Logo
Tetangga Manisku
Tetangga Manisku

Tetangga Manisku

90 Bab
Tamat
Dalam Tetangga Manisku, Erick terjebak antara pernikahan hambar dan kekasih virtualnya, Nana. Saat takdir mempertemukan mereka sebagai tetangga, hubungan ini menguji batas realitas. Baca romance novel ini di platform online novel untuk mengikuti kisah modern novel penuh pilihan sulit.
Bab 1 dari Tetangga Manisku

"Alvin!" Erick memanggil putranya yang baru berusia sepuluh tahun.

Dia sudah bersiap hendak berangkat ke kantor sekalian mengantarkan sang putra pergi ke sekolahnya. Erick memindai carport dan sekitarnya mencari keberadaan putra tunggalnya itu. Namun cukup lama bocah laki-laki itu tak menampakkan batang hidungnya.

"Hadew Alvin! Itu kucing siapa? Turunin, nanti baju seragam kamu kotor lho!" Teriakan Tania, istrinya, dari halaman samping rumahnya mengejutkan Erick.

Setengah berlari Erick mendatangi keduanya. Tampak Alvin tengah menggendong seekor kucing berbulu putih dan bermata biru dengan senang. Sementara Tania membujuknya untuk melepaskan kucing itu.

"Nggak kotor kok Mi. Kucing Tante Nana bersih semua kok." Protes Alvin dengan polosnya.

Mendengar jawaban putranya, Tania hampir saja meledak dalam kemarahan. Ditariknya kucing itu dari gendongan Alvin. Seketika kucing itu mengeong keras.

"Meow meow!" Kucing itu meronta hendak melepaskan diri dari dekapan Alvin, namun Alvin memegangnya erat-erat.

"Tania! Biarkan saja dulu!" Erick menegur istrinya, saat melihat Tania hendak menarik kucing itu lagi.

"Ih Papi! Lihat tuh, bulu-bulunya bikin kotor seragam Alvin." Sungut Tania kesal, namun tidak berani membantah ucapan Erick barusan.

Erick melirik Tania, dan seketika wanita itu terdiam. Lirikan tajam Erick mengisyaratkannya untuk tidak lagi berbicara.

"Alvin sudah siang lho! Nanti terlambat ke sekolah. Lepasin kucingnya ya." Erick berjongkok di depan putranya dan membujuknya dengan lembut.

"Kasihan Omil Pi." Alvin membelai kucing putih berjenis himalayan itu dengan hati-hati.

Erick dapat melihat keakraban putranya dengan kucing lucu itu. Selama beberapa hari ini dia terlalu sibuk dengan pekerjaannya hingga kurang memperhatikan perkembangan putra tunggalnya. Bahkan tidak tahu sejak kapan putranya menyukai hewan berbulu itu.

"Omil namanya? Alvin tahu siapa dan di mana rumah yang punya Omil?" Erick kembali menanyai putranya dengan lembut.

"Tahu Pi!" Sahutnya dengan mantap.

"Oke, karena sudah siang, kita antar Omil ke rumah yang punya sekalian berangkat sekolah." Erick menyentuh puncak kepala Alvin dengan lembut.

"Oke Papi!" Serunya dengan riang.

"Salam Mami dulu." Bisik Erick pelan.

"Mami, Alvin berangkat sekolah dulu ya." Dengan ragu Alvin mengulurkan tangannya.

Tania hanya mengangguk dan mengulurkan tangannya yang segera di sambut tangan gemuk Alvin dan kemudian diciumnya dengan takzim. Namun Tania bersikap acuh tak acuh seakan tidak peduli.

"Berangkat dulu ya!" Erick mengecup kening Tania sebelum menggandeng Alvin ke carport.

Tania hanya mengangguk kaku dan melambaikan tangan dengan enggan. Kemudian dia segera masuk ke dalam rumah tanpa mengantarkan suami dan putranya setidaknya hingga pintu gerbang.

Erick menghela napas kasar dan menyugar rambutnya yang sudah tersisir rapi hingga berantakan lagi. Situasi seperti ini sudah menjadi santapan kesehariannya semenjak Erick memutuskan untuk menyekolahkan Alvin di sekolah umum tiga tahun lalu. Tania selalu bersikap acuh tak acuh kepadanya juga pada putra mereka, Alvin.

