Logo
Sopirku Mantan Kekasihku
Sopirku Mantan Kekasihku

Sopirku Mantan Kekasihku

46 Bab
Tamat
Dalam romance novel Sopirku Mantan Kekasihku, Andini mempekerjakan Revan, mantan kekasih yang dulu mencampakkannya, sebagai sopir pribadi. Di tengah kesuksesan bersama dr. Danar, Andini menghadapi dilema antara dendam masa lalu dan cinta yang bersemi kembali dalam modern novel ini.

Ringkasan Sopirku Mantan Kekasihku

Andini Larasati telah bangkit dari kehancuran masa lalu berkat dukungan Danar, kekasihnya yang seorang dokter. Lima tahun silam, ia dicampakkan oleh Revan Airlangga demi wanita pilihan orang tua karena status sosial. Kini saat Andini sukses, takdir justru mempertemukannya kembali dengan Revan yang jatuh miskin. Tanpa sepengetahuan Danar, Andini mempekerjakan sang mantan sebagai sopir pribadi. Situasi ini memicu dilema batin antara dendam, maaf, dan benih cinta yang muncul kembali.
Selengkapnya

Bab 1 dari Sopirku Mantan Kekasihku

Menunggu adalah hal yang paling membosankan.

Menunggu adalah daftar dalam kamus hidupku yang selalu kuhindari.

Menunggu adalah sesuatu yang sebisa mungkin tidak akan kulakukan mengingat banyak pekerjaan lain yang bermanfaat yang bisa kulakukan.

Namun, untuk hal ini aku harus "menunggu" dia.

Dia yang sebenarnya tidak harus ada dalam pikiranku lagi.

Dia...yang seharusnya tidak pernah ada dalam kamus hidup bernama Andini Larasati.

Dia...yang seharusnya kuhindari. Karena aku tahu permasalahan nanti akan muncul jika semua ini menjadi tidak terkendali.

Aku memang sedang menunggu dia...

Aku sedang duduk termangu di toko kueku. Toko kue milikku yang kubangun lima tahun silam. Toko kue yang kubangun berkat kerja keras. Toko kue yang kubangun setelah keterpurukanku.

Aku akan menceritakan semua ini setelah kalian tahu seorang tokoh yang akan kuceritakan ini nanti.

Untuk dialah aku "menunggu".

Aku menunggu sopirku.

Di luar, dari balik kaca toko kue-aku melihat hujan masih mengguyur deras. Mungkin karena hujan itulah sampai detik ini Revan masih belum menjemputku di toko kue ini. Aku maklum. Mungkin di luar sana ia sedang berteduh entah dimana. Mungkin sedang kebasahan. Atau mungkin juga Revan sedang menuju kemari. Yang pasti ini jam dimana aku sudah biasa menunggunya.

Jam 5 sore, aku yang merupakan owner merangkap pembuat kue di toko kueku sendiri harus segera meninggalkan pekerjaanku, karena aku harus kembali ke rumah.

Biasanya aku akan tiba di rumah nanti pukul 6 sore.

Seperti biasanya, tak ada yang bisa kulakukan di rumah selain memasak, melakukan aktivitas yang menyenangkan, menonton TV, ataupun melakukan segenap pekerjaan lain. Namun sepertinya melihat hujan yang deras di luar sana, aku pasti akan terlambat sampai di rumah. Lihat saja-Revan Airlangga-sopirku bahkan belum juga sampai ke toko kue.

Menghabiskan waktu sejenak, tanganku mulai gatal untuk tidak melakukan aktivitas. Ya, seperti apa kata kekasihku-Danar-tanganku memang tidak bisa diam.

Dokter Danar Hadiputra nama jelasnya. Tampan. Rupawan. Seorang dokter bedah di rumah sakit ternama. Seorang teman, sekaligus kekasih yang menemani hari-hariku selama 5 tahun ini.

Waktu yang cukup lama.

Ya, dialah orang yang menurutku berjasa atas hidupku. Dan ini menurutku tidak main-main.

Tanganku berhenti merapikan bungkusan roti-roti tawar, lalu teringat akan handphone-ku. Aku akan mencoba menghubungi Revan.

Tuuutttt!

Tuuuuttttt!!

"Dimana, Van?" tanyaku setelah tersambung.

"Lagi mau jemput Ibu. Kejebak macet. Maaf, tadi, aku pergi ke mall dulu beli sesuatu. Dan sekarang lagi mau jemput Ibu Andini."

"Van, sudah beberapa kali kan aku bilang jangan panggil aku dengan sebutan Ibu," protesku.

