Logo
Sandiwara Pernikahan
Sandiwara Pernikahan

Sandiwara Pernikahan

64 Bab
Tamat
Dalam Sandiwara Pernikahan, Elvano harus membuktikan kelayakannya di hadapan keluarga konglomerat Nadine. Demi merebut kembali Hotel Chandra, ia bertekad menguasai kekayaan dalam billionaire romance novels ini. Baca kisah modern novel penuh ambisi dan harga diri hanya di webnovel.
Bab 1 dari Sandiwara Pernikahan

Malam hari, di hotel bintang lima yang ada di Kota Jakarta, seorang pria tampan berdarah campuran Indonesia-Prancis baru saja masuk ke dalam kamar hotel di lantai tiga. Setelah masuk ke dalam kamar, pria itu membuka semua pakaiannya dan melemparnya ke lantai. Ia tidak sabar ingin segera berendam air hangat dan ingin membersihkan diri dari keringat yang sudah menempel di tubuhnya.

Setelah semua pakaiannya dilepas, handuk putih pun sudah terpasang sempurna di pinggang kecilnya, Elvano bergegas pergi menuju pintu kamar mandi.

Baru beberapa langkah Elvano berjalan, tiba-tiba terdengar suara ketukan yang cukup keras dari pintu kamar. Ketukan itu semakin lama semakin keras, juga terdengar tidak sabar membuat Elvano segera menghentikan langkah.

"Oh … shit!" umpatnya dengan kesal ketika suara ketukan itu kembali terdengar. "Siapa yang berani menggangguku?"

Elvano menggaruk kepalanya kasar sambil berbicara, "Apa di hotel ini tidak ada privasi untuk tamu?"

Tidak lama, ketukan pintu itu berubah menjadi sebuah gedoran yang semakin keras. Itu membuat Elvano tidak nyaman.

"Apa orang di negara ini tidak tahu sopan santun? Mengetuk pintu kamar orang semalam ini, untuk apa?"

Beberapa jam yang lalu, Elvano baru tiba di Indonesia, tidak mungkin ada orang yang mencarinya ke kamar hotel. Petugas hotel pun tidak mungkin, karena ia sama sekali tidak memanggil petugas hotel untuk datang kemari.

"Lalu siapa?"

Dengan sedikit kesal, Elvano berjalan menuju pintu keluar. Ketika pintu baru terbuka sedikit, tiba-tiba seorang wanita menerobos masuk ke dalam kamar tanpa menghiraukan dirinya yang berada di samping pintu.

Wanita itu terlihat panik, menatap kiri dan kanan seolah sedang mencari sesuatu.

Melihat ada tirai gorden yang tinggi dan lebar, wanita itu segera bersembunyi di balik tirai tersebut.

"Hey, apa yang kau lakukan? Apa kau sedang bermain petak umpet?" tanya Elvano sambil berjalan menghampiri wanita itu.

Ketika tirai dibuka, Elvano melihat seorang wanita cantik mengenakan mini dress berwarna hitam sedang bersembunyi di sana dengan tubuh yang membungkuk ke arah kaca. Wanita itu terlihat panik juga terkejut ketika melihat Elvano.

"Sedang apa kau di sini? Apa kau seorang pencuri?" tanya Elvano sambil menatap wanita itu dari ujung kaki hingga ujung kepala.

Walau wanita ini terlihat sangat cantik dan menawan, namun dia tidak tahu sopan santun. Masuk ke dalam kamar orang sembarangan. Itu membuat Elvano merasa muak.

Bulu mata wanita itu terlihat bergetar menatap Elvano yang tidak memakai pakaian. Hanya ada handuk putih melingkar di pinggang kecilnya yang menutupi bagian pinggul hingga ke lutut. Otot-otot di dada dan perut sangat terpampang jelas di hadapan wanita itu.

"Eh, kau ... menyingkirlah dari hadapanku! Biarkan aku bersembunyi di sini, sebentar!" sergah wanita itu sambil memalingkan muka ke samping kanan, tidak lagi menatap tubuh polos Elvano.

