Logo
Perjuangan Cinta yang Pernah Hilang
Perjuangan Cinta yang Pernah Hilang

Perjuangan Cinta yang Pernah Hilang

78 Bab
Tamat
Dalam novel modern Perjuangan Cinta yang Pernah Hilang, Devan harus memilih antara kesepakatan keluarga atau menyelamatkan nyawa Ara. Setelah tiga tahun terpisah, tantangan restu dan rahasia Himawan menguji hubungan mereka. Baca romance stories penuh aksi ini di platform web novel kami.
Bab 1 dari Perjuangan Cinta yang Pernah Hilang

~Ararya Chandrika Dewi~

Aku berdiri disini memandang luasnya samudera. Ketika apa yang aku inginkan dapat ku genggam. Teringat diriku pada 'Dia'. Dirinya yang kucinta. Semua yang aku dapatkan saat ini. Rasanya tidaklah lengkap tanpa dirinya.

Entah kemana Dia berada, tiba-tiba menghilang dari pandangan mata. Semenjak saat itu ... tepatnya kejadian tiga tahun yang lalu.

Saat itu Aku merasakan sesuatu yang keras menghantam tubuhku. Aku merasakan sakit yang sangat luar biasa. Tubuhku terasa terbang melayang di udara. Aku mendengarnya berteriak keras.

Mataku melihatnya panik, berlari ke arahku. Sambil berlinangan air mata. Entah apa yang terjadi padaku saat itu.

Teriakannya yang terakhir sangat jelas ditelinga ini. Dia menyuarakan namaku. Dia memanggil namaku, 'Ararya!'.

