Logo
Scandal with CEO
Scandal with CEO

Scandal with CEO

72 Bab
Tamat
Dalam Scandal with CEO, Ashley terjebak perjanjian rumit dengan Nicholas Smith. Demi menaklukkan Ashley, sang bos memanfaatkan kelemahannya sebagai syarat kesepakatan. Ikuti kisah billionaire romance novels ini di webnovel modern yang penuh intrik dan pilihan sulit dalam sebuah romance novel.
Bab 1 dari Scandal with CEO

"Masih saja kamu disini, Ashley. Kamu tidak jadi masukkan lamaran ke perusahaan yang kamu bilang kemarin. Perusahaan apa katamu waktu itu, Ashley? Perusahaan Copration group atau apa yah? Aku lupa lagi. Yang jelas itu lah. Apa kamu tidak jadi melamar kerja disitu, Ashley?" Aleana sahabat Ashley tiba-tiba menghampiri sahabatnya yang tengah murung, dengan raut wajahnya yang tengah cemberut.

Sudah beberapa kali Ashley menjatuhkan lamarannya di segala perusahaan, tetap saja Jawabannya yang sama yang di dapat oleh Ashley. "Aku masih trauma untuk di tolak lagi kesekian kalinya," pungkas Ashley begitu saja.

Sementara Aleena memilih beranjak ke sebelah sahabatnya yang tengah murung itu. "Kamu harus semangat dong, yakinkan dirimu kalau kali ini kamu tidak akan ditolak!"

"Apaan, kemarin kamu juga bilangnya gitu. Ayo semangat aku yakin kamu tidak akan ditolak kali ini, Ashley! Tapi nyatanya apaan, lagi-lagi ditolak kan? Kamu tidak ingat tuh ekspresi wajahku saat di tolak. Ya ampun. Kalau aku ingat kesitu. Jadi aku mau nangis lagi tau, tidak? Dari sepuluh perusahaan yang aku datangi tidak satupun yang mau menerimaku menjadi karyawannya. Aku sudah bilang, aku memiliki keahlian mengoperasikan komputer atau apapun itu. Tapi tetap saja ijazah sarjana yang mereka minta. Apa bedanya coba yang punya gelar tinggi dengan orang seperti aku. Iya, aku cuman mengandalkan ijazah SMU doang sih. Bukan berarti kan aku tidak dapat bersaing dengan mereka yang memiliki gelar sarjana, doktor, profesor atau gelar apa lah itu. Yang terpentingkan kemampuan. Sayangnya mereka tidak memberikan aku kesempatan bergabung dengan mereka." Ashley tiba-tiba sedih jika mengingat semua itu.

Usianya yang masih dua puluh tahun, masih minim dengan pengalaman, tapi bukan berarti wanita yang berparas cantik itu tidak memiliki keahlian. Andai saja keluarga Ashley berasal dari orang kaya. Mungkin di fakultas Ashley bisa menjadi mahasiswa dengan peringkat atas. Sayangnya keinginan itu tidak tercapai. Dan Ashley dituntut untuk bekerja mencukupi kebutuhannya dan kebutuhan keluarganya.

"Sudahlah Ashley, kamu tidak boleh hilang semangat gini dong. Kali ini kamu harus percaya padaku. Kalau kamu pasti akan diterima, aku dapat informasi ini langsung dari orang dalam perusahaan itu. Makanya pas kamu bilang kalau ingin melamar pekerjaan di perusahaan itu. Aku langsung dukung, karena jauh-jauh hari aku sudah mendengar informasi itu sih. Hanya saja aku lupa ngasih tau. Ah ha sekarang perusahaan itu sedang ramai pemberitaan loh. Para wartawan sibuk membuat artikel tentang perusahaan itu. Dan dengar-dengar CEO nya juga. Uh, tampan. Kamu gak bakal nyesel deh. Ayo gih buruan bangkit aku antar. Tapi biasa. Aku antar nya sampai depan perusahaannya saja yah. Karena aku juga mau lanjut kerja nih. Sudah jam berapa ino. Ntar lagi aku telat. Ayo bergegas bangkit."

