Logo
Siswiku Canduku
Siswiku Canduku

Siswiku Canduku

87 Bab
Tamat
Dalam romance novel Siswiku Canduku, Chandra terjebak antara kesetiaan pada istrinya yang tidak stabil dan obsesi terlarang terhadap Mishall. Pengkhianatan satu malam dengan siswinya sendiri memicu konflik modern novel yang penuh risiko. Akankah ia memilih tanggung jawab atau nafsu?
Bab 1 dari Siswiku Canduku

Vas bunga yang melayang dari tangan Shila nyaris mengenai Chandra seandainya pria itu tidak cepat mengelak. Dengan kegagalan tersebut, Shila semakin menggeram keras.

“Pergi kamu! Aku nggak mau liat muka kamu! Aku muak! Muak!” Shila menunjukkan semua kemarahannya.

“Fine! Aku pergi! Aku nggak akan pernah balik lagi ke sini!” ucap Chandra dengan amarah sama menggebunya.

“Fu*k you! B*ngsat! Pergi!” Urat-urat leher Shila menonjol semuanya. Mata wanita itu sudah membengkak dengan warna merah mendominasi. Seluruh wajahnya basah, campuran air mata dan keringat. Sama-sama asin yang memberikan rasa perih sampai di dalam hatinya.

Chandra menendang pintu sebelum akhirnya keluar dari rumah. Ia menggeram, mengeluarkan semua amarah yang dipendamnya sedari tadi. Chandra seumur-umur tidak pernah membentak orang lain, apalagi itu Shila, wanita yang dicintainya dari SMA hingga saat ini, setelah pernikahan kedua tahun mereka.

Namun, semuanya tidak berjalan lancar. Faktor eksternal dan internal terus menghunjam hubungan mereka hingga selalu bertengkar setiap hari. Tidak adanya kehadiran anak, karir yang sedang tinggi-tingginya sehingga semua hal dikorbankan, dan kecanduan obat-obatan terlarang. Semua itu ada pada Shila, dan Chandra bersedia menerima wanitanya itu bagaimanapun jua. Bahkan, meski dengan pekerjaan sederhana, Chandra mau mengambil alih tugas mencari nafkah agar istrinya tidak terbebani.

Namun, wanita itu sudah terlanjur sakit. Sikap possessive-nya benar-benar mengekang Chandra. Bahkan walau pria itu hanya bertegur sapa atau sekadar bersikap ramah dengan tetangga wanita, Shila akan langsung mengamuk. Masih mending jika yang dihajarnya hanya Chandra, tetapi Shila malah menghakimi si wanita itu sampai amarahnya mereda.

Chandra tidak tahan. Ia menjambak rambutnya sendiri sembari berjalan tanpa arah. Bahkan, kakinya hanya dialasi sandal rumahan.

Langkahnya menyusuri jalan raya dipelankan. Mengecek ponsel mengharapkan adanya pesan dari sang istri, tetapi notifikasinya hanya didominasi oleh pesan grup. Chandra tanpa selera membukanya.

ALUMNI SMA ADIWARNA

Tristan

Gw di depan rumah lo, Fan. Buru keluar.

Arfan

Hubungin si DJ, mo beneran ikut kagak

Tristan

Gw telpon2 nggak diangkat

Arfan

Jadi nggak dia ikutnya

Hanya empat pesan itu yang sempat dibaca oleh Chandra. Dia tanpa minat mengetik di layar ponsel.

Chandramawa Ahtar

W ikut

Tristan

Yeee Sibang*at ikut.

Kemarin2 diajakin nggak ada kabar

Arfan

Yo'i. Diajak²in sampe ngemis kite, nggak ditanggepin

Chandramawa Ahtar

Bacot

W otw ke rumah lo, Fan

Chandra benar-benar lelah sekarang. Ia menyugar rambutnya lalu memasukkan ponsel ke dalam saku celananya. Menghentikan taksi lalu segera bergerak menuju rumah sahabatnya.

