Logo
Pelakor Sebaya
Pelakor Sebaya

Pelakor Sebaya

74 Bab
Tamat
Dalam romance novel Pelakor Sebaya, seorang pria terjebak perselingkuhan dengan mahasiswi seumur anaknya. Di tengah kondisi istri yang sakit parah dan penolakan keluarga, ia harus memilih antara nafsu atau kesetiaan 25 tahun. Baca kisah modern novel ini sekarang di web novel kami.

Ringkasan Pelakor Sebaya

Kisah ini menyoroti pengkhianatan seorang suami yang jatuh hati pada mahasiswinya sendiri, yang usianya setara dengan putri sulungnya. Konflik memuncak saat kesehatan istrinya kian memburuk, sementara kedua anaknya justru memberikan penolakan keras atas perselingkuhan tersebut. Di tengah kehancuran keluarga, ia dihadapkan pada pilihan sulit: mengejar cinta barunya yang muda atau kembali ke pelukan istri yang telah menemaninya selama hampir 25 tahun lamanya.
Selengkapnya

Bab 1 dari Pelakor Sebaya

Janice melenguh panjang saat sapuan hangat dari embusan napas lelaki di atasnya menelusuri seluruh tubuh sintalnya. Wanita 23 tahun itu meremas sprei hingga kusut. Mata lentiknya terpejam lama demi menikmati setiap detik kehangatan bersama Satriyo. Lelaki yang 20 tahun lebih tua darinya itu terus meluapkan seluruh kehangatannya pada wanita yang hampir dua minggu ini tidak ditemuinya.

"Mas ... jangan tinggalin Janice lagi, ya!" ucap Janice tak berdaya saat semua kenikmatan mencapai puncaknya. Satriyo tergeletak tak berdaya di samping tubuh Janice. Lengan kokohnya memeluk pinggang aduhai milik wanita itu.

Satriyo tersenyum manis di tengah kelelahannya. "Iya, Sayang." Sebuah kecupan hangat dan lama mendarat di kening sang wanita. Janice memeluk lelaki itu seolah tak ingin dipisahkan.

"Mas, sih, lama nggak ke sini!" Janice merajuk. Satriyo meraih dagu belahnya dan menciumnya sekilas. Wanita itu semakin cemberut.

"Kan Mas harus ngajar semester pendek, Sayang!"

"Ah, bohong!"

Janice melepaskan pelukan dan berbalik, membelakangi Satriyo. Lelaki itu tersenyum menatap punggung mulus Janice. Dia mendekat, meraba kulit sehalus porselen itu, dan mengecupnya. Lengan kokohnya melingkari pinggang Janice.

"Kok, bohong, sih. Mas jujur, lho!"

"Bilang aja lagi sibuk liburan sama mereka, iya, kan?"

Satriyo menarik tubuh Janice untuk menghadapnya. "Kok nggak percayaan gitu, sih, sama Mas?"

Janice masih cemberut. Membuat Satriyo semakin gemas. Dielusnya pipi halus tanpa make-up itu dengan lembut. Bibir sensual dan tebal Janice diusap dengan ibu jarinya. Gemas, Satriyo menyerangnya dengan ciuman bertubi-tubi. Janice berusaha memberontak. Namun sayang, dia juga sangat membutuhkan dan amat menyukai perlakukan Satriyo itu. Jadilah mereka kembali bergumul hangat di balik selimut yang menahan hawa dingin karena hujan di luar. Suara rintik hujan bagai backsound untuk kemesraan mereka di malam itu. Berpadu dengan suara desahan dan jeritan kecil menahan nikmat dari mulut keduanya. Seluruh kerinduan tumpah. Bersamaan dengan keringat dan cairan kenikmatan dari keduanya. Membuatnya terus terbuai hingga akhirnya lelah dan terlelap.

Dering ponsel membangunkan Janice. Wanita cantik itu menggeliat. Memerhatikan sekitar dan tersenyum menatap sosok di sampingnya. Sosok yang tengah melingkarkan lengannya di perut Janice. Sosok lelaki yang tengah tertidur pulas. Jemari Janice bergerak pelan mengusap bibir dan menelusuri wajahnya. Bibirnya tersenyum penuh bahagia.

"Aku sayang banget sama kamu, Mas," ucapnya pelan.

