Logo
The Bad Guy
The Bad Guy

The Bad Guy

71 Bab
Tamat
Dalam The Bad Guy, Jovie yang trauma akan komitmen harus menghadapi Jace, seorang Casanova yang menjadikannya bahan taruhan. Kisah romance modern ini menguji kepercayaan Jovie saat rahasia terbongkar. Temukan kelanjutan nasib mereka dalam online novel yang penuh konflik emosional ini.

Ringkasan The Bad Guy

Trauma masa lalu akibat ditinggal sang ayah membuat Jovie Montgomery skeptis terhadap pernikahan dan cinta. Ia percaya semua pria akan pergi saat bosan. Namun, pertahanan dirinya goyah saat bertemu Jace Sherwood, seorang Casanova yang merasa tertantang oleh sikap dingin Jovie. Jace nekat menjadikan Jovie sebagai bahan taruhan dengan teman-temannya. Saat rahasia kelam itu terungkap, Jovie yang mulai luluh kembali terluka dan menjauh. Akankah Jace mampu meraih kembali hati Jovie?
Selengkapnya

Bab 1 dari The Bad Guy

“Ada masalah apa?” Jovie, manajer operasional Luxio Hotel yang sudah bersiap untuk pulang bertanya pada resepsionis yang baru saja meminta waktunya untuk melaporkan sebuah masalah.

“Baru saja housekeeping melaporkan tentang salah satu tamu hotel di Deluxe Room yang sudah beberapa hari ini tidak menyahuti panggilan dari luar. Bahkan piring kotor dari pesanan service room juga tidak dikeluarkan. Sementara waktu check-in, dia sudah berpesan untuk tidak ada satu orang pun yang masuk ke kamar termasuk housekeeping,” jawab resepsionis dengan wajah khawatir.

Jovie melihat jam tangan di pergelangan kirinya—sudah masuk jam tidur, bisa saja akan menjadi tidak sopan jika dia mengetuk pintu kamarnya sekarang, tapi dia juga khawatir jika sampai terjadi apa-apa dengan tamu hotel.

“Kapan waktu tamu itu check-out?” tanya Jovie lagi.

“Besok siang,” jawab resepsionis sopan.

“Berapa kali housekeeping mencoba untuk memanggil tamu?”

“Setiap waktu housekeeping harus mengangkut piring kotor dari setiap kamar, terhitung dari satu hari yang lalu.”

Jovie menggigit bibir bawahnya. Jelas ada hal yang tidak beres jika sampai berkali-kali tamu tidak menyahuti panggilan housekeeping. “Nomor berapa kamarnya?”

Resepsionis tadi menunjukkan detail pemesanan kamar di layar monitornya. Jovie melihatnya sekilas, kemudian segera membuka tempat master key dan menyambar salah satu sebelum bergegas menuju ke lantai tempat kamar itu berada.

Jovie berdiri di depan kamar yang dimaksud. Beberapa kali ketukan tidak mendapat sahutan. Sebab dia sudah melakukan SOP hotel untuk mengetuk lima kali dan tidak ada sahutan dari dalam, Jovie langsung membuka pintu kamar dengan master key yang dia bawa.

“Selamat malam, layanan manajemen hotel.”

Tidak ada jawaban. Anehnya, Jovie mendengar suara desahan dari arah dalam. Ranjang yang berada di balik sekat membuatnya tidak bisa melihat dengan jelas. Kening Jovie mengerut bingung dan tak mengerti.

“Maaf, saya mendengar keluhan dari staff kami, saya terpaksa untuk melakukan pemeriksaan. Apakah Anda baik-baik saja?” Jovie kembali bersuara.

Desahan kembali terdengar. Kali ini bersamaan dengan suara hentakan yang membuat jantung Jovie berdetak kencang. Kakinya bergerak pelan ke arah ranjang, sementara kedua tangannya mendekap erat master key yang dari tadi terus dia pegang.

“Ah! Faster, baby!”

Desahan itu kembali terdengar, bersamaan dengan kedua mata Jovie yang menangkap pemandangan tabu. Seorang pria yang sedang bersetubuh dengan wanita muda terlihat membara di hadapannya.

“Come on, baby! Ah!”

Wanita itu tidak memperhatikan kedatangan Jovie. Dia terlalu menikmati hunjaman dari pria tampan itu dari dalam selimut tebal. Otot tubuh yang terbentuk sempurna, terlihat mengilat dibasahi keringat.

