Logo
The Sky of Asia
The Sky of Asia

The Sky of Asia

54 Bab
Tamat
Dalam novel modern The Sky of Asia, Langit dan Benua Asia dipertemukan kembali oleh takdir semesta. Kisah cinta ini menguji keinginan mereka untuk merajut kebahagiaan dalam kesederhanaan. Baca romance novel ini untuk mengikuti perjalanan cinta yang penuh dengan kehendak semesta.
Bab 1 dari The Sky of Asia

"Pokoknya ayah tidak mau tau! Kamu harus melanjutkan S2 di Singapura!" suara bentak seorang ayah kepada anaknya terdengar sampai keseluruh ruangan rumah yang besar itu.

"Ayah, aku bukan tidak mau melanjutkan S2. Tapi kurasa S1 saja sudah cukup bagiku lagian aku gak mau ngejar pangkat yang tinggi. Intinya aku bahagia, Yah.." suara lelaki itu membalas bentakan ayahnya.

"Kamu harus melanjutkan S2 di Singapura agar perusahaan ayah bisa kamu lanjutin dan bisa bikin kita bahagia. Dimana-dimana tamatan S2 akan sukses dan bahagia!" bentakkan mulai menggelegar di seluruh ruangan rumah.

"Ingat Yah..! Aku gak gila pangkat dan harta seperti ayah!" balas lelaki tersebut yang membuat ayahnya marah besar dan 'praakk'. Seorang Ayah menampar anaknya hingga pipi anaknya berwarna merah.

"Sudah... Berhenti Andi apa yang kau lakukan itu membuat anak kita akan merasa kesakitan!" suara seorang wanita masuk dalam percakapan yang panas itu.

"Sudah bu, biarkan saja ayah memukulku aku sudah dewasa dan berhak menentukan kebahagiaanku sendiri." ujar lelaki itu lembut dan masih memegang pipinya yang merah.

"Apa?!" bentakan ayahnya kembali memuncak.

"Sudah.. ku mohon berhenti..." kata wanita tua itu hingga air matanya terjatuh.

"Aku mau pergi sama teman dulu bu. Aku tidak mau melanjutkan percakapan yang tidak penting ini!" ujar lelaki itu meninggalkan kedua orang tuanya dan beranjak keluar rumah dan melajukan motornya.

***

Xavier, ia adalah lelaki yang tadi membuat amarah ayahnya, namanya adalah Mohammad Xavier Andiyunus yang sekarang duduk di bangku S1 perkuliahan dengan jurusan Ekonomi dam Bisnis di Universitas Gajah Mada Yogyakarta. Ia adalah tipikal pria yang baik, pintar, dan dia suka membaca buku karya Boy Candra bahkan dia suka menulis cerita. Xavier tidak suka bergaul dengan para perokok dan pecandu napza serta peminum miras dan sebagainya. Xavier adalah anak tunggal dalam keluarganya, sebab itulah ia menjadi prioritas sebagai penerus perusahaan ayahnya.

Cuaca sore ini sangatlah sejuk, hembusan bayu merasuk hingga ke tubuh membuat pikulan beban pikiran yang berat menjadi ringan walaupun puncak merapi merada ketubuh Xavier sore ini, ia keluar rumah menenangkan sedikit pikirannya. Ia memiliki janji untuk menemui temannya di taman kota sore ini.

"Xavier, kau baik-baik saja?" tanya seorang wanita saat Xavier duduk disampingnya.

"Aku baik-baik saja Fidyah, hanya ada sedikit masalah," jawab Xavier tersenyum.

"Masalah apa?" tanya Fidyah.

"Adalah... gak perlu diceritain." jawab Xavier.

"Ceritain aja, gak apa-apa kok!" ujar Fidyah.

"Nanti kamu tau sendiri," ujar Xavier.

"Hmm.." gumam Fidyah. "Eh tunggu itu bibirmu berdarah, dan kau bilang kau baik-baik saja!" Fidyah mengambil tissu dari sakunya dan menghapus aliran darah di ujung bibir Xavier.

"Ahh.." rintih Xavier sedikit kesakitan.

"Tahan aja dulu" ujar Fidyah.

"Makasih Fid, selama ini kamu banyak menolongku"

"Ah santai aja, biasa juga kamu yang tolong aku kalau lagi gak bawa duit, heheh" tawa Fidyah yang membuat percakapan ini lebih hangat dari percakapan sebelumnya yang dirasakan Xavier.

"Aku senang bertemu denganmu" ujar Xavier.

