Logo
SCHOOL DIARY
SCHOOL DIARY

SCHOOL DIARY

60 Bab
Tamat
Dalam SCHOOL DIARY, Kana yang dijuluki Miss Bad Luck karena selalu sial dalam percintaan mencoba menyerah pada asmara. Namun, kedatangan seorang cowok dengan martabak keju mengubah segalanya. Baca romance novel modern ini untuk mengikuti kisah young adult fiction romance books yang unik.
Bab 1 dari SCHOOL DIARY

Jakarta, 19 Desember 2018.

Pagi ini Kana sudah bersiap untuk pergi ke sekolah. Wajahnya terasa berseri-seri karena hari ini ia akan dijemput oleh seseorang yang disukainya. Ia mengoleskan bedak bayi yang rutin digunakan sebelum pergi ke sekolah. Ia punya firasat baik dengan hari ini. Ia mengepalkan kedua tangannya, lalu memejamkan kedua matanya dengan senyum yang tak sedikit pun luntur dari bibirnya.

"Hari Rabu yang baik. Semoga hari ini semuanya akan berjalan dengan lancar. Termasuk pernyataan cintaku," gumam Kana sambil terkikik pelan.

Kana menghentikan kegiatannya saat mendengar suara ketukan di pintu kamarnya. Ia segera menyambar tasnya yang ada di atas ranjang empuknya. Ia mendapati ibunya yang sedang mengamati ponsel. Ia mencebikan bibirnya sebal. Ibunya selalu saja sibuk bermain ponsel. Ia dengan cepat menyambar tangan kanan bebas ibunya, lalu menciumnya.

"Kana berangkat sekarang, Bu," ujar Kana.

Ibunya itu menoleh sekilas, lalu kembali melanjutkan tatapannya ke benda persegi yang ada di tangannya. Kana yang melihat itu pun menjadi sangat jengkel. Sejak ibunya mengenal seorang pria lewat sosial media, ia menjadi terlantar. Bahkan ia yang biasanya makan 3 kali sehari, kini harus makan 2 kali sehari.

Kana membuka pintu rumahnya dengan malas. Wajah cerianya sudah digantikan oleh wajah muram. Ia juga sama sekali tak melihat sosok pujaan hatinya di depan gerbang. Ia melirik arlojinya yang sudah menunjukan pukul 06.20 WIB. Ia mengambil ponselnya, lalu menghubungi pujaan hatinya tersebut. Namun setelah beberapa kali menelepon, ia sama sekali tak menerima jawaban apapun. Semua panggilannya dialihkan.

