Logo
RAHASIA DI BALIK KEBAHAGIAAN
RAHASIA DI BALIK KEBAHAGIAAN

RAHASIA DI BALIK KEBAHAGIAAN

73 Bab
Tamat
Dalam RAHASIA DI BALIK KEBAHAGIAAN, seorang istri membongkar perselingkuhan suaminya. Kisah romance modern ini berubah menjadi mystery story menegangkan saat ia menggali rahasia gelap yang mengancam hidupnya. Baca web novel ini untuk mengungkap kebenaran di balik pengkhianatan.
Bab 1 dari RAHASIA DI BALIK KEBAHAGIAAN

Kehidupan Hana dan Arya tampak begitu sempurna. Setiap pagi, Hana menyiapkan sarapan di dapur yang dipenuhi aroma kopi dan roti panggang. Arya duduk di meja makan, tersenyum sambil membaca koran atau mengecek berita dari ponselnya. Pagi mereka selalu hangat, penuh canda tawa, dan semua orang di sekitar mereka menganggap keluarga kecil ini sebagai pasangan ideal.

Namun, belakangan ini Hana mulai merasakan ada sesuatu yang berbeda. Arya, yang biasanya sangat perhatian, kini sering tampak larut dalam pikirannya sendiri. Dia sering pulang terlambat, beralasan pekerjaan yang semakin sibuk, atau proyek besar yang butuh perhatian ekstra.

Suatu pagi, saat Hana menyuguhkan kopi seperti biasa, Arya terlihat kurang antusias.

"Kopi hitam, tanpa gula. Seperti biasa, Pak Arya yang sibuk," Hana mencoba menggoda, berharap bisa mencairkan suasana.

Arya tersenyum singkat, namun tidak seperti biasanya. Senyumnya terlihat samar, dan ia lebih banyak menunduk pada layar ponselnya.

"Terima kasih, Sayang," jawabnya singkat sambil menyeruput kopi.

Hana memandangnya lekat-lekat, merasa ada yang ganjil. Tapi ia menahan diri, berusaha meyakinkan hatinya bahwa ini hanya lelah biasa. Namun, instingnya berkata lain.

"Kamu baik-baik saja, Arya?" Hana akhirnya memberanikan diri bertanya. "Akhir-akhir ini kamu terlihat... berbeda."

Arya menghela napas, menatap Hana sejenak sebelum kembali fokus ke ponselnya. "Hanya kerjaan, Han. Ada proyek baru yang cukup bikin kepala pening."

Hana mencoba tersenyum dan mengangguk. Tapi perasaan aneh itu tak hilang, malah semakin besar. Arya biasanya suka bercerita tentang pekerjaannya, detail kecil yang ia tak sabar untuk bagi pada Hana. Tapi sekarang, jawaban Arya terasa menghindar, seakan ada sesuatu yang dia sembunyikan.

Beberapa hari kemudian, rasa gelisah Hana semakin menjadi. Saat dia merapikan pakaian Arya di lemari, ia melihat dasi yang belum pernah dilihatnya sebelumnya, dengan motif yang lebih mencolok dari pilihan Arya biasanya.

"Mungkin aku yang lupa atau mungkin ini hadiah dari seseorang?" pikirnya dalam hati. Tapi, rasa penasaran itu terus mengusiknya.

Sore itu, Hana memutuskan untuk berbicara dengan sahabatnya, Rina, di sebuah kafe dekat kantor Rina. Rina sudah mengenal Hana sejak lama, dan selalu menjadi tempat Hana curhat.

"Aku tahu mungkin ini hanya perasaanku, Rin," ujar Hana, sambil menyesap teh hangatnya. "Tapi aku merasa Arya berubah. Dia makin sering pulang telat, sering lihat-lihat ponsel, dan... entahlah. Aku merasa seperti ada sesuatu yang disembunyikan."

Rina mengerutkan dahi, mencoba menenangkan sahabatnya. "Mungkin kamu hanya terlalu khawatir, Han. Arya memang lagi sibuk banget kan? Kalau dia nggak pulang malam, itu malah aneh."

Hana tertawa kecil, tetapi tak sepenuhnya terhibur. "Iya sih, tapi kali ini beda, Rin. Bukan cuma soal pulang telat. Dia jadi tertutup. Aku coba nanya, dia cuma bilang soal proyek baru dan nggak mau cerita lebih."

Rina menatap Hana dengan cermat, lalu menggenggam tangannya. "Han, kamu tahu, komunikasi itu kuncinya. Kalau kamu merasa ada yang nggak beres, kamu bisa coba bicara lagi sama Arya. Tapi... pelan-pelan, ya?"

Hana mengangguk pelan. "Mungkin aku terlalu paranoid, ya?"