"Apaan sih, sering juga ketemu di kampus" ujar Fidyah.

"Heheh iya juga ya" tawa kecil Xavier.

"Besok kamu masuk kampus?" tanya Fidyah.

"Iya" jawab Xavier.

"Kamu tau kan, aku besok masuk kampus juga," tawa kecil Fidyah seperti membuat kode untuk Xavier.

"Iya aku tau kok, nanti aku yang jemput" ujar Xavier paham dengan maksud kode Fidyah.

"Hahaha kamu tau aja!" tawa Fidyah. "Eh aku boleh pinjam novel Boy Candra kamu gak?"

"Ada apa? Tiba-tiba mau minjem novel biasanya kamu baca buku mata kuliah kamu yang pendidikan itu," tawa Xavier membuat Fidyah sedikit kesal.

Fidyah memang satu kampus dengan Xavier hanya saja mereka beda jurusan, Fidyah mengambil fakultas pendidikan karena ia bercita-cita menjadi seorang pengajar. Sedangkan Xavier memilih fakultas Ekonomi pembangunan karena ingin bertujuan merubah ekonomi bangsa Indonesia dan ingin menjadi pebisnis sukses.

"Tiba-tiba saja aku suka membaca novel" ujar Fidyah.

"Novel Boy Candra?" tanya Xavier.

"Awalnya aku baca novel dari Tere Liye dan aku senang membacanya dan tiba-tiba aku mau baca novel Boy Candra, punyamu kan banyak!" ujar Fidyah.

"Oh gitu, besok aku bawain deh!" kata Xavier tersenyum.

"Kenapa senyum?" tanya Fidyah heran.

"Ya gak apa-apa emang kenapa? Salah ya? Bukannya semua orang berhak untuk mengekspresikan perasaannya? 'Kan?" ujar Xavier.

"Iya boleh kok, raut wajah kamu kayak bahagia gitu," pertanyaan Fidyah sontak membuat Xavier menelan ludah.

"Kita itu wajib bahagia Fidyah. Walaupun dunia kita sedang hancur dan berantakan. Kan tadi aku udah bilang kalau aku senang bertemu denganmu yang berarti aku bahagia bukan?" ujar Xavier.

"Iya aku mengerti. Aku juga bahagia bertemu dengan mu" ujar Fidyah.

"Hah beneran?" tanya Xavier dan wajahnya sudah dekat dengan wajah Fidyah. Tiba-tiba warna kemerahan muncul dari pipi Fidyah.

"Ih apaan sih, munduran dikit!" ujar Fidyah nampak malu.

"Ih kok malu hahah" tawa Xavier.

"Lagian aku gak suka!" ujar Fidyah memalingkan wajah.

"Pipinya merah nih, hahah malu ya haha" tawa Xavier semakin menjadi. Fidyah tidak menjawab.

"Ooh udah pintar ngambekan," ujar Xavier mulai menghangatkan suasana yang sebelumnya terasa canggung.

"Emang aku gak pintar ngambek!" ujar Fidyah dengan nada suara naik.

"Hahah kamu cantik kalau lagi ngambek gitu" ujar Xavier.

"Berarti kalau aku gak ngambek, aku gak cantik gitu, dasar cowok!". ujar Fidyah.

"Kamu cantik kok, tapi kalau lagi ngambek cantiknya nambah" ujar Xavier yang membuat pipi Fidyah merah kembali.

"Ih apaan sih!". ujar Fidyah malu.

"Hahah gak usah malu-malu gitu, senyum dong, senyummu ka bisa menimbulkan penyakit eak!" ujar Xavier.

"Penyakit apaan? emang senyumku bakteri? Virus?!"

"Penyakit Diabetes. Karena senyummu itu terlau manis bahkan lebih manis dari gula ataupun pemanis lainnya!" perkataan Xavier tersebut menambah merah di wajah Fidyah.

"Ih wajahnya merah hahah" tawa Xavier.

"Kamu tuh nyebelin!" ujar Fidyah menutup kedua mukanya dengan kedua telapak tangannya.

"Maafin aku deh" ujar Xavier berhenti tertawa dan membentuk senyum di bibirnya.

"Aku gak mau maafin!" ujar Fidyah.

"Jangan gitu dong. Tunggu sini deh aku beliin es krim dulu" ujar Xavier.

"Cepetan sana!" ujar Fidyah.

"Giliran es krim cepet banget responnya!"

"Udah cepetan sana gue ngambek lagi nih!"

