Logo
Satu Malam Bersama Bos
Satu Malam Bersama Bos

Satu Malam Bersama Bos

79 Bab
Tamat
Dalam Satu Malam Bersama Bos, Kirana terjebak hubungan rumit dengan Adrian, atasannya sendiri. Kisah billionaire romance novels ini mengikuti perjuangan Kirana menjaga profesionalisme di kantor sembari menghadapi luka lama. Baca romance stories ini untuk mengungkap rahasia di balik cinta mereka.
Bab 1 dari Satu Malam Bersama Bos

Malam itu, hujan turun deras membasahi kaca jendela apartemen Kirana. Tangannya gemetar saat menatap layar ponselnya, foto yang baru saja dikirim seorang teman menusuk hatinya dalam-dalam.

Tunangannya, Malvin, sedang berciuman mesra dengan sahabatnya sendiri, Ayunda.

Jantung Kirana berdetak kencang. Napasnya memburu, dan air mata mulai mengalir tanpa bisa ia hentikan. Ia segera menghubungi Malvin, berharap ada penjelasan, tapi dering panjang itu berakhir dengan suara operator.

Kirana menghempaskan ponselnya ke sofa. Dadanya sesak, kepalanya terasa penuh. Perasaan dikhianati membuatnya muak, dan satu-satunya hal yang terpikir olehnya saat itu hanyalah keluar dari tempat ini.

Tanpa berpikir panjang, ia meraih jaket dan tas, lalu melangkah keluar dari apartemen tanpa peduli hujan yang masih mengguyur jalanan kota.

---

Bar kecil di sudut kota tampak remang-remang dengan alunan musik jazz lembut. Kirana duduk di kursi tinggi dekat meja bartender, jemarinya membelai gelas cocktail yang baru saja disajikan.

"Minuman pertama?" suara berat seorang pria terdengar di sebelahnya.

Kirana menoleh. Seorang pria duduk di kursi sampingnya, mengenakan kemeja hitam yang digulung hingga siku. Wajahnya tegas, dengan rahang kokoh dan tatapan tajam yang entah mengapa terasa menenangkan.

Ia mengangkat bahu. "Pertama, kedua... siapa yang menghitung?" jawabnya, berusaha terdengar santai.

Pria itu tersenyum tipis. "Sepertinya kau butuh lebih dari sekadar satu gelas."

Kirana menatap minumannya, lalu menyesapnya perlahan. "Aku hanya ingin melupakan sesuatu."

"Hm." Pria itu mengaduk minumannya dengan es batu. "Melupakan atau kabur?"

Kirana tertawa kecil, tapi suaranya pahit. "Mungkin keduanya."

Pria itu tak bertanya lebih lanjut, tapi tatapannya seolah mengatakan bahwa ia mengerti. Ada sesuatu dalam sorot matanya yang membuat Kirana merasa aman, meskipun mereka baru bertemu.

Seiring percakapan mengalir, Kirana merasa bebannya sedikit berkurang. Ia tidak tahu apakah itu efek alkohol atau hanya karena pria di sampingnya ini terlalu nyaman untuk diajak bicara. Yang jelas, malam itu, ia tidak ingin pulang sendirian.

---

Musik semakin pelan. Bar mulai sepi. Kirana menatap pria di sampingnya dengan napas yang sedikit berat.

"Aku tak ingin pulang malam ini," ucapnya, hampir seperti bisikan.

Pria itu menatapnya dalam. Sejenak, ada keheningan di antara mereka sebelum akhirnya pria itu mengulurkan tangan.

"Adrian," katanya, mengenalkan diri.

Kirana menatap tangan itu sesaat, lalu menggenggamnya. "Kirana."

Adrian tersenyum tipis. "Ayo."

Tanpa banyak kata, mereka meninggalkan bar bersama.

---

Sinar matahari menembus tirai jendela, menusuk kelopak mata Kirana yang masih berat. Ia menggeliat pelan, merasakan kehangatan yang asing.

Begitu matanya terbuka, ia tertegun.

Ia berada di sebuah kamar hotel, selimut tebal melingkupinya. Jantungnya langsung berdegup kencang saat menyadari seseorang ada di sampingnya.

Adrian.