Elvano melihat kepanikan dari sorot mata wanita itu. Bukannya menyingkir, Elvano malah semakin mendekat. Tangannya terulur ke samping hingga menyentuh kaca jendela kamar. Menunduk, menatap wanita itu dengan senyum kecil di bibirnya.

"Hah ... menyingkir? Apa kau tidak salah bicara? Yang seharusnya menying ... emhhh—"

Ucapan Elvano seketika terhenti karena wanita itu segera merangkul lehernya dan membungkam mulut Elvano dengan satu tangan. Dia melarang Elvano untuk berbicara, juga menahannya untuk tidak bergerak.

"Ssttt!"

Wanita itu menajamkan telinga.

Terdengar suara derap langkah kaki dan suara ribut dari depan pintu kamar.

"Aish, sial! Tadi aku melihat Nadine berlari ke arah sini."

"Coba kalian cari lagi. Aku yakin, dia masih belum pergi jauh!"

"Apa mungkin Nadine masuk ke dalam kamar ini?"

Percakapan antara orang-orang itu sangat jelas terdengar. Tidak samar, tapi sangat jelas terdengar, seolah tidak ada tembok penghalang di antara mereka.

"Apa orang-orang itu sedang mencarimu?" tanya Elvano setelah dirinya menarik tangan wanita itu.

Bukannya menjawab pertanyaan Elvano, wanita itu malah balik bertanya dengan suara yang sangat pelan, "Apa kau tidak menutup pintu kamarmu?"

"Hem???"

Elvano hanya mengangkat sudut bibirnya tidak peduli. "Untuk apa aku menutup pintu kamarku ketika ada orang asing menerobos masuk?"

Belum sempat wanita itu berbicara lagi, terdengar suara ketukan pintu diiringi suara seseorang dari pintu kamar.

"Permisi! Maaf mengganggu! Apa ada orang di sini?"

"Diam!" cegah wanita itu—melarang Elvano untuk beranjak pergi.

"Maaf, kami lancang. Apa di sini ada orang?" tanya orang yang ada di depan pintu lagi sambil menatap sekeliling kamar yang nampak sepi.

Satu orang mendorong pintu, dan dua orang yang lain masuk ke dalam kamar.

Orang itu masih bertanya sambil berjalan masuk, "Permisi! Apa ada seseorang di sini?"

Ingin rasanya Elvano pergi menghampiri orang-orang yang sudah masuk ke dalam kamarnya tanpa permisi, juga ingin mengusir mereka pergi. Namun, wanita ini masih menahan Elvano dengan merangkul lehernya, membuat Elvano sulit untuk bergerak.

"Lepaskan!" ucap Elvano pada wanita itu dengan mengeratkan gigi dan menahan kekesalannya. Namun wanita itu sama sekali tidak mendengar.

Ketika suara mereka terdengar semakin dekat, wanita itu semakin panik dan juga salah tingkah. Dia menarik leher Elvano dan mendekatkan wajahnya hingga wajah mereka menempel satu sama lain.

"Itu di sana!" Terdengar suara teriakan diiringi suara tirai yang ditarik sangat kuat.

Seketika tirai terbuka. Terlihat sebuah adegan antara pria dan wanita yang amat sangat tidak enak untuk dilihat. Ketiga orang itu cukup terkejut saat melihatnya.

"Na-Nadine!" panggil salah satu pria itu.

Nadine segera melepaskan kedua tangannya dari leher Elvano, kakinya melangkah ke samping untuk menjaga jarak dengan sang pemilik kamar tersebut ketika pria-pria itu berhasil menemukannya.

"Faran!" balas Nadine sambil melihat ke arah pria yang tadi memanggilnya.

"Apa yang sedang kalian lakukan?" tanya Faran yang masih terkejut dengan adegan mereka barusan.

"Apa dia menyakitimu?" Faran menunjuk Elvano dengan tatapan permusuhan. Ia semakin tidak suka ketika melihat pria di depannya ini tidak berpakaian, hanya memakai handuk di pinggang.