"Di mana rumah pemilik Omil Vin?" Erick membuka pintu mobil dan membiarkan Alvin duduk di kursi depan.

"Itu di sebelah rumah kita. Tante Nana yang punya Omil." Alvin menunjuk rumah di sebelah rumah mereka.

"Oke nanti kita mampir." Erick duduk di belakang kemudi siap untuk segera meluncur.

"Nana?" Gumamnya dalam hati.

Nama yang baru saja disebutkan putranya, menghadirkan debaran di hatinya. Sebuah nama yang sederhana dan pasaran namun pernah membuatnya begitu memuja. Bahkan hingga kini nama itu kerap membuat hatinya berbunga-bunga.

"Ah mungkin hanya kebetulan saja. Nggak mungkin dia." Masih gumamnya dalam hati.

Dengan hati-hati Erick mengemudikan mobilnya, keluar dari halaman rumah mereka. Perlahan-lahan mobil melaju dan berhenti di depan rumah di sebelah mereka.

"Ini rumahnya?" Erick menatap putranya memastikan mereka tidak salah alamat mengantarkan kucing Himalaya itu.

Alvin mengangguk mantap. Erick tersenyum membelai kepala putranya dengan sayang.

"Alvin berani kan mengantarkan Omil sendiri? Papi tunggu di sini."

"Oke Pi!" Alvin mengangguk dan segera turun dari mobil dan berlari menuju rumah mungil yang nampak asri.

Erick mengawasi putranya tanpa lengah sedikit pun. Nampak Alvin membuka pintu gerbang dan berbicara dengan seseorang. Kemudian putranya itu segera berlari kembali ke mobil.

"Sudah?" Erick tersenyum melihat putranya nampak bergembira.

"Iya Pi. Tapi bukan Tante Nana tadi, pembantunya." Sahut Alvin.

"Oh, nggak apa-apa. Yang penting Omil sudah pulang ke rumahnya." Erick bersiap kembali mengemudikan mobilnya.

Saat bersiap hendak berputar arah, nampak seorang wanita dari rumah pemilik Omil melambaikan tangan ke arah mereka. Erick menghentikan mobilnya, membiarkan wanita itu mendekat.

Wanita itu mengetuk kaca jendela mobil dan Alvin segera membukakan jendela untuknya. Erick seketika membeku saat melihat dengan jelas wanita berambut panjang itu. Sesosok yang sangat familiar baginya namun rasanya mustahil jika dia ada di hadapannya sekarang.

Begitu pun dengan wanita itu yang menatap Erick tak berkedip. Namun hanya sejenak, wanita cantik itu tersenyum dan beralih menatap Alvin. Namun Erick dapat menangkap kilatan keterkejutan dalam tatapannya barusan.

"Alvin terimakasih ya sudah anterin Omil. Ini ada kue untuk Alvin." Wanita itu mengulurkan sebuah kotak padanya.

Alvin menatap Erick seakan-akan bertanya apakah boleh menerima kue dari wanita itu. Erick menganggukkan kepalanya pertanda mengijinkannya.

"Terimakasih Tante!" Alvin menerima kotak kue itu dengan riang.

Bocah itu tersenyum dengan polos memamerkan gigi putihnya tanpa menyadari kedua orang dewasa di dekatnya tengah saling menatap dengan canggung.

"Kami berangkat dulu. Terimakasih!" Erick berpamitan dengan canggung setelah cukup lama bersitatap dengan wanita itu.

"Hati-hati!" Wanita itu bergumam lirih dan melambaikan tangannya saat Alvin menutup jendela mobil.

Erick melirik spion dan melihat wanita itu masih berdiri di tepi jalan menatap mobilnya yang semakin menjauh.

"Ya Lord, caramu bercanda sungguh di luar dugaan!" Kembali Erick bergumam dalam hati.

Dipertemukan dengan seseorang yang tak pernah diduganya. Bahkan bermimpi pun tidak pernah. Namun Erick yakin, yang barusan bukanlah halusinasinya saja. Itu benar-benar nyata.

Sementara Alvin memandangi kotak kue di pangkuannya dengan takjub. Perhatian Erick kembali teralihkan pada putranya itu. Alvin hampir tidak pernah membawa bekal dari rumah.

Tania hanya beberapa kali membuatkan bekal dan tidak lagi membuatkan bekal untuknya saat dokter keluarga memberikan daftar menu dan bahan-bahan makanan yang aman dikonsumsi Alvin.

