Logo
TAK MAU DIMADU
TAK MAU DIMADU

TAK MAU DIMADU

92 Bab
Tamat
Dalam novel romance TAK MAU DIMADU, kebahagiaan lima tahun pernikahan hancur saat wanita dari masa lalu Ilham kembali. Menghadapi pengkhianatan orang ketiga, sang istri harus menentukan pilihan hidupnya. Baca kisah modern novel ini untuk melihat perjuangan mempertahankan harga diri.
Bab 1 dari TAK MAU DIMADU

"Dek, Mas mau nikah lagi!" Aku yang tengah duduk di sofa ruang tamu seketika berdiri. Menatap bingung pria yang baru saja melewati pintu depan.

"Ap-apa, Mas?" tanyaku mencoba memastikan. Berharap apa yang baru saja melewati telingaku hanya sebuah kebohongan belaka.

"Mas mau nikah lagi! Titik!" ulangnya bagai petir yang menyambar tepat di ubun-ubunku. Wajah menegang, telinga pun rasanya berdengung mendengar perkataan suamiku yang mendadak.

Nikah lagi? Yang benar saja. Aku bukan wanita yang menentang poligami, silakan siapapun boleh melakukannya, tapi jangan suamiku. Aku nggak mau. Nggak akan pernah mau. Lebih baik pisah dari pada cintanya tak hanya terbagi untuk wanita lain.

"Kok, tiba-tiba? Kita nggak lagi berantem loh, Mas! Kita nggak ada masalah, rumah tangga kita adem ayem, kok!" kataku berapi-api. Sebelum-sebelumnya tidak ada pertanda apapun yang menjurus ke arah sana. Suamiku pun baik, hangat, dan penuh perhatian, seperti biasa. Kami … baik-baik saja. Setidaknya, itu menurutku.

"Pokoknya mas mau nikah lagi!" ulangnya bagai sembilu yang menusuk-nusuk telinga bahkan hati ini. Kurangku apa?

Apa … belum adanya keturunan di antara kami sebagai bibit masalahnya? Tapi, kenapa harus nikah lagi, sih? Banyak cara yang bisa dilakukan untuk memiliki anak. Adopsi mungkin, itu jauh lebih baik ketimbang dipoligami.

"Gaji aja pas-pasan kok mau nambah lagi. Ini gimana, Mas? Pikir dong! Jangan mau enaknya aja!" Lahar amarah dalam dada kian membumbung.

"Itu bisa dipikir belakangan," katanya sambil bersedekap.

"Belakangan gimana? Perbaiki dulu sikapmu, agamamu, keuanganmu, setelah itu barulah memikirkan menambah istri! Jangan hanya memikirkan enaknya aja, Mas!"

Dia kira bakal enak memiliki dua istri. Kasur, dapur, sumur, bisa digilir seenaknya. Iya kalau adil, kalau condong sebelah, bisa-bisa yang didapat malah kebuntungan.

"Pokoknya, kamu harus siap dimadu!" Dia masih kukuh pada keputusannya. Bahkan, telunjuknya mengarah tepat ke wajahku. Pertama kalinya, pria yang kuhormati selama ini sebagai imam saat salat, kepala keluarga, dan kesabarannya yang patut menjadi teladan, bersikap tak sopan seperti ini.

Aku jadi penasaran, seperti apa wanita yang berhasil merubah sikap lelaki ini.

"Nggak!" tegasku. Dia punya keputusan, aku pun sama.

"Aku sudah bawa calon," ungkapnya semakin membuatku meradang.

"Sayang, ke sini Sayang." Kepalanya menoleh pada pintu.

Sayang? Panggilan yang biasanya membuatku melayang, kini disematkan juga pada si jalang? Benar-benar kurang ajar kamu mas.

Kuikuti arah pandang pria depanku. Terlihat wanita tinggi semampai muncul di sana. Kulitnya putih, bersih, mengkilap bak porselen. Badan lenggak-lenggoknya yang seperti gitar spanyol terpampang nyata karena dress pas badan yang dikenakannya.

"Aduhai." Satu kata itu yang tiba-tiba keluar dari mulutku. Sungguh, melihat siluetnya saja sudah seperti bidadari yang digambarkan di buku-buku dongeng. Aku yang wanita normal pun pasti jatuh hati pada bentuk indah itu.