Aleana terlebih dahulu beranjak sebelum sahabatnya itu. "Apa iya aku coba saja yah? Urusan diterima atau nggaknya yah nanti dipikirin," batin Ashley yang pada akhirnya memupuk semangat itu kembali.

Ashley bergegas menuju arah kamarnya, mengenakan pakaian ala kantoran dengan rok yang sedikit seksi, di padukan oleh kemeja berwarna putih panjang. "Perfek, aku cantik. Bodoh kalau masih ada perusahaan yang menolakku." Ashley berbincang dengan cermin yang ada di hadapannya itu.

"Apa kamu sudah selesai, Ashley? Cepat dong! Ntar aku terlambat kerja nih!" ucap Aleena dari luar pintu kamar itu.

"Iya yah tunggu, aku tinggal pakai sepatu." Ashley menggunakan sepatu high heels untuk penyempurna penampilannya kali ini, tidak lupa tiga atau empat kali semprotan sebagai penambah kesempurnaan penampilannya.

"Wah, cantik. Aku yakin nih. Kali ini sahabatku ini pasti akan diterima." Aleena kembali memupuk semangat sahabatnya itu.

"Kalau kali ini aku gak diterima, ya sudah deh. Aku melamar di tempat kamu bekerja saja. Jadi tukang cuci piring boleh juga lah, daripada gue nganggur gitu kan."

"Gitu dong, baru sahabatku. Memiliki semangat tinggi."

"Hmmm, terima kasih."

Ashley dan Aleena bergegas menuju ke arah perusahaan Copration group, berhubung hari yang masih pagi dan jam yang menunjukkan pukul tujuh lewat lima menit. "Apa kamu yakin ini tempatnya, Aleena?" tanya Ashley yang berdiri sedikit jauh dari perusahaan itu.

"Hmmm, aku sangat yakin. Ayo semangat. Yakin pasti di terima, aku pergi dulu."

"Tapi Aleena, ah. Main kabur aja sih." Ashley menggerutu saat melihat sahabatnya itu meninggalkannya, dengan perasaan yang sedikit bingung dan canggung. Ashley berjalan melihat para karyawan perusahaan yang lalu lalang. Ada yang baru datang dan ada yang masih sengaja keluar, Ashley memperhatikan mereka semua.

Saat kaki Ashley melangkah tanpa menoleh, karena matanya yang masih menerawang melihat sekitar lokasi perusahaan. Dan saat bersamaan seorang pria baru saja keluar dari dalam mobilnya, disaat itu kaki Ashley tersandung oleh sesuatu. Yang mengakibatkan Ashley terjatuh pada tubuh seorang pria yang berpapasan sedang menoleh ke arah yang berhadapan dengan Ashley. Mengakibatkan pria itu menangkap badan Ashley dan terlentang secara bersamaan di atas lantai depan perusahaan.

"Eh eh."

Brughh

Dua mata itu saling beradu bertatapan begitu dekat, bahkan bisa dibilang tidak ada jarak diantara dua mata itu. Bukan itu saja, bibir Ashley dan pria itu sempat bertemu dalam waktu beberapa menit. Yang membuat satu wartawan yang sedang meliput perusahaan itu menangkap gambar keduanya.

Melihat rekan wartawan yang mengebadikan momen itu, membuat para wartawan lainnya berlarian mengambil foto keduanya. Hingga Ashley dan pria itu menjadi sorotan wartawan, sebagai berita hangat yang akan dibicarakan.

Ashley tersadar, jika cahaya lampu kamera para wartawan itu tengah mengambil gambar keduanya. Sehingga Ashley bergegas ingin bangkit dari tubuh pria itu. Naasnya, kancing baju Ashley malah nyangkut di kemeja baju pria itu. Sehingga pas Ashley hendak berdiri pria itu meronta kesakitan, dan memegang bagian alat vitalnya.