Pemandangan ini sungguh tidak nyaman.

"Ti-tidak!" jawab Nadine dengan segera.

Pasalnya, tadi, Nadine hanya ingin bersembunyi di balik tubuh besar Elvano. Ingin melakukan adegan mesra seperti di film-film agar orang-orang itu tidak mengenalinya dan mereka segera pergi.

Bukannya pergi, Faran malah menyadari itu dan memanggil nama Nadine.

'Sungguh sial!'

"Apa dramanya sudah selesai?" tanya Elvano yang dituduh menyakiti wanita itu.

"Sekarang, kalian semua boleh pergi dari kamar ini!" Elvano tidak mau kalah. Ia mengangkat tangan sambil menunjuk ke arah pintu keluar, mengusir mereka semua untuk pergi, termasuk Nadine.

"Cepat, pergilah!" sergah Elvano dengan keras.

Ia sudah muak dengan orang-orang yang tidak tahu sopan santun seperti mereka.

Mereka semua masuk ke dalam kamarnya dan membuat keributan di sini. Dan wanita itu … berani mempermalukan harga diri Elvano sebagai seorang pria dengan memeluknya dan membuat orang lain salah paham.

'Menjijikan!'

Jika tampang wanita itu tidak menyedihkan seperti sekarang ini, sudah dihajarnya hingga jera.

Faran tidak mendengar ucapan Elvano. Ia malah berkata pada rekannya, "Panggil polisi kemari. Katakan, ada pria asing yang menyembunyikan seorang wanita di kamar hotel. Cepat!"

"Baik, Tuan!"

"What the fuck?" umpat Elvano dengan kesal. "Siapa yang menyembunyikan wanita? Dia sendiri yang datang ke kamarku tanpa izin. Bahkan, dia sendiri yang berbuat tidak senonoh terhadapku! Sekarang, kau malah menuduhku menyembunyikan wanita di kamar? Ini sungguh gila!"

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

BECOME YOURS
BECOME YOURS
Dalam BECOME YOURS, Rayya terjebak pernikahan tanpa cinta dengan CEO kejam Lydon Zimmerman setelah satu malam tak terduga. Menghadapi masa lalu Lydon, Rayya harus memilih antara bertahan atau merelakan anaknya. Baca romance novel ini di web novel pilihan Anda sekarang.
Cinta berlapis Dusta
Cinta berlapis Dusta
Setelah terlahir kembali dalam novel romantis Cinta berlapis Dusta, seorang penari memilih menikahi Simon Hanson demi menghindari takdir tragis masa lalu. Namun, rahasia kelam sang suami miliarder akhirnya terungkap. Baca novel online gratis bergenre fantasi modern ini sekarang!
Hari Aku Keguguran, Suami Pamer Anak Haram
Hari Aku Keguguran, Suami Pamer Anak Haram
Dalam novel romantis Hari Aku Keguguran, Suami Pamer Anak Haram, seorang istri dikhianati suaminya, Fandi, yang memilih menemani selingkuhannya saat dia keguguran. Demi membalas dendam, dia menawarkan pernikahan dan Grup Largi kepada musuh suaminya, Lukas. Baca novel online ini sekarang.
Ikatan Yang Ditakdirkan
Ikatan Yang Ditakdirkan
Dalam Ikatan Yang Ditakdirkan, seorang CEO gynophobic dan wanita misandris terjebak perjodohan demi reputasi dan keluarga. Romance novel modern ini menguji misi mereka antara perceraian atau penerimaan. Baca billionaire romance books ini untuk mengungkap takdir pernikahan mereka.
Kau Layak Menderita
Kau Layak Menderita
Dalam novel Kau Layak Menderita, Selina terjebak pernikahan paksa dengan Rafael Donovan. Saat Rafael lumpuh, Selina memilih membalas dendam demi menguasai harta billionaire tersebut. Temukan konflik benci dan cinta dalam billionaire romance novels ini melalui layanan web novel kami.
Kepentok cinta om cupu
Kepentok cinta om cupu
Zoya kalah taruhan dan harus memacari Danu, pria bergaya jadul yang ternyata pewaris billionaire romance novels. Kepentok cinta om cupu menguji mereka saat masa lalu mengancam hubungan. Ikuti kisah modern novel ini dalam mempertahankan cinta di tengah badai pengkhianatan.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

