Logo
Tapal Batas
Tapal Batas

Tapal Batas

60 Bab
Tamat
Dalam novel modern Tapal Batas, Effendik berjuang mencari cinta sejati setelah kegagalan cinta pertama. Saat bertemu Chusnul, ia menghadapi rintangan status keluarga dan saingan cinta. Simak perjalanan hidup penuh pilihan sulit ini dalam web novel yang menyentuh hati.
Bab 1 dari Tapal Batas

Denting alam sore menjelang malam. Meniupkan syahdunya bebunyian angin yang masuk merambat melewati jendela ventilasi. Ruang dapur yang baru selesai di pugar selatan rumahku.

Dawai merdu suara bambu di belakang desa bersahut gemercik air kali mengalir kini terasa menyejukkan hati. Aku dan ruangan dapur seakan menyatu menari menjadi satu bersahutan dengan burung malam.

Sejenis burung hantu yang akrab di sebut warga desa burung dares atau sebuah burung mitologi pembawa pesan kematian berkoar menikmati suguhan orkestra yang dibuat oleh alam perdesaan desaku lalu tersentuh kalbu ini berbisik lembut pada sanubari damainya ciptaan Allah Taala.

Kuletek, kuletek,

Nyaring sendok mengaduk-aduk gelas bercampur dengan bubuk kopi dan gula menjadi satu kesatuan yang disebut seduhan terpaut wangi sari pati di tangan kananku. Perlahan kuhirup sajian yang disediakan alam teruntuk insani yang di cipta Illahi Rabi dan berucap Alhamdulillah di lidah dan hati.

Minggu 4 Juli 2021, hati sudah kembali tenang, otak sudah tak pernah meracau lagi seluruh badan mulai teratur mengikuti instruksi Kalbu untuk terus berucap Allahuma Shalli Ala Muhammad.

Segelas seduhan kopi hitam dengan wangi merebakku tenteng menuju ruang tamu. Sebungkus rokok bermerek gembok dan kunci kuraih sebatang serta kusulut saat menempel di muka bibir. Sekali hirup dan sekali hisap kembali terlontar asap membumbung dengan ikhlas kenikmatan yang di anugerahkan Gusti Illahi Rabi.

Lelah mengenang masa lalu aku ingin menyajikan kenyataan kali ini. Mataku sedang memandang masa depan yang mungkin terang, yang mungkin kelam entah yang pentung terus ikhtiar dan berdoa serta ratusan Shalawat terus aku lantunkan.

Bapak datang dari ruang tengah wajahnya sudah semringah alias bahagia kelegaan terpancar di sana. Guratan rasa puas sudah ada di tiap pori pipi. Sebab hari ini adikku Nuriva yang sudah sarjana kini sudah bekerja kemarin telah membantu ikut menutup hutang-hutang bapak jua. Sebab aku anak lanang, anak lelaki pertama sudah kembali bekerja seperti dahulu tukang rombeng yang penting halal dalam benaknya.

“Le, Tole, minta kopinya sedikit ya,” begitulah ucapan yang meluncur dari bibirnya yang semakin tua namun ada guratan bahagia di sana sudah.

Hanya ku sahut senyum mengembang dan mempersilahkan dengan anggukan perlahan. Ada raut kebanggaan dengan syukur Allah telah menghadirkan kebahagiaan kepada keluarga kami. Setelah bertahun-tahun kami berjuang dan kami masih terus berjuang tapi kali ini kami berjuang untuk memperbaiki ibadah kami.

Tak terbayang betapa sulitnya dahulu kami harus melangkah dengan penuh kehati-hatian. Dengan penuh perhitungan dan kepasrahan pada Sang Pencipta alam maya pada dan semesta.

Hari ini jalanku sedikit demi sedikit sudah menemukan titik terang menuju yang benar. Dan seorang guru kiai telah menerimaku sebagai santri ada cahaya harapan di langkahku kali ini. Kembali terus dan kuulang terus ada bercak rasa bahagia yang tiba-tiba rindu Sang Kuasa dan Rindu pada Sang terkasih Nabiyalah Muhammad SAW.

Walau sebuah pandemi luas dan global pada dunia atau yang ilmiahnya disebut Covid 19 masih terus berjalan dan entah kapan berhenti. Setidaknya kami masih diberi nikmat sehat dari keluarga kami semoga terus sehat dan Covid cepat berhenti.

Satu teguk kopi hitam agak pahit meluncur pada kerongkongan membasahi dahaga tenggorokan telah terlaksana sudah. Terlihat ibu sedang duduk bersimpuh di atas kursi panjang saksi bisu perpisahanku bersama Jingga enam tahun yang lalu. Dan ibu rupanya sudah tersenyum lagi sambil memegang jarum dan benang menjahit baju kerja bapak yang sudah robek di lengannya.

