali dari luar negeri dan berpacaran dengan Aruna.

"Miris sekali, kamu di sini mencemaskan ibumu, sementara kekasihmu bersama pria lain, Jeno," batin Rea.

Dokter keluar dari ruang ICU dengan wajah cemas, secepatnya Jeno berdiri dan memburu pria berjas putih itu. "Bagaimana dengan keadaan ibuku, Dok?"

Dokter menghela napas, menatap Jeno dengan rasa menyesal. "Ginjal ibu Anda sudah tidak bisa berfungsi lagi. Cuci darah pun sudah tidak banyak mempengaruhi, Anda harus segera mencarikan donor ginjal untuk ibu Anda."

"Kalau begitu, ambillah ginjalku, Dok. Aku anaknya, pasti akan cocok," sahut Jeno dengan cepat, seperti tidak berpikir panjang lagi.

"Belum tentu juga, Tuan. Namun, mari kita cek dulu." Dokter mengajak Jeno pergi untuk ke ruang pemeriksaan, dua perawat juga ikut untuk membantu, sementara Rea ditinggal sendiri di depan ruang ICU.

Wanita itu melangkah mendekati pintu ruangan yang terdapat kaca, terlihat seorang wanita paruh baya tampak tertidur tak berdaya di atas brankar rumah sakit. Hati Rea tersentuh, sebagai anak yang telah ditinggalkan ibu sejak kecil tentu Rea sangat mendambakan sosok seorang ibu untuk memberikannya kasih sayang.

Di tengah lamunannya ia terkejut akan teriakan Jeno, pria itu memukul dinding dengan marah membuat Rea khawatir, apalagi melihat luka memar di tangan Jeno. "Apa yang kamu lakukan? Lihat tanganmu luka begini." Tanpa ia sadari meraih tangan pria itu untuk melihat lukanya.

Namun, Jeno menariknya kasar membuat Rea merasa tidak enak. "Ma-maaf," lirihnya seraya mengangguk.

Jeno tidak menggubrisnya, pria itu malah merogoh kantung celana dan mengambil ponsel dari dalamnya untuk menghubungi seseorang. "Hallo, Bibi. Maukah Bibi datang ke rumah sakit untuk donor ginjal buat ibuku?"

"...."

"Aku mo--"

Panggilan diputus secara sepihak, bahkan adik ibunya sendiri tidak peduli. Keluarganya sangat besar, tapi tidak ada yang peduli pada ibunya satu pun. Dia satu-satunya harapan malah tidak bisa membantu.

"Apakah ginjalmu tidak cocok?" tanya Rea hati-hati.

Jeno terdiam, menatap Rea dengan tatapan waspada, tapi pada akhirnya dia mengangguk juga. "Kondisiku tidak memungkinkan untuk jadi pendonor, aku ada darah rendah," jawab Jeno, lantas Rea mengangguk paham. "Pulanglah, kukira kamu sudah pulang tadi, tapi ternyata masih di sini juga," lanjutnya mengusir Rea.

"Itu karena aku ...."

"Pergilah, terima kasih sudah membantuku. Besok, aku akan membayarmu sepuluh kali lipat." Tanpa menoleh lagi, Jeno melangkah masuk ruangan meninggalkan Rea sendirian, dan hanya menatap pintu yang tertutup.

Rea menghela napas pelan, berbalik badan dan pergi.

***

Waktu sudah menunjukkan pukul 11:15 menit malam. Tim dokter masuk ruang ICU membuat Jeno yang memang belum tidur pun merasa terkejut. "Dokter ada apa?" tanyanya lantas berdiri dari duduk.

"Ibu Anda akan segera menjalani operasi transplantasi ginjal, jadi kami harus segera membawanya ke ruang operasi."

Jeno tertegun sejenak mendengar jawaban dokter, tapi siapa yang rela membantu dan ginjalnya cocok dengan ibunya? Jeno tersenyum, mengira jika salah satu keluarganya yang telah datang membantu.

