Logo
Sebentuk Hati untuk Jingga
Sebentuk Hati untuk Jingga

Sebentuk Hati untuk Jingga

79 Bab
Tamat
Dalam Sebentuk Hati untuk Jingga, Jingga berjuang mengatasi trauma masa lalu demi hidup mandiri. Namun, pertemuannya dengan Angkasa dalam romance novel ini menguji prinsipnya. Mampukah mereka sembuh bersama? Baca kisah modern novel ini sebagai pilihan fiction books terbaik Anda.

Ringkasan Sebentuk Hati untuk Jingga

Berulang kali gagal dalam asmara membuat Jingga menutup rapat pintu hatinya. Ia memilih menyendiri demi menghindari luka baru, meski harus menghadapi tekanan sosial tentang pernikahan. Namun, keteguhannya goyah saat bertemu Angkasa, pria yang juga membawa trauma masa lalu serupa. Kini Jingga terjebak dilema antara mempertahankan prinsip atau berani mencoba sembuh bersama. Inilah perjalanan penyembuhan diri seorang wanita yang akhirnya menemukan cinta sejati dengan cara yang indah.
Selengkapnya

Bab 1 dari Sebentuk Hati untuk Jingga

"Cukup!"

Satu tangannya terangkat sebagai tanda ia tak ingin lagi mendengar alasan apa pun.

Diambilnya tas cangklong yang tadi diletakkan sembarangan di atas meja, kemudian beranjak pergi tanpa memandang kepada lawan bicaranya.

Langkahnya cepat menuju ke area parkir pengunjung cafe tempat di mana motor matic kesayangannya menunggu dengan setia.

Ya, hanya motor matic biru bergaris putih dengan stiker bugs bunny kesayangan yang selalu menantinya dengan setia tanpa pernah ada keinginan selingkuh ataupun mendua. Hanya dia yang menemani kemanapun tanpa tuntutan harus berdandan anggun atau bergaun cantik dengan sepatu hak tinggi atau sejenisnya.

"Ngga!" seru pria yang tadi ditinggalkannya di dalam cafe.

"Jingga, tungguuuu!" Karena Jingga tak berniat menoleh, pria itu kembali memanggil-manggil namanya sambil bergegas menyusul gadis itu.

Sekuat hati Jingga menahan air matanya agar tak tumpah. Tidak sekarang, batinnya. Ia tak boleh sampai terlihat lemah di depan pria br*ngs*k itu. Dia harus tampak tegar dan tak terlukai meski itu sungguh berlawanan dengan kenyataan.

Sambil berjalan cepat, hampir berlari ke arah parkiran, disekanya bulir-bulir bening yang ternyata lolos juga dari pertahanan pelupuknya.

Area parkir lumayan sepi. Sore itu belum begitu banyak pengunjung cafe. Tampak ada sekitar tujuh motor dan dua mobil di sisi yang berlainan. Sampai di sebelah motornya, pria itu, Miko, akhirnya berhasil menyusul Jingga dan meraih tangan gadis itu. Menahannya untuk berbicara sebentar.

"Dengerin dulu, dong," ujar Miko mencoba membuat Jingga mau mendengarkan penjelasannya barang sebentar. Nyatanya Jingga tak menggubrisnya, ia malah membuang muka dan berusaha mencari-cari kunci atau entah apa dari dalam tas cangklongnya.

"Aku bukannya mau putus, Jingga. Kita bisa tetep jalan, kok," ujarnya lagi. Kali ini usahanya berhasil menarik perhatian Jingga sepenuhnya.

Spontan Jingga menoleh dan melempar tatapan menusuk ke arah Miko. Bila tatapan dapat membunuh, rasa-rasanya Miko bisa saja tewas seketika. Pria berperawakan tinggi kurus itu sampai mengernyit dan hendak mengalihkan pandangan, tetapi terhalang oleh rasa gengsinya sebagai pria. Masa' dia takut sama wanita, sih. Begitu benaknya berkata.

"Jadi, kamu pikir aku marah karena gak bisa lagi jalan sama kamu, gitu?" tanya Jingga dengan nada membentak. Ia sungguh telah habis sabar menghadapi Miko. Suaranya melengking naik beberapa oktaf saking menahan emosi. Sakit hatinya tadi seketika berubah menjadi amarah tingkat tinggi. Bisa-bisanya Miko mikir dia sereceh itu.