"Kamu kan bossku, Din. Aku tidak mau menyebutmu dengan nama lain."

"Panggil saja Andin," cetusku.

"Kalau aku panggil Andin. Aku pasti akan teringat akan kisah 'kita' berdua."

Aku terdiam. Memang...terlalu banyak kisah antara aku dan Revan. Maaf, pemirsa. Mungkin, akan ada banyak pertanyaan di benak kalian tentang siapa Revan sesungguhnya. Namun, biarlah saja ya Revan akan kalian ketahui belakangan. Yang pasti dia adalah sopirku. Dan dia akan menjemputku ke toko kue ini dan itu memang sudah menjadi kewajibannya.

"Sekarang sudah dimana?" tanyaku lagi. Semata-mata agar Revan tak perlu banyak berbicara tentangku lagi. Aku tidak ingin Revan bercerocos tentang masa indah kami dulu.

"Sekarang sudah di jalan menuju toko kue milik Ibu."

"REVANNN??" Aku berkata keras. Mengingatkannya kembali.

"Baiklah, aku sudah dekat kesana, Din. Sabar ya? sebentar lagi juga akan sampai."

Aku menghela napas. Cepat kututup telpon. Lalu kuputuskan untuk menunggu laki-laki itu dengan sabar.

Tak lama, kulihat mobil sedan milikku sudah terparkir rapi di depan toko kue. Revan masuk dengan pakaiannya yang basah.

Basahnya pakaian Revan sepertinya bukan lantaran ia yang keluar dari mobilku dan menuju toko kue. Namun ia sepertinya sudah sangat kebasahan sejak lama.

"Ya ampun, Van," Tak sadar aku berkata. "Kamu basah kuyub begitu."

"Nggak papa, Din."

"Aku ambil pakaian ganti ya. Aku tidak ingin kamu jadinya nanti masuk angin."

"Andin, aku tidak apa-apa."

"Jangan bilang kamu baik-baik saja. Kamu basah kuyup begitu," protesku. "Sudah, kamu diam disitu. Biar aku ambil pakaianku. Dan kamu harus ganti kausmu. Basah begitu." omelku lagi.

Akupun masuk ke dalam toko kue. Cepat masuk ke ruanganku. Tak peduli dengan pandangan beberapa karyawanku-yang aku tahu pasti sudah sangat tertuju padaku dan Revan.

Ya, betapa aku sangat memerhatikan sopirku ini. Semata-mata karena aku memang masih...

Ah sudahlah...ini soal perasaanku.

Sampai akhirnya, ponselkupun bergetar. Aku tak akan mengangkatnya jika saja bukan Mas Danar yang menelpon.

"Ya, mas." Aku menyapa ramah, seraya memberikan kausku ke arah Revan. Revan mengamatiku yang tengah berbincang-bincang di telpon dengan Danar.

"Din..."

"Ya, mas," sahutku lagi.

"Hujan deras, Din. Kamu dimana? Masih di toko kue?"

"Iya, mas. Revan barusan mau jemput aku. Aku segera mau pulang."

"Oh...jadi sekarang?"

"Sudah akan mau pulang," jelasku.

"Ya sudah, hati-hati ya sayang."

"Ya, mas."

Aku menutup telpon.

Revan sudah selesai mengenakan kaus milikku. Tadi dia memang melipir sejenak ke toilet untuk mengenakan pakaian yang aku sodorkan tadi,  dan kini sudah kembali ke depanku dengan wajahnya yang fresh.

Revan pun tanpa banyak bicara langsung menuju pintu keluar. Aku hanya mengikutinya. Dan tanpa banyak bertanya, aku masuk ke dalam mobilku lalu duduk sambil menghela napas.

***

Beberapa menit kemudian, mobil sudah sampai di pelataran rumahku. Rumah besar yang kutempati sendirian. Di rumah ini aku hanya ditemani Bi Surti-pembantu rumah tanggaku-juga Revan.

Bi Surti melihat kedatanganku, dan langsung menggamit tas dan bawaanku. Ia langsung berlalu dari hadapanku.

Sepeninggal Bi Surti tak kusadari kalau Revan sudah meraih tanganku.

"Revan...." Aku nyaris terpekik. Nyaris histeris dengan apa yang dilakukannya.

"Oh, maaf Din, jika buat kamu kaget. Aku...aku hanya ingin memberikan ini..."

"Apa?" selorohku. Aku lantas melihat kotak kecil yang ia sodorkan.

"Buka saja."