Lelaki itu masih tertidur, napasnya teratur. Wajahnya terlihat lebih tenang dibandingkan tadi malam, membuat Kirana semakin panik.

"Astaga..." Kirana menutup wajahnya. Ingatan samar tentang malam itu mulai kembali, dan ia sadar betapa impulsifnya keputusannya semalam.

Tidak ingin membangunkan Adrian, Kirana segera bangkit, mencari-cari bajunya yang berserakan di kursi. Dengan gerakan cepat, ia mengenakan pakaiannya, lalu melangkah menuju pintu.

Namun, sebelum ia berhasil keluar, suara berat yang familiar menghentikannya.

"Kemana?"

Kirana membeku. Ia menoleh pelan dan menemukan Adrian menatapnya dengan sorot mata tajam, separuh mengantuk.

"Aku..." Kirana menelan ludah. "Aku harus pergi."

Adrian menatapnya beberapa detik sebelum mengangguk pelan. "Baiklah."

Tanpa menunggu lebih lama, Kirana segera melangkah keluar, menutup pintu di belakangnya dengan perasaan yang campur aduk.

Ia tidak tahu apakah akan bertemu pria itu lagi atau tidak. Tapi satu hal yang pasti, malam itu akan menjadi kenangan yang sulit ia lupakan.

Kirana berjalan cepat di koridor hotel, jantungnya masih berdetak kencang. Ia menggigit bibirnya, merasa panik sekaligus menyesali keputusannya tadi malam.

Apa yang kupikirkan? Bagaimana bisa aku melakukan ini?

Begitu mencapai lobi, ia langsung merapikan rambutnya yang sedikit berantakan dan menarik napas dalam. Ia berharap tidak ada yang memperhatikannya saat ia melangkah keluar dari hotel menuju trotoar yang masih basah sisa hujan semalam.

Pagi kota Jakarta sudah ramai, tetapi Kirana merasa seolah berada dalam dunianya sendiri, penuh kekacauan. Ia merogoh tasnya, mencari ponsel, lalu memeriksa pesan-pesan yang belum terbaca.

Satu dari ibunya, menanyakan apakah ia baik-baik saja.

Satu dari sahabatnya, Lita, yang bertanya apakah Kirana ingin curhat setelah kejadian kemarin.

Dan satu lagi... dari Malvin.

Kirana mendadak merasa mual. Ia tidak ingin melihat isinya. Ia sudah cukup terluka, dan sekarang, ia tidak ingin memberikan ruang bagi lelaki itu lagi.

Ia segera menghentikan taksi dan masuk ke dalamnya, memberikan alamat apartemennya kepada sopir dengan suara lelah.

Saat mobil mulai melaju, Kirana menyandarkan kepalanya ke jendela. Pikirannya melayang ke malam tadi, senyuman samar Adrian, tatapan tajamnya, dan bagaimana ia membuatnya melupakan rasa sakitnya, walau hanya sementara.

Ia menggelengkan kepala.

"Sudah cukup," gumamnya pada dirinya sendiri.

Malam itu hanya sebuah pelarian. Tidak lebih.

---

Begitu sampai di apartemennya, Kirana langsung mandi, berharap air hangat bisa menghapus kebingungan yang masih menggelayutinya. Ia menatap bayangannya di cermin, mata sembab karena kurang tidur dan mungkin sisa tangisan semalam.

Ia menarik napas panjang.

Mulai hari ini, aku harus benar-benar move on.

Ia keluar dari kamar mandi dan mengenakan pakaian kasual, lalu mengambil laptopnya. Ini adalah hari pertama di tempat kerja barunya, sebuah perusahaan konsultan bisnis ternama. Ia sudah terlalu lama terjebak dalam drama masa lalu, sekarang saatnya fokus pada karier.

Ia tersenyum kecil, mencoba membangun kepercayaan diri.

"Aku bisa melupakan semua ini," bisiknya.

Kirana meraih tasnya dan melangkah keluar. Ia tak tahu bahwa dunia kecil ini akan mempermainkannya lagi.

Ia tak tahu bahwa pria yang ingin ia lupakan... akan kembali hadir di hadapannya dengan cara yang tak terduga.

Setelah perjalanan yang cukup lama, Kirana akhirnya tiba di gedung megah tempatnya akan bekerja. Ia berdiri sejenak di depan lobi, menghela napas dalam-dalam, mencoba menenangkan diri.

