Logo
Sebenarnya Dia Mesum Ma!
Sebenarnya Dia Mesum Ma!

Sebenarnya Dia Mesum Ma!

81 Bab
Tamat
Dalam novel romance Sebenarnya Dia Mesum Ma!, Lunar menghadapi Serafin, tetangga unik yang melamarnya meski mengaku sangean. Di balik sikapnya, Lunar curiga ia mata-mata perebut warisan. Baca modern novel penuh misteri ini di webnovel untuk mengungkap niat asli Serafin.
Bab 1 dari Sebenarnya Dia Mesum Ma!

"Cinta tanpa nafsu itu omong kosong! Jangan dekat-dekat sama gue. Gue sang*an," katanya terus terang dan frontal. Baru kali ini aku bertemu dengan laki-laki yang begitu terus terang. Sedikit kaget, tapi sudut bibirku terangkat sedikit.

"Lo balik deh, otak gue traveling," katanya mengambil kotak makanan dari tanganku dan menutup pintu rumahnya. Aku sama sekali tidak diberi basa-basi untuk dipersilahkan masuk dan ditawari minum.

Aku kembali ke rumahku yang berada tepat di sebelah rumahnya. Sebelum meninggal rumahnya. Dari sudut mataku aku bisa melihat dia mengintip dibalik pintu.

Sungguh tidak disangka laki-laki yang sering dibanggakan dan dibandingkan mama denganku. Punya sisi yang unik seperti ini.

Keterus terangannya sungguh membuatku terkejut. Apalagi aku tidak terlalu mengenalnya secara pribadi. Hanya mendengar mama yang menggambarkan begitu sempurna.

"Gimana udah diantar?" tanya mama saat aku baru saja masuk dan menutup pintu rumah.

"Udah. Cuman Serafin aja yang ada di rumah kayaknya," kataku menjelaskan sebelum ditanya macam-macam.

"Gimana? Kamu lihat sendiri kan. Anak tetangga kita, udah ganteng, pinter, baik dan sopan lagi," kata mama bersemangat.

"Minusnya sang*an Ma," kataku dalam hati. Kalau ku utarakan bisa diceramahi habis-habisan.

"Iya terserah Mama aja lah," kataku lalu pergi ke kamar dilantai atas. Aku duduk di balkon kamarku dan pemandangannya menuju balkon kamar Serafin. Jendela kamarnya terbuka dan dia duduk di atas jendela. Sambil menikmati makanan yang kuberikan tadi.

Dia melambaikan padaku tanpa malu-malu. Melempar senyum manis dengan sudut bibir terdapat sisa pasta yang kuberikan.

Sungguh aneh kalau jauh seperti ini dia sering menggodaku. Kalau berhadapan dia sangat menjaga jarak. Tidak jarang dia langsung pergi kalau melihatku mendekat.

"Enak," katanya menunjukan tempat pasta yang sudah habis. Sungguh kejutan badan atletis itu menghabiskan satu tupperware berukuran besar sendirian.

"Sering-seringlah masakin gue ya," katanya lagi. Aku menunjukan jari tengah ku padanya. Kalau jauh dia bisa seperti ini. Kalau dekat dia menganggapku seperti kuman, harus dihindari.

Makan malam kali ini terasa lebih serius dari sebelumnya. Papa tiriku sedari tadi melirik ku terus menerus. Seakan ada hal penting yang dibicarakannya, tapi menahan diri.

"Kenapa?" tanyaku saat melihat mama gelisah. Aku memang tidak dekat dengan mama, aku tinggal dengan almarhum papa sejak kecil.

"Anu, Mama mau bilang. Papa aja lah, Mama takut salah," kata mama menyenggol lengan papa tiriku.

"Papa juga gak tau harus ngomong apa," kata papa tiriku melihat kearah mama dan saling saling menyenggol.

"Ngomong aja," kataku santai sambil terus menyuap nasi ke mulut.

"Itu, sebelumnya Om minta maaf. Om tau, om tidak berhak untuk hal ini. Serafin, melamar kamu pada Om," kata papa tiriku sambil mengambil segelas air dan meminumnya dengan susah payah. Seakan-akan di dalam air itu ada kandungan sianida.

