Logo
Terjebak Pesona Papi Gula
Terjebak Pesona Papi Gula

Terjebak Pesona Papi Gula

82 Bab
Tamat
Dalam novel Terjebak Pesona Papi Gula, Lizzie nekat mendekati Daxon demi membiayai kuliah seninya. Kisah billionaire romance ini mengikuti ambisi Lizzie memanfaatkan kekayaan sang bujang kaya untuk bertahan hidup. Baca web novel ini untuk melihat konsekuensi dari pilihan berisikonya.
Bab 1 dari Terjebak Pesona Papi Gula

Daxon bangun perlahan-lahan, mulutnya terasa aneh dan anggota tubuhnya juga terasa begitu berat. Dia menghadap ke arah samping dan berharap melihat … yang jelas bukan bantal kosong. Dengan kepala yang terasa pening, pria itu mengangkat sedikit beban tubuhnya dengan siku seraya melihat ke sekeliling ruangan. Dia berada di kamar pribadinya, ‘kan? Melihat ada laptop dan beberapa situasi yang familiar Daxon langsung berasumsi bahwa dia betul-betul ada di kediamannya.

Dia memperhatikan sekitar sebelum bola matanya memperhatikan ada dua gelas yang berisi sedikit anggur, botolnya bahkan terguling di atas karpet yang menyebabkan nodanya berada disana. Tapi yang menarik perhatian justru adalah sepasang sepatu bertali yang teronggok dan tak pas diantara seluruh kemewahan rumahnya.

Seketika ingatannya mengalir kembali.

Dia membawa pulang seorang gadis semalam, dia juga mengingat bagaimana wanita itu meleleh hanya dengan sedikit sentuhan darinya. Bagaimana rasa bibirnya ketika Daxon membawanya dalam sebuah ciuman. Ya, ciuman yang begitu hangat dari sekian banyaknya ciuman yang pernah dia rasakan seumur hidupnya.

Perempuan yang dia bawa agak sedikit berbeda dengan tipe-nya. Dia lebih pada tipe yang petite, tapi Daxon bersumpah bersedia melakukan apa saja untuknya. Waktu mereka selesai saja dia masih bisa berguling seraya menggodanya untuk ronde tambahan. “Mau melakukannya lagi?”

Tentu saja jawabannya adalah “Jelas, iya.”

Tapi siapa dia dan siapa namanya. Daxon berusaha keras mengingatnya.

Tepat dalam kesulitan itu, pintu kamar mandi terbuka dan seorang gadis melangkah keluar dalam kondisi telah berpakaian lengkap seperti semalam. Celana jeans sobek di bagian lutut dan kaos oblong bergambar metalica dengan kemeja kotak-kotak sebagai outer. Gadis itu tersenyum padanya.

Lagi-lagi kilat itu menyambar Daxon lagi.

“Lizzie,” sebut Daxon tiba-tiba tanpa bisa sadari.

“Halo, Om tampan,” sahut Lizzie mendekat, lalu dengan acuh tak acuhnya dia mengangkat tangan seperti meminta sesuatu, menodong Daxon tidak peduli dengan tatapan tanya yang pria itu arahkan kepadanya. “Mana uangku?”

“Kau mau langsung pergi sepagi ini?”

Sebuah kernyitan muram melintasi wajah mungil gadis itu. “Aku ada kewajiban yang perlu dilakukan. Harusnya aku pergi sejak semalam, jika saja kau sudah memberikanku bayaran.”

“Ah,” kata Daxon dilanda kekecewaan yang tidak terjelaskan. Tapi kemudian dia sadar akan sesuatu hal yang penting. Tiba-tiba saja dia bisa membaca bahasa tubuh Lizzie yang tegang. Pria itu menyadari betul bahwa tidak ada gunanya mengulur waktu. Dia kemudian menyeret tubuhnya untuk mengambil sesuatu dari celana yang dia kenakan semalam. Mengeluarkan beberapa lembar uang dari dompetnya tanpa dihitung terlebih dahulu.

