Logo
Wanita Yang Kau Sia-siakan
Wanita Yang Kau Sia-siakan

Wanita Yang Kau Sia-siakan

93 Bab
Tamat
Dalam Wanita Yang Kau Sia-siakan, Nadine berjuang membayar biaya persalinan yang ditagih suaminya sendiri. Namun, konflik ini mengungkap identitas aslinya. Ikuti kisah romance novel ini di webnovel saat Nadine menuntut balas dan meraih sukses dalam modern novel yang penuh kejutan.
Bab 1 dari Wanita Yang Kau Sia-siakan

"Bodoooh! Kenapa malah kamu melahirkan secara caesar, Nadine? Buang-buang uang saja!" maki sang suami pada Nadine dengan suara menggelegar.

Padahal, kondisi wanita itu saja masih lemas pasca operasi yang mempertaruhkan nyawanya. Hanya saja, Damar tampak tak peduli.

Beberapa orang di ruang rawat sampai menengok saking penasaran akan pertengkaran sepasang suami istri itu.

"Air ketubannya sudah kering, Mas. Jadi, harus segera operasi," papar Nadine, "kalau tidak segera dilakukan, maka anak kita tidak akan selamat!"

Dia sungguh berharap suaminya mengerti.

Nadine sudah berjuang saat mengalami pecah ketuban seorang diri di rumah.

Bahkan, Nadine harus meminta seorang tukang ojek pangkalan untuk mengantarkannya ke rumah sakit terdekat. Sepanjang perjalanan, dia menghubungi nomor suaminya berkali-kali. Tapi, tidak dijawab!

Padahal, dari story W******p dari kakak iparnya, Nadine akhirnya tahu bahwa keluarga suaminya ternyata tengah makan-makan di restoran ternama.

Operasi caesar harus segera dilakukan untuk menyelamatkan anak mereka, sehingga tanpa pikir panjang Nadine menandatangani surat persetujuan operasi caesar untuk dirinya sendiri.

Karena itu juga, Nadine harus mengambil jalur umum karena tak ada yang bisa mengurus surat-suratnya bila menggunakan BPJS.

Sayangnya, Nadine kini mendapati Damar yang malah menatapnya tajam. "Alahhhhh! Itu alasanmu saja, kan? Bilang saja, kamu tidak mau merasakan sakit karena melahirkan. Padahal, itu sudah kodratmu sebagai perempuan!"

Mendengar tuduhan sang suami, air mata luruh begitu saja di pipi Nadine yang terlihat pucat.

Sungguh, ia tak percaya jika suaminya tidak mendukungnya setelah melahirkan anak mereka dan malah setega itu padanya hanya karena dia memilih Caesar?

"Tega kamu, Mas! Di mana hati nuranimu? Saat aku menghubungi karena pecah ketuban saja kau tak datang, padahal--"

Belum sempat Nadine menyelesaikan ucapannya, Damar sudah berkata ketus, "Lalu? Siapa yang menandatangani surat persetujuan Caesar? Kamu ke sini sendiri, kan?"

"Iya, Mas. Aku yang menandatangani surat persetujuan untuk melakukan operasi caesar untuk diriku sendiri."

"Bagus! Kalau begitu, uang yang untuk biaya operasi aku masukkan ke dalam list hutangmu kepadaku!" kata Damar kemudian.

Nadine menatap pria itu tak percaya. Tapi, dia pun tak mampu untuk membantah perkataan Damar.

Percuma! Toh, ia sangat hapal jika suaminya itu memiliki sifat yang sangat tak bisa untuk dibantah.

"Jangan khawatir, aku akan mengurus BPJS untuk biaya lahiranku ini meskipun aku melahirkan darah keturunanmu!" kata Nadine pada akhirnya.

Damar berdecih sinis. "Asal kau tahu, tadi, aku sudah mengupayakan untuk itu. Tapi, pihak rumah sakit menolak karena kamu sudah mencantumkannya dengan jalur umum."