"Mau gimana lagi, mau gak mau, Om yang jadi wali aku sekarang. Papa udah gak ada," kataku pelan. Papa anak tunggal tidak punya saudara kandung. Papa cuman punya satu satu saudara yang merupakan anak angkat. Masih hitungan saudara, karena dia adalah anak dari adik nenek yang perempuan.

Tetap saja tidak bisa menjadi waliku. Sekarang aku tinggal dengan mama dan om Rendi. Mau tidak mau om Rendilah yang menjadi waliku.

Hubungan kami masih terbilang canggung. Aku yang tiba-tiba masuk kedalam keluarga mereka. Tinggal dan menetap disini. Sebenarnya aku punya alasan, kenapa aku tinggal disini. Tanteku sedang memperebutkan harta peninggalan papa denganku.

Om Rendi menyarankan aku untuk tinggal disini. Sementara dia mengurus semuanya. Dia bilang harta peninggalan papa, adalah hakku. Tidak ada yang boleh menggusiknya, karena itu om Rendi menyiapkan pengacara terbaik di firma hukumnya untuk mempertahankan harta warisanku.

"Jadi, Om jawab apa pada Serafin?"

"Om belum jawab. Om serahkan keputusan ditangan kamu."

"Menurut Om dia laki-laki yang seperti apa. Seperti kata Om, aku butuh laki-laki yang bisa melindungi aku."

Om Rendi menatapku serius, dia menggeser gelas yang tepat di depannya ke sampingnya. Mama hanya diam sambil memandang kami bergantian.

"Om tidak ingin kamu menikah karena ini. Om akan berusaha mempertahankan apa yang menjadi hak kamu. Kamu tidak perlu mengorbankan kebahagiaan kamu untuk ini."

"Lunar tau, Om akan berusaha, tapi papa menulis surat wasiat yang akan menyulitkan kita semua. Sebelum Lunar menikah Tante Wendalah yang menjaga dan mengatur harta warisan papa. Walaupun kita menang di pengadilan mereka masih punya kartu as untuk mengambil dan menikmati harta papa," kataku serius. Om Rendi mengusap wajahnya frustasi.

Papa sepertinya kurang hati-hati pada tante Wenda. Dia bukan orang yang baik. Buktinya dia menuntut ke pengadilan atas pembagian harta warisan papa. Padahal sudah jelas kalau dia tidak punya hak untuk itu.

"Tante Wenda sangat licik dan kejam. Aku harus berlindung disini agar terhindar dari rencana liciknya"

"Apa tidak sebaiknya berikan saja sebagian harta peninggalan Haris untuk mereka," kata mama.

"Memberikan harta warisan bukan hal yang benar. Hal itu bisa membuat mereka menjadi lebih serakah dan membuat mereka punya kemampuan untuk menyakiti Lunar," kata om Rendi menolak usul mama.

"Jadi menurut om, bagaimana Serafin?"

"Seperti yang kamu lihat dia punya semua hal yang kita butuhkan. Cerdas dan punya dukungan keluarga. Hanya saja Om tidak yakin dengan karakter aslinya."

Pekerjaan Om Rendi yang sebagai pengacara membuatnya lebih waspada. Dia melihat orang dari berbagai sisi. Tidak hanya dari yang ditunjukkan oleh orang itu saja.

"Om tidak bisa menebak karakter aslinya. Walaupun dengan pengalaman yang sudah Om dapatkan selama ini."

Aku juga kesulitan menebak karakter Serafin. Dia begitu lihai memainkan peran. Aku juga tidak tahu apakah pernyataan cinta yang diungkapkannya adalah kesungguhan atau ada udang dibalik batu.

Disaat seperti ini kami memang harus lebih berhati-hati. Apalagi Tante Wenda menjadi lebih agresif akhir-akhir ini. Aku sampai tidak bisa keluar dengan bebas lagi.

"Om akan memikirkan langkah kedepannya. Kamu jangan terlalu khawatir dan mengambil keputusan secara buru-buru. Apalagi kamu dan Serafin juga baru saling mengenal," kata om Rendi.

Setelah selesai makan malam aku kembali ke kamarku. Makan malam dengan keluarga hal yang baru untukku. Dulu almarhum papa lebih sering meninggalkan aku untuk pekerjaan. Sementara om Rendi selalu mewajibkan untuk makan malam bersama kalau dia tidak berada di luar kota.

Keluarga ini jauh lebih hangat. Hanya saja kurang kehadiran seorang anak. Aku tau dari binar mata om Rendi saat melihatku di meja makan. Dia selalu bahagia dan tersenyum hanya saja masih canggung.

