Logo
Random Wife
Random Wife

Random Wife

96 Bab
Tamat
Dalam Random Wife, Fabian Gabrilio sang bos pelit menuntut sekretarisnya mencari istri secepatnya atau ia akan menikahinya. Ikuti kisah billionaire romance ini dalam balutan modern novel yang penuh tekanan profesional dan misi pencarian pasangan hidup di platform web novel kami.
Bab 1 dari Random Wife

-Kepelitan adalah sumber kekayaan yang hakiki untuk bos super duper perhitungan-

"Bang, gimana nih, motornya kok enggak hidup-hidup?" tanya Indira dengan raut wajah lesu, ia melirik jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul 7.48. Dirinya takut terlambat dan mendapat omelan Fabian.

"Aduh, Mbak ... sepertinya ini butuh waktu lama. Mbak cari taksi atau pesan gojek lain aja," kata Abang gojek itu dengan ragu, takut Indira marah-marah.

"Ya udahlah," Indira langsung berjalan dengan raut wajah kesal, ia terus menggerutu.

Di dekat taman, Indira melepas hak tingginya, buru-buru ia ganti dengan sepatu kets yang dibawanya dalam tote bag yang ia jinjing. Perempuan ini memang suka membawa sepatu kesayangannya karena tidak nyaman menggunakan hak tinggi. Lalu, ia berlari--tidak peduli kalau ada yang memperhatikannya.

Suara lagu "Cinta Suci" mengalun dari ponsel jadulnya. Ia langsung berhenti untuk membuka tasnya yang ternyata ada panggilan dari bosnya. Belum sempat ia menjawab, sambungan telepon itu terputus. Dan, pesan singkat menyusul.

Bos Pelit 😣

Saya tadi WA kamu tapi kok √, saya telepon kok enggak diangkat. Kamu niat kerja enggak, sih?

Dihubungin kok sulit. Kakek saya yang dokter aja enggak sesibuk kamu. Ayah saya yang direktur utama aja selalu bisa saya hubungi.

Kalau kamu enggak niat kerja, resign aja, biar saya enggak perlu ngasih pesangon.

Indira memelototkan matanya, ia sangat kesal dengan Fabian yang tidak ada basa-basi, langsung mengatakan kalau dirinya lebih baik resign. Bukannya sok sibuk, tapi ponsel androidnya tertinggal di kontrakannya tadi. Dirinya hanya membawa ponsel biasa yang tidak ada aplikasi internet--hanya menelpon dan sms.

"Kok ada ya bos sebawel dan sepelit ini. Kirain mau kasih tahu hal penting cuma ngomel kenapa enggak bisa dihubungi," Indira berkacak pinggang.

"Ya saya mau nghubungin kamu, pastinya ada urusan penting," Fabian menatap Indira dingin.

Indira meneguk salivanya, begitu mendengar suara yang familier. Jantungnya berdegup dengan kencang seketika. Untungnya, ia tidak menyumpah serapahi Fabian kalau tidak habislah sudah riwayatnya.

Indira langsung memasang senyum, begitu membalikkan tubuhnya dan mendapati sosok Fabian yang tengah memasukkan kedua tangannya dalam saku.

"Eh, Bapak," Indira mengulurkan tangan kanannya yang membuat Fabian mengernyit.

"Mau ngapain?"

"Salaman, Pak."

Fabian mengerti maksud Indira, tapi ia bingung  kenapa Indira mau melakukan hal itu. Meski ragu Fabian tetap mengulurkan tangan kanannya.

Indira langsung menjabat tangan Fabian, "Mohon maaf ya, Pak. Maaf sering nyusahin."

"Emang kamu ngelakuin kesalahan apa lagi?"

"Lah menurut Bapak kan setiap hari saya nyusahin Bapak mulu. Padahal minggu saya enggak ketemu Bapak, tapi Bapak bilang saya nyusahin Bapak."

"Itu mah fakta. Ya udah lupain aja. Ayo berangkat, keburu macet jalannya," ajak Fabian seraya mengandeng Indira menuju mobilnya. Indira hanya mengikuti intruksi atasannya seraya memasang raut wajah berseri-seri, padahal dalan hati ia sibuk mengumpat.

