Logo
Air Mata Seorang Pengasuh
Air Mata Seorang Pengasuh

Air Mata Seorang Pengasuh

59 Bab
Tamat
Dalam Air Mata Seorang Pengasuh, Amara mencari ayahnya di Jakarta hingga bekerja pada keluarga billionaire. Sebagai pengasuh, ia harus merawat bayi Fathir yang hancur karena pengkhianatan. Temukan kisah haru ini di webnovel romance novel yang penuh rahasia dan harapan baru.
Bab 1 dari Air Mata Seorang Pengasuh

Amara menatap ke luar jendela rumah Mbah Tini untuk terakhir kalinya. Angin sore menerpa rambutnya yang panjang, hitam, dan sedikit kusut akibat kurang tidur semalam. Wajahnya menatap jauh ke arah gang sempit yang biasanya ramai oleh anak-anak tetangga bermain, namun kali ini semuanya tampak hampa. Sebuah kesadaran pahit menyesakkan dada: Mbah Tini, satu-satunya orang tua yang ia kenal sejak kecil, kini telah tiada.

Tangannya gemetar ketika ia menyentuh meja kayu tua tempat Mbah Tini biasa menaruh kacamata dan segelas teh hangat. Bau khas teh melati yang dulu selalu menemani pagi dan sore kini hanya tinggal kenangan. Air mata Amara menitik di pipinya, tak tertahankan lagi. "Mbah... aku nggak tahu harus bagaimana tanpamu," gumamnya lirih, suaranya nyaris tenggelam oleh suara angin dan daun-daun yang bergesekan.

Malam itu, ia duduk di kasur tipisnya, memeluk bantal yang selalu diberikan Mbah Tini saat Amara menangis karena rindu orang tuanya yang tak pernah ia kenal. Surat-surat, foto-foto lama, dan beberapa benda peninggalan Mbah Tini terserak di lantai, seolah memintanya untuk memilih apa yang akan ia bawa ke masa depan. Di antara semua benda itu, satu amplop cokelat mencuri perhatian Amara. Amplop itu tebal, berisi dokumen-dokumen yang seolah ditulis khusus untuknya.

Dengan hati-hati, Amara membuka amplop itu. Di dalamnya ada beberapa surat, foto seorang pria dengan senyum lembut, dan peta kecil yang menunjuk ke arah Jakarta. "Ini... ayahku?" pikirnya, jantungnya berdetak lebih cepat. Mbah Tini selalu berkata bahwa ia punya ayah kandung yang tinggal di kota besar, dan jika suatu saat ia merasa siap, ia bisa mencarinya. Tapi selama ini, Amara hanya bisa membayangkan wajah pria itu, mencoba menyatukan puzzle masa lalunya sendiri.

Keputusan itu datang begitu saja, seketika. Ia tidak akan tinggal lagi di Solo. Kota kecilnya menyimpan kenangan indah, tapi juga luka yang tak kunjung sembuh. Dengan tekad yang membara, Amara berkemas. Ia hanya membawa beberapa pakaian, amplop berisi dokumen ayahnya, dan dompet tipis berisi uang hasil menabung selama beberapa bulan terakhir. Tidak ada waktu untuk menangis lebih lama. Ia harus melangkah ke depan, ke kota yang penuh dengan janji, mimpi, dan tantangan: Jakarta.

Pagi hari berikutnya, Amara menaiki bus jurusan ke Jakarta. Selama perjalanan yang memakan waktu lebih dari sepuluh jam itu, pikirannya terus dipenuhi bayangan masa lalu: tawa Mbah Tini, aroma masakan khas Solo, dan beberapa kata yang selalu diulang Mbah Tini: "Anakku, jangan takut bermimpi besar. Suatu hari, kau akan menemukan tempatmu di dunia ini."