Jovie terkejut. Tubuhnya tiba-tiba mematung, tidak menyangka dia akan melihat hal seperti ini. Sialnya, pria itu terlanjur melihatnya. Masih dengan posisi yang terjepit di antara paha mulus si wanita muda, pria tampan itu menoleh dengan seringai tajam.

“Astaga!” pekik Jovie akhirnya.

Badannya berbalik cepat, memunggungi kedua orang yang masih saling bergelut dalam permainan panas di antara desahan yang semakin cepat. Tanpa disuruh, Jovie segera bergerak cepat meninggalkan ruangan itu, tapi saat itu juga dia menyadari bahwa tindakannya adalah salah besar. Dia tidak bisa berlalu begitu saja.

Dalam keadaan mata yang terpejam erat, Jovie kembali membalikkan badannya. “Maafkan saya! Maaf saya salah kamar.”

Pria itu kembali menoleh tak merespon ucapan Jovie. Sorot matanya tak terbaca, sedangkan seringai tipis kembali terukir di wajahnya sebelum dia kembali memuaskan wanitanya yang semakin menggeliat.

Di luar kamar, Jovie terdiam sejenak setelah menutup pintu kamar dengan perlahan. Berkali-kali dia mengusap matanya kasar, tak peduli maskara yang berantakan dan membekas di jari-jarinya.

“Miss, Anda salah kamar! Seharusnya tamu yang bermasalah itu di kamar sebelahnya!” Housekeeping yang tadi melaporkan keluhannya itu sedang tergopoh-gopoh menghampiri Jovie setelah dia menyadari bahwa atasannya itu telah salah mengambil master key.

Jovie menatap housekeeping itu dengan wajah datar. Badannya terasa lemas, tindakan cerobohnya telah membuat tamu hotelnya tidak nyaman. Meskipun perbuatan yang dilakukan tamunya itu juga membuatnya tidak nyaman.

Jovie mengangguk, sambil melenggang lemas melewati housekeeping yang menatapnya cemas. Mati-matian Jovie menahan malu saat dia masuk ke dalam lift yang sepi. Saat pintu lift tertutup, tubuhnya secara refleks merosot ke lantai. Sebelah tangannya memukul-mukul kepalanya sendri.

“Bodoh sekali kau, Jovie!”

***

Pagi hari saat Jovie kembali ke Hotel untuk bekerja, pikirannya masih diliputi dengan rasa bersalah dan kecemasan, jika tamu semalam melaporkan keluhannya. Namun sampai dia duduk di ruangannya sekitar dua jam kemudian setelah jam operasional staff manajemen berlangsung, tidak ada laporan satu pun yang masuk mengenai kejadian semalam.

Interkom dari ruangan CEO menyala, Jovie segera menyambar gagang interkom dengan fokus matanya yang masih tertuju untuk meniliti pada email keluhan, mencari-cari keluhan yang dilayangkan padanya.

“Jovie, ke ruanganku sekarang.”

“Baik, aku akan segara ke sana.”

Jovie kembali meletakkan gagang interkom pada tempatnya. Benar tidak ada laporan keluhan di email, tapi mungkinkah tamu tadi langsung melaporkan keluhannya pada CEO Luxio Hotel? Shit! Jovie mengumpati kebodohannya.

Detak jantung Jovie kembali berantakan saat tiba di depan ruangan Corey, CEO dari Luxio Hotel. Setelah tiga ketukan lembut, dia masuk ke ruangan dan segera menutupnya kembali setelah berada di dalam.

“Akhirnya, Jovie sudah datang. Masuklah,” pinta Corey pada Jovie.

Jovie melangkah masuk ke dalam, dan seketika tubuhnya membeku melihat sosok pria tak asing sedang duduk di depan kursi CEO-nya. Beberapa kali Jovie memejamkan mata, memastikan bahwa apa yang dia lihat ini salah. Namun, tidak! Apa yang dia lihat sekarang ini benar-benar nyata. Tidak salah sama sekali.

“Jace, perkenalkan wanita cantik di depanmu adalah Jovie Montgomery, dia manajer operasional Luxio Hotel. Kau bisa bicara dan meminta bantuan padanya terkait apa pun mengenai layanan hotel. Dia adalah orang kepercayaanku di sini.” Corey mengenalkan Jovie pada Jace.

