Logo
Skandal Dengan Boss
Skandal Dengan Boss

Skandal Dengan Boss

72 Bab
Tamat
Dalam novel romance Skandal Dengan Boss, Anjani memfitnah Alvaro hingga sang miliarder diusir. Kini mereka terjebak hubungan terlarang yang berujung kehamilan nyata. Alvaro harus berjuang demi pengakuan keluarga di billionaire romance novels ini. Baca webnovel seru ini sekarang.
Bab 1 dari Skandal Dengan Boss

“Besok persiapan untuk wawancara, Mama udah persiapkan untuk bajunya. Sudah Mama setrika juga.”

Anjani mencoba untuk bersikap tenang, pasalnya besok akan diwawancara di salah satu perusahaan yang cukup besar. Yang selalu mengingatkannya siapa lagi kalau bukan ibu tirinya yang sudah mengasuhnya sedari ia masih kecil.

Sementara ibunya Anjani telah tiada ketika dirinya berusia beberapa bulan. Anjani yang sedang makan kemudian mengiyakan. “Thanks, Ma.”

“Papa kamu pulang lusa katanya. Maaf nggak bisa antarin kamu wawancara. Besok Mama yang nyetir. Mama yang antar kamu ke perusahaan itu.”

“Ma, aku bisa pergi sendirian.”

“Nggak bisa. Papa kamu sudah pesan ke Mama kalau kamu nggak boleh ke mana-mana sendirian.”

Anjani sudah tahu bagaimana sikap dari ibu tirinya sedari dulu yang pasti akan posesif juga kepadanya. Tidak ada saudara perempuan yang membuatnya dijadikan anak perempuan tunggal yang paling dijaga. Apalagi adik-adiknya yang lain akan bersikap sama kalau mereka ada di sini.

“Aku besok pakai taksi online, aku kabari kalau aku sudah sampai. Mama nggak masalah?”

Dewi yang akhirnya mengalah kepada putrinya untuk pergi sendirian. “Ya udah, kamu langsung kabari Mama besok, ya!”

Sembari menghabiskan makan malamnya, Anjani pun mendapatkan persetujuan dari mamanya.

Besok adalah hari wawancara keduanya Anjani, setelah melewati wawancara tahap pertama dengan para perektrut, yang kedua ini adalah dengan bos besar mereka langsung. Tidak sabar untuk bisa bekerja sama dengan perusahaan itu. Sedangkan ia sudah tidak mau jadi pengangguran lagi dan menjadi beban bagi orangtuanya. Hanya rebahan dan menunggu uang dari papanya.

Pagi-pagi sekali dia sudah bangun dan menyiapkan semuanya. Kedua adiknya juga ternyata ada di rumah. “Semangat wawancaranya, Kak.”

“Pasti dong, biar nanti bantu kalian untuk biaya kuliah.”

Sedangkan Dewi sudah menyiapkan sarapan di atas meja. “Ma, aku berangkat dulu, ya.”

“Sarapan kamu, Sayang?”

“Aku bawa, Ma. Takutnya nanti macet. Mama kan tahu sendiri kayak apa.”

Dewi akhirnya mengambilkan kotak nasi dan memasukkan dua potong roti ke dalam kotak itu yang sudah diolesi dengan selai. Kemudian mengambilkan susu kedelai dan air mineral kemasan kecil kepada Anjani. “Taksinya sudah kamu pesan?”

“Sudah, Ma.”

“Ya sudah kamu berangkatnya hati-hati, ya!”

Anjani keluar dari ruang makan tapi tetap diantar oleh ibu tiri dan juga kedua adiknya.

“Ayo semangat, kak. Mana tahu ketemu sama jodohnya di sana.”

Anjani malah menertawakan kedua adiknya. “Pantang nikah kalau kalian belum bahagia, oke. Ingat tuh ucapan kakak.”

Dia langsung pergi karena taksi menunggu cukup lama. Wawancara di perusahaan itu sudah jadi incarannya sejak lama. Mendapatkan jenjang karier yang bagus pastinya sudah jadi incarannya Anjani.

Benar seperti dugaannya kalau ini akan macet sekali. Dilihatnya kalau di depan sangat macet dan sebentar lagi akan tiba di perusahaan itu.

“Pak, saya bayar aja, ya. Saya turun di sini.”