Jakarta menyambut Amara dengan hiruk-pikuknya yang khas. Bunyi klakson, asap kendaraan, dan gedung-gedung pencakar langit membuat Amara merasa kecil, hampir tersesat di antara keramaian yang tak henti. Namun, matanya berbinar. Ia tahu, setiap langkah kecil di kota ini adalah bagian dari mimpinya-mencari ayah kandungnya, sekaligus membuktikan bahwa ia bukan anak haram sebagaimana rumor yang kerap terdengar di kampung halaman.

Hari pertama di Jakarta, Amara langsung mencari pekerjaan. Ia belum memiliki banyak koneksi, jadi pilihannya terbatas. Ia berjalan dari satu gedung ke gedung lain, mengantarkan lamaran, berharap ada yang mau memberinya kesempatan. Akhirnya, sebuah perusahaan besar menerima lamaran kerjanya untuk posisi cleaning service. Walau pekerjaannya sederhana, Amara bersyukur. Ia tahu ini adalah awal untuk membangun kehidupan baru dan melangkah lebih dekat pada tujuannya.

Beberapa bulan berlalu, Amara terbiasa dengan ritme baru hidupnya. Bangun pagi, membersihkan lantai kantor, mencuci piring di pantry, mengatur dokumen kecil, dan sesekali membantu resepsionis dengan tugas ringan. Meski lelah, ia menikmati setiap pekerjaan yang ia lakukan dengan hati-hati. Pekerjaan ini memberinya rasa mandiri yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.

Suatu hari, ketika sedang mengelap kaca jendela lantai atas, Amara melihat pengumuman di papan informasi. Tertulis dengan jelas: "Dicari pengasuh bayi untuk cucu Tuan Hadi Pratama. Gaji menarik, lokasi apartemen mewah." Mata Amara membesar. Gaji yang ditawarkan jauh lebih tinggi daripada pekerjaannya saat ini. Sebuah kesempatan yang mungkin bisa membantunya lebih leluasa hidup di Jakarta, sekaligus membiayai pencarian ayah kandungnya.

Tanpa ragu, Amara memutuskan untuk melamar. Beberapa hari kemudian, ia dipanggil untuk wawancara langsung dengan Tuan Hadi. Ia berdebar, namun menutupi rasa gugupnya dengan senyum ramah dan sikap sopan. Tuan Hadi, seorang pria paruh baya dengan penampilan rapi dan wajah tegas namun hangat, menatap Amara dengan cermat.

"Jadi, Amara, kau punya pengalaman menjaga anak?" tanya Tuan Hadi dengan suara tegas.

Amara menunduk sebentar, kemudian menjawab dengan yakin. "Belum banyak pengalaman formal, Pak. Tapi saya bisa belajar cepat, dan saya sangat menyukai anak-anak. Saya akan melakukan yang terbaik untuk cucu Bapak."

Tuan Hadi terdiam sejenak, menimbang jawaban Amara. Akhirnya, ia tersenyum tipis. "Baiklah, kau bisa mulai minggu depan. Tinggal di apartemen saya, sehingga bisa fokus menjaga Arya. Istriku terlalu sibuk dengan pekerjaannya sendiri, jadi tanggung jawab ini sepenuhnya ada padamu."

Amara hampir tidak percaya. Ia diterima! Kesempatan ini bukan hanya soal gaji, tapi juga soal mendapatkan pengalaman baru dan tempat tinggal yang aman di Jakarta. Ia menunduk, menahan rasa haru. "Terima kasih banyak, Pak. Saya akan melakukan yang terbaik."

Hari-hari berikutnya di apartemen mewah itu penuh dengan tantangan. Arya, bayi mungil berusia tiga bulan, menangis di tengah malam, membuat Amara harus sigap menggendong, menenangkan, dan menyiapkan susu. Suara tangis bayi yang awalnya membuatnya gugup, kini menjadi panggilan yang ia sambut dengan sabar. Setiap senyuman kecil Arya membuat lelahnya hilang seketika, dan Amara mulai merasakan ikatan emosional yang kuat dengan bayi itu.