Kana menghela nafasnya dengan lemah. Ia memutuskan untuk pergi ke sekolah dengan naik angkutan umum. Ia meyakinkan dirinya bahwa pujaan hatinya itu mungkin belum bangun dari mimpi indahnya. Pasti pujaan hatinya itu sedang memimpikannya sampai telat bangun. Tanpa sadar ia tersenyum bahagia saat membayangkannya. Ia berjalan menuju pangkalan angkutan umum dengan wajah yang kembali berseri.

~~~

"Haaahhhh ...." Kana menghela nafasnya panjang.

Senyum di wajahnya kini kembali digantikan oleh wajah murung. Tak ada lagi senyum seperti beberapa menit yang lalu. Saat ini Kana menekuk bibirnya tanpa ragu. Ia merasa sangat kesal.

Andai saja ia tidak menunggu cowok itu datang, mungkin ia tidak akan terjebak macet seperti ini. Kana melirik arloji sekilas, waktu terasa sangat membencinya. Ia melihat waktu sudah menunjukan pukul 06.45 WIB. Ia memejamkan kedua matanya dengan panik. Jika harus menunggu sampai macet itu kembali lancar, mungkin ia akan tiba di sekolah pukul 9 siang.

"Pak," panggil Kana pada sopir yang duduk di depannya.

Sopir itu menoleh ke arah Kana. "Kenapa, Neng?"

Kana memasukan tangan ke saku seragamnya, lalu ia memberikan selembar uang 2.000 rupiah kepada sopir tersebut. Tanpa berlama-lama, ia segera keluar dari angkutan umum tersebut tanpa menghiraukan sang sopir yang memanggilnya.

"Neng, uangnya kurang!" teriak sopir tersebut.

Kana sama sekali tak peduli. Ia terus berlari menyebrangi jalan yang sedang macet. Jika ia bisa terus berlari tanpa henti, ia akan tiba di sekolah pukul 06.55 WIB. Tapi kalau dia berhenti sebentar, mungkin ia akan tiba pukul 07.01 WIB. Ia sudah terlalu sering memperhitungkan perjalanannya.

Walau dengan nafas terengah-engah, Kana tetap melanjutkan pelariannya menuju gerbang yang sudah ada di depan matanya. Ia tersenyum lebar saat melihat gerbang itu masih terbuka lebar. Ia berhasil masuk ke lingkungan sekolah tepat pukul 07.00 WIB, sungguh sebuah keberuntungan. Ia bergegas menuju kelasnya yang berada di lantai 2.

Kana merasakan tubuhnya sudah sangat berkeringat. Ia tidak mungkin menyatakan perasaannya dengan bau badan yang menyengat. Akhirnya ia pun mengurungkan niatnya. Ia akan menyatakan perasaannya esok hari. Ia melangkah dengan tegas saat memasuki kelas XI IPS 1.

Kana memang bukan termasuk murid yang pintar. Ia juga tidak begitu populer. Hanya saja namanya selalu menjadi pusat perhatian seantero sekolah. Mereka bahkan mempunyai julukan untuknya.

Miss bad luck.

Hidupnya tak pernah lepas dari 7 huruf tersebut. Jika ia tidak sial sehari saja, seperti dunia ini akan berakhir. Kana tak mungkin tidak mendapat kesialannya dalam satu hari, satu jam, satu menit, bahkan satu detik.

"KANAAAA!!!"

Kana menepuk dahinya saat melihat Bu Endang yang berlari ke arahnya dengan penggaris kayu besar. Ia meringis lalu bergegas masuk dan duduk di kursinya.

"Telat lagi?" tanya perempuan berwajah imut yang duduk di sampingnya.

Kana menganggukan kepalanya. "Nunggu Kak Edo, ternyata ga datang."

"Mirna, minta tissu dong," ujar Kana pada temannya tersebut.

Mirna yang merupakan teman sebangkunya itu membuka tas. Lalu ia memberikan se-pack tissu yang selalu ia bawa kemana pun. Kana tahu kalau sahabatnya itu pasti membawa tissu di dalam tas. Ia menyambar tissu tersebut dan mulai menariknya keluar.

"Jadi gimana hari ini?" tanya Mirna.

Kana mengerjapkan matanya dua kali. Ia menatap Mirna dengan bingung. "Apanya yang gimana?"

Mirna mendesis pelan. "Bukan nya lo mau nembak Kak Edo?"

Kana terdiam sejenak. Ia nampak masih mempertimbangkannya. "Entahlah ... belum yakin."

Mirna memegang kepala Kana dengan kedua tangan, lalu membuat kepalanya menoleh pada seorang cewek cantik yang duduk dua bangku di depannya. Ia menatap sahabatnya dengan bingung.

Cewek cantik itu bernama Yuni, seingatnya ia sama sekali tak ada yang urusan dengan cewek itu. Selain karena mereka tidak akrab, ia juga tak ingin berurusan dengannya.

"Yuni kenapa?" tanya Kana.

"Mulai sekarang Yuni jadi saingan lo!" ujar Mirna dengan ketus.

Kana membulatkan kedua matanya. "Apa?!"

Mirna menatap kedua mata Kana lekat-lekat. "Tadi pagi Yuni di antar Kak Edo ke sekolah, bahkan sampai ke kelas!"

~~~

Kana duduk di sebuah kursi dekat perpustakaan. Setelah menyemprotkan pengharum ruangan ke seragam, ia sedikit merasa percaya diri untuk menyatakan cintanya. Ia menolehkan ke kanan dan kiri seolah mencari seseorang. Lalu datang cowok yang membuatnya telat datang ke sekolah pagi ini.

Kana tersenyum tipis menatap Edo. Begitu juga dengan cowok tersebut, tanpa merasa bersalah memberikan senyum yang begitu manis padanya. Hal itu membuatnya menjadi ragu untuk marah ataupun merasa kecewa.

"Ada apa, Na?" Tanya Edo.

