Logo
Rembulan Untuk Mantan Pramuria
Rembulan Untuk Mantan Pramuria

Rembulan Untuk Mantan Pramuria

57 Bab
Tamat
Dalam Rembulan Untuk Mantan Pramuria, Dewi berusaha menata hidup baru bersama Dimas setelah masa lalu yang kelam. Dimas harus memperjuangkan restu keluarga demi menikahi pilihannya. Simak kisah romance novel ini di web novel kami, sebuah modern novel tentang ketulusan dan pengabdian.
Bab 1 dari Rembulan Untuk Mantan Pramuria

Disuatu malam yang dingin, Dimas menghentikan laju mobilnya di kedai kopi yang terletak tidak jauh dari tempat lokalisasi, berniat turun dan memesan secangkir kopi untuk menghangatkan tubuh di kedai itu, tiba-tiba dengan lancang seorang perempuan datang menggedor pintu mobilnya, diiringi riuhnya suara sirene mobil polisi. Rupanya malam itu tengah diadakan razia Satpol PP ditempat lokalisasi.

"Mas-mas, tolong buka pintu mobilnya!" Perempuan itu menunjukan mimik wajah panik.

"Mungkin dia salah satu PSK disini, apakah aku perlu membukakan pintu? Atau membiarkan dia terciduk Polisi? Tapi kasihan sih, ah nggak ada salahnya aku nolongin, kali ini saja", gumam Dimas dalam hati yang diikuti gerak tangannya membukakan pintu mobil untuk perempuan malam itu.

Begitu pintu mobil terbuka, dengan sigap perempuan itu masuk, maringkuk dibawah carseat. Badanya bergetar hebat dengan kepala yang masih meringkuk kebawah. Apakah sedemikian takutnya perempuan ini dengan salah satu resiko yang harus dia tanggung sebagai perempuan malam?

Ingin Dimas menepuk bahu perempuan itu untuk sekedar menyadarkannya dari rasa panik yang menerjang, tetapi situasi ini cukup canggung bagi Dimas. Dia sama sekali tidak mengenal perempuan itu.

"Mbak, tenang ya? Dari luar kaca mobil ini tidak terlihat, Mbak nggak perlu meringkuk seperti itu...", ucap Dimas memecah suasana hening.

Perempuan itu mengangkat kepala dengan nafas yang masih tersenggal. Kedua tanganya memeluk tubuh gemulai yang masih bergetar itu. Perempuan itu menoleh ke arah luar mobil untuk memastikan situasi di luar aman.

"Mas, sementara saya di sini dulu ya sampai situasi di luar aman?",pinta perempuan itu dengan tatapan berkaca-kaca.

Dimas terpukau dengan kecantikan yang dimiliki perempuan itu. Rambut hitam panjang sepinggang dengan poni depan yang cukup tebal, membuat perempuan itu terlihat semakin manis. Dari wajah, kini tatapan mata Dimas turun tertuju pada tubuh perempuan yang kini duduk di sebelahnya. Leher yang begitu indah. Tubuh perempuan itu nampak sekal dibalut gaun merah terang yang sangat ketat di bangian dada, membuat buah dada yang subur itu nampak jelas.

"Mas?", ucap perempuan itu dengan kedua telapak tangan melambai di depan wajah Dimas.

"Mas dengar saya bicara?", sambung si perempuan membuat Dimas mulai tersadar dari lamunanya.

"Oh iya, Mbak, saya dengar kok. Sementara Mbak disini dulu saja sampai situasi di luar aman." jawab Dimas dengan senyum ramah.

Seketika suasana menjadi hening. Satu sama lain memiliki perasaan yang sama, sama-sama malu untuk memulai perbincangan di dalam ruang kecil yang saat itu hanya ada mereka berdua. Dimas masih terus memperhatikan perempuan itu yang sampai sekarang pandanganya terus tertuju di luar, berharap keselamatan memihak kepadanya.