Di sisi lain, Tuan Hadi dan Fathir-ayah Arya-menjadi sosok yang semakin akrab dengan Amara. Fathir, yang awalnya sering mabuk dan terpuruk karena ditinggal istrinya, perlahan mulai membuka diri. Kehadiran Amara memberikan ketenangan, bahkan saat Fathir masih diliputi rasa sakit hati dan penyesalan. Mereka sering duduk bersama di ruang tamu, berbincang ringan, meski banyak hal tetap disimpan rapat di dalam hati masing-masing.

Amara pun tidak melupakan misinya sendiri. Setiap malam, setelah Arya tidur, ia meneliti dokumen yang diberikan Mbah Tini. Foto-foto pria yang diyakini ayahnya, alamat lama, dan petunjuk-petunjuk kecil membuatnya terus berharap. Ia tahu perjalanan ini belum berakhir, dan setiap langkahnya di Jakarta hanyalah awal dari pencarian panjang yang penuh teka-teki.

Namun, di tengah kesibukan mengurus Arya dan pekerjaan rumah tangga, Amara mulai merasakan hal yang tak terduga: perasaan hangat, aman, dan nyaman yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya. Ia sadar, meskipun ia datang ke Jakarta hanya dengan tujuan mencari ayah kandungnya, ia juga mulai menemukan tempat di hati orang lain-sebuah keluarga baru yang ia pilih sendiri.

Malam itu, setelah Arya tertidur pulas di pelukannya, Amara menatap langit Jakarta dari balkon apartemen. Lampu-lampu kota berkelap-kelip, suara kendaraan tak henti bergemuruh di bawah. "Aku akan menemukannya, Mbah Tini," bisiknya lirih. "Ayahku... aku akan menemukannya, dan aku akan membuktikan siapa aku sebenarnya."

Di sinilah awal perjalanan Amara: seorang gadis dari Solo, dengan masa lalu yang penuh rahasia, memulai babak baru hidupnya di Jakarta. Sebuah perjalanan yang tak hanya tentang mencari ayah, tapi juga tentang menemukan cinta, keluarga, dan kekuatan dalam diri sendiri-sesuatu yang selama ini hanya bisa ia bayangkan dalam mimpi.

Dan malam itu, di tengah keheningan apartemen mewah, Amara menutup matanya dengan hati yang penuh harapan. Besok adalah hari baru, dengan tantangan baru, dan kemungkinan baru. Ia siap menghadapi semuanya.