Tiba-tiba Satriyo bergerak dan memeluknya erat. Jemari lelaki itu menggelitik pinggang Janice. Janice berteriak geli dan meronta. Bukannya berhenti, Satriyo semakin beringas. Bukan hanya gelitikan, tapi ciuman dan gigitan kecil menghampiri tubuh seksinya.

"Udah, Mas. Please!" ucap Janice berusaha menahan gerakan Satriyo. Lelaki itu terengah-engah di atas tubuh Janice. Jemari Janice mengusap dada bidang dan kokoh lelaki yang sudah berkepala lima itu.

"Ada telepon tuh!" Janice melirik ponsel Satriyo di atas meja yang terus berdering sejak tadi. Satriyo hanya mencebik dan tak menoleh.

"Aku tidak peduli! Kamu mencuri perhatianku!" Satriyo menjawil hidung bangir wanita blasteran Indo-Rusia itu. Janice hanya tersenyum dan mengecup hidung Satriyo sekilas.

"Mas nggak ngajar?"

Satriyo bergerak. Dia duduk di tepi ranjang, menatap Janice yang berselimut tak sempurna di sampingnya. "Ngajar, kok, nanti jam 10."

Janice ikut duduk. Dia melendot manja dan bersandar di bahu Satriyo.

"Kenapa? Masih kangen, ya?"

Janice mengangguk cepat. Satriyo tersenyum. Dia meraih Janice ke dalam rengkuhannya. Jemari mereka saling bertaut. Menyalurkan kehangatan dan kerinduan masing-masing. Mereka saling tatap penuh arti.

"Nanti malem pasti nggak ke sini!" ucap Janice merajuk. Satriyo mengusap bibirnya pelan.

"Aku sudah dua hari nggak pulang, Sayang. Mereka nanti curiga!"

"Ah, biarin aja!"

"Kok gitu?"

"Ya biar mereka sekalian tahu hubungan kita."

"Ehm, jangan sekarang, ya. Sabar, ya!"

"Sampai kapan?"

Satriyo mengerling dan berpikir. "Entahlah!"

Janice merajuk. Dia bangkit dan meninggalkan Satriyo di ranjang. Tubuh sintal dan padat itu tanpa busana. Dia melenggang menuju kursi. Satriyo menahan napas memperhatikan tubuh yang semalaman dipeluknya itu. Janice meraih kimono dan mengenakannya. Dia duduk di kursi rias, menyisir rambut.

"Aku juga butuh kepastian, Mas."

Satriyo menghela napas panjang. Dia menatap Janice dari pantulan cermin. Wanita itu tengah membersihkan wajahnya dengan kapas dan pembersih.

"Mas tega ngeliat aku hidup begini terus?"

Satriyo menunduk. Matanya menatap benda perak yang melingkari jari manisnya. Cincin yang sudah ada di sana 20 tahun ini. Benda yang juga masih melingkar dengan setia di jari yang lain.

"Emang Mas nggak bosen liat Mbak Manda terus? Masih sakit-sakitan kan dia?"

Dada Satriyo berdesir halus. Mendengar nama Manda, dia mendadak resah. Ada rasa bersalah ketika wanita yang mengenakan cincin satunya itu membayang di dalam pikirannya. Apalagi dia muncul di saat-saat seperti ini. Saat dia tengah bersama wanita muda yang empat bulan ini dia sembunyikan. Wanita muda, cantik, dan menggoda yang sering dia jumpai di kampus tempat dia mengajar.

"Ehm, kamu ujian jam berapa?" tanya Satriyo seolah mengalihakn pembicaraan. Janice menoleh dengan wajah masam. Di kembali merengut.

"Malah ngalihin topik!" rutuknya.

Satriyo hanya tersenyum. Dia berdiri, menutupkan handuk di tubuh bagian bawahnya. Lelaki itu menuju meja, mengambil ponsel. Matanya sempat melihat name tag-nya yang berdekatan dengan kartu ujian Janice. Satriyo Singgih yang bersebelahan dengan kartu nama bertuliskan Janice Michella Harsono lengkap dengan foto cantik wanita itu.

"Mau Mas anterin atau ...."

"Naik mobil sendiri aja! Lagian kan Mas langsung pulang ke rumah!" jawab Janice sewot. "Pulang ke rumah tempat anak dan istri Mas tercinta!"

