Logo
Suamiku Guy, Lelaki Sombong!
Suamiku Guy, Lelaki Sombong!

Suamiku Guy, Lelaki Sombong!

71 Bab
Tamat
Dalam Suamiku Guy, Lelaki Sombong!, Sela harus menghadapi konsekuensi balapan liar setelah menabrak mobil pria misterius. Konflik dalam romance novel ini membawa mereka ke pertaruhan hidup berbahaya. Simak kisah modern novel penuh aksi dan rahasia besar ini hanya di platform read novels online.
Bab 1 dari Suamiku Guy, Lelaki Sombong!

Deru mesin empat silinder memecah keheningan jalanan malam Jakarta. Sela, dengan rahang mengeras dan cengkeraman kuat pada kemudi, menekan pedal gas dalam-dalam. Jarum speedometer terus naik, melewati angka 80, 100, hingga 120 kilometer per jam. Bukan karena ia sedang terburu-buru, melainkan karena ia butuh pelampiasan. Amarahnya memuncak, menguap dari setiap pori-pori kulitnya, membakar habis akal sehatnya. Ia merasa seperti gunung berapi yang siap meletus, dan satu-satunya cara untuk meredakannya adalah dengan merasakan hembusan angin yang seolah merobek wajahnya.

Mobil sedan berwarna hitam metalik itu melaju bagai kilat, memotong arus lalu lintas dengan seenaknya. Sorot lampu dari mobil lain yang membunyikan klakson tidak ia hiraukan. Hatinya begitu mendidih, membayangkan motor kesayangannya, sebuah Harley-Davidson Sportster 883, yang kini teronggok tak berdaya di garasi rumah, terkunci dengan rantai besi tebal.

"Sialan!" umpatnya, memukul setir keras-keras. "Gue cuma balapan sebentar, kenapa motor gue harus disita segala, sih?!"

Ingatan tentang perdebatan panasnya dengan sang ayah masih segar. Suara baritonnya yang tegas, mata tajamnya yang menuntut, dan kata-kata yang menusuk relung hati. "Selagi kamu masih tinggal di bawah atap rumah ini, kamu harus patuh pada aturan! Balapan liar itu berbahaya, Sela! Ayah nggak mau kamu kenapa-kenapa!"

Kata-kata itu bagai racun yang menyebar di nadinya. Menurut Sela, balapan liar adalah seni. Sebuah tarian berbahaya yang hanya bisa dilakukan oleh mereka yang berani menantang maut. Itu adalah jiwanya, identitasnya. Baginya, menyita motor itu sama saja dengan memotong sayapnya, mencabut satu-satunya kebebasan yang ia punya. Ia merasa terkekang, tak berdaya, dan ia benci perasaan itu.

Kemarahan Sela tak hanya berhenti di situ. Malam tadi, ia juga baru saja diputusin pacarnya, Danu. Danu bilang ia tidak tahan dengan sifat "liar" Sela. Sela tertawa hambar mengingatnya. Tentu saja, Danu tidak akan pernah mengerti. Bagaimana mungkin seorang pemuda kutu buku yang hanya tahu tentang buku dan rumus fisika bisa mengerti tentang gairah dan adrenalin yang mengalir deras dalam darahnya? Balapan liar dan pacaran adalah dua dunia yang tak bisa bersatu.

"Bodoh!" maki Sela lagi. Tangan kirinya menjangkau botol air mineral di sampingnya, lalu meneguknya hingga tandas. "Semua orang bikin gue kesel! Ayah, nyokap, Danu... bahkan anjing di rumah gue juga kayaknya lagi ngeselin. Ah, dunia ini emang nggak adil!"

Ia melirik spion, melihat lampu-lampu jalanan yang berkelebat begitu cepat di belakangnya. Ia merasa seolah sedang balapan melawan waktu, melawan nasib. Dengan satu tarikan napas, ia kembali fokus ke jalan. Jemari lentiknya menggenggam erat kemudi, siap untuk apa pun yang akan datang.

Mendadak, lampu lalu lintas di depannya berubah menjadi merah. Sela mengerem mendadak, membuat mobilnya berdecit nyaring. Otaknya yang dipenuhi amarah tidak sempat bereaksi dengan cepat. Ia baru menyadari bahwa ada sebuah mobil mewah, sedan sedan Audi R8 berwarna putih, yang berhenti tepat di depannya. Tanpa sempat menghindar, Sela membanting setir, namun itu tidak cukup. Bunyi "brak!" yang memekakkan telinga terdengar nyaring. Bagian depan mobilnya menabrak bumper belakang mobil Audi itu.