"Iyaiya tungguin!" Xavier pergi ke salah satu toko yang menjual es krim di samping jalan raya dekat taman. Ia membeli 2 es krim cokelat kesukaan Fidyah.

Xavier menyebarang jalan yang ramai dan padat dengan kendaraan roda empat dan roda dua. Sore ini para pejalan kaki terlihat ramai dari sebelumnya. Xavier membawa 2 es krim cokelat dan duduk kembali ke bangku taman di sebelah Fidyah.

"Nih es krimnya!" ujar Xavier memberikan es krim.

"Makasih" kata Fidyah tersenyum.

Mereka bersantai sore ini dan menggenggam es krim di taman kota dengan percakapakan yang hangat membuat Xavier tersenyum dan sedikig melupakan konflik keluarganya. Ia senang bertemu dengan Fidyah, temansejak SMP nya itu. Mereka menatap langit yang sedikit demi sedikit merubah warna dari kebiruan menjadi jingga. Suara pengajian di masjid mulai terdengar. Mereka berdua menuju masjid yang dekat dari taman, untuk sholat maghrib secara berjamaah.

***

Setelah selesai melaksanakan kewajiban mereka sebagia seorang muslim. Mereka kembali pulang kerumah mereka masing-masing. Xavier mengantar Fidyah dengan motornya.

Perjalanan mulai terasa dingin, Xavier telah sampai di depan gang rumah Fidyah.

"Makasih" ujar Fidyah turun dari kendaraan dan tersenyum.

"Aku yang berterima kasih," ujar Xavier.

"Terserah deh, aku tau kamu bahagia sore tadi bersamaku!" ujar Fidyah.

"Itu kamu tau," tawa kecil Xavier.

"Aku mau masuk dulu, hati-hati yah! Ingat besok ya!" ujar Fidyah.

"Iya aku ingat. Kamu harus bangun cepat besok jangan kesiangan terus!"

"Ih siapa bilang aku sering kesiangan?"

"Emang biasanya gitu"

"Itu saat libur aja. Kamu mungkin yang sering kesiangan!"

"Siapa bilang? Aku bangun cepat terus!"

"Waktu itu kamu di hukum karena terlambat!"

"Baru sekali juga!"

"Ngomong ama kamu nih gak ada habisnya!"

"Ya udah habisin"

"Ih kamu nih nyebelin, aku mau masuk dulu"

"Ya udah masuk sana"

"Kamu belum mau pulang?"

"Belum"

"Kenapa?"

"Yah gak apa-apa"

"Gak jelas nih anak, beneran kamu belum mau pulang?"

"Khawatir ya? Hahha"

"Gak kok, biasa aja, aku masuk dulu"

"Ya udah masuk aja, dari tadi gak masuk-masuk.!" ujar Xavier dan Fidyah masuk kedalam rumahnya melambaikan tangan kepada Xavier.

Xavier tersenyum, ia menyalakan kendaraannya dan melajukannya. 'Semoga besok perasaanya sama seperti sore dan malam ini' pikirnya.

