Logo
49 Hari Bersama Tawanan Sexy
49 Hari Bersama Tawanan Sexy

49 Hari Bersama Tawanan Sexy

63 Bab
Tamat
Dalam 49 Hari Bersama Tawanan Sexy, Tamara Levinka menghilang misterius dari tunangannya. Model ini kembali dengan rahasia besar tentang Jeff. Simak kisah romance modern penuh aksi ini di webnovel kami. Baca romance stories seru tentang pengorbanan dan pilihan hidup yang berbahaya.

Ringkasan 49 Hari Bersama Tawanan Sexy

Tamara Levinka, model ternama sekaligus tunangan dari CEO produsen senjata global, Roger Jenandra, mendadak lenyap tanpa jejak. Meski upaya pencarian besar-besaran telah dikerahkan oleh keluarga dan tunangannya, keberadaan Tamara tetap menjadi misteri. Namun, setelah menghilang selama 49 hari, ia secara mengejutkan muncul kembali dengan membawa rahasia besar. Terjebak dalam ikatan mendalam dengan Jeff, Tamara kini harus menghadapi konflik antara masa lalu dan cinta barunya.
Selengkapnya

Bab 1 dari 49 Hari Bersama Tawanan Sexy

Kaki jenjang beralas heels hitam itu melangkah teratur. Rambut terurainya tertata rapi dan bahkan tak tergoyahkan oleh tiupan angin. Saat hidung mancung yang terpatri indah itu menghirup asap pekat nikotin, tangan lentiknya terangkat guna mengkibas udara.

"Tamara!" panggil sebuah suara.

Perempuan bertubuh semampai itu, Tamara, mengangkat alis singkat, menatap temannya yang sudah kehilangan kesadaran. Dia membawa langkahnya mendekat ke meja bar sambil berusaha menghindar dari tubuh para pria yang berusaha mendekat. Jaket yang hanya tersampir di kedua bahu dia naikkan, menutupi kulit bahu dan leher yang terekspos.

"Baby! Sini-sini, ada racikan baru hahaha," tawa perempuan berambut pirang itu menguar, membuat Tamara menutup hidungnya yang tak sengaja menghirup bau menyengat alkohol.

"Kacau," komentar Tamara.

"Ra! Shakira!" Tamara berteriak di depan wajah Shakira, tapi perempuan itu malah memicingkan mata sambil menggerak-gerakkan kepala.

"Hehehe Mar. Ada Justin Bieber, tuh," ucap Shakira.

Walau yakin ucapan Shakira tak mungkin benar, Tamara tetap menoleh ke mana telunjuk temannya itu mengarah. Saat yang tertangkap matanya adalah seorang pria botak dengan kumis sekering sapu lantai, Tamara langsung berdecak keras.

"Ben, habis berapa nih anak?" tanya Tamara pada bartender pria muda dengan tato memenuhi lengan kiri.

Ben, bartender tampan itu melirik pada tiga botol kaca yang telah tandas isinya. Tamara meringis melihatnya. Dia kembali menatap Shakira yang kini menjatuhkan kepala ke atas meja bar. Kelopak berhias eyeshadow biru itu tertutup rapat, mulutnya yang terbuka mengeluarkan suara dengkur.

"Gila nih anak. Heh babon, gimana gue bisa ngangkat loh?" seru Tamara kesal.

Karena riuhnya suasana dalam club malam itu membuat teriakan Tamara tenggelem begitu saja. Tak ada yang menyadari raut kesal perempuan itu, kecuali sepasang mata yang mengawasi sejak kedatangannya. Pria dengan topi yang menutupi separuh wajahnya itu mengangkat gelas kristal, menegak isinya dalam sekali tegukan.

"Tamara," bisiknya, menatap lurus perempuan berparas cantik itu.

…

Tamara bergumam panjang menyauti ucapan pria yang sedang berbicara dalam ponsel. Sebuah earphone menempel di telinga kirinya, membuatnya bisa menangkap dengan jelas tawa renyah Roger, tunangannya. Walau asik menelpon, mata Tamara tak beralih sedikitpun dari jalan raya di hadapannya.

"Emang sialan Shakira," ucap Tamara, mengundang tawa Roger lagi. Dia melirik temannya yang sudah terlelap di kursi samping pengemudi.

"Kamu nggak minum kan, by?" tanya Roger dari sebrang sana.

"Enggaklah. Kalau aku minum, bisa-bisa mobil kita melayang nyium sopir truk di depan," gurau Tamara.