Jantung Sela berdebar kencang. Bukan karena kaget atau takut, melainkan karena adrenalin yang meluap. Mobil yang ia kendarai adalah mobil pinjaman dari ayahnya, dan kini mobil itu lecet, dan lebih parah lagi, mobil di depannya jauh lebih mewah. Namun, bukannya merasa bersalah, Sela justru merasa amarahnya semakin menjadi-jadi. Ia merasa dunia sedang berkonspirasi untuk mengganggunya.

Dengan gerakan cepat dan kasar, Sela membuka pintu mobilnya. Ia keluar dengan langkah lebar, seperti singa yang baru saja bangun dari tidurnya. Ia menunjuk-nunjuk mobil Audi yang lecet di bagian belakangnya dengan mata melotot. "Woy! Keluar lo! Kenapa sih lo musti berhenti dadakan gitu?!"

Pintu mobil Audi terbuka, dan seorang laki-laki keluar dari sana. Ia memiliki postur tinggi semampai, mengenakan kemeja berwarna biru muda yang digulung sampai siku, celana kain berwarna senada, dan sepatu pantofel hitam yang mengilat. Rambutnya disisir rapi ke samping, dan wajahnya bersih. Namun, yang paling menarik perhatian Sela adalah ekspresinya yang datar. Sangat datar. Seolah-olah dunia baru saja kiamat, dan ia tidak peduli.

Laki-laki itu berjalan mendekati mobilnya yang lecet, lalu ia menoleh ke arah Sela. Tatapannya dingin dan menusuk. "Maaf, apa Anda tidak melihat lampu lalu lintas? Lampu sudah merah, tentu saja saya berhenti." Suaranya tenang, namun mengandung nada sinis. "Anda yang menabrak mobil saya, kenapa justru Anda yang marah?"

Sela melipat kedua tangannya di dada. Matanya mendelik. "Apa-apaan sih lo?! Lampunya baru aja merah. Lo yang terlalu cepet ngerem!"

Laki-laki itu menghela napas panjang. Ia mengambil ponselnya dari saku celana. "Saya tidak ingin berdebat. Saya tidak punya banyak waktu. Mobil Anda menabrak mobil saya, jadi sudah sewajarnya Anda yang bertanggung jawab."

"Halah, lecet doang juga!" balas Sela ketus, menunjuk bekas lecet di mobilnya dan mobil laki-laki itu. "Lagian, mobil lo kan mobil mahal, nggak bakal miskin kan cuma gara-gara lecet kayak gini? Jangan lebay deh lo!"

Ekspresi datar laki-laki itu mulai menunjukkan sedikit tanda-tanda perubahan. Matanya menyipit, dan ia menatap Sela dari atas ke bawah. Sela yang merasa diremehkan, menjadi semakin marah. Ia merasa harga dirinya diinjak-injak. Ia melangkah maju, kakinya yang berbalut sepatu kets menapak dengan keras di aspal. Ia berjinjit, lalu dengan cepat, ia menarik kerah kemeja laki-laki itu.

"Denger ya! Gue nggak bakal bayar ganti rugi apa pun! Lo pikir gue punya uang banyak buat ganti rugi mobil mahal lo ini?! Mending lo pergi aja, jangan cari masalah sama gue!" ancam Sela, suaranya naik satu oktaf.

Laki-laki itu tidak bergeming. Ia membiarkan Sela menarik kerah kemejanya. Ia menatap mata Sela yang berapi-api tanpa rasa takut sedikit pun. Ia bahkan tersenyum kecil, senyum yang tidak sampai ke matanya, senyum yang terkesan mengejek. "Lepaskan tangan Anda. Saya rasa cara Anda berbicara tidak sopan. Seharusnya Anda minta maaf, bukan malah mengancam saya."

"Minta maaf?! Nggak bakal! Lo yang harusnya minta maaf sama gue!" Sela berteriak di depan wajah laki-laki itu. Ia tidak peduli jika orang-orang di sekitarnya mulai melihat mereka. Amarahnya sudah membutakan segalanya.

Tiba-tiba, dari arah belakang, beberapa orang warga dan pengendara lain datang menghampiri. Mereka berusaha memisahkan Sela dan laki-laki itu. "Sudah, Mas, Mbak, jangan ribut. Ini di jalanan. Kasihan yang lain," ujar seorang bapak-bapak paruh baya.