CEO Amnesia Dipukuli oleh Putrinya di Pernikahannya?!
CEO Amnesia Dipukuli oleh Putrinya di Pernikahannya?!
Seorang pengusaha kaya mengalami kecelakaan mobil yang tragis karena menyelamatkan seorang gadis yatim piatu itu amnesia, bahkan tidak tahu keluarganya di mana. Pengusaha kaya yang amensia itu juga membesarkan gadis itu. Delapan belas tahun kemudian, gadis itu sudah dewasa, bahkan ingin memutuskan hubungan dengan ayahnya karena dia ingin menikah ke keluarga kaya. Tak disangka, ayah angkatnya ini adalah pengusaha kaya yang sudah lama dicari.
Mundur! Saya adalah Nyonya CEO yang Asli!
Mundur! Saya adalah Nyonya CEO yang Asli!
Fina mulai bekerja di kantor barunya. Namun teman kerjanya nggak tahu kalau dia istri CEO dan malah mengira Diana yang juga baru masuk hari itu adalah istri CEO. Diana pun memanfaatkan itu untuk masuk ke dalam Keluarga Gian Panji, suami Fina yang miliarder. Teman kerja dan bahkan ibu Gian yang percaya pada kebohongan Diana membuat posisi Fina jadi kesulitan. Ditambah lagi Hanif, saudara Gian juga menyukai Fina. Hanif dan Diana pun bekerja sama untuk memisahkan Fina dan Gian untuk tujuan masing-masing.
Jangan Sentuh Ayahku yang Bawa Pistol!
Jangan Sentuh Ayahku yang Bawa Pistol!
Peter Rogers, seorang agen rahasia yang memiliki banyak medali kehormatan, pensiun dari militer demi putrinya. Secara kebetulan, Peter bertemu dengan Sydney Greenfield, seorang CEO yang mengiranya sebagai pasangan kencan butanya, dan menikah dengannya. Saat mendengar Peter dihina oleh orang-orang yang tidak mengetahui identitas asli Peter, Sydney pun mengumumkan bahwa Peter adalah suaminya.
[Versi suara dubbing]Harga dari Kesombongan
[Versi suara dubbing]Harga dari Kesombongan
Setelah enam tahun berperang, dia menjadi kaisar dan menerima istri pertamanya. Dengan menyelamatkan seorang tukang cuci, wanita itu berani masuk ke istana dengan sombong, membunuh istri kaisar, dan akhirnya membayar konsekuensinya...
Kerinduan Tak Berujung
Kerinduan Tak Berujung
Dia mengira dia telah mengkhianatinya sampai dia menangis ketika melihat jasadnya.
Takdir Jadi Bodyguard Sang CEO
Takdir Jadi Bodyguard Sang CEO
Sebastian, seorang penjaga keamanan, memulai kariernya dengan tanpa sengaja menyinggung Olivia, pewaris bisnis miliarder. Sebagai balasan, wanita itu menyelidikinya tanpa henti, didukung ancaman dari para pelamar kaya yang cemburu. Situasi ini membuat Sebastian semakin gelisah akan terbongkarnya identitas rahasianya. Namun, takdir justru mempertemukannya kembali dengan Olivia saat dia ditugaskan khusus untuk melindunginya. Betapa terkejutnya Sebastian saat menyadari wanita yang dijaganya adalah sahabat masa kecilnya yang hilang. Pengakuan ini pun membawa mereka pada kebenaran kelam di balik pembantaian keluarga Sebastian di masa lalu. Kini, setelah menjadi prajurit tak terkalahkan, Sebastian memulai misi balas dendam untuk menghukum setiap orang yang bertanggung jawab atas tragedi keluarganya.