Nanti sebagai hadiah aku akan memanggilnya papa. Panggilan itu cocok untuknya yang memiliki perilaku hangat dan peduli keluarga. Hanya saja tuhan tidak menakdirkannya untuk memiliki seorang anak.

Dari jendela kamarku muncul pesawat kertas yang secara perlahan mendekat dan mendarat di ranjangku. Aku melihat ke arah datangnya pesawat kertas. Rumah sebelah, tepatnya kamar Serafin. Lampu kamarnya masih menyala dan dia duduk di balkon dengan memegang gitar.

Seperti dia hanya berniat memegang saja, tanpa berniat memainkan. Aku berdiri didepan pintu yang menguntungkan ke balkon dan tersenyum mengejek padanya. Dia menaikan sebelah alisnya dan melirik ke arah dadaku lalu menyeringai.

Aku lalu kembali dan menutup pintu balkon. Saat kulihat pesawat kertas yang dilemparkan Serafin padaku. Ternyata didalamnya ada tulisan.

Aku membuka lipatan pesawat kertas yang dibuatnya dengan hati-hati. Lalu membaca tulisan indah disana.

Aku benar-benar jatuh cinta padamu. Aku ini sebenarnya laki-laki baik, pengertian dan bisa menerima kamu apa adanya. Minusnya hanya sang*an doang. Jadi terimalah lamaranku 😊

Inilah tetangga yang selalu dibanggakan oleh mama. Haruskah aku memperlihatkan ini pada mama. Agar dia berhenti membanggakan laki-laki itu?

Walau bagaimanapun dia mencurigakan kan?