"Mbak mau di sini aja atau kita pergi ke tempat lain?", ucap Dimas ngasal yang berhasil memecah keheningan.

"Eh, bukan gitu, maksud saya, mungkin kalau Mbak lapar kita bisa pergi ke tempat makan dulu sambil nunggu situasi aman."

"Boleh, Mas." jawab perempuan itu singkat.

Dimas memilih untuk memutar kendaraanya, memilih jalan lain untuk menghindari tempat lokalisasi itu.

Mobil melaju dengan kecepatan sedang, sengaja Dimas melakukan itu untuk membuat perempuan yang duduk di sebelahnya merasa nyaman. Laju kendaraan mereka terhenti di suatu kedai makan yang cantik dengan aksen vintage di dalamnya.

Ketika tangan perempuan itu hendak membuka pintu mobil, Dimas dengan sigap menghentikannya.

"Tunggu!", seru Dimas seraya melepas kemeja bermotif kotak yang dia kenakan.

"Ini Mbak, dipakai aja," Dimas menyerahkan kemejanya pada perempuan itu.

"Loh, Mas, kenapa sampai melakukan itu? Saya sudah terbiasa berpakaian seperti ini," jawab si perempuan.

"Jangan Mbak! Saya mohon, pakai kemeja ini. Tubuh Anda begitu beharga!" ucap Dimas meyakinkan.

Perempuan itu tersenyum, membalas ucapan Dimas dengan tangan menengadah, yang berati dia mengiyakan untuk memakai kemeja pemberian Dimas.

'Ternyata masih ada laki-laki yang menganggapku beharga di dunia ini.' gumam si perempuan dalam hati. Ucapan Dimas cukup membesarkan hatinya yang rapuh oleh banyaknya sayatan luka dari banyak pria yang pernah dia temani. Bagaimana tidak? Disaat semua laki-laki yang datang kepadanya hanya membutuhkan kenikmatan atas raganya, disaat setiap pria yang melaluinya tak segan berpandangan liar dan menggodanya, bahkan tak jarang dia menerima ucapan dan sikap kasar dari para tamu laki-laki yang datang.

"Kita duduk di bangku pojok ya,"

"Oh, iya Mas."

Mereka duduk saling berhadapan di bangku yang mereka tuju. Tangan Dimas memegang selembar kertas yang bertuliskan menu yang dijual di kedai itu.

"Mbak mau pesan apa?" tanya Dimas dengan tatapan mata masih tertuju pada selembar kertas yang dilaminating, bertuliskan menu di tanganya.

"Samaan aja Mas," jawab perempuan itu sambil menatap sekeliling.

"Oke," tangan Dimas menggenggam pena menulis pesanan untuk mereka.

"Dari tadi kita bicara panjang lebar tapi belum sempat kenalan ya? Namaku Dimas," ucap dimas sambil mengulurkan tangan.

Uluran tangan Dimas disambut saat itu juga,"Nama saya Dewi."

"Mulai sekarang panggil nama aja ya? Biar makin akrab," Dimas tersenyum ramah kepada perempuan yang beberapa detik lalu diajaknya berkenalan.

"Iya Mas, em, maksud saya Dimas." Dewi menjawab sembari melengkungkan bibir mungilnya. "Kok mulai sekarang? Apa mungkin kedepanya kita akan bertemu lagi?" perempuan itu menaikan kedua alisnya.

"Mungkin di lain waktu kita akan bertemu kembali, Wi. Aku boleh kan jadi teman kamu?", pinta Dimas dengan tatapan mata berbinar.

"Boleh Dim, tapi apa kamu nggak malu berteman dengan perempuan kotor seperti aku?", Dewi menunduk seolah merasa malu atas ucapanya sendiri.

"Tolong, Wi, jangan berkata seperti itu saat kita bertemu. Aku nggak suka." jawab Dimas dengan wajah kecewa.