"Lah, terus?" Sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal, Miko kelimpungan mencari pembelaan diri yang lain.

Jingga menggeleng-geleng frustrasi akan ke-GR-an pria yang sayangnya beberapa waktu ini ia rasa telah ia cintai sepenuh hati.

"Denger, ya! Mana ada, sih, cewek yang nggak sakit hati kalau cowoknya cerita habis jalan sama mantan pacar? Gila apa, ya?!"

"Tapi dia cinta pertamaku, Jingga. Kamu, kan, tahu, namanya cinta pertama itu susah buat dilupain gitu aja. Lagipula aku udah jujur sama kamu. Apa itu bukan sisi baikku? Kalau aku nggak bilang, , kamu juga nggak akan tahu, kan? Dan nggak perlu kita sampai bertengkar kayak gini." Dengan entengnya, Miko mengutarakan pendapat. Ia seolah ingin berkata bahwa Jingga saja yang keterlaluan kalau masih marah, padahal dia sudah jujur mengakui.

Jingga memutar bola matanya jengah. Rasa kesalnya sudah naik ke ubun-ubun. Kalau terus meladeni Miko, bisa darah tinggi mendadak dia.

"Aku nggak peduli, ya! Dia cinta pertama kamu, kek. Cinta monyet kamu, kek. Yang jelas kamu udah selingkuh. Dan aku mau kita putus. Titik!"

Dihempaskannya tangan Miko yang menahan lengannya. Ia segera menaiki motor dan mengenakan helm, kemudian menstarter dan langsung tancap gas tanpa mempedulikan lagi Miko yang masih berusaha menahannya.

"Dasar cowok edan! Minta dimaklumin, katanya? Dikira aku cewek bego, apa? Udah jelas-jelas selingkuh, juga. Dan apa tadi dia bilang? Harus menghargai kejujuran? Bener-bener gak ada otak."

Jingga ngedumel sendiri sambil mengendarai motor. Ia suka menumpahkan kekesalan di atas motor. Berkendara dengan kecepatan sedang, bersama deru angin yang lumayan kencang, membuatnya dapat mengomel sepanjang perjalanan tanpa takut ada telinga lain yang mendengar.

Beberapa kali ia melihat ke arah kaca spion untuk memeriksa apakah Miko mengejarnya atau tidak. Ia dibuat kecewa dengan kenyataan tak melihat siapapun di belakangnya. Ah, ternyata setidak berharga itu dia di mata Miko.

Padahal selama enam bulan belakangan, ia merasa begitu cocok dengan Miko. Berada di dekatnya selalu membuat dirinya merasa bangga dan menjadi cewek paling beruntung sedunia. Rupanya cinta memang seringkali membuat yang mengalaminya menjadi buta. Segala keburukan si pasangan seolah tertutupi oleh agungnya rasa.

Dengan terus terisak, Jingga akhirnya sampai juga di rumahnya. Rumah kecil nan asri berpagar besi hitam dengan angka 76 nangkring di pilar tembok pagarnya. Satu rumah yang tampak berbeda daripada rumah-rumah di sekitarnya, karena ada toko kecil yang nempel di samping rumah inti. Pagar hitamnya juga senantiasa terbuka separuh karena menjadi

akses masuk bagi pembeli yang datang.

Toko milik ibunya ini menjual aneka sembako dan keperluan rumah tangga lainnya. Karena itu, biasanya banyak tetangga berkumpul di situ, menyempatkan diri bercakap-cakap sebentar ataupun lama sesuka mereka sambil berbelanja. Ibu-ibu rumah tangga memang biasanya betah mengobrol berlama-lama. Ada saja yang mereka bicarakan. Dari harga-harga bahan dapur, sampai kadang urusan keluarga masing-masing juga ikut dibahas.

Jingga bersyukur sedang tidak ada pembeli ketika ia berbelok masuk ke halaman rumahnya.

Setidaknya ia tak harus menyapa atau berbasa-basi dengan mereka. Ia sedang sama sekali tidak mood untuk itu.