Malamnya, Hana menunggu Arya pulang. Waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh malam, dan belum ada kabar dari Arya. Perasaannya mulai tidak menentu. Setelah dua jam berlalu, Arya akhirnya tiba di rumah, terlihat lelah dan sedikit terkejut melihat Hana yang masih terjaga.

"Kenapa belum tidur?" tanya Arya, menaruh tas kerjanya di sofa.

Hana mencoba tersenyum, meski terasa getir. "Aku nunggu kamu. Kamu baik-baik aja, kan?"

Arya tersenyum kecil, dan menepuk pundaknya. "Iya, tentu saja. Jangan khawatir, Han. Semua baik-baik saja."

Namun, Hana tahu sesuatu tidak seperti biasanya. Meskipun ia ingin memercayai kata-kata Arya, bayang-bayang ketidakpastian terus menghantuinya. Di balik senyum manis dan kata-kata hangat, ada kabut yang semakin tebal menyelimuti kebahagiaan mereka.

Hana berusaha meyakinkan dirinya bahwa semua baik-baik saja. Ia mencoba mengabaikan pikiran-pikiran negatif yang berseliweran di kepalanya. Namun, malam itu, ia tak bisa memejamkan mata. Ada perasaan gelisah yang tak dapat ia abaikan, seakan nalurinya mencoba memperingatkan sesuatu.

Pagi harinya, saat sarapan, suasana kembali terasa canggung. Arya tampak lebih banyak terdiam dan hanya sesekali melempar senyum seadanya. Hana mencoba bersikap biasa, tapi kegelisahannya terus meningkat. Di tengah suasana yang aneh itu, Hana tiba-tiba teringat sebuah acara pernikahan akhir pekan nanti.

"Arya, minggu ini kita kan diundang ke pernikahan Rina. Kamu masih ingat, kan?" Hana mencoba memulai percakapan dengan santai.

Arya terlihat terkejut sejenak, lalu tersenyum tipis. "Oh, iya... iya, aku ingat kok. Kamu mau pakai baju apa nanti?"

"Entahlah, mungkin gaun biru yang waktu itu kamu bilang bagus," jawab Hana sambil tersenyum. "Kita jarang pergi ke acara bareng, jadi aku mau tampil cantik untuk kamu."

Arya tersenyum kecil, tapi sorot matanya tak sepenuhnya menunjukkan antusiasme. Hana mengamati ekspresi suaminya yang tampak canggung, tapi ia memilih untuk tidak mempermasalahkannya lebih jauh.

"Bagus, pasti kamu bakal terlihat cantik, Han," jawab Arya singkat sebelum kembali fokus pada sarapannya.

Hana mencoba mengabaikan perasaan aneh itu dan berusaha menikmati sarapan mereka. Setelah beberapa saat, Arya pamit untuk berangkat kerja. Seperti biasa, Hana mengantarnya ke depan pintu.

"Hati-hati di jalan ya," ujar Hana sambil tersenyum dan mencium pipinya.

Arya hanya mengangguk dan tersenyum singkat. "Kamu juga, jaga diri baik-baik."

Saat Arya keluar rumah, Hana masih berdiri di ambang pintu, menatap kepergian suaminya dengan perasaan campur aduk. Di satu sisi, ia ingin sekali percaya bahwa semua baik-baik saja, namun di sisi lain, hatinya dipenuhi rasa curiga yang tak kunjung hilang.

Selama beberapa hari berikutnya, Arya semakin sering pulang larut malam. Alasan yang diberikan selalu sama: pekerjaan yang menumpuk, klien yang butuh perhatian ekstra, atau rapat yang harus dihadiri. Hana berusaha menerima dan mencoba berpikir positif, tetapi pikirannya terus dihantui tanda-tanda yang terasa janggal.

Suatu malam, setelah Arya tertidur, Hana duduk di ruang tamu sendirian. Hatinya resah, pikirannya berlarian ke segala arah. Ia akhirnya memutuskan untuk memeriksa ponsel Arya. Ini bukan kebiasaannya, tapi kali ini, rasa penasarannya tak tertahankan. Dengan tangan gemetar, ia membuka pesan-pesan yang ada di ponsel itu.

Di antara pesan-pesan dari rekan kerja dan teman-teman, ada satu nama yang terus muncul-Mira. Hana tidak begitu mengenal Mira, tapi dia tahu bahwa Mira adalah rekan kerja baru Arya di kantornya.

Pesan-pesan yang tertulis tampak cukup formal, tetapi Hana merasa ada sesuatu yang aneh dengan frekuensi pesan-pesan itu. Setiap kali ada pembahasan tentang lembur atau rapat larut malam, Mira selalu ada di sana.

Tiba-tiba, Hana mendengar langkah kaki Arya dari kamar. Cepat-cepat, ia mengunci ponsel Arya dan meletakkannya kembali di meja samping sofa. Arya mengintip dari pintu kamar, mengusap wajahnya yang tampak lelah.

