Logo
Pengantin Kecil Tuan Xavier
Pengantin Kecil Tuan Xavier

Pengantin Kecil Tuan Xavier

38 Bab
Tamat
Dalam Pengantin Kecil Tuan Xavier, Nandini dipaksa menjadi pengantin pengganti setelah kakaknya kabur. Sebagai penjual bunga, ia harus bertahan di dunia billionaire romance novels. Simak kisah modern novel ini tentang pilihan sulit dan konsekuensi dalam web novel yang penuh intrik.
Bab 1 dari Pengantin Kecil Tuan Xavier

Seorang pria tampan nan gagah terlihat sedang mematut diri di depan cermin. Sesekali tersungging senyum tipis di bibirnya yang seksi, senyum tak lepas dari bibirnya. Jas hitam berpadu dengan kemeja putih sangat pas di tubuhnya yang tinggi menambah ketampanan pria itu berkali-kali lipat.

Laki-laki yang bernama Xavier Romanov, hari ini akan melangsungkan pernikahan. Pernikahan impiannya bersama sang kekasih hati. Sudah lama sekali ia merencanakan semua, tapi baru kali ini terlaksana.

"Aku benar-benar tidak sabar," Xavier tersenyum dan mencoba untuk membuang nafasnya secara perlahan untuk menghilangkan rasa gugup yang menyerang dirinya.

Pernikahan impian yang akan terjadi, meski harus melangkahi sang kakak. Pria itu tidak ingin lagi menunda, dia ingin menjadikan sang kekasih hati sebagai RATU di dalam hidupnya. Sambil menunggu yang lain siap, dia meraih ponsel yang tergeletak di atas meja, mencoba untuk menghubungi sang calon istri. Tapi, sayang panggilan itu tidak terhubung malah nomor ponsel sang kekasih pun sekarang tidak aktif.

"Sepertinya kamu sengaja tidak mengaktifkan ponselmu. Dasar gadis nakal," gumam pria itu di iringi tawa kecil.

Rombongan pengantin pun bersiap berangkat menuju rumah mempelai. Beberapa iringan mobil mewah terlihat berjejer di jalanan. Dengan Xavier duduk bersama sang kakak. Arshaka tersenyum menatap sang adik. Dia rela dan ikhlas jika harus di langkahi dulu olehnya.

Karena bagi pria tampan itu, menikah bukanlah sebuah kompetisi. Bukan sebuah perlombaan, Arshaka menepuk bahu sang adik. Kini mereka sudah berjejer duduk di kursi yang sudah di sediakan oleh Rini. Xavier sendiri sudah duduk di depan Penghulu. Pria itu sudah tidak sabar untuk melihat sang kekasih.

"Bagaimana sudah siap?" tanya Penghulu.

"Ya saya sudah siap," jawab Xavier tegas.

"Baiklah sebelum mengucap ijab kabul, boleh pengantin wanita di bawa kemari," ucap Penghulu.

Rini pun mengangguk dan beranjak menuju kamar sang putri lalu mengetuk pintu bercat biru itu. Lama wanita paruh baya itu menunggu tapi sayang pintu tak kunjung terbuka, perempuan itu membuka pintu yang kebetulan tidak terkunci. Alangkah terkejutnya dia ketika melihat jika kamar itu kosong.

"Kemana kamu Meylan! Jangan-jangan kamu malah kabur di hari pernikahanmu!" ucap Rini panik dan juga ketakutan sebab bila memang itu terjadi, hancur sudah hidupnya.

"Bagaimana, sudah siap?" tanya Penghulu untuk yang kedua kalinya.

Xavier terdiam, tangan pria itu mengepal, rahangnya mengeras. Dia menatap sekeliling, tidak mungkin jika kekasih hatinya kabur. Jika iya apa yang membuatnya pergi.

Laki-laki itu pun beranjak, menyusul calon mertuanya. Setelah sebelumnya dia meminta penghulu untuk menunggu sebentar. Sesampainya di kamar, alangkah kagetnya dia ketika mendapati kamar yang di tempati oleh kekasihnya itu kosong.

"Kemana dia!" tanya Xavier dingin.

Wanita paruh baya itu terhenyak kaget ketika mendapati pria yang menjadi calon suami putrinya, sudah berada di kamar. Wajah wanita itu pucat seketika, kala melihat raut muka Xavier yang sangat menakutkan. Dia hanya diam tidak bisa menjawab apapun.

"Maaf, Nak! Sepertinya Meylan, dia," ucap wanita itu terpotong. "Dia tidak ada di kamarnya!" lanjut wanita itu.