*

Dari awal, Chandra tahu bahwa teman-temannya akan keluar nongkrong. Namun, yang ada dalam pikirannya hanya kafe outdoor dengan secangkir kopi yang menenangkan.

Tetapi yang didapati Chandra hanya musik dengan volume keras, lampu remang-remang, dan aroma alkohol menyengat. Pening kepalanya bertambah. Setiap kali ia akan kembali, Tristan mencegahnya.

“Kalau lo bokek, gue yang bayarin. Itung-itung perayaan akhirnya lo mau ikut kita-kita,” kata Tristan.

“Yo'i. Dari dulu kita itu pengen pamer cogannya SMA ADIWARNA sama cewek-cewek, eh elonya jual mahal. Sekarang, udah ke sini dengan sendirinya. Kita have fun, sambil lo cari pelarian. Cewek emang sedikit membosankan kalau udah dinikahi.”

Ucapan Daniel yang lebih sering disebut DJ itu, segera mendapat pelototan dari Chandra. Sungguh, istrinya selalu yang terbaik, meski minusnya banyak.

Tristan memisahkan diri. Sementara Arfan dan Daniel memaksa Chandra duduk di sofa maroon di pinggir ruangan.

Demi apapun, sakit kepala Chandra bertambah Sekarang. Dia hanya butuh pulang dan tidur.

Namun, Tristan datang dengan menggandeng seorang wanita. Ia juga menyediakan gelas ke masing-masing temannya dan diri sendiri. Setiap gelas berbentuk tabung kecil itu diisi cairan bening sampai setengah.

“Pilih-pilih ceweknya, diobral ceweknya.” Tristan terbahak-bahak dan menyesap minumannya sekali teguk.

“Buat Chandra pilihin, Tris. Dia salah pilih Mulu perasaan. Pilih istri kok yang kayak singa.” Lagi, Daniel sangat hobi mengganggu kenyamanan temannya itu.

“Ah, gue ahlinya kalau milih cewek.” Tristan meletakkan gelasnya di meja. Ia kemudian menggesek tangannya di dagu sambil mencari-cari wanita yang sibuk bergoyang di tengah ruangan.

“Yang itu cocok. Uh, goyangannya mantap pasti!” seru Tristan. Ia kemudian bertepuk tangan. Saat beberapa wanita menoleh, Tristan hanya perlu menunjuk wanita dengan dress setengah paha warna hitam tersebut, dan ia langsung didatangi.

Semua perhatian tertuju pada wanita itu. Dengan tinggi sekitar 157 senti, dan senyuman khas menggoda, ketiga pria itu langsung takjub.

“Ah, gila emang pilihan Lo, Tris!” seru Daniel. “Tapi tepos, njir.”

“Banyakin remes aja, ntar bakalan gede kok.” Tristan menanggapi ringan. Ia lalu mengalihkan perhatian pada wanita yang baru dipanggilnya itu. “Tuh, temen gue, puasin dia.”

Wanita itu langsung melipat tangan di depan dada. “B*lowjob 1 juta. Making out 2 juta. Making love 3 juta per jam, keluar di luar, pakai pengaman. Keluar di dalem 5 juta per jam. Sewa kamar belum termasuk.”

“Njir mahal amat!” Daniel angkat suara. “Perawan aja nggak semahal itu, njir.”

Wanita itu mencondongkan tubuh pada Daniel dengan wajah jengkel.

“Emang perawanmu itu bisa lo puas? Kalau service gue, nggak puas, jaminan uang kembali. Lo nggak bakalan dapat service premium kayak yang gue lakuin dari cewek manapun.”

“Wah, gila. Lo langsung urus temen gue yang polos itu.” Tristan langsung menunjuk Chandra yang langsung mengibaskan tangan menolak.

Namun, wanita itu sangat lincah menghampiri Chandra.

“Pilih yang mana? BJ? MO? ML?”

“Pokoknya puasin aja. Ntar bayaran, gue yang urus.”