Setelah memarkir motornya di teras depan, diusapnya air mata yang tersisa dan membetulkan riasan di wajah. Bukan riasan, sih. Ia tipe gadis yang cukup berbedak tipis dengan sapuan lipgloss saja sudah bisa sampai kemana-mana. Hanya memastikan pantulan di kaca spion wajahnya sudah tidak tampak sembab.

Ia tentu saja tak ingin orang rumah menyadari ia habis menangis. Ibunya bisa mendadak histeris. Apalagi sang adik, kekepoannya yang sering tidak pada tempatnya akan lebih membuat Jingga makin nyesek tingkat dewa. Dan sudah barang tentu perihal itu akan dibahas terus dan terus saja sampai ada titik terang apa sebab yang membuatnya sampai menangis. Jingga benar-benar tidak ingin membahasnya dengan siapapun sekarang atau bahkan selamanya.

Biar ia simpan sendiri luka hati. Karena hanya yang mengalami, yang dapat mengerti betapa sakit saat setianya ternodai, juga hancurnya rasa ketika mencoba tulus mencintai, tetapi malah dikhianati.

Tepat saat hendak membuka pintu ruang tamu, ia dikejutkan oleh sang adik--Nila--yang memang kebiasaan suka usilnya tak tertolong lagi.

"Dor!" teriaknya dari balik pintu, membuat Jingga yang sedang bad mood seketika meradang.

"Nila!" Apa-apaan, sih! Ngagetin aja, deh!"

Nila hanya tertawa-tawa melihat kakaknya marah. Gadis ayu yang usianya terpaut empat tahun di bawah Jingga itu memang pembawaannya selalu ceria, humoris dan seperti tak pernah punya beban hidup.

Jingga melempar tatapan kesal ke arah adiknya. Yang ditatap bukannya minta maaf malah terus menggodanya.

"Ish, gitu aja ngamuk, sih, Mbak. Ntar cepet tua, lho!" ujar Nila dengan bibir sengaja dimonyong-monyongkan.

"Tuh, lihat, banyak kerutan di dahi, ckckck ... Mbak Jingga udah tua, ya ampun," Nila terus menggoda kakaknya sambil pura-pura memperhatikan wajahnya dengan seksama.

"Eh, Mbak Jingga habis nangis, ya?" Seketika wajah Nila berubah sedikit cemas setelah nampak olehnya wajah sang kakak yang sembab dengan mata sedikit memerah.

"Jingga!" Terdengar seruan ibunya memanggil. Jingga berjengit kaget.

"Duh, gawat!" gumam Jingga dengan bibir terkatup rapat.