"Han, kok belum tidur?" tanyanya, suaranya sedikit serak.

Hana tersenyum tipis dan berusaha tampak tenang. "Nggak apa-apa, tadi aku sulit tidur. Lagi kepikiran aja, mungkin kebanyakan minum kopi sore tadi."

Arya mengangguk, seakan menerima jawaban itu tanpa curiga. "Jangan kebanyakan kopi, nanti susah tidur terus," ujarnya sambil kembali masuk ke kamar.

Hana hanya menatap punggungnya, mencoba menekan perasaan gelisah yang terus menghantui. Malam itu, ia tertidur dengan hati yang kacau dan penuh tanda tanya.

Keesokan harinya, Hana pergi menemui Rina. Dia sudah tak sanggup menahan semua ini sendiri dan butuh seseorang untuk berbicara.

"Aku sudah nggak tahu harus gimana lagi, Rin," kata Hana dengan suara serak. "Aku nggak pernah curiga sama Arya sebelumnya, tapi... akhir-akhir ini, ada hal-hal yang bikin aku nggak tenang."

Rina menghela napas dalam dan menggenggam tangan Hana. "Kamu tahu, Han, nggak ada yang salah dengan merasa seperti itu. Kadang, intuisi kita memang lebih peka. Tapi, kamu harus hati-hati juga. Jangan sampai rasa curiga ini menghancurkan kamu sendiri."

Hana menunduk, mencoba menahan air matanya. "Aku hanya ingin tahu yang sebenarnya, Rin. Aku lelah dengan perasaan ini. Rasanya seperti ada sesuatu yang sangat salah di antara kami."

Rina mengusap bahu Hana lembut. "Kalau memang kamu merasa harus tahu, mungkin kamu bisa bicara langsung sama Arya. Tapi pilih waktu yang tepat. Jangan sampai dia merasa terpojok atau curiga balik."

Hana mengangguk perlahan, merasa sedikit lega setelah berbicara dengan Rina. Namun, rasa gelisahnya tetap ada, mengakar kuat di dalam hati. Di balik kebahagiaan yang selama ini ia pertahankan, kini muncul kabut ketidakpastian yang menyesakkan. Dan di lubuk hatinya, Hana tahu bahwa ada sesuatu yang harus ia temukan, tak peduli seberapa menyakitkan kebenaran itu.

Bersambung...