“Tristan!” tegur Chandra tegas. Ia ingin menunjukkan amarahnya, tetapi seketika lenyap tergantikan malu saat wanita itu dengan cepat merayap di pahanya. “Plis, jangan dengerin dia. Saya sudah menikah.” Namun, sia-sia saja Chandra menunjukkan cincin pernikahannya. Wanita itu tetap menggapai kancing celananya, membuka tanpa segan.

Chandra tertegun dengan wajah wanita itu. Ia menahan dagu wanita itu dan meneliti wajahnya baik-baik.

“Berapa usia kamu?” tanya Chandra.

Wanita itu tampak kesal. Bibir merahnya mengerucut. “25.”

“Tapi kamu tidak terlihat setua itu,” pungkas Chandra.

“Itu nggak penting!” Bersamaan dengan itu, resleting celananya sudah turun.

Chandra kalap saat wanita itu tidak memiliki malu sama sekali.

“K-kamu mau melakukannya di sini?” tanya Chandra gugup.

Yang benar saja. Di sini ada puluhan orang asing, dan wanita ini dengan sangat kurang ajarnya mau melakukan service di depan banyak orang?

Wanita itu menoleh pada Tristan. “Dia mau sewa kamar.”

Tristan yang saat itu sedang bercumbu dengan wanitanya, mendorong wanita itu sebentar. “Sewa kamar. Gue yang bayar.”

Wanita di depan Chandra langsung berdiri. “Ayo!”

Chandra hanya melongo di sini. Temannya begitu mudah memasukkan Chandra ke dalam masalah, dan wanita itu dengan sangat murahnya langsung memberikan tubuhnya hanya demi uang.

“Lo nggak mau?” tanya wanita itu dengan sinis.

Chandra berdiri. Ia memperbaiki celananya yang terbuka.

“Gue mau pulang! Kalian senang-senang aja.” Chandra langsung berbalik, meninggalkan semuanya yang terbahak mengejek Chandra sebagai suami takut istri.

Sampai di depan kelab, Chandra berhenti sebentar. Mengusap rambutnya secara kasar. Seputusasa bagaimanapun Chandra, ia tidak boleh mengkhianati istrinya. Tidak boleh.

Tangannya secara tiba-tiba digenggam lembut. Wanita itu pelakunya. Ia tersenyum lebar khas perempuan biasa. Chandra tertegun sebentar. Wanita itu benar-benar seperti berusia belasan tahun saja. Matanya menyiratkan ketulusan, dan itu menghipnotis Chandra. Tanpa berpikir, dia mengikuti ke mana wanita itu membawanya.

Chandra lalu ditarik kasar hingga bersandar di mobil. Ia baru sadar saat pintu mobil terbuka.

“Gue mau uang,” kata wanita itu.

“Kamu cari pelanggan lain.” Chandra hendak pergi. Namun, wanita itu begitu sigap mencari saat Chandra lengah dan memaksa Chandra masuk mobil dan menguncinya.

“Lo nggak selingkuh. Lo cuman bantu gue dapat duit. Jadi, diem aja. Gue yang kerja.”

Chandra kalap menahan kedua tangan lincah itu. Ia berusaha mencari pertolongan, dan berusaha membuka pintu mobil. Namun, selalu saja wanita itu berhasil mendominasi.

“Plis-plis, stop.” Chandra menahan bahu t*lanj*ng Wanita itu tetapi tetap saja kecolongan.

“Waw.” Wanita itu terpekik kecil lalu melirik Chandra. “Gue yakin, kalian bertengkar pasti bukan karena bosan atau cinta. Huh, Lo menang dalam masalah kepuasan perempuan.”

Chandra sama sekali tidak mengerti apa pun yang wanita itu ucapkan. Hanya bisa merasakan sensasi yang entah harus dibilang buruk, tetapi ia menyukainya, atau sensasi indah, tetapi hatinya terbebani.