"Ribet banget sih Pi!" Keluh Tania waktu itu.

Sebelumnya Alvin sekolah di sekolah khusus untuk anak-anak berkebutuhan khusus. Tania tidak pernah repot dengan urusan bekal karena semua sudah difasilitasi pihak sekolah.

Erick memutuskan untuk memindahkan pendidikan putranya ke sekolah umum setelah Alvin memasuki usia pendidikan dasar. Tania sangat menentang keputusan Erick dengan alasan yang tidak jelas.

"Alvin mau bawa bekal ke sekolah?" Erick bertanya pada putranya yang masih terpaku menatap kotak kue di pangkuannya.

"Mau Pi. Semua teman Alvin membawa bekal." Alvin mendongak menatap Erick penuh harap.

Erick menghela napas pelan. Sungguh dia tidak mengerti dengan Tania, bagaimana dia bisa tidak menyiapkan bekal untuk putra mereka.

"Oke, mulai besok papi siapkan bekal untuk Alvin." Erick membelai kepala putranya dengan lembut.

"Are you serious Pi?" Alvin membulatkan mata menatap Erick tak percaya.

"Sure!" Erick tergelak melihat reaksi putranya.

Alvin tersenyum dan mengangkat tangannya mengajak sang ayah untuk ber-high five. Erick tertawa dan mengacungkan tinjunya di sambut kepalan tangan Alvin.

Erick kembali fokus mengemudikan mobilnya hingga sampai di sekolah Alvin. Bocah itu segera membuka pintu mobil dan setelah berpamitan padanya, berlari membaur dengan teman-teman sebayanya.

Erick memperhatikannya hingga putranya masuk ke halaman sekolah bersama teman-temannya. Setelah itu, Erick memutar mobilnya dan melanjutkan perjalanannya menuju tempatnya bekerja.