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Antara Pekerjaan Rahasiaku Dan Cintanya
Antara Pekerjaan Rahasiaku Dan Cintanya
Dalam Antara Pekerjaan Rahasiaku Dan Cintanya, Meri menjalani hidup sebagai pembunuh bayaran demi uang. Di tengah bahaya, ia harus memilih antara cintanya pada Mike atau Dokter baru. Baca romance novel penuh aksi ini di platform web novel terbaik untuk mengikuti dilema hidupnya.
Cewek lugu perlahan jadi liar
Cewek lugu perlahan jadi liar
Dalam web novel Cewek lugu perlahan jadi liar, Laura terjebak dalam obsesi Ardhy yang memaksanya melayani fantasi seksual menyimpang dengan orang lain. Ikuti kisah romance modern berbalut fantasy ini saat Laura harus memilih antara kesetiaan atau harga dirinya dalam menghadapi pengkhianatan.
Fragile Heart (Hati yang Rapuh)
Fragile Heart (Hati yang Rapuh)
Dalam Fragile Heart (Hati yang Rapuh), Jasmine harus menghadapi masa lalunya saat Xavier kembali sebagai calon kakak iparnya. Ikuti perjuangan Jasmine dalam romance novel ini untuk memilih antara loyalitas keluarga atau perasaan lamanya dalam kisah modern novel yang penuh konflik.
Istriku Bukan Selingkuhanku
Istriku Bukan Selingkuhanku
Dalam Istriku Bukan Selingkuhanku, Bram harus menutupi pernikahan sepuluh tahunnya dari sang ibu. Sebagai atasan di perusahaan, sang billionaire ini memalsukan perjalanan dinas demi menjaga rahasia rumah tangganya. Simak romance novel dewasa ini dalam koleksi read novels online kami.
Maria
Maria
Dalam novel modern Maria, sang protagonis harus berjuang menghadapi pengkhianatan dan kehamilan tanpa suami yang merenggut nyawa orang tuanya. Baca novel online ini untuk mengikuti misi Maria menata kembali hidupnya yang hancur dalam kisah romance novel yang penuh tantangan hidup.
Melodi Rindu di Senyap Malam
Melodi Rindu di Senyap Malam
Dalam Melodi Rindu di Senyap Malam, seorang individu menempuh perjalanan spiritual demi menemukan makna pengampunan dan cinta sejati. Romance novel ini menyajikan pencarian jati diri di tengah kesunyian. Baca online novel modern ini untuk merenungi setiap momen hidup yang penuh makna.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Antara Dusta dan Hasrat
Antara Dusta dan Hasrat
Mantan pengacara top yang jatuh dari jayanya × Pewaris buangan keluarga kaya yang berani berbuat apa pun. Yang satu butuh uang demi menyelamatkan nyawa, yang satunya lagi haus kekuasaan mencari jalan untuk naik posisi. Dino Naro setuju membayar Sisil Marta dengan jumlah besar, dengan satu syarat: Sisil harus ikut terseret ke dalam pusaran konflik keluarga, jadi mata-mata bisnis sekaligus kekasih bayangan. Sebuah kesepakatan dengan empat misi: menyusup, meracuni, menggoda, mengakhiri cinta dengan adik ketiga, Danu Naro. Dua orang yang seharusnya nggak saling jatuh cinta, bertemu di waktu yang salah, dengan orang yang salah . Saat semua pilihan adalah kesalahan, cinta dan benci terjalin erat. Apakah semuanya bisa memadamkan api dendam dan kejahatan?
Cintaku Bukan Hasil Sistem
Cintaku Bukan Hasil Sistem
Setelah sistem memaksanya membuat Jonny jatuh cinta padanya, Olivia bertahan dalam pernikahan tiga tahun di mana suaminya tetap memilih wanita lain. Patah hati, dia bercerai dan kembali ke keluarga kaya raya, lalu mempermalukan mantan suami serta selingkuhannya di hadapan publik. Akhirnya, dia menemukan cinta sejati dari seorang kakak yang diam-diam mencintainya sejak kecil.
Takdir Menyatukan Kita Lagi
Takdir Menyatukan Kita Lagi
Di usia 16 tahun, ibu angkat Bailey menjual sel telurnya di pasar gelap hingga dia mandul. Beberapa tahun kemudian, saat bekerja sebagai petugas kebersihan sekolah, dia menyelamatkan seorang gadis kecil dan bertemu ayahnya, triliuner rahasia. Pernikahan kilat mereka pun diuji dengan rahasia, pengkhianatan, dan dendam sang mantan istri.
Terobsesi Dengan Istri Bisunya
Terobsesi Dengan Istri Bisunya
Eva yang menjadi anak asuh di Keluarga Calvert, selalu mencintai Declan Calvert, anak laki-laki yang tumbuh sebagai pelindungnya. Dia yang tidak bisa berbicara sejak lahir, berjuang untuk mengungkapkan perasaannya dalam pernikahan yang dibangun atas dasar tugas. Declan menikahinya hanya untuk menghormati keinginan terakhir kakeknya. Eva yang terjebak dalam hubungan yang beracun, menanggung kekejaman Declan dan rencana kejam selingkuhannya, Selene, untuk mengusirnya. Terlepas dari semua itu, Eva berpegang teguh pada harapan bahwa Declan dapat menemukan kembali cinta yang pernah ada di antara mereka saat kecil. Eva yang terikat oleh kesunyian, harus memutuskan: memperjuangkan hati Declan atau membebaskan diri sebelum terlambat.
Suami Obsesifku
Suami Obsesifku
Karena Maggie Gunawan sering mengalami KDRT dari Sandy suaminya, dia pun memalsukan kematian dan kabur. Akhirnya saat bertemu dokter bedah plastik Willy, Maggie memohon pada Willy untuk mengubah wajahnya, Willy pun setuju, dan meminta Maggie menyamar sebagai mendiang istrinya, tetapi Sandy menemukan petunjuk, dan ketiganya pun memulai aksi pengejaran yang mendebarkan
Strategi Sang Pengganti
Strategi Sang Pengganti
Cristian jatuh cinta pada Emma, seorang mahasiswa penerima beasiswa, karena senyumnya mengingatkannya pada Sloane, cinta yang hilang dalam hidupnya. Namun, Emma yakin bahwa Cristian sangat mencintainya. Dia bahkan merencanakan untuk memiliki anak bersama Toby, teman masa kecilnya, dan meminta Cristian memindahkan semua saham perusahaannya kepada dirinya. Emma semakin berani dengan menyingkirkan hewan peliharaan pemberian Sloane. Cristian mentolerir semua perilakunya karena Emma adalah simbol Sloane baginya. Sayangnya, Emma buta akan konsekuensi perbuatannya dan terus mendorong Cristian hingga ke batas kesabarannya. Ketika Emma melakukan operasi plastik yang menghilangkan lesung pipi yang paling mirip dengan Sloane, kemarahan Cristian akhirnya meledak.