Bab 3

Rapat mendadak di perusahaan membicarakan tentang proyek Desa Wisata Cinata yang bekerja sama dengan Keluarga Stewart. Keluarga Stewart bertanggung jawab atas pengembangan dan konstruksi, sedangkan Amarin bertanggung jawab atas pemasaran dan promosi.

Lima tahun yang lalu, aku masuk ke Amarin melalui rekrutmen kampus. Sebagai perusahaan periklanan dan media kelas dunia, pekerjaan di Amarin memang sangat sibuk. Akan tetapi, gajinya juga sangat tinggi.

Hanya saja, aku memberi tahu keluargaku bahwa aku hanyalah karyawan tingkat rendah yang gaji bulanannya 9 juta. Fenny dan Olivia pada dasarnya memang merendahkanku. Jadi, mereka pun percaya bahwa gajiku benar-benar hanya 9 juta per bulan.

Setelah menjelaskan perkembangan proyek, direktur departemen kami berkata dengan serius, “Penanggung jawab dari Keluarga Stewart itu Hayden. Ini adalah proyek pertamanya setelah mengambil alih bisnis keluarga.”

Setelah itu, direktur juga mengatakan bahwa Hayden merasa tidak puas dengan proposal saat ini. Jadi, kami harus membuat 2 set proposal cadangan. Setengah bulan lagi, kami akan meninjaunya bersama dengan Hayden.

“Pak Hayden punya tuntutan yang sangat besar terhadap detail. Dia juga sudah mengurangi banyak anggaran. Jadi, kita semua harus semangat!”

Setelah rapat berakhir, para rekan kerja berkumpul di pantry untuk bergosip tentang Keluarga Stewart.

“Dengar-dengar, paras Hayden pernah dihancurkan waktu kecil, makanya dia jarang menunjukkan diri di depan umum.”

“Parasnya dihancurkan? Siapa yang melakukannya?”

“Nggak tahu. Dulu, ibuku itu seorang reporter. Dia pernah diam-diam ambil foto Hayden yang pergi ke rumah sakit. Tapi, atasannya menyuruhnya untuk hapus semua foto-foto itu.”

“Orang kaya bisa lakukan apa saja dalam intrik keluarga. Kematian kakaknya Hayden juga sangat mencurigakan. Mana ada anak perempuan yang main di pinggir pantai waktu tengah malam.”

“Ayahnya Hayden punya 3 istri dan 4 putra. Hayden itu anak bungsu, tapi malah jadi penerusnya. Metode yang dipakainya pasti nggak sederhana.”

“Sebaiknya kita kerjakan tugas kita baik-baik. Kamu nggak dengar direktur bilang tuntutan Hayden sangat besar?”

Aku tiba-tiba teringat wajah di luar jendela mobil itu. Meskipun memiliki luka, wajahnya tetap termasuk tampan. Hanya saja, aura yang dipancarkannya sangat mengintimidasi dan penuh misteri. Dia pasti bukanlah pria yang mudah dikendalikan dengan kecantikan seperti yang dikira Olivia.

Aku minum kopi sambil membuka akun sosial mediaku secara refleks. Aku pun melihat sekelompok foto yang diposting Olivia. Dia mengenakan setelan baju merek Chanel dan sedang menikmati anggur merah di balkon hotel yang dikelilingi karangan bunga berukuran besar.

Ada juga 2 orang asing yang terlihat seperti bangsawan di fotonya. Dia menulis keterangan di postingannya itu.

[ Kilang anggur dari Italia lagi-lagi mengirimkan anggur tahun 82. Anggur ini sangat wangi dan rasanya membuatku serasa diselimuti suasana romantis. Para gadis benar-benar boleh mencoba anggur berkualitas tinggi. ]

Di balik foto itu, seharusnya ada belasan gadis berdandan cantik yang sedang menunggu untuk difoto. Para murid program pelatihan sosialita itu memiliki perlengkapan foto yang seragam, baik itu mobil mewah, barang bermerek, perhiasan, kamar dengan pemandangan laut, dan sebagainya.

Tujuan mereka tidak lain adalah untuk menciptakan latar belakang mereka yang baik dan citra mereka yang anggun. Orang kaya yang tidak mengetahui hal sebenarnya pasti tertarik pada foto-foto itu.

Selain itu, demi tidak dipandang rendah, para gadis ini juga berlagak seolah-olah memiliki karier yang sukses. Status Olivia sebagai mitra bisnis dan dosen tamu juga merupakan hasil rekayasa program pelatihan ini.