"Totalnya 10 juta belum termasuk uang perawatan dan obat-obatan yang terpakai!" kata Damar dengan nafas yang kembang kempis, "aku jadi terpaksa membayarnya tadi!"

Tatapan pria itu semakin tajam. "Ingat, Nadine! Pokoknya biaya lebih operasi caesar tadi akan aku masukkan sebagai utangmu yang wajib kau cicil setiap bulan! Paham?"

Deg!

Nadine terdiam.

Dengan apa, dia harus membayarnya?

Selama ini, Damar hanya memberikanya uang 600.000 untuk kebutuhan rumah tangga.

"Tapi, Mas--"

Lagi-lagi, Damar memotong ucapannya, "Jangan banyak alasan!"

"Kalau kau tak bisa bayar, uang jatah bulanan untukmu akan kupangkas," kata Damar dengan kejamnya.

Nadine sendiri hanya bisa terdiam memerhatikan sang suami yang kini malah asyik memainkan hpnya setelah memakinya.

Sungguh, wanita itu tak mengerti. Anak yang dilahirkan Nadine, bukan hanya miliknya seorang. Tapi, juga milik Damar.

Apakah pria ini layak menjadi ayah anaknya?

****

"Sudah melahirkan, kan? Bagaimana dengan kondisi cucuku? Apakah besok pagi sudah bisa pulang?"

Belum selesai masalah dengan sang suami, Ibu Pratiwi, sang mertua, mendadak datang dengan Sarah dan Santi, ipar Nadine.

Tampak ketiganya heboh mencari cucunya, tapi tak peduli keadaan Nadine sama sekali.

"Mana bisa, Bu? Nadine saja melahirkan secara caesar!" kata Damar ketus, "kita terpaksa nunggu jahitannya kering dulu sampai satu minggu!"

"APA? Caesar? Kenapa bisa begitu?"

Ibu Pratiwi tampak tak terima. Ditatapnya Nadine tajam. "Sudah malas, kok kamu tak tahu diri, sih? Apa maksudmu menghamburkan uang putraku dengan melahirkan secara caesar?"

Telunjuk wanita itu mendarat ke kening Nadine.

Nadine lagi-lagi tidak bisa melawan dan hanya bisa pasrah menerima perlakuan dari sang ibu mertua.

Bukannya dia tak bisa, tapi dirinya masih menjaga adabnya sebagai seorang menantu.

Ia tak mau berlaku kurang ajar kepada sang mertua.

Lagipula dibandingkan pukulan yang sudah terbiasa diterima oleh Nadine kecil dari orang tua angkat yang mengasuhnya, ini tak seberapa.

Dulu, Nadine kecil yang memang yatim piatu, bahkan tidak akan mendapatkan makanan jika dalam sehari dia tidak menghasilkan uang.

Jujur, Damar adalah harapan terakhirnya untuk bisa mengubah kehidupannya yang seperti neraka itu.

Siapa sangka, suaminya itu malah menjadi neraka kedua yang dirasakan Nadine?

Padahal dulu, Damar kekeuh memperjuangkan Nadine meski Ibu Pratiwi tidak pernah setuju dan berusaha menjodohkan pria itu dengan Nabila, seorang wanita karir yang mereka ketahui memiliki penghasilan sendiri dan memiliki jabatan cukup tinggi di perusahaan tempatnya bekerja.

Ibu Pratiwi jugalah yang menghasut Damar untuk tidak memberikan gajinya seutuhnya kepada sang istri.

"Ibu dan saudara perempuanmu masih merupakan tanggung jawabmu, Damar!" katanya waktu itu, sehingga gaji 8 juta yang menjadi 10 juta bila dapat bonus dan lembur itu disunat menjadi 600 ribu/bulan.

Hal ini membuat Nadine terpaksa bekerja sebagai buruh cuci dan juga bersih-bersih rumah tetangga tanpa sepengetahuan Damar untuk menambal kekurangan nafkah.