Iya, Ashley baru saja menekan barang berharga pria itu dengan lututnya. Mengakibatkan bunyi suara kecil keluar dari mulut pria itu. "Argh arghkk ahhh," ucap pria itu memegang bagian intimnya.

Ashley melotot menoleh ke arah intim pria yang tengah kesakitan itu, dan sesaat kemudian Ashley menutupi perutnya yang terbuka sedikit akibat satu kancing baju Ashley yang sempat lepas saat Ashley memaksakan berdiri. "Bos, apa Bos baik-baik saja?" tanya seorang pria berjas, dengan postur berotot. Bisa dikatakan pria itu sebagai pengawal pribadi pria itu.

"Argh arghkk, sial. Bawa wanita itu ke dalam!" seru pria itu.

"Lah, eh. Aku gak mau! Aku gak mau!" Ashley merasa ketakutan, saat kedua pria berbadan kekar itu menarik paksa tangan Ashley untuk masuk ke dalam. Mengikuti pria itu dari belakang badanya. "Lepaskan aku! Lepas!"

••••

Ashley masih saja memberontak ingin melepaskan tangannya dari dua tangan pria itu, tapi kedua pria itu begitu kuat menahan tangan Ashley. Bagaimanapun Ashley memberontak dan ingin lepas dari cengkraman dua pria itu. Tetap saja Ashley tidak sanggup melakukannya. Dua pria itu begitu kuat, tidak sebanding dengan kekuatan Ashley yang tengah berusaha melepaskan tangannya dari dua tangan pria itu. "Lepaskan aku! Apa salahku sih!?" bentak Ashley yang menjadi pusat perhatian para karyawan perusahaan itu.

Sepanjang jalan menuju ruangan pria yang bernama Nicholas Smith itu, sepanjang itu semua mata menoleh ke arah Ashley yang sedang memberontak. "Kalian ini maunya apa sih? Lepaskan aku!" Ashley yang marah malah menggigit tangan pria yang memegang tangannya yang di sebelah kiri.

"Argh aaah!" pekik pria itu merasa kesakitan dan spontan melepas tangan Ashley, tinggal satu pria yang berada di sebelah kanan Ashley. Dan pria itu menatap kawannya kesakitan.

"Ini gak bisa dibiarkan ini," batin pria itu, memilih terlebih dahulu menggendong paksa Ashley masuk ke dalam ruangan Nick.

"Ini Bos!" ucap pria itu di hadapan Nicolas dan masih memegang tangan Ashley.

Nicholas lantas berdiri dari kursinya, berjalan menatap Ashley sebagai mangsa yang sedap. Tidak itu saja, Nikolas bahkan melihat dari ujung kaki Ashley hingga ujung kepala Ashley. Dimana Ashley tidak sanggup menatap tatapan pria yang berdiri di hadapannya kini.

"Kau! Cari tau tentang dia!" titah Nicholas pada para bawahannya.

"Aku bukan siapa-siapa, lepaskan aku! Kenapa kalian memperlakukanku seperti ini? Aku datang kesini hanya untuk mencari pekerjaan. Bukan untuk apa-apa! Bisa tidak melepaskanku!" bentak Ashley yang memberanikan diri melihat wajah pria tampan yang ada di hadapannya kini.

"Ah." Nicholas lantas tersenyum kecil di sudut bibirnya, memperlihatkan betapa tampannya pria yang ada di hadapan Ashley sekarang, namun sayangnya Ashley terlanjur marah melihat ke arah pria itu.

Mengingat kalau Nicholas sudah mempermalukannya di hadapan semua orang. "Kamu cantik juga," ucap Nicholas mengangkat dan menahan dagu Ashley cukup keras, dan membuat Ashley menahan kesakitan akibat cengkraman tangan Nicholas.

Ashley berusaha memberontak, dengan melepaskan cengkeraman tangan Nicholas di dagunya, tapi sayangnya kedua tangan Ashley di tahan oleh satu tangan Nicholas, dan Nicholas yang tersenyum melihat Ashley.

"Siapa namamu, sayang?" tanya Nicholas.