"Ini awal baru," bisiknya.

Dengan langkah mantap, ia memasuki gedung dan berjalan menuju resepsionis. Setelah memperkenalkan diri sebagai karyawan baru, seorang staf HRD datang menghampirinya dan mengantar ke ruang meeting untuk perkenalan awal dengan tim.

Kirana tersenyum ramah saat bertemu beberapa rekan kerja barunya. Mereka tampak profesional dan menyambutnya dengan baik. Sedikit demi sedikit, kecemasannya berkurang.

"Sebentar lagi, direktur kita akan datang," ujar seorang senior dengan nada hormat.

Kirana mengangguk. Ia sudah membaca sekilas tentang bos barunya, seorang pemimpin muda yang cerdas dan berpengaruh di dunia bisnis. Namun, ia tidak terlalu memperhatikan detailnya karena fokusnya adalah bekerja, bukan siapa pemimpinnya.

Pintu ruang rapat terbuka.

Semua mata langsung tertuju pada pria yang melangkah masuk dengan aura dominannya.

Kirana, yang tadinya sibuk mencatat sesuatu di bukunya, perlahan mengangkat wajahnya.

Dan saat itu juga, dunianya seakan berhenti berputar.

Sosok itu. Tatapan itu.

Adrian.

Pria yang semalam bersamanya, yang seharusnya ia lupakan... kini berdiri di hadapannya sebagai bos barunya.

Kirana membeku. Napasnya tercekat.

Di sisi lain, Adrian hanya menatapnya sekilas tanpa ekspresi, tanpa reaksi berlebihan.

Seolah-olah malam itu tidak pernah terjadi.

Namun, ada sesuatu di matanya... sesuatu yang membuat Kirana yakin, ia tidak akan bisa lari dari kenyataan ini.