Agen propertiku mengirimkan lagi foto 2 rumah supaya aku bisa memilihnya. Tabunganku selama ini sudah cukup digunakan untuk membeli sebuah apartemen 2 kamar yang dekat dengan perusahaan. Aku harus memutuskan hubungan dengan keluargaku secepat mungkin agar tidak ikut tertimpa bencana.

Tiga hari kemudian, video mengenai Olivia yang menabrak mobil Hayden pun menjadi trending topic. Orang yang berkomentar juga mengatakan bahwa dia adalah wanita cantik alami yang langka. Mereka juga menjatuhkan artis yang sedang populer dan berkata bahwa Olivia pasti bisa membuat sebagian artis kehilangan pekerjaan jika dia terjun ke dunia hiburan.

Selanjutnya, ada orang yang memosting foto yang digunakan Olivia untuk membual tentang latar belakang dan gaya hidupnya. Dengan begitu, Hayden tidak mungkin tidak memperhatikannya. Selain itu, reputasi juga merupakan fondasi terbaik untuk menikah dengan orang kaya. Aku harus mengakui bahwa efisiensi program pelatihan itu memang sangat tinggi.

Setelah menandatangani kontrak pembelian apartemen, aku kembali ke rumah untuk mengemas barang-barangku. Saat membuka pintu, Fenny melirikku dengan tatapan merendahkan dan bertanya di area miskin mana rumah yang kusewa itu.

Sementara itu, Ricky bahkan tidak melirikku. Dia sedang menempel pada Olivia dan terlihat sangat bersemangat seolah-olah sudah memenangkan lotre.

“Ini pesan dari Hayden! Hayden yang berinisiatif kirim pesan padaku! Kata Kak Mona, kalau bisa buat pria berinisiatif, aku sudah hampir berhasil.”

Olivia memejamkan matanya dan menaruh ponselnya ke dada. Setelah beberapa detik, dia baru membuka pesan itu. Ketiga orang itu menatap layar ponsel lekat-lekat dan tidak bersuara untuk beberapa saat.

Aku meletakkan koperku dan berjalan menghampiri mereka untuk melirik pesan yang dikirim Hayden.

[ Mobilnya harus dikirim ke kantor pusat Swedia untuk diperbaiki. Biayanya 17.140.000.000 ]

Di bawahnya, terdapat juga selembar foto berisi formulir perbaikan dalam bahasa asing.

Bab 4

“Mustahil! Kenapa perbaikan mobil ini mahal banget?”

Olivia memperbesar gambar formulir perbaikan itu dan menghitung jumlah nolnya.

Fenny juga tidak percaya dan bahkan curiga bahwa yang mengirim pesan ini bukan Hayden, melainkan seorang penipu yang ingin memeras uang mereka.

Mobil sport Hayden itu adalah merek Koenigsegg yang merupakan buatan Swedia. Selain itu, bodi mobil itu juga murni buatan tangan dan hanya ada 1 dalam negeri. Berhubung terlalu langka, orang biasa tidak mungkin mengenali merek mobil itu.

Amarin pernah bekerja sama dengan perusahaan Koenigsegg. Jadi, aku mengetahui dengan jelas harga mobil itu, yaitu 100 miliar. Biasanya biaya perbaikan mobil sport berkualitas setinggi itu mencapai 16 miliar. Terlebih lagi, biaya pengirimannya ke Swedia juga tidaklah murah.

Pada saat Olivia, Fenny, dan Ricky masih mencurigai apakah formulir perbaikan itu asli atau palsu, Hayden mengirimkan sebuah pesan lagi.

[ Bayar secepatnya. ]

Kali ini, Hayden sama sekali tidak memberikan kesempatan untuk bernegosiasi. Olivia langsung merasa panik dan ketakutan.

“Dia seharusnya mengajakku makan. Kenapa malah mengungkit soal biaya perbaikan mobil? Dari mana aku bisa dapatkan uang sebanyak itu?”

Olivia menoleh ke arah Ricky untuk meminta bantuan. Sementara itu, Ricky baru teringat aku. Dia menghibur Olivia dengan mengatakan bahwa aku membeli asuransi mobil dan perusahaan asuransi pasti akan ganti rugi.

“Menurut peraturan asuransi komersial, kompensasi maksimum atas kerusakan properti pihak ketiga cuma mencapai 6 miliar. Itu tetap nggak cukup.” Aku menyeret koperku ke arah kamar sambil berkata, “Tapi, aku masih belum sempat beli asuransi komersial. Aku cuma punya asuransi kompensasi pihak ketiga yang nilainya 400 juta.”