Ashley yang kesal mengangkat satu kakinya, mengarahkannya ke arah selangkangan Nicholas. "Argh arghkk akhhh ahhh, kau. Tahan dia!" Nicholas yang kesakitan menjatuhkan kedua lutut kakinya di atas lantai itu.

"Simpan dia untukku!" titah Nicholas, sebelum Nicholas meninggalkan ruangannya.

"Baik Bos," balas dua pria itu.

Ashley mulai ketakutan mendengar perintah itu, sehingga Ashley mengambil apapun yang ada di hadapannya. Melemparkannya secara brutal pada dua pria itu.

"Aku tidak akan membiarkan kalian menyentuhku lagi, awas. Pergi dari hadapanku. Tolongggggg! Tolong aku siapapun! Tolongggggg! Hiks." Ashley mulai menyerah, setelah menyadari tidak ada satupun diantara banyaknya karyawan itu yang bersedia menolongnya.

Ashley jadi meringkuk ketakutan, melihat tatapan sangar dua pria itu. "Aku mohon, jangan sakiti aku. Lepaskan aku. Hiks." Ashley yang tadi kuat dan selalu memberontak, kini wanita itu menjadi lemah.

Rasa takut itu kian menyelimuti hatinya, saat dua pria itu semakin dekat berjalan ke arahnya. "Apa salahku sih? Kenapa kalian memperlakukanku seperti itu? Aku mohon lepaskan aku? Aku janji tidak akan melaporkan hal ini ke polisi. Asal kalian mau berjanji untuk melepaskanku." Ashley berusaha melakukan negosiasi dengan dua pria itu, tapi sayangnya dua pria itu hanya patuh pada bosnya saja.

"Ayo kita bawa dia!" ucap satu pria kepada rekannya.

"Hmmm, apa kita bawa dia ke rumah bos saja, atau ke apartemen bos?" balas pria itu sedikit bingung.

"Kita bawa saja ke apartemen, Bos. Bukankah tempat itu lebih dekat. Nanti kalau di perintahkan lagi baru kita pindahkan," ucap yang satunya lagi.

"Apa-apaan ini, aku gak mau. Aku gak mau ikut kalian berdua. Aku gak mau! Lepaskan aku!! Lepaskan akuuuuu!" pekik Ashley yang tidak ada satupun yang peduli dengan suara itu.

Mereka lebih memikirkan nasib pekerjaan mereka kalau sempat ikut campur, daripada memikirkan nasib Ashley yang tidak henti-hentinya meminta pertolongan. "Kau, kalau masih ingin hidup. Lebih baik diam deh! Jangan buat aku semakin marah padamu. Apa kau paham!!" bentak pria itu.

Brughh

Ashley tidak mau begitu saja dibawa oleh pria itu, sehingga Ashley mengangkat satu kakinya ke atas, menginjak kaki pria itu dengan tajam sepatu high heels nya.

"Arghh ah ah ahhh, pegang dia!" ucap satu pria yang tengah kesakitan itu.

"Kau!"

Plakk

Sahabat pria yang kesakitan itu marah, dan menampar pipi Ashley cukup keras. "Hiks hiks." Ashley memegang pipinya beriring dengan tangisannya, bukan hanya rasa takut yang sedang dihadapinya kini. Melainkan kerasnya perlakuan mereka pada Ashley.

"Sudah kami katakan, jangan pernah melawan!" bentak pria itu.

"Apa yang harus aku lakukan? Aku gak mau mati sia-sia disini. Aku harus mencari cara untuk kabur, iya. Tapi bagaimana caranya? Mereka sangat kuat." Ashley bergumam di dalam hatinya.

"Ayo seret dia!" titah pria yang kesakitan tadi.

"Apa perlu tangannya kita ikat saja?" tanya sahabatnya.

"Apa obat bius kemarin kemarin masih ada?"

Mendengar kata obat bius, membuat Ashley ketakutan. Sehingga Ashley berusaha meloloskan diri bagaimanapun caranya.