"Cepat cari dia, saya tidak ingin tahu! Pernikahan ini harus tetap berlanjut!" geram Xavier.

Wanita itu terdiam, tak lama ia pun keluar dari kamar itu. Sementara itu, Xavier lebih memilih menunggu di kamar itu tak lupa dia menghubungi anak buahnya. Dia memerintahkan mereka untuk mencari keberadaan perempuan itu.

Xavier tidak menyangka, jika kekasihnya akan berkhianat seperti ini. Dia terdiam memikirkan kesalahan apa yang sudah di perbuatnya. Tapi sayang, tidak ada cela ataupun kesalahan fatal yang di lakukannya hingga membuat perempuan itu pergi.

*

*

"Nandini," gumam wanita itu ketika melihat putri bungsunya sedang membantu orang-orang di dapur.

Lantas dia langsung menghampiri gadis kecil itu. Lalu menarik kasar tangan mungilnya, wanita itu menyeret tubuh kecil Nandini menuju sebuah kamar yang letaknya dekat dengan dapur. Dia mencengkram kuat lengan gadis itu, hingga tampak memerah, wanita itu juga menatap tajam gadis itu, hingga dia lebih memilih menundukkan kepalanya.

"Hari ini, kau akan menggantikan kakakmu, menikah dengan Tuan Xavier!" ucap wanita itu tegas.

"Mengapa harus aku yang menikah dengan kekasih kakak, Bu? Lantas kemana kakak?" tanya Nandini pelan.

Wanita yang bergelar ibu itu mendelik kala mendengar ucapan Nandini. Dia tidak suka jika gadis itu memanggilnya ibu. Bagi dirinya, gadis ini hanyalah pembawa sial.

Hari ini, wanita itu akan memaksanya menggantikan sang putri yang kabur entah kemana. Yang penting saat sekarang, pernikahan ini tidak batal. Jalan satu-satunya adalah menjadikan Nandini sebagai pengantin pengganti.

"Dengar ini! Kau tidak usah banyak bertanya, dan kau harus mau menggantikan posisi kakakmu! Jika kau tidak mau, maka kau sendiri akan tahu akibatnya!" ancam wanita paruh baya itu.

Nandini meringis kala merasakan cengkraman sang ibu semakin kencang. Ibunya begitu kuat kala memegang lengannya. Melihat kemarahan di mata sang ibu membuat Nandini takut.

"Tapi, Bu!" ucapan Nandini terpotong karena wanita itu sudah kembali menyeretnya. Membawa gadis itu pada orang yang akan meriasnya.

Sementara Xavier dia masih menunggu. Hingga beberapa menit kemudian, wanita itu kembali ke kamar putrinya dengan membawa seorang wanita yang sudah memakai baju pengantin. Wanita itu juga menjelaskan jika adik dari kekasihnya yang akan menggantikan posisi mempelai wanita.

Nandini menunduk, tidak berani menatap wajah kekasih dari kakaknya. Di mata Nandini, pria itu sangat dingin,jika pun mereka kebetulan bertemu, Nandini lebih memilih menghindar. Tapi hari ini, semesta seolah mempermainkannya.

Xavier menatap datar ke arah wanita cantik dan muda itu, raut muka pria itu masih menggambarkan sebuah amarah yang tertahan. "Bawa dia!" ucap Xavier dingin.

Kini, Nandini sedang terduduk di samping Xavier. Dan pria itu pun mulai mengucapkan ijab kabul dengan nama yang berbeda. Terdengar kasak kusuk dari mulut para undangan yang datang tapi Xavier tidak menggubrisnya.

Jantung Nandini—istri Xavier—berdebar dengan sangat cepat. Berulangkali dia berusaha mengatur napas, hingga suara seseorang menyadarkannya dan meminta untuk dia segera mengecup tangan sang suami.

Perlahan Nandini mengangkat kepala, memberanikan diri menatap wajah tampan itu. Keduanya saling beradu pandang. Entah mengapa Xavier seolah terhipnotis oleh mata hazel Nandini.

"Maaf ...!" Nandini mengucapkan kata itu lirih dalam hatinya.

"Kenapa kamu tega melakukan ini Meylan!" Xavier pun bergumam dalam hatinya, tangannya kembali terkepal.

Sepersekian detik kemudian Nandini berusaha meraih tangan Xavier. Pria itu tampak terpaksa mengulurkan tangannya. Nandini mengecupnya perlahan, bersamaan dengan itu cairan bening menetes.

