Logo
SUAMI LANSIAKU TERNYATA CEO
SUAMI LANSIAKU TERNYATA CEO

SUAMI LANSIAKU TERNYATA CEO

92 Bab
Tamat
Dalam SUAMI LANSIAKU TERNYATA CEO, Sova dipaksa menikah demi uang. Namun, ia justru bertemu pria gagah yang mencari ahli waris tulus. Ikuti perjalanan Sova dalam billionaire romance novels ini, sebuah modern novel tentang pengabdian dan rahasia besar di balik sosok suami kaya raya.
Bab 1 dari SUAMI LANSIAKU TERNYATA CEO

“Saya datang ke sini, bermaksud untuk melamar putri Bapak Harun, untuk ayah Saya, Pak Roy.”

Samar-samar, Sova mendengar suara obrolan yang sepertinya berasal dari ruang tamu. “Melamar?” lirihnya pelan. Sontak Ia pun menghentikan langkahnya untuk mencuri dengar. “Siapa yang dilamar?” tanyanya di dalam hati. Ia pun berjongkok di teras belakang rumahnya, sisi ruang tamu, seraya meletakkan ember berisi piring-piring yang baru saja Ia cuci di sumur umum. Rumah milik Sova merupakan rumah panggung yang berukuran empat kali enam meter, jadi antara ruang tamu dan tempat Ia berjongkok saat ini seolah tak ada sekat, terlebih dinding rumah pun terbuat dari bilik kayu.

“Untuk siapa tadi?” Terdengar suara bu Devi, ibu tiri Sova yang mempertanyakan ucapan awal tamu.

“Untuk Ayah Saya, Pak Roy,” jawabnya dengan suara yang tegas.

Hening sesaat, tak ada suara dari siapapun. Sova mengerutkan keningnya, berpikir tentang satu hal. Biasanya yang datang melamar itu adalah Ayah untuk anaknya, mengapa sekarang dibalik? Apakah anaknya sudah cukup dewasa, sehingga bisa melamarkan seseorang untuk ayahnya? Jika anaknya dewasa, bagaimana dengan ayahnya?

“Anda yakin? Berapa usia ayah Anda? Apa yang anda bawa untuk Saya?” tanya bu Devi terdengar ketus.

“Bisakah Saya berbicara langsung dengan pak Harun?” tanya orang itu lagi yang entah siapa, Sova tak berani mengintip. Jika Ia berani mengintip, pasti akan ketahuan karena kaca jendela yang merupakan kaca bening tanpa gordeng tipis.

“Tak perlu, suami saya masih sakit. Dia enggak bisa gerak. Semua keputusan ada di tangan saya. Saya cuma mau tanya dua hal. Satu, apa yang Anda janjikan untuk Saya sebagai orang tua? Dua, berapa usia ayah Anda?” tanya bu Devi to the point.

“Baik. Saya akan memberikan uang tunai sebesar satu juta untuk Anda sebagai ibunya. Usia Ayah saya 57 tahun, tepat di bulan depan.”

“Hah?” terdengar bu Devi kaget, sama halnya dengan Sova yang langsung menutup mulutnya saat Ia mendengar usia sang pelamar.

“Tapi kan... yang ngebet pengen nikah Yulia.” Sova tak berpikir apapun saat mendengar obrolan Ibu tiri dan tamunya. Toh, yang selama ini ingin segera menikah adalah Yulia, adik tirinya.

“Untuk usia segitu ya!” ucap bu Devi yang membuat Sova sedikit tersenyum lega. Nada bicara bu Devi seperti sedang mempertanyakan atau menunjukkan keraguan untuk menerima lamaran. Dia merasa kasihan kepada Yulia jika harus berakhir dengan menikahi seorang lansia. Bagaimana pun jahatnya Yulia kepadanya, Sova masih memiliki rasa sayang kepada anak ibu tirinya itu.

“Kalau kamu mau menaikkan harga menjadi lima juta, kita deal.” Sova lebih serius mendengarkan obrolan kedua orang tersebut. Ia pun melirik ke kiri dan ke kanan, mencari sosok Yulia yang setiap hari memang jarang berada di rumah. Ia ingin mewanti-wanti agar adiknya bisa tegas menolak lamaran ini. Tapi nihil, ia tak menemukan sosok Yulia di sekitaran rumah.