Ashley menunggu waktu yang tepat, dimana Ashley menggunakan kepalanya untuk menyeruduk pria yang ada di hadapannya, masih sama dengan sasaran Ashley. Bagian intim pria itu. Merasa waktunya sudah pas, membuat Ashley melancarkan rencananya.

Mengatur langkah kaki menyeruduk lalu berlari ke arah pintu, tali.

Brughh

Badan Ashley kembali menabrak badan Nicholas, yang baru masuk ke dalam ruangan itu. "Kau!" ucap Nicholas marah pada Ashley, yang masih saja berusaha kabur dari Nicholas.

"Argh sakit."

Beda halnya dengan Nicholas yang marah pada Ashley, lantas Ashley mengelus-elus kecil kepalanya merasa sakit akibat jedotan kepala Ashley, yang sempat mengenai pintu lalu terbanting sedikit ke arah Nicholas.

"Bukankah aku sudah menyuruh kalian menyimpan wanita ini untukku ha? Kenapa kalian belum lakukan juga!?" bentak Nicholas yang memarahi kedua anak buahnya.

"Maaf Bos, wanita jalang itu sangat liar!" balas salah satu pria itu.

"Aku bukan wanita jalang, kalian sudah salah paham. Aku bukan wanita jalang. Tolong lepaskan aku. Hiks." Ashley yang tidak tahu berbuat apa-apa lagi, memilih untuk menangis dan memohon di kaki Nicholas.

"Tolong lepaskan aku, Tuan. Aku bukan wanita jalang. Aku hanya datang ingin melamar bekerja, dan aku tidak tahu kesalahan apa yang sudah saya lakukan. Hingga Tuan dan anak buah Tuan begitu marah denganku. Aku mohon Tuan, izinkan aku keluar dari tempat ini. Aku tidak akan memberanikan diriku lagi melangkah ke perusahaan Tuan ini. Tolong Tuan!" Ashley merendahkan harga dirinya berlutut di kaki Nicholas.

"Kalau aku gak mau, bagaimana?"

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

CEO YANG MENKUJGKIRBALIKKAN DUNIAKU
CEO YANG MENKUJGKIRBALIKKAN DUNIAKU
Dalam CEO YANG MENKUJGKIRBALIKKAN DUNIAKU, Delia harus menghadapi Arkan, mantan kekasih yang kini menjadi bosnya. Baca billionaire romance novels ini untuk melihat perjuangan Delia bertahan di kantor atau membalas pengkhianatan masa lalu. Temukan kisah serunya di platform web novel kami.
Harga Simpanan Sembilan Belas Tahunnya
Harga Simpanan Sembilan Belas Tahunnya
Dalam Harga Simpanan Sembilan Belas Tahunnya, kesetiaan istri hancur saat Christoper Wijaya lebih memilih gadis muda dibanding nyawa mertuanya. Romance novel penuh pengkhianatan ini mengikuti pelarian sang istri dari billionaire kejam demi memulai hidup baru melalui web novel yang emosional.
Istri Lugu Presdir Dingin
Istri Lugu Presdir Dingin
Baca novel romantis miliarder Istri Lugu Presdir Dingin di novel online gratis ini. Nia yang hamil di luar nikah terpaksa menikahi Dion, duda kaya, demi menyelamatkan dirinya. Namun, rahasia besar tentang ayah kandung janinnya mengancam pernikahan baru ini.
Jodohku Seorang Janda Kaya Raya
Jodohku Seorang Janda Kaya Raya
Dalam novel modern Jodohku Seorang Janda Kaya Raya, Lintar berjuang mendapatkan restu keluarga demi menikahi Dewi, seorang CEO sukses. Simak kisah billionaire romance novel ini saat Lintar menghadapi pertentangan paman demi cinta dan masa depannya di web novel ini.
Lenyap Usai Kata Pisah
Lenyap Usai Kata Pisah
Dalam novel romantis Lenyap Usai Kata Pisah, Sofia Wijaya mengelabui suaminya, pewaris mafia Revan Mahendra, untuk menandatangani surat cerai. Sofia pergi membawa calon bayinya demi kebebasan, memicu pencarian besar-besaran oleh sang miliarder. Baca buku online gratis kisah perjuangan ini.
Menikah dengan Miliarder Rahasia
Menikah dengan Miliarder Rahasia
Dalam Menikah dengan Miliarder Rahasia, Livia nekat menikahi orang asing demi membalas dendam. Namun, suami barunya ternyata miliarder terkaya di dunia. Temukan kisah seru ini di billionaire romance novels kami, pilihan tepat bagi Anda yang ingin read books online free.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