Setelah itu, semuanya gelap.

~~~

Tiga Tahun yang lalu*

"ARARYA!"

Seorang pemuda berteriak dengan suara lantang. Ketika melihat pemandangan yang mengerikan didepannya. Disana, gadis cantik pemilik hatinya telah ditabrak sebuah minibus.

Pemuda itu berlari dengan kencang, menghampiri gadis yang tergeletak diatas jalan aspal. Sementara minibus yang menabrak gadis itu, telah melarikan diri begitu saja.

"Ara! Ara!" panggil pemuda itu dengan suara bergetar.

Matanya bahkan sudah berlinangan air mata. Tak peduli banyaknya darah yang mengotori bajunya. Pemuda itu tanpa rasa jijik langsung mendekap tubuh gadis itu kedalam dadanya.

"Ara! Bangun Ara! Jangan buat aku takut," ucap pemuda itu disela isak tangisnya.

Dibelainya wajah gadis yang dicintainya itu dengan rasa takut. Wajah dengan beberapa noda darah kental yang melekat.

Bau anyir pun mulai menyeruak disekitar. Bersamaan dengan banyaknya orang-orang yang mulai mendekat.

Pemuda itu tidak mempedulikan sekitarnya. Ia hanya peduli dengan gadis didalam dekapannya. Gadis yang tidak menyahuti panggilannya. Meskipun matanya masih terbuka. Bibirnya pun mengulas senyuman.

Walaupun tipis, tapi pemuda itu masih melihatnya dengan jelas.

"Ara! Kamu dengar suara aku 'kan?" ucap pemuda itu sekali lagi berusaha untuk memanggil nama gadis itu.

Tapi, bukan jawaban yang pemuda itu dapatkan. Karena tubuh gadis itu tiba-tiba lemas. Bersama dengan tertutupnya kedua mata indahnya.

"ARA!!!"

Pemuda itupun berteriak sekeras-kerasnya. Orang-orang yang berkerumun merasa iba melihatnya.

"Cepat panggilkan ambulance!" teriak salah seorang di kerumunan itu.

Beberapa menit kemudian ambulance pun datang. Pemuda itu segera membopong tubuh pujaan hatinya itu. Tanpa ingin dibantu orang lain.

Di dalam ambulance, pemuda itu terus bergumam. Memanggil nama pujaan hatinya. Tanpa rasa bosan ataupun lelah. Tidak menghiraukan bau anyir yang menyeruak. Yang pemuda itu pikirkan hanya satu.

Bagaimana 'Ara-nya' itu harus bisa bertahan. Demi dirinya ... demi orang-orang yang mengasihinya. Dan demi janji mereka berdua.

"Kita akan sama-sama pergi berlibur ke Paris," ucap pemuda itu kala mereka sedang duduk disebuah taman. Memandang indahnya menara Monas.

"Kapan?" tanya gadis itu.

"Nanti, setelah Aku menjadi Sultan!" pemuda itu berucap dengan tegas.

"Hu! Kalau mimpi jangan ketinggian. Kalau jatuh sakit," seloroh gadis itu sambil tergelak.

Pemuda itu kembali menangis tergugu, kala mengingat senyum manis gadis itu.

Tak lama kemudian, ambulance itu sampai didepan sebuah rumah sakit. Brankar rumah sakit segera menyambut tubuh gadis itu. Dua orang petugas laki-laki mendorong brankar tersebut. Diikuti satu orang suster.

Pemuda itu terus mengiringi brankar yang membawa pujaan hatinya. Sampai pada sebuah ruangan, seorang suster menghentikannya.

"Tolong Mas-nya tunggu disini dulu, ya. Biarkan petugas dan dokter yang menangani temannya," ujar suster tersebut.

"Tapi, Sus ... Saya mau melihatnya. Saya takut terjadi apa-apa padanya, Sus," pemuda itu terlihat enggan berpisah dengan pujaan hatinya.

"Mas, lebih baik Mas-nya segera mengurus administrasinya. Karena rumah sakit akan membutuhkan data-data pasien untuk tindakan lebih lanjut."

Pemuda itu akhirnya menganggukkan kepalanya. Suster tersebut memanggil salah satu rekannya.

"Silakan Mas ikut dengan Suster Eni. Untuk mendaftarkan nama pasien," ujar Suster tersebut. Suster Eni segera mengajak pemuda itu.

"Mari, Mas."

Dengan ramah Suster Eni membimbing pemuda itu menuju meja resepsionis.

"Nama Mas-nya siapa?" tanya Suster Eni yang sudah duduk dibalik komputer.