“Baik. Sebulan lagi akan kita adakan pernikahan ini. Dan saya, melamar untuk yang ini!” ucap tamu lelaki tersebut.

“Yang ini?” monolog Sova sambil mengerutkan keningnya. “Apa di dalam ada Yulia? Jadi, dia nunjuk Yulia.” Sova terus menerka-nerka pemikirannya sendiri. Ia tak berani mengintip untuk sekedar menuntaskan rasa penasarannya.

“Sebulan lagi, kami akan datang lagi untuk melaksanakan pernikahan.”

“Oke, deal. Sepakat!” sahut bu Devi terdengar sumringah. “Tapi, saya minta DP sebesar satu juta, sekarang!” lanjut bu Devi yang membuat Sova lebih mengeratkan pegangannya pada gagang ember. Ia memikirkan nasib Yulia yang akan menikahi lelaki tua. “Kasihan! Mendingan kayak aku, lebih memilih mengejar cita-cita daripada harus berakhir menikah di usia muda. Aku masih mau bahagiain Ayah, Mama dan Yulia juga. Ahhh, semoga aku bisa merubah pikiran Yulia,” gumamnya di dalam hati.

“Baik. Kita bertemu lagi bulan depan. Assalamu’alaikum,” ucap suara bariton yang berasal dari ruang tamu.

Sova segera berdiri dari jongkoknya, kemudian Ia segera masuk ke dapur dengan segera. Ia cukup kaget karena disaat pikirannya sedang mengembara, tamu tersebut malah pulang dan keluar dari rumah. Ia buru-buru masuk dan tak sempat melihat perawakan tamu tersebut. Bahkan, setelah Ia berada di luar rumah sekalipun.

“Sova!” panggil bu Devi setelah kepergian tamu tersebut. Wanita paruh baya itu menyadari kedatangan Sova saat Ia mendengar seseorang membuka pintu dapur.

“Iya, Ma!” sahut Sova sambil menyimpan pekerjaannya. Ia sedang merapikan piring-piring yang baru Ia cuci ke atas rak kayu yang dibuat jauh di atas tungku.

“Kamu...” Sejenak bu Devi berhenti berbicara, seolah Ia sedang memikirkan sesuatu.

“Ada apa, Bu?” tanya Sova penasaran.

“Kapan datang dari sumur?” tanya bu Devi pada akhirnya.

“Baru masuk dapur, Bu. Kenapa gitu?” tanya Sova seolah Ia tak tahu kemana bu Devi akan membawa pembicaraan mereka. Ia memang benar-benar baru memasuki dapur seperti apa yang diucapkannya.

“Oh, enggak apa-apa. Ya sudah, sana lanjutkan!” titah bu Devi seraya mengibaskan tangannya.

“Iya, Ma!” sahut Sova seraya berlalu, kembali ke dapur.

“Jangan lupa, sapuin rumah lagi. Tadi baru ada tamu, dirapiin gelas yang di meja!” titah bu Devi sambil melenggang menuju kamar.

“Iya, Ma!” Lagi-lagi hanya kalimat itu yang terucap dari mulut kecilnya. Ia tak pernah mempermasalahkan apapun yang Ia terima di keluarga ini. Baginya, hidup bahagia adalah bagaimana cara seseorang menyikapi keadaan saja. Ia ikhlas.

Setelah menyelesaikan pekerjaannya, Sova teringat dengan Yulia yang sedari tadi tak Ia lihat batang hidungnya. Bukankah lelaki tadi menunjuk ke arah Sova?

Sova berjalan ke kamar bu Devi dan pak Harun. Ia pun berhenti tepat di depan pintu yang hanya tertutup oleh gorden, tanpa daun pintu. “Ma!” panggil Sova.

“Apa?” bu Devi tiba-tiba menyibak gorden dan berdiri tepat di depan wajah Sova.

“Astaghfirullah!” ucap Sova karena kaget dengan keberadaan bu Devi yang tak sempat Ia perkirakan. Gadis cantik itu pun mengelus dadanya demi menurunkan rasa kaget yang Ia rasakan. Bahkan, Ia melihat dandanan bu Devi yang begitu mencolok.

“Apa?” ulang bu Devi dengan pertanyaannya.

“Mama mau kemana?” tanya Sova saat Ia melihat tampilan bu Devi yang cetar.