Janice membanting daun pintu kamar mandi dengan keras, meninggalkan Satriyo yang menggelengkan kepala dan terkekeh.

"Tapi tetap kamu tempat Mas pulang sesungguhnya, Sayang!" ucap Satriyo sedikit berteriak dari lubang kunci daun pintu kamar mandi. Janice yang mendengar itu tersenyum senang. Semakin tersenyum saat menatap pantulan wajah semringahnya di cermin. Dengan cepat dia bergerak, menarik lengan Satriyo yang masih berdiri di depan pintu kamar mandi. Lelaki itu terkejut, tapi kemudian langsung mengangkat tubuh Janice hingga menempel di dinding. Mereka berpagut mesra.

Sementara di sebuah rumah mewah yang lain. Seorang wanita dengan wajah pucat menatap ke halaman. Seolah menunggu seseorang. Kacamatanya berembun karena terlalu dekat dengan teras dan terkena embun dari hujan deras yang belum juga reda.

"Mami ngapain di situ, sih?" tegur seorang remaja dengan seragam SMA mendekati kursinya. Gadis berlesung pipi dan berkulit manis itu adalah Pelangi. Kilau Pelangi Princhesa Satriyo, begitu nama di name tag seragamnya. Dia berjongkok di samping sang mami. Hidung dan bibirnya menciumi tangan yang mulai keriput, tapi tetap halus itu.

"Nggak apa-apa, Nak. Seneng aja liat hujan."

"Seneng apa lagi mikir yang lain?" celetuk seorang lelaki dari dalam. Dia mengibas-ngibaskan rambut gondrongnya yang masih basah. Membuat cipratan airnya mengenai Pelangi.

"Abang Langit! Basah ini!" teriaknya. Yang dipanggil Langit hanya tergelak lantas memapah sang mama untuk masuk ke rumah.

"Haha, kan kamu belum mandi! Weekk!"

Pelangi merutuk kesal. Sementara mami mereka hanya tersenyum dan geleng-geleng kepala. Mereka lantas duduk berdekatan di meja makan. Satu kursi masih kosong. Kursi untuk kepala keluarga mereka. Namun kemudian terisi karena Langit duduk di sana.

"Yuk, aku yang pimpin doa!" ucap Langit menengadahkan tangan, memimpin doa sebelum makan.

Sarapan yang dibuat Pelangi memang enak, tapi tetap terasa hambar di lidah Manda. Wanita 50 tahun itu menahan getir ketika menyadari sang suami yang sudah dua hari ini tidak pulang. Entah ke mana dia sekarang, Manda hanya bisa menebak. Berbeda dengan kedua anaknya yang hanya tahu jika papi mereka tengah lembur dan disibukkan dengan tugasnya sebagai seorang dosen. Langit percaya itu, karena di kampus dia masih sering bertemu sang papi. Begitupun Pelangi yang juga sering melihat papinya ketika di musola kampus yang bersebelahan dengan yayasan tempat dia bersekolah.

Hujan terus turun, bahkan semakin deras. Langit memutuskan menggunakan mobil maminya untuk ke kampus sekalian mengantar sang adik. Manda melepas mereka dengan senyum bangga. Senyum yang menutupi luka yang mulai menimbulkan borok bernanah karena terlalu lama dipendam. Luka yang hanya dia dan Tuhan yang tahu.

....