Sementara pemuda itu berdiri diseberang dengan terhalang pembatas kaca yang transparan.

"Devandra," jawab pemuda itu pelan setelah lama terdiam.

Suster Eni segera mengetikkan namanya. Setelah selesai, Suster Eni kembali mengajukan pertanyaan kepada pemuda bernama Devandra itu.

"Nama temannya yang kecelakaan?"

"Ararya," jawab pemuda itu.

"Bisa sebutkan nama kepanjangannya, Mas?" ulang Suster Eni dengan ramah.

"Ararya Chandrika Dewi."

Suster Eni kembali mengetikkan nama yang Devandra sebutkan. Suster Eni terus menanyakan identitas Ararya. Devandra senantiasa memberikan jawaban yang ia ketahui.

""Oh iya, Mas Devan. Tolong segera hubungi keluarga pasien."

Pemuda bernama Devandra itu menganggukkan kepala. Kemudian segera mengambil gawainya. Dengan tangan gemetaran Devan mencoba menghubungi orang tua Ara.

Devan merasa gelisah ketika panggilan teleponnya tidak diangkat.

"Bunda ... tolong angkat telepon Devan," gumam Devan.

Rasa sedih yang Devan rasakan masih terbingkai begitu jelas diwajahnya. Kekhawatiran pemuda itu semakin dalam. Bercampur dengan rasa tidak sabarannya. Ketika tidak ada jawaban dari orang tua Ara.

Sampai pada panggilan kelima, berulah ada jawaban dari orang tua Ara.

"Halo, assalamualaikum. Devan, ada apa, Nak? Maaf, ya Bunda baru angkat. Bunda baru saja selesai sholat," ucap seorang wanita diseberang sana.

Devan kembali terisak ketika mendengar suara wanita yang dikasihinya. Wanita yang kerap dipanggilnya 'Bunda' itu. Suaranya begitu lembut didengar oleh Devan.

Tenggorokan Devan terasa tercekat, ketika ingin memberitahu wanita yang kerap dipanggilnya 'Bunda' itu.

Sampai pada akhirnya sang Bunda kembali bertanya kepada Devan.

"Devan, ada apa, Nak? Kenapa kamu menangis? Jawab Bunda, Nak! Apa terjadi sesuatu?"

Devan masih terisak sambil menutup wajahnya dengan tangan kanan. Sementara tangan kirinya memegang telepon genggam yang menempel ditelinga.

"Bunda ... Ara ... Ara, Bunda. Ara kecelakaan," Devan akhirnya menjawab dengan suara bergetar.

"Apa! Kamu jangan becanda, Nak. Devan pasti bohong 'kan? Ara baik-baik saja 'kan?" tanya Bunda dengan suara panik.

"Devan serius, Bunda. Se-sekarang, De-devan sedang dirumah sakit. Ara sedang ditangani dokter. Bunda dan Ayah cepat kesini, ya. Devan takut, Bunda."

Suara tangis pemuda itu kembali pecah. Devan tergugu ketika mengungkapkan perasaan takutnya. Sementara suara diseberang sana terdengar gaduh.

Tak lama kemudian, terdengar suara seorang pria paruh baya.

"Halo, Devan. Nak, ini Ayah ... apa yang terjadi? Bunda bilang Ara kecelakaan. Apa itu benar, Nak?" tanya orang yang menyebut dirinya 'Ayah' itu dengan suara panik.

"Ayah cepat kesini, Yah. Ke rumah sakit umum terdekat dengan sekolahan, Yah," ucap Devan disela isak tangisnya.

"Devan takut, Yah. Ayah dan Bunda cepat kesini. Devan takut!" imbuh Devan.

"Devan tenang, ya. Ayah dan Bunda segera kesana. Assalamualaikum."

"Waalaikumsalam."

Telepon pun terputus setelah Devan menjawab salam dari sang Ayah. Pemuda itu menggenggam telepon genggamnya dengan erat. Setelah itu memasukkannya kembali kedalam saku celananya.

Pemuda itu tiba-tiba teringat dengan Ara. Cepat-cepat ia melangkahkan kakinya, menuju ruangan dimana Ara sedang ditangani oleh tenaga medis.

Sementara itu, disebuah tempat yang jaraknya beberapa kilo meter dari lokasi kecelakaan. Dimana sebuah minibus yang telah menabrak gadis bernama Ara itu berhenti.

Seorang pria dengan memakai masker terlihat sedang menghubungi seseorang.

"Misi selesai, Bos. Gadis itu berhasil dieksekusi," ucap pria tersebut kepada orang yang dipanggilnya 'Bos'.

"Bagaimana keadaannya?" tanya sang Bos dari seberang telepon.