Urat-urat lehernya menonjol saat ia menengadah akibat perbuatan wanita yang menunduk di depan perutnya ini. Tentang bagaimana cara wanita itu menaik-turunkan kepalanya dalam tempo yang sangat pas dengan kebutuhan Chandra, tentang lidah panjang nan lihai milik wanita itu yang seakan mengobrak-abrik seluruh pertahanan dan perasaan Chandra. Semua tentang bagaimana cara wanita itu bekerja, semuanya benar-benar menghancurkan.

*

Chandra terganggu dengan bau apek yang menyesak. Ia segera bangun dan menyingkirkan sebuah baju dari wajahnya.

“Bangun pe'a! Udah bikin mobil gue bau, sekarang mau santai-santai tidur! Lo nggak kerja?” Semburan pertanyaan langsung datang dari Tristan.

Chandra memijit pelipisnya, pusing karena dua hal: kantuk yang belum mereda karena keasyikan bermain sampai tengah malam kemarin, serta menyesal sudah mengkhianati istrinya. Tapi sungguh, Chandra sulit menolak wanita semalam, apalagi dengan hatinya yang berantakan setelah bertengkar dengan Shila.

“Gue nggak suka lo campurin urusan gue kayak semalam, Tris.” Chandra tidak tahu lagi mengenai perasaannya: terlalu marah sehingga bingung harus mengeluarkan dengan cara apa; atau benar-benar ingin mengubur dirinya sekarang dalam penyesalan. “Gue—sumpah—nggak tau lagi harus gimana ngehadepin Shila abis ini.”

“Ya, Lo hadepin aja kayak biasanya, terus cerita, kalau Lo udah ada cewek lain. Dia ajak cerai, iyain aja. Gue bantu cariin istri. Lagian, gue kayak semalam itu kasihan banget sama lo, terlalu cinta buta sama Shila sampe korbanin semua yang lo punya, termasuk harga diri. Lo tinggalin istri kayak Shila itu.”

“Nggak bisa.”

Kalimat nasehat Tristan, Chandra tolak mentah-mentah. Ia segera bangkit dari tempat tidur. Berjalan sempoyongan menuju kamar mandi. Dia harus membersihkan semua jejak-jejak semalam sebelum pulang ke rumah, jika tidak, bukan vas lagi yang dilempar Shila, melainkan pisau.

*

Ketua OSIS SMA Adiwarna tengah menjelaskan beberapa permasalahan siswa selama 5 hari belakangan ini pada Chandra, guru Bimbingan dan Konseling. Dari puluhan daftar tersebut, nama Mishal Afifah yang memiliki frekuensi masalah paling banyak. Entah itu tidur saat jam pelajaran, selalu terlambat datang ke sekolah—bahkan sesekali ia datang saat pergantian jam pelajaran, membantah saat diberikan nasehat, sulit berkonsentrasi, dan selalu melupakan tugas sekolah.

“Apa perlu saya panggilkan, Pak?” Aksa, Ketua OSIS tersebut memberikan tawaran.

“Tidak perlu.” Chandra menutup buku tersebut dan melepas kacamatanya. Ia memandang murid kepercayaannya itu dengan senyum tipis. “Hasil kerja kamu bagus. Saya senang akan hal itu,” kata Chandra kemudian.

“Terimakasih, Pak.” Lelaki berusia 17 tahun itu menunduk penuh penghormatan. “Saya pamit dulu, Pak.”

“Silakan.” Chandra menjulurkan tangan sebagai isyarat mempersilakan Aksa untuk kembali ke kelasnya.

Chandra mengecek kembali catatan masalah atas nama Mishal Afifah. Empat bulan terakhir ini, catatan masalahnya lebih banyak dibanding catatan baiknya. Bahkan, pernah hampir 1 bulan gadis itu tidak masuk sekolah.

Meninggalkan kursinya, pria itu berjalan tegap meninggalkan ruangan. Berbelok ke arah kiri. Suara bel tanda masuk berbunyi. Chandra tiba-tiba berhenti sebentar kala seorang gadis muncul di depannya, berjalan searah dengan Chandra dengan santai.