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Atasanku Menggodaku
Atasanku Menggodaku
Baca Novel Online Atasanku Menggodaku, sebuah novel romantis miliarder modern. Kisah dimulai saat sang bos genit tidak sengaja menguasai remote pengontrol gairah karyawannya dan menyetelnya ke tingkat maksimum. Bisakah dia bertahan dari godaan intens ini?
Benihku Bukan Cintamu
Benihku Bukan Cintamu
Dalam novel modern Benihku Bukan Cintamu, Aluna Callysta mencari pendonor benih unggul demi memiliki pewaris tanpa pernikahan. Pengusaha sukses ini menghindari cinta setelah dikhianati Elian. Baca kisah billionaire romance novels ini tentang perjuangan memiliki keturunan di web novel.
Cinta di Daun Semanggi
Cinta di Daun Semanggi
Dalam novel modern Cinta di Daun Semanggi, Sindi terjebak hubungan terlarang dengan Ronald yang telah beristri. Setelah tiga tahun, kehamilan Sindi memaksa dirinya menghadapi konsekuensi berat sendirian. Baca romance novel ini untuk melihat perjuangannya melewati kehilangan dan pilihan hidup.
Cinta Sang Lady Killer
Cinta Sang Lady Killer
Dalam novel modern Cinta Sang Lady Killer, CEO Daniel Millard harus menghadapi masa lalu kelam saat bertemu Anya. Reputasinya sebagai penakluk wanita diuji ketika obsesi dan rahasia lama muncul. Baca romance novel ini untuk melihat perjuangan kekuasaan dan cinta dalam billionaire romance books.
Kehamilan Berujung Perceraian
Kehamilan Berujung Perceraian
Baca Novel Online Kehamilan Berujung Perceraian, sebuah novel modern romantis tentang perjuangan istri yang dikhianati. Mengetahui suaminya membantu wanita lain hamil hingga mengabaikan dirinya, ia kini harus memilih antara mempertahankan pernikahan atau melepaskan cinta delapan tahunnya.
Penyesalan Ibu Setelah Aku Tiada
Penyesalan Ibu Setelah Aku Tiada
Dalam novel misteri Penyesalan Ibu Setelah Aku Tiada, seorang anak dituduh atas kematian kakaknya oleh sang ibu. Diperlakukan bagai pembantu, ia bahkan dipaksa mendonorkan ginjal untuk saudari adopsinya. Baca novel online gratis ini untuk melihat akhir tragis yang memicu penyesalan terdalam.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Anak Ajaib 2: Pertarungan Keluarga
Anak Ajaib 2: Pertarungan Keluarga
Ardi, pangeran kuno yang mabuk lalu terlahir jadi anak enam tahun. Dengan kecerdasan luar biasa ia bangkitkan keluarganya, namun saat hendak memimpin, badai baru pun datang.
Sayang, Katakan saja Ya!
Sayang, Katakan saja Ya!
Dikhianati oleh tunangannya dan saudara perempuannya sendiri, Victoria Branson menikahi Teddy Lloyd tanpa mengetahui identitas aslinya – seorang miliarder rahasia. Bersama-sama, mereka harus melawan keluarga jahat Victoria, merebut kembali perusahaan ibunya, dan menemukan akhir yang bahagia.
Cepat Nikah: Istri Indah
Cepat Nikah: Istri Indah
Sebagai anak angkat, dia harus menikahi seorang pria tua kaya yang lumpuh untuk menyelamatkan neneknya yang telah membesarkannya. Namun, karena miopianya yang parah, dia mengenali pria yang salah pada hari pernikahan dan suaminya meninggalkannya setelah mendapatkan surat nikah. Setahun kemudian, dia datang ke sebuah vila besar untuk bekerja sebagai pembantu. CEO yang terkenal itu kebetulan kembali. Meskipun mereka belum pernah bertemu, dia merasa pria itu tidak asing...
Cara Menaklukkan Hati Bangsawan
Cara Menaklukkan Hati Bangsawan
Clara Chavez, putri saudagar kaya, terlahir kembali pada malam pernikahannya. Kala itu, mempelai prianya, Cole Kerrigan, menghinanya dengan menikahi kakak iparnya juga. Bertekad menolak takdir ini, Clara bersumpah balas dendam demi merebut kembali semua yang hilang darinya. Dalam perjalanannya, ia menjalin ikatan mendalam dengan Pangeran Adrian, yang berujung pada kejatuhan keluarga Kerrigan dan mengamankan posisinya dalam garis keturunan bangsawan, hingga akhirnya menemukan kebahagiaan bersama Adrian.
Pertukaran Kehidupan: Kurir atau Triliuner
Pertukaran Kehidupan: Kurir atau Triliuner
Ditipu oleh istrinya, tukang antar barang itu mendapat kesempatan untuk menyamar sebagai seorang triliuner karena penampilannya yang mirip.
Si Kecil Bantu Cari Jodoh
Si Kecil Bantu Cari Jodoh
Lima tahun lalu, mereka berhubungan seks satu malam di sebuah hotel dan akhirnya memiliki empat orang anak. Kini, lima tahun kemudian, dia kembali dengan keempat anaknya. Sementara itu, pria itu telah mencarinya sangat lama. Takdir telah mempertemukan mereka kembali.