Logo
Rinai Hujan di Pagi Hari
Rinai Hujan di Pagi Hari

Rinai Hujan di Pagi Hari

58 Bab
Tamat
Dalam Rinai Hujan di Pagi Hari, Kania merelakan kekasihnya menikahi kakaknya pasca-kecelakaan tragis. Demi melupakan masa lalu, ia menikahi Daniel yang jauh lebih tua. Romance novel ini mengupas perjuangan Kania membangun rumah tangga tanpa cinta di tengah bayang-bayang masa lalu.

Ringkasan Rinai Hujan di Pagi Hari

Kania dan Melani Lim terjerat cinta pada pria yang sama, Sammy. Meski Sammy awalnya memilih Kania, takdir berubah saat kecelakaan tragis merenggut tangan kiri Melani. Demi menebus rasa bersalah, Kania merelakan kekasihnya menikahi kakaknya sendiri. Untuk mengubur luka, Kania menerima lamaran Daniel, pria yang jauh lebih tua darinya. Di tengah pernikahan tanpa rasa, mampukah Daniel memenangkan hati Kania? Akankah Kania sanggup melupakan cinta pertamanya demi meraih bahagia?
Selengkapnya

Bab 1 dari Rinai Hujan di Pagi Hari

"Ken, kamu nggak mau ke bawah?" tanya David sambil membuka pintu kamar Kania, anaknya.

"Males ah. Kania mau di kamar aja," tolak Kania.

"Yakin nggak mau keluar? Makanan di bawah enak-enak lho," goda David.

"Papi aja deh yang ambilin dan bawain ke sini," pinta Kania dengan manja.

"Enak aja. Ambil sendiri di bawah. Papi lagi ada tamu Ken."

"Ah, Papi jahat. Udah nggak sayang lagi sama Kania."

"Eh ini anak. Ikut Papi aja mau?"

"Ke mana Pi?"

"Ke ruang kerja. Sekalian kenalan sama temen Papi. Orangnya ganteng lho."

"Nggak mau ah. Biar ganteng pasti udah tua."

"Kata siapa? Kan kamu belum lihat."

"Males ah. Mau di kamar aja," tolak Kania.

"Ya udah terserah kamu aja. Tapi kalo kamu bosan, ke ruang kerja Papi aja."

David meninggalkan Kania dan kembali ke ruang kerjanya yang berada di lantai bawah rumah.

Hari ini istrinya mengadakan pesta kecil untuk merayakan wisuda Melani putri sulungnya. Dan seperti biasa, Kania lebih memilih diam di kamar daripada berada dalam acara-acara seperti saat ini.

David masuk ke dalam ruang kerja. Di sana ada Daniel, rekan bisnisnya yang baru. Pria keturunan Korea - Indonesia yang baru setahun ini dikenalnya.

"Sori harus menunggu lama," ujar David dengan bahasa formal.

"Its oke," jawab Daniel santai.

"Saya belum pernah lihat anak kamu yang bungsu," ujar Daniel pada David.

"Kania itu susah orangnya. Agak menutup diri dengan suasana baru dan orang yang belum dia kenal," David memberi penjelasan.

"Oh, unik juga ya. Saya jadi penasaran ingin ketemu dan berkenalan."

David tertawa mendengar perkataan Daniel. "Bisa diatur," jawab David.

"Oke, sekarang mari kita membahas tentang rencana akhir pembukaan mini market di Kemang," ujar Daniel.

Untuk beberapa waktu Daniel dan David sibuk membahas rencana kerja sama mereka membuka cabang mini market MIRAE di daerah Kemang.

"Saya permisi ke kamar kecil dulu," ujar Daniel setelah beberapa saat.

"Silakan."

Daniel beranjak dari duduknya dan keluar ruangan menuju ke kamar kecil. Sambil berjalan, Daniel membalas pesan yang masuk dari Ji Sung, sekretaris pribadinya yang berada di Seoul, sehingga tidak melihat Kania yang berjalan ke arahnya.

Kania pun tidak melihat Daniel karena dirinya juga sedang membalas pesan dari Sammy, kekasihnya.

"AW!" pekik Kania sambil memegangi keningnya.

"Maaf, saya tidak sengaja. Ada yang luka?" tanya Daniel pada gadis di hadapannya.

Kania memandangi pria di hadapannya. Dan tiba-tiba saja dirinya dilanda rasa panik.