Perlahan kubuka kotak kecil yang disodorkannya tadi dan hatiku menghangat saat pandanganku bertumpu pada sebuah cincin berbentuk bunga.

"Kau membelinya?"

"Iya, Din. Itu dari gaji yang kau berikan. Apa kau masih ingat dulu kau menginginkan cincin yang seperti itu."

Mataku melihat kedalaman mata Revan lalu beralih melihat Bi Surti yang ada di dalam rumah. Aku takut di teras rumahku ini, apa yang dilakukan Revan padaku dilihat oleh Bi Surti.

Tak ada sesiapapun tahu mengenai Revan sebenarnya dan tiada sesiapapun tahu mengenai hubungan kami di masa lalu.

"Revan, kau tahu hubungan kita..."

"Andin...aku memang tak pernah lagi bisa berharap dengan hubungan kita berdua, namun..."

"Kau membelinya. Dan itu tidak murah," ujarku cepat.

"Andin...terimalah. Itu dari hasil kerja kerasku bekerja sebagai sopirmu. Lagipula..."

"Van, sebaiknya kau tak perlu memerhatikanku lagi!" tukasku.

Aku menyesal telah mengatakan hal ini kepadanya.

Aku terdiam. Mataku memanas.

Hubunganku dan Revan sudah lama bubar. Sudah lebih dari lima tahun yang lalu.

"Kumohon terimalah, Din. Aku tahan berhujan-hujanan demi untuk membelikanmu cincin itu."

"Baiklah," kataku. "Terima kasih."

"Pakai, Din."

Aku menatapnya lagi. Lalu, terlihat Revan yang mulai gemas dengan kelakuanku-yang hanya diam saja- sampai akhirnya ia mengambil cincin dari kotak tersebut dan Revan memakaikan cincin itu di jari manisku.

"Walaupun hubungan kita sudah lama berakhir. Semoga dengan hadirnya cincin ini di jarimu, kau masih mengingat akan aku," tandasnya.

"Van..." Aku bahkan rasanya ingin menangis. "Aku telah mempunyai kekasih. Aku bahkan telah bertunangan dengan dokter Danar." Aku mempertegas kata-kataku.

"Aku tahu, Din. Namun...apa salahnya..."

"Ya sudah," kataku. "Sebaiknya kau kembali ke kamarmu. Aku harus masuk ke rumah seperti biasa. Dan aku harus menyiapkan makan malam. Bi Surti pun pasti tengah menungguku di dapur."

Revan kemudian mengangguk.

Revan lalu tersenyum pelan. Dia pun berjalan menuju kamarnya lewat jalan samping rumah.

Revan memang tinggal di rumah ini. Ia kuijinkan tinggal disini dengan tinggal di kamar belakang, dan menjadi sopir pribadiku.

Sekarang, aku memang menjadi orang yang cukup sukses sehingga berhasil membangun toko kue. Memperkerjakan banyak karyawan. Termasuk menjadikan Revan sopir pribadiku.

Aku lalu masuk ke rumah besarku. Lantas begitu masuk dapur, kulihat Bu Surti tengah mencuci piring. Lalu beralih Bi Surti yang mencuci sayuran.

Pikiranku kembali nyalang.

Seraya memasak untuk makan malam, pikiranku masih dipenuhi dengan wajah Revan.