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

FINDING MOM
FINDING MOM
Dalam novel modern FINDING MOM, seorang buruh migran memulai adventure mencari ibu kandungnya di luar negeri. Di tengah misi ini, ia terjebak konflik saat dilamar pria yang ternyata kekasih ibunya sendiri. Baca romance novel penuh pilihan sulit ini di platform read novels online kami.
Gadis Titisan Harimau Putih
Gadis Titisan Harimau Putih
Dalam Gadis Titisan Harimau Putih, Naiya terjebak di desa misterius penuh tumbal. Sebagai fantasy novel dengan unsur adventure, ia harus menghadapi dukun sakti demi menyelamatkan diri dan mengungkap rahasia kepala sekolah. Temukan kisah seru ini di web novel pilihan Anda.
Godaan Bini Orang
Godaan Bini Orang
Dalam romance novel Godaan Bini Orang, Rhido berjuang lepas dari masa lalu kelam demi Lisda. Saat tugas ke pedalaman, gangguan mistis menguji kesetiaannya di tengah ancaman horor yang mengintai keluarganya. Simak kisah petualangan ini di platform web novel kami.
JERAT CINTA DETEKTIF TAMPAN
JERAT CINTA DETEKTIF TAMPAN
Dalam JERAT CINTA DETEKTIF TAMPAN, Leina berjuang mengejar cinta Arsen di tengah misi berbahaya. Sebagai romance novel penuh misteri, mereka harus menghadapi ancaman musuh yang mengincar nyawa. Akankah misi dan perasaan bersatu? Baca kisah selengkapnya di web novel penuh aksi ini.
Pacarku Anak Jendral
Pacarku Anak Jendral
Dalam novel Pacarku Anak Jendral, Sam kabur ke Malang demi menghindari paksaan menjadi tentara. Alih-alih bersembunyi, ia justru menguasai geng copet dan mengubahnya menjadi lebih baik. Romance modern ini mengisahkan perjuangan Sam memimpin geng sekaligus mengejar cinta seorang mahasiswi.
Pria yang Meninggalkan Cintanya
Pria yang Meninggalkan Cintanya
Dalam novel Pria yang Meninggalkan Cintanya, seorang model tangan harus menghadapi pengkhianatan kejam tunangannya di Jakarta. Dibuang saat hamil, ia memulai adventure untuk merebut kembali hidupnya. Simak romance novel penuh perjuangan ini di platform web novel kami sekarang.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Akhir Kata Takdir
Akhir Kata Takdir
Sera dan Marson menikah enam tahun namun bagai orang asing, bahkan putri mereka, Yani, memanggilnya “paman”. Saat cinta lama Marson, Cika, kembali dengan putrinya, dia berjanji akan menjadi ayah yang baik. Sera ingin pergi, tapi Yani memberi ayahnya tiga kesempatan. Sayang, hasilnya tetap tidak sesuai harapan
Sahabat Ayah Menjadikanku Istri Miliaran Dolarnya
Sahabat Ayah Menjadikanku Istri Miliaran Dolarnya
Pacar Madalyn berselingkuh. Dia mabuk dan akhirnya tidur dengan Nicolas, yang tiga belas tahun lebih tua darinya. Akibatnya, mereka menikah. Madalyn percaya bahwa itu adalah pernikahan tanpa cinta, namun, tanpa sadar ia telah jatuh ke dalam perangkap cinta Nicolas. Dia menunggunya untuk mencintainya kembali.
Antagonis yang Menggemaskan
Antagonis yang Menggemaskan
Jihan Sanjaya terlempar ke novel 1980-an sebagai mantan istri jahat konglomerat cacat yang tewas tragis. Terikat "Sistem Figuran Antagonis", dia harus kejam untuk pulang. Tak takut, Jihan mulai hidup penuh keangkuhan. Tapi tak sadar, keluarganya mendengar isi hatinya! Malah mereka semakin kompak, dan suaminya yang cacat kini bisa berdiri dan setia padanya!
Jika Mengasihimu adalah Dosa, Maka Aku Rela Turun ke Neraka
Jika Mengasihimu adalah Dosa, Maka Aku Rela Turun ke Neraka
Eva Jayadi sudah jadi cewek yang baik selama hidupnya sampai dia kehilangan keperawanannya di pesta SMAnya yang pertama untuk Aldi Agung, si cowok nakal. Mereka berdua saling jatuh cinta dan Eva akhirnya hamil. Namun, ayah Eva dan juga keluarga Aldi, Geng Ular Merah mau memisahkan mereka dan mengambil bayi mereka. Sekarang, Aldi bersumpah untuk melindungi Eva, apa pun yang terjadi.
Sekretaris Mencintai Sang CEO
Sekretaris Mencintai Sang CEO
Pada usia delapan belas tahun, dia ditelantarkan oleh ibu angkatnya, lalu diselamatkan oleh orang asing. Keduanya langsung akrab dan jatuh cinta. Namun, tekanan keluarga mengancam kebahagiaan mereka, karena kerabatnya berencana agar dia menikahi putri dari keluarga berkuasa. Dengan kesepakatan ini, pewaris tersebut pindah ke rumah mereka, mengungkap rahasia tentang pertukaran identitas dua puluh tiga tahun yang lalu...
Menikahi Dewa
Menikahi Dewa
Setelah Dewi tewas dalam kecelakaan, Dewa terakhir Raka menghidupkannya kembali. Karena insiden, kekuatan Raka berpindah padanya. Demi warisan keluarga, Dewi dan Raka sepakat menikah kilat.