Kana melepaskan sebelah tali ranselnya, lalu ia mengambil sesuatu dari dalam ransel ungunya. Ia tak langsung memberikan benda itu pada Edo, ia memilih untuk menyembunyikannya di balik punggungnya. Cowok itu menaikan sebelah alisnya tanpa menghapus senyum di bibirnya.

"Maaf Kana, gue gak bisa terlalu lama. Gue ada latihan basket sama teman," ujar Edo.

Kana yang mendengar itu pun langsung bangkit dari kursinya. Ia segera mengeluarkan sesuatu yang ia sembunyikan di balik punggungnya. Ternyata ia menyembunyikan sebuah amplop mungil berwarna merah muda dengan gambar hati di setiap sudutnya. Ia meraih tangan kanan Edo, lalu meletakannya di telapak tangan cowok itu.

"Baca ini kalau kakak sudah sampai di rumah," ujar Kana sambil tersenyum lebar.

Kana pun segera berbalik dan hendak pergi dari sana. Namun lengannya ditahan oleh Edo. Ia pun mau tak mau memutar tubuhnya kembali. Ia menatap cowok yang mengulurkan tangannya. Cowok itu tak lagi tersenyum, ia tak bisa menebak ekspresi apa itu.

"Maaf Kana ...," ujar Edo.

Kana menggigit bibir bawahnya. "Kenapa, Kak?"

Edo meletakan kembali amplop merah muda itu ke telapak tangan Kana. Hal itu membuat kedua matanya mulai terasa perih. Ia berusaha sekuat mungkin untuk tidak menangis di hadapan cowok yang disukainya.

Edo menatap kedua mata Kana. "Gue sudah pacaran sama Yuni."

Jleb!!

Kana merasa seperti ada sebuah katana yang menancap di dadanya. Terasa sangat sakit sampai ia tak bisa bernafas. Ia memejamkan matanya, membiarkan air mata yang terbendung itu meluncur. Ia meremas amplop merah muda itu, lalu melemparnya ke sembarang arah.

Ia segera pergi meninggalkan Edo yang masih terus menatapnya, bahkan sampai punggungnya menghilang di persimpangan koridor. Setelah pergi cukup jauh, Kana menghentikan langkahnya. Ia berjongkok di tempat sepi agar tangisannya tak didengar oleh siapapun.

"Gue ... gue memang miss bad luck," ujar Kana disela tangisannya.

Bersambung...