"Bagaimana? Sempurna bukan?" ucap suamiku bangga. "pilihan siapa dulu, Ilham." Tangannya menepuk-nepuk dada. Begitu bangganya sampai menyebut namanya sendiri.

Mataku mengerjap, jemari pun mengusap-usap netra, wajah sosok bidadari di depan pintu terlihat samar, buram, nyaris tak terlihat.

"Anu, Mas, kok mukanya silau." Netraku memicing, mencoba memperjelas laju pandang. Tetap saja, wajah --yang kata suamiku-- sempurna itu tak terlihat sedikitpun. Mata, hidung, bahkan dagunya, putih. Hanya rambut dan leher ke bawah hingga ujung kaki yang terlihat jelas.

"Ngarang! Jelas-jelas cantik gitu, ya! Bilang aja kamu iri karena kalah jauh! Kamu itu nggak ada apa-apanya dibandingkan dengannya! Dia langsing, kamu … meskipun bisa dibilang nggak gemuk, tapi pipi tembem dan badan berisimu cukup mengganggu mata," katanya tak pedulikan hatiku yang hancur berkeping-keping.

Bagaimana bisa, seorang suami terang-terangan membandingkan istrinya dengan wanita lain. Jahat kamu mas.

"Beneran! Nggak kelihatan itu mukanya, Mas." Aku masih mengusap-usap netra dengan keras. Bagaimana mungkin, mataku yang masih normal mendadak rabun begini?

"Halah! Susah emang ngadepin orang yang iri hati!" ucap suamiku sambil berjalan ke arah selingkuhannya itu.

"Mas! Mau kemana kamu, Mas." Aku berteriak. Namun, pria itu tetap maju tanpa menoleh sedikitpun padaku. Merangkul pinggang ramping kekasihnya, dan melangkah semakin jauh.

"Mas!" Aku masih berteriak. "Mas Ilham!" meraung pun tak ada arti. Sejoli itu sudah tak terlihat lagi.

Aku terduduk di lantai, menyembunyikan wajah yang di banjiri air mata di sela-sela lutut yang tertekuk. Aku tak kuat lagi untuk tidak menangis. Hatiku sakit, perih, luka yang suamiku torehkan begitu dalam hingga diri ini tak mampu menahannya.

"Mas Ilham …!"

***

"Dek, bangun." Badanku terus-terusan berguncang. Perlahan, netra yang tertutup mulai terbuka. Berat, perih, tapi aku harus mencobanya.

"Dek, bangun. Astaghfirullah. Nyebut, Dek," seru Mas Ilham. Samar-samar kulihat lelaki itu masih setia mengguncang-guncang tubuh ini. Mencoba membangunkanku dari tidur. Sesekali menampar pipi, penuh sayang loh agar cepat sadar.

"Astaghfirullah sakit, Mas. Teganya kamu menamparku!" Aku terbangun dengan berderai air mata. Tangan kanan mengusap-ngusap pipi yang kena tampar.

"Enggak usah drama, Dek, orang cuma pelan ya. Lagian, mimpi apa sih sampai nangis sesenggukan begitu? Manggil-manggil nama mas terus lagi," katanya sambil tertawa.

Semua ini gara-gara kamu tahu nggak! Jadi, itu hanya mimpi? Mas Ilham mau poligami, dan wanita itu juga cuma mimpi? Syukurlah jika begitu adanya.

Aku terduduk bersila di ranjang. "Oalah, Mas, aku mimpi kamu bawa calon madu ke rumah ini." Tanganku menepuk kening.

"Ya Allah, Dek, mimpimu itu mengada-ada. Kebanyakan nonton sinetron ikan terbang sih." Tawa suamiku semakin berderai. Tangannya terulur, menyeka air mata di pipiku.

Diri ini nggak gemuk kok, hanya sedikit berisi. Beratku lima puluh delapan kilo dengan tinggi badan seratus enam puluh, bukankah itu termasuk ideal?

"Kamu itu satu-satunya, Dek, disini." Mas Ilham menunjuk dadanya, tepat di jantung. Lah gombal lecek.