Karena pertanyaannya sendiri, Sova merasa serba salah karena melihat delikan tak suka dari bu Devi. Bahkan, wanita yang sudah menjadi ibu tirinya sejak Ia masih belum sekolah SD itu, tak sedikitpun menjawab pertanyaannya. “Emmmhh, Yulia mana?” tanya Sova pada akhirnya.

“Enggak ada. Dari pagi juga enggak ada,” jawab bu Yulia seraya menggeser tubuh Sova yang menghalangi jalannya.

Sova mengernyitkan keningnya. “Bukankan Yulia ikut keluar sama tamu tadi?” tanya Sova yang hanya bercokol di dalam otaknya saja. Ia tak berani mengungkap pertanyaan itu karena Ibunya akan otomatis tahu kalau dia mengetahui tentang keberadaan tamu tadi. Ia pun memilih bungkam.

“Jangan lupa, bersihin Ayah kamu!” titah bu Devi seraya membuka pintu keluar.

“Mama mau kemana?” tanya Sova lagi sambil melihat Ibunya yang sedang mengenakan sendal, dengan membawa dompet kecil andalan bu Devi kalau mau pergi keluar.

Tak ada jawaban apapun dari bu Devi atas pertanyaan Sova. Bahkan, wanita paruh baya itu melenggang pergi tanpa mengucapkan salam kepada Sova yang masih setia berdiri di pintu keluar.

Sova segera masuk ke dalam rumah setelah menetralkan perasaannya dengan menarik nafas dalam-dalam. Ia sudah terbiasa diperlakukan seperti barusan. Sekarang, Ia harus segera mengurus rumah dan Ayahnya.

Sova pun segera berbalik dan berniat membereskan gelas air putih yang berada di meja, serta piring yang berisi pisang goreng yang tadi pagi Ia siapkan di buffet. Saat Ia mengambil gelas tersebut, matanya menangkap sebuah foto yang tergeletak di sana. “Foto aku?” tanyanya dalam hati seraya memungut foto candid saat Ia mengenakan seragam sekolah.

Deggg... Tiba-tiba hatinya bergetar hebat karena teringat dengan obrolan antara bu Devi dan tamunya tadi. “Apakah tadi benar-benar tak ada Yulia?”

