Logo
Pernikahan Berliku & Perceraian
Pernikahan Berliku & Perceraian

Pernikahan Berliku & Perceraian

52 Bab
Tamat
Dalam Pernikahan Berliku & Perceraian, Sienna terbangun sebagai antagonis fantasy yang menghindari maut demi hidup mewah. Meski menanti perceraian, Darren justru terobsesi padanya. Baca kisah romance modern ini di web novel kami, pilihan tepat bagi pencari fiction books menarik.
Bab 1 dari Pernikahan Berliku & Perceraian

Darren melangkah ke ruang tamu yang sepi, perasaan tak menentu semakin meresap ke dalam dirinya. Ia sudah beberapa kali mencoba mengabaikan sikap Sienna yang terus-menerus menggoda pria tampan di acara-acara sosial, atau berbicara manis dengan wanita cantik di sekitar mereka, namun rasanya, kali ini, ada sesuatu yang berbeda. Ada sesuatu yang tidak bisa lagi ia biarkan berlalu begitu saja.

Sienna, dengan segala pesona dan kecantikannya, memang tak bisa lepas dari perhatian orang lain. Tak jarang Darren merasa risih dan cemas ketika istrinya itu lebih banyak tersenyum pada orang lain ketimbang padanya. Ada rasa cemburu yang semakin membara di dalam dirinya, perasaan yang tidak bisa ia tutupi lagi.

"Kenapa harus seperti ini, Sienna?" gumam Darren pada dirinya sendiri, sambil menatap meja makan yang sudah terhidang dengan makanan yang tak tersentuh. Seperti biasa, Sienna hanya akan makan jika ada acara besar, atau jika perasaan malasnya tidak datang. Tapi malam ini berbeda. Ia tidak hanya merasa cemburu terhadap perhatian Sienna, tetapi juga terhadap ketidakpastian yang semakin jelas. Mungkin, ini semua adalah ujung dari hubungan mereka. Ia sendiri tidak tahu lagi.

Tiba-tiba pintu kamar terbuka, dan Sienna muncul dengan gaun tidur satin yang tipis, yang menambah kilau kecantikannya. Ia melangkah masuk dengan langkah anggun, seperti selalu, namun kali ini ada sesuatu yang berbeda dalam tatapannya-sebuah senyuman yang tipis, seperti tahu ada yang sedang dipikirkan oleh Darren.

Darren mengangkat wajahnya dan menatap istrinya yang semakin mendekat. Ada kecanggungan yang terasa antara mereka. Sienna berhenti beberapa langkah di depannya, menatapnya dengan tatapan penuh pertanyaan.

"Apa yang sedang kamu pikirkan, Darren?" tanyanya, suaranya terdengar lembut, namun Darren bisa merasakan ada sesuatu yang tersembunyi di balik kata-kata itu.

Darren tidak langsung menjawab. Ia justru berdiri dan berjalan menuju jendela, menatap keluar seolah mencoba mencari jawaban dalam kegelapan malam. "Aku tidak tahu, Sienna," jawabnya pelan. "Aku hanya merasa... aku mulai muak dengan semua ini."

Sienna mengerutkan keningnya. "Apa yang kamu maksud?" Ia mencoba mendekat, namun Darren menggelengkan kepala, menahan dirinya untuk tidak mengatakan hal-hal yang tidak seharusnya diucapkan.

"Aku muak dengan sikapmu yang selalu menggoda orang lain, entah itu pria atau wanita," kata Darren, suaranya tegang, namun tidak bisa ia sembunyikan lagi. "Aku sudah mencoba untuk bersabar, tapi rasanya semakin berat. Apakah kamu tidak melihat bagaimana perasaanku?"

Sienna terdiam, matanya terbuka lebar, namun ia segera menyembunyikan kebingungannya di balik senyuman yang dibuat-buat. "Darren, kamu terlalu cemas. Bukankah itu hanya bagian dari kehidupan sosial? Aku hanya... berinteraksi, tidak lebih. Tidak ada yang salah dengan itu, kan?"

Darren mendekat dan berhenti tepat di depan Sienna. Ia menatap wajah cantik istrinya, yang tampaknya begitu tenang, namun Darren bisa merasakan sesuatu yang lebih dalam dari hanya sekadar senyuman manis itu. "Tapi kamu tahu, Sienna. Kamu tahu bagaimana perasaanku setiap kali kamu tersenyum manis pada pria lain, atau berbicara dengan wanita-wanita itu seperti kamu tidak punya suami."