"Beneran ya, Mas?" Aku meremas tangannya yang masih berada di pipiku.

"Satu aja nggak habis-habis ya, menul-menul gini, aku ya nggak bakalan berpaling, Dek," kata Mas Ilham meninggalkan kecupan di keningku. Lalu turun ke hidung, turun lagi hingga bibir. Cukup lama dia bermain di sana. Aku pasrah dan berusaha mengimbanginya.

Suamiku ini, pandai sekali menenangkan hati yang gundah. Bagaimana mungkin suami yang begitu lembut memperlakukanku bakal tega berpaling, selingkuh, bahkan menikahi gundiknya itu. Nggak, itu nggak bakal terjadi. Semoga ….

"Ya sudah aku mau bobok lagi," ucapku saat tautan kami terlepas. Kembali merebahkan diri, lalu memiringkan badan membelakangi Mas Ilham.

"Loh, Dek, sudah bangun ini." Keningku berkerut dalam. Bangun? Astaga … kututup mulutku yang mengaga.

Aku berdeham lalu berkata, "Bangun, ya ditidurin lagi, Mas. Masih gelap gulita ini loh." Aku berpura-pura tak paham maksud terselubung suamiku itu.

"Ini yang bawah, Dek, ya elah gak peka banget," rengeknya terasa semakin mendekat. Bahkan, embusan napas hangatnya terasa di tengkuk leherku, merembet hingga ceruk leher.

"Nggak mau, Mas. Salah siapa mau poligami," kataku seraya menahan tawa.

"Itu kan cuma mimpi, Dek."

Aku tahu itu hanya bunga tidur, tapi rasanya seperti ada yang mengganjal dalam dada. Aku resah, kepikiran, tak tenang.

"Kenapa, Mas Ilham masuk mimpiku? bawa calon madu lagi." Aku masih enggan berbalik untuk sekedar menatapnya.

"Dek ... Dek," rengeknya semakin mendekatkan badan.

"Tidur, Mas." Aku memejamkan mata sambil terus cekikikan. Duh, menggemaskannya suamiku ini.

"Dek, nggak mau bobok ini."

Aku menghela napas. Menetralkan degup jantung yang kian menjadi-jadi. "Iya, iya." Aku menghadapnya sambil menunduk malu-malu.

Lima tahun mengarungi bahtera rumah tangga, selama itu pula selalu tidur di ranjang yang sama, tak terhitung lagi sudah berapa kali kuserahkan raga ini untuknya, tapi setiap kali memulai aku masih saja merasa gugup, malu, dan jantung berdebar-debar. Selalu, seperti waktu pertama kali melakukannya.

Suamiku tersenyum, tangannya mulai memberikan sentuhan lembut nan memabukkan.

Bercampurnya pasangan halal malam ini, semoga Allah titipkan nyawa yang bersarang di rahimku. Janin yang akan kukandung selama sembilan lebih. Titipan yang amat-sangat kami nanti-nantikan.

Aku dan Mas Ilham sudah menikah selama lima tahun, dan belum juga memiliki keturunan. Padahal kami tidak ada kendala dalam kesuburan, semua hasil medis tidak ada yang perlu dikhawatirkan, bagus semua, kata beberapa dokter yang pernah kami kunjungi. Metode kimia, herbal, bahkan sampai urut peranakan pun sudah pernah aku lakukan.

Memang belum rejekinya, mau berusaha seperti apapun kalau Allah belum menghendaki semua itu tidak akan terjadi. Aku yakin, Allah memiliki rencana tersembunyi untuk kami yang tak henti-hentinya berusaha.

Semoga, apa yang aku khawatirkan, hanya sebatas kekhawatiran saja, Mas. Semoga.