"Apakah keluarga ibuku yang bersedia, Dok?" tanya Jeno tak sabaran, pria itu terlampau bahagia sekali.

"Dia mengatakan begitu. Ya sudah kami harus segera membawa ibumu pergi, lebih cepat lebih baik," sahut Dokter itu.

Jeno mengangguk para perawat segera mendorong brankar keluar ruangan diikuti Jeno. Ibunya masuk ruang operasi, dan pintu ditutup. Jeno tidak tahu keluarganya yang mana yang pada akhirnya bersedia memberikan kepedulian pada sang Ibu, intinya Jeno berjanji akan memberikan seperempat saham perusahaan milik keluarga besar Bramantio padanya.

Jeno merasa resah dan gelisah, kadang dia duduk dan berdiri lantas menatap lampu di atas pintu yang menyala merah. "Tuhan, aku mohon buat operasi ibu lancar dan ibu bisa kembali sehat," gumamnya.

Pria itu terus berjalan mondar-mandir, sungguh Jeno tak bisa tenang menunggu proses operasi ibunya selesai. Bagi dia Maryam adalah segalanya, kepergian sang Ayah sejak ia masih kanak-kanak membuatnya jadi kekurangan kasih sayang seorang Ayah.

Kadang dia selalu merasa iri pada teman-teman sekolahnya yang selalu diantar jemput Ayah mereka, tapi dirinya tak pernah sekali pun, itu yang membuat Jeno tumbuh jadi orang yang dingin dan pemarah.

Sepeninggal ayahnya, katanya Maryam tak ingin menikah lagi. Wanita itu yang berusaha keras tetap berjuang demi membesarkan Jeno buah hatinya.

Pintu ruang operasi dibuka. Brankar ditarik dan didorong, wajah ibunya tampak pucat, tapi sepertinya lebih baik dari sebelumnya. "Syukur, operasinya berhasil," kata Dokter membuat Jeno tersenyum senang. "Nyonya Maryam akan dibawa ke ruang rawat inap lebih dulu, kamu bisa menungguinya."

Tanpa pikir panjang, Jeno mengangguk lalu melangkah mengikuti para perawat membawa brankar sang Ibu. Dia sampai lupa menanyakan siapa nama orang yang telah menolong ibunya.

Setelah kepergian Jeno, kali ini brankar kedua didorong keluar dan ternyata Rea yang berbaring di atasnya.

***

Esok hari yang cerah, Jeno begitu bahagia melihat ibunya kini sudah siuman. Dia akan menemui orang yang telah mendonorkan ginjalnya untuk sang Ibu. Saat ini juga ada Aruna yang datang menjenguk dengan membawa buket bunga lili putih kesukaan calon ibu mertua.

Namun, sayangnya Maryam tidak pernah menganggap Aruna sebagai calon istri putranya, tak lebih hanya seorang sekretaris saja.

"Bu, aku akan segera kembali," pamit Jeno, Maryam pun mengangguk dengan senyumnya yang masih lemah.

"Aku juga pamit, Nyonya," kata Aruna juga dengan sedikit membungkukkan punggung, dan Maryam hanya menjawab dengan anggukan lagi.

Keduanya keluar ruangan rawat Maryam, dan menuju ruangan lain. Menurut info orang yang telah mendonorkan ginjal untuk ibunya dirawat tak jauh dari ruangan ibunya.

Mereka sampai di sebuah pintu kamar yang diduga kamar milik Rea, pria itu menekan handle dan membukanya. Jeno terkejut saat yang ia lihat wanita yang semalam ia suruh pulang dengan sedikit judes, tapi mengapa sekarang dia terbaring di sini?

"Kamu?" Jeno masuk ruangan dan melangkah mendekat ke ujung ranjang Rea yang berbaring dengan sedikit duduk menyandar. "Ada apa denganmu? Semalam kamu baik-baik saja pada saat aku suruh kamu pulang?" cecar Jeno.