Sienna menghela napas, merasa sedikit jengkel dengan tuduhan yang menurutnya tidak adil. "Darren, aku hanya... aku hanya ingin hidup seperti orang lain. Aku tahu, aku punya kamu, tapi itu tidak berarti aku harus membatasi diriku. Kamu bisa mengontrol hidup kita, tapi tidak hidupku, kan?"

Darren merasa ada sesuatu yang membakar di dadanya. Ia menahan amarahnya yang mulai muncul. "Aku tidak mengontrol hidupmu, Sienna. Tapi aku tidak akan diam saja jika kamu terus bersikap seperti ini."

Sienna tersenyum tipis, lalu melangkah mundur, seolah memberi ruang bagi Darren untuk menenangkan dirinya. Namun di dalam hatinya, ia merasa bingung. Apakah selama ini ia salah dalam berpikir tentang pernikahan mereka? Apakah Darren tidak pernah mengerti bahwa hidup mereka bukan hanya tentang anak yang sedang dikandungnya, tetapi juga tentang rasa bebas yang ia cari?

"Darren, aku tahu kamu cemas. Tapi percayalah, aku tidak akan pernah meninggalkanmu," jawab Sienna, suara lembut namun ada sedikit nada yang penuh teka-teki. "Aku hanya ingin menikmati hidup, seperti orang lainnya. Mungkin kamu bisa lebih santai sedikit."

Tapi Darren tidak merasa santai. Ia merasa ketegangan ini semakin memuncak, dan kini, ia harus berbicara lebih terbuka. "Kenapa kamu tidak pernah berbicara tentang perceraian? Aku tahu kita hanya menikah karena anak kita, dan aku tahu kamu berpikir aku akan menceraikanmu begitu saja setelah ini berakhir, kan?"

Sienna terdiam, terkejut dengan pengakuan Darren yang begitu langsung. Ia tidak pernah membayangkan Darren akan mengatakan hal itu, meskipun ia tahu dalam hati bahwa pernikahan mereka memang tidak sepenuhnya dilandasi oleh cinta. Namun, ada rasa yang lebih mendalam di antara mereka, meskipun Sienna belum bisa sepenuhnya memahaminya.

Darren mendekat lagi, kali ini lebih dekat daripada sebelumnya. "Tapi kamu salah, Sienna," katanya, suaranya lebih serius. "Aku tidak akan menceraikanmu, bukan karena kamu hamil, tetapi karena aku sudah memilih untuk tetap bersamamu. Meskipun kamu merasa terjebak dalam pernikahan ini, aku tidak akan membiarkanmu pergi."

Sienna terdiam, merasa bingung dan tidak tahu harus berkata apa. Ia melihat dalam mata Darren, ada sesuatu yang berbeda dari biasanya-ada keteguhan yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya. Ia tahu, bahwa untuk pertama kalinya, suaminya itu benar-benar serius.

"Jadi," Sienna akhirnya berbisik pelan, "Apa yang akan terjadi dengan kita?"

Darren menarik napas panjang, lalu menatap Sienna dengan tatapan yang penuh arti. "Apa yang akan terjadi, kita yang tentukan. Tapi malam ini, untuk pertama kalinya, kita tidur bersama tanpa bicara tentang perceraian. Kita mulai dengan itu."

Sienna merasa ada semacam ketegangan yang berubah menjadi kehangatan di antara mereka. Perlahan, ia merasa seolah segala hal yang pernah ia ragukan, mulai bergeser. Mungkin, hanya mungkin, hidup ini memang memiliki jalan yang lebih baik daripada yang ia bayangkan.

Malam itu, keduanya tidur dalam keheningan, terikat oleh takdir yang masih belum mereka pahami sepenuhnya. Dan entah mengapa, Sienna merasa sedikit lega. Mungkin ini adalah awal dari perjalanan baru, yang akan membawa mereka ke arah yang tak terduga.

Akhir Bab 1

Bab ini menekankan ketegangan antara dua karakter utama, Darren dan Sienna, serta memperkenalkan konflik internal yang mereka rasakan, meskipun ada ketidakpastian dalam hubungan mereka. Semoga ini membantu dalam mengembangkan cerita lebih lanjut!Tentu! Berikut adalah **Bab 1** yang lebih panjang, dengan pengembangan cerita dan dialog yang lebih mendalam sesuai dengan sinopsis dan alur yang telah diubah:

---

**Bab 1: Cemburu yang Membara**

Darren melangkah ke ruang tamu yang sepi, perasaan tak menentu semakin meresap ke dalam dirinya. Ia sudah beberapa kali mencoba mengabaikan sikap Sienna yang terus-menerus menggoda pria tampan di acara-acara sosial, atau berbicara manis dengan wanita cantik di sekitar mereka, namun rasanya, kali ini, ada sesuatu yang berbeda. Ada sesuatu yang tidak bisa lagi ia biarkan berlalu begitu saja.

Sienna, dengan segala pesona dan kecantikannya, memang tak bisa lepas dari perhatian orang lain. Tak jarang Darren merasa risih dan cemas ketika istrinya itu lebih banyak tersenyum pada orang lain ketimbang padanya. Ada rasa cemburu yang semakin membara di dalam dirinya, perasaan yang tidak bisa ia tutupi lagi.

"Kenapa harus seperti ini, Sienna?" gumam Darren pada dirinya sendiri, sambil menatap meja makan yang sudah terhidang dengan makanan yang tak tersentuh. Seperti biasa, Sienna hanya akan makan jika ada acara besar, atau jika perasaan malasnya tidak datang. Tapi malam ini berbeda. Ia tidak hanya merasa cemburu terhadap perhatian Sienna, tetapi juga terhadap ketidakpastian yang semakin jelas. Mungkin, ini semua adalah ujung dari hubungan mereka. Ia sendiri tidak tahu lagi.

Tiba-tiba pintu kamar terbuka, dan Sienna muncul dengan gaun tidur satin yang tipis, yang menambah kilau kecantikannya. Ia melangkah masuk dengan langkah anggun, seperti selalu, namun kali ini ada sesuatu yang berbeda dalam tatapannya-sebuah senyuman yang tipis, seperti tahu ada yang sedang dipikirkan oleh Darren.

Darren mengangkat wajahnya dan menatap istrinya yang semakin mendekat. Ada kecanggungan yang terasa antara mereka. Sienna berhenti beberapa langkah di depannya, menatapnya dengan tatapan penuh pertanyaan.

"Apa yang sedang kamu pikirkan, Darren?" tanyanya, suaranya terdengar lembut, namun Darren bisa merasakan ada sesuatu yang tersembunyi di balik kata-kata itu.

Darren tidak langsung menjawab. Ia justru berdiri dan berjalan menuju jendela, menatap keluar seolah mencoba mencari jawaban dalam kegelapan malam. "Aku tidak tahu, Sienna," jawabnya pelan. "Aku hanya merasa... aku mulai muak dengan semua ini."

Sienna mengerutkan keningnya. "Apa yang kamu maksud?" Ia mencoba mendekat, namun Darren menggelengkan kepala, menahan dirinya untuk tidak mengatakan hal-hal yang tidak seharusnya diucapkan.

"Aku muak dengan sikapmu yang selalu menggoda orang lain, entah itu pria atau wanita," kata Darren, suaranya tegang, namun tidak bisa ia sembunyikan lagi. "Aku sudah mencoba untuk bersabar, tapi rasanya semakin berat. Apakah kamu tidak melihat bagaimana perasaanku?"

Sienna terdiam, matanya terbuka lebar, namun ia segera menyembunyikan kebingungannya di balik senyuman yang dibuat-buat. "Darren, kamu terlalu cemas. Bukankah itu hanya bagian dari kehidupan sosial? Aku hanya... berinteraksi, tidak lebih. Tidak ada yang salah dengan itu, kan?"

Darren mendekat dan berhenti tepat di depan Sienna. Ia menatap wajah cantik istrinya, yang tampaknya begitu tenang, namun Darren bisa merasakan sesuatu yang lebih dalam dari hanya sekadar senyuman manis itu. "Tapi kamu tahu, Sienna. Kamu tahu bagaimana perasaanku setiap kali kamu tersenyum manis pada pria lain, atau berbicara dengan wanita-wanita itu seperti kamu tidak punya suami."

Sienna menghela napas, merasa sedikit jengkel dengan tuduhan yang menurutnya tidak adil. "Darren, aku hanya... aku hanya ingin hidup seperti orang lain. Aku tahu, aku punya kamu, tapi itu tidak berarti aku harus membatasi diriku. Kamu bisa mengontrol hidup kita, tapi tidak hidupku, kan?"

Darren merasa ada sesuatu yang membakar di dadanya. Ia menahan amarahnya yang mulai muncul. "Aku tidak mengontrol hidupmu, Sienna. Tapi aku tidak akan diam saja jika kamu terus bersikap seperti ini."

Sienna tersenyum tipis, lalu melangkah mundur, seolah memberi ruang bagi Darren untuk menenangkan dirinya. Namun di dalam hatinya, ia merasa bingung. Apakah selama ini ia salah dalam berpikir tentang pernikahan mereka? Apakah Darren tidak pernah mengerti bahwa hidup mereka bukan hanya tentang anak yang sedang dikandungnya, tetapi juga tentang rasa bebas yang ia cari?

"Darren, aku tahu kamu cemas. Tapi percayalah, aku tidak akan pernah meninggalkanmu," jawab Sienna, suara lembut namun ada sedikit nada yang penuh teka-teki. "Aku hanya ingin menikmati hidup, seperti orang lainnya. Mungkin kamu bisa lebih santai sedikit."

Tapi Darren tidak merasa santai. Ia merasa ketegangan ini semakin memuncak, dan kini, ia harus berbicara lebih terbuka. "Kenapa kamu tidak pernah berbicara tentang perceraian? Aku tahu kita hanya menikah karena anak kita, dan aku tahu kamu berpikir aku akan menceraikanmu begitu saja setelah ini berakhir, kan?"

Sienna terdiam, terkejut dengan pengakuan Darren yang begitu langsung. Ia tidak pernah membayangkan Darren akan mengatakan hal itu, meskipun ia tahu dalam hati bahwa pernikahan mereka memang tidak sepenuhnya dilandasi oleh cinta. Namun, ada rasa yang lebih mendalam di antara mereka, meskipun Sienna belum bisa sepenuhnya memahaminya.

Darren mendekat lagi, kali ini lebih dekat daripada sebelumnya. "Tapi kamu salah, Sienna," katanya, suaranya lebih serius. "Aku tidak akan menceraikanmu, bukan karena kamu hamil, tetapi karena aku sudah memilih untuk tetap bersamamu. Meskipun kamu merasa terjebak dalam pernikahan ini, aku tidak akan membiarkanmu pergi."

Sienna terdiam, merasa bingung dan tidak tahu harus berkata apa. Ia melihat dalam mata Darren, ada sesuatu yang berbeda dari biasanya-ada keteguhan yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya. Ia tahu, bahwa untuk pertama kalinya, suaminya itu benar-benar serius.

"Jadi," Sienna akhirnya berbisik pelan, "Apa yang akan terjadi dengan kita?"

Darren menarik napas panjang, lalu menatap Sienna dengan tatapan yang penuh arti. "Apa yang akan terjadi, kita yang tentukan. Tapi malam ini, untuk pertama kalinya, kita tidur bersama tanpa bicara tentang perceraian. Kita mulai dengan itu."

Sienna merasa ada semacam ketegangan yang berubah menjadi kehangatan di antara mereka. Perlahan, ia merasa seolah segala hal yang pernah ia ragukan, mulai bergeser. Mungkin, hanya mungkin, hidup ini memang memiliki jalan yang lebih baik daripada yang ia bayangkan.

Malam itu, keduanya tidur dalam keheningan, terikat oleh takdir yang masih belum mereka pahami sepenuhnya. Dan entah mengapa, Sienna merasa sedikit lega. Mungkin ini adalah awal dari perjalanan baru, yang akan membawa mereka ke arah yang tak terduga.

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

99 Hari Bersama Kaisar Tiran
99 Hari Bersama Kaisar Tiran
Terjebak dalam fantasy romance penuh intrik, Kim Nara bereinkarnasi untuk balas dendam dalam 99 Hari Bersama Kaisar Tiran. Di web novel ini, ia harus memecahkan mystery story di balik kutukan kematian para permaisuri sebelum hari ke-99 demi bertahan hidup dan menuntaskan misinya.
Calista Kaz : Penyihir Naga Arkhataya
Calista Kaz : Penyihir Naga Arkhataya
Dalam Calista Kaz : Penyihir Naga Arkhataya, Calista harus menguasai kekuatan psikokinesis demi membalas dendam pada Zorca. Bersama ksatria Lembah Crystal, ia berjuang membangkitkan naga legendaris. Simak fantasy novel penuh aksi ini di platform web novel kami sekarang.
Dewa Itu Adalah Patungku
Dewa Itu Adalah Patungku
Dalam Dewa Itu Adalah Patungku, Melinda merawat patung beruang yang ternyata inkarnasi dewa perkasa. Hubungan unik ini berkembang seiring ia dewasa, memicu konflik identitas dan takdir. Baca fiction fantasy romance books ini untuk mengikuti misteri perubahan wujud sang dewa di webnovel ini.
Moonlight and Mr. CEO
Moonlight and Mr. CEO
Dalam Moonlight and Mr. CEO, hidup Nicholas berubah saat kucing titipan sahabatnya bertransformasi menjadi gadis misterius di bawah bulan purnama. Ikuti adventure penuh rahasia dalam werewolf romance novels ini, sebuah modern novel unik tentang takdir dan perubahan hidup sang CEO.
PANGERAN AGUNG
PANGERAN AGUNG
Dalam PANGERAN AGUNG, seorang raja bijaksana di Kerajaan Mandala harus memimpin rakyatnya menghadapi tantangan besar. Ikuti kisah fantasy penuh aksi ini melalui web novel yang menyajikan petualangan epik tentang keberanian dan keadilan. Baca adventure story terbaik ini hanya di platform kami.
Penerus Para Dewa
Penerus Para Dewa
Dalam novel Penerus Para Dewa, Xiao Long bereinkarnasi ke dunia lain dengan pengetahuan ilahi setelah kematian heroiknya. Fantasy novel ini mengikuti misinya menjadi sosok immortal yang menaklukkan demon. Baca adventure story ini untuk mengikuti transformasinya menjadi penguasa takdir.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Aku Direkomendasikan, Kamu Bebas
Aku Direkomendasikan, Kamu Bebas
Hari pengumuman nilai ujian nasional, Fikri Wijayanti didorong jatuh dari lantai atas oleh pacarnya Siti Maharani dan temannya Joko Pratiwi. Seluruh teman sekelas bahkan membuat kesaksian palsu bahwa ia bunuh diri karena merasa bersalah telah membuat Joko Pratiwi terlambat ujian. Mereka mengklaim bahwa pada hari ujian, Fikri menunggu Joko sehingga seluruh kelas terlambat. Setelah terlahir kembali, ia yang sudah diterima di Universitas Ibu Kota melalui jalur undangan memutuskan untuk tidak lagi ikut campur urusan orang lain.
Anak Ajaib 2: Pertarungan Keluarga
Anak Ajaib 2: Pertarungan Keluarga
Ardi, pangeran kuno yang mabuk lalu terlahir jadi anak enam tahun. Dengan kecerdasan luar biasa ia bangkitkan keluarganya, namun saat hendak memimpin, badai baru pun datang.
[Versi suara dubbing] Ketika Masa Lalu Berdenting Lagi
[Versi suara dubbing] Ketika Masa Lalu Berdenting Lagi
Setelah lima tahun menjadi janda, dia mengetahui bahwa suaminya berpura-pura mati untuk menyembunyikan cinta sejatinya. Dia menikah lagi dengan pengagumnya, memiliki anak-anak, dan kehidupannya membaik — ketika mantan suaminya tiba-tiba kembali...
Godaan Berbahaya
Godaan Berbahaya
Hari Valentine, Rudi Yongki mengajak istrinya, Juwita Kusuma, main permainan misteri. Saat Juwita melihat dari luar, dia melihat suaminya beradegan mesra dengan aktris cantik dan berkulit putih, Vivi Sulati, yang tampak seperti minta tolong, bukan cuma berakting. Di dalam toko, kejadian aneh terjadi berulang kali, sehingga Juwita ikut masuk ke dalam permainan dan tak sengaja mengungkap rahasia besar.
Mencuri Hati Kaisar
Mencuri Hati Kaisar
Rika ingin membalas dendam atas kematian kakaknya dengan menyusup ke istana. Ia merancang siasat untuk memikat Kaisar dan naik takhta. Namun, ketika Kaisar benar-benar jatuh hati padanya, Rika mulai diliputi rasa bersalah. Akankah dendamnya tetap kuat?
Bayiku Kembali: Ayah CEO Sibuk Kejar Ibuku!
Bayiku Kembali: Ayah CEO Sibuk Kejar Ibuku!
"Kenapa kau masih hidup?" Saya sama sekali tidak mengenali wanita gila ini, dan dia tiba-tiba datang kepada saya dan berteriak-teriak pada saya! Saya mengalami kecelakaan mobil saat hamil lima tahun yang lalu dan diselamatkan oleh seorang orang asing yang tampan, yang kemudian saya kawinikan. Saya selalu memperhatikan bahwa putri saya sangat mirip dengan dia, tetapi karena hilang ingatan, saya tidak dapat mengingat kebenaran. Lima tahun kemudian, saya kini masuk ke perusahaan perhiasan kayuhan dan bertemu dengan wanita gila ini. Selain itu, banyak orang mengatakan bahwa saya terlihat persis seperti putri CEO yang hilang! Siapa identitas sebenarnya dari suami saya dan saya?