Bab 1

"Jangan jilat di sana, Pak ... suami saya telepon ...."

Aku mengangkat telepon itu dengan perasaan malu dan serba salah.

Tidak ingin biarkan suami di seberang telepon tahu bahwa di antara kaki istri tercintanya, saat ini tengah menjepit kepala pria lain ....

Namaku Tiara Lesmana, tahun ini usiaku 26 tahun.

Memiliki wajah dan bentuk tubuh yang luar biasa, aku bekerja sebagai seorang guru di sebuah SMP swasta.

Namun, secara pribadi, aku sebenarnya hanya seorang istri yang sudah lama merasa "haus".

Suamiku Galih Romana. Mungkin karena faktor usia, kemampuannya di ranah itu makin memburuk. Minat seksualnya padaku juga rendah.

Sampai-sampai, dia sering tidak bisa memuaskanku.

Meskipun aku mengenakan lingerie seksi yang paling menggoda, lalu bersikap nakal di depannya, dia tetap sulit untuk ereksi.

Setiap tengah malam, aku hanya bisa menuntaskan kebutuhan tubuhku sendiri ....

Kehidupan seperti ini membuatku merasa sangat haus dan tidak tahan.

Bahkan sempat membuatku berfantasi, tentang adegan ditahan oleh pria kuat, dan disetubuhi dengan gila ....

Aku tahu, fantasi seperti ini tidak benar.

Bagaimanapun, aku adalah seorang wanita yang sudah menikah, dan memiliki suami.

Tapi, makin lama hari-hari seperti ini berlalu, pikiran konyolku ini justru menjadi makin parah.

Mau tidak mau, aku hanya bisa mencurahkan seluruh pikiranku pada pekerjaan.

Namun hari ini, setelah aku berdesakan di kereta bawah tanah pada jam sibuk, aku terhimpit ke sudut gerbong, hingga bokongku terganjal oleh sebuah batang yang keras.

"Gatal sekali ...."

Aku tahu apa itu.

Aku tidak sabar untuk menghindar, tapi keadaan di dalam gerbong benar-benar terlalu sesak.

Aku sama sekali tidak bisa bergerak sedikit pun, malah membuat alat milik pria di belakangku merangsangku, hingga terasa lemas dan gatal.

Seiring dengan kereta yang mulai berjalan lalu berhenti, inersia mendorongku menabrak tubuh pria itu berkali-kali.

Bokongku yang sintal, terus-menerus tertekan olehnya.

Perasaan dilecehkan di depan umum, yang sudah seperti tontonan asusila ini sempat membuatku merasa sangat malu.

Dan yang lebih gawat lagi, di bawah benturan yang bertubi-tubi, aku merasakan alat milik pria di belakangku terus membesar, dan mengeras ....

Bagaimana bisa jadi begini!

Terhalang oleh rok span, panas membara dari pria itu membuatku malu, sekaligus membuat seluruh tubuhku tidak bisa menahan rasa lemas ....

"Oh ...."

Di bawah dorongan pria itu yang berulang kali, wajahku perlahan-lahan menjadi merah padam.

Aku tidak pernah dilecehkan orang dalam situasi seperti ini.

Terlebih lagi, aku adalah seorang wanita yang sudah menikah, dan memiliki suami ....

Aku merasa sangat malu dan marah. Saat aku bersiap untuk menoleh, aku langsung tertegun, sampai tidak bisa berkata-kata.

Hanya karena pria yang sekarang menekanku ini, ternyata aku kenal!

Dia adalah ayah dari muridku, namanya Jacky Chandra. Kami bahkan sudah bertemu beberapa kali saat rapat orang tua murid!

Aku pun panik begitu memikirkan kalau yang melecehkanku adalah ayah muridku.

Aku pada dasarnya pemalu. Kalau itu orang asing, aku masih bisa menegurnya tak bermoral. Tapi, di hadapan kenalan ini, aku benar-benar hilang akal.

Sontak, aku memalingkan wajah kembali dengan panik.

Tapi tidak disangka, reaksiku yang seperti ini justru membuat Jacky makin tidak tahu malu.

Dorongannya malah makin kuat. Aku bisa merasakan ukurannya yang besar sedang menekan bagian sensitifku.

Tapi, aku tidak bisa berbuat apa-apa, hanya bisa wajah memerah dan mencoba menghindar.