Lizzie langsung memberinya sebuah ekspresi riang. Diberinya Daxon kecupan singkat sebelum mengambil lembaran uang itu. “Kau tahu? Tadi malam itu malam yang sangat panas, tapi aku tidak berniat untuk memulai sebuah hubungan. Bahkan hubungan kasual sekali pun. Kalau kau tidak keberatan, aku ingin memikirkanmu sebagai imajinasiku … dan bukan orang sungguhan yang akan berpapasan denganku di tempat umum.”

Itu yang pertama. Daxon merasa kagum untuk sesaat. Biasanya dialah yang berusaha untuk meloloskan diri setelah sebuah one night stand sementara para perempuan akan mencoba mengorek informasi pribadinya. Daxon sebetulnya tidak suka dengan situasi terbalik ini, tetapi harga diri yang dia miliki cukup untuk menahan seruan dan meloloskan Lizzie meskipun dirinya masih sangat penasaran pada gadis itu.

“Aku lumayan suka dengan idemu,” sahut Daxon.

Lizzie melemparkan kepalanya ke belakang sebelum akhirnya tertawa, seluruh ketegangan akhirnya mereda. Tapi sebelum benar-benar pergi, wanita itu menyempatkan untuk memberinya sebuah ciuman selamat tinggal yang panas.

“Terima kasih untuk yang tadi malam dan tips-nya. Percayalah itu malam yang luar biasa yang pernah aku rasakan seumur hidupku.”

Daxon tersenyum. “Aku juga,” katanya. Sesungguhnya saat itu dia betul-betul sedang bersungguh-sungguh.

Beberapa saat setelahnya Lizzie mengambil sebuah tas selempang dan mengenakannya sambil meniupkan sebuah kiss bye. “Dah, Om tampan.”

“Dah, baby girl.”

Kemudian Lizzie menghilang dari balik pintu kamarnya.

“Selamat datang kembali ke realita, kalau begitu,” kata Daxon untuk dirinya sendiri.

***

Lizzie menjatuhkan tas selempangnya dengan malas ke lantai. Tubuhnya begitu tidak bertenaga ketika membaringkan diri di atas ranjang. Suara detik jarum jam berdetak konstan, menghipnotis dirinya untuk bergulir menutup mata. Ada hela napas mengisi jeda sebelum kantuk menyerang. Dia betul-betul lelah setelah digempur nyaris semalaman oleh si om-om tampan yang dia temui untuk mendapatkan uang dengan cara mudah di bar.

Padahal hari ini dia ada kelas, tapi tubuhnya terasa lunglai begini. Mungkin saja bolos bisa jadi opsi pilihan. Lagipula sekarang Lizzie punya cukup uang untuk bertahan lebih dari satu bulan. Pria yang dia temui lumayan royal, bahkan Lizzie kaget bukan main saat dia menyodorkan uang dengan jumlah fantastis untuk satu malam.

“Baru pulang kau?”

Setengah mati Lizzie berusaha untuk tidak marah, tapi tetap saja dia menggeram pada akhirnya. Kantuk yang ada jadi memudar, memaksa kedua kelopak mata membuka melirik pada sosok pria yang menjadi teman sekamarnya.

“Ya, Armant?”

Pemuda itu menghela napas, menggosok batang hidungnya dengan sedikit emosional. “Kenapa kau harus bertingkah begini? Ketika kuberi kau kelonggaran kau malah bersikap makin seenaknya.”

“Maksudmu apa? apa tidur dipagi hari tidak diperkenankan?”