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

3 MINGGU MENGEJAR CINTA
3 MINGGU MENGEJAR CINTA
Dalam 3 MINGGU MENGEJAR CINTA, perjalanan bisnis Anya berubah kacau saat terjebak lamaran paksa seorang keponakan presdir. Di tengah ancaman bahaya, ia bertemu Dastan. Anya harus mengungkap perasaan sang teman lama dalam billionaire romance ini sebelum waktu tiga minggu habis. Baca webnovel seru ini sekarang.
Bangkit Dari Kematian
Bangkit Dari Kematian
Dalam novel Bangkit Dari Kematian, rumah tangga Rianti terancam saat Monica menagih janji masa lalu Randy. Konflik balas dendam dan rahasia menyelimuti genre romance modern ini. Baca kisah selengkapnya di webnovel ini sebagai pilihan fiction books terbaik untuk mengungkap misteri pengkhianatan.
CEO Dingin Menolak Diceraikan Istri Tunarungu
CEO Dingin Menolak Diceraikan Istri Tunarungu
Temukan kelanjutan novel romantis CEO Dingin Menolak Diceraikan Istri Tunarungu. Renee yang tunarungu memutuskan pergi setelah tiga tahun diabaikan oleh suaminya, Arvin. Namun, sang miliarder menolak bercerai sebelum Renee melahirkan anak kedua. Baca novel online ini untuk mengikuti konflik mereka.
Diam-Diam Kuserahkan Surat Cerai
Diam-Diam Kuserahkan Surat Cerai
Dalam novel romantis miliarder Diam-Diam Kuserahkan Surat Cerai, seorang istri rahasia memutuskan bercerai dari Tritan Wirajaya setelah dikhianati kenyataan. Membawa janin di kandungannya, ia pergi membangun karier mandiri. Baca novel online ini untuk mengikuti perjuangannya lepas dari masa lalu.
Hari Pernikahanku Menjadi Kematian Ibuku
Hari Pernikahanku Menjadi Kematian Ibuku
Novel romantis miliarder "Hari Pernikahanku Menjadi Kematian Ibuku" mengisahkan pengkhianatan Ezra yang mengganti pengantinnya dengan Naila di hari pernikahan, hingga memicu kematian ibu protagonis. Temukan perjuangan melepas masa lalu dalam Novel Web emosional ini untuk baca buku online gratis.
Kesetiaanku Dibalas Pengkhianatan
Kesetiaanku Dibalas Pengkhianatan
Dalam novel romantis modern Kesetiaanku Dibalas Pengkhianatan, seorang wanita berusia 30 tahun berjuang menghadapi ketidakpuasan dalam pernikahannya. Saat suaminya berselingkuh dengan tetangga, ia pun goyah oleh pesona seorang montir kekar. Baca novel online ini untuk mengikuti konflik batinnya.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Balas Dendam Elegan
Balas Dendam Elegan
Suami Adeline memalsukan kematiannya untuk bersama selingkuhannya, namun Adeline membalikkan keadaan. Dia membatalkan status hukum suaminya, menyita seluruh asetnya, dan mengumumkan acara pemakaman. Ketika sang suami muncul kembali untuk membuktikan dirinya masih hidup, Adeline dengan dingin memintanya membuktikan identitas. Setelah keluarga suaminya menjadi penjamin, Adeline membongkar perselingkuhan suaminya, bersekutu dengan pria yang lama menaruh hati padanya, dan meninggalkan suaminya tanpa sisa. Akhirnya dia meraih cinta dan kesuksesan bisnis sekaligus.
Di Bawah Topeng Istri yang Tak Diinginkan
Di Bawah Topeng Istri yang Tak Diinginkan
Verena Fowler siap untuk berbagi kabar gembira tentang kehamilannya dengan suaminya, Colin Hughes, tetapi sebaliknya, dia menyaksikannya menemani Sadie Scott yang sedang hamil. Itu adalah pengungkapan yang mengejutkan. Di pesta ulang tahun ibu mertuanya, dia mengalami penghinaan yang belum pernah terjadi sebelumnya dan bertengkar sengit dengan Colin, dipicu oleh rencana Sadie. Kewalahan oleh pukulan ini, dia memutuskan untuk bercerai dan meninggalkan masa lalunya. Kakak laki-lakinya, Darren, muncul pada saat kritis untuk membawanya pulang. Namun, setelah bangun, dia hancur mengetahui