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Aku Tidak Butuh Belas Kasihanmu!
Aku Tidak Butuh Belas Kasihanmu!
Dalam romance novel modern Aku Tidak Butuh Belas Kasihanmu!, Kania berjuang menyelamatkan putranya di ICU setelah diceraikan Bagas karena anak mereka sakit. Meski dihalangi mantan mertua, Kania tetap tegar menghadapi konflik keluarga demi kesembuhan Arka dalam web novel penuh intrik ini.
Cahaya Diujung Gerbang
Cahaya Diujung Gerbang
Dalam Cahaya Diujung Gerbang, Nayra berjuang dari status anak buangan hingga menjadi sosok tangguh. Modern novel ini mengisahkan pengusiran keji dan kerasnya hidup di jalanan. Baca web novel inspiratif ini tentang perjuangan meraih sukses di tengah fitnah dalam genre young adult fiction romance books.
Dikejar Oleh Sang Miliarder
Dikejar Oleh Sang Miliarder
Terlahir kembali, Kayla Herdian bertekad membalas dendam pada pengkhianat di novel Dikejar Oleh Sang Miliarder. Sambil membangun bisnis keluarga, ia terjebak rayuan pria dingin yang tak terjangkau. Baca billionaire romance novels ini untuk mengikuti kisah suksesnya di web novel modern.
Don Juan
Don Juan
Dalam novel Don Juan, pengusaha sukses asal Italia ini menganggap wanita hanya sekadar persinggahan sementara. Namun, tantangan besar muncul saat ia bertemu gadis yang menjungkirbalikkan dunianya. Baca billionaire romance novels ini untuk mengikuti kisah modern novel yang penuh gairah.
Istri rahasia Dosen dingin
Istri rahasia Dosen dingin
Dalam romance novel Istri rahasia Dosen dingin, Kayra terjebak ancaman Alvin untuk menikah kontrak demi menutupi identitasnya. Di balik genre modern ini, Kayra harus bertahan dari balas dendam sang dosen atau membalikkan keadaan. Baca kisah lengkapnya di web novel populer ini.
Membalas Pengkhianatan Suami & Sahabatku
Membalas Pengkhianatan Suami & Sahabatku
Dalam novel modern Membalas Pengkhianatan Suami & Sahabatku, hidup tokoh utama hancur saat memergoki Reza berselingkuh dengan Joyce. Setelah diceraikan dan hartanya dikuasai, ia memulai misi balas dendam. Baca kisah pengkhianatan ini di web novel romance stories terbaik.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Audrey Dalam Puncak Kecantikan
Audrey Dalam Puncak Kecantikan
Lulusan MBA Universitas Hanura, Audrey, sedang dalam perjuangan mendobrak batasan sebagai presiden direktur wanita non-kulit putih pertama di Grup Berjaya, sebuah perusahaan konglomerasi raksasa. Dia telah mempersiapkan diri bertahun-tahun, bahkan menggunakan nama samaran sebagai petugas kebersihan untuk mempelajari cara kerja internal perusahaan. Sekarang, pada malam perjamuan perkenalan dirinya, Audrey mengetahui bahwa tunangannya mengira dia adalah imigran gelap, lalu berencana menipu dan mendeportasi dirinya. Para eksekutif senior merencanakan kudeta untuk menempatkan sepupunya yang berkulit putih sebagai pimpinan. Sedangkan musuh bebuyutannya sejak kecil, Ranko, mungkin sama sekali bukan musuhnya...
Jenderal Ayah Mantanku, Cinta Baruku
Jenderal Ayah Mantanku, Cinta Baruku
Seorang gadis Amerika polos pergi ke Rusia demi mencari suaminya dan bertemu dengan berandal kejam. Terjebak dan terancam, dia diselamatkan seorang jenderal Rusia. Rasa takut berubah jadi sayang, hingga dia tahu jenderal itu ayah dari mantan suaminya yang culas. Mampukah cinta terlarang ini bertahan?
Ayah Berjari Empat Membantu Saya Balas Dendam
Ayah Berjari Empat Membantu Saya Balas Dendam
Lima belas tahun yang lalu, Budi Halim kehilangan jarinya saat melindungi putrinya. Dia terlilit utang dan menyebabkan dia berpisah dengan putrinya. Setelah dewasa, putrinya bekerja sebagai pengantar air galon. Mantan suaminya berselingkuh dengan cewek kaya lain dan membuat ayah angkat meninggal. Saat dia berjuang, ayah kandungnya menjadi pria kaya dan berhasil menemukannya. Namun, ada cewek lain yang mengaku sebagai putrinya. Apakah Budi Halim akan menemukan putri kandunganya? Bagaimana kisah cinta putrinya kelak?
Gadis Desa Menemukan Takdirnya
Gadis Desa Menemukan Takdirnya
Di hari pertamanya di AS, seorang gadis dari kota kecil bernama Natalia bertemu dengan pebisnis kaya, lalu tanpa sengaja tidur dengan laki-laki itu. Di saat hubungan mereka mulai dekat, dia menyadari bahwa teman baiknya yang bernama Juana mencuri identitasnya untuk mendekati laki-laki kaya itu.
[Dijuluki] Nyonya Reni Kabur dengan Bayinya
[Dijuluki] Nyonya Reni Kabur dengan Bayinya
Kau memanggil dirimu sendiri Kak seolah-olah itu hal yang besar? Apa hakmu untuk menyentuhnya? Saya beri tahu kamu, jika ada hal di luar dugaan terjadi pada dirinya, kita belum selesai berbicara!
Perjuangan Seorang Ibu yang Difitnah
Perjuangan Seorang Ibu yang Difitnah
Enam tahun setelah putrinya dicuri, Kelly Meadows, seorang ibu tunggal, menemukan putrinya tinggal di rumah mewah Jennifer Shaw, influencer sekaligus istri wali kota. Ketika Kelly mencoba menemui putrinya, Jennifer menguncinya, menyiarkan "bukti palsu" secara langsung, dan memfitnah Kelly sebagai penyusup berbahaya. Kini, Kelly harus berjuang keras untuk melindungi putranya, menyelamatkan putrinya yang dicuri, dan meloloskan diri dari Jennifer, wanita yang tega menghancurkan siapa pun yang mengancam kehidupan sempurnanya.