“Lizzie, kau tahu betul aku sedang membicarakan hal lain. Kau pergi ke bar semalaman dan baru pulang di pagi buta. Aku mengkhawatirkanmu. Kau bisa saja terluka, Lizzie. Kau bahkan tidak menelepon salah satu dari kami untuk mengatakan lokasimu. Kau bisa saja mengalami hal-hal buruk. Tolong kurangi kebiasaanmu itu! tidak baik bagimu untuk keluar malam apalagi kau itu perempuan. Kejahatan kali ini sedang—”

“Oh ayolah Armant!” Lizzie tidak tahan untuk mengeluarkan suara rintihan panjang dan agak keras. Dia seorang pria tapi kenapa omelannya melebihi ibunya sendiri? terkadang ada dimana Lizzie merasa tak tahan dengan sikap Armant yang seperti seorang kepala di rumah ini. Dia tidak banyak berharap sebenarnya, hanya ingin pagi yang damai tanpa harus mendapatkan penghakiman dan omelan yang malas untuk dia dengarkan.

“Aku tidak mabuk-mabukan oke? Aku juga tahu untuk tidak menerima minuman apapun dari orang asing. Kau selalu berulangkali mengatakan hal yang sama padaku sampai aku bosan. Aku bukan orang tolol, Armant, oh … sial! Kau menghancurkan moodku.”

“Kalau begitu berhentilah bertingkah seperti ini.”

“Bisakah kau tidak ikut campur dalam kehidupan pribadiku? Aku sudah memiliki orangtua menyebalkan, aku tidak ingin kau juga mengisi daftar itu dihidupku. Aku sudah dewasa! Aku tidak perlu kau yang harus mengasuhku setiap saat!”

“Tapi kau masih saja membuat keputusan yang kekanak-kanakan,” kata Armant lagi yang tampaknya masih ingin mendebat Lizzie.

Sungguh, Lizzie tidak pergi ke bar untuk mencari masalah atau setidaknya apa pun yang dipikirkan oleh Armant tentangnya. Dia hanya berakhir disana karena terlalu stress atas penolakan yang diberikan oleh sang ayah dan hendak menarik seluruh dukungan dana untuk keperluan kuliahnya. Dia hanya mencoba untuk melupakan masalahnya sejenak dan mencari nafkah dengan cara yang mudah. Bukankah setiap orang punya titik dimana tidak kuat menahan banyak tekanan dan punya cara untuk masing-masing untuk mengatasi stress? Itulah yang Lizzie sedang lakukan tapi Armant jelas tidak akan bisa mengerti hal itu.

“Kau tidak akan pernah mengerti. Persetan! Sudahlah, jangan ganggu aku!” ungkap Lizzie seraya bergumam, mencoba menghapus sisa amarahnya.

Tapi hanya selang beberapa lama saja Lizzie ditarik dari belakang dan dipeluk dengan lembut. Kedua mata Lizzie membelalak. Tapi dia tahu siapa pelakunya. Orang yang sama yang memberinya luka. Armant. Pria itu memeluknya dengan erat dan membenamkan kepalanya di bahu Lizzie, jika sudah begitu Lizzie hanya bisa menghela napas.

“Maafkan aku, Lizzie aku tidak bermaksud membentakmu. Aku hanya khawatir,” ujar pria itu penuh kasih. Sekali lagi Lizzie melebur dan kembali memberi maaf padanya seperti biasa.

“Tidak apa-apa,” gumam gadis itu. “Justru aku yang harusnya minta maaf karena telah berteriak padamu.”

“Tidak apa-apa.” Dia mencium puncak kepala Lizzie dengan sayang lalu melepaskannya. “Aku akan pergi bekerja, semoga harimu menyenangkan ya, Lizzie.”

“Ya, terima kasih.”

Bukankah selalu seperti itu? bahasa cinta dengan saudara dan keluarga memang terkadang tidak bisa dimengerti. Saling berteriak, saling memaki dan menghakimi lalu diakhir berbaikan kembali. Sebuah pola yang sama dan sudah Lizzie hafal diluar kepala.