Sela melepaskan cengkeramannya dari kerah laki-laki itu. Napasnya terengah-engah. Ia menatap bapak itu dengan mata memelas. "Pak, bapak lihat sendiri kan? Cowok ini nyebelin banget! Gue udah minta dia pergi, tapi dia maksa minta ganti rugi."

Laki-laki itu, dengan tenang, merapikan kerah kemejanya yang kusut. Ia menatap Sela dengan pandangan yang sulit diartikan. Ia tidak berteriak, tidak memaki. Ia hanya menggelengkan kepalanya pelan. "Maafkan saya, Bapak. Saya hanya meminta pertanggungjawaban dari beliau karena menabrak mobil saya."

Warga yang melihat situasi itu mulai merasa iba dengan laki-laki itu. Mereka menasihati Sela untuk menyelesaikan masalah ini dengan baik-baik. Sela yang merasa tidak ada yang berpihak padanya, menjadi semakin kesal. Ia merasa dijebak.

"Oke, fine! Gue pergi!" Sela membanting pintu mobilnya dengan keras. Sebelum masuk ke dalam, ia membuka kaca jendela mobilnya, lalu menjulurkan kepalanya. Ia menatap laki-laki itu tajam. "Denger ya, cowok sombong! Awas aja lu kalo gue ketemu lagi! Gue pasti bakal bikin lo nyesel!"

Laki-laki itu tidak membalas. Ia hanya berdiri di sana, menatap mobil Sela yang melaju kencang, menghilang di tikungan jalan. Ia menghela napas panjang. "Gadis aneh," gumamnya, lalu ia masuk kembali ke mobilnya.

Sela mengendarai mobilnya kembali dengan kecepatan tinggi. Otaknya masih dipenuhi oleh wajah datar laki-laki itu dan perkataannya yang dingin. Ia bersumpah akan membalas perlakuan laki-laki itu jika takdir mempertemukan mereka lagi. Ia tidak tahu, bahwa takdir memiliki rencana lain untuknya, rencana yang tidak akan pernah ia duga. Sebuah rencana yang akan mengubah hidupnya, selamanya.