"Jangan ngomong gitu, by. Kenapa tadi nggak telpon aku aja? Biar aku jemput."

Tamara melirik spion, saat dirasa tak ada kendaraan dalam jarak dekat di belakangnya, dia segera memutar setir membuat mobil berisi dua kursi itu berubah arah. Jalanan yang dia ambil kini jauh lebih sepi dari sebelumnya, membuatnya bisa leluasa menginjak gas dalam.

"Kamu emangnya udah pulang dari London?"

Dapat Tamara dengar embusan napas berat Roger. "Belum."

Mendengar itu sontak Tamara tertawa. "Kamu mau teleportasi dari London ke sini gitu, kalau aku minta jemput? Ada-ada aja."

"Apa yang nggak buat kamu, sayang?" Di akhir kata Roger sengaja berbisik lambat, menggoda Tamara.

"Halah bullshit! Udah, lanjut kerja sana."

"I swear, by. Semua aku lakuin buat kamu."

Tamara hanya bergumam untuk menanggapi. Namun tak urung bibirnya tertarik tinggi, membentuk segaris senyum indah. Rasanya seperti ada kunang-kunang yang berterbangan di dalam perutnya, mengantarkan perasaan geli juga hangat karena cahaya yang mereka uarkan.

"Gombal mulu bisanya. Mentang-mentang enam bulan nggak ketemu."

"Loh!"

Tamara berdecak, menunggu apalagi ucapan manis yang akan Roger katakan.

"Kok enam bulan? Bukannya kita udah nggak ketemu selama tiga tahun?"

"Nggak sekalian tiga abad?"

Kini giliran Roger yang tertawa. Pria itu bergumam-gumam tak jelas. Tamara juga bisa mendengar suara ketukan meja, kebiasaan Roger saat memikirkan sesuatu.

"Kenapa?" Tamara tak sabar menunggu tunangannya yang sepertinya malah melamun. Dia yakin, pasti ada yang ingin Roger katakan.

"Enggak—"

"Kenapa!" tanya Tamara lagi, lebih tegas. "Jangan kayak cewek, ih."

Roger tergelak, membuat Tamara mengerucutkan bibir. Untung tak ada Roger di sana, atau dia akan diberi 'hadiah' karena dianggap sengaja bertingkah imut. Sebuah kecupan lembut, atau bahkan hadiah yang lebih besar dari itu.

"By, kayaknya aku masih belum bisa pulang bulan ini. Sorry—"

Dengan mata memicing Tamara menginjak rem mendadak. Shakira di sampingnya hingga terdorong ke depan, beruntung Tamara sudah memasangkan sabuk pengaman.

"Maksud kamu?"

Roger menghela napas berat. "Ada problem di perusahaan, lebih besar dari yang kemarin. Mungkin aku baru bisa balik dua bulan lagi."

"Roger, kamu jangan bercanda. Nggak lucu tau nggak?" Tak tagi ada panggilan sayang, Tamara sengaja menekankan nama sang tunangan.

"Mar, sorry. Ini diluar kendali—"

"No! Nggak ada alasan apapun!" Tamara mematikan mesin mobil, tak ingin ada suara lain yang mengganggu keduanya.

"Tamara, serangan ke perusahaan kali ini lebih besar. Pihak dalam pun kayaknya ada yang terlibat. Kebocoran data, pembatalan projek—"

"Aku nggak tanya keadaan perusahaan kamu, Roger. Aku ngga peduli! Yang aku mau cuma kamu pulang tepat waktu!"

Perempuan cantik itu menatap tajam jalanan gelap di depannya, seakan-akan sosok laki-laki berwajah blasteran itu ada di sana.

"Tamara, aku nggak sedang minta izin dari kamu. Aku cuma ngasih tahu kalau aku nggak bisa pulang dan—"

"Pertunangan kita batal?" potong Tamara sekali lagi.

Saat Roger tak menyahut, perempuan itu tertawa sarkas.

"Shit! Terserah kamu!"

Earphone di telinganya Tamara lepas. Dia melemparnya ke depan keras sebagai pelampiasan. Shakira yang terlelap di sampingnya membuat Tamara tak bisa berteriak dengan leluasa. Perempuan itu hanya bisa berdecak, memejamkan mata erat.

Di tengah jalanan gelap itu, mobil Tamara berhenti asal di tengah jalan. Saat ada sebuah mobil hitam dengan kecepatan rendah berhenti di belakang mobilnya, Tamara sama sekali tak menyadari. Pria di balik kemudi tak menekan klakson dan langsung keluar dari mobil.