~~~~

Bersambung ....

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Janda Cantik Dan Psycopat Dingin
Janda Cantik Dan Psycopat Dingin
Dalam Janda Cantik Dan Psycopat Dingin, seorang wanita merancang aksi balas dendam terhadap suaminya yang berkhianat. Namun, misinya diuji saat seorang pria misterius dengan sisi gelap muncul. Baca romance novel ini untuk melihat bagaimana takdir mempertemukannya dengan seorang psikopat.
Kesempatan Kedua, Luka Terakhir
Kesempatan Kedua, Luka Terakhir
Dalam novel misteri Kesempatan Kedua, Luka Terakhir, seorang karyawan dituduh sengaja menggugurkan kandungan rekan kerjanya lewat segelas teh susu. Di tengah tuntutan ganti rugi miliaran dan ancaman fisik, ia berjuang mencari keadilan sebelum takdir tragis merenggut nyawanya. Baca novel online ini sekarang.
LINTANG Telik Sandi 69 - Prahara di Tanah Kematian
LINTANG Telik Sandi 69 - Prahara di Tanah Kematian
Dalam LINTANG Telik Sandi 69 - Prahara di Tanah Kematian, Lintang menyamar demi mengungkap teror di Benua Swarna Dwipa. Petualangan penuh aksi dalam fantasy novel ini membawa timnya ke Tanah Kematian untuk menghentikan konspirasi global. Baca adventure story ini di web novel sekarang.
Mafia In The Night
Mafia In The Night
Dalam Mafia In The Night, William memburu pelaku pengkhianatan yang menewaskan ayahnya. Di tengah misi balas dendam dan misteri tuduhan fitnah ini, ia harus menghadapi polisi wanita yang menghalangi rencananya. Simak kisah action ini dalam mafia novel yang penuh intrik dan pengkhianatan.
Menantu Pahlawan Negara
Menantu Pahlawan Negara
Dalam novel romantis penuh aksi Menantu Pahlawan Negara, seorang pria dipaksa ke medan perang di malam pernikahannya. Tiga tahun kemudian, ia kembali sebagai pahlawan yang diracuni hingga idiot. Di tengah cemoohan, sang istri setulus hati merawatnya hingga ia siuman. Baca novel online gratis ini sekarang!
Menjadi Tahanan Mafia
Menjadi Tahanan Mafia
Dalam Menjadi Tahanan Mafia, Demora menyamar sebagai Erica untuk membalas dendam pada pemimpin Salvador. Namun, misi di mafia novel ini terhambat saat ia terjebak identitas palsu dan perasaan tak terduga. Simak kisah romance fiction books ini tentang pengkhianatan dan loyalitas.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Aku Sang Guru Hati
Aku Sang Guru Hati
Intan, gadis buta berusia sepuluh tahun, adalah reinkarnasi dari Guru Hati yang legendaris setelah seratus tahun. Meridiannya telah tersegel selama sepuluh tahun. Kini ia kembali untuk membalas dendam kematian ibunya. Keluarga Shen pernah membuangnya beserta ibunya ke pedesaan, yang menyebabkan ibunya meninggal. Kini, untuk menjilat Keluarga Perma, mereka membawanya pulang sebagai pajangan. Di pesta ulang tahun, ia membuka cadarnya, kembali dapat melihat, dan memicu fenomena aura hebat. Ahmad mengenalinya sebagai Guru Leluhur. Dengan Pedang Cahaya, ia bersumpah akan membuat Keluarga Kusuma membayar hutang darah mereka.
Gila karena Cinta
Gila karena Cinta
Tiga tahun lalu, Brenna menerima berita buruk tentang diagnosis kanker stadium akhir dan kebangkrutan keluarganya. Jadi, dia membuat keputusan yang menyakitkan untuk putus dengan Richard dan mengkompromikan martabatnya untuk mencari nafkah. Tiga tahun kemudian, Richard tiba-tiba muncul kembali dalam kehidupan Brenna, berpapasan dengannya di sebuah klub. Cinta mereka yang menyayat hati ditakdirkan untuk bertahan selamanya.
[Versi suara dubbing] Penebusan Seorang Pecandu Judi
[Versi suara dubbing] Penebusan Seorang Pecandu Judi
Seorang pria kembali ke rumah dan menemukan kekacauan—istrinya, didorong oleh seorang teman, telah kehilangan uang darurat anak perempuannya karena berjudi. Dia membangkitkan kembali keterampilan berjudi untuk menyusup ke markas judi, bersumpah akan mengambil kembali kesempatan anaknya dengan trik!
Si Cantik Melamarku (Sulih Suara)
Si Cantik Melamarku (Sulih Suara)
Simon, pelayan KTV, menolong Nina, putri orang kaya yang ditindas. Nina mengira Simon sebagai obat penawarnya dan mengambil salah satu kalung miliknya sebagai tanda. Enam tahun kemudian, Simon bekerja kasar di proyek Grup Jawari demi mengobati ibu angkatnya. Saat semua menertawakannya, Nina tiba-tiba datang membawa anak. Melihat kalung yang sama, sang anak langsung memanggil Simon ayah.
Strategi Cinta
Strategi Cinta
Ahli manajemen krisis terbaik dunia, Jenna, kembali ke tanah air untuk menikmati masa pensiun. Tak disangka, dia justru bertemu dengan Alfred, seorang CEO yang telah diam-diam mencintainya selama sepuluh tahun. Saat foto mereka bersama terbongkar oleh paparazzi, Alfred pun mengajukan pernikahan palsu, dengan alasan untuk menjaga stabilitas perusahaan yang akan melakukan IPO. Awalnya, hubungan mereka hanyalah sekadar sandiwara. Namun, lambat laun permainan ini berubah menjadi kenyataan. Jenna tak menyadari bahwa semua ini adalah skenario yang dipersiapkan Alfred sejak awal. Akhirnya, mereka saling mengungkapkan perasaan dan mengakhiri puluhan tahun rasa cinta rahasia Alfred dengan sebuah akhir yang manis.
Mimpi Buruk Seorang Ibu
Mimpi Buruk Seorang Ibu
Clara yang kecanduan judi meninggalkan cucunya, Kacie, sendirian di dapur. Kacie lalu menggunakan jam tangan pintarnya untuk menelepon ibunya, Ella, yang menyadari ada yang tidak beres sebelum baterai jam tangan anaknya habis. Ella yang tidak dapat menghubungi Clara segera menelepon suaminya, Devin, yang sedang bersama mantan kekasihnya dan menganggap kekhawatiran Ella sebagai reaksi berlebihan. Akhirnya Kacie meninggal akibat keracunan gas, dan Devin baru menyadari kebenaran tragis ini di rumah duka.