Xavier merasakan hangatnya air mata itu. Dia pun repleks langsung menarik diri, kemudian bangkit hendak pergi. Namun, terhenti oleh suara perempuan yang bertugas sebagai MC acara.

"Mempelai pria sepertinya tidak sabar untuk menuju pelaminan. Tunggu sebentar, kita lakukan dulu sesi foto untuk kenang-kenangan, ya." ujar pria kemayu itu.

Fotografer mulai memberikan instruksi, mengarahkan sepasang suami-istri tersebut dengan berbagai pose. Xavier meminta untuk tidak terlalu banyak mengambil gambar tapi, ia malah diminta untuk mencium kening istrinya untuk foto terakhir setelah akad. Dengan wajah menahan amarah Xavier terpaksa melakukan apa yang di arahkan orang-orang yang menurutnya sangat memaksa.

"Dan sekarang pasangan pengantin baru kita silahkan menuju ke pelaminan, dan untuk yang mau memberikan selamat boleh ya bersiap-siap," ujar sang Mc.

Masih terdengar bisik-bisik orang-orang yang datang. Mereka tidak menyangka jika pengantin wanitanya di ganti oleh sang adik.

"Kasihan juga ya si Nandini, sudah sering di siksa oleh Ibu-Nya, sekarang di paksa untuk menggantikan kakaknya!" ucap salah satu tetangganya.

Rini mendelik mendengar bisik-bisik itu, jangan sampai apa yang mereka obrolkan sampai ke telinga menantunya. Tapi sayang sekali karena Xavier sudah mendengarnya. Iba tentu saja tidak justru dia akan menambah lagi penderitaan istri kecilnya.

Satu persatu para tamu undangan pun naik ke atas panggung. Kini tiba teman-temannya dan juga sang abang memberi selamat.

"Selamat Bro, gue nggak nyangka ternyata jodoh Lo anak kecil!" kekeh salah satu temannya.

Xavier mengepalkan tangannya hingga buku-buku di tangannya memutih. Wajahnya memerah menahan amarah. Mereka pun pergi begitu saja setelah puas mengejek sang teman.

Tak lama Arshaka Dewangga Romanov pria yang berusia 29 tahun, pria yang mempunyai wajah tegas namun lembut yang merupakan kakak dari sang pengantin pria.

"Selamat, semoga kamu bahagia. Meskipun ini bukanlah pernikahan yang kamu harapkan. Tapi Abang harap, kamu bisa menerima dia seutuhnya. Karena bagaimana pun, sekarang dia adalah istrimu," ucap Arshaka sembari menepuk punggung sang adik, lalu beralih menatap seorang gadis cantik yang memakai baju pengantin yang sangat pas dan cocok di tubuhnya. Gadis yang mungkin lebih pantas menjadi adik mereka.

"Selamat Dek, semoga bahagia," ucap Arshaka tulus.

Nandini hanya diam tanpa menjawab apapun.

Acara demi acara akhirnya selesai sudah. Kini pasangan baru itu sedang berada di dalam kamar mungil Nandini. Gadis itu menunduk memilin-milin gaunnya kebisaannya ketika gugup.

Xavier memandangi wajah yang tertunduk itu, dan menyeringai.

"SELAMAT DATANG BUDAKKU!! "