Hanya saja, saat ini kereta sangat penuh sesak. Tidak ada ruang bagiku, bahkan untuk turun pun tidak ada kesempatan.

Aku panik.

Karena tidak ada tempat bersembunyi, aku hanya bisa merona merah, dan menggerakkan pantatku dengan gelisah.

Namun, aku tidak menyangka. Tindakanku ini justru membuat alat keras pria itu mengikuti belahan bokongku, lalu tiba-tiba menekan ke bagian terdalamku ....

Bab 2

"Nggak, nggak boleh!"

Aku makin panik saat merasakan alat pria itu yang besar dan panas. Tapi, kain yang tipis sama sekali tidak bisa menghalangi alat keras milik Jacky.

Hal itu justru memancingnya untuk mengembuskan napas berat yang rendah.

"Oh ... enak sekali ...."

Suara rendah Jacky membuatku merasa sangat malu dan ingin mati saja.

Keberanian Jacky makin menjadi saat melihatku tidak berani berontak.

Tubuh kekarnya perlahan menempel erat ke punggungku, bahkan dia mulai mengulurkan tangan untuk meraba.

Pinggangku terasa dingin. Hampir pada saat itu juga, secara tidak sadar aku langsung menjepit kedua kakiku.

Sayangnya, aku hanyalah wanita lemah. Mana mungkin bisa melawan tenaga Jacky yang kekar dan sedang dalam masa primanya?

Dua-tiga gerakan saja pertahananku sudah dipatahkan oleh Jacky, dia mulai menggoda hingga ke bagian terdalam yang sudah banjir cairan.

Malang bagiku, aku hanya bisa menggigit bibir sambil menundukkan wajah yang merah padam, membiarkan jari-jarinya yang kuat menyiksaku.

Harus diakui, teknik Jacky sangat mahir. Dia meremas perlahan dan memelintir lembut, dia pun dengan bebas memamerkan keahliannya di balik celana dalamku.

Serangan yang terus-menerus itu segera membangkitkan gairah yang terpendam di lubuk hatiku yang paling dalam.

Tubuh molekku gemetar, kedua kakiku pun ikut lemas.

Tubuhku yang sensitif sama sekali tidak sanggup menahan serangan Jacky yang bertubi-tubi.

Perasaan aneh ini membuat wajahku panas. Seharusnya aku menghentikan pelecehan Jacky. Tapi sekarang, hatiku justru muncul sedikit harapan, yang sangat mendambakan pria ini melakukan langkah selanjutnya.

Aku ini kenapa?

Apa aku begitu kekurangan belaian pria?

Padahal aku itu wanita yang sudah berkeluarga!

Rasa malu yang disertai stimulasi terus-menerus di bagian bawah membuat seluruh tubuhku lemas. Aku hanya bisa bersandar pada pegangan agar tidak jatuh tersungkur.

Sementara sikapku yang tampak berusaha menutupi gairah ini, semuanya terbaca jelas oleh Jacky.

Sambil merasa bersemangat, wajahnya menunjukkan keyakinan untuk menang. Baru diraba sebentar saja sudah banjir, dia sangat yakin kalau wanita cantik di depannya ini pasti bisa ditaklukkan dengan mudah.

Setelah membulatkan tekad untuk melahap wanita cantik ini, gerakan Jacky pun seketika menjadi lebih ganas.

Bagian bawahnya pun tidak tinggal diam. Memanfaatkan situasi ramai, dia mengangkat sudut rokku dan langsung memasukkan miliknya ke sana.

Jarinya pun ikut menekan, menyingkap celana dalam yang tipis. Dengan bantuan pelumas alami, dia langsung menerjang menuju tempatku yang paling misterius.

Plop!

Tanpa kesulitan sedikit pun, ujungnya seketika tenggelam ke dalam tempat yang lembut dan basah itu.

"Emm ... ngg ... nggak boleh!"

Baca Cerita Lengkapnya Sekarang
Dukung penulis dan beri inspirasi untuk menghadirkan lebih banyak cerita luar biasa Goodnovel
Buka Semua Bab
Cari "B22943" di goodnovel para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi NovelShort untuk melanjutkan membaca.
B22943
Salin

Satu Dekade Gairah Terlarang

Bab 1
Bab
Sesuaikan
Bab Berikutnya