“Jovie, pria tampan di depanmu adalah Jace Sherwood, salah satu investor VIP hotel yang baru memulai kerja sama bersama dengan kita terhitung hari ini. Dia adalah pemilik perusahaan Food and Beverage—Wood Foods Company, yang akan memasok seluruh kebutuhan hotel kita kedepannya. Tolong kau layani dia dengan sangat baik.” Penjelasan Corey terdengar seperti dengungan di telinga Jovie.

Jace terkekeh melihat reaksi Jovie yang terlihat lucu baginya. Meskipun dia terlihat enggan untuk mengalihkan pandangannya, pria itu tetap menoleh pada Corey. “Terima kasih, Corey. Firasatku bagus mengenai kerjasama ini. Jadi, mulai saat ini aku mendapat wewenang khusus untuk berkomunikasi dengan wanita cantik di depanku ini, bukan?”

Corey mengangguk sambil terkekeh. “Tentu saja. Kau bisa meminta bantuan apa pun padanya,” ucapnya, kemudian menatap tajam pada Jace. “Asalkan masih dalam konteks pekerjaan.”

Jace menyandarkan punggungnya ke tempat duduknya. “Semua pasti karena tentang pekerjaan,” jawabnya sambil berdiri, mendekat pada Jovie yang masih terdiam, tanpa sepatah kata pun yang keluar dari mulutnya.

“Kedepannya, kita akan terus bekerja sama dengan baik.” Jace mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Jovie.

Jovie menatap ngeri pada Jace. Jelas terlihat dia enggan membalas jabat tangan itu. Pikirannya sekarang benar-benar berkecamuk. Kepingan memorinya teringat akan di mana dirinya memergoki Jace berhubungan badan dengan wanita lain. Pemandangan yang sangat tabu di matanya.

Jovie menarik napas dalam-dalam, dan mengembuskan perlahan. Dia berusaha untuk setenang mungkin. Dia tak ingin Corey mencurigai dirinya. Detik itu juga, dia menyambut jabatan tangan Jace.

“Tentu saja, Tuan Sherwood. Kita akan bekerja sama dengan baik,” ucap Jovie hangat dan tulus.

Jace menyeringai senang saat Jovie menjabat tangannya. Gengamannya menjadi semakin erat, membuat Jovie terkejut dan refleks menatap kedua mata Jace. Jovie bermaksud ingin menarik tangannya, tapi sangat sulit untuk melepaskan tangannya yang telah digenggam erat oleh Jace.

“Senang bertemu denganmu lagi, Jovie.” Jace tersenyum jahil, sambil mengedipkan sebelah matanya.