[Versi suara dubbing] Lahir kembali: Perkawinan membalas dendam
[Versi suara dubbing] Lahir kembali: Perkawinan membalas dendam
Dia terlahir kembali sepuluh tahun yang lalu, bersatu dengan pasangan baru, membalas setelah dihina oleh kenalan lama, dan menyebabkan keruntuhan kekuatan lawan!
Kembalinya Sang Ahli Waris (Sulih Suara)
Kembalinya Sang Ahli Waris (Sulih Suara)
Yaris mengalami kecelakaan dan mengalami koma selama tiga tahun. Selama tiga tahun ini, pacarnya, Mira bekerja keras untuk mengumpulkan biaya medis bagi Yaris. Namun kerabat Mira berencana memperkenalkan Mira kepada pemuda kaya. Mira lebih memilih mati daripada tunduk, dan dalam perselisihan itu, Yaris terbangun.Yaris menunjukkan identitas aslinya. Kemudian Yaris membantu Mira dan keluarganya menghadapi semua orang yang selama ini menghina dan menindas mereka.
Hamil di Usia 40: Cinta Tak Diduga dari CEO
Hamil di Usia 40: Cinta Tak Diduga dari CEO
Setelah cerai dengan suami kasar, wanita itu bertemu dengan seorang CEO yang sedang mabuk, bahkan melakukan hubungan intim dan hamil. Hanya saja dia tidak menyangka kalau CEO dan keluarga CEO itu begitu menyambutnya, bahkan menerimanya apa ada.
Hanya untukmu, Sekali Lagi
Hanya untukmu, Sekali Lagi
Orang tua yang pilih kasih pada adik angkat, suami yang berpaling hati, dan bahkan putra yang ingin ibu baru. Setelah mati rasa, Nadya menyetujui persyaratan sistem: tiga tiga hari kemudian, dia akan berganti identitas dan terlahir kembali. Begitu bangun, dia langsung dilamar secara paksa oleh putra Keluarga Dharma, musuh bebuyutan mantan suaminya. Tuan Adrian yang tidak dikenalnya itu justru mengetahui semua kesukaannya, dan selalu mendukungnya...
Kembali ke 2008, Memulai dari Nol
Kembali ke 2008, Memulai dari Nol
Di kehidupan sebelumnya, Adeline menguras keluarga angkatnya untuk menyenangkan orang tua kandungnya, dan berakhir dengan tangan kosong. Setelah terlahir kembali, dia bersumpah takkan mengulangi kesalahan yang sama. Kali ini, dia memilih keluarga yang sungguh-sungguh mencintainya. Dengan memanfaatkan ingatan dari kehidupan sebelumnya, dia berhasil mengidentifikasi barang antik, meluncurkan bisnis e-commerce, membangun karier yang sukses, dan membimbing orang-orang tercintanya menuju masa depan yang makmur dan bahagia.
Si Antagonis Minta Cerai
Si Antagonis Minta Cerai
Putri Negara Unia, Briana, dibunuh oleh seorang penjahat di hari pernikahannya dan terlahir kembali ke tubuh Silvia Sirga, yang tidak dicintai oleh suaminya. Setelah terlahir kembali, Silvia tidak peduli terhadap cinta Caden Brazer dan meminta cerai. Perubahan ini menarik perhatian Caden dan Caden baru sadar bahwa istrinya berbeda dari kesannya. Caden pun jadi semakin tertarik pada Silvia dan terakhir jatuh cinta padanya.