Selama 3 tahun pernikahan, tabungan Nadine pun terkumpul walau tak seberapa. Hanya saja, kini Nadine bingung.

Dia tak bisa bekerja seperti biasa pasca melahirkan. Padahal, dia punya utang yang harus dibayar ke suaminya.

"Dasar wanita tak ada guna! Kalau membunuh bukanlah dosa, maka saat ini kamu sudah aku bunuh!"

Makian sang mertua membuat Nadine sadar dari lamunan.

Hatinya semakin mencelos karena Damar lagi-lagi tak membelanya.

"Ya, Roob ... haruskah aku bertahan dengan keadaan rumah tangga yang seperti ini?" batin Nadine menjerit memberontak dengan keadaannya yang dialaminya.

Tanpa sadar, air mata luruh kembali hari ini.

Hanya saja, adik iparnya malah tertawa.

Tak peduli jika dia harusnya menghormati Nadine sebagai kakak ipar.

"Udah deh Mbak Nadine! Gak usah sok nangis!" ejek Santi, "nanti kalau ada orang yang melihat, dikiranya kami jahat sama kamu! Padahal, mbak emang benalu! Kasihan banget ponakanku itu punya ibu macam Mbak"

Tangan Nadine sontak mengepal menahan amarah.

Hanya saja, Damar dan keluarganya itu tak menyadarinya.

Bahkan, kesabaran Nadine pun ada batasnya.

"Jika selama ini aku yang kalian hina, aku masih bisa menahan diri. Tapi kali ini, aku sudah memiliki anak yang harus kulindungi. Setelah kepulanganku nanti, aku bersumpah akan memperjuangkan masa depan putraku, meskipun tanpa bantuan mereka!" sumpah Nadine dalam hatinya memperhatikan ipar dan mertuanya yang masih asyik tertawa.