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Aku Pasti Bisa Tanpamu
Aku Pasti Bisa Tanpamu
Dalam romance novel Aku Pasti Bisa Tanpamu, seorang istri berontak dari perlakuan buruk keluarga setelah suaminya berselingkuh. Diusir dari rumahnya sendiri saat hamil, ia berjuang membuktikan kemandiriannya. Baca kisah inspiratif ini di platform web novel modern kami sekarang.
Biaya Pengkhianatan
Biaya Pengkhianatan
Dalam Biaya Pengkhianatan, Lorna menyelamatkan bisnis Rhett hingga sukses menjadi billionaire. Namun, setelah menikah, kontrak misterius muncul mengancam rumah tangga mereka. Simak kisah romance modern ini di web novel kami, salah satu fiction books paling mendebarkan tentang loyalitas dan rahasia.
Di Jual Suamiku
Di Jual Suamiku
Dalam novel modern Di Jual Suamiku, impian pernikahan sempurna berubah menjadi kenyataan pelik yang menguji kesetiaan. Temukan kisah penuh pilihan sulit dalam romance novel ini, sebuah web novel yang mengungkap konsekuensi pengkhianatan dan perjuangan mempertahankan martabat diri.
Gadisku UniQue
Gadisku UniQue
Dalam Gadisku UniQue, kesalahpahaman muncul saat Ares berusaha membantu Uni di kantor hingga memicu kecurigaan Deris. Ikuti kisah romance modern ini dalam web novel yang penuh dinamika hubungan unik. Baca kisah selengkapnya di novel online ini untuk mengungkap fakta di balik situasi mereka.
KISAH PANAS STEWART RANZO
KISAH PANAS STEWART RANZO
Dalam KISAH PANAS STEWART RANZO, Ranzo menjalani petualangan asmara dan pengalaman ranjang yang mendebarkan. Sebagai modern novel dengan elemen romance stories, ia harus menghadapi berbagai karakter wanita demi menemukan cinta sejati. Baca selengkapnya di web novel ini sekarang.
Pahitnya Pengkhianatan
Pahitnya Pengkhianatan
Dalam Pahitnya Pengkhianatan, Fina sang MUA mandiri harus menikahi Rai demi wasiat neneknya. Terjebak dalam pernikahan tanpa cinta, mereka menghadapi konflik masa lalu dan ego. Baca romance novel ini untuk melihat perjuangan mereka dalam modern novel penuh intrik di platform web novel.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Bayinya Terjebak oleh Miliarder
Bayinya Terjebak oleh Miliarder
Ketika kanker adik perempuannya memburuk, dia mendapati dirinya menandatangani kontrak untuk melahirkan pewaris miliarder misterius. Namun, ketika membuktikan hubungan mereka dengan kakeknya CEO ternyata lebih sulit dari yang dibayangkan. Sedangkan hubungan dia dengan CEO makin lama makin dekat, meskipun satu-satunya aturan dalam kontrak adalah tidak boleh jatuh cinta.
Jadilah Lebih Toleran
Jadilah Lebih Toleran
Ia sedang dalam perjalanan untuk membawa seorang anak yang terluka parah ke rumah sakit, namun nenek anak tersebut, yang tidak menyadari hal itu, berulang kali menghalangi jalannya.
Tanda Panggil: Penerus
Tanda Panggil: Penerus
Cole Summers diam-diam menembus Simulasi Penerbangan Angkatan Laut dan menyelesaikan misi mustahil yang gagal diselesaikan siapa pun. Sejak saat itu, satu fakta jelas: dialah harapan terakhir untuk menghentikan Perang Dunia III. Namun sebelum menyelamatkan dunia, Cole harus menghadapi politisi korup, miliarder teknologi berbahaya, dan masa lalu keluarganya yang kelam.
[Versi Dub] Menemukan Suami Miliarder Tunawisma untuk Natal
[Versi Dub] Menemukan Suami Miliarder Tunawisma untuk Natal
Wanita itu bersiap untuk kembali bersama tunangannya untuk merencanakan pernikahan mereka, tetapi dia dipermalukan dan dikhianati olehnya. Untuk menyelamatkan martabatnya di hadapan keluarganya, wanita itu dengan berat hati setuju untuk menikah dengan seorang gelandangan yang selama ini ditolongnya. Tanpa dia sadari, gelendang itu bukanlah gelandangan biasa—dia adalah miliarder yang tampan dan menawan, bahkan CEO menduduki peringkat pertama di negara itu.
Konspirasi Cinta
Konspirasi Cinta
Alicia, seorang pewaris kaya raya, menyembunyikan identitasnya dan menikahi Jeffrey. Menjelang kompetisi penting, dia diculik hingga kedua kakinya patah. Di rumah sakit, dia terpukul menemukan kenyataan bahwa suaminya yang merencanakan semua ini demi kemenangan kekasihnya, Roxie, dalam kompetisi balet. Bahkan, Jeffrey menyuap dokter untuk membuat Alicia cacat permanen. Patah hati, Alicia bercerai, merebut kembali tahta pewarisnya, membongkar kedok pasangan pengkhianat itu, dan akhirnya meraih kesuksesan gemilang dalam karier dan cinta!
Eksperimen Terakhirnya: Penyesalan Mereka
Eksperimen Terakhirnya: Penyesalan Mereka
Leia Sutton, yang dulunya merupakan mahasiswa kedokteran yang sangat dihormati, sangat dihargai oleh rekan-rekannya di laboratorium—hingga kedatangan Maya Newman. Terjerumus dalam intrik Maya, reputasi Leia hancur, dan lima rekan yang dulunya dia percayai mengkhianatinya dan meninggalkannya. Menjadi sasaran publik, kejatuhannya berujung pada penjara dan kematian yang penuh kesepian. Namun, takdir memberinya kesempatan kedua. Lahir kembali dengan pengetahuan tentang masa lalunya, Leia menolak untuk mengulangi kesalahan yang sama.