***

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Aku Simpanan Tante-Tante
Aku Simpanan Tante-Tante
Dalam romance novel Aku Simpanan Tante-Tante, Andra terjebak sebagai berondong simpanan demi kemewahan. Saat bertemu gadis impian, ia bertekad keluar dari dunia kelam tersebut. Simak perjalanan Andra di web novel ini saat ia menghadapi konsekuensi masa lalu dan pilihan hidup yang sulit.
Alice and The Blue Sea
Alice and The Blue Sea
Dalam Alice and The Blue Sea, Alice terjebak dalam adventure tak terduga setelah diselamatkan oleh Archer, seorang mermaid nyata. Sebagai fantasy novel yang unik, Alice kini harus menghadapi permintaan misterius sang makhluk laut yang akan mengubah hidupnya dalam kisah romance modern ini.
Hati Seorang Ibu, Kebohongan Kejam
Hati Seorang Ibu, Kebohongan Kejam
Dalam romance novel Hati Seorang Ibu, Kebohongan Kejam, hidup sempurna istri Gavin hancur saat tahu ia hanya ibu pengganti bagi anak Iliana. Dikhianati keluarga di kisah modern novel ini, ia harus memilih antara bertahan atau pergi setelah rahasia kelam dan kebencian anak-anaknya terungkap.
Istri Tawanan Tuan Muda
Istri Tawanan Tuan Muda
Dalam Istri Tawanan Tuan Muda, Evan Halbert menggunakan statusnya sebagai billionaire untuk menikahi Caitlyn Wilson demi membalas dendam. Namun, misi kebencian ini goyah saat perasaan tulus muncul. Baca romance novel penuh intrik ini di platform web novel kami sekarang.
Kerinduan Tak Berujung
Kerinduan Tak Berujung
Dalam novel romantis modern Kerinduan Tak Berujung, Stella terkejut saat mengetahui pernikahan lima tahunnya dengan Felix ternyata palsu demi membantu karier wanita lain. Merasa dikhianati, Stella memilih pergi selamanya. Baca novel online ini untuk mengungkap akhir dari pengkhianatan sang miliarder.
Membagi Jatah Untuk Ipar dan Mertua
Membagi Jatah Untuk Ipar dan Mertua
Membagi Jatah Untuk Ipar dan Mertua adalah novel modern penuh misteri tentang konflik rumah tangga akibat ipar dan mertua tiri. Baca novel online gratis ini untuk mengungkap rahasia foto gelap sang istri.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Ceraikan Aku, Atas Nama Belas Kasihan
Ceraikan Aku, Atas Nama Belas Kasihan
Miliarder ini menikahi putri pembunuh ayahnya bukan karena cinta, tapi untuk menyiksanya. Bahkan ketika dia jatuh sakit parah, dia tidak menunjukkan belas kasihan...
Kembali ke Tahun 1994
Kembali ke Tahun 1994
Feng Yang, seorang pria yang terpuruk dalam dunia perjudian, hancur hati ketika mengetahui pengkhianatan istrinya, Sun Xiaoxiao. Saat ibu mertuanya, Zhang Caiying, mencoba menghentikannya dari bercerai, Feng Yang menunjukkan bukti tak terbantahkan tentang perselingkuhan Sun Xiaoxiao. Namun Zhang Caiying tak tergoyahkan—ia menusuk Feng Yang, percaya bahwa kematiannya akan membawa warisan besar bagi putrinya dan membuat mereka kaya. Namun Feng Yang tidak mati—ia justru kembali ke tahun 1994, masa di mana ia masih terlilit utang. Kini, dengan kesempatan kedua untuk mengubah hidupnya, mampukah Feng Yang menghadapi masa lalu dan menulis ulang takdirnya, atau sejarah akan terulang kembali?
Jadikan Suamimu Milikku
Jadikan Suamimu Milikku
Seorang karyawan magang di perusahaan yang terkenal bosnya gampang marah, tetapi sangat cakap dan seksi. Tapi dia segera mengetahui bahwa orang itu pernah menindasnya di masa lalu. Jadi dia bertekad untuk membalas dendam.
Kejayaanku Setelah Berpisah
Kejayaanku Setelah Berpisah
Pernikahan Jean dan Eron hanya status saja. Eron tetap setia pada cinta lamanya, Wina. Dia memaksa Jean punya anak dengan pria asing. Jean diam-diam menggunakan uang Eron untuk nafkahi Alex, seorang model di bar. Dari hubungan yang semula pura-pura, tumbuh cinta sejati dan Jean pun mengandung anak Alex. Setelah Eron tahu selama ini Wina hanya menipu dia, dia memohon untuk kembali dengan Jean. Tapi, dia terkejut ketika dia tahu Alex ternyata pewaris panglima perang paling berkuasa di Erova Timur.
Lawan Dunia Bersamamu
Lawan Dunia Bersamamu
Melanie Thorne, seorang pengacara sukses yang menikah, dan George Dearborn, pewaris sebuah perusahaan farmasi sekaligus keponakan dari suami Melanie, jatuh cinta saat jalan mereka bertemu. Namun, hubungan mereka ditentang oleh keluarga dan masyarakat, seolah takdir menempatkan seluruh dunia untuk melawan mereka. Kisah ini mempertanyakan apakah mereka akan tunduk pada tuntutan dunia atau berani menyadari bahwa dunia ini adalah milik mereka dan berjuang demi cinta.
Mawar Tersembunyi
Mawar Tersembunyi
Sari, mahasiswi luar negeri, jadi selingkuhan Ardi selama tiga tahun. Saat lulus kuliah, ia tegas pergi. Ardi itu goyah, kira Sari bakal kembali, tapi justru dia sendiri yang tertinggal jadi budak.