Walau kami sesederhana dalam masa sulitnya dunia kali ini akibat musim pandemi yang tak kunjung usai tapi kami bersyukur masih diberi senyum di setiap wajah kami. Setelah melalui setiap malam dengan kengerian yang begitu ngeri tak terbayang betapa dahsyatnya guncangan setahun yang lalu akibat sebuah penyakit hati iri dan dengki seorang kawan satu profesi dengan bapak.

Sampai-sampai mereka berkerumun satu keluarga bersiasat untuk membunuh kami. Mungkin akan kuceritakan nanti di kemudian hari.

Kini badan kusandarkan di kursi panjang teras rumah. Pas di depan dua buah daun jendela yang sama enam atau tujuh tahun yang lalu. Pernah jatuh saat keluarga Jingga baru saja duduk di rumah ini.

Ah ya sudahlah itu masa lalu dan hanya bisaku petik pelajaran berharga dari pengalaman kelam dan hitam yang tak selamanya menjadi sebuah sampah tapi terkadang bisa menjadi sebuah lembar buku yang kusimpan di rak otak sebelah pojok untuk kubuka lain waktuku ceritakan pada anak cucu.

Sejurus dengan waktu yang panjang sebuah penantian walau aku terus menunggu kembali sebuah kata jodoh sebenar-benarnya jodoh dari langit pilihan Gusti pinariyung jagat atau yang kami sembah dalam sujud Pencipta dari segala makhluk hidup.

Walau waktu penantian penungguan dari sang bidadari surga yang dipilihkan untukku belum jua kelihatan. Tetap aku terus bersabar karena itu memang sebuah sarat untuk menunggu sebuah hadiah dari Allah dengan sungguh-sungguh.

Kali ini sungguh hatiku begitu lapang tiada resah dalam penantian tiada bertepi walau tiada pasti tapi sungguh keyakinan di sanubari berkata aku akan terus menanti dengan menyediakan kesabaran tanpa batas.

Sebab aku memiliki sebuah pemahaman dari hasil pengalaman selama berjalan dalam pedih bertahun-tahun yakni bukan mencari yang baik agar ikut menjadi baik tapi mengubah diri menjadi baik agar mendapatkan yang terbaik.

Begitulah hukum alam yang tertera pada sebuah kalam wahyu Allah sang guru sejati. Aku yakin ada satu untukku wanita salihah yang di berikan untukku dalam penantian ini. Aku yakin suatu saat nanti aku di pertemukan sebuah gadis berhati bidadari menyebutku yang terkasih dari Allah lalu menatapnya dengan Bismilah sahaja bukan memandangnya dengan nafsu durjana.

Melihat senyum ibu aku jua melihat senyum-senyum kecil dari bibir kecil dan tangan mungil yang meraih peci bapak pada sebuah pigura foto yang terpasang rapi di atas ibu yang tengah menjahit di atas kursi ruang tamu.

Dia Si Effendik kecil dengan senyum tanpa batas dan belum mengerti kejamnya tipu-tipu dunia. Dia Si Effendik kecil yang dengan riang meraih peci bapak dengan tertawa senang di saat 32 tahun yang lalu.

Masa itu begitu terkenang semasa aku sebagai Si Bagus kecil masih dalam timang-timang ibu dan masih merengek minta ini dan itu bila ada seorang penjual mainan lewat depan rumah kami.

Betapa indahnya masa lalu yang satu ini sebuah masa lalu penuh arti awal cikal bakal Bagus Effendik terbentuk seperti sekarang ini dengan tegak menantang si batu karang. Penghalang jalan di mana lurusnya pada Allah

Tanpa pandang pilih bila sebuah penghalang menghalangi sebesar gunung jua akanku hantam jua bila itu menghadang di tengah jalanku saat ibadahku menuju Allah di halangi jua.

Akhirnya album kecil lama dan usang kuraih dengan membuka pintu almari kamarku. Meniup debu sedikit yang menempel pada gambar depan dan membalik satu halaman perlahan.

Di sana terpampang jelas seorang istri yang sedang hamil tua dan masih tampak ayu bernama Amanah dia ibuku. Bersanding dengan seorang lelaki gagah bergaya bak roma irama masa muda dengan baju kemeja rapi dimasukkan ke dalam celana ujung bawahnya terlipat rapi di pinggang dengan celana bermerek jin warna biru.

Pas berpadu padan dengan kemeja warna putih tulang begitu rupawan namanya Kasturi sedang menanti anak pertamanya terlahir dialah bapakku saat masih muda begitu rupawan. Kisah Si Effendik kecil ini di mulai saat Ibu tengah bermimpi tentang anak lelaki dan rembulan emas.