Meskipun Armant tidak terhubung karena hubungan darah. Tapi kedekatan mereka justru jauh lebih dari itu. Dia selalu menjadi pelindung untuknya dan sikapnya yang seperti itu adalah bukti bahwa dia menyayanginya. Walau kadang berlebihan dan Lizzie muak juga.

Setelah sendirian di rumah, tiba-tiba Lizzie mendapati notifikasi dari ponselnya. Dia membuka dan menemukan pesan yang masuk ke kotak masuknya.

Jangan lupa hari ini ada kelas psikologi kriminal. Aku dengar hari ini professor mengundang narasumber khusus untuk studi kasus dan katanya, dia sangat tampan. Kau pasti akan terkesima saat sudah melihatnya nanti.

Siapa pun orangnya, sepertinya tahta pria maskulin paling tampan dalam memori Lizzie masih dipegang oleh Daxon. Si om-om senangnya yang sudah memberi dia uang tunai dengan jumlah fantastis.

“Kalau hari ini aku bertemu dengannya lagi, kurasa akan lucu. Aku tidak pernah dapat pengalaman begitu, hah … apa kami bisa bertemu lagi ya?”

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Bos, Jangan! Nanti Ketahuan
Bos, Jangan! Nanti Ketahuan
Dalam novel romantis miliarder Bos, Jangan! Nanti Ketahuan, Selena yang terkekang oleh suaminya mendapat tawaran kerja dari sang bos besar, Haris. Baca novel online gratis ini yang mengisahkan jebakan hubungan terlarang demi ambisi dan gairah yang mengancam rumah tangga mereka.
Cinta Berujung Duka atau Suka
Cinta Berujung Duka atau Suka
Dalam novel romantis miliarder Cinta Berujung Duka atau Suka, seorang istri harus menghadapi kenyataan pahit saat suaminya, Jeffry Aryadi, mengabaikan putri kandung mereka yang sakit demi anak cinta sejatinya. Keputusan berat untuk pergi pun diambil. Baca Novel Online ini sekarang.
DERITA PERNIKAHAN PAKSA
DERITA PERNIKAHAN PAKSA
Dalam DERITA PERNIKAHAN PAKSA, Vivian terjebak dalam obsesi kejam Maximilian Windsor. Di tengah trauma, kehadiran River memberi harapan baru. Namun, kehamilan tak terduga memaksa Vivian memilih antara sang penyelamat atau ayah kandung bayinya dalam billionaire romance novel yang emosional ini.
ISTRI SIMPANAN CEO
ISTRI SIMPANAN CEO
Dalam ISTRI SIMPANAN CEO, Almaira terikat kontrak rahasia dengan Daffa demi jaminan ekonomi. Menjadi istri simpanan pengusaha tambang ini penuh risiko saat ia harus memberikan keturunan. Baca romance novel ini untuk melihat konflik dalam billionaire romance books yang penuh pilihan sulit.
Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!
Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!
Dicampakkan di hari pernikahan, Nayla nekat menikahi Simon, kakak mantan kekasihnya sekaligus pewaris takhta terkaya dalam novel romantis miliarder Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!. Di balik pernikahan tak terduga ini, rahasia besar Simon perlahan terungkap. Baca buku online gratis ini sekarang.
KECELAKAAN SEMPURNA
KECELAKAAN SEMPURNA
Dalam KECELAKAAN SEMPURNA, fotografer Arlett terjebak skandal dengan CEO Carl Heston saat bekerja di Heston Corporation demi biaya medis ibunya. Simak kisah billionaire romance novels ini tentang konsekuensi kesalahan fatal di web novel modern yang penuh intrik dan pilihan sulit.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Di Balik Pengkhianatan, Aku investormu
Di Balik Pengkhianatan, Aku investormu