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Dimanjakan suami kontrak
Dimanjakan suami kontrak
Dalam novel Dimanjakan suami kontrak, seorang wanita terjebak pernikahan kontrak dengan billionaire duda demi biaya hidup adiknya. Meski awalnya hanya soal uang dan melahirkan, takdir dalam romance novel ini berubah saat sang suami justru mengikatnya dalam komitmen sungguhan yang penuh risiko.
Kelahiran yang Menghancurkan
Kelahiran yang Menghancurkan
Dalam novel modern Kelahiran yang Menghancurkan, Alana disekap oleh suaminya, Alexander Santoso, sang miliarder mafia, demi mengamankan warisan untuk anak iparnya. Baca novel online gratis ini untuk mengungkap misteri pengkhianatan tragis yang menghancurkan segalanya.
Kesalahan Semalam : Manisnya Suami Miliarder
Kesalahan Semalam : Manisnya Suami Miliarder
Dalam Kesalahan Semalam : Manisnya Suami Miliarder, Alina harus menikahi Nathaniel demi utang keluarga usai dikhianati tunangannya. Baca billionaire romance novels ini untuk mengikuti perjuangan Alina menghadapi rahasia besar dan balas dendam dalam modern novel yang penuh intrik.
Mengejar cinta Kayana
Mengejar cinta Kayana
Dalam Mengejar cinta Kayana, Rafandra Wirautama rela menyamar demi menghindari perjodohan. Billionaire ini harus menaklukkan hati Kayana yang keras kepala agar bisa memilih pasangan sendiri. Baca romance novel ini untuk melihat pertaruhan takdirnya di webnovel populer.
Nirmala Cinta
Nirmala Cinta
Dalam Nirmala Cinta, Aulia memilih cerai demi menghindari poligami. Kini ia mandiri, namun kehadiran Candra dengan tawaran fantastis mengusik ketenangannya. Aulia harus memilih antara pernikahan baru atau gangguan mantan suami dalam romance novel modern ini, salah satu billionaire romance books terbaik.
Pernikahan Berlandaskan Kontrak
Pernikahan Berlandaskan Kontrak
Dalam novel romantis miliarder Pernikahan Berlandaskan Kontrak, Rebecca Lusram menghadapi kenyataan pahit saat Irene Wiranto kembali. Adrian Pangestu dan putra mereka berpaling darinya. Rebecca kini fokus bertahan demi mengakhiri kontrak pernikahan mereka seminggu lagi. Baca novel online ini.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Jadi Nona Kaya Raya Setelah Cerai
Jadi Nona Kaya Raya Setelah Cerai
Dia telah mengikutinya selama tiga tahun Dia menyebutnya sebagai isyarat yang terkenal dan berharga, tetapi dia tidak dapat menolak lagu tersebut. Aku kembali Bai Yueguang telah bercerai dari rumah, menjadi putri orang terkaya lagi, dan balas dendam adalah Empat Yang Besar. Hadiahnya untuk mantan suaminya Di pesta pertunangan, dia tiba-tiba mengubah penampilannya dan menjadi cantik kembali, mantan suaminya...
Kejayaanku Setelah Berpisah
Kejayaanku Setelah Berpisah
Pernikahan Jean dan Eron hanya status saja. Eron tetap setia pada cinta lamanya, Wina. Dia memaksa Jean punya anak dengan pria asing. Jean diam-diam menggunakan uang Eron untuk nafkahi Alex, seorang model di bar. Dari hubungan yang semula pura-pura, tumbuh cinta sejati dan Jean pun mengandung anak Alex. Setelah Eron tahu selama ini Wina hanya menipu dia, dia memohon untuk kembali dengan Jean. Tapi, dia terkejut ketika dia tahu Alex ternyata pewaris panglima perang paling berkuasa di Erova Timur.
Kupasrahkan Diriku Pada Cintamu (Sulih Suara)
Kupasrahkan Diriku Pada Cintamu (Sulih Suara)
Saat datang menemui kekasihnya, Olivia secara tak sengaja bertemu dengan Ellis, seorang CEO miliarder paruh baya yang sekaligus ayah kekasihnya. Perkenalan Olivia dengan Ellis menuntun Olivia yang polos memasuki dunia percintaan yang berbeda, yang penuh hasrat dan dominasi...
Melawan Nasib Kepunahan
Melawan Nasib Kepunahan
Tahun 262 di Era Carlo, efek rumah kaca terus memburuk. Gletser di kutub utara dan selatan mencair dengan cepat, permukaan laut naik, menenggelamkan banyak negara pesisir. Seiring pemanasan kembali suhu laut, beberapa monster laut raksasa purba yang tertidur di dasar laut pun bangkit, merampas wilayah manusia, dan menyerang manusia. Umat manusia menghadapi krisis hidup dan mati. Pada 1 Januari tahun 263 Era Carlo, hari pertama tahun baru, monster laut tingkat 10 bernama Tarto tiba di daratan terakhir manusia, Negara Tarmi. Tim terkuat Tarmi, Tim Carlo, yang telah menewaskan monster tingkat 9 di perbatasan utara, dipimpin oleh Jenderal Chandra, maju menghadapi Tarto. Pada 12 Maret tahun 263, seluruh anggota Tim Carlo gugur.
Uang, Robot, dan Dendam di Hari Kemerdekaan
Uang, Robot, dan Dendam di Hari Kemerdekaan
Toby Stark, sang Iron Marine, pulang kampung setelah menyelamatkan negaranya. Tapi bukannya sambutan hangat, dia malah diputusin mentah-mentah oleh mantannya, yang bahkan nggak tahu kalau dia adalah pria terkaya di dunia! Bagaimana Toby akan membalasnya?
Buah Hatiku
Buah Hatiku
Davin mengetahui perselingkuhan ayahnya sejak kecil, hal ini pun mempengaruhinya secara psikologis dan menyebabkan libidonya rendah serta hasrat seksualnya hilang. Kakeknya sudah berikan ultimatum, siapa pun di antara dia dan pamannya yang mendapatkan keturunan duluan, maka orang itu lah yang akan mewarisi perusahaan. Supaya perusahaan itu nggak jatuh ke tangan pamannya, Davin pun memutuskan untuk jalani terapi stimulasi seksual atas saran dari dokter. Dan sebuah pertemuan tak terduga pun terjadi. Davin mendapati tubuhnya bereaksi atas kehadiran seorang suster bernama Melina. Ia pun mengejar wanita itu secara agresif, hal ini berujung pada serangkaian kejadian lucu dan aneh di antara mereka berdua.