Fabian langsung membuka pintu di samping setir yang membuat Indira terheran-heran. Bukan seperti film di televisi yang biasanya si pria membukakan pintu untuk wanitanya, ini tidak. Fabian membuka pintu untuk dirinya sendiri yang membuat Indira mematung. Pasalnya kalau Fabian di kursi sebelah kemudi, berarti dia yang harus menyetir.

"Pak, ini saya yang nyetir?" tanya Indira seraya mencondongkan kepalanya menghadap ke arah Fabian yang sudah duduk di kursi.

Fabian tersenyum, "Iya, makanya tadi saya wa sama nelpon kamu berulang-ulang buat nganterin saya ke kantor. Sopir saya kan cuti, jadi kamu yang harus nyetiran mobil saya ke kantor."

Indira meringis, "Bapak bisa aja, tapi gaji saya naik, kan?"

"Enak aja, kamu aja telat mulu. Masih untung enggak saya potong gaji."

"Dasar perhitungan, pelit," cibir Indira dengan suara lembut seraya menutup pintu yang masih didengar Fabian.

"Kalau saya enggak pelit, saya enggak kaya dong."

Tbc...

Uji coba dulu

-Kepelitan adalah sumber kekayaan yang hakiki untuk bos super duper perhitungan-

"Bang, gimana nih, motornya kok enggak hidup-hidup?" tanya Indira dengan raut wajah lesu, ia melirik jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul 7.48. Dirinya takut terlambat dan mendapat omelan Fabian.

"Aduh, Mbak ... sepertinya ini butuh waktu lama. Mbak cari taksi atau pesan gojek lain aja," kata Abang gojek itu dengan ragu, takut Indira marah-marah.

"Ya udahlah," Indira langsung berjalan dengan raut wajah kesal, ia terus menggerutu.

Di dekat taman, Indira melepas hak tingginya, buru-buru ia ganti dengan sepatu kets yang dibawanya dalam tote bag yang ia jinjing. Perempuan ini memang suka membawa sepatu kesayangannya karena tidak nyaman menggunakan hak tinggi. Lalu, ia berlari--tidak peduli kalau ada yang memperhatikannya.

Suara lagu "Cinta Suci" mengalun dari ponsel jadulnya. Ia langsung berhenti untuk membuka tasnya yang ternyata ada panggilan dari bosnya. Belum sempat ia menjawab, sambungan telepon itu terputus. Dan, pesan singkat menyusul.

Bos Pelit 😣

Saya tadi WA kamu tapi kok √, saya telepon kok enggak diangkat. Kamu niat kerja enggak, sih?

Dihubungin kok sulit. Kakek saya yang dokter aja enggak sesibuk kamu. Ayah saya yang direktur utama aja selalu bisa saya hubungi.

Kalau kamu enggak niat kerja, resign aja, biar saya enggak perlu ngasih pesangon.

Indira memelototkan matanya, ia sangat kesal dengan Fabian yang tidak ada basa-basi, langsung mengatakan kalau dirinya lebih baik resign. Bukannya sok sibuk, tapi ponsel androidnya tertinggal di kontrakannya tadi. Dirinya hanya membawa ponsel biasa yang tidak ada aplikasi internet--hanya menelpon dan sms.

"Kok ada ya bos sebawel dan sepelit ini. Kirain mau kasih tahu hal penting cuma ngomel kenapa enggak bisa dihubungi," Indira berkacak pinggang.

"Ya saya mau nghubungin kamu, pastinya ada urusan penting," Fabian menatap Indira dingin.

Indira meneguk salivanya, begitu mendengar suara yang familier. Jantungnya berdegup dengan kencang seketika. Untungnya, ia tidak menyumpah serapahi Fabian kalau tidak habislah sudah riwayatnya.

Indira langsung memasang senyum, begitu membalikkan tubuhnya dan mendapati sosok Fabian yang tengah memasukkan kedua tangannya dalam saku.

"Eh, Bapak," Indira mengulurkan tangan kanannya yang membuat Fabian mengernyit.

"Mau ngapain?"

"Salaman, Pak."

Fabian mengerti maksud Indira, tapi ia bingung  kenapa Indira mau melakukan hal itu. Meski ragu Fabian tetap mengulurkan tangan kanannya.