"Iya, Dim. Maaf, aku nggak akan mengulanginya lagi."

Berselang 20 menit seorang waiters datang, seorang remaja laki-laki dengan kisaran umur 17-18 tahun, menyajikan makanan yang sudah mereka pesan.

" Beruntung ya, Om, punya istri cantik banget, hehe!", tak segan remaja laki-laki itu memuji kecantikan Dewi yang menurut Dimas sendiri memang Dewi adalah sosok yang sangat cantik.

"Uhuk!", seketika Dimas terbatuk saat menyesap minuman karena kaget dengan ucapan remaja itu.

"Iya deh, Om. Saya pergi kalo Om nya grogi," ucap remaja waiters sembari tersenyum lebar. Kedua tanganya memeluk baki, tampak gigi-gigi yang berjajar rapih dari senyum lebarnya.

"Kamu nggak apa-apa, Dim?", tanya Dewi dengan wajah khawatir akan kondisi kesehatan pria itu.

"Nggak kok, nggak apa. Ayo dimakan, keburu dingin," Dimas menjawab sambil mengangguk, mempersilahkan Dewi untuk menyantap makanan di depanya.

Dewi hanya tersenyum. Sesekali Dimas memperhatikan Dewi saat makan. Yang dengan anggun menyuapkan sepotong demi sepotong steak ke bibir mungilnya.

"Dimas, untuk kali ini, biar aku yang traktir ya? Anggap aja sebagai ungkapan terimakasih, karena kamu udah nolongin aku tadi," ucap Dewi yang kini mulai berbicara santai.

"Enggak, Dew. Dimana-mana yang harus bayarin ya laki-laki dong!"

"Dimas, kamu udah nolongin aku, aku jadi ngrepotin dong kalo kamu masih bayarin makananku?" tegas Dewi dengan wajah kesal.

"Sama sekali nggak ngrepotin, udah habiskan makananmu!", jawab Dimas tanpa menoleh ke arah Dewi.

***

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Dendam Wanita Simpanan
Dendam Wanita Simpanan
Dalam Dendam Wanita Simpanan, Nayla terjebak fitnah pelakor yang menghancurkan hidupnya. Muak dengan ancaman, ia memutuskan membalas dendam dengan mewujudkan tuduhan itu jadi nyata. Simak kisah romance modern ini di platform web novel kami dan baca fiksi menarik lainnya secara online.
Kau Sakiti Orang Yang Salah
Kau Sakiti Orang Yang Salah
Dalam Kau Sakiti Orang Yang Salah, Reza membalas dendam masa lalu kepada Luna. Namun, penemuan anak kandung mengubah segalanya. Baca romance novel ini untuk melihat perjuangan Reza meluluhkan hati Luna kembali. Sebuah modern novel penuh konsekuensi yang tersedia di platform web novel.
Kisah Sang Penguasa
Kisah Sang Penguasa
Dalam Kisah Sang Penguasa, Fugaku dikhianati dan dibuang ke laut oleh keluarga Diningrat. Setelah selamat, ia bergabung dengan pasukan misterius Celestial. Simak modern novel penuh aksi dan adventure story ini saat ia kembali menuntut balas melalui misi rahasia di Kota Kastiya.
Obsesi Pacar Sahabatku
Obsesi Pacar Sahabatku
Dalam romance novel Obsesi Pacar Sahabatku, Sila terjebak klaim sepihak Agra yang merupakan kekasih sahabatnya sendiri. Menghadapi sikap posesif yang tidak masuk akal, Sila harus melawan obsesi gila ini di tengah konflik modern novel yang penuh tekanan dan pilihan sulit.
Para Pria yang Diculik ke Desa Wanita
Para Pria yang Diculik ke Desa Wanita
Dalam novel misteri "Para Pria yang Diculik ke Desa Wanita", seorang wanita menghadapi kekasihnya yang ternyata menculik wanita untuk dijual. Namun, ia juga punya rahasia gelap menjebak para pria ke desanya. Baca novel online aksi mendebarkan ini.
Perjodohan Tidak Diinginkan
Perjodohan Tidak Diinginkan
Dalam Perjodohan Tidak Diinginkan, Nadira terpaksa menikahi Adrian, pengusaha yang sudah beristri. Modern novel ini mengisahkan misi Nadira menyelamatkan keluarga Adrian dari rahasia besar Rania. Temukan kelanjutan romance novel ini di antara loyalitas dan pengkhianatan dalam webnovel ini.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Candaan yang Mengubah Segalanya
Candaan yang Mengubah Segalanya
Dimulai dari sebuah candaan, Sela tanpa sengaja mengetahui sifat asli kekasihnya, Yuda. Saat perasaan Yuda mulai tulus, semuanya sudah terlambat. Cinta yang dibina selama tujuh tahun pun hancur. Segalanya berubah karena satu candaan yang membuka kebenaran.
Tidak Bisa Mengatakan Aku Cinta Padamu
Tidak Bisa Mengatakan Aku Cinta Padamu
Setiap wanita pasti ingin menikah dengan pria pujaan hatinya dan menjalani pernikahan yang bahagia. Tapi tidak dengan Mia Alexa yang sudah menikah dengan Adit Brahma selama enam tahun. Cintanya bertepuk sebelah tangan, tapi Mia tetap berusaha untuk mendapatkan hati Adit. Namun sayangnya, Adit masih menunggu wanita yang terbaring di rumah sakit akibat kecelakaan mobil dan mungkin tidak bisa bangun untuk selamanya. Suatu hari, wanita yang ditunggu Adit siuman dan Mia pun diusir dari keluarga Brahma karena dituduh sebagai pelaku kecelakaan mobil tersebut. Untungnya, Mia tidak terpuruk dan berhasil bangkit dari keadaannya. Satu per satu, keanehan pun mulai terkuak.
Dalam Pelukan Waktu
Dalam Pelukan Waktu
Terjebak di tahun 70-an sebagai antagonis dalam novel yang ia baca, Naya justru menemukan hal yang selama ini belum dia dapatkan, yaitu kasih sayang seorang ibu dan cinta tulus dari pria asing.
Kenapa Menangis Saat Kuberhenti Mengejar?
Kenapa Menangis Saat Kuberhenti Mengejar?
Demi membayar tagihan medis adiknya, Raymon Candu terpaksa melayani dua gadis yang tak pernah menghargainya. Mereka memperlakukannya semena-mena, menginjak harga dirinya, tanpa pernah menghargai kebaikannya. Namun, Raymon tidak menyerah. Setelah berhasil mengumpulkan cukup uang, dia tanpa ragu meninggalkan mereka. Kedua gadis itu mulai panik saat menyadari kepergiannya, bahkan sampai memohon agar dia kembali. Tapi Raymon sudah berjalan jauh, meninggalkan masa lalu yang pahit di belakangnya.
Aku Merental Suami Miliarder untuk Natal
Aku Merental Suami Miliarder untuk Natal
Tujuh tahun yang lalu, mereka menghabiskan satu malam bersama. Sekarang, mereka menikah pura-pura—dengan seorang anak yang pria itu tidak tahu ketahui adalah anaknya.
Aku Bisa Memutar Kembali Waktu
Aku Bisa Memutar Kembali Waktu
Hanya karena sekali melewati orang lain, ia dianiaya dan sayangnya kehilangan istrinya. Berjuang untuk kehidupannya dan maruahnya, ia menolak menerima uang dan menyepakati. Dalam perjuangan untuk keadilan bagi istri dan dirinya sendiri, ia tidak sengaja menemukan rahasia identitasnya yang sebenarnya dan mendapatkan kekuatan untuk mengulangi waktu, untuk membatalkan segalanya...