Gadis itu mengenakan rok abu ketat setengah paha. Rambutnya dikuncir ke belakang, serta tas kulit berwarna ungu. Pandangan Chandra turun ke bawah, melihat kaki gadis itu tidak dilapisi kaus kaki dan mengenakan sepatu putih.

Gadis itu masuk ke kelas XI IPS 4, tempat yang aka dituju Chandra. Saat masuk, semua penghuni kelas langsung senyap, yang sebelumnya penuh dengan keriuhan.

Chandra menatap mereka satu-persatu. “Yang bernama Mishal Afifah, maju ke sini!”

Gadis yang tadinya diikuti Chandra, dan belum sempat duduk di tempatnya, langsung menoleh pada Chandra.

Keduanya lalu membeku, dengan tatapan blank. Sulit diartikan. Membiarkan detik demi detik berlalu mengulang perbuatan mereka semalam. Chandra meneguk ludah secara kasar.

Dia tidak salah ingat. Dia nyaris hafal setiap inci dari wajah wanita yang ia pakai semalam. Bahkan, setiap ekspresi kenikmatan dari wanita semalam, ia bisa ingat dengan sangat baik.

S*alnya, wajah dan ekspresi itu tanpa diduga ada di depannya. Menatap bingung juga kepada Chandra.

“Saya Mishal Afifah.” Gadis itu angkat suara, yang benar-benar mirip dengan suara wanita semalam.

Chandra berulang kali merutuk dirinya sendiri. Dia benar-benar tidak tahu, sudah melakukan hubungan terlarang dengan siswinya sendiri.

“K-kamu ....” Chandra tidak bisa mengontrol suaranya yang sedikit bergetar akibat terkejut. “Kamu ikut saya ke ruangan!” ucapnya tegas.

Saat Chandra melangkah cepat meninggalkan kelas, tidak ada yang tahu betapa kuatnya kepalan tangan pria itu. Tidak ada yang menyadari betapa gemetarnya kedua kaki Chandra akibat fakta buruk ini.