"Maaf, saya nggak sengaja," ujar Kania gugup.

"Tidak masalah," jawab Daniel sopan. "Tapi apa kamu terluka?"

Kania buru-buru menggelengkan kepalanya, dan mencoba untuk melanjutkan langkahnya.

"Eits, kamu mau ke mana?" tanya Daniel sambil mencekal tangan Kania yang hendak kabur.

"Bukan urusan kamu kan." Kania menyentakkan tangannya kemudian langsung pergi meninggalkan Daniel.

Daniel memandangi Kania sampai gadis itu menghilang dari pandangannya.

"Gadis yang lucu," gumam Daniel sambil tersenyum kecil."

Daniel pun meneruskan niatnya menuju ke kamar kecil. Setelah selesai, Daniel kembali ke ruang kerja.

"Papi!" Kania membuka pintu ruang kerja sambil memanggil ayahnya.

David yang tengah membahas tentang mini market mengangkat kepalanya mendengar suara Kania memanggilnya.

"Sini masuk Ken," ujar David.

Kania berjalan menghampiri David yang duduk di sofa tunggal di ruang kerja. Kemudian duduk di sandaran tangan dan memeluk David.

"Pi, Kania la …."

Kania tidak jadi meneruskan ucapannya karena dia melihat ada pria yang tadi bertabrakan dengan dirinya di sana.

"Kenapa kamu di sini?!" tanya Kania dengan nada ketus pada Daniel.

Daniel tertawa kecil mendengar "kata sambutan" dari Kania.

"Kita ketemu lagi," ujar Daniel pada Kania.

"Dia ini siapa Pi?"

"Temen bisnis Papi. Kan tadi Papi udah bilang."

"Kalo gitu, Kania balik aja ke kamar." ujar Kania langsung berdiri dan berjalan meninggalkan ruang kerja David.

David hanya dapat menggelengkan kepala melihat kelakuan Kania.

"Jadi dia anak bungsu kamu?" tanya Daniel setelah Kania keluar.

"Iya."

"Lucu juga sikapnya," ujar Daniel.

"Dia memang seperti itu kalau merasa tidak nyaman," sahut David.

"Bukankah itu bagus? Berarti dia tidak sembarangan dalam memilih teman dan pergaulan."

"Terkadang memang baik bersikap seperti itu, tetapi hal itu membuatnya tidak memiliki teman dekat."

"Saya justru sangat menyukai sikapnya yang seperti itu," ujar Daniel.

David terdiam mendengar perkataan Daniel barusan. Ada sesuatu yang mengganjal di hatinya ketika mendengar nada suara Daniel.

***

Keluar dari ruang kerja David, Kania berjalan menuju dapur. Cacing-cacing di perutnya sudah berdemo sejak tadi minta diberi makanan.

Tadinya Kania ingin meminta David menemaninya mengambil makanan di ruang makan. Namun, melihat ada orang lain di sana, Kania mengurungkan niatnya.

Maka dia langsung menuju dapur, mencari Bi Sumi untuk meminta tolong pengasuhnya sejak kecil mengambilkan makanan untuk dirinya.

"Bi, Kania laper."

"Mau Bibi ambilin makanan?"

"Mau Bi," ujar Kania senang. "Kania tunggu di atas ya. Inget ya Bi, Mami dan Kak Mel nggak boleh tau."

"Iya Non."

Kania bergegas keluar dapur dan menuju ke lantai atas. Dia menunggu Sumi datang membawakan makanan di balkon.

Tidak lama, Sumi datang membawa baki berisi makanan.

"Ini Non. Dihabiskan ya," ujar Sumi.

"Wah banyak banget Bi. Ini namanya rejeki nomplok," ujar Kania sambil memandangi piring-piring yang berisi bermacam-macam makanan, bahkan sampai hidangan penutup pun dibawakan oleh Sumi.

"Bibi tinggal dulu ya. Piring-piring kotornya biarin aja di sini. Nanti biar Bibi yang beresin," ujar Sumi.

"Iya Bi. Sangat-sangat terima kasih," ujar Kania dengan mimik wajah lucu.

Kania tidak menyadari kehadiran Daniel sejak tadi dan mendengar semua pembicaraannya dengan Sumi.

Daniel berjalan menghampiri Kania dan berdiri di belakang gadis itu.