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Ashes of Midgard
Ashes of Midgard
Terjebak di dunia fantasy abad pertengahan tanpa ingatan, Rio harus memimpin party pasukan bayaran untuk bertahan hidup. Ashes of Midgard menyajikan kisah adventure penuh aksi saat mereka mengungkap rahasia dunia ini. Baca fiction fantasy novels ini sekarang di platform web novel kami.
Bertahan Hidup di Sebuah Pertunjukan
Bertahan Hidup di Sebuah Pertunjukan
Dalam Bertahan Hidup di Sebuah Pertunjukan, Jack Harper terjebak di pulau misterius penuh bahaya. Pakar survival ini harus menghadapi pengkhianatan Mei Ling di tengah reruntuhan kuno. Baca adventure story dan action novel seru ini untuk mengungkap rahasia kelam di balik misi bertahan hidup.
Dokter Iblis Yang Tak Tertandingi
Dokter Iblis Yang Tak Tertandingi
Dalam fantasy novel Dokter Iblis Yang Tak Tertandingi, Zhao Erhu harus turun gunung demi menjalankan wasiat terakhir gurunya. Ia wajib menemukan tujuh kakak perempuannya untuk menyelamatkan nyawa mereka dari ancaman kematian dalam kisah adventure story yang penuh aksi dan misteri ini.
Pernikahan Paksa Dosen Killer
Pernikahan Paksa Dosen Killer
Dalam romance novel Pernikahan Paksa Dosen Killer, Aurelia terjebak perjodohan dengan Darius, dosennya sendiri. Kehidupan Lia berubah drastis saat profesi rahasia Darius yang penuh aksi terungkap. Baca kisah seru ini di webnovel yang penuh kejutan dan bahaya tak terduga.
Racun Dokter Hancurkan Hidupku
Racun Dokter Hancurkan Hidupku
Dalam novel modern Racun Dokter Hancurkan Hidupku, seorang istri terjebak konspirasi medis Dr. Victor yang meracuninya dengan halusinogen. Mengusung elemen mystery dan action, ia kini berjuang membalas dendam pada sang predator. Baca perkembangan ceritanya di mystery story ini sekarang.
SUGAR BEBS
SUGAR BEBS
Dalam novel SUGAR BEBS, Xena Dirdja menjalankan misi balas dendam terhadap Riga yang dingin. Di tengah genre romance modern penuh aksi ini, cinta dan dendam bersaing ketat. Temukan dinamika mereka dalam web novel ini, salah satu fiction books yang menyajikan kisah pengkhianatan dan ambisi.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Sayang, Kau Yang Membuat Ini Terjadi
Sayang, Kau Yang Membuat Ini Terjadi
Ivana Danang yang merupakab pewaris tunggal Grup Danang memilih untuk jadi orang biasa dan menikah dengan suaminya, Zaki Mulyadi. Namun, sayangnya setelah semua pengorbanan dan ketulusan cinta Ivana pada Zaki, pria itu malah berselingkuh dengan wanita lain dan tak jarang menyiksanya. Akhirnya Ivana pun sadar bahwa cintanya selama ini tidak dihargai sang suami dan dia pun kembali menjadi putri kaya dan membalas semua perbuatan suaminya
Mantan Istri Mawar Hitam
Mantan Istri Mawar Hitam
Lvy melepas seragam militernya dan menjalani rutinitas domestik, berkontribusi dengan rajin di perusahaannya. Namun yang dia terima hanyalah kata-kata meremehkan dari suaminya dan cemoohan dari teman-temannya. Mereka tidak tahu bahwa dia pernah menjadi anggota pasukan khusus elit, menerbangkan jet tempur dalam misi setiap hari. Fasih dalam lima bahasa, dia pernah menjadi lulusan terbaik akademi sains ternama dan memimpin tim peretas tingkat atas. Kecewa dan patah hati, dia dengan teguh mengajukan perceraian, membawa abu orang tuanya saat menuju bandara.
Ayah, Kau CEO?
Ayah, Kau CEO?
Dia tinggal di desa kecil dan selalu menganggap keluarganya miskin, tetapi ternyata kebenarannya justru sebaliknya.
Kuberikan Jantungku untuknya
Kuberikan Jantungku untuknya
Selama tujuh tahun, Alec setia mencintai Lexi. Sayangnya, kakak laki-laki Lexi berhasil meracuni pikirannya, meyakinkannya bahwa Alec telah mengkhianatinya. Lexi pun menuntut cerai, menggugurkan anak mereka, yang memicu kambuhnya penyakit jantungnya. Dengan rela, Alec mengorbankan jantungnya sendiri untuk menyelamatkan nyawa wanita yang dicintainya. Tanpa menyadari pengorbanan itu, Lexi justru mengira pria itu pergi karena dendam. Di tengah penyesalan yang menyiksa, dia baru tersadar bahwa cintanya pada Alec selalu ada dan mulai memburu bayangannya dalam keputusasaan. Kebenaran akhirnya terungkap. Saat mengetahui jantung yang berdetak di dadanya adalah milik Alec, Lexi pun hancur hati. Keputusasaan akhirnya menguburnya hidup-hidup, bersama kenyataan pahit bahwa orang terkasihnya telah wafat untuk selamanya demi keselamatannya.
Menikah dengan CEO Saat Kabur dari Pernikahan
Menikah dengan CEO Saat Kabur dari Pernikahan
Ji Rao, wanita berbakat, dipaksa menikah dengan Yuanchen Fu, pewaris keluarga Fu yang cacat. Keduanya sama-sama ingin kabur dari pernikahan itu. Namun, setelah satu malam bersama, mereka justru menikah secara spontan. Saat mencoba menjalani hidup baru, rahasia masa lalu dan kesalahpahaman mulai muncul, menimbulkan jarak di antara mereka. Tapi di balik semua itu, ikatan mereka perlahan tumbuh. Bersama, mereka menyusuri jalan penuh teka-teki dan perlahan mengungkap kebenaran—termasuk hubungan yang tak pernah mereka duga.
Suamiku Si Bos Besar Di Balik Layar
Suamiku Si Bos Besar Di Balik Layar
Setelah terlahir kembali, Jenna membuka kedoknya dan menerjang lingkaran elite. Di luar dugaan, Trevor, suaminya yang selama ini dianggap penyandang disabilitas, ternyata adalah pelindungnya di balik layar. Pernikahan transaksional antara dua orang kuat ini awalnya hanya permainan belaka. Namun, di balik kerjasama palsu itu, justru tersulut gairah yang luar biasa nyata.