Setelah berjalan beberapa langkah, aku memukul jidatku dan menambahkan, “Oh iya, Olivia nggak punya SIM. Dalam situasi begini, perusahaan asuransi nggak akan ganti rugi.”

Kamarku pada dasarnya memang kecil. selain beberapa boneka yang kubuatkan untuk ibuku, tidak ada barang lain yang perlu kukemas.

Baru saja aku mau keluar dari kamar, Fenny tiba-tiba mengadang di depan pintu dan memelototiku sambil berseru, “Jangan kira kamu bisa pergi! Itu mobilmu! Meski lapor polisi, kamu juga yang harus ganti rugi.”

Aku sudah bisa menebak dia akan berkata begitu. Aku mengeluarkan STNK dari tas. Di sana, tertera bahwa pemilik mobil adalah Olivia. Ini juga berkat Ricky. Pada hari aku mau mendaftarkan kendaraanku, dia malah berinisiatif menemaniku.

Pada saat aku pergi ke kamar mandi, dia menukar semua dokumenku dengan dokumen Olivia. Oleh karena itu, Olivia pun menjadi pemilik mobil itu.

Sejak kecil, orang pertama yang boleh menggunakan barang rumah di rumah ini adalah Olivia. Ricky mana mungkin rela membiarkanku memiliki mobil, sedangkan Olivia tidak.

Fenny langsung kehilangan kendali dan memukul Ricky sambil mengumpat, “Dasar pecundang! Kamu sudah celakai Olivia! Orang itu Hayden Stewart! Kita mana mungkin melarikan diri dari utang ini!”

Ricky langsung meringkuk di sudut tanpa berani melawan. Dia hanya berkata dengan terbata-bata bahwa dia tidak menduga masalahnya bisa menjadi seperti ini.

Pada saat ini, Olivia tiba-tiba berseru sambil menutupi kepalanya, “Jangan ribut lagi! Aku mau telepon Kak Mona untuk minta bantuannya.”

Mona adalah pemimpin program pelatihan sosialita ini. Aku pernah melihatnya membawa sekelompok gadis yang memiliki gaya beragam memasuki klub mewah. Menurut rumor, Mona memiliki koneksi yang sangat luas. Dengan bantuannya, sudah ada banyak muridnya yang menikah dengan artis populer atau bos kaya.

Olivia menunggu orang di ujung telepon memberi jawaban dengan gelisah. Setelah sesaat, terdengar suara tegas seorang wanita berkata, “Olivia, bukannya aku nggak mau bantu kamu. Biaya pelatihanmu saja belum lunas. Kamu transferkan dulu 600 juta itu. Aku akan langsung kasih tahu kamu langkah selanjutnya. Aku jamin Pak Hayden pasti akan tunduk padamu.”

Olivia pun buru-buru menyetujuinya. Saat dia sedang mendengar ucapan Mona dengan serius, aku mendorong Fenny dan melangkah keluar tanpa menoleh lagi. Mereka sudah tidak tertolong.

Setengah bulan kemudian, aku bertemu lagi dengan Hayden di ruang penerimaan tamu perusahaan. Di bawah sorotan lampu yang terang, bekas lukanya nyaris tidak terlihat.

Hal yang paling mengejutkan adalah, Olivia datang bersama Hayden. Dia mengenakan setelan jas Chanel dan sepatu hak tinggi berwarna krem. Dia terlihat layaknya seorang wanita karier. Aku bisa memastikan bahwa ini adalah jalan keluar yang dipikirkan Mona untuknya.

Hanya saja, aku tidak tahu dari mana Olivia mengumpulkan 600 juta itu.

Bab 5

Setelah melihatku, Olivia terlihat agak kewalahan. Namun, dia sengaja menempel pada Hayden dan membisikkan sesuatu ke telinga Hayden. Kemudian, dia mengulurkan tangannya ke arahku dan berkata, “Halo, aku sekretaris Pak Hayden. Kalau ada apa-apa kelak, langsung komunikasikan saja semuanya denganku.”

Hayden sudah memilih sebuah proposal. Kebetulan, itu adalah proposal yang kubuat. Setelah rapat berakhir, dia memintaku untuk tinggal di ruang rapat. Setelah mengamatiku dalam diam dari seberang meja konferensi, dia bertanya, “Kamu nggak ke rumah sakit hari itu?”

Sepertinya, Hayden sudah menyelidiki dengan jelas informasi mengenai Olivia. Tangan Olivia tiba-tiba menegang. Dia menggigit bibirnya, lalu terlebih dahulu menjawab, “Pak Hayden, kamu benar-benar orang yang membawa keberuntungan. Setelah ketemu kamu hari itu, perut kakakku nggak sakit lagi. Dia sibuk kerja, makanya nggak pergi ke rumah sakit.”