Rea tersenyum, dia menatap Jeno dan wanita di sampingnya. Kasihan Jeno, mungkin dia tidak tahu apa-apa tentang skandal Aruna, Rea tidak pernah rela jika Jeno jatuh ke tangan wanita yang salah dan sekotor Aruna. "Apa dokter ibumu tidak mengatakan sesuatu?"

Jeno terdiam sejenak sebelum ia bereaksi. "Jadi kamu yang telah ...." Rea mengangguk. "Karena kamu sudah mendonorkan ginjalmu untuk ibuku, aku akan memberikan seperempat saham perusahaanku padamu," kata Jeno dengan gampangnya.

Rea terdiam, wanita itu menatap Jeno dengan seksama. "Aku tidak butuh uang, keluargaku memiliki harta tak kalah banyaknya denganmu."

Jeno merasa bingung. "Lalu apa yang harus aku berikan sebagai gantinya?"

"Aku butuh kamu, menikahlah denganku."

Mendengar hal itu membuat Jeno merasa direndahkan harga dirinya sebagai pria. Bisa-bisanya wanita ini meminta dirinya menikahi dia untuk alat tukar-menukar.

"Baik," jawab pria itu dengan rahang yang mengeras, Jeno tiba-tiba saja merasa jijik melihat Rea, baginya wanita itu sangat tidak layak untuk dia hormati, apalagi dijadikan seorang istri.

Meski Aruna berteriak tidak terima, Jeno tetap berdiri kaku menatap Rea yang terlihat tersenyum puas. Hati Jeno terluka karena Aruna menangis tak terima, tapi lihatlah wanita itu. Rea begitu sangat menikmatinya, Jeno mengepalkan kedua telapak tangan dan berjanji akan membuat wanita itu menyesal telah memberi keputusan untuk menikah dengannya!