* * *

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Aku Tidak Akan Pernah Diam Saat Keluargaku Terancam
Aku Tidak Akan Pernah Diam Saat Keluargaku Terancam
Dalam Aku Tidak Akan Pernah Diam Saat Keluargaku Terancam, Adikara, seorang billionaire, menghadapi skandal besar saat Alara hamil anaknya. Sebagai romance novel modern, kisah ini menguji kekuasaan dan tanggung jawab di tengah ancaman karier. Baca webnovel ini sekarang!
Azalea
Azalea
Dalam novel Azalea, sebuah perpisahan pahit dengan Amar meninggalkan luka mendalam. Namun, takdir mempertemukan Azalea dengan Arhan, membawa harapan baru di tengah trauma masa lalu. Ikuti perjalanan romansa mereka dalam romance novel ini, salah satu fiction books yang menyentuh hati.
Cinta Beracun: Jatuh Cinta Pada Kekasihku yang Kejam
Cinta Beracun: Jatuh Cinta Pada Kekasihku yang Kejam
Dalam Cinta Beracun: Jatuh Cinta Pada Kekasihku yang Kejam, Brynn terjebak dalam kendali Lawrence. Saat mencoba bangkit di romance novel ini, sang billionaire justru mengklaimnya kembali di depan publik. Baca kisah modern novel ini untuk mengungkap rahasia di balik pernikahan Lawrence.
Derita berujung bahagia
Derita berujung bahagia
Dalam novel modern Derita berujung bahagia, Arini berjuang membesarkan anaknya sendirian hingga sukses. Namun, mantan suaminya datang menuntut harta. Arini harus menghadapi masa lalu demi masa depan baru. Baca kisah romance novel ini selengkapnya di web novel kami.
Diagnosis Kanker di Hari Ulang Tahun Pernikahan
Diagnosis Kanker di Hari Ulang Tahun Pernikahan
Membaca novel modern Diagnosis Kanker di Hari Ulang Tahun Pernikahan di platform webnovel gratis. Jessica mengetahui perselingkuhan suaminya, Rio, tepat saat divonis kanker ovarium stadium akhir. Di tengah pengkhianatan ini, ia bertekad pergi demi kedamaiannya sendiri.
Jodohku Seorang Janda Kaya Raya
Jodohku Seorang Janda Kaya Raya
Dalam novel modern Jodohku Seorang Janda Kaya Raya, Lintar berjuang mendapatkan restu keluarga demi menikahi Dewi, seorang CEO sukses. Simak kisah billionaire romance novel ini saat Lintar menghadapi pertentangan paman demi cinta dan masa depannya di web novel ini.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Saat Cinta dan Hasrat Menyatu
Saat Cinta dan Hasrat Menyatu
Grace adalah seorang fotografer yang dipaksa bertunangan dengan seorang CEO bernama Victor. Awalnya Grace sangat menolak, jadi mengajukan tiga syarat, bahkan menganggap Victor adalah pria tak menarik. Akhirnya perhatian dan ketelitian Victor membuat Grace jatuh cinta padanya. Namun, Grace trauma dengan hubungan cinta yang disatukan keluarga, takut cintanya akan sia-sia dan dirinya tidak bisa terima, lalu bernasib yang sama seperti ibunya.
Cinta yang Terkoyak
Cinta yang Terkoyak
Mereka yang melanggar diriku, tak peduli siapa kau, mati tanpa ampun!
Kembali ke Tahun 1994
Kembali ke Tahun 1994
Feng Yang, seorang pria yang terpuruk dalam dunia perjudian, hancur hati ketika mengetahui pengkhianatan istrinya, Sun Xiaoxiao. Saat ibu mertuanya, Zhang Caiying, mencoba menghentikannya dari bercerai, Feng Yang menunjukkan bukti tak terbantahkan tentang perselingkuhan Sun Xiaoxiao. Namun Zhang Caiying tak tergoyahkan—ia menusuk Feng Yang, percaya bahwa kematiannya akan membawa warisan besar bagi putrinya dan membuat mereka kaya. Namun Feng Yang tidak mati—ia justru kembali ke tahun 1994, masa di mana ia masih terlilit utang. Kini, dengan kesempatan kedua untuk mengubah hidupnya, mampukah Feng Yang menghadapi masa lalu dan menulis ulang takdirnya, atau sejarah akan terulang kembali?
Suami Gigoloku Adalah Seorang Miliarder
Suami Gigoloku Adalah Seorang Miliarder
Setelah dikritik dan berhenti dari dunia hiburan karena reaksi online, dia menjadi terkenal dengan anaknya. Mari kita lihat bagaimana dia diam-diam menikah dengan CEO dan kembali ke puncak kesuksesan bersama anaknya yang menggemaskan!
Rahasia di Balik Orang Tua Sederhana (Sulih Suara)
Rahasia di Balik Orang Tua Sederhana (Sulih Suara)
Setelah melalui perjuangan yang panjang, pasangan terkaya, Doni Luberto dan Hanna Jiandra, akhirnya berhasil menemukan putra mereka, Yudha Luberto, yang hilang selama bertahun-tahun. Untuk menguji karakter putra mereka, keduanya menyamar sebagai pekerja biasa saat bertemu kembali. Tak disangka, Yudha sama sekali tidak keberatan dan bahkan mengajak mereka bertemu dengan kekasihnya, Jessy Fabian. Namun, keluarga Fabian justru meremehkan mereka...
Dendam di Ujung Penjara
Dendam di Ujung Penjara
Stephanie telah menjalani hukuman penjara selama enam tahun untuk suaminya, Alfred. Setelah bebas, dia mendapati kenyataan bahwa Alfred ternyata sudah menikahi sahabatnya, Harlee, dan merebut perusahaannya. Diliputi depresi, Stephanie mencari pertolongan pada Domenic. Bersama-sama, mereka balas dendam dan berani menanggung semua risiko dari tindakan mereka. Alhasil, Stephanie dan Domenic justru menjadi sepasang kekasih dan membangun hidup baru bersama.