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Ah! Enak Mas Dokter
Ah! Enak Mas Dokter
Dalam novel modern Ah! Enak Mas Dokter, Febby Fiolla menjalin hubungan terlarang dengan dokter kandungannya, Dirga, yang merupakan cinta pertamanya. Terjebak pernikahan masing-masing, mereka harus memilih antara bercerai atau bertahan. Baca novel online gratis ini untuk mengikutinya.
Barter libido yuk, say !
Barter libido yuk, say !
Tawaran gila Kenny Reagen: barter libido dengan Cherry, dokter cantik yang tunduk pada pacarnya. Bisakah keinginan terlarang ini mengguncang hidup mereka? Dark romance penuh ketegangan dan hasrat yang menantang moral. Baca kisahnya yang bikin jantung berdebar!
Cahaya di Antara Bayang-Bayang
Cahaya di Antara Bayang-Bayang
Dalam novel modern Cahaya di Antara Bayang-Bayang, Amir menelusuri perjalanan spiritual bersama Sheikh Ibrahim guna mencari makna hidup. Di tengah elemen mystery dan godaan iman, ia menemukan cinta sejati. Baca kisah inspiratif ini dalam romance novel yang menyentuh di platform web novel.
En-PD163
En-PD163
Dalam novel modern En-PD163, Janna mengakhiri pernikahan setelah dikhianati Kingsley yang mengejar cinta lain. Saat Janna memilih pergi dari pusat penelitian dan menemukan hidup baru, Kingsley baru menyadari kesalahannya. Baca romance novel ini untuk mengikuti perjuangan Janna memulai kembali.
Hari Pernikahanku Menjadi Kematian Ibuku
Hari Pernikahanku Menjadi Kematian Ibuku
Novel romantis miliarder "Hari Pernikahanku Menjadi Kematian Ibuku" mengisahkan pengkhianatan Ezra yang mengganti pengantinnya dengan Naila di hari pernikahan, hingga memicu kematian ibu protagonis. Temukan perjuangan melepas masa lalu dalam Novel Web emosional ini untuk baca buku online gratis.
MENJADI BUDAK NAFSU TUAN YUAN
MENJADI BUDAK NAFSU TUAN YUAN
Dalam novel modern MENJADI BUDAK NAFSU TUAN YUAN, Hani terjerat obsesi Yuan Andersson. Sebagai sekretaris, ia harus menghadapi dominasi sang billionaire yang mengancam rahasia keluarga. Temukan kelanjutan kisah mereka dalam romance novel ini di antara pilihan fiction books terbaik.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Cinta Pertama yang Hilang
Cinta Pertama yang Hilang
Mutia kaget saat tahu Rizal, pacarnya yang miskin, diam-diam pakai mobil dan jam tangannya untuk sok kaya, dan malah ngejelekin Mutia sebagai wanita tua yang susah nikah. Mutia cuma tersenyum dingin dan tarik semua bantuannya. Rizal tetap nggak sadar, masih mengandalkan cintanya, padahal sebentar lagi bakal jadi bahan tertawaan.
Ditakdirkan Menjadi Istrimu
Ditakdirkan Menjadi Istrimu
Setahun terpisah jarak, Rey akhirnya kembali ke Kota Mandaya. Diterpa rasa bersalah, Rey memulai pencarian yang penuh liku untuk menemukan istri yang ia nikahi secara cepat, Sheren. Dalam perjalanannya, ia dihadapkan dengan berbagai macam masalah. Mampukah Rey menemukan Sheren?
Jatuh cinta pada Paman Sahabatku
Jatuh cinta pada Paman Sahabatku
Dia adalah paman nominalnya, dan perbedaan usia membuatnya sulit menerima perasaan romantisnya. Hingga saat ia menemukan bahwa ada banyak pria yang berusaha memperdengarkan perhatiannya, ia menyadari cinta yang ia pegang padanya telah mencapai puncak. Dia mengungkapkan cintanya pada paman zenapnya namun ditolak. Empat tahun kemudian, ia mengejarnya kembali.
Ditendang Keluar Lalu Saya Mewarisi Miliaran!
Ditendang Keluar Lalu Saya Mewarisi Miliaran!
Pewaris yang sebenarnya diusir oleh keluarga kaya palsu, tapi akhirnya dia mewarisi miliaran!
Cinta Hari Ini Bersinar
Cinta Hari Ini Bersinar
Dia adalah seorang mahasiswa yang mandiri, pintar, dan menawan, tetapi selalu merasakan tekanan dari keluarganya. Dia dipaksa keluarga untuk berhenti kuliah dan menikah, akhirnya dia memutuskan untuk melarikan diri. Saat dalam pelarian, dia tidak sengaja melompat ke dalam mobil mewah seorang CEO miliarder. CEO itu tidak pernah mengizinkan wanita untuk mendekatinya, tapi CEO itu tertarik padanya. Sebuah pertemuan itu membuat mereka saling suka. Namun, kesalahpahaman menyebabkan mereka berpisah. Sebulan kemudian, dia mengetahui bahwa dia hamil dan takdir mempertemukan mereka kembali...
Gadis yang Terpilih
Gadis yang Terpilih
Setelah masuk ke dalam keluarga miskin ini, bayi yang beruntung ini memberkati setiap anggota keluarga dan seluruh keluarganya dalam kehidupan!