Dengan satu tangan berada di dalam kantung hoodie, pria bertopi hitam itu mendekati mobil Tamara. Dia mengetuk kaca mobil Tamara, membuat perempuan yang sedang memejam itu membuka mata kaget.

Alis Tamara menyatu menatap wajah yang setengahnya tersembunyi di balik topi. Dia melirik dari kaca spion, mendapati sebuah mobil dengan mesin menyala berada beberapa senti di belakang mobilnya.

"Buka," ucap suara serak pria itu.

Tamara meringis. Dia menarik napas panjang untuk menenangkan emosi dalam dirinya sebelum membuka pintu di sampingnya. Setelah melepas sabuk pengaman yang melilit tubuhnya, Tamara melangkah turun dari mobil.

"Maaf, Pak. Say—"

Tamara tak bisa menyelesaikan ucapannya. Tiba-tiba, pria itu menghantam tengkuknya keras, membuat Tamara terhuyung dan jatuh ke aspal basah bekas hujan. Kerutan muncul di kening saat pandangannya mulai berbayang.

Pria bertopi itu berjongkok di depan Tamara. Hal terakhir yang bisa Tamara lihat adalah senyum miring di bibir yang ujungnya terluka, sebelum kegelapan merenggut kesadarannya.

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

DON'T PLAY GAMES WITH ME. Part.2
DON'T PLAY GAMES WITH ME. Part.2
Dalam horror novel DON'T PLAY GAMES WITH ME. Part.2, Adiba menghadapi teror rumah angker saat hamil lima bulan. Di tengah misteri kematian pekerja di kolam renang, ia harus mengungkap kebenaran isu perselingkuhan Syden dalam kisah mystery story yang penuh tekanan ini.
FANTASI LIAR MR. DOMINAN
FANTASI LIAR MR. DOMINAN
Dalam FANTASI LIAR MR. DOMINAN, Jenny terjebak antara Liam Anderson yang protektif dan bosnya, Ares Martin. Liam mempertaruhkan segalanya demi memenangkan jiwa Jenny dalam romance novel ini. Baca kisah billionaire romance novels ini untuk melihat persaingan kekuasaan dan hasrat yang mendalam.
GAIRAH TERLARANG
GAIRAH TERLARANG
Dalam GAIRAH TERLARANG, Lie terjebak pernikahan hampa hingga bertemu Dokter Danil yang membangkitkan hasratnya. Kisah romance novel ini mengulas pilihan sulit antara loyalitas atau kepuasan diri. Baca web novel modern novel ini untuk mengikuti perjalanan Lie mencari kebahagiaan sejati.
Merebut Suami Sahabatku
Merebut Suami Sahabatku
Dalam romance novel Merebut Suami Sahabatku, Roy terjebak perselingkuhan dengan Miranda di belakang Lisa. Saat gairah memudar, Roy menyadari kesalahannya tepat ketika Miranda hamil. Simak kisah modern novel ini tentang pengkhianatan dan konsekuensi rumit dalam hubungan mereka.
MISSION COMPLETED
MISSION COMPLETED
Dalam novel modern MISSION COMPLETED, Alona Eriska berambisi memiliki anak tanpa suami. Ia menjebak Wickley Watson, duda kaya dalam billionaire romance novels ini, namun sang pria bukanlah target mudah. Temukan kelanjutan misinya di webnovel yang penuh intrik dan pilihan hidup sulit ini.
Rahasia
Rahasia
Dalam novel romance Rahasia, Leanna berusaha menutupi identitasnya sebagai Nona D di situs dewasa. Namun, Elver yang menyimpan misteri masa lalu kelam justru mengetahuinya. Ikuti kisah mereka dalam modern novel ini yang penuh konflik dan rahasia besar di balik luka yang belum sembuh.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Takdir di Pelukan Pangeran
Takdir di Pelukan Pangeran
Siska mengorbankan hartanya demi Putra Mahkota Jino, tapi malah dikhianati. Gelar dan kedudukannya diberikan pada adik tirinya. Waktu tersadar, dia bangkit, memutus hubungan dengan Jino, lalu menikah dengan Pangeran Yanto. Dengan kekuatan berbisnisnya, dia bertekad membuat semua pengkhianat itu menyesal.
Mantan yang Dibuang Ternyata Juara
Mantan yang Dibuang Ternyata Juara