Dia kesal kalau tidak bisa ikut wawancara terakhir kali ini akan jadi penolakan besar padanya. Anjani buru-buru mengeluarkan sejumlah uang yang kemudian disebutkan oleh sopir itu. Dia akhirnya turun dari taksi dan malah berjalan kaki. Kalau menunggu keadaan membaik, itu akan sangat sulit sekali apalagi dalam keadaan macet seperti ini. Sulit sekali dihindari seperti yang sudah bisa dibayangkan sendiri oleh Anjani akan jadi seperti apa dirinya jika telat ke wawancaranya hari ini.

Waktu itu Anjani langsung berjalan dengan cukup cepat untuk menghindari keterlambatan dari yang sudah dijanjikan. Apalagi dia harus wawancara di lantai belasan. Maka akan sulit juga ke sana.

Anjani baru saja melewati sebuah toko bunga yang akhirnya melihat seorang nenek-nenek yang terjatuh di sana dengan kakinya yang terluka. Tidak bisa membiarkan kejadian itu begitu saja dia mendekat tanpa peduli soal wawancara itu saat ini. “Nenek baik-baik saja?”

Wanita tua itu akhirnya bangun setelah Anjani bantu. “Kaki saya berdarah.”

Anjani ingat dia membawa kapas make up di dalam tasnya. Ada air mineral yang kemudian dia keluarkan lalu membasuh luka sang nenek untuk kemudian dia bersihkan dengan hati-hati. Dibersihkan dengan kapas itu sisa air yang dilihatnya ada luka goresan kecil yang tidak mengeluarkan darah lagi setelah dibersihkan oleh Anjani.

Ia tidak pernah lupa membawa persediaan untuk plester luka di dalam tasnya. “Udah, nenek bisa jalan lagi? Atau saya carikan kendaraan?”

“Tidak perlu, saya nanti mau dijemput. Kamu buru-buru sekali kelihatannya.”

Anjani mengiyakan lalu berpamitan kepada wanita tua itu. “Maaf saya tidak bisa lama-lama di sini, saya ada keperluan.”

“Sekali lagi terima kasih. Semoga harimu menyenangkan!”

Anjani berlari untuk segera bisa sampai di perusahaan yang jaraknya tidak terlalu jauh dari sini. Sekitar lima ratus meter dari tempatnya berada. Ketimbang harus menunggu taksi yang barusan ternyata satu pun kendaraan tidak ada yang bergerak karena macet.

Tidak lama setelah itu dia tiba di kantor itu. “Peserta wawancara hari ini?” tanya seorang wanita yang membawa dokumen di tangannya.

“Ya, saya ada wawancara hari ini.”

“Silakan ikuti, saya!”

“Yang lainnya sudah?”

“Anda yang terakhir. Yang lainnya sudah pulang.”

Sepagi ini wawancara telah selesai? Memang secepat apa pertanyaan itu sampai membuat mereka semua sudah pulang sedangkan Anjani masih ada di sini.

Ia kemudian dipersilakan untuk masuk. Begitu dia membuka pintu, dilihatnya seorang pria yang sudah berdiri di depan pintu waktu ia masuk ke dalam ruangan itu. “2 menit 37 detik adalah keterlambatan tanpa toleransi.” Pria itu tiba-tiba mengatakan hal yang buruk kepadanya. Pria itu menyenggol bahunya Anjani dan meninggalkannya di ruangan itu sendirian.

“Dua menit, Pak.”

“Dua menit saya berarti. Saya bisa menghasilkan uang puluhan juta dalam jangka waktu dua menit. Tapi kamu telah menyita waktu saya. Pulanglah! Kamu gugur.”

Mata Anjani membelalak menatap pria yang ada di depannya menolaknya tanpa ada wawancara lagi. “Tapi kan, Pak. Saya belum wawancara.”

“Tidak perlu. Kamu sudah ditolak.”

“Saya tidak pernah mendengar sebuah perusahaan menolak calon karyawannya di wawancara terakhir seperti ini. Wawancara yang sebenarnya ada di perekrut.”

“Jangan atur saya, ini perusahaan saya. Ada beberapa orang yang sudah wawancara hari ini dan mereka saya minta untuk pulang. Karena besok sudah resmi jadi karyawan.”

“Pak, kasih saya kesempatan, please!”