Kayra, yang diam-diam adalah pewaris dari kekayaan besar, menyembunyikan identitas aslinya untuk menikahi Miko karena cinta. Di balik sosok yang sederhana dan rendah hati, dia dengan tenang dan mudah menggunakan kekayaan dan pengaruhnya untuk mengatasi berbagai hambatan yang menghalangi Miko dalam membangun startup-nya. Saat Miko hampir meraih kesuksesan, Kayra mengetahui bahwa dia telah berselingkuh. Setelah dihadapkan, Miko mengakui bahwa dia sudah tidak mencintainya lagi, berbicara kasar padanya, meremehkan semua yang telah Kayra lakukan untuknya, dan mendesaknya untuk bercerai. Hati Kayra hancur dan sangat kecewa, dia memutuskan untuk bangkit dan merebut kembali posisinya sebagai pewaris miliarder. Dia menarik semua dukungannya dan membiarkan Miko menghadapi akibat dari tindakannya, membuatnya menyesali segala yang telah dilakukannya.
Belenggu Cinta Sang Tuan Muda
Belenggu Cinta Sang Tuan Muda
Cynthia masuk penjara menggantikan putri adopsi keluarga Yosa. Demi menyelamatkan diri, dia berhubungan dengan Arya dan hamil. Setelah bebas, mereka menikah kilat. Saat membalas dendam, Cynthia jatuh cinta pada Arya. Identitasnya sebagai pelukis genius dan banyak lagi keahliannya terungkap satu per satu. Mereka menghadapi berbagai hambatan dan penolakan. Ikuti perjalanan mereka meraih cinta.
[Versi suara dubbing] Cinta hilang, takhta ditinggalkan
[Versi suara dubbing] Cinta hilang, takhta ditinggalkan
[Versi suara dubbing] Cinta hilang, takhta ditinggalkan
Halo, Yuk Menikah!
Halo, Yuk Menikah!
Maya diadopsi oleh ayah angkatnya saat masih kecil dan tidak mengingat apa pun. Dia hidup besar dengan bekerja keras dan membiayai uang sekolah pacarnya hingga dia menemukan pacarnya Budi, selingkuh darinya dan bersama dengan wanita lain. Maya yang lagi patah hati bertemu seorang pria yang tiba-tiba mengajaknya menikah. Melihat pria itu butuh bantuan untuk menikah di depan neneknya, Maya mengikuti sandiwaranya dan berakhiran dengan menikahinya. Nggak membutuhkan waktu lama Maya menyadari kalau pria yang dinikahinya ternyata seorang miliarder. Dengan sifatnya yang baik, Erik mulai meluluhkan hati Maya dan mulai menyelidiki masa lalu Maya. Erik curiga Maya adalah wanita yang selama ini dia cari dan cintai. Maya tidak mengingat kalau selama ini sebenarnya dirinya bukan diadopsi, melainkan diculik oleh ayah angkatnya sendiri!
Luka di Musim Dingin
Luka di Musim Dingin
Putus asa melihat cinta sepuluh tahunnya dikhianati oleh Putra Mahkota Hutama yang lebih memilih menikahi Kinaya Lindra, Yunis Kencana nekat mengajukan diri sebagai mempelai dalam pernikahan politik demi meredakan krisis di perbatasan Balangga. Meski Kaisar sempat ragu, tekad baja Yunis yang sudah mati rasa akhirnya berbuah titah resmi sebagai Putri Pelindung Negara yang akan diberangkatkan tujuh hari lagi, sementara Hutama yang terlalu percaya diri masih hidup dalam ilusi bahwa kekasih masa kecilnya itu takkan pernah sanggup meninggalkannya.
Melepas Cinta Lama
Melepas Cinta Lama
Perasaan enam tahun tidak sebanding dengan pulangnya sang cinta pertama.Tiga hari sebelum pernikahan mereka, kakak senior Gita, yang juga cinta pertamanya, pulang ke tanah air. Hubungan Nathan dengan Gita yang pada dasarnya tidak begitu labil kembali dilanda ujian berat. Ditambah lagi, penyakit Nathan juga kambuh di saat ini. Akankah hubungan mereka terselamatkan?