"Ternyata kamu ngumpet di sini," ujar Daniel pada Kania.

Kania yang baru saja hendak makan, urung begitu mendengar suara pria di belakangnya. Kania menoleh untuk melihat siapa yang datang.

"Mau ngapain ke sini?! Bukannya lagi ngobrol sama Papi?!" tanya Kania ketus.

"Saya mau ngerokok dulu," ujar Daniel sambil mengambil sebatang rokok.

"Emang rokok rasanya enak?"

"Penasaran? Mau coba?" tantang Daniel.

"Nggak. Makasih. Cukup Papi aja yang ngerokok di rumah ini," tolak Kania.

Dengan gaya acuhnya, Kania mulai menikmati makanan yang dibawakan oleh Sumi.

"Kenapa kamu tidak bergabung di bawah?" tanya Daniel yang semakin penasaran dengan gadis ini.

"Males. Enakan di sini, bisa ngeliatin bintang."

"Kalo mau liat bintang, pake teleskop lebih baik. Bintang jadi terlihat semakin jelas."

"Belum perlu. Begini juga udah bagus kok."

"Kamu suka bintang?" tanya Daniel.

Kania menganggukkan kepalanya. "Suka banget. Apalagi kalau nggak ada awan, bintang bisa keliatan jelas dan langit jadi semakin cantik."

"Boleh saya bertanya sesuatu?"

"Tanya aja, nggak ada larangan kan?"

"Berapa usia kamu?"

"Masih delapan belas. Nanti Agustus baru genap sembilan belas. Kenapa?"

"Berarti kita berbeda usia enam belas tahun," sahut Daniel. "Sudah lulus sekolah menengah?"

"Baru lulus," jawab Kania.

"Berencana untuk kuliah?"

"Nggak."

"Kenapa?"

"Mau cari kerja aja. Otak saya nggak sanggup kalo harus kuliah," jawab Kania santai.

"Kalau membantu di mini market mau?"

"Wah, mau jadi apaan di sana?"

"Kamu bisa belajar untuk mengelola mini market. Atau belajar cara pembukuan," ujar Daniel.

"Gajinya besar?" tanya Kania dengan mimik lucu. "Bisa buat beli teleskop?"

Daniel tertawa keras mendengar pertanyaan Kania. Gadis ini ternyata ramah dan penuh selera humor kalau sudah merasa nyaman.

"Itu bisa diatur. Kalau kamu setuju, saya akan bilang sama David."

"Baiklah, akan dipikir baik-baik."

"Saya tunggu jawaban kamu."

"Saya udah selesai makannya, dan mau balik ke kamar."

"Oke. Senang bisa mengobrol sama kamu."

"Sama-sama," jawab Kania yang sudah lebih ramah. "Ngomong-ngomong, saya nggak tau nama kamu."

"Saya Daniel." Daniel mengulurkan tangannya pada Kania.

"Kania," ujar Kania sambil menjabat sekilas tangan Daniel.

"Boleh saya minta nomor ponsel kamu?" tanya Daniel yang belum melepaskan tangan Kania.

"Buat?"

"Ponsel berguna untuk berkomunikasi. Tentunya untuk berkomunikasi dengan kamu," ujar Daniel.

"Oh kira in buat nagih hutang," jawab Kania.

Kemudian Kania memberikan nomor ponselnya pada Daniel. Setelah itu Kania kembali ke kamarnya.

Daniel beranjak meninggalkan balkon dan kembali ke bawah. Saat berjalan menuju ke ruang kerja, dia berpapasan dengan Sherly.

"Oh, ternyata ada Daniel. Sudah makan?" tanya Sherly ramah.

"Belum," jawab Daniel sopan.

"Mel, sini dulu sebentar," panggil Sherly pada Melani.

"Ada apa Mi?" tanya Melani.

"Kamu udah sapa Om Daniel?"

"Selamat malam Om, apa kabar?" tanya Melani sambil tersenyum manis.

"Saya baik. Oh iya, selamat ya karena sudah lulus kuliah."

"Makasih Om."

"Sudah mendapatkan pekerjaan?" tanya Daniel sopan.

"Sedang menunggu panggilan Om."

Sherly melihat David datang dan bertanya pada David.

"Pap, kamu liat Kania?" tanya Sherly pada suaminya.

"Paling di kamarnya. Memang kenapa?"

