Logo
Pernikahan Suami di Rumah Mertua
Pernikahan Suami di Rumah Mertua

Pernikahan Suami di Rumah Mertua

75 Bab
Tamat
Dalam Pernikahan Suami di Rumah Mertua, Kemala menghadapi pengkhianatan Herdian dan keserakahan mertuanya. Sebagai romance novel dengan konflik modern, ia harus memilih antara pasrah atau bangkit melawan. Simak perjuangannya dalam web novel ini untuk menentukan harga diri dan takdirnya.
Bab 1 dari Pernikahan Suami di Rumah Mertua

“Apakah ada kabar terbaru dari suamimu?” tanya Hartono pada Kemala, putrinya.

“Belum, Yah.” Wanita itu menggeleng lirih dengan air muka sedih.

“Sebenarnya kalian ada masalah apa hingga suamimu pergi tanpa pamit,” selidik Hartono, pria itu duduk di kursi kayu di ruang tamu anaknya. “Kalian bertengkar?” Lagi-lagi Kemala hanya menggelengkan kepala tanpa mengatakan apapun.

Pria tua itu menarik napas sambil menengadah melihat langi-langit rumah putrinya yang dihiasi sarang laba-laba. “Bahkan kamu tidak merawat rumahmu dengan baik. Ayah tahu dia suamimu, tapi akan sangat merugi jika kamu terus saja meratapi nasib seperti ini.”

Kemala tertunduk malu atas kritik yang dilontarkan sang ayah padanya. Bagaimana mungkin dia tidak hancur, orang yang selama ini dia utamakan daripada ayahnya seketika menghilang tanpa kabar. Terlebih dia pergi tanpa ada masalah berarti.

“Coba lihat, laba-laba saja tak pernah putus asa meskipun rumahnya kita hancurkan berulang kali. Jadi mengapa kita sebagai manusia yang berakal dan berilmu harus hancur hanya karena suatu hal,” sindir Hartono.

Kemala merasa tertampar hebat oleh kalimat terakhir Hartono. Mungkin benar, selama hampir satu bulan Kemala hanya membuang-buang waktu meratapi kesialan yang menimpanya. Seolah waktu terhenti, tak ada pencapaian apapun yang diperolehnya. Dan sejak hari itu, Kemala bertekad untuk bangkit.

_______

“Mala, masih ingat dengan diriku?” suara seorang wanita menyapanya melalui panggilan seluler.

Beberapa kali Kemala menebak nama beberapa teman yang dia kenal. Ternyata suara itu milik seorang teman lamanya. Di akhir pembicaraan, tiba-tiba wanita itu menyinggung soal Herdian. “Ternyata kamu pindah ke daerah Tegal Besar ya, aku sempat melihat Herdian di sana.”

Apakah Kemala tak salah mendengar? temannya itu bilang bahwa dia melihat Herdian di daerah sekitar tempat tinggalnya. Padahal sebelumnya mereka tidak punya kerabat ataupun sanak keluarga di daerah tersebut. Anehnya lagi, wanita yang tak lain merupakan teman kuliahnya itu juga mengatakan hal lain. “Sekarang aku udah tahu nih kalau kamu tinggal di dekat rumah aku, masa kamu gak ada mengundang aku sih?”

Undangan? Maksudnya bagaimana, Kemala sama sekali tidak mengerti apa yang tengah wanita itu katakan padanya sejak tadi. Tanpa menampik semua yang dikatakan teman lamanya, Kemala tetap bersikap tenang. Dia sama sekali tidak panik apalagi gelisah.

“Baiklah, Kemala. Sampai jumpa, tolong beri kabar kalau undangan untukku sudah siap,” pungkas wanita yang sedang dalam panggilan telepon dengannya.

“Oke. Bye!”

Kemala yang sekarang berbeda dengan Kemala yang dulu. Kemala yang dulu hanya bisa pasrah, menangis dan lemah, kini sudah tiada. Sosoknya berubah menjadi wanita tangguh yang tegar. Semua berkat kalimat pedas Hartono padanya, sebuah kritik yang membangunkan semangatnya. Sehingga dia mampu terlepas dari belenggu pernikahan kejam yang dia jalani.

Saat ini, Kemala tengah disibukkan dengan berbagai kegiatan positif yang digelutinya. Dari seorang ibu rumah tangga biasa, Kemala membuat dirinya mandiri dengan membuka bisnis kecil yang bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah. Namun tidak mudah baginya untuk sampai di titik ini.

Satu hal yang membuat Kemala sangat bersyukur atas kesibukannya saat ini. Dia berhasil membuang jauh-jauh pikiran tentang Herdian Hadinata. Suami yang meninggalkannya dua bulan yang lalu.

Apakah sebaiknya aku mendatangi tempat itu? Kemala bertanya pada dirinya sendiri setelah mendengar banyak tentang Herdian. “Iya. Aku harus pergi. Aku harus datang ke tempat itu!” secara refleks dia mengatakan apa yang tengah dia pikirkan tatkala seseorang menepuk pundaknya dari belakang.

“Ada apa?” tanya seorang pria tua yang baru saja memasuki rumahnya.

“Maaf aku hanya sedang tidak fokus,” ucapnya pada Hartono. “Tidak ada apa-apa, Yah!” Kemala memutar badan menghadap kepada Hartono yang baru saja memasuki rumah. “Ayah sudah makan? Makan bareng Kemala, yuk! Kebetulan tadi Kemala beli makanan kesukaan ayah.”

Keduanya pergi ke ruang makan sederhana di rumah Kemala. Ayahnya, Hartono memang tinggal tak jauh dari rumah tempat tinggalnya. Sesekali pria berumur enam puluh tahun itu mengunjunginya diwaktu senggang. Ibu Kemala sudah lama meninggal, sejak Kemala masih duduk di bangku kuliah semester akhir. Beliau meninggal akibat kanker yang dideritanya.

Dan sejak menikah dengan Herdian, Kemala tinggal di rumah yang mereka beli dengan KPR di sebuah komplek perumahan yang juga masih satu kelurahan dengan rumah Hartono. Sekarang Kemala memanfaatkan rumahnya juga untuk bisnis kecil-kecilan. Dia menerima berbagai pesanan kue.

“Yah, nanti bawa ini untuk teman nonton televisi di rumah.” Kemala menyodorkan sebuah bungkusan berisi brownies kesukaan ayahnya.

“Gara-gara kamu jualan kue, ayah jadi lebih sering makan kue daripada nasi,” goda pria tua itu terhadap putrinya.

Gelak tawa pun menyelimuti mereka. Kemala sangat menyayangi Hartono. Sebab hanya dialah satu-satunya keluarga Kemala. “Yah...” Kemala ragu untuk mengatakannya, “eng...Kemala akan pergi ke Tegal Besar besok, ke rumah teman. Nanti sebelum pergi, aku akan antarkan makanan dulu untuk Ayah.”

“Tidak perlu repot-repot, ayah bisa beli di warung depan rumah.”

“Tidak apa, obat Ayah juga habis bukan. Nanti sekaligus Mala beli obatnya juga ya, Yah.”

“Baiklah kalau kamu memaksa, ayah juga tidak ingin membuatmu sedih.”

_______

Setelah mengantarkan makanan dan obat untuk ayahnya, Kemala melajukan motornya ke alamat yang dia dapatkan dari teman lamanya. Beberapa saat mencari, akhirnya dia menemukannya. Namun jika benar rumah itu yang dia tuju, mengapa terlihat sedang ada acara penting? Sebuah tenda berdiri kokoh di jalan perumahan tepat di depan rumah yang menurut temannya adalah tempat tinggal Herdian.

“Apakah aku salah alamat?” Kemala bermonolog sendirian.

Langkahnya seakan tak mau berhenti. Dia tetap saja mendekat ke rumah tersebut meskipun ada keraguan dalam hatinya. Sepertinya acara pernikahan, ada sebuah foto pengantin yang dicetak seukuran banner di depan pintu masuk.

“Mas Dian,” gumam Kemala, dia menatap lekat wajah pengantin pria yang ada pada foto berukuran besar di hadapannya.

“Apakah anda teman mempelai pria?” tanya seorang wanita bersanggul Jawa yang bertindak sebagai penerima tamu.

Kemala mengangguk. Kemudian wanita itu menyodorkan sebuah buku tamu tebal ke hadapan Kemala agar diisi. Setelah mengisi buku tamu, Kemala memasuki tenda. Dan benar saja, kedua mempelai telah duduk di hadapan penghulu. Ternyata acaranya baru akan dimulai.

Meskipun dalam hatinya sangat kacau, Kemala tetap bersikap tenang. Dia tidak ingin membuang energi untuk meluapkan emosinya. Dia hanya berharap untuk dapat berbicara empat mata dengan pengantin pria yang tak lain adalah suaminya sendiri.

Acara demi acara telah dilalui, para tamu bersalaman pada kedua mempelai untuk menyelamatinya tak terkecuali Kemala. “selamat menempuh hidup baru, Mas. Semoga pernikahanmu selalu diliputi kebahagiaan.” Kemala melempar senyum cantiknya kepada Herdian yang tengah panas dingin karena berhadapan dengan Kemala.

“Ada apa, Mas? Apakah kamu kenal wanita ini?” tanya wanita yang merupakan pengantin wanitanya.

Herdian semakin salah tingkah berbanding terbalik dengan sikap Kemala yang tampak tenang dari luar tapi mendidih di bagian dalamnya. Kemala beralih kepada wanita berkebaya pengantin warna putih di samping Herdian. Dia mengulurkan tangannya, “perkenalkan saya adalah istri sah dari suamimu!”

Tentu saja bukan itu yang dilakukan Kemala, dia tidak selemah itu untuk mempersingkat hukuman bagi Herdian. Semua kalimat tadi hanya ada di dalam pikirannya. Tidak benar-benar terjadi.

“Selamat berbahagia, saya teman lama Mas Herdian.” Itulah kalimat yang dilontarkan Kemala pada kenyataannya. Mempelai wanita pun menyambut ucapan selamat dari Kemala. Air mukanya masih terlihat bingung sebab selama mengenal dengan Herdian, dirinya belum pernah melihat Kemala.

Herdian pun tak kalah panik dari istri yang dinikahinya hari ini. Dia menatap siluet Kemala yang berangsur-angsur menghilang di balik tirai tenda berwarna biru itu. Antara ingin menyusul Kemala dan tidak. Herdian merasa bingung. Sementara Kemala mengutuki dirinya sendiri karena dia tak punya nyali untuk bersikap brutal di acara pernikahan suaminya. Namun dalam hatinya dia berjanji, dia akan memastikan mereka semua merasakan penderitaan yang dia rasakan.

“Kupastikan kamu akan menyesal, Mas!”

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Beautiful Nerd
Beautiful Nerd
Dalam Beautiful Nerd, Alena Farron menyembunyikan identitas sebagai model terkenal. Rahasianya terancam saat Ray Dixon menjadi partner kerjanya. Ikuti kisah romance modern ini di webnovel kami, salah satu fiction books menarik tentang perjuangan menjaga rahasia dan cinta di dunia model.
Pedang Ikatan Darah
Pedang Ikatan Darah
Dalam novel sci-fi misteri Pedang Ikatan Darah, seorang pemuda diseret ke pengadilan oleh orang tua kandungnya demi merebut jantungnya untuk sang adik angkat. Melalui teknologi ekstraksi ingatan, kebenaran masa lalu pun terungkap. Baca novel online gratis ini untuk mengungkap konspirasi keluarga.
Pelakor's Hunter
Pelakor's Hunter
Dalam mystery story Pelakor's Hunter, Siska tewas tragis dengan racun mematikan. Ranti menjadi tersangka utama saat bukti ditemukan di rumahnya. Ikuti aksi Malaikat Maut Pelakor memburu para pengkhianat dalam modern novel yang penuh dendam ini. Baca kisah selengkapnya di web novel ini.
Suami Penggoda Iman
Suami Penggoda Iman
Dalam Suami Penggoda Iman, Rifki sang selegram tampan harus menjalani perjodohan dengan Nabila, wanita berhijab yang jauh dari standarnya. Romance novel ini mengisahkan rahasia pernikahan mereka di tengah risiko karier dan perbedaan prinsip. Baca web novel seru ini sekarang.
Suami yang Berjanji Setia, Malah Berpaling
Suami yang Berjanji Setia, Malah Berpaling
Dalam novel romantis Suami yang Berjanji Setia, Malah Berpaling, seorang putri mafia menghadapi pengkhianatan suaminya, Darius Fontana, yang melindungi selingkuhannya. Terjebak dalam pernikahan terbuka novel modern ini, ia membalas dendam hingga berakhir di ranjang paman suaminya.
Surgaku Yang Hilang
Surgaku Yang Hilang
Dalam Surgaku Yang Hilang, kebahagiaan tujuh tahun hancur saat sang suami berkhianat. Perempuan ini harus menghadapi kenyataan pahit demi masa depan anaknya. Baca kisah romance novel ini di web novel kami, sebuah modern novel tentang perjuangan bangkit dari pengkhianatan yang menyakitkan.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Cerai, Bangkit, Berkuasa
Cerai, Bangkit, Berkuasa
Jocelyn mengorbankan karier teknologinya demi pernikahan, tetapi malah dikhianati dan dipaksa melayani selingkuhan suaminya. Ia pun bangkit: menceraikannya, merebut kembali patennya, dan menjatuhkan perusahaannya dalam satu malam. Setelah menikah kilat dengan Steven, mantan rivalnya, ia kembali ke dunia teknologi dan mencapai puncak karier, sementara mantan suaminya kehilangan segalanya.
[Versi suara dubbing] Cinta terputus sang putri
[Versi suara dubbing] Cinta terputus sang putri
Dia menyembunyikan identitasnya untuk membantu kekasihnya naik, hanya untuk dikhianati. Akhirnya, dia memperlihatkan identitasnya, menghukum orang yang tidak berhati dan mengambil alih kendali!
Aku Menikah Kilat dengan Sahabatku?!
Aku Menikah Kilat dengan Sahabatku?!
Chloe dan Mateo sudah bersahabat selama bertahun-tahun, hingga mereka secara tidak sengaja menghabiskan satu malam penting bersama dan berakhir menikah kilat! Akankah Mateo mengakui bahwa dia telah mencintai Chloe selama bertahun-tahun dan mengeluarkan Chloe dari "zona teman" mereka? Selain itu, apa yang akan Chloe lakukan saat dia mengetahui bahwa Mateo diam-diam adalah CEO miliarder?
Keluarga Tercinta
Keluarga Tercinta
Setelah suami meninggal, Carol membesarkan dua putranya sendirian, tetapi putra sulungnya, Johan William menghilang. Dua puluh tahun kemudian, putra bungsunya, James William, terpaksa mengusir Carol karena istrinya tidak menyukainya. Pada saat ini, cucu imut, Santo Horison, memperkenalkan Carol kepada kakeknya. Carol tidak menyangka pasangan kencan butanya ini berasal dari keluarga kaya. Dari sanalah nasibnya pun berubah.
Melayang Tanpa Sayap
Melayang Tanpa Sayap
Pemuda jenius, Evan, sebenarnya adalah tuan muda Keluarga Buana, karena tersesat 15 tahun yang lalu, dia dipungut oleh Keluarga Handika, dan dianiaya oleh tuan muda Keluarga Handika. Untungnya, keempat tante Evan adalah dewi perang, aktris terkenal, dokter ajaib, dan ratu bisnis. Setelah menemukan Evan, mereka memanjakannya dan mempermalukan tuan muda palsu!
Tak Kenal di Depan Mata
Tak Kenal di Depan Mata
Semua orang berkata Pangeran Jared sangat mencintai Rosie. Dirinya bahkan pernah masuk biara untuknya, dan kini meninggalkannya demi Rosie. Namun, hanya Rosie yang tahu kebenaran pahitnya. Jared menikahinya hanya untuk membuka jalan bagi pernikahan kakaknya. Pada malam pengantin mereka, Rosie meminum ramuan ajaib yang dalam tujuh hari akan membuatnya tampak seperti mayat hidup, agar dapat melarikan diri dan hidup bebas dengan identitas baru. Dia meninggalkan surat cerai, lalu berbaring di dalam peti matinya, menunggu ajal tiba. Sementara itu, Jared baru tersadar bahwa dialah wanita yang dirindukannya selama bertahun-tahun! Penyesalan yang dalam membara di hatinya, membuatnya meminum racun untuk menyusul Rosie ke alam baka. Namun, takdir berkata lain. Persis ketika segalanya tampak berakhir, Jared menemukannya kembali.