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

CINTA DI MUSIM SEMI
CINTA DI MUSIM SEMI
Dalam novel modern CINTA DI MUSIM SEMI, David dan Arina mengejar kebahagiaan di tengah musim yang singkat. Keduanya harus saling memahami demi mempertahankan hubungan mereka. Baca romance stories ini untuk mengikuti kisah cinta mereka dalam koleksi online novel terbaik.
Hasrat Liar Sang Ustadzah
Hasrat Liar Sang Ustadzah
Dalam romance novel modern Hasrat Liar Sang Ustadzah, kekaguman seorang pria terhadap Ustadzah Ika berubah menjadi obsesi yang mengganggu tidurnya. Terjebak antara realitas dan imajinasi liar, ia menghadapi dilema saat rahasia di balik gamis sang ustadzah mulai terungkap dalam online novel ini.
Ipar Jadi Pacar
Ipar Jadi Pacar
Dalam Ipar Jadi Pacar, Rheana terjebak pernikahan tanpa cinta demi warisan. Setelah dikhianati, sebuah jebakan di pesta membawanya ke malam panas bersama Samuel Rahardyan, adik iparnya sendiri. Simak kisah modern novel ini sebagai pilihan utama bagi pembaca romance stories dan web novel.
Kabar Buruk Kehamilanku
Kabar Buruk Kehamilanku
Dalam romance modern Kabar Buruk Kehamilanku, Rike harus membuktikan kebenaran di balik tuduhan hamil sebelum menikah yang menghancurkan kepercayaan ibunya. Ikuti perjuangan Rike dalam mystery story ini saat ia menghadapi konflik keluarga di webnovel yang penuh teka-teki ini.
Menikahi Gadis Polos
Menikahi Gadis Polos
Dalam novel modern Menikahi Gadis Polos, Jovan membatalkan pernikahan akibat pengkhianatan kekasihnya. Demi membalas dendam, ia menikahi gadis asing yang berjanji melakukan apa pun untuknya. Baca romance novel ini untuk melihat bagaimana takdir mengubah hidup mereka di web novel populer.
My Soulmate From My Heart (Series 2)
My Soulmate From My Heart (Series 2)
Dalam My Soulmate From My Heart (Series 2), Arland menolak perjodohan demi mencari cinta sejati. Ia melibatkan Kiran dalam rencana pura-pura kekasih, namun perasaan nyata justru tumbuh. Baca romance novel ini untuk melihat perjuangan mereka melawan restu ibu dalam kisah modern novel yang emosional.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Tidak Bisa Mengatakan Aku Cinta Padamu
Tidak Bisa Mengatakan Aku Cinta Padamu
Setiap wanita pasti ingin menikah dengan pria pujaan hatinya dan menjalani pernikahan yang bahagia. Tapi tidak dengan Mia Alexa yang sudah menikah dengan Adit Brahma selama enam tahun. Cintanya bertepuk sebelah tangan, tapi Mia tetap berusaha untuk mendapatkan hati Adit. Namun sayangnya, Adit masih menunggu wanita yang terbaring di rumah sakit akibat kecelakaan mobil dan mungkin tidak bisa bangun untuk selamanya. Suatu hari, wanita yang ditunggu Adit siuman dan Mia pun diusir dari keluarga Brahma karena dituduh sebagai pelaku kecelakaan mobil tersebut. Untungnya, Mia tidak terpuruk dan berhasil bangkit dari keadaannya. Satu per satu, keanehan pun mulai terkuak.
Cinta Tak Kalah Harum Melati
Cinta Tak Kalah Harum Melati
Yuli Wulandari, yang sedang hamil 3 bulan, menemukan suaminya Endang Ramadhan (28 tahun) berselingkuh dengan Lina Nuraini (48 tahun). Diam-diam, Yuli mengganti minyak pijat dengan lem super, berpura-pura pergi dinas, dan memasang kamera tersembunyi. Ketika Endang dan Lina sedang bermesraan, mereka terjebak melekat oleh lem super. Yuli lalu memanggil anak dan menantu Lina, serta kerabat dekat, untuk menyaksikan aib kedua pengkhianat itu.
Jatuh ke dalam Perangkapnya
Jatuh ke dalam Perangkapnya
Ashley, seorang CEO yang sangat ingin punya anak, menikahi Dean, seorang pria dari desa, agar mau tinggal bersamanya. Tanpa sepengetahuannya, Dean ternyata adalah pewaris misterius yang diam-diam mencintainya dan sengaja menyamar agar bisa dekat dengan Ashley. Keluarga kaya Ashley penuh dengan intrik. Dia harus berhadapan dengan bibinya yang tidak waras, pamannya yang munafik, dan kakeknya yang sangat pilih kasih. Ashley mengira Dean akan menjadi penyelamatnya, tapi ternyata pria itu justru menjadi mimpi buruk dalam hidupnya.
Bertukar Tubuh dengan Musuhku
Bertukar Tubuh dengan Musuhku
Lena dan Novan dijodohkan oleh orang tua mereka. Karena mereka telah ditakdirkan namun saling menolak satu sama lain, malaikat cinta pun turun tangan dan membantu mereka untuk lebih dekat satu sama lain dengan cara menukar jiwa mereka. Mereka akhirnya nggak mempunyai pilihan untuk merahasiakan itu dan tinggal bersama untuk memecahkan cara agar mereka dapat kembali ke tubuh asal mereka. Namun, saat tinggal bersama, rasa cinta mulai tumbuh di antara mereka. Bagaimanakah kisah kelanjutan mereka? Apa yang membuat mereka bisa terlepas dari kutukan cinta itu?
Main-Main Jadi Orang Biasa
Main-Main Jadi Orang Biasa
Calvin adalah pewaris Balai Dorma. Demi balas budi pada istrinya, Nadia Sevan, dia terus membantu Keluarga Sevan diam-diam sebagai orang biasa. Tapi setelah Nadia sukses, dia malah minta cerai pada Calvin. Siapa identitas Calvin sebenarnya? Orang yang sangat dihormati pun tunduk pada Calvin. Tapi ini hanya permulaan dari kisah yang seru...
Takdirnya yang Keenam
Takdirnya yang Keenam
Setelah gagal memenangkan hati Vince untuk kelima kalinya, Bella memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dan memulai hidup yang baru. Pada percobaan keenam, kali ini dia berfokus pada sahabat Vince, Xander. Seiring mereka menghabiskan waktu bersama, Bella akhirnya mengetahui bahwa Xander sebenarnya telah lama menyukainya. Terharu dengan ketulusan hati Xander, Bella pun luluh. Begitu dia berhasil memikat hati Xander, keinginannya akhirnya terkabul secara ajaib, membawa mereka berdua kepada akhir bahagia di mana mereka saling menyelamatkan.