"Anak itu apa nggak pernah diajarin sopan santun?! Masa kakaknya lulus wisuda dia malah diem aja di kamar?"

"Daniel, bagaimana kalau kita makan dulu?" David tidak menghiraukan perkataan istrinya.

"Oke. Usul yang baik. Kebetulan saya sudah lapar."

"Bapak sama anak sama aja. Sama-sama nggak punya aturan!"

"Kenapa kamu sepertinya marah sama istri kamu? Maaf kalau saya lancang." Daniel bertanya pada David saat mereka sedang mengambil makanan.

"Bukan marah. Hanya tidak suka terhadap kelakuannya yang selalu membedakan Melani dan Kania."

"Oh ya?"

"Seharusnya istri saya bersikap adil pada mereka berdua, tapi nyatanya …." David tidak melanjutkan perkataannya.

"Itukah sebab nya kamu lebih memperhatikan Kania dibanding Melani?"

"Mungkin juga," jawab David. "Mari kita ke taman."

David membawa Daniel menuju ke taman di samping rumah. Mereka duduk di meja yang mengahadap ke taman yang terlihat cukup terang karena lampu-lampu hias yang tergantung cantik.

"Bagus juga taman kamu," ujar Daniel kagum.

"Ini hasil perbuatan Kania," ujar David dengan bangga.

"Serius? Ternyata dia memiliki jiwa seni yang cukup baik," puji Daniel tulus.

"Memang begitulah Kania. Lebih suka tidak terlihat dan lebih senang dengan hal-hal yang berhubungan dengan seni."

"Saya malah ingin mengajak Kania bergabung di mini market," ujar Daniel.

David terkejut mendengar pernyataan Daniel. "Sebagai?"

Belum sempat Daniel menjawab, mereka dikejutkan dengan suara teriakan Kania dari dalam rumah.