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Aku Istrimu, Bukan Bonekamu
Aku Istrimu, Bukan Bonekamu
Dalam Aku Istrimu, Bukan Bonekamu, Ariana terjebak pernikahan paksa dengan Daniel Aldrigham. Menghadapi perselingkuhan dan manipulasi mertua, ia harus memilih antara menyerah atau melawan. Baca romance novel ini di platform webnovel terbaik untuk kisah billionaire romance books yang penuh intrik.
Andai Aku Boleh Memilih
Andai Aku Boleh Memilih
Dalam novel romance modern Andai Aku Boleh Memilih, Kenanga berjuang menyelesaikan kuliah di tengah tekanan ibu tiri. Saat diusir dari rumah, ia terjebak rencana pernikahan paksa dengan Ghaffarel, putra billionaire, demi menutupi rahasia kelam. Baca web novel ini untuk mengungkap kebenarannya.
Bukan Istri Yang Lemah
Bukan Istri Yang Lemah
Dalam Bukan Istri Yang Lemah, Elara berjuang mempertahankan statusnya di tengah skema cerai Vesper. Perebutan harta dan kekuasaan dalam billionaire romance novel ini menguji ambisi mereka. Baca kisah pengkhianatan di modern novel ini melalui platform web novel favorit Anda.
Di Atas Ranjang Tuan Nick
Di Atas Ranjang Tuan Nick
Dalam novel romance Di Atas Ranjang Tuan Nick, Keyla diculik oleh Nick, seorang CEO yang ingin membalas dendam. Setelah pertunangannya hancur, Keyla terjebak menjadi tawanan sekaligus istri sang billionaire. Simak kisah lengkapnya di web novel ini sebagai pilihan read novels online terbaik.
En-PD159
En-PD159
Dalam En-PD159, Song Jiayan terjebak pernikahan aliansi penuh kebohongan dengan Fu Shisheng. Setelah dikhianati, ia bangkit menjadi CEO dan fokus pada bisnis keluarga. Baca kisah billionaire romance novels ini untuk melihat transformasinya dalam web novel penuh intrik dan tanggung jawab baru.
Hello Love Sign
Hello Love Sign
Dalam Hello Love Sign, Sheina menjalankan misi rahasia demi membalas dendam pada keluarga Levanchois. Namun, takdir menjebaknya dalam kontrak dengan Samuel, sang miliarder berkuasa. Baca billionaire romance novels ini untuk melihat persaingan dominasi dan intrik dalam modern novel yang seru.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Kala Penyesalan Mengetuk Hati (Sulih Suara)
Kala Penyesalan Mengetuk Hati (Sulih Suara)
Sejak kecil, Wenny diabaikan oleh ayahnya yang lebih menyayangi adik tirinya. Setelah dewasa, dia memilih Haris sebagai pengawal pribadinya. Perlahan, Wenny jatuh cinta padanya dan mulai mendekatinya selama lebih dari tiga bulan. Namun, Haris tetap tidak tertarik, bahkan melukai hati Wenny. Hingga akhirnya, Wenny tahu bahwa Haris mendekatinya hanya untuk memenangkan hati adik tirinya. Akhirnya, Wenny patah hati dan memilih menikah dengan putra bangsawan yang lumpuh...
[Versi suara dubbing] Kata Terakhir Milik Dia
[Versi suara dubbing] Kata Terakhir Milik Dia
Dalam keluarga dengan aturan ketat, nenek Buyut sebenarnya adalah teman kamar calon istri cucu Buyutnya. Calon istri tersebut ingin membalas dendam kepada orang yang dia tidak suka, tanpa menyadari bahwa orang lain bisa dengan mudah meruntuhkan mimpinya untuk memiliki keluarga kaya...
Bagaimana Aku Menaklukkan Sang Alfa
Bagaimana Aku Menaklukkan Sang Alfa
Luca Conri adalah si kerdil yang tanpa serigala dari Kawanan Megrin, yang gonggongannya lebih besar daripada gigitannya, selalu jadi bahan ejekan dan pelampiasan. Luca yang disiksa oleh kawanannya sendiri dan diburu oleh para saingannya, harus hidup di bawah perlindungan sang alfa dominan, sekaligus sahabat kakaknya, Dalton Grey. Tapi semuanya berubah saat mereka berdua menjadi jodoh satu sama lain, sebuah ikatan yang melanggar aturan alami kawanan. Ketika musuh mendekat dan tradisi mencoba memisahkan mereka, Luca dan Dalton harus memutuskan apakah mereka ingin menyerah pada godaan nafsu mereka dalam romansa terlarang yang mengancam nyawa mereka sendiri.
Cinta Ini Bukan Untukmu
Cinta Ini Bukan Untukmu
Aria yang culun sejak SMP naksir Ben dan menjelang lulus SMA, Aria berniat menyatakan cintanya pada Ben. Sayangnya, Aria memergoki Ben berciuman dengan Kylie, gadis populer di SMA mereka. Patah hati, Aria tanpa sengaja bertemu Miles, kakak dari Ben. Miles yang tertarik pada Aria menawarkannya cara menggoda Ben agar jatuh cinta padanya. Saat Ben mulai jatuh hati, justru Aria yang bimbang, siapa yang akan dipilihnya jadi kekasih.
Membebaskan Diri Sendiri Sebelum Waktu Habis
Membebaskan Diri Sendiri Sebelum Waktu Habis
Raegan secara keliru didiagnosis menderita kanker perut stadium akhir dan percaya dia hanya memiliki tiga bulan tersisa, jadi dia mulai hidup sesuka hatinya. Selama periode ini, banyak hal lucu terjadi antara dia dan Lachlan, seorang CEO. Pada akhirnya, dia menemukan bahwa dia sebenarnya tidak menderita kanker perut dan mereka menjadi sepasang kekasih.
Hati-hatilah dengan Kamera!
Hati-hatilah dengan Kamera!
Vina yang bekerja sebagai pemeran pembantu, bertemu dengan Naufal, CEO Media Winarto yang menawarkan untuk berperan sebagai adiknya yang telah lama hilang demi ayahnya yang sedang kritis dan merindukan adiknya. Vina yang kasihan dan tergiur akan upahnya pun menerima pekerjaan itu. Namun, setelah sering menghabiskan waktu dengan Naufal, benih cinta di antara mereka pun tumbuh. Mereka yang saling mencintai tapi harus menyembunyikan fakta itu agar kebohongan mereka nggak diketahui orang pun semakin lama semakin menjadi beban mereka karena harus menahan perasaan mereka.