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Ibuku Seorang Misoginis
Ibuku Seorang Misoginis
Dalam novel misteri "Ibuku Seorang Misoginis", seorang remaja menghadapi kekejaman ibunya yang membenci perempuan. Dari kekerasan fisik hingga fitnah keji tentang sang ayah, ia terdesak hingga batas akhir. Baca buku online gratis kisah horor psikologis yang tragis ini.
Istri yang Direndahkan Berubah Cantik
Istri yang Direndahkan Berubah Cantik
Dalam romance novel Istri yang Direndahkan Berubah Cantik, Hana harus menghadapi hinaan keluarga karena status sosialnya. Di balik penampilannya, ia menyimpan rahasia pekerjaan besar yang akan mengubah nasibnya. Simak kisahnya di web novel modern ini untuk pembaca setia fiksi online.
Kembali Ke Masa lalu, Merelakan Suamiku
Kembali Ke Masa lalu, Merelakan Suamiku
Mendapat kesempatan kedua lewat mesin waktu, protagonis wanita memilih merelakan sang suami, Richard Starling, demi mengubah takdir tragis masa lalu. Baca novel modern fiksi ilmiah emosional ini dalam novel romantis Kembali Ke Masa lalu, Merelakan Suamiku di platform baca buku online gratis.
Kurelakan Cintaku untuk Adikku
Kurelakan Cintaku untuk Adikku
Mencari kebahagiaan baru di webnovel Kurelakan Cintaku untuk Adikku. Setelah reinkarnasi, sang protagonis merestui hubungan Hans dengan adiknya demi menghindari pengkhianatan masa lalu. Baca novel online gratis genre novel romantis modern tentang perjuangan meraih kesuksesan mandiri di Kota Sarna.
Luka Semesta
Luka Semesta
Dalam novel Luka Semesta, Rio terasing dari keluarganya selama 8 tahun. Namun, sebuah rahasia besar menguji kesetiaan dan cintanya yang terancam hilang. Ikuti kisah modern novel penuh misteri ini untuk mengungkap kebenaran dalam salah satu romance stories paling mendalam di webnovel.
Mari berpisah, Mas
Mari berpisah, Mas
Dalam novel Mari berpisah, Mas, Hanif menghadapi tuntutan cerai mendadak saat rahasia cintanya pada mendiang mantan terungkap. Romance novel penuh misteri ini mengupas pencarian sosok provokator di balik keretakan rumah tangga mereka. Baca kisah selengkapnya di web novel modern ini.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Dendam Manis sang Bintang
Dendam Manis sang Bintang
Fani menyaksikan sendiri tunangannya berselingkuh dengan adiknya. Ia dipaksa untuk membatalkan pertunangan dan menyerahkan tunangannya kepada adiknya, atas desakan nenek dan ayahnya. Dalam keputusasaan, Fani bertemu dengan Tuan Muda Juna dari Grup Kusuma. Keduanya langsung jatuh cinta dan memulai lembaran hidup yang baru.
Kembali ke Tahun 1994
Kembali ke Tahun 1994
Feng Yang, seorang pria yang terpuruk dalam dunia perjudian, hancur hati ketika mengetahui pengkhianatan istrinya, Sun Xiaoxiao. Saat ibu mertuanya, Zhang Caiying, mencoba menghentikannya dari bercerai, Feng Yang menunjukkan bukti tak terbantahkan tentang perselingkuhan Sun Xiaoxiao. Namun Zhang Caiying tak tergoyahkan—ia menusuk Feng Yang, percaya bahwa kematiannya akan membawa warisan besar bagi putrinya dan membuat mereka kaya. Namun Feng Yang tidak mati—ia justru kembali ke tahun 1994, masa di mana ia masih terlilit utang. Kini, dengan kesempatan kedua untuk mengubah hidupnya, mampukah Feng Yang menghadapi masa lalu dan menulis ulang takdirnya, atau sejarah akan terulang kembali?
Cara Menaklukkan Hati Bangsawan
Cara Menaklukkan Hati Bangsawan
Clara Chavez, putri saudagar kaya, terlahir kembali pada malam pernikahannya. Kala itu, mempelai prianya, Cole Kerrigan, menghinanya dengan menikahi kakak iparnya juga. Bertekad menolak takdir ini, Clara bersumpah balas dendam demi merebut kembali semua yang hilang darinya. Dalam perjalanannya, ia menjalin ikatan mendalam dengan Pangeran Adrian, yang berujung pada kejatuhan keluarga Kerrigan dan mengamankan posisinya dalam garis keturunan bangsawan, hingga akhirnya menemukan kebahagiaan bersama Adrian.
Kabur atau Mati!
Kabur atau Mati!
Kamila Salim diculik selama tujuh tahun dan mengalami penyiksaan yang tidak manusiawi. Kamila memutuskan membawa anaknya kabur dari gunung buas yang memakan orang. Dalam perjalanan kabur, dia malah melihat komentar di layar. Menghadapi krisis berulang-ulang, melihat para penjahat merentangkan cakar ke arahnya yang bersembunyi di kegelapan, apa yang harus dilakukan Kamila?
Kecantikan dan Perang
Kecantikan dan Perang
Setelah lima tahun berjuang di perbatasan sebagai Marsekal Negara Gentala, Fajar Liem akhirnya pulang ke rumah. Namun, yang ia temui adalah pahitnya realita: istri tunangannya, Nada Lauwis, harus membesarkan putri mereka seorang diri dan menghadapi penghinaan dari keluarga sendiri. Setelah mengungkap identitas aslinya, Fajar memberikan hukuman setimpal kepada para penindas. Di tengah gejolak rumah tangganya, ancaman dari Negara Sakura yang mengincar Stempel Warisan Negara Gentala pun mengemuka. Dengan kecerdikan dan strateginya, Fajar berhasil membongkar konspirasi tersebut dan mengamankan pusaka bangsanya. Akhirnya, perdamaian kembali ke keluarganya dan negaranya, menyatukan kembali cinta dan pengorbanan yang terpisah oleh waktu.
Tak Kenal di Depan Mata
Tak Kenal di Depan Mata
Semua orang berkata Pangeran Jared sangat mencintai Rosie. Dirinya bahkan pernah masuk biara untuknya, dan kini meninggalkannya demi Rosie. Namun, hanya Rosie yang tahu kebenaran pahitnya. Jared menikahinya hanya untuk membuka jalan bagi pernikahan kakaknya. Pada malam pengantin mereka, Rosie meminum ramuan ajaib yang dalam tujuh hari akan membuatnya tampak seperti mayat hidup, agar dapat melarikan diri dan hidup bebas dengan identitas baru. Dia meninggalkan surat cerai, lalu berbaring di dalam peti matinya, menunggu ajal tiba. Sementara itu, Jared baru tersadar bahwa dialah wanita yang dirindukannya selama bertahun-tahun! Penyesalan yang dalam membara di hatinya, membuatnya meminum racun untuk menyusul Rosie ke alam baka. Namun, takdir berkata lain. Persis ketika segalanya tampak berakhir, Jared menemukannya kembali.