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

A MAN IN A TUXEDO
A MAN IN A TUXEDO
Dalam A MAN IN A TUXEDO, psikiater Auristela harus menyamar jadi sekretaris CEO Vincent Oliver yang amnesia. Di tengah intrik billionaire romance novels ini, Stela dihadapkan pada misi pernikahan mendadak dan misteri masa lalu Vincent. Baca kisah modern novel ini sekarang.
Berlian yang Tersamarkan
Berlian yang Tersamarkan
Dalam novel romance modern Berlian yang Tersamarkan, Evelyn yang diusir membuktikan jati dirinya sebagai pewaris kaya dan peretas jenius. Evelyn menolak tuntutan mantan keluarga dan tunangannya demi membangun takhta baru. Simak kisah seru billionaire romance novels ini di platform web novel kami.
Dua Istri CEO
Dua Istri CEO
Dalam novel Dua Istri CEO, Brian menghadapi dilema saat istrinya, Azzura, memintanya menikah lagi tanpa alasan jelas. Kisah billionaire romance ini menguji kesetiaan dan cinta di tengah kemewahan. Baca web novel ini untuk mengungkap rahasia di balik keputusan mengejutkan sang istri.
Gairah panas sang presdir
Gairah panas sang presdir
Dalam novel Gairah panas sang presdir, Joshua terjebak dalam kondisi hiperseksual setelah dikhianati. Pertemuan dengan seorang mahasiswi menjadi titik balik baginya. Simak kisah billionaire romance novels ini di platform read novels online untuk melihat perjuangan Joshua sembuh dari traumanya.
Hati yang Remuk dan Mati
Hati yang Remuk dan Mati
Dalam novel romantis miliarder Hati yang Remuk dan Mati, Sheila menghadapi pengkhianatan suaminya, Dave, yang berpaling ke mantan kekasihnya. Menyadari pernikahannya hancur di tahun kelima, ia memilih mundur dan menyiapkan pernikahan sang suami dengan selingkuhannya. Baca kisah lengkapnya di Novel Web ini.
Istri Keempat
Istri Keempat
Dalam Istri Keempat, Airin harus menikahi billionaire Saka Januar Pradipta sebagai istri terakhirnya. Romance modern ini mengungkap sisi manipulatif Airin yang tersembunyi. Baca webnovel seru ini untuk melihat bagaimana ia bertahan di tengah persaingan rumah tangga yang penuh intrik.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Jangan Ganggu CEO Itu, Entar Jatuh Cinta
Jangan Ganggu CEO Itu, Entar Jatuh Cinta
Silva Raika adalah yatim piatu yang berhasil menjadi pebisnis sukses yang terkaya di dunia. Namun, dia menyembunyikan fakta bahwa dia adalah CEO perusahaan terkaya di dunia dari suaminya.Silva memutuskan untuk bekerja sebagai karyawan magang karena dia tidak mau diam di rumah dan diolok-olok oleh mertuanya yang menganggap dia mata duitan.Di sisi lain, pria terkaya di Negara Dalsa, Cahyo Bandi, sedang mencari putri kandungnya yang hilang 20 tahun yang lalu.
[Versi suara dubbing] Suara hissing di luar pintu
[Versi suara dubbing] Suara hissing di luar pintu
Seseorang melihat seekor ular piton memakan orang di tempat mandi umum. Ketika memperingatkan orang lain, dia diragukan. Tindakan bodoh membuat ular itu keluar, dan yang kedua bersembunyi saat perangkap dipasang.
[Versi suara dubbing] Yang Telah Segar Kembali: Balaskan Hakim untuk Keterlaluannya Ibu Saya
[Versi suara dubbing] Yang Telah Segar Kembali: Balaskan Hakim untuk Keterlaluannya Ibu Saya
Pria itu kehilangan keluarga dan meninggal di kehidupan sebelumnya; setelah dilahirkan kembali, ia ingin membalas budi pada ibunya, tetapi ketika seseorang menyiksa ibunya, ia bersumpah akan membalas dendam dan menyerang balik.
[Versi suara dubbing] Janji yang Membinasakan Kita
[Versi suara dubbing] Janji yang Membinasakan Kita
Pada hari pernikahan mereka, orang tua salah satu pasangan membunuh orang tua pasangan lainnya dalam kecelakaan lalu lintas akibat mengemudi mabuk. Yang pertama tinggal untuk menebus dosa selama lima tahun tetapi diperlakukan dengan TORTUR, akhirnya meninggal, membuat yang kedua penuh dengan penyesalan.
Kembali ke Tahun 1994
Kembali ke Tahun 1994
Feng Yang, seorang pria yang terpuruk dalam dunia perjudian, hancur hati ketika mengetahui pengkhianatan istrinya, Sun Xiaoxiao. Saat ibu mertuanya, Zhang Caiying, mencoba menghentikannya dari bercerai, Feng Yang menunjukkan bukti tak terbantahkan tentang perselingkuhan Sun Xiaoxiao. Namun Zhang Caiying tak tergoyahkan—ia menusuk Feng Yang, percaya bahwa kematiannya akan membawa warisan besar bagi putrinya dan membuat mereka kaya. Namun Feng Yang tidak mati—ia justru kembali ke tahun 1994, masa di mana ia masih terlilit utang. Kini, dengan kesempatan kedua untuk mengubah hidupnya, mampukah Feng Yang menghadapi masa lalu dan menulis ulang takdirnya, atau sejarah akan terulang kembali?
Aku Merayu Pria yang Salah
Aku Merayu Pria yang Salah
Karena tak ada jalan keluar, Vera mengincar Yael Brown, pria berkuasa yang dikenal dingin dan kejam. Yael tahu niatnya sejak awal, tapi memilih meladeninya dan tanpa sadar ikut tertarik. Permainan perhitungan itu perlahan berubah menjadi jerat emosional, meruntuhkan sang pria tak tersentuh dan mengikat takdirnya pada Vera.