Pria itu melihat ke arah jam tangannya. “Apa jadwal saya hari ini?”

Anjani diabaikan oleh pria itu yang sekiranya usianya mungkin masih tiga puluh tahunan. “Untuk hari ini ada acara untuk perusahaan PT. Putra Jaya Abadi, Pak.”

“Kalau begitu hubungi saya satu jam sebelum acara itu. Saya harus bertemu dengan seorang klien terlebih dahulu untuk hari ini. Dia yang akan memberikan sejumlah uangnya untuk kita karena proyek besarnya.”

“Pak, saya...”

Pria itu tidak peduli terhadapnya dan memilih untuk keluar meninggalkan Anjani.

Wanita yang barusan itu diyakini bahwa sekretarisnya sang pria barusan. “Mbak, apa tidak ada kesempatan?”

Dijawab dengan gelengan. “Sayangnya tidak ada kalau Bapak sudah menjawab. Bapak tidak suka orang yang tidak menghargai waktu.”

“Saya ada kepentingan tadi.”

“Tetap tidak ada toleransi. Tadinya Bapak sangat takjub dengan Anda, karena nilai Anda pada tes tulis sempurna. Tidak ada yang pernah bisa mencapai nilai sebagus itu. Lalu pada wawancara pertama juga Anda mendapatkan A+ dari perekrut. Sayangnya Bapak Alvaro tidak bisa berikan kesempatan untuk Anda.”

Anjani menangis sejadi-jadinya di kamar ditemani oleh Vaulia—sahabatnya. “Sabar, pasti ada yang lain lagi.”

“Masalahnya dia bajingan, dia menolakku karena dua menit saja.”

“Dua menit itu lama, Anjani. Bukan waktu yang sebentar.”

Sedangkan Dewi yang dengar anaknya ditolak lantaran terlambat malah tidak bisa berkata apa-apa lagi. Padahal tadi anaknya juga sudah berangkat lebih cepat dari yang sudah diberitahukan.

Tidak bisa memberikan semangat kepada Anjani yang sekarang ada di kamar sambil menangis.