Christina ditinggalkan Brendon, suaminya, demi cinta pertamanya, Yolanda. Begitu surat cerai ditandatangani, dia melangkah ke lapangan tembak sebagai Rose, sang juara misterius yang tak seorang pun tahu identitas aslinya. Suasana langsung hening. Di tangannya ada satu hal yang dibutuhkan pria paling berkuasa di kota itu: kesempatan untuk diselamatkan oleh King, penyembuh legendaris. Dylan, kepala Keluarga Scott, juga rela melakukan apa saja demi dirinya. Kini Brendon ingin kembali padanya, sementara seluruh keluarga Brendon dan Yolanda terus merancang tipu muslihat. Namun, Christina selalu berhasil menghancurkan mereka. Sedikit demi sedikit, jati dirinya yang sesungguhnya mulai terungkap. Mereka akan segera sadar dengan siapa mereka berurusan.
Kehidupan Kedua Bella
Kehidupan Kedua Bella
Sejak remaja, Bella Sakto mencintai Xander Alfario. Dia memberikan seluruh warisan ibunya pada Xander dengan sukarela. Xander menggunakan warisan ini untuk membangun Grup Alfario dan membuat keluarga Alfario menjadi keluarga terkaya di Kota Yuanda. Namun, sejak Bella menikah dengan Xander, Bella sakit-sakitan selama tiga tahun dan kondisinya bertambah parah. Suatu hari, dia kembali dari rumah sakit dan melihat Xander sedang berhubungan dengan adik tirinya, Sherly Sonata. Ibu Xander berada di rumah dan membiarkan mereka berselingkuh. Xander hanya mengincar uang Bella dan tidak mencintainya, Xander bahkan sudah membelikan sejumlah besar asuransi untuknya. Setelah Bella meninggal, dia akan mendapatkan sejumlah besar kompensasi. Bella sedih dan kecewa, dia merasa hidupnya sangat menyedihkan. Tak disangka, sebelum dia meninggal karena penyakitnya, Xander membawanya ke balkon dan langsung mendorongnya ke bawah. Saat terjatuh, Bella diam-diam bersumpah kalau dia dapat terlahir kembali, dia akan membalas dendam dan menghancurkan hidup mereka.
Kakak-kakakku Orang Hebat
Kakak-kakakku Orang Hebat
Setelah tertukar saat lahir selama 20 tahun, dia kembali ke orang tua kandungnya dan tiga saudara laki-lakinya. Namun, mereka tampaknya tidak sesederhana yang mereka klaim.
Takkan Kumaafkan
Takkan Kumaafkan
Rania Pradipta meninggalkan medan perang demi menjalani hidup sederhana — mengurus rumah tangga, membantu suaminya membangun perusahaan dari nol. Namun, semua pengorbanannya dibalas dengan kalimat dingin dari suaminya: "Rania, Vera itu kapten pilot yang mandiri dan kuat. Sedangkan kau? Cuma sekretaris yang nyuguhin teh tanpa kelebihan apa-apa." Teman-teman suaminya pun ikut meremehkannya, menertawakannya diam-diam tanpa tahu siapa sebenarnya Rania. Dulu, Rania adalah Ratu Pasukan Khusus. Menerbangkan jet tempur adalah rutinitasnya. Ia menguasai lima bahasa asing, lulusan terbaik jurusan sains se-Ibu Kota, dan para peretas top pun tunduk padanya. Setelah hatinya hancur, Rania memilih untuk bercerai. Dengan membawa kotak abu jenazah orang tuanya, ia melangkah menuju bandara, meninggalkan semuanya tanpa menoleh ke belakang.
Cinta yang Buta
Cinta yang Buta
Dina yang baru saja menikah terpukul berat saat suaminya, Theo, jatuh koma. Yang membuatnya heran, adik Theo, Rory, yang juga baru sadar dari koma, tiba-tiba bersikap persis seperti Theo, bahkan tahu rahasia pernikahan mereka. Dina pun yakin bahwa ini adalah "koneksi spiritual". Namun, setelah Theo meninggal dan skandal Dina dengan Rory terbongkar, Dina baru tahu dirinya hamil. Ibu Rory yang sakit keras menuntut kebenaran, lalu Rory mengaku bahwa tidak ada pemindahan jiwa. Ternyata Rory telah menyimpan perasaan terhadap Dina selama bertahun-tahun, jadi dia memerankan diri sebagai kakaknya untuk bersama Dina. Meskipun ibunya memohon agar dia berhenti hidup sebagai pengganti, Rory tetap rela hidup sebagai bayang-bayang kakaknya, demi kebahagiaan wanita yang dicintainya.