*

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

15 + (Lima Belas Tahun Ke Atas)
15 + (Lima Belas Tahun Ke Atas)
Dalam novel 15 + (Lima Belas Tahun Ke Atas), Vlomontleus menghadapi petualangan nyata di SMA 15. Kisah young-adult ini mengikuti misi tiga sahabat melewati dinamika modern yang absurd. Temukan petualangan remaja dalam fiction books ini melalui narasi persahabatan yang penuh tantangan.
Asal kalian puas
Asal kalian puas
Asal kalian puas menyajikan konflik intens di balik kemewahan modern novel. Terjebak dalam pengkhianatan dan eksploitasi, sang protagonis menghadapi ambisi gelap Pak Arga. Baca billionaire romance novels ini untuk mengungkap misi bertahan hidup di tengah rahasia keluarga yang berbahaya.
Gadis Lugu Menemukan cinta Sejatinya
Gadis Lugu Menemukan cinta Sejatinya
Baca Novel Online Gratis Gadis Lugu Menemukan cinta Sejatinya. Novel romantis modern berbalut misteri ini mengisahkan perjuangan sang protagonis yang dikhianati tunangannya hingga kehilangan segalanya, sebelum akhirnya mendapat kesempatan kedua untuk mengubah takdirnya.
Langit Jam 4 Sore
Langit Jam 4 Sore
Divia Putri Gayatri mendambakan hidup seteduh Langit Jam 4 Sore. Namun, saat cinta tak terduga datang melalui Arman, rahasia masa lalu muncul menguji hubungan mereka. Akankah takdir indah berpihak? Simak kisah mereka dalam romance novel ini, sebuah modern novel yang penuh emosi.
Mas duda
Mas duda
Dalam romance novel Mas duda, Wika Adelia terjebak rasa penasaran pada tetangga barunya yang ternyata dosen kampus. Di tengah misteri kabar miring tentang status duda dan isu impoten sang dosen, Wika memulai misi gila untuk mengungkap kebenaran dalam modern novel penuh intrik ini.
MY LOVELY LITTLE WIFE
MY LOVELY LITTLE WIFE
Dalam MY LOVELY LITTLE WIFE, Yuki bertekad membalas penolakan pria yang dijodohkan dengannya. Kisah romance modern ini mengikuti rencana cerdik Yuki untuk menaklukkan targetnya. Baca romance novel ini untuk melihat bagaimana taktiknya mengubah situasi dalam web novel yang penuh intrik.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Dokter Sakti Bebas, Dendam Ibu Meledak!
Dokter Sakti Bebas, Dendam Ibu Meledak!
Diana terpaksa mewakili ayahnya masuk penjara karena ayahnya mengancam Diana dengan nyawa kedua anak kembarnya. Setelah dia menikah dengan Robin untuk membantu Robin menghilangkan sial, Diana mengetahui kalau anak terkecilnya meninggal, tapi tak lama dia menemukan tanda lahir yang mirip dengan putranya di tubuh putra Robin...
[Versi suara dubbing] Janji yang Hilang
[Versi suara dubbing] Janji yang Hilang
Dia menyembunyikan identitasnya untuk membantu pacarnya, dihina oleh keluarga pacarnya tetapi ditolerir karena dia diperlukan. Pacarnya pernah berjanji hanya akan menikahinya, tetapi setelah bertahun-tahun sukses dan kembali ke rumah, dia mengenali orang lain sebagai tunangannya...
Daya Tarik Fatal: Putri Hibrida
Daya Tarik Fatal: Putri Hibrida
Natalie meninggalkan segalanya untuk memulai kehidupan baru di hutan, sampai invasi Alpha Jayce menyebabkan kematian kedua orang tuanya. Sekembalinya, Natalie mengetahui bahwa alfa baru ini bukanlah siapa yang tampak, dan semua yang dia tahu tentang dirinya adalah bohong. Bisakah dia mempercayai orang asing yang berbahaya ini ketika dia bahkan tidak bisa mempercayai dirinya sendiri?
Setan Rubah Ekor Sembilan
Setan Rubah Ekor Sembilan
Seorang pekerja di tempat kerja secara tidak sengaja menemukan keberadaan rahasia dari manusia binatang dalam masyarakat manusia. Dengan bantuan seekor kucing hitam yang berubah menjadi seorang cantik, dia berulang-ulang kali mengalahkan rencana dan penindasan kejahatan. Gradual, ia mengungkap misteri identitas dirinya sendiri dan akhirnya menarik hati seorang CEO cantik.
Takdir Semalam
Takdir Semalam
Alina, yang dikhianati oleh Henry yang tidak setia selama pertunangan mereka, dalam keadaan mabuk mengira CEO Roderick sebagai model pria. Setelah semalam penuh gairah, dia justru memutuskan untuk mempertahankan pria itu dalam hidupnya. Namun di pesta pertunangan, Henry berusaha memaksa Alina menjadi kekasih gelapnya dengan iming-iming saham perusahaan, sementara Debby terus menerus menekannya. Saat itulah Roderick yang masih menyembunyikan identitas aslinya datang membantu Alina untuk menyelesaikan masalah. Maka dimulailah pertarungan sengit antara balas dendam, penebusan dosa, dan cinta terlarang.
Sembuh Karena Cinta
Sembuh Karena Cinta
Ahmad Prasetyo diseret adik perempuannya ke rumah sakit spesialis kelamin laki-laki, dan dokter yang menanganinya ternyata adalah mantan kekasihnya, Putri Harsono. Karena kesalahpahaman di masa lalu, mereka saling menyimpan prasangka. Saat pemeriksaan, Ahmad Prasetyo didiagnosis secara keliru mengidap HIV. Rival kerjanya, Eko Rahmawati, menyebarkan kabar burung ini hingga Ahmad terjebak dalam krisis reputasi yang parah. Saat kontrol kembali, Putri Harsono menemukan kesalahan pada formulir laboratorium dan menjelaskan bahwa itu hanyalah infeksi biasa. Semua kesalahpahaman akhirnya terungkap, dan hubungan mereka pun kembali baik.