kegugurannya. Untuk membantu Verena mendapatkan kembali semangatnya, Keluarga Fowler mengatur agar Verena menyelenggarakan pesta koktail bisnis. Tanpa diduga, dia bertemu dengan Keluarga Hughes dan Sadie lagi. Sadie mencoba segala cara yang mungkin untuk mempermalukan Verena, tetapi Verena membalas setiap upaya dengan kepercayaan diri dan ketenangan yang baru ditemukan, membuat Colin tercengang. Semua orang secara keliru percaya bahwa Verena adalah gundik Darren, membuat Keluarga Hughes mempersulitnya. Pada akhirnya, orang-orang menyadari Verena adalah putri tertua dari Keluarga Fowler. Baru pada saat itulah Colin memahami kesalahpahamannya tentang Verena, tetapi sudah terlambat, kerusakan tidak dapat diperbaiki.
Sayang, Mohon Pulang!
Sayang, Mohon Pulang!
Sebagai CEO perusahaan yang punya aset triliunan, Nyonya Dian hidup bahagia dengan anak kembar berusia delapan tahun yang bernama Stevi dan Denny, dan anak sulungnya yang bernama Anni. Semuanya berubah ketika sekretarisnya, Joni, menculik Stevi yang dia sangka Denny. Karena takut tertangkap, Joni menelantarkan Stevi dan Stevi diadopsi oleh Niko. Stevi tumbuh dengan nama Lili. Sepuluh tahun kemudian, Lili dan Denny berada di SMA yang sama. Tanpa Denny ketahui, dia dan teman-temannya menindas Lili di sekolah. Nyonya Dian dan keluarganya tidak pernah berhenti berjuang untuk mencari Stevi. Lili dan Niko menahan semua penghinaan sampai akhirnya Lili dikeluarkan dari sekolah. Lili bekerja untuk membayar biaya perawatan ayahnya yang terkena leukimia. Ketika mengetahui Lili adalah Stevi, Nyonya Dian, Denny, dan Anni memohon pada Lili untuk pulang, dan memberikan banyak kasih sayang pada Lili. Namun karena sudah tersakiti oleh perlakuan Keluarga Hartanto, dia tidak ingin berurusan lagi dengan keluarga lamanya. Keluarga Hartanto harus menebus kesalahan mereka dan membantu Lili yang sedang merawat ayahnya untuk memperbaiki keluarga mereka yang hancur!
Eksperimen Terakhirnya: Penyesalan Mereka
Eksperimen Terakhirnya: Penyesalan Mereka
Leia Sutton, yang dulunya merupakan mahasiswa kedokteran yang sangat dihormati, sangat dihargai oleh rekan-rekannya di laboratorium—hingga kedatangan Maya Newman. Terjerumus dalam intrik Maya, reputasi Leia hancur, dan lima rekan yang dulunya dia percayai mengkhianatinya dan meninggalkannya. Menjadi sasaran publik, kejatuhannya berujung pada penjara dan kematian yang penuh kesepian. Namun, takdir memberinya kesempatan kedua. Lahir kembali dengan pengetahuan tentang masa lalunya, Leia menolak untuk mengulangi kesalahan yang sama.
Konspirasi sang Istri
Konspirasi sang Istri
Demi anak dalam kandungannya, Fera mengubah dirinya menjadi Nyonya Pratama yang kaya. Lima tahun kemudian, Yoga kembali dengan amnesia. Untuk memastikan keselamatan putranya di masa depan, Fera berpura-pura punya perasaan yang dalam dengan Yoga. Namun, ingatan Yoga perlahan kembali dan kebenaran mulai terungkap.
Pengacara Iblis yang Menyelamatkanku
Pengacara Iblis yang Menyelamatkanku
Leilani, yang ayah angkatnya difitnah oleh mantan pacarnya. Leilani yang putus asa mencari bantuan, mencari satu-satunya pria yang paling tidak dia percayai, Diego Marlowe, seorang pengacara yang kejam dan tak terkalahkan, yang kebetulan juga calon ipar musuhnya. Yang awalnya merupakan kesepakatan berbahaya dan hubungan palsu segera berubah menjadi permainan kekuasaan, rahasia, dan daya tarik yang tak tertahankan. Saat mereka saling memanfaatkan untuk menavigasi pertempuran di sekitar mereka, satu pertanyaan muncul: Apakah Diego benar-benar hanya pengacaranya, atau sesuatu yang jauh lebih berbahaya bagi hatinya?