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Antara Gengsi dan Hati Yang Tersakiti
Antara Gengsi dan Hati Yang Tersakiti
Dalam Antara Gengsi dan Hati Yang Tersakiti, desainer Nayara terjebak pernikahan kontrak dengan Arshen. Di balik gengsi billionaire romance novels ini, Nayara berjuang menembus sikap dingin suaminya. Temukan kisah modern novel ini tentang pembuktian cinta dan rahasia hati yang tersakiti.
Bukan Salesman Biasa
Bukan Salesman Biasa
Dalam fantasy modern Bukan Salesman Biasa, Ardhan memperoleh benda misterius untuk melihat kepribadian melalui mata. Di tengah nasib buruk, ia harus mengungkap identitas pria asing yang tak terbaca. Baca mystery story ini sebagai pilihan fiction books terbaik Anda sekarang.
Elegi of Rosr
Elegi of Rosr
Dalam Elegi of Rosr, Ayu Suwarjo terjebak kontrak nikah enam bulan dengan Roy Punda demi menyelamatkan bisnis ayahnya. Romance modern ini membawa mereka ke petualangan penuh rahasia. Akankah misi ini menjadi cinta sejati? Baca web novel ini untuk mengikuti kisah selengkapnya.
Gadis Bangsawan
Gadis Bangsawan
Dalam novel modern Gadis Bangsawan, Amore Cardozo Pienza harus menghadapi cemoohan ibu tirinya di depan publik. Di tengah ketegangan mystery story ini, ia membongkar rahasia gelap melalui satu pernyataan fatal. Baca kisah young adult ini di platform web novel kami sekarang.
Hamil Dengan Pengkhianat
Hamil Dengan Pengkhianat
Dalam novel romance Hamil Dengan Pengkhianat, Vera harus menghadapi kenyataan pahit setelah malam di Paris bersama Dante, pria yang dulu merundungnya. Kini ia hamil dan bertekad membesarkan bayinya sendirian, namun takdir mempertemukan mereka kembali di Jakarta. Baca modern novel ini sekarang.
Kontrak Pewaris Lima Miliyar
Kontrak Pewaris Lima Miliyar
Dalam Kontrak Pewaris Lima Miliyar, Narendra membeli rahim Kirana demi menjaga kehormatan keluarga. Namun, perjanjian bisnis ini berubah saat benih cinta tumbuh di antara mereka. Temukan kisah billionaire romance novels ini di webnovel, sebuah modern novel penuh pengorbanan dan pilihan sulit.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Cinta di Ujung Ketidakpastian
Cinta di Ujung Ketidakpastian
Ferdy awalnya jadi anak angkat di Keluarga Yumar karena Wenny Yumar membutuhkan darah Ferdy yang sama-sama Rh negatif. Pada akhirnya, Ferdy dan Wenny menikah. Namun, bertepatan dengan saat Eka Sutandi, cinta pertama Wenny kembali, Ferdy kecelakaan dan membutuhkan transfusi darah dari Wenny. Wenny malah mengacuhkannya. Karena kejadian itu, Ferdy putuskan untuk cerai. Setelah Ferdy menghilang, Wenny perlahan menyadari perasaannya dan mulai mencari Ferdy ke mana-mana...
Dendam untuk Ayah Mertua
Dendam untuk Ayah Mertua
Ayah mertua Yusuf tewas setelah memperjuangkan keadilan. Pembunuhnya bebas. Istrinya, Karina, demi mengejar ketenaran, bersekutu dengan Keluarga Wiratama membunuh ayah kandungnya sendiri, lalu membela sang pembunuh untuk meraih kekuasaan sebagai Ratu Hukum. Yusuf menemukan rekaman peninggalan ayah mertuanya yang mengungkap transaksi gelap itu. Ia bertekad membalas kematian ayah mertuanya.
Mempelai Terlahir Kembali: Menyelamatkan Putra Mahkota
Mempelai Terlahir Kembali: Menyelamatkan Putra Mahkota
Di kehidupan sebelumnya, Lydia dikhianati dan kehilangan segalanya. Mendapat kesempatan kedua, ia menolak menikahi pria yang sama dan mengulang takdirnya. Sebaliknya, Lydia memilih menikahi Putra Mahkota yang sekarat, keputusan yang membuat seisi kota meramalkan kehancurannya. Namun, bagaimana jika pangeran yang 'sakit-sakitan' itu ternyata tidak selemah yang dikira?
Setelah Kehilangan Suara
Setelah Kehilangan Suara
Melati dianggap bersalah atas kematian ibunya, mendapat perlakuan dingin dari ayah dan kekejaman tiga kakak laki-lakinya. Dia berusaha ""menjadi baik"" namun justru disakiti lebih dalam, bahkan dikurung di ruang bawah tanah hingga nyaris tewas. Ayahnya baru menyadari kebenaran saat menemukannya sekarat. Setelah sadar, Melati terluka parah secara fisik dan mental. Di saat ayah dan kakaknya dilanda penyesalan mendalam, sosok yang tak terduga muncul: ibunya sendiri ternyata masih hidup.
Istri Pengganti: Kesempatan Kedua Ayah
Istri Pengganti: Kesempatan Kedua Ayah
Lima tahun sebelumnya, kehamilan yang tidak dikehendaki dan penjebakan membuatnya tidak memiliki tempat berlindung, mendorongnya untuk melarikan diri ke negara yang jauh! Setelah lima tahun berlalu, ia bertemu kembali dengan pria dari malam itu dan menemukan keturunannya, yang membuat mereka bertiga memulai kehidupan yang penuh sukacita.
Siasat Rayuan
Siasat Rayuan
Dicampakkan pada malam pernikahannya, Quinley tak sengaja berakhir di ranjang Enzo, pewaris ternama ibu kota. Berbekal video sebagai senjata, Enzo menjeratnya dan bertanya setiap hari, 'Jadi… kapan kau akan menceraikan suamimu?'