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Cinta Berbalas Dusta
Cinta Berbalas Dusta
Dalam novel modern Cinta Berbalas Dusta, Angel Mudryy, model muda di Paris, harus menghadapi persaingan sengit dan intrik dua pria yang mengejarnya. Sebagai tulang punggung keluarga, ia terjebak pilihan sulit. Baca romance novel ini di platform online novel untuk mengikuti kisahnya.
Cinta dan Ilmu Hitam
Cinta dan Ilmu Hitam
Dalam novel misteri Cinta dan Ilmu Hitam, seorang istri mengalami lonjakan berat badan drastis dan rasa lapar ekstrem yang tak wajar setelah menikah. Melalui siaran langsung, terungkap dugaan suaminya menggunakan guna-guna demi menguntungkan selingkuhannya. Baca novel online menegangkan ini.
Karma Untuk Istri Durhaka
Karma Untuk Istri Durhaka
Dalam novel romantis modern Karma Untuk Istri Durhaka, Edwin dikhianati oleh istrinya, Melissa, yang pulang membawa kehamilan dari klien utama demi sebuah proyek. Edwin harus memilih antara mempertahankan bisnisnya atau harga dirinya saat diminta bercerai. Baca novel online seru ini sekarang.
Ketika Cinta Adalah Sebuah Kebohongan
Ketika Cinta Adalah Sebuah Kebohongan
Dalam Ketika Cinta Adalah Sebuah Kebohongan, Kesha lepas dari pernikahan beracun dengan Juan. Kini ia kembali sebagai bintang sukses dalam romance novel ini. Juan yang terjebak masa lalu mulai mengejarnya, menciptakan konflik billionaire romance books yang penuh pilihan hidup sulit.
Love for Haphephobia
Love for Haphephobia
Dalam Love for Haphephobia, Lintang terjebak drama rumit saat mencoba menggagalkan pernikahan ibunya. Demi membuktikan cintanya pada Bintang di depan mantan kekasihnya, ia harus menghadapi trauma fisik dalam romance novel ini. Sebuah modern novel penuh pilihan sulit dan pembuktian diri.
Mama Polos Dan Bayi Jenius
Mama Polos Dan Bayi Jenius
Dalam Mama Polos Dan Bayi Jenius, seorang sekretaris harus menghadapi CEO billionaire setelah rahasia malam liar enam tahun lalu membuahkan seorang anak. Baca romance novel ini untuk melihat bagaimana takdir mempertemukan mereka kembali di dunia modern yang penuh dengan pilihan sulit.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Jodohku Sang Pewaris
Jodohku Sang Pewaris
Di kehidupan sebelumnya, Stella salah mengira Isaac adalah penyelamatnya dan karena berterima kasih, ia setuju menikahinya. Tanpa ia sadari, pahlawan sejatinya, Adrian, kehilangan ingatan akibat kecelakaan dan menjadi pengawalnya, diam-diam melindunginya. Menjelang ajalnya, barulah Stella menyadari kebenarannya: hati Isaac adalah milik saudari tirinya, Ivy. Pasangan kejam ini tidak hanya menjeratnya dengan kebohongan, tetapi juga merencanakan konspirasi licik untuk melawannya. Stella meninggal dengan hati penuh dendam. Namun, takdir memberinya kesempatan kedua...
[Dijuluki] Cinta di Surga dan Neraka
[Dijuluki] Cinta di Surga dan Neraka
Selama ini, Gu Nian selalu mengira bahwa Fu Nanyi adalah penebusannya. Dia membawanya keluar dari kesengsaraan, melindunginya sepenuhnya. Namun, juga dia yang membuatnya kehilangan anak, kehilangan pernikahan, kehilangan keluarga, dan kehilangan segalanya yang dimilikinya. Dia menggunakan kebohongan untuk merajut masa depan untuknya.
Jangan Tangisi Kepergianku (Sulih Suara)
Jangan Tangisi Kepergianku (Sulih Suara)
Demi membalas budi, Neil menandatangani kontrak dengan ayahnya Keira untuk menikahi Keira dan membantunya pulih dari perpisahan dengan cinta pertamanya, Simon. Namun Keira yang masih tak mampu melepaskan bayang-bayang Simon hanya menganggap Neil sekedar pengganti. Setelah kontrak berakhir, Neil bercerai dan mengejar cita-citanya sebagai astronaut, sementara Keira yang akhirnya menyadari ketergantungan dirinya pada Neil bertekad merebut hatinya dan kembali menikah dengannya.
Kali Ini Aku Jadi Kakak Ipar
Kali Ini Aku Jadi Kakak Ipar
Setelah Wendy bersama putri kaya, dia langsung membunuh Nia! Jadi begitu Nia terlahir kembali, dia langsung mengejar kakaknya si putri kaya, Bino! Bino punya Penyakit Racun Dingin. Selain mandul, dia bahkan divonis tidak akan bisa hidup lebih dari sebulan setelah nikah. Tapi di saat ini, Nia malah muntah. Dokter berkata, Pak Bino, Bu Nia hamil!
[Versi Dub] 190 Menit Terakhir
[Versi Dub] 190 Menit Terakhir
Dokter Hadi Pranoto, seorang dokter ternama dari Seston, ditugaskan oleh keluarga Wijaya, keluarga paling berpengaruh di Xonos, untuk mengantarkan ginjal penyelamat dari Rumah Sakit Bandar Medika ke Xonos dalam waktu tiga jam untuk menyelamatkan Chandra Wijaya. Di dalam pesawat, ia tak sengaja bertemu dengan Siska Darmawan, calon menantu keluarga Wijaya. Ketegangan memuncak ketika Siska dan ibunya menyalahgunakan pengaruh keluarga Wijaya—membahayakan nyawa Chandra.
Lima Jenius Kecilku yang Cemerlang
Lima Jenius Kecilku yang Cemerlang
Setelah malam asmara dengan Liam, kekasih lamanya, Leona, putri dari keluarga kaya, menemukannya hilang secara misterius. Saudara tiri Leona, Kelsey, ditemani oleh ayah mereka, datang untuk menangkap mereka dalam tindakan itu, menyatakan bahwa Leona telah dijanjikan kepada putra keluarga lain. Menuduhnya melakukan hubungan seks bebas dan membawa aib pada keluarga Bowman, mereka mengusirnya dari rumah. Merasa tertipu oleh Liam, Leona kembali ke pedesaan. Di sana, dia belajar keterampilan medis di bawah bimbingan seorang dokter legendaris. Tanpa diduga hamil, dia akhirnya melahirkan kembar lima, empat putra dan satu putri! Enam tahun kemudian, Leona kembali ke negara asalnya bersama anak-anaknya dan mendirikan klinik. Terlepas dari kehidupan baru mereka, kelima anak ini bertekad untuk menemukan ayah mereka.