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Beautiful Secret
Beautiful Secret
Dalam Beautiful Secret, billionaire Liam Andreas Ville terjebak pernikahan hampa dengan Rose. Saat rahasia pekerjaan Emily terbongkar oleh kakak iparnya, kesepakatan gelap dimulai. Simak romance novel modern ini tentang ambisi dan pilihan sulit dalam koleksi web novel kami.
Luka Lara
Luka Lara
Dalam novel modern Luka Lara, Larasati terjebak sebagai istri kedua demi memberikan keturunan bagi Abimana. Setelah dikhianati, ia harus memilih antara bertahan atau mencari cinta baru. Baca romance novel ini di platform web novel terbaik untuk mengikuti kisah perjuangannya.
Noda Darimu
Noda Darimu
Dalam novel Noda Darimu, Violetta Gilda harus menghadapi konsekuensi fatal setelah kesalahan satu malam dengan kekasih sahabatnya, Biantara Edzhar Martinez. Terjebak dalam pernikahan kontrak dan ancaman sabotase, Gilda berjuang mempertahankan posisinya dalam billionaire romance novel ini.
Pesona Nona Khana
Pesona Nona Khana
Dalam Pesona Nona Khana, wanita tercantik ini memilih mencintai pria berkuasa yang sudah beristri. Hubungan terlarang ini memicu aksi balas dendam Areta yang mengancam nyawa. Simak kisah romance novel penuh intrik dan bahaya ini di web novel modern yang menguji kesetiaan serta nyali.
Prahara Uang Kompensasi
Prahara Uang Kompensasi
Dalam novel romantis misteri Prahara Uang Kompensasi, Indra Djatmoko berpaling dari istrinya demi Ceani Janeta, seorang janda tetangga yang membuatnya merasa dihargai. Sadar suaminya berpaling, sang istri memilih mengabulkan keinginannya untuk pergi sebelum Indra tersadar. Baca novel online ini sekarang.
Rekan Kerjaku Selingkuhan Suamiku
Rekan Kerjaku Selingkuhan Suamiku
Dalam novel romantis misteri Rekan Kerjaku Selingkuhan Suamiku, seorang wanita dikhianati hingga tewas bersama bayinya akibat dendam Paula. Setelah terbangun kembali di masa lalu, ia mengungkap konspirasi perselingkuhan suaminya. Baca novel online menegangkan ini sekarang.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Disuruh Jadi Pacar Palsu, Malah Jadi Bosku
Disuruh Jadi Pacar Palsu, Malah Jadi Bosku
Jomblo akut Rudianto Liem nggak tahan lagi dijulidini emaknya bugo cepet-cepet nikah. Akhirnya, dia nekat ngajak si cantik molek dari kedai kopi buat jadi 'pacar palsu'. Gayung bersambut, sang pacar palsu ini sukses bikin emaknya Rudianto senang bukan main dan berhasil dibodohi. Rudianto kira semua urusan udah beres. Tapi, siapa sangka... si cantik molek itu ternyata adalah CEO baru di perusahaannya, Rania Lauwis!
[Versi suara dubbing] Berkat yang Berbalik Buruk
[Versi suara dubbing] Berkat yang Berbalik Buruk
Tiga tahun yang lalu, dia mensponsori seseorang saat berdoa untuk anak masa depannya. Tiga tahun kemudian, orang yang disponsori melakukan magang bersama teman-teman, salah mengira sang sponsor mencintainya, dan mengganggunya ketika dia hamil, hampir menyebabkan keguguran.
Rayuan Palsu Sang Playboy
Rayuan Palsu Sang Playboy
Setelah ditolak di Akademi Golden Feather, Ratu Celine menawarkan adik tirinya yang playboy, Leo, untuk bermalam dengannya jika dia bisa merayu dan menghancurkan pria yang sudah menolaknya, Logic, putra presiden. Namun, ketika rayuan palsu Leo menjadi nyata, Celine kehilangan kendali atas Leo selamanya…
Jatuh ke Pelukan Koboi Berbahaya
Jatuh ke Pelukan Koboi Berbahaya
Madison, dulunya adalah pewaris Manhattan yang punya segalanya—hingga dia harus kehilangan segalanya, termasuk tunangan kejam yang menelantarkannya di Texas. Dengan kondisi bangkrut dan putus asa, Madison mampir ke sebuah bar… dan tak sengaja bertemu dengan Beau Hayes—Paman sang mantan yang kasar tapi penuh daya tarik seksi yang berbahaya. Setelah malam yang penuh gairah, tak disangka-sangka Beau menawarkan pekerjaan dan tempat tinggal. Madison menukar hidup mewahnya dengan sepatu koboi, banteng, kuda—bahkan mungkin seorang koboi sejati.
Nggak Apa, 'Kan Sekeluarga
Nggak Apa, 'Kan Sekeluarga
Berlatar di era republik, seorang manusia bernama Adrian menyelamatkan putri kecil dari Alam Iblis, Santi, yang secara tidak sengaja tersesat. Kemudian, Kaelan, kakaknya Santi, demi menyelamatkan Santi yang sakit parah, menyusup dan bersembunyi di sisi Adrian karena pria itulah satu-satunya obatnya.
Arwah di Sampingku
Arwah di Sampingku
Letnan Ryan Cross sedang bertugas di garis depan, tetapi dia sengaja tidak memberi tahu istrinya, Alice, karena takut membuatnya cemas. Suatu hari, Ryan gugur saat hendak menyelamatkan rekan-rekannya. Karena masih memiliki banyak penyesalan, arwahnya berubah menjadi hantu dan kembali pulang untuk menemani sang istri. Di rumah, Alice malah mengira Ryan sedang bersembunyi darinya dan yakin suaminya itu selingkuh. Merasa marah dan terluka, Alice memutuskan untuk menikah dengan pria lain. Pada hari pernikahan itu, mobil pengantin yang ditumpanginya tanpa sengaja berpapasan dengan iring-iringan pemakaman Ryan.