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Benih Sang Pewaris
Benih Sang Pewaris
Dalam Benih Sang Pewaris, Isabella menghadapi konflik besar setelah mengandung anak dari orang asing. Sebagai pelayan hotel, ia harus memilih antara imbalan besar atau martabatnya. Ikuti kisah billionaire romance novels ini dalam perjuangan sang ibu mencari kebahagiaan di web novel modern ini.
Bukan Pelayan Biasa
Bukan Pelayan Biasa
Pasca kehilangan orang tua, Amanda Felicia harus bertahan hidup dengan bekerja di rumah Alexander Mattew. Dalam romance novel ini, sang billionaire sengaja menyulitkan posisinya. Simak perjuangan Amanda menghadapi tekanan majikannya di web novel Bukan Pelayan Biasa yang penuh intrik modern.
Cinta Tersayat Dendam
Cinta Tersayat Dendam
Dalam novel Cinta Tersayat Dendam, Arta bangkit membuktikan diri meski diremehkan. Kehadiran Evan, seorang duda sukses, menyeretnya ke dalam konflik perusahaan dan pengkhianatan. Ikuti kisah billionaire romance ini untuk mengungkap dalang kekacauan di web novel penuh intrik.
Dari Abu: Kesempatan Kedua
Dari Abu: Kesempatan Kedua
Dalam Dari Abu: Kesempatan Kedua, seorang wanita terbangun di masa lalu setelah dikhianati tunangannya. Dengan tekad membatalkan pertunangan dan membalas dendam, ia memulai perjalanan billionaire romance yang penuh intrik. Baca web novel modern novel ini di platform kami.
Dendamnya, Cinta Abadinya
Dendamnya, Cinta Abadinya
Dalam Dendamnya, Cinta Abadinya, karierku hancur akibat pengkhianatan bos billionaire Darma Wijoyo. Terjebak dalam pengakuan palsu demi kesehatan ibu, aku kini bangkit untuk menuntut balas. Temukan kisah perjuangan ini di webnovel modern novel yang penuh dengan intrik dan pengkhianatan.
Dinodai Mantan Majikan
Dinodai Mantan Majikan
Dalam novel romance Dinodai Mantan Majikan, Anjani terjebak ambisi Barata, seorang billionaire kejam. Demi biaya medis dan keluarga, ia menghadapi pengkhianatan hingga kehamilan yang tak diakui. Temukan kelanjutan kisah tragis ini dalam web novel penuh intrik dan rahasia besar.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Cinta Bersemi Dalam Pelukan Paman
Cinta Bersemi Dalam Pelukan Paman
Pekerja kantoran biasa, Lily Basuki, terbangun di dalam novel melodrama yang baru dibacanya sebagai tokoh utama perempuan. Dia harus menghadapi ketidakpedulian suami, adik angkat bermuka dua, dan keluarga yang tak berpihak padanya. Akhirnya dia memilih melawan dan membongkar kepalsuan mereka. Namun kekuasaan besar sang tokoh utama pria segera mendorongnya ke jalan buntu.
Cinta Terlarang pada Ayah Mantanku
Cinta Terlarang pada Ayah Mantanku
Seorang gadis Amerika yang lugu dan baik hati pergi ke Rusia untuk mencari suaminya. Namun, betapa terkejutnya dia saat menemukan sang suami adalah seorang playboy terkenal! Terjebak dalam bahaya di tanah asing, nyawanya diselamatkan oleh seorang jenderal Rusia. Seiring waktu, rasa takut gadis itu berubah menjadi rasa cinta. Namun takdir berkata lain. Ternyata pria yang dicintainya itu adalah ayah kandung dari mantan suami yang telah mengkhianatinya! Bagaimana akhir dari kisah cinta terlarang ini?
Kok Nyonya Gitu Kejam?
Kok Nyonya Gitu Kejam?
Yumi Solihin diberkahi pernikahan oleh mendiang kaisar ke Kediaman Adipati Setia. Tak lama kemudian, Kediaman Jenderal musnah. Saat melahirkan, dayang Selina menukar anaknya karena cemburu. Yumi sadar tapi diam, pergi ke Gunung Suci selamatkan putrinya. Ia kemudian membimbing Julia Yongki jadi permaisuri pangeran mahkota, sementara Selina menyiksa putri kandung Yumi. Saat kembali ke rumah orang tua, Selina ungkap kebenaran, tapi Yumi mengenakan baju zirah, memimpin bekas pasukan dengan pedang mengarah ke Adipati Setia.
Cintaku Bagai Merah Menyala
Cintaku Bagai Merah Menyala
Susan memang lahir di keluarga miskin, sedangkan tunangan Susan adalah putra orang kaya. Saat mereka mau menikah, Susan baru tahu kalau keluarga tunangannya tidak menyukai dirinya dan ibunya. Jadi dia memutuskan untuk membatalkan pernikahan ini. Tapi Susan tidak menyangka kalau dirinya bukanlah anak kandung ibunya, melainkan anak angkat. Apa yang akan terjadi saat Susan mengetahui semua kebenaran?
Berkah Manis Cinta
Berkah Manis Cinta
Enam tahun lalu, sang CEO dibius oleh pesaing, secara keliru masuk ke kamar dengan seorang wanita yang juga dibius dan tidur dengannya. Efek obat bius itu hilang tetapi mereka tidak melihat satu sama lain dengan jelas. Dia mengambil setengah dari liontin giok wanita itu. Wanita itu hamil dan melahirkan seorang putri, menjalankan warung mi kecil di pinggir jalan untuk menghidupi keluarga tunangannya yang bajingan. CEO terkejut menemukan bahwa putrinya memiliki kemiripan yang mencolok dengannya dan tes paternitas mengonfirmasi bahwa dia adalah ayahnya. Akibatnya, CEO memulai perjalanan untuk mengejar cinta.
Dokter Ajaib dan Pengkhianatan Sang Istri
Dokter Ajaib dan Pengkhianatan Sang Istri
Chu Yu menderita pengkhianatan dari istri cantik dan kaya, dikhianati dalam pernikahan dengan racun. Saat berada di ambang kehancuran, batu giok Warisan neneknya diaktifkan, mengungkap Warisan dari leluhur tabib agung. Dia bertemu dengan seorang CEO cantik bernilai miliaran yang berbalik mencintainya. Sejak itu, ia bangkit dengan luar biasa dan menguasai dunia. Bagaimana dengan kecerdasan saya?