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Bingkai Suami, Keadilan Sengit Istri
Bingkai Suami, Keadilan Sengit Istri
Dalam novel modern Bingkai Suami, Keadilan Sengit Istri, seorang desainer dijebak suaminya, Baskara, demi wanita lain. Setelah bebas, ia memulai misi balas dendam untuk menghancurkan karier dan reputasi Baskara. Baca romance novel penuh misteri ini di aplikasi online novel sekarang.
Istri yang Tak Diinginkan
Istri yang Tak Diinginkan
Baca novel romantis Istri yang Tak Diinginkan di webnovel ini. Feli terjebak pernikahan tanpa cinta dengan Archer, yang menikahinya hanya demi balas dendam masa lalu. Menghadapi perlakuan dingin sang suami, perjuangan Feli untuk bebas menjadi misi hidup mati dalam novel modern yang penuh konflik ini.
Kekasih Bayaran
Kekasih Bayaran
Dalam Kekasih Bayaran, Tiara terjebak kontrak dengan Adrian untuk melunasi utang. Setelah dicampakkan demi tunangan Adrian, ia membesarkan anaknya sendiri. Kini sang miliarder kembali untuk merebut putranya. Simak perjuangan hidup Tiara dalam romance novel modern ini di webnovel.
Lelah ku mencintaimu
Lelah ku mencintaimu
Dalam novel Lelah ku mencintaimu, Maya terjebak perjodohan dengan Dimas, pria yang ia cintai dalam diam. Namun, Dimas telah memiliki kekasih hati. Ikuti kisah romance modern ini dalam web novel tentang pilihan sulit antara ambisi cinta dan kenyataan pahit di platform read novels online.
Love of My Life
Love of My Life
Dalam novel Love of My Life, desainer Pandan Wangi menyamar jadi OG demi mengungkap pengkhianat perusahaan. Di tengah misi misteri ini, ia terjebak konflik dengan Denver Bimantara. Baca romance novel modern ini untuk melihat perjuangan Pandan menjaga rahasia dan warisan keluarganya.
Mantan Suami yang Gigih: Tetaplah Bersamaku
Mantan Suami yang Gigih: Tetaplah Bersamaku
Linsey memulai hidup baru sebagai penasihat hukum setelah bercerai, namun takdir mempertemukannya kembali dengan Bryson dalam Mantan Suami yang Gigih: Tetaplah Bersamaku. Billionaire ini harus berjuang dalam romance novel penuh dilema ini untuk mendapatkan kembali hati mantan istrinya.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Bangkit dari Luka, Bebas dari Dusta
Bangkit dari Luka, Bebas dari Dusta
Sonya Ardita, seorang dokter militer yang bereinkarnasi menjadi putri jenderal, menikah dengan Komandan Harris Lordam, tetapi ia mendapat perlakuan dingin di malam pernikahan karena sang suami pergi menemui selingkuhannya, Linda Wardana. Sonya yang sudah terbiasa dengan kerasnya hidup, hanya menanggapi dengan sinis. Ia sama sekali tidak peduli dengan pernikahan ini, dan justru merasa bebas setelah topeng mereka terlepas. Ia bertekad untuk tidak bertahan dalam hidup yang membuatnya kesal.
Cinta di Waktu yang Tepat
Cinta di Waktu yang Tepat
Demi mencari ibunya, Lisa dijebak oleh adik tirinya, Linda. Dia tidak sengaja tidur dengan Hendy dan melahirkan sepasang anak kembar. Enam tahun kemudian, Lisa kembali bersama anak-anaknya untuk membalas dendam. Dia pun kembali bertemu dengan Hendy tetapi saling tidak mengenal. Setelah pertemuan kedua, akankah mereka kembali bersama? Apakah dia akan berhasil balaskan dendamnya?
Dari Nol Sampai Puncak
Dari Nol Sampai Puncak
Pada tahun 2003, pemuda desa Jovan Liman pergi ke Kota Tungkun untuk mengejar mimpinya. Meskipun sering menghadapi kegagalan, dia tetap teguh pada hati nuraninya dan berpegang pada prinsip. Dengan keberanian dan strategi, dia bertemu teman-teman, melawan kekuatan gelap, mendirikan industri hiburan resmi, dan melalui kerja keras membangun kariernya sendiri, menunjukkan energi positif orang biasa.
Jangan Ganggu CEO Itu, Entar Jatuh Cinta
Jangan Ganggu CEO Itu, Entar Jatuh Cinta
Silva Raika adalah yatim piatu yang berhasil menjadi pebisnis sukses yang terkaya di dunia. Namun, dia menyembunyikan fakta bahwa dia adalah CEO perusahaan terkaya di dunia dari suaminya.Silva memutuskan untuk bekerja sebagai karyawan magang karena dia tidak mau diam di rumah dan diolok-olok oleh mertuanya yang menganggap dia mata duitan.Di sisi lain, pria terkaya di Negara Dalsa, Cahyo Bandi, sedang mencari putri kandungnya yang hilang 20 tahun yang lalu.
[Versi suara dubbing] Pengorbanan dalam Keheningan
[Versi suara dubbing] Pengorbanan dalam Keheningan
Dia melumpuhkan seorang pasien karena kesalahan operasi; seseorang lain mengambil tanggung jawab atas kesalahannya, pergi ke penjara dan menyembunyikan kebenaran, namun orang ini menderita kanker di penjara, meninggalkan penyesalan yang tidak terpenuhi.
Akulah Wanita Jahat Penakluk Protagonis Pria
Akulah Wanita Jahat Penakluk Protagonis Pria
Seorang pianis genius mengalami kecelakaan saat pertunjukan. Begitu terbangun, dia tersadar dirinya masuk ke dalam cerita novel yang pernah dibacanya, menjadi tokoh wanita yang dibenci. Dia mengingat-ingat isi cerita dan menyadari bahwa dirinya tidak pernah disukai dalam keluarganya, itu sebabnya berusaha mengubah takdirnya dengan menghadapi pria licik serta mendapatkan dukungan dari tokoh pemeran utama pria untuk mengubah jalan cerita hidupnya.