Hayden melirik Olivia sambil mengetukkan jarinya ke meja dengan ringan. Kemudian, dia mengambil buku catatan rapat dari tangan Olivia dan membacanya. Selain beberapa baris kalimat di halaman pertama, tidak ada lagi tulisan dalam catatan itu.

Program pelatihan Mona mengajarkan orang cara mengambil foto ketika menikmati anggur, cara berdandan, dan cara memahami psikologi pria. Namun, program itu tidak mengajarkan cara menjadi seorang sekretaris yang berkualitas.

“Kamu nggak layak jadi sekretaris. Pikirkan lagi apa yang bisa kamu kerjakan untuk bayar utangmu.” Seusai berbicara, Hayden menoleh ke arahku dan bertanya, “Bu Evelyn, apa kamu tertarik untuk bergabung dengan Grup Stewart?”

Hayden tidak berencana untuk langsung mendapatkan jawaban dariku. Dia bangkit dari kursi, lalu merapikan lengan jasnya dan menyodorkan selembar kartu nama padaku. “Kalau tertarik, hubungilah aku kapan saja.”

Olivia langsung menggunakan nada manja nan kasihannya untuk minta maaf pada Hayden. Sebelum berjalan keluar, dia tidak lupa untuk memelototiku dengan tidak rela.

Sepulang kerja, aku menerima telepon bertubi-tubi dari Ricky.

“Olivia sudah cari tahu gajimu di perusahaan. Katanya, gaji tahunanmu paling nggak miliaran. Sekarang, keluarga lagi kesulitan. Aku bahkan sudah jual toko kelontongku, tapi kamu malah putuskan hubungan dengan kami. Evelyn, aku sudah besarkan kamu selama 29 tahun. Kamu harus serahkan gajimu padaku.”

Aku menjauhkan ponselku dan membiarkannya mengomel di ujung telepon. Fenny juga ikut memakiku dan mengatakan aku sengaja merayu Hayden.

Olivia juga berkata dengan arogan, “Hayden cuma mau manfaatkan kamu dalam urusan kerja. Aku jauh lebih cantik dari kamu. Dia nggak mungkin tertarik padamu!”

Aku pun tersenyum sinis. Di saat-saat seperti ini, pemikiran Olivia masih hanya dipenuhi dengan laki-laki. Namun, satu-satunya senjatanya hanyalah wajahnya.

Setelah mereka sudah kelelahan, aku baru mengangkat ponselku dan berkata dengan dingin, “Ricky, rumah dan toko kelontong itu hasil kerja keras ibuku. Dari usia 14 tahun, aku sudah nggak pernah pakai sepeser pun uangmu. Semua biaya hidupku sebelum aku berusia 14 tahun sudah kubayar dengan mobil baru itu. Kalau kalian masih berani menggangguku, jangan salahkan aku buka kedok kalian di depan Hayden!”

Setelah memutuskan sambungan telepon, suasana hatiku sangat bagus. Pemandangan malam dari dinding kaca apartemenku tidak pernah terlihat begitu memukau. Sebenarnya, aku tidak ingin membuka kedok asli Olivia secepat ini. Semakin dia terjerumus, semakin menarik pula pertunjukannya.

Tepat pada saat ini, direktur departemen tiba-tiba mengirim pesan padaku. Katanya, Hayden menunjukku sebagai wakil dari perusahaan. Besok, aku harus mengikuti acara tender bersama Hayden.

Pada saat yang sama, sebuah berita keuangan juga menarik perhatianku. Keluarga Lucinta juga sedang meninjau proyek Desa Wisata Cinata dan ingin bekerja sama dengan Keluarga Stewart.

Keluarga Lucinta merupakan salah satu keluarga kaya lama di Kota Gatrea. Jika aku tidak salah ingat, orang yang menikah dengan Hayden di kehidupan lalu adalah Alicia Lucinta, putri Keluarga Lucinta.

Baca Cerita Lengkapnya Sekarang
Dukung penulis dan beri inspirasi untuk menghadirkan lebih banyak cerita luar biasa Goodnovel
Buka Semua Bab
Cari "B70897" di Goodnovel para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Goodnovel untuk melanjutkan membaca.
B70897
Salin

Insiden Setelah Adikku Lulus dari Program Pelatihan Sosialita

Bab 3
Bab
Sesuaikan
Bab Berikutnya