Indira langsung menjabat tangan Fabian, "Mohon maaf ya, Pak. Maaf sering nyusahin."

"Emang kamu ngelakuin kesalahan apa lagi?"

"Lah menurut Bapak kan setiap hari saya nyusahin Bapak mulu. Padahal minggu saya enggak ketemu Bapak, tapi Bapak bilang saya nyusahin Bapak."

"Itu mah fakta. Ya udah lupain aja. Ayo berangkat, keburu macet jalannya," ajak Fabian seraya mengandeng Indira menuju mobilnya. Indira hanya mengikuti intruksi atasannya seraya memasang raut wajah berseri-seri, padahal dalan hati ia sibuk mengumpat.

Fabian langsung membuka pintu di samping setir yang membuat Indira terheran-heran. Bukan seperti film di televisi yang biasanya si pria membukakan pintu untuk wanitanya, ini tidak. Fabian membuka pintu untuk dirinya sendiri yang membuat Indira mematung. Pasalnya kalau Fabian di kursi sebelah kemudi, berarti dia yang harus menyetir.

"Pak, ini saya yang nyetir?" tanya Indira seraya mencondongkan kepalanya menghadap ke arah Fabian yang sudah duduk di kursi.

Fabian tersenyum, "Iya, makanya tadi saya wa sama nelpon kamu berulang-ulang buat nganterin saya ke kantor. Sopir saya kan cuti, jadi kamu yang harus nyetiran mobil saya ke kantor."

Indira meringis, "Bapak bisa aja, tapi gaji saya naik, kan?"

"Enak aja, kamu aja telat mulu. Masih untung enggak saya potong gaji."

"Dasar perhitungan, pelit," cibir Indira dengan suara lembut seraya menutup pintu yang masih didengar Fabian.

"Kalau saya enggak pelit, saya enggak kaya dong."

Tbc...

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Dendamku Pada CEO Berujung Pelaminan
Dendamku Pada CEO Berujung Pelaminan
Dalam Dendamku Pada CEO Berujung Pelaminan, Aruna bertransformasi demi membalas sakit hati pada Nathan. Pertemuan kembali dengan sang pria di genre romance modern ini memicu intrik billionaire romance novels yang penuh misi balas dendam dan konsekuensi tak terduga bagi masa depan mereka.
Diam-Diam Kuserahkan Surat Cerai
Diam-Diam Kuserahkan Surat Cerai
Dalam novel romantis miliarder Diam-Diam Kuserahkan Surat Cerai, seorang istri rahasia memutuskan bercerai dari Tritan Wirajaya setelah dikhianati kenyataan. Membawa janin di kandungannya, ia pergi membangun karier mandiri. Baca novel online ini untuk mengikuti perjuangannya lepas dari masa lalu.
DIARY_LIANA
DIARY_LIANA
Dalam DIARY_LIANA, Liana Salsabila berjuang bangkit dari trauma pengkhianatan kekasih dan kehilangan rahimnya. Sebagai mahasiswi cerdas di genre romance modern ini, ia harus menghadapi konsekuensi rahasia besarnya di hadapan keluarga billionaire miliknya. Baca kisah lengkapnya di web novel ini.
Mengungkap Cinta: Pernikahan Kilat dengan Seorang Taipan Rahasia
Mengungkap Cinta: Pernikahan Kilat dengan Seorang Taipan Rahasia
Dalam Mengungkap Cinta: Pernikahan Kilat dengan Seorang Taipan Rahasia, Elyse terjebak perjanjian cerai dengan Adrian. Namun, rahasia besar terbongkar saat identitas asli sang suami terungkap. Temukan kisah billionaire romance novels ini di web novel yang penuh kejutan dan pilihan sulit.
Hasrat Kedua
Hasrat Kedua
Dalam romance novel Hasrat Kedua, Senja mengira hidupnya sempurna setelah dinikahi Dafa, seorang billionaire. Namun, pengkhianatan Dafa dengan Lily menghancurkan segalanya. Di tengah kemelut modern novel ini, Senja dihadapkan pada pilihan sulit saat kakak iparnya mulai jatuh hati.
Istri mandul CEO bucin
Istri mandul CEO bucin
Dalam Istri mandul CEO bucin, Ara menghadapi ujian berat saat rahimnya bermasalah. Meski Cadis tetap setia, kehadiran orang ketiga memicu kesalahpahaman besar. Ikuti perjuangan mereka dalam billionaire romance novels ini, sebuah modern novel tentang kesetiaan dan konflik rumah tangga.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Bangkit Lagi, Usai Dihujani Salju
Bangkit Lagi, Usai Dihujani Salju
Pada kehidupan sebelumnya, saat Aisyah dan adik tirinya terjebak dalam longsor salju, Ayahnya memaksanya menyerahkan satu-satunya tandu. Aisyah tewas membeku. Setelah terlahir kembali, ia menyadari itu adalah pembunuhan berencana Ayahnya untuk merebut warisan Ibunya. Kali ini, ia memutuskan untuk membuat mereka membayar mahal.
Bulan Berselimut Cinta
Bulan Berselimut Cinta
Setelah Wini Siva dibunuh oleh pamannya yang sangat dipercayainya, suaminya yang selalu dibencinya, Saka Fikri, memilih mati bersamanya. Wini terlahir kembali, kembali ke malam sebelum pernikahannya dengan Saka. Dengan pengalaman dari kehidupan sebelumnya, Wini tahu siapa yang mencintainya dan siapa yang menyakitinya. Dia memutuskan untuk menjaga jarak dari kerabat yang berniat jahat, sambil kembali merajut cinta manis dengan Saka yang sangat mencintainya.
Putri yang Tak Akan Tunduk
Putri yang Tak Akan Tunduk
Putri Rea menyembunyikan identitasnya untuk menyembuhkan Pangeran Zaki, dan membantunya naik takhta. Namun setelah berkuasa, Zaki menurunkan Rea jadi selir demi menikahi Yurea. Rea pun menceraikannya dan kembali ke Negara Lira untuk naik takhta.
Dendam untuk Ayah Mertua
Dendam untuk Ayah Mertua
Ayah mertua Yusuf tewas setelah memperjuangkan keadilan. Pembunuhnya bebas. Istrinya, Karina, demi mengejar ketenaran, bersekutu dengan Keluarga Wiratama membunuh ayah kandungnya sendiri, lalu membela sang pembunuh untuk meraih kekuasaan sebagai Ratu Hukum. Yusuf menemukan rekaman peninggalan ayah mertuanya yang mengungkap transaksi gelap itu. Ia bertekad membalas kematian ayah mertuanya.
Insiyur Modern di Desa Kuno (Sulih Suara)
Insiyur Modern di Desa Kuno (Sulih Suara)
Seorang doktor ganda bidang Teknik dan material tak sengaja terlempar ke masa lalu jadi Randa, seorang pemboros. Dia menghadapi krisis di mana warisan dan istrinya akan digadaikan. Dengan pengetahuan modernnya, ia memimpin warga Desa Wira menuju kesejahteraan. Meski tindakannya dianggap makin boros, Randa berhasil mengubah nasib dan mengatasi krisis hingga mendapat pengakuan dari Sinta, istrinya.
Kuberikan Jantungku untuknya
Kuberikan Jantungku untuknya
Selama tujuh tahun, Alec setia mencintai Lexi. Sayangnya, kakak laki-laki Lexi berhasil meracuni pikirannya, meyakinkannya bahwa Alec telah mengkhianatinya. Lexi pun menuntut cerai, menggugurkan anak mereka, yang memicu kambuhnya penyakit jantungnya. Dengan rela, Alec mengorbankan jantungnya sendiri untuk menyelamatkan nyawa wanita yang dicintainya. Tanpa menyadari pengorbanan itu, Lexi justru mengira pria itu pergi karena dendam. Di tengah penyesalan yang menyiksa, dia baru tersadar bahwa cintanya pada Alec selalu ada dan mulai memburu bayangannya dalam keputusasaan. Kebenaran akhirnya terungkap. Saat mengetahui jantung yang berdetak di dadanya adalah milik Alec, Lexi pun hancur hati. Keputusasaan akhirnya menguburnya hidup-hidup, bersama kenyataan pahit bahwa